TANGERANG, DN-II Jagat media sosial di Kabupaten Tangerang digegerkan oleh beredarnya sebuah video berisi ancaman kekerasan yang diduga kuat ditujukan kepada profesi jurnalis dan insan pers. Video yang viral di sejumlah WhatsApp Group (WAG) pada Sabtu malam (16/5/2026) sekitar pukul 19.40 WIB ini, langsung memantik kecaman keras dari berbagai kalangan.
Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, tampak seorang pria bertelanjang dada dengan penutup kepala bermotif batik mengacungkan sebatang besi bulat panjang berlapis stainless. Sambil mengacungkan besi, ia melontarkan kata-kata bernada intimidasi yang sangat provokatif.
“Ada media langkahi dulu mayat saya..! Jangan macam-macam masuk wilayah orang. Saya pukul kamu pakai ini, mampus kamu di sini..! Patah leher kamu..!! Kamu culik orang-orang saya, saya gorok leher kamu!” ucap pria dalam video tersebut dengan nada tinggi penuh emosi.
Sontak, rekaman video ini memicu reaksi keras. Banyak pihak menilai intimidasi tersebut bukan sekadar luapan emosi biasa, melainkan sudah masuk dalam ranah ancaman pidana serius terhadap profesi wartawan dan dapat merusak kondusifitas sosial di wilayah Tangerang.
Negara Tidak Boleh Kalah oleh Premanisme
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Merespons peristiwa tersebut, Pakar Hukum Pidana Internasional yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates), Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., angkat bicara. Ia mengecam keras tindakan arogan pelaku dan meminta aparat penegak hukum bergerak cepat.
“Saya meminta Ditreskrimum Polda Banten bersama jajaran Polresta Tangerang segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku pengancaman terhadap insan pers yang videonya viral tersebut. Apa pun alasannya, tindakan intimidasi dan ancaman kekerasan fisik terhadap profesi media tidak dapat dibenarkan di negara hukum,” tegas Prof. Sutan Nasomal saat dimintai tanggapan, Sabtu (16/5/2026).
Pakar hukum ini menambahkan, tindakan pelaku yang menyampaikan ancaman secara terbuka di ruang digital berpotensi kuat melanggar hukum dan tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi kemerdekaan pers.
“Kalau yang disebut secara gamblang adalah ‘media’, berarti ini menyangkut marwah profesi pers secara keseluruhan. Jangan sampai ada pihak yang merasa bebas mengintimidasi jurnalis dengan gaya premanisme. Negara tidak boleh kalah!” lanjutnya secara lugas.
Masyarakat Desak Kepolisian Bertindak
Langkah cepat kepolisian sangat dinantikan oleh masyarakat Kabupaten Tangerang demi mencegah keresahan yang lebih meluas. Warga berharap polisi bisa segera mengidentifikasi pelaku serta mendalami motif di balik video pengancaman itu.
“Kalau benar ada unsur intimidasi dan ancaman kekerasan fisik, harus segera diproses hukum. Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran terhadap aksi-aksi premanisme seperti ini,” ungkap salah seorang warga Kabupaten Tangerang yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas pria di dalam video maupun lokasi pasti pembuatan video tersebut. Namun, gelombang desakan dari publik dan organisasi hukum terus menguat agar kasus ini diusut secara tuntas.
Tim awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Polda Banten dan Polres setempat guna mendapatkan perkembangan fakta hukum di lapangan. (Tim Red)*
BREBES, DN-II Semangat kebersamaan terus menjadi kekuatan utama dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Pada Sabtu (16/5/2026), suasana gotong royong antara masyarakat dan aparat TNI kembali terlihat kuat di lokasi pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kadumanis dan Desa Citimbang tersebut.
Pembangunan Jembatan Garuda bukan hanya menjadi proyek infrastruktur semata, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat demi satu tujuan bersama, yakni menghadirkan akses yang lebih baik bagi warga desa.
Sejak pagi hari, warga bersama anggota TNI tampak bekerja bahu-membahu melaksanakan berbagai pekerjaan di lokasi pembangunan. Mulai dari pengangkutan material, penataan area kerja, hingga membantu proses pembangunan dilakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan.
