Beranda » brebes » Halaman 10

brebes

BREBES, DN-II RSUD Brebes terus memperkuat layanannya sebagai pusat rujukan medis modern di Jawa Tengah. Baru-baru ini, tim medis spesialis radiologi RSUD Brebes berhasil melaksanakan tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA) terhadap dua pasien sekaligus dalam satu hari. (9/5/2026).

Salah satu pasien yang menjalani prosedur ini adalah Tuan L, seorang pria asal Bantul yang datang dengan keluhan kelemahan pada anggota gerak tangan dan kaki. Berdasarkan hasil pemeriksaan MRI sebelumnya, Tuan L didiagnosa mengalami infark atau kematian jaringan otak akibat terhentinya suplai oksigen dan darah.

Prosedur Modern dengan Pemulihan Cepat

Di bawah pimpinan dr Arif Nur Wibowo Tindakan SP Rad FI CFR-RI tindakan DSA yang dilakukan bertujuan untuk reperfusi, yakni membuka kembali aliran darah yang tersumbat dan merangsang pembentukan vaskularisasi (pembuluh darah) baru guna menyelamatkan jaringan otak yang masih sehat.

Proses medis ini berlangsung efisien dengan durasi sekitar satu hingga dua jam. Keunggulan dari prosedur di RSUD Brebes ini adalah masa pemulihan yang singkat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Pasien masuk pagi hari, tindakan dilakukan siang hari, dan jika kondisi stabil, pasien sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya setelah observasi satu malam,” ujar dokter spesialis yang menangani tindakan tersebut.

Dalam rekaman tindakan, terlihat suasana ruang operasi yang steril dan penuh konsentrasi. dr Arif Nur Wibowo Tindakan SP Rad memberikan instruksi pasca-tindakan yang ketat demi keamanan pasien. “Kaki kanannya jangan ditekuk dulu ya, selama 8 jam atau sampai kunjungan (visit) besok pagi,” pesannya kepada pasien.

Testimoni Pasien: “Dulu Diseret, Sekarang Bisa Berjalan”

Keberhasilan tindakan ini memberikan dampak instan yang dirasakan oleh Tuan L. Pasien yang sebelumnya mengalami kesulitan mobilitas ini mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas perubahan signifikan pada fisiknya.

“Alhamdulillah, tangan saya yang dulunya tidak bisa digerakkan, sekarang sudah bisa. Dulu kalau berjalan kaki saya seret-seret, sekarang sudah bisa jalan normal,” ungkap Tuan L dengan suara bergetar penuh syukur.

Ia juga mengapresiasi dedikasi tim medis dan pelayanan yang diberikan oleh seluruh staf RSUD Brebes. Bagi Tuan L, ini adalah jawaban atas doa dan perjuangan panjang melawan penyakitnya.

“Ini adalah perjuangan Pak Dokter dan semua karyawan yang sangat baik. Akhirnya Allah mengijabahi, saya merasa banyak perubahan. Matur sembah nuwun,” tutupnya sebelum meninggalkan rumah sakit.

drg. Adhi Supriadi, M.Kes. direktur Rumah Sakit Brebes melalui. Miftahul Jannan Kepala Kepala Bidang ( Kabid ) Penunjang ( RSUD ) Brebes, mengatakan kalau tindakan DSA ini di lakuan oleh dr Arif Nur Wibowo SP Rad yang berpengalaman di bidangnya.

Kalau saja dua kali sehari melakukan tindakan itu, masyarakat Brebes dan sekitarnya tidak susah mencari jauh-jauh dokter ke kota-kota besar yang bisa melakukan tindakan DSA .

Selain itu tindakan DSA yang dilakukan di RSUD Brebes harganya juga terjangkau, jelas Janan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: teguh

BREBES, DN-II Kebutuhan akan konsumsi air bersih dan produk turunannya yang higienis terus meningkat di wilayah Kabupaten Brebes. Menjawab tantangan tersebut, PT Toya Sejuk Sejahtera (Toses) hadir sebagai produsen es batu kristal berkualitas tinggi yang menjamin keamanan konsumsi bagi masyarakat. (9/5/2026).

Berlokasi strategis di Jl. Slamet, RT 03/RW 22 (kawasan belakang Alun-alun Brebes), pabrik ini membawa standar baru dalam industri es batu lokal. Mengandalkan teknologi Reverse Osmosis (RO) murni, produk es yang dihasilkan diklaim sangat aman untuk dikonsumsi langsung tanpa perlu khawatir akan kandungan zat berbahaya atau polutan.

