Sragen, DN-II Tragedi Masalah Air Sawah, yang seharusnya tenang mendadak berubah kelabu bagi warga Dusun Masaran, Desa Masaran, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Tepat pukul 05.00 WIB, sebuah peristiwa pembunuhan menggemparkan lingkungan RT 31, merusak kerukunan warga yang selama ini dikenal hidup harmonis berdampingan. Minggu, (13/9/2026).
Di balik tragedi berdarah ini, perselisihan sepele, perkoro banyu ning sawah nyoeo dadi taruhan (masalah air di sawah berujung taruhan nyawa), diduga menjadi pemicu utama renggutnya nyawa seseorang.
Korban tewas diidentifikasi bernama Sadimin (lahir 19 September 1958), seorang buruh harian lepas beragama Islam yang sehari-hari dikenal sebagai warga yang sederhana, pendiam, dan pekerja keras. Ia tinggal di RT 031 / RW 010, Desa Masaran. Kabar kepergiannya yang tragis ini langsung menyita perhatian dan mendatangkan duka mendalam bagi sanak saudara serta tetangga.
Tidak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian untuk mengamankan terduga pelaku. Tersangka diketahui bernama Satriawan (lahir 20 Mei 1991), seorang pekerja swasta yang beralamat di RT 029 / RW 010 wilayah yang masih satu lingkungan dan tidak jauh dari kediaman korban. Fakta bahwa pelaku dan korban saling bertetangga membuat peristiwa ini terasa semakin menyayat hati bagi masyarakat sekitar.
Dalam proses penyelidikan awal, pihak kepolisian telah memeriksa dua orang saksi mata warga setempat guna mengumpulkan keterangan lengkap terkait insiden tersebut:

Deny Agus Setiawan (lahir 19 Agustus 1993), karyawan swasta asal RT 029 / RW 010.
Sugiyono (lahir 11 November 1969), karyawan swasta asal RT 030 / RW 010.
Saat ini, penanganan perkara sepenuhnya berada di tangan pihak berwenang. Warga Masaran yang diliputi rasa duka mendalam berharap proses hukum berjalan secara transparan dan berkeadilan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen penuh untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Masyarakat setempat juga mendoakan agar almarhum Sadimin mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, menjadikan insiden ini sebagai kejadian terakhir yang mencoreng keamanan dan kedamaian di desa mereka. Red
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.