Babinsa Desa Kadumanis, Serda Hasanudin, yang terus mendampingi proses pembangunan, menyampaikan bahwa kebersamaan menjadi modal utama dalam menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.
“Kebersamaan untuk satu tujuan adalah semangat yang terus kami pegang bersama masyarakat. Dengan saling membantu dan bekerja bersama, pembangunan ini akan lebih cepat selesai dan manfaatnya bisa segera dirasakan warga,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh material dan peralatan, tetapi juga oleh kekompakan serta kepedulian seluruh pihak yang terlibat.
Di lokasi pembangunan, suasana harmonis antara warga dan aparat TNI terlihat begitu nyata. Tidak ada perbedaan, semua bekerja dalam satu barisan demi mewujudkan jembatan yang nantinya akan menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang.
Jembatan Garuda sendiri diharapkan mampu menjadi solusi atas kendala akses yang selama ini dihadapi masyarakat, terutama saat musim hujan ketika sungai sulit dilintasi. Kehadiran jembatan tersebut nantinya akan sangat membantu aktivitas ekonomi, pendidikan, serta hubungan sosial antar wilayah.
Masyarakat mengaku bangga dan bersyukur dapat terlibat langsung dalam pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap semangat kebersamaan yang sudah terjalin dapat terus dipertahankan hingga pembangunan selesai.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan untuk satu tujuan, pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Salem diharapkan berjalan lancar hingga tuntas. Jembatan ini nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung antar desa, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kepedulian, dan kekuatan kebersamaan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik. Red
BREBES, DN-II Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali mencapai progres penting. Pada Sabtu (16/5/2026), proses pengecoran pondasi tiang jembatan dinyatakan telah selesai dilaksanakan setelah dikerjakan secara bertahap dengan melibatkan TNI dan masyarakat setempat.
Rampungnya pengecoran pondasi tiang menjadi salah satu tonggak utama dalam pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Ciraja tersebut. Tahapan ini sangat penting karena pondasi merupakan bagian dasar yang akan menopang kekuatan struktur jembatan secara keseluruhan.
Sejak awal pembangunan dimulai, anggota Koramil 12/Bantarkawung bersama masyarakat Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung terus bekerja secara gotong royong. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lancar meskipun harus menghadapi medan yang cukup menantang.
Di lokasi pembangunan, suasana penuh semangat masih terlihat saat warga dan anggota TNI menyelesaikan pekerjaan akhir pengecoran pondasi. Keberhasilan tahap ini disambut dengan rasa syukur karena menjadi tanda bahwa pembangunan jembatan semakin mendekati tahap berikutnya.
Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, yang selama ini aktif mendampingi kegiatan pembangunan, menyampaikan bahwa selesainya pengecoran pondasi merupakan hasil dari kerja keras dan kekompakan seluruh pihak yang terlibat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah pengecoran pondasi tiang jembatan telah selesai dilaksanakan. Ini adalah hasil kerja bersama antara TNI dan masyarakat yang terus menjaga semangat gotong royong sejak awal pembangunan,” ujar Pelda Aris.
Menurutnya, keberhasilan penyelesaian pondasi ini menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan ke tahap berikutnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang tanpa lelah terus membantu setiap proses pekerjaan.
Masyarakat Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung menyambut baik perkembangan tersebut. Mereka berharap pembangunan Jembatan Gantung Garuda dapat segera rampung sehingga dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan mampu memperlancar akses transportasi, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Bantarkawung.
Selain menjadi sarana penghubung, pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga menjadi simbol kuatnya kebersamaan antara TNI dan rakyat. Semangat gotong royong yang terus terjaga selama proses pembangunan menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat.
Dengan selesainya pengecoran pondasi tiang, pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kabupaten Brebes kini memasuki tahap yang semakin mendekati penyelesaian. Harapan masyarakat untuk memiliki akses yang lebih baik pun semakin nyata berkat kebersamaan dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat.Red
JAKARTA, DN-II Pemerintah pusat dan daerah didorong untuk bersinergi membangun industri pengolahan aspal berbahan baku sampah plastik dan limbah karet ban. Selain ramah lingkungan, inovasi ini dinilai mampu menekan biaya produksi menjadi lebih murah, efektif, sekaligus menjaga kebersihan di setiap wilayah.