Kapasitas Produksi Skala Besar

Meski dikelola oleh tenaga-tenaga muda potensial, PT Toses menunjukkan tajinya dengan kapasitas produksi yang cukup masif. Setiap harinya, pabrik ini mampu memproduksi hingga 20 ton es batu kristal.

“Saat ini kami fokus memenuhi kebutuhan pasar di sekitar wilayah Brebes. Untuk jangkauan pengiriman terjauh, kami sudah melayani hingga area Pejagan,” ujar Fahri (18), perwakilan manajemen PT Toses saat memberikan keterangan kepada media.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Manajemen Operasional yang Efisien

Keberhasilan PT Toses dalam menjaga ritme produksi tak lepas dari sistem kerja yang terstruktur. Dengan total 12 karyawan, perusahaan membagi beban kerja secara efektif:

Bagian Produksi: 4 personel yang bekerja dalam 2 shift untuk memastikan mesin terus beroperasi.

Bagian Pengiriman: Tim kurir sigap yang memastikan distribusi ke pelanggan tetap lancar.

Pemeriksa (Checker): 2 personel khusus yang bertanggung jawab atas kontrol kualitas sebelum produk keluar dari pabrik.

Harga Terjangkau dengan Kualitas Premium

Di tengah persaingan pasar, PT Toses menawarkan harga yang sangat kompetitif. Produk es kristal dikemas secara praktis dalam plastik per bal dengan harga Rp7.500. Dengan harga tersebut, konsumen sudah mendapatkan es batu dengan kualitas air minum RO yang jernih dan higienis.

Mengakhiri keterangannya, pemuda berusia 18 tahun ini menyelipkan pesan motivasi yang menjadi semangat dasar operasional perusahaan.

“Kami percaya pada proses. Walaupun sedikit, nanti lama-lama akan menjadi bukit,” pungkas Fahri optimis.

Bagi masyarakat atau pelaku usaha kuliner di wilayah Brebes dan sekitarnya yang membutuhkan pasokan es batu kristal higienis, PT Toya Sejuk Sejahtera siap menjadi mitra terpercaya untuk mendukung kebutuhan bisnis maupun konsumsi harian.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: teguh

Brebes, DN-II Sebuah insiden terkait kendaraan yang terparkir di area eks gedung BLUD mulai menemui titik terang, meski petugas di lapangan mengaku tidak mengetahui secara pasti proses masuknya kendaraan tersebut. Hal ini terungkap dalam sebuah wawancara dengan salah satu petugas yang diperbantukan di lokasi, Pak Yanto. (9/5/2026).

Petugas Sedang Tidak Berada di Lokasi

Pak Yanto, yang sudah lima tahun diperbantukan menjaga lokasi tersebut sejak masa pandemi COVID, mengaku tidak berada di tempat saat motor yang dipermasalahkan itu masuk. Ia menjelaskan bahwa pada hari kejadian, tepatnya hari Jumat, dirinya sudah meninggalkan lokasi sekitar pukul 10:30 WIB untuk mengantar istrinya.

“Waktu motor masuk, saya sudah tidak ada, jadinya saya tidak tahu,” ujar Pak Yanto saat dikonfirmasi. Ia menambahkan bahwa tugas penjagaan di lokasi tersebut bersifat bolak-balik dan tidak selalu standby di tempat.

Nama Akhyar dan Boim Petugas Parkir

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Terkait siapa yang bertanggung jawab secara penuh pada saat kejadian, Pak Yanto menyebutkan nama Akhyar dari bagian P2P3 dan Mas Boim. Menurutnya, Akhyar-lah yang biasanya bertugas secara standby di area parkir tersebut.

Meski sempat beredar informasi mengenai Berita adanya motor plat merah terparkir di halaman puskesmas Brebes, Pak Yanto memastikan bahwa kendaraan yang dimaksud bukanlah milik pegawai Dinas Kesehatan . “Itu tak bisa dipastikan bukan motor pegawai sini,” tegasnya.

Identitas Terduga Pelaku dan Rekaman CCTV

Berdasarkan keterangan tambahan,
Dari pegawai Puskesmas yang bertugas di lantai 2 mengatakan
sempat terlihat sepasang laki-laki dan perempuan yang berboncengan menggunakan kendaraan tersebut..

