Penjelasan Lengkap dr. Susilowati Soal Hak Pasien BPJS dan Kompetensi Dokter Bedah
BREBES, DN-II Tindakan medis, khususnya operasi besar, bukanlah sebuah proses instan yang tanpa risiko. Berbeda dengan memperbaiki benda mati, penanganan medis pada tubuh manusia memerlukan ketelitian komprehensif karena melibatkan sistem organ yang saling berkesinambungan. (11/6/2026).
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bagian Medis RSUD Brebes, dr. Susilowati, M.A.R.S., saat memberikan penjelasan mengenai prosedur, hak pasien, serta pemahaman risiko dalam tindakan operatif.
Filosofi Penanganan Manusia vs Benda Mati
Menurut dr. Susilowati, masyarakat perlu memahami bahwa anatomi manusia sangat kompleks. Jika benda mati seperti kursi mengalami kerusakan di satu bagian, perbaikan bisa langsung dilakukan tanpa memengaruhi bagian lainnya. Namun, tubuh manusia bekerja layaknya mesin yang komprehensif.
“Manusia itu berbeda dengan benda mati. Mulai dari otak, pembuluh darah, jaringan saraf, hingga kaki, semuanya saling berhubungan dan berkesinambungan. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa parsial,” ujar dr. Susilowati.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Memahami Prognosis dan Risiko Medis
Kompleksitas inilah yang melahirkan istilah prognosis yakni perkiraan atau prediksi medis mengenai peluang kesembuhan pasien setelah tindakan dilakukan. Dr. Susilowati menggarisbawahi bahwa peluang sembuh itu selalu ada, namun dokter tidak pernah bisa memberikan jaminan mutlak.
“Dunia medis tidak pernah bisa menjanjikan kesembuhan 100 persen. Tidak ada kepastian mutlak dalam medis, karena kepastian itu adalah ranah Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Ia menjelaskan, saat operasi berlangsung, selalu ada potensi risiko tak terduga. Misalnya, risiko menyentuh jaringan saraf lain, mengenai pembuluh darah besar, atau adanya variasi struktur anatomi tubuh pasien yang berbeda dari manusia pada umumnya. Risiko-risiko tersebut tetap mengintai meskipun pasien sudah menjalani pemeriksaan penunjang yang detail seperti MRI maupun CT Scan.
Hak Pasien dan Pentingnya Informed Consent
Mengingat adanya risiko di setiap tindakan, pihak rumah sakit wajib memberikan edukasi transparan. Keputusan akhir untuk melanjutkan atau membatalkan operasi sepenuhnya berada di tangan pasien dan keluarga melalui dokumen Informed Consent (Persetujuan Tindakan Medis).

“Pasien memiliki hak penuh untuk memilih. Jika setelah mendapatkan penjelasan mereka menyatakan siap menerima risiko, maka pasien atau keluarga menandatangani informed consent, dan dokter akan melakukan tindakan,” jelasnya.
Sebaliknya, jika pasien merasa tidak siap mental menghadapi risiko yang dipaparkan termasuk risiko terburuk di meja operasi maka tindakan operasi tidak akan dipaksakan, meskipun peluang kesembuhannya ada.
Jaminan Pelayanan dan Kompetensi Dokter
Terkait regulasi dan pembiayaan, dr. Susilowati memastikan bahwa RSUD Brebes tidak menemui kendala dalam memberikan pelayanan. Bagi pasien yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, seluruh administrasi dan proses pengobatan berjalan normal sesuai prosedur yang berlaku.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mengenai kesiapan tenaga medis, penentuan dokter spesialis yang mengeksekusi operasi akan disesuaikan dengan hasil diagnosis akhir pasien.
“Dokter yang memiliki kompetensi untuk tindakan operatif ini sangat memadai. Mengenai apakah nanti akan ditangani oleh dokter spesialis bedah saraf atau spesialis ortopedi (bedah tulang), semua akan diputuskan berdasarkan hasil rontgen atau MRI terbaru pasien,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
