Brebes, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes mengamankan kegiatan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Forum Aliansi Serikat Pekerja/Buruh Brebes Bersatu pada Senin, (22/12/2025).
bertempat di Kantor KPT Kabupaten Brebes. Aksi yang diikuti sekitar 1.000 orang tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah, S.H., S.I.K., M.I.R., M.I.P, dengan melibatkan 675 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah. Polri melaksanakan pengamanan secara humanis guna menjamin kelancaran penyampaian aspirasi serta menjaga situasi kamtibmas.
Rangkaian aksi dimulai sejak pagi hari dengan longmarch menuju Kantor KPT Kabupaten Brebes, dilanjutkan dengan orasi dan audiensi antara perwakilan buruh dan unsur Forkopimda. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.
Aksi tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes akan merekomendasikan penetapan UMSK kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sesuai ketentuan yang berlaku.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 16.00 WIB, dan massa membubarkan diri dengan tertib. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif.(Red/hms)
BREBES, DN-II Tingginya angka kecelakaan di persimpangan Islamic Center Brebes memicu keresahan masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Brebes untuk segera meninjau ulang dan mengembalikan posisi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dari arah barat ke titik semula, yakni sebelum jembatan. Senin, (22/12/2025).
Muhammad Tangguh Bahari, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa pemindahan titik lampu merah yang dilakukan beberapa waktu lalu justru meningkatkan risiko kecelakaan fatal. Ia menilai posisi lampu saat ini membuat pengendara dari arah Brebes cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi karena merasa tanggung untuk berhenti.
“Kendaraan dari arah barat merasa ‘tanggung’ untuk mengerem karena jarak pandang dan titik henti yang tidak ideal. Akibatnya, banyak yang nekat menerjang lampu merah,” ujar Tangguh kepada awak media.
Ancaman Nyawa dan Kerusakan Infrastruktur
Tangguh mencatat, sejak posisi lampu dipindahkan, setidaknya telah terjadi lebih dari tiga kecelakaan maut di lokasi tersebut. Tragedi terbaru yang menyita perhatian publik adalah kecelakaan yang menimpa seorang siswa MAN saat hendak berangkat studi banding ke Bali pada Minggu dua pekan silam.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain faktor keselamatan, Tangguh juga menyoroti dampak negatif terhadap ketahanan infrastruktur. Secara teknis, posisi lampu merah saat ini memaksa kendaraan berat, seperti truk logistik bermuatan besar, berhenti tepat di atas bentang jembatan.
“Jika kendaraan berhenti di atas jembatan, beban yang dihasilkan menjadi beban statis. Tekanan ini jauh lebih berat bagi struktur bangunan dan membuat jembatan lebih cepat mengalami kerusakan dibandingkan jika kendaraan dalam kondisi melaju (beban dinamis),” jelasnya.
Dua Alasan Mendesak untuk Pemindahan
Warga berharap pemerintah daerah segera merespons tuntutan ini berdasarkan dua pertimbangan utama:
Aspek Keselamatan (Safety): Memberikan ruang henti yang lebih aman sebelum jembatan agar pengendara memiliki jarak pandang yang cukup dan mengurangi kecenderungan menerobos lampu.
Aspek Pemeliharaan (Maintenance): Menjaga usia pakai jembatan dengan menghindari penumpukan beban statis dari kendaraan berat yang melebihi kapasitas di atas struktur jembatan.
“Kami memohon kepada Ibu Bupati agar lampu merah dikembalikan ke sisi barat jembatan. Jangan sampai ada lagi korban jiwa yang berjatuhan hanya karena posisi lampu yang tidak strategis,” tegas Tangguh.
Drs. Nur Ari Haris Yuswanto, M.Si.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes Terkait dengan usulan pemindahan traffic light di simpang 4 Jl. A.Yani – Jl. Yos Sudarso, Pemkab Brebes akan melakukan survey lokasi untuk mengevaluasi terkait dgn kondisi existing traffic light yg dimaksud kemudian hasil survei ini akan dibahas dlm forum LLAJ yg melibatkan OPD teknis terkait. Maturnuwun
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam menata aset daerah secara progresif. Langkah ini tidak hanya bertujuan menertibkan administrasi, tetapi juga terbukti efektif menjadi mesin baru pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga penghujung tahun 2025, total pendapatan dari sektor lelang aset daerah telah menembus angka Rp956 juta.
Realisasi PAD: Inovasi Lelang Buku Bekas hingga Kendaraan
Kepala BPKAD Kabupaten Brebes, Edy Kusmartono, melalui Kabid Pengelolaan Aset, Dani Setiawan, menjelaskan bahwa capaian tersebut bersumber dari proses lelang terbuka yang dilakukan secara transparan.