Namun, belum dapat dipastikan apakah mereka merupakan oknum berseragam dinas atau warga sipil.

Guna mengungkap peristiwa ini secara transparan, Pak Yanto menyarankan agar pihak terkait segera memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di lokasi. Penanganan CCTV tersebut diketahui berada di bawah pengelolaan bagian teknis, yang hanya diketahui Kepala Puskesmas Brebes.

“Ada CCTV, Pak, diputar saja. Kan di situ ada,” tutup Pak Yanto.

Reporter: teguh

BREBES, DN-II Dalam rangka memperluas cakrawala akademik dan memberikan gambaran nyata mengenai pendidikan tinggi, sebanyak ratusan siswa kelas XI SMA Negeri 2 Brebes melaksanakan kegiatan studi kampus ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada awal Mei 2026.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Brebes, Sri Ningsih, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan bagian integral dari kurikulum sekolah. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan wawasan pendidikan, motivasi belajar, serta pemahaman mendalam mengenai studi lanjut di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Kegiatan outing class ini merupakan rangkaian kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dengan kurikulum di kelas XI. Di sini, siswa dituntut melakukan riset langsung di lapangan untuk memenuhi tagihan tugas pembelajaran dari berbagai mata pelajaran,” ujar Sri Ningsih. (9/5/2026).

Integrasi Kurikulum dan Riset Lapangan

Berbeda dengan kunjungan biasa, studi kampus kali ini menitikberatkan pada aspek akademis. Para siswa diwajibkan menyusun laporan riset yang mencakup mata pelajaran Agama, Matematika, hingga Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Didampingi oleh para guru, siswa melakukan studi lapangan ke berbagai fakultas, mengikuti sosialisasi penerimaan mahasiswa baru, hingga berdiskusi mengenai persiapan tes akademik. Kehadiran guru pendamping berfungsi untuk memastikan metodologi riset yang dilakukan siswa tetap terarah sesuai dengan capaian pembelajaran masing-masing mapel.

Manfaat Strategis Kunjungan

Kegiatan yang berpusat di Sleman, Yogyakarta ini memberikan tiga dampak positif utama bagi para siswa:

Perluasan Wawasan Pendidikan: Siswa dapat melihat langsung fasilitas laboratorium, perpustakaan modern, dan atmosfer riset kelas dunia di UGM.

Peningkatan Motivasi: Interaksi langsung dengan dosen dan mahasiswa diharapkan mampu memicu semangat kompetisi siswa untuk menembus perguruan tinggi negeri.

Strategi Studi Lanjut: Melalui sosialisasi resmi, siswa mendapatkan informasi akurat mengenai jalur masuk mulai dari SNBP, SNBT, hingga Jalur Mandiri, serta prospek karier di masa depan.

Edukasi Sejarah di Yogyakarta

Selain fokus di lingkungan kampus UGM, rangkaian kegiatan ini juga mencakup kunjungan ke berbagai lokasi bersejarah di Yogyakarta. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejarah dan budaya secara praktis, sehingga siswa dapat memahami warisan bangsa melalui pengamatan langsung di museum dan situs budaya.

Rombongan yang berangkat menggunakan armada bus dari SMA Negeri 2 Brebes ini diharapkan kembali dengan kesiapan mental dan akademik yang lebih matang. Dengan melihat langsung atmosfer kompetitif di Yogyakarta, siswa diharapkan lebih terpacu dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi yang kian kompetitif.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Semangat para pegiat seni muda dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Brebes tahun 2026 patut diacungi jempol. Meski kompetisi tahun ini murni hanya memperebutkan supremasi piala tanpa iming-iming hadiah materi, antusiasme peserta justru membludak.

Ketua Panitia Pelaksana, Sucipto, menyampaikan bahwa ratusan peserta dari berbagai sekolah dipastikan turun gelanggang pada Sabtu (9/5/2024). Ajang ini menjadi panggung utama bagi siswa untuk mengasah bakat, keterampilan, serta kreativitas di bidang seni dan sastra.

Berdasarkan data panitia, persaingan sengit diprediksi terjadi di sejumlah cabang lomba yang favorit. Cabang Menyanyi Solo menjadi yang paling diminati dengan total 48 peserta. Sementara itu, kategori kelompok seperti Seni Tari juga dipastikan meriah dengan partisipasi 27 tim.

