Jakarta, DN-II Kehadiran Mayjen (Purn) TNI Cucu Somantri ke Gedung Makarti, Komplek Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, 4/6/2026, disambut hangat oleh Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi. Kehadiran pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan PT. Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk menjajaki kerja sama dengan Kementrans.
Lingkup kerja sama yang disampaikan Cucu kepada Viva Yoga adalah pengelolaan secara bersama kebun sawit yang dimiliki PT. Agrinas. Lahan yang dimiiliki persero di bawah Danantara ini mencapai 2,3 juta Ha yang tersebar dari Provinsi Aceh hingga Papua Selatan. โInti dari kerja sama adalah menciptakan kesejahetraan masyarakatโ, ujarnya. Dalam kerja sama, PT. Agrinas menyediakan lahan kebun sawit, sedang Kementrans menyediakan sumber tenaganya (transmigran).
Viva Yoga menyambut baik keinginan untuk melakukan kerja sama. Dikatakan Kementrans tidak bisa sendiri dalam merealisasikan program-program kerjanya. Selama ini berbagai kerja sama telah dijalin dengan berbagai pihak, mulai dari kementerian terkait, lembaga negara, BUMN, hingga perguruan tinggi. โSaat ini Kita telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dalam program Trans Patriotโ, ujarnya. โDengan BUMN kita juga menjalin kerja sama dengan PNMโ, tambahnya.
Terkait pengelolaan kebun sawit, bagi Kementrans bukan hal yang baru. Kawasan-kawasan transmigrasi yang ada di Sumatera mayoritas mengelola komoditas sawit. Diceritakan, beberapa waktu yang lalu dirinya mengunjungi Kawasan Transmigrasi Kuamang Kuning. Kawasan transmigrasi yang berada di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi itu mayoritas warganya. dari 1.000 kepala keluarga, merupakan petani sawit.
Penempatan transmigran sejak tahun 1985 itu mampu mensejahterakan warga di sana. Dengan kepemilikan lahan dari seorang transmigran yang mencapai 8 Ha, ia bisa mendapat penghasilan per bulan sebesar Rp15 Juta/2 Ha. โPengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi disesuaikan dengan potensi masing-masing daerahโ, ujar mantan Anggota Komisi IV DPR itu.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Diungkap sebelum lahan sawit itu dimiliki transmigran, mereka menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta dengaan sistem inti plasma (PIR). Selepas kerja sama selesai, lahan itu dikelola transmigran secara mandiri. โLahan dan kelapa sawit yang di sana sudah menjadi miliknyaโ, tuturnya.
Viva Yoga mengatakan saat ini program transmigrasi bersifat bottom up. usulan dari bawah. Transmigrasi bisa terlaksana bila bupati mengajukan proposal bahwa kabupatennya ingin mendatangkan transmigran. โAda 61 proposal dari para bupati untuk mengajukan pembukaan kawasan baru transmigrasiโ, ujarnya. Dari rencana pembukaan kawasan baru inilah menurutnya bisa dijalin kerja sama dengan PT. Agrinas.
Transmigrasi saat ini orientasinya pada kesejahteraan masyarakat. Untuk itu masyarakat lokal bisa diberdayakan dengan Trans Lok atau transmigrasi lokal. Lahan-lahan kebun sawit yang dimiliki oleh PT. Agrinas yang tersebar, di antaranya di Papua Selatan, bisa dikelola olah warga asli di sana. โLahan sawit seluas 78.850,56 Ha di Papua Selatan bisa dikerjasamakan dengan Trans Lokโ, ujarnya.
Kisah sukses transmigrasi di Kuamang Kuning dengan komoditas sawitnya bisa dijadikan contoh dalam pengelolaan bersama dengan PT. Agrinas. Red
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