Ide strategis tersebut disampaikan oleh Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., yang ditujukan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
“Langkah ini akan sangat menguntungkan secara pendapatan per kapita, baik untuk pemerintah pusat melalui BUMN, maupun pemerintah provinsi, pemkot, dan pemkab melalui BUMD,” ujar Prof. Sutan Nasomal dalam keterangannya kepada para Pemimpin Redaksi media cetak dan online via telepon seluler dari kantornya di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Solusi Sampah dan Peningkatan Kualitas Jalan
Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa ketersediaan sampah plastik di berbagai kota di Indonesia sangat melimpah dan lebih dari cukup untuk menyokong berdirinya industri aspal ramah lingkungan ini. Oleh karena itu, ia berharap Presiden RI dapat segera merangkul para ahli dalam negeri serta perusahaan lokal untuk mewujudkannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, pencampuran sampah plastik dan limbah ban kendaraan ke dalam aspal cair akan menghasilkan daya rekat yang jauh lebih kuat dan berkualitas tinggi.
Lebih Tangguh: Aspal tidak mudah mengelupas atau rusak meski terpapar cuaca panas ekstrem maupun curah hujan tinggi.
Lebih Aman: Permukaan jalan yang dihasilkan memiliki pori-pori yang lebih halus namun tidak licin, sehingga aman bagi semua jenis kendaraan.
Efisien Biaya: Proses pengolahannya jauh lebih hemat anggaran karena tidak memerlukan campuran bahan kimia mahal.
Dorong Penyerapan Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Lebih lanjut, Presiden Partai Oposisi Merdeka ini mengimbau agar Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR bersama para ahli pengolahan limbah segera memulai langkah konkret ini demi membangun infrastruktur jalan raya yang berkualitas, baik di perkotaan maupun pedesaan.
“Jika Presiden RI dan Kementerian PUPR bergerak bersama para ahli, kita pasti mampu mewujudkan Indonesia Maju dengan mengubah sampah plastik dan ban menjadi produk aspal nomor satu di tingkat dunia,” jelasnya.
Selain berdampak pada infrastruktur, industri ini diproyeksikan mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja terampil di tanah air. Mengingat kebutuhan aspal berkualitas di pasar global selalu tinggi, infrastruktur jalan yang mantap dipastikan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kancah dunia.
Menutup keterangannya, Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus ini juga menyampaikan harapan terbaiknya untuk kepemimpinan nasional. “Semoga dalam satu tahun berjalan ini, Bapak Presiden RI sukses menjalankan tugas besar dan membawa Indonesia bertambah maju seterusnya,” pungkas Jenderal Kompii tersebut.
Narasumber:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Prof. DR. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H. (Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, dan Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus). Call Center 08118419260.
MAJALENGKA, DN-II Alih-alih berfokus pada kesejahteraan publik, kinerja sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dinilai telah melenceng jauh dari amanah rakyat. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diduga kuat sengaja dimanfaatkan hanya untuk memuluskan program berbasis kepentingan kelompok, lewat modus kongkalikong proyek dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat desa.
Dugaan praktik lancung tersebut mencuat dalam diskusi kritis yang berlangsung hangat di Sewangi Coffee, Majalengka, pada Jumat (15/5/2026). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Perencanaan SDM IWO Indonesia berinisial ES, sejumlah pimpinan redaksi (Pimred) media, mantan pejabat, mantan kepala dinas, pengusaha, serta tokoh masyarakat setempat.
Modus “Penyanderaan” Anggaran Dinas
Dalam perbincangan yang berlangsung tajam tersebut, para tokoh membongkar alur dugaan praktik korupsi sistemik berupa pengondisian proyek (ploting) anggaran daerah.
Menurut narasumber dalam diskusi tersebut, modus operandi ini dimulai dari tahapan perencanaan di tingkat legislatif. Program atau proyek milik dinas tertentu sengaja diancam tidak akan disetujui (di-ACC) oleh oknum anggota dewan jika kepala dinas menolak memindahkan plot proyek ke wilayah yang diinginkan oknum tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Terjadi semacam simbiosis mutualisme haram. Setelah kepala dinas terpaksa tunduk demi kelancaran pengesahan anggaran, oknum dewan akan mengunci program tersebut. Imbalannya, oknum dewan mendapatkan jatah proyek yang nantinya diturunkan kepada pengusaha atau pihak ketiga yang sudah disiapkan,” ungkap salah satu peserta diskusi.