”Rinciannya mencakup lelang kendaraan sebesar Rp508 juta, bongkaran bangunan Rp104 juta, hingga langkah kreatif berupa lelang buku-buka bekas sekolah yang menyumbang Rp344 juta,” ungkap Dani pada Senin (22/12/2025).
Dani menambahkan, khusus untuk lelang kendaraan tahun ini, pihaknya menerapkan sistem paket dalam dua kali proses lelang. Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat salah satu paket lelang mengalami lonjakan nilai hingga 100% dari nilai limit awal.
Sabet Penghargaan “Lelang Award” dari KPKNL Tegal
Prestasi Pemkab Brebes dalam pengelolaan aset mendapat pengakuan resmi. Pada 17 Desember 2025, BPKAD Kabupaten Brebes dianugerahi penghargaan sebagai Juara 2 Best Auction Performance kategori Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dari KPKNL Tegal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penghargaan ini diberikan atas konsistensi BPKAD dalam melaksanakan lelang aset secara berkala melalui sistem open bidding. Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih tertib dalam manajemen aset di tahun-tahun mendatang.
Strategi 2026: Efisiensi Anggaran dan Penghapusan Aset Rusak
Menatap tahun 2026, Pemkab Brebes berencana mempercepat penghapusan aset, terutama untuk kendaraan dinas dan peralatan kantor yang berkategori rusak berat.
”Bupati Brebes mendorong percepatan penghapusan aset melalui lelang agar barang-barang tersebut tidak lagi menjadi beban pemeliharaan dan beban administrasi di tiap OPD,” tegas Dani.
Meski demikian, Dani memastikan proses ini akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Pihaknya sedang melakukan sinkronisasi data dengan OPD terkait untuk memastikan aset yang dilelang benar-benar sudah tidak menunjang pelayanan publik.
”Kami pastikan cek fisik di lapangan terlebih dahulu. Jangan sampai aset dilelang sebelum penggantinya siap, sehingga pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal,” pungkasnya.
Ringkasan Realisasi Lelang Aset 2025
Kategori Lelang Nilai Pendapatan
Lelang Kendaraan Rp508.000.000
Lelang Buku Bekas Rp344.000.000
Lelang Bongkaran Bangunan Rp104.000.000
TOTAL KONTRIBUSI PAD Rp956.000.000
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
Brebes, DN-II Untuk memberikan pelayanan terhadap para pemudik yang melintas, jajaran Kodim 0713 Brebes menyiapkan Pos Mudik Nataru 2025/2026 sekaligus Rest Area, salah satunya di Makodim 0713 Brebes. Senin (22/12/2025).
Hal ini mengingat Kabupaten Brebes merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah di wilayah jalur Pantai Utara yang kerap dilintasi oleh para pemudik setiap tahunnya.
Melalui Penerangan Kodim 0713 Brebes, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si menyampaikan, bahwa Pos Mudik dan rest area tersebut disiapkan untuk arus mudik dan arus balik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Kita sifatnya hanya membantu para pemudik agar aman dan nyaman saat mereka beristirahat melepas lelah saat mudik maupun kembali baik ke arah Jawa Barat maupun ke arah Jawa Timur,” terangnya. 
Lebih lanjut, Dandim menambahkan bahwa pengadaan rest area di Makodim 0713 maupun jajaran koramil yang dilintasi arus mudik menyediakan aula, Masjid dan Mushola sebagai tempat Ibadah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Pos Mudik dan Rest area ini kita siapkan di koramil-koramil yang dilintasi jalur alternatif, seperti di Koramil 06 Kersana, Koramil 15 Ketanggungan, Koramil 16 Larangan, dan Unit Kompi Produksi Kodim 0713/Brebes yang berada di Jalur Selatan Songgom-Bumiayu,” tegasnya
Untuk memasuki wilayah Brebes selatan disiapkan rest area di Koramil 09 Tonjong, Koramil 08 Bumiayu, dan Koramil 11 Paguyangan yang berbatasan dengan Kabupaten Banyumas.
Sedangkan terkait fasilitas bagi pemudik di rest area ini antara lain velbed atau tempat tidur untuk beristirahat, kamar mandi dan WC, serta mushola serta parker area.
Selain itu, Komandan Kodim 0713 Brebes juga mengimbau para pengemudi kendaraan bermotor agar berhenti sejenak dan beristirahat. Pasalnya mengemudi selama 3 jam selama perjalanan dapat menjadi titik lelah sehingga berpeluang mengantuk dan terjadi laka. (Red/Pen0713)
BREBES, DN-II Memasuki hari pertama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) di wilayah hukum Kabupaten Brebes, Sabtu (20/12/2025) siang hingga malam.
Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan total seluruh personel dan sarana prasarana dalam mengamankan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai hari ini hingga 3 Januari 2026 mendatang.
Dalam kunjungannya yang didampingi oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Brebes, Kapolres menyambangi beberapa titik krusial, di antaranya, Pospam Jalingkut Wanasari, Posyan Alun-alun Brebes.
Pada malam harinya dilanjutkan pengecekan dijalur mudik yakni, Pospam Exit Tol Brebes Timur (Brexit), Pospam Resr Area KM 260 dan Pos Terpadu Pejagan.
Tidak hanya mengecek kehadiran personel, AKBP Lilik juga memeriksa kelengkapan peralatan teknis, akurasi data administrasi pada buku mutasi, serta memperkuat koordinasi antar-instansi lintas sektoral yang bertugas di lapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kapolres Brebes melalui Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo menyampaikan bahwa kehadiran pos-pos ini merupakan representasi negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Pengecekan ini bertujuan memotivasi personel sekaligus memastikan seluruh aspek pendukung operasi siap 100 persen. Kapolres menekankan agar anggota selalu siaga terhadap segala bentuk potensi gangguan Kamtibmas maupun ancaman lainnya yang mungkin berkembang,” ujar Iptu Indra, Minggu (21/2) pagi di Mapolres Brebes.
Lebih lanjut, Indra menambahkan bahwa faktor kesehatan personel menjadi perhatian utama Kapolres agar pelayanan tetap prima hingga akhir operasi.Kapolres juga menginstruksikan agar anggota di lapangan menerapkan pola pengamanan yang tegas namun tetap mengedepankan sisi humanis.
“Personel diminta tetap waspada dan bertindak tegas jika diperlukan, namun harus tetap ramah dan humanis dalam melayani masyarakat yang sedang menikmati liburan Natal dan Tahun Baru. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri secara langsung,” pungkasnya. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Senyum masam terpancar dari wajah Pak Dayak, petani bawang senior di RT 04 RW 09 Desa Pesantunan Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes,Meski hamparan bawang merah hasil panennya tampak berkualitas tinggi, kenyataan pahit harus ia telan: harga pasar sedang tidak berpihak pada peluh keringatnya.
Pada musim panen kali ini, komoditas bawang merah mengalami penurunan harga yang signifikan. Dari yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp40.000 per kilogram, kini merosot tajam ke level Rp25.000 per kilogram. Penurunan drastis hingga hampir 40% ini membuat para petani dilema antara menjual rugi atau menyimpan hasil panen di gudang.
Kualitas Premium, Harga Minimum
Ironisnya, anjloknya harga terjadi justru saat alam memberikan hasil terbaiknya. Pak Dayak mengungkapkan bahwa kualitas bawang musim ini tergolong sangat baik dengan ciri khas warna “merah kelam” yang kuat. Dari lahan seluas satu prowolon, ia mampu menghasilkan sekitar satu ton bawang merah.
“Bawangnya lumayan bagus musim ini, merahnya kelam. Biasanya kalau harga stabil, satu lahan ini bisa laku sampai Rp30 juta. Tapi sekarang lebih baik dibawa pulang dulu daripada dijual murah karena tidak menutup modal,” ujar Pak Dayak pedih.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tercekik Biaya Operasional dan Pupuk Non-Subsidi
Keresahan Pak Dayak bukan tanpa alasan. Keuntungan yang diharapkan menguap karena biaya produksi yang kian membengkak. Harga obat-obatan pertanian dan pupuk terus merangkak naik, sementara harga jual justru terjun bebas.
Masalah kian pelik bagi petani kecil. Meski sudah puluhan tahun bergelut di lumpur sawah, Pak Dayak mengaku belum memiliki Kartu Tani. Alhasil, aksesnya terhadap pupuk subsidi seperti Kujang sangat terbatas.
“Pupuk dan obat-obatan mahal sekali. Saya hanya bisa beli eceran untuk pupuk subsidi, paling dijatah 20 kilo dengan harga Rp4.000-an. Padahal untuk lahan ini, kebutuhannya bisa sampai satu kuintal. Sisanya? Ya terpaksa beli non-subsidi yang harganya jauh lebih tinggi,” keluhnya.
Menanti Solusi Nyata
Bagi petani di Sampulungan, fluktuasi harga memang menjadi “makanan” tahunan. Namun, kombinasi antara harga jual yang rendah dan sulitnya akses sarana produksi murah menjadi beban ganda yang kian menghimpit kesejahteraan mereka.