Tak ketinggalan, cabang Pantomim menarik minat 25 peserta, disusul oleh cabang Kriya (keterampilan tangan) yang akan diikuti oleh 21 tim kreatif.

Fokus pada Prestasi, Bukan Materi

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ada hal menarik dalam penyelenggaraan tahun ini. Panitia menekankan bahwa orientasi utama kompetisi adalah pada pencapaian prestasi dan legalitas kemampuan siswa, bukan pada hadiah uang tunai.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Brebes, Ahmad Haris, menegaskan bahwa penghargaan bagi juara 1 hingga 3 murni berupa piala tetap.

“Hadiahnya hanya piala. Tidak ada uang pembinaan (laka duit),” ujar Ahmad Haris saat dikonfirmasi mengenai detail apresiasi bagi para pemenang.

Kendati digelar dengan kesederhanaan, membludaknya jumlah pendaftar membuktikan bahwa ruang ekspresi seni masih menjadi kebutuhan vital bagi siswa. Bagi para peserta, piala FLS2N merupakan simbol kehormatan dan tiket untuk melaju ke jenjang yang lebih tinggi.

Data Kepesertaan FLS2N Kecamatan Brebes 2026:

Cabang Lomba Jumlah Peserta/Tim

Menyanyi Solo 48 Orang

Seni Tari 27 Tim

Pantomim 25 Peserta

Kriya (Keterampilan) 21 Tim

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Di akhir keterangannya, pihak panitia berpesan agar seluruh peserta dan pendamping menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung.

“Yang penting tim tetap solid dan jangan sampai ada gesekan antar lawan. Fokus pada kualitas penampilan,” tutup Haris singkat.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Perselisihan yang sempat melibatkan sejumlah pihak, termasuk Galih Abdi Negara dan penyebutan nama Sairoh (pemilik yayasan di SPPG Cibentang), akhirnya menemui titik terang. Melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh pihak Kodim pada Jumat (8/5/2026), para pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan dengan merujuk pada regulasi resmi Badan Gizi Nasional (BGN).

Pengakuan Kekeliruan dan Jalur Musyawarah

Berdasarkan keterangan yang dihimpun pada Jumat (8/5), pertemuan yang dipimpin langsung oleh pihak Kodim tersebut berlangsung kondusif. Dalam mediasi tersebut, pihak-pihak terkait secara terbuka mengakui adanya kekeliruan yang terjadi dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi.

Pihak Kodim berperan sebagai fasilitator netral guna memastikan proses penyelesaian berjalan tertib serta mengedepankan asas musyawarah mufakat.

Kepatuhan terhadap Prosedur BGN

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menanggapi hasil mediasi, narasumber menekankan bahwa seluruh tahapan selanjutnya akan diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme organisasi yang berlaku.

“Komentar saya, silakan ikuti sesuai dengan prosedur BGN. Kami menghargai iktikad baik tersebut dan memastikan semua berjalan di jalur yang benar,” tegas narasumber.

Tangguh Bahari, S.H., yang turut hadir dalam proses tersebut, juga menyatakan bahwa dengan adanya mediasi ini, maka persoalan dianggap telah tuntas. “Dengan proses mediasi ini, sudah tidak ada masalah lagi,” ujarnya.

Operasional di Bawah Kendali Yayasan

Selain penyelesaian konflik, pertemuan tersebut juga mengklarifikasi struktur operasional di lapangan, khususnya mengenai pengelolaan dapur umum atau unit teknis di SPPG Cibentang. Berikut adalah poin-poin kesepakatannya:

Koordinasi Terpusat: Seluruh urusan operasional dapur kini berada di bawah kendali penuh yayasan demi menjamin standarisasi.

Status Terkini: Masalah administratif dan teknis dinyatakan telah mencapai kesepakatan final atau dinyatakan selesai.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN), pihak yayasan, dan pelaksana lapangan dapat berjalan lebih harmonis demi kelancaran program strategis ke depan.

Reporter: Tim Redaksi

BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes menerima kunjungan kerja dari delegasi Japan International Cooperation Agency (JICA) pada Kamis (7/5/2026) siang.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini bertujuan untuk meninjau sistem pelayanan publik dan prosedur penanganan operasional di lingkungan kepolisian.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menyambut langsung rombongan di Aula Rupatama Tantya Sudhirajati Polres Brebes. Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut Wakapolres Brebes, jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, serta personel Polres Brebes.

*Tinjau Fasilitas Pelayanan Publik*
Setelah sesi penyambutan di aula, rombongan delegasi JICA diajak untuk melihat langsung fasilitas pelayanan publik yang dimiliki Polres Brebes. Peninjauan meliputi:

Ruang Command Center 110. Diruang ini untuk melihat kesiapan personel dalam merespons aduan darurat masyarakat. Selanjutnya meninjau alur pelaporan dan transparansi pelayanan diruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) serta Pelayanan SKCK dimana Delegasi mengamati inovasi kemudahan administrasi bagi masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan, delegasi JICA menyaksikan Simulasi Penanganan Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) yang diperagakan oleh personel di halaman Mapolres Brebes.

Simulasi ini menampilkan profesionalisme anggota dalam mengamankan lokasi kejadian serta koordinasi antar unit di lapangan.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kehormatan sekaligus sarana evaluasi untuk terus meningkatkan standar pelayanan kepolisian.

“Kami berharap melalui kunjungan JICA ini, ada pertukaran ilmu dan pengalaman yang dapat memperkuat sistem kepolisian berbasis masyarakat (Community Policing) serta meningkatkan kualitas pelayanan kami terhadap warga Brebes,” ujar Kapolres.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergitas antara Polri dan lembaga internasional.

Ps. Kasi Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, dalam keterangannya pada Jumat (8/5/2026) pagi, menegaskan bahwa kunjungan delegasi internasional ini merupakan bukti komitmen Polres Brebes dalam keterbukaan informasi dan transparansi publik.

“Kunjungan dari JICA ini merupakan bentuk apresiasi terhadap standarisasi pelayanan yang kami terapkan. Hari ini kami sampaikan bahwa seluruh masukan positif dari delegasi akan menjadi rujukan operasional, terutama dalam optimalisasi Command Center dan kecepatan respon anggota di lapangan,” ujar Kasi Humas.

Ia menambahkan bahwa kegiatan simulasi TPTKP yang disaksikan delegasi kemarin merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Brebes untuk menunjukkan bahwa prosedur kepolisian di tingkat daerah sudah selaras dengan standar operasional yang profesional.

“Kami ingin memastikan masyarakat bahwa Polres Brebes terus berbenah, tidak hanya di level lokal, namun juga dengan menyerap standar internasional demi kenyamanan dan keamanan warga,” pungkasnya. Red/Casroni

BREBES, DN-II Aroma tak sedap menyelimuti rencana kerja sama pemanfaatan aset lahan yang melibatkan Yayasan pengelola SMP Putra Bangsa Cibentang. Muncul dugaan praktik persekongkolan jahat terkait sewa-menyewa lahan yang disinyalir menabrak aturan hukum dan melibatkan oknum tertentu demi keuntungan pribadi. (7/5/2026).

Keabsahan Sertifikat Menjadi Titik Sentral

Ketua Yayasan yang menaungi SMP Putra Bangsa, M. Tangguh Bahari, S.H., secara tegas menyatakan kekecewaannya atas klaim sepihak yang dilakukan oleh oknum berinisial S. Tangguh menegaskan bahwa secara legalitas, sertifikat aset lahan seluas 1.650 m² tersebut masih sah atas nama SMP dan tidak pernah dialihkan kepada pihak manapun, termasuk ke yayasan. Hal ini dilakukan demi menjaga amanah para pewakaf.

“Ini adalah persoalan aset lembaga, bukan urusan pribadi. Jika ada kerja sama atau transaksi sewa-menyewa tanpa melihat keaslian dan validitas sertifikat, itu jelas merupakan perbuatan melawan hukum,” ujar M. Tangguh Bahari, S.H., Kamis (7/5/2026).

Tangguh juga menyoroti adanya disparitas nilai sewa yang tidak wajar. Ia membandingkan aset lain yang disewa oleh pihak MBG senilai Rp65 juta per tahun, sementara lahan miliknya diduga hanya dihargai Rp17 juta per tahun melalui pihak kedua. Kondisi ini memperkuat indikasi adanya “kongkalikong” antara pihak penyewa dengan pihak yang mengaku-ngaku sebagai pemilik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ancaman Pembatalan Program dan Keterlibatan Pihak Terkait

Konflik ini juga menyeret perhatian unsur kewilayahan. Salah seorang personel di kesatuan Kodim Brebes menekankan bahwa urusan sewa-menyewa ini pada dasarnya adalah sengketa internal antara pihak S dan M. Tangguh sebelum masuk ke ranah program Badan Gizi Nasional (BGN).