Aliran Fee 20% dan Politisasi Desa
Lebih lanjut, diskusi tersebut mengungkap adanya aturan main terselubung yang sudah dipahami oleh pengusaha rekanan. Tanpa perlu kesepakatan tertulis di awal, diduga terdapat jatah atau fee sebesar 20 persen yang mengalir kembali dari pengusaha kepada oknum dewan tersebut.
Bukan hanya sekadar keuntungan finansial, proyek ini juga ditengarai kuat disusupkan ke desa-desa yang sudah dikondisikan sebagai instrumen politik jangka panjang.
Dengan memfasilitasi proyek titipan ini, oknum dewan bermaksud mengamankan suara dari kepala desa dan masyarakat untuk kepentingan pemilu atau kampanye berikutnya. Sebaliknya, biaya politik oknum tersebut ikut disokong oleh pengusaha yang mendapat jatah proyek.
Kehilangan Sensitivitas Terhadap Rakyat
Kondisi inilah yang dinilai membuat para pejabat eksekutif dan oknum anggota legislatif di Majalengka kehilangan sensitivitas terhadap kebutuhan riil masyarakat bawah. Program-program kerja yang dilahirkan tidak lagi murni berorientasi pada kemaslahatan publik, melainkan sekadar menjadi alat transaksi atau “bancakan” antara oknum dewan, dinas, dan pengusaha.
Gabungan tokoh masyarakat dan insan pers yang hadir dalam pertemuan tersebut sepakat akan terus mengawal isu ini. Mereka mendesak adanya pembenahan total dalam tata kelola anggaran di Kabupaten Majalengka agar hak-hak masyarakat tidak terus dikorbankan demi syahwat politik dan finansial pribadi segelintir oknum.
Reportase: Tim Redaksi
MAKKAH, DN-II Kenyamanan jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Salah satunya terlihat di Hotel Al Khulafa Al Fedy yang terletak di Sektor 1 Syisah, Makkah, tempat menginap jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) SOC 8 asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026).
Menyusul adanya aturan ketat dari Pemerintah Arab Saudi, pihak hotel kini menyediakan fasilitas pencucian dan pengeringan pakaian gratis di Lantai R (samping restoran). Fasilitas ini ditempatkan dalam ruangan khusus untuk menunjang aktivitas harian jemaah selama berada di tanah suci.
Fasilitas ini disambut positif oleh para jemaah. Supardi, salah seorang jemaah haji asal Brebes dari Kloter SOC 8, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan gratis tersebut. Meskipun ada sedikit perbedaan teknis dibanding hari-hari sebelumnya, ia menilai fasilitas ini sudah sangat memadai.
“Sangat membantu sekali dengan adanya fasilitas cuci pakaian dan jemur gratis ini. Mesin cucinya banyak, ada 10 unit, dan area jemurnya cukup luas. Walaupun karena lokasinya di dalam gedung, baju jadinya cukup lama kering, bisa seharian. Kemarin waktu masih diperbolehkan menjemur di rooftop luar, baju memang lebih cepat kering, tapi ini sudah cukup memadai,” ujar Supardi.
Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes tahun 2026, Azmi Asmuni Majid, menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas cuci-kering ini merupakan kebijakan mandatori atau kewajiban dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Pemerintah mewajibkan setiap manajemen hotel untuk menyediakan mesin cuci (top loading) gratis beserta area penjemuran khusus yang posisinya dibuat satu lantai dengan tempat pengambilan logistik makanan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Fasilitas ini sangat membantu jemaah. Walaupun pihak hotel juga menyediakan layanan laundry berbayar jika antrean sedang penuh, mayoritas jemaah lebih memilih untuk mencuci pakaian mereka sendiri,” ujar Azmi langsung dari Makkah.
Menurut Azmi, aktivitas mencuci mandiri ini justru membawa dampak positif bagi psikologis jemaah. Selain menghemat pengeluaran, area pencucian baju ini mendadak berubah menjadi ruang sosial yang hangat.
