Cilacap, Detik Nasional — Musibah dapat terjadi kapan saja dan tidak selalu dapat diperkirakan sebelumnya. Hal tersebut dialami Kastim, warga Dusun Cilulu, RT 02/RW 13, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, setelah rumahnya mengalami kerusakan pada bagian depan akibat tertimpa pohon aren yang sedang ditebang pada Minggu, 20 September 2026.
Peristiwa bermula ketika tiga orang melakukan penebangan pohon aren di sekitar rumah Kastim. Sebelum batang dipotong, mereka memangkas pelepah dan memperkirakan arah jatuhnya pohon untuk menghindari bangunan di sekitarnya.
Saat proses pemotongan berlangsung, angin tiba-tiba bertiup kencang sehingga arah tumbangnya pohon berubah. Pohon yang semula diperkirakan roboh ke arah selatan justru tumbang ke sebelah timur dan mengenai bagian depan rumah milik salah satu warga.
Ketika kejadian berlangsung, Kastim sedang bekerja di belakang rumah bersama seorang rekannya. Mereka mendengar suara benturan keras seperti benda jatuh. Setelah mendatangi sumber suara, keduanya mendapati bagian depan rumah telah rusak dan batang pohon aren masih berada di atas bangunan.
“Saat itu saya sedang di belakang rumah bersama teman saya. Ketika saya sedang fokus bekerja, saya mendengar suara bruk seperti barang jatuh. Setelah dicek, ternyata bagian depan rumah saya rusak akibat tertimpa pohon aren. Mungkin bunyi tersebut adalah hantaman pohon aren dan suara genteng yang berjatuhan,” ujar Kastim.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kastim mengatakan dirinya sebelumnya mengetahui adanya aktivitas penebangan pohon aren di sekitar rumah. Para penebang juga telah melakukan pekerjaan serupa di belakang rumahnya, termasuk di dekat lokasi tempat dirinya bekerja.
Atas kerusakan tersebut, pihak penebang bersedia memberikan ganti rugi. Kastim menyebut persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan karena kedua pihak menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.
“Untuk ganti rugi, alhamdulillah mereka mau bertanggung jawab. Kejadian ini terselesaikan dengan cara kekeluargaan karena bagaimanapun ini adalah sebuah musibah. Musibah bagi saya karena bagian depan rumah hancur dan musibah bagi si penebang,” katanya.
Salah seorang penebang menjelaskan, sebelum memotong batang pohon, mereka memangkas pelepah dan menentukan arah jatuhnya. Namun, ketika proses pemotongan berlangsung, angin kencang datang sehingga arah tumbangnya pohon berubah dari perkiraan awal.
“Kami memperkirakan pohon akan roboh ke arah selatan. Namun, saat pohon sedang digergaji, angin bertiup dengan begitu kencangnya. Akhirnya, pohon yang seharusnya roboh ke arah selatan justru tumbang ke sebelah timur dan menimpa rumah,” jelasnya.
Peristiwa tersebut mengakibatkan bagian depan rumah milik Kastim mengalami kerusakan. Pihak pemilik rumah dan penebang kemudian menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
Reporter: Dani
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