Menyikapi sengketa ini, narasumber internal yang enggan disebutkan namanya memastikan bahwa proyek atau kerja sama tersebut tidak akan diluncurkan selama status hukum lahan masih bermasalah.

“Jika terdapat sengketa hukum seperti ini, peluncuran (launching) tidak akan dilaksanakan,” tegasnya.

Analisis Hukum: Dugaan Pelanggaran Pasal

Berdasarkan keterangan narasumber, tindakan oknum yang mengklaim dan menyewakan lahan secara sepihak dapat dijerat dengan beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) maupun peraturan terkait lainnya:

Dugaan Tindakan Dasar Hukum (KUHP Lama / UU 1/2023) Ancaman Sanksi

Penggelapan Hak Atas Benda Tidak Bergerak Pasal 385 KUHP (Stellionaat) Penjara maksimal 4 tahun bagi mereka yang menjual, menukar, atau membebani sesuatu hak tanah padahal ia tahu bahwa orang lain yang berhak.

Pemalsuan Surat/Dokumen Pasal 263 KUHP Penjara maksimal 6 tahun bagi yang membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak.

Penggelapan Aset Pasal 372 KUHP

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain aspek pidana, tindakan ini juga berpotensi melanggar Pasal 1365 KUHPerdata tentang Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang merugikan orang lain, di mana pihak yayasan berhak menuntut ganti rugi materiil maupun immateriil.

Rekam Jejak Dugaan Kriminalitas

Lebih lanjut, M. Tangguh Bahari, S.H. membeberkan bahwa oknum tersebut diduga memiliki rekam jejak buruk, termasuk dugaan pemalsuan sertifikat yang sempat diagunkan ke bank tanpa prosedur resmi.

“Ini bukan sekadar urusan utang piutang biasa. Ini murni dugaan penggelapan dana dan pemalsuan dokumen otentik. Kami telah mengambil langkah-langkah hukum agar mafia aset ini tidak terus merugikan institusi pendidikan,” tambah Tangguh.

Pihak Yayasan mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti laporan ini secara transparan guna menjaga marwah pendidikan dan kepastian hukum di wilayah Kabupaten Brebes.

Reporter: Tim

BREBES, DN-II Bupati Brebes, Paramitha Widiya Kusuma, secara simbolis menyerahkan paket bantuan pemerintah lintas sektor yang mencakup infrastruktur, pangan, sosial, hingga pendidikan. Langkah ini merupakan upaya masif Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memperkuat jaring pengaman sosial dan memacu produktivitas ekonomi lokal di tengah tantangan ekonomi global. (7/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Paramitha menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting untuk menekan angka kemiskinan ekstrem dan meningkatkan indeks pembangunan manusia di Brebes.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar mendarat di tangan yang tepat. Fokus kita adalah petani yang butuh air, anak-anak yang harus sekolah, dan warga yang terdampak bencana agar segera bangkit,” tegas Bupati.

Rincian Alokasi Bantuan Lintas Sektor

Berdasarkan data teknis, berikut adalah rincian sektor strategis yang menjadi sasaran intervensi anggaran pemerintah:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

1. Ketahanan Pangan dan Sektor Bahari

Sektor ini mendapatkan atensi khusus mengingat Brebes merupakan lumbung pangan nasional. Fokus utama terletak pada modernisasi irigasi dan penguatan petambak.

Rehabilitasi Irigasi & Budidaya Perikanan: Rp7.030.673.000 (Mencakup irigasi tersier, perpipaan, benih, dan sarana produksi).

Cadangan Pangan Daerah: Rp36.000.000 (Kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Pemprov Jateng untuk wilayah rawan pangan).

Peralatan Petambak Garam: Rp127.000.000 untuk modernisasi alat produksi.

2. Prioritas Pendidikan dan Keagamaan

Investasi pada sumber daya manusia menjadi pos anggaran terbesar guna memastikan tidak ada anak di Brebes yang putus sekolah karena kendala biaya.

Bantuan Uang Sekolah & Lembaga Pendidikan: Rp16.000.545.000.

Hibah Pendidikan Keagamaan: Rp320.000.000 bagi guru dan lembaga non-formal.

3. Infrastruktur Desa dan Pemberdayaan Sosial

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pemerintah juga menyentuh aspek digitalisasi desa serta pemulihan pascabencana bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Sosial Pembangunan Baru (Pascabencana): Rp900.000.000.

Pemberdayaan Ekonomi (UEP, KUBE, & KAJEN): Rp1.515.000.000 bagi kelompok usaha mikro.

Digitalisasi & Wisata: Rp502.941.000 (Optimalisasi Internet Desa dan Desa Wisata).

Energi Terbarukan: Rp131.611.504 (Program sambungan listrik gratis dan pompa air tenaga surya).

Komitmen Keberlanjutan

Bupati Paramitha berharap bantuan ini menjadi stimulan bagi kemandirian desa. Beliau juga berpesan agar seluruh penerima manfaat menjaga amanah bantuan tersebut untuk produktivitas jangka panjang, bukan sekadar konsumsi sesaat.

“Harapan saya, dengan irigasi yang baik, hasil panen meningkat. Dengan modal usaha, ekonomi keluarga kuat. Dan dengan bantuan pendidikan, masa depan anak-anak kita terjamin,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan dialog singkat antara Bupati dengan perwakilan penerima manfaat sebagai bentuk transparansi dan kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes menunjukkan taringnya sebagai lumbung pangan sekaligus garda terdepan penanganan kemiskinan di Jawa Tengah. Hal ini disampaikan dalam laporan capaian yang dipaparkan langsung Paramita Widya Kusuma Bupati Brebes di hadapan Gubernur Jawa Tengah dalam kunjungan kerjanya, Kamis (7/5/2026).

Dalam laporan tersebut, Pemkab Brebes menonjolkan lima capaian krusial, salah satunya keberhasilan program Gaspolas yang mampu mengembalikan 628 anak putus sekolah ke bangku pendidikan. Selain itu, intervensi kemiskinan ekstrem dilakukan secara komprehensif mencakup empat dimensi utama: hunian (RTLH), pangan, kesehatan, dan pendidikan.

Primadona Bawang Merah dan Swasembada Padi

Sektor pertanian tetap menjadi kekuatan utama kabupaten di ujung barat Jawa Tengah ini. Brebes tercatat menyumbang 60% produksi bawang merah di tingkat provinsi dan 20% secara nasional.

“Badan Pangan Nasional menyebut Brebes sebagai barometer produksi bawang merah Indonesia. Produk kita sudah menembus pasar internasional, mulai dari Vietnam, Thailand, Malaysia, hingga Singapura,” tulis laporan resmi Pemkab.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tak hanya bawang, produksi padi tahun 2025 juga menunjukkan tren positif. Dari target 575.000 ton, Brebes berhasil melampaui angka tersebut dengan capaian 607.000 ton, memperkokoh posisinya sebagai lumbung pangan Jawa Tengah.

Meninjau Langsung Lokasi Intervensi

Pasca memberikan arahan, Gubernur dijadwalkan meninjau tiga lokasi strategis sebagai bukti nyata eksekusi anggaran di lapangan:

Pendidikan: SMK Muhammadiyah Wanacala sebagai penerima bantuan uang sekolah Pemprov Jateng.

Lapangan Kerja: PT Global Emperor di Kecamatan Tanjung yang menjadi motor penyerapan tenaga kerja lokal.

Infrastruktur Sosial: Peninjauan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2025 di Desa Buara, Kecamatan Ketanggungan.

Aspirasi dan Dukungan Lanjutan

Meski menunjukkan progres positif, Pemkab Brebes mengakui tantangan di 297 desa dan 5 kelurahan masih besar. Melalui laporan tersebut, Pemkab memohon dukungan lanjutan dari Pemerintah Provinsi, khususnya terkait:

Peningkatan kuota bantuan tematik untuk RTLH dan sanitasi.

Perluasan kuota Sekolah Kemitraan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dukungan fasilitas program “Spelling” (Dokter Spesialis Keliling) untuk melayani warga di pelosok desa.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat target penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah dari level 9,39%, di mana Brebes berkomitmen menjadi kontributor utama dalam pencapaian tersebut.

Laporan: Teguh
Editor: Casroni

You cannot copy content of this page