“Di sela-sela menunggu antrean mesin cuci, suasana kekeluargaan sangat terasa. Area ini menjadi ajang saling kenal, silaturahmi, bahkan tempat jemaah saling mencurahkan isi hati (curhat) dengan santai,” tambahnya.
Aturan Ketat Larangan Jemur di Balkon dan Atap Terbuka
Terkait perubahan lokasi jemuran, Azmi membenarkan adanya regulasi baru pada musim haji 2026 ini. Atas instruksi ketat dari Pemerintah Arab Saudi, jemaah dilarang keras menjemur pakaian di area terbuka rooftop luar maupun menggelantungkan pakaian secara sembarangan di jendela atau balkon kamar. Aturan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan, keamanan, serta estetika kota Makkah.
Guna menyiasati aturan tersebut, pihak Hotel Al Khulafa Al Fedy langsung mengambil langkah cepat dengan menyiapkan area khusus penjemuran tertutup namun memiliki sirkulasi udara baik, yang posisinya berdekatan langsung dengan ruang mesin cuci.
Tips Menghindari Antrean: Pilih Waktu Sepi
Mengingat jumlah jemaah dalam satu kloter sangat banyak, antrean di ruang mesin cuci kerap tidak terhindarkan. Azmi memberikan tips bagi jemaah agar pintar memilih waktu terbaik untuk mencuci guna menghindari penumpukan.
“Waktu paling padat dan ramai biasanya terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WAS (Waktu Arab Saudi) dan selepas salat Ashar. Oleh karena itu, kami menyarankan jemaah untuk mencuci di waktu-waktu sepi, seperti setelah salat Isya atau menjelang Subuh,” pungkas Azmi.
Melalui koordinasi yang baik antara petugas daerah, PPIH, dan pihak pemondokan, diharapkan fasilitas penunjang seperti ini dapat terus menjaga kebugaran dan fokus jemaah dalam menunaikan rangkaian ibadah di tanah suci.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Laporan Langsung Dari Tim Petugas Haji Brebes
Editor: Casroni
OKSIBIL, DN-II Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., memberikan penghargaan khusus kepada 36 prajurit Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS). Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan gemilang mereka dalam menemukan dan mengamankan ladang ganja berukuran besar di wilayah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Upacara penyematan penghargaan dipimpin langsung oleh Pangkogabwilhan III di Lapangan Pos Kotis Yonif 751/VJS pada Jumat (15/5/2026).
Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi komando atas dedikasi, keberanian, dan profesionalisme prajurit di medan tugas. Diketahui, aksi tanggap operasional dari personel Yonif 751/VJS tersebut berhasil menyelamatkan generasi bangsa dengan menyita sedikitnya 2.000 batang pohon ganja siap panen di wilayah perbatasan tersebut.
“Penghargaan ini adalah wujud apresiasi setinggi-tingginya kepada para prajurit yang telah menunjukkan loyalitas, semangat juang, dan profesionalisme luar biasa dalam menjalankan tugas negara,” ujar Letjen TNI Lucky Avianto dalam amanatnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian militer, melainkan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus membentengi masyarakat dari ancaman nyata peredaran narkotika.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemicu Motivasi dan Penjaga Kedaulatan
Lebih lanjut, Pangkogabwilhan III berharap prestasi ini tidak membuat para prajurit berpuas diri, melainkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh personel di garis depan.
“Saya berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tanpa batas,” tambahnya.
Keberhasilan mengamankan ribuan batang ganja ini mempertegas peran aktif TNI dalam mendukung terciptanya kondusivitas di wilayah Pegunungan Bintang. Melalui langkah tegas dan terukur ini, TNI kembali membuktikan komitmennya untuk selalu hadir melindungi kedaulatan negara serta menyelamatkan masa depan generasi muda Indonesia dari bahaya narkoba. Red
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045
Jakarta, DN-II Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., yang diwakili oleh Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, menghadiri acara Laporan Kesiapan Pemberangkatan Kontingen Latihan Bersama Pasukan Khusus (Latma Passus) TNI Gelombang III Tahun 2026 ke Belarusia. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Gedung Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (13/05/2026).