Masyarakat petani di Desa Sampulungan kini menaruh harapan besar pada pemerintah daerah. Mereka mendambakan sistem distribusi pupuk subsidi yang lebih inklusif bagi petani senior tanpa birokrasi yang rumit, serta adanya intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga bawang merah agar tidak terus merugikan produsen lokal.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes memberikan tanggapan serius terkait keluhan pihak SDN 3 Ketanggungan mengenai kualitas makanan dalam program Satuan Pelayanan Gizi (SPPG). Keluhan tersebut muncul setelah ditemukan sajian telur puyuh yang dinilai tidak layak konsumsi.
Kesalahan Prosedur Pengadaan Makanan
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr. Tamba Raharjo, mensinyalir adanya kesalahan prosedur yang dilakukan oleh pihak SPPG dalam penyediaan menu tersebut. Menurutnya, pihak SPPG seharusnya melakukan pengolahan mandiri untuk memastikan kualitas bahan pangan.
“Sebenarnya kalau ada menu telur puyuh rebus, menurut saya SPPG belinya telur yang mentah dan direbus sendiri. Jadi bisa memilih telur yang bagus sebelum direbus. Jangan membeli dari mitra sudah dalam bentuk matang, apalagi sudah dalam kemasan plastik,” ujar dr. Tamba saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (21/12/2025).
Pemeriksaan Dijadwalkan Senin Esok
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Meski laporan sudah masuk, pihak Dinkes melalui Puskesmas setempat belum bisa melakukan pemeriksaan langsung di lokasi SPPG karena terkendala hari libur.
“Petugas dari Puskesmas yang ditugasi belum berhasil memeriksa SPPG tersebut karena hari Sabtu mereka tutup. Hari Senin besok, 22 Desember, baru akan diperiksa. Hasil pastinya bagaimana, kita tunggu setelah pemeriksaan,” lanjutnya.
Klaim Belum Ada yang Mengonsumsi
Pihak Dinkes memastikan bahwa meski ditemukan sajian yang diduga bermasalah, makanan tersebut belum sempat dimakan oleh para siswa sebagai penerima manfaat. Intervensi segera dilakukan pihak sekolah setelah melihat kondisi fisik telur yang mencurigakan.
Saat ditanya mengenai jangkauan distribusi telur puyuh tersebut—apakah hanya menyasar SDN 3 Ketanggungan atau sekolah lainnya—dr. Tamba belum memberikan rincian detail.
“Belum ada yang mengonsumsi. Untuk jelasnya nanti hari Senin, setelah petugas yang berwenang selesai melaksanakan pemeriksaan,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi sorotan masyarakat terkait standarisasi pengawasan makanan dalam program gizi sekolah di wilayah Brebes guna menjamin keamanan konsumsi bagi para siswa.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Misteri kematian Azka Rizki Fadholi (11), siswa kelas VII MTs Miftahul Ulum Rengaspendawa yang meninggal dunia pada Agustus lalu, memasuki babak baru. Guna mengungkap penyebab pasti kematian yang diduga akibat perundungan. Satreskrim Polres Brebes melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban, Sabtu (20/12/2025).
Proses ekshumasi yang berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan ini dilakukan secara tertutup dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Langkah hukum ini diambil setelah pihak keluarga mencium adanya kejanggalan dan melaporkan dugaan kekerasan yang dialami almarhum di lingkungan sekolah.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melalui Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Resandro Handriajati, menjelaskan bahwa tindakan medis ini melibatkan Tim Kedokteran Forensik (Dokkes) Polda Jawa Tengah.
“Ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap ada tidaknya unsur kekerasan yang diduga berkaitan dengan kematian korban,” terangnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Bahwa ekshumasi telah dilaksanakan dan saat ini kami menunggu hasil autopsi yang dilakukan tim Dokkes Polda Jateng terkait dengab penyebab kematian korban,” pungkas Resandro
Sementara, pihak keluarga yang hadir di sekitar lokasi pemakaman berharap proses ini dapat memberikan keadilan dan titik terang.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak sekolah dan teman sebaya korban, guna melengkapi berkas penyelidikan sembari menunggu hasil otopsi keluar. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Aksi kekerasan menimpa seorang juru parkir (jukir) di Jalan Proklamasi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Jumat (19/12/2025). Jukir tersebut menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja setelah terjadi perselisihan terkait penarikan retribusi parkir di area yang biasa menjadi tempat nongkrong warga.
Video amatir yang merekam detik-detik pengeroyokan di dekat Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah remaja terlibat adu mulut dengan jukir sebelum akhirnya melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama. Beruntung, warga sekitar segera melerai sehingga kejadian tidak berbuntut lebih panjang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden bermula saat puluhan remaja sedang berkumpul menunggