Dituding Hamburkan Anggaran untuk Plesiran, Kepala Dinkes Brebes Buka Suara: Itu Evaluasi Nyata, Naik Jeep Biaya Mandiri
BREBES, DN-II Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, menampik keras pemberitaan yang menyebut institusinya telah menghamburkan uang anggaran daerah demi kegiatan survei yang dibalut dengan plesiran.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Dinkes Brebes menggelar rapat evaluasi di Karanganyar dengan anggaran mencapai Rp 129,3 juta. Kegiatan tersebut disorot lantaran dinilai kontradiktif di tengah dorongan efisiensi belanja pemerintah daerah, ditambah adanya agenda wisata menggunakan jeep.
Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu (13/6/2026), dr. Heru Padmonobo menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung di Karanganyar tersebut merupakan agenda dinas yang nyata dan krusial bagi peningkatan kinerja pelayanan kesehatan di Brebes.
“Bahwasanya itu kegiatan nyata, betul kami melakukan evaluasi, penekanan, dan memberikan sedikit penghargaan kepada tim CKG (Cek Kegiatan Gratis) Puskesmas agar lebih meningkatkan kinerja capaian, khususnya program pemerintah pusat,” ujar dr. Heru.
Capaian Program CKG Melonjak Signifikan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, agenda evaluasi ini membawa dampak positif yang besar terhadap capaian program kesehatan daerah. Melalui kerja keras tim di lapangan, peringkat Kabupaten Brebes dalam program CKG mengalami lonjakan yang sangat signifikan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, capaian CKG Kabupaten Brebes yang tadinya berada di peringkat 5 besar dari bawah, sekarang sudah merangkak ke 20 besar dari atas. Bahkan, berdasarkan evaluasi hari Kamis kemarin, kita sudah masuk 10 besar se-Jawa Tengah,” paparnya.
Fasilitas Wisata Jeep Menggunakan Biaya Pribadi
Terkait tudingan adanya plesiran mewah menggunakan fasilitas negara berupa jeep, dr. Heru memberikan klarifikasi secara rinci. Ia memastikan bahwa agenda tersebut sama sekali tidak menggunakan anggaran dinas (panitia), melainkan atas inisiatif dan biaya pribadi para peserta.
“Untuk naik jeep itu murni mandiri dari peserta yang menghendaki. Tidak semua ikut. Biayanya bukan dari panitia, jadi mereka membayar sendiri-sendiri langsung ke pengelola jeep,” tegasnya.
Dari total 199 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, dr. Heru menyebutkan hanya sebagian kecil saja yang memilih untuk menikmati fasilitas wisata tersebut secara personal. “Jumlah peserta 199 orang, dan yang melakukan kegiatan naik jeep secara pribadi kurang dari 20 orang,” tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, dr. Heru kembali menegaskan bahwa penggunaan anggaran sebesar Rp 129,3 juta tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan dialokasikan untuk kegiatan kedinasan yang produktif, bukan untuk berfoya-foya.
“Bukan berarti menghamburkan uang anggaran 129 juta rupiah, tapi memang ada kegiatan nyata di sana,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