Laporan kesiapan ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., sebagai bagian dari rangkaian persiapan akhir (inspeksi) sebelum kontingen bertolak untuk melaksanakan latihan bersama dengan satuan Pasukan Khusus Belarusia.
Berdasarkan keterangan narasumber, latihan bersama ini merupakan agenda rutin TNI yang bernilai strategis. Tujuannya adalah untuk meningkatkan profesionalisme, interoperabilitas, serta kemampuan tempur prajurit Pasukan Khusus dalam menghadapi dinamika tugas operasi gabungan yang kian kompleks.
Dalam pemaparan laporan kesiapan, seluruh aspek krusial mulai dari kesiapan personel, materiil, kondisi kesehatan, hingga pembekalan materi latihan dinyatakan telah siap 100 persen untuk diberangkatkan. Di tempat terpisah, pihak Korps Marinir menegaskan bahwa keikutsertaan prajurit “Baret Ungu” dalam kontingen ini merupakan wujud nyata kepercayaan pimpinan TNI atas peran strategis Marinir dalam ranah operasi-operasi khusus.
Selain sebagai wadah peningkatan kemampuan tempur, Latma Passus TNI Gelombang III Tahun 2026 ke Belarusia ini diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama militer antara kedua negara. Latihan ini juga diproyeksikan menjadi sarana efektif untuk saling bertukar pengetahuan serta taktik tempur modern di tingkat pasukan khusus dunia.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Turut hadir dalam acara laporan kesiapan tersebut para pejabat utama dan pejabat terkait di lingkungan Mabes TNI serta jajaran Angkatan. Red
Kobakma, DN-II Wujud kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Satgas Yonif 521/DY melalui kegiatan pelayanan gratis bagi warga di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan. (16/5/2026).
Kegiatan tersebut meliputi pelayanan kesehatan, pemeriksaan kondisi tubuh, pemberian obat-obatan, serta komunikasi sosial bersama masyarakat setempat.
Dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan, personel Satgas Yonif 521/DY hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kehadiran prajurit disambut antusias oleh masyarakat, terutama anak-anak dan para orang tua yang merasa terbantu dengan adanya pelayanan tersebut.
Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P,
Menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk nyata pengabdian TNI kepada rakyat di wilayah Papua Pegunungan. Selain menjaga stabilitas keamanan, Satgas juga berkomitmen untuk terus hadir membantu kesulitan masyarakat di daerah penugasan.
“Melalui kegiatan pelayanan gratis ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan kekeluargaan antara prajurit TNI dan warga Distrik Kobakma,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ibu Eni Endambia menyampaikan rasa terima kasih atas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Satgas Yonif 521/DY. Beliau mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan dan konsultasi kesehatan langsung di rumahnya sehingga dapat mengetahui kondisi kesehatannya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan, diwarnai senyum dan rasa syukur dari masyarakat yang menerima pelayanan.
Kehadiran Satgas Yonif 521/DY diharapkan dapat terus membawa semangat persaudaraan, kepedulian, dan harapan bagi masyarakat di pedalaman Papua Pegunungan. Red
Bolaang Mongondow, DN-II Dalam upaya menciptakan kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah, personel Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani Kodam XIII/Merdeka bersama masyarakat melaksanakan karya bakti pembersihan gereja di Desa Tuyat, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sabtu (16/5/2026).
Karya bakti ini dipimpin langsung Dan SSK 4 Lettu Arm Hamjah Hafid sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan.
Dan SSK 4 Lettu Arm Hamjah Hafid Menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan serta membantu mengatasi kesulitan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan karya bakti ini kami berharap hubungan personel Satgas dengan masyarakat semakin erat. Kami juga ingin memberikan rasa nyaman kepada masyarakat saat melaksanakan ibadah serta menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Masyarakat Desa Tuyat menyambut baik kegiatan tersebut. Pengurus gereja menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada personel Satgas yang telah peduli terhadap kebersihan rumah ibadah dan aktif membantu masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan karya bakti tersebut, Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 19/Bogani berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kemanunggalan TNI dan rakyat terus terjalin dengan baik di tengah masyarakat. Red
You cannot copy content of this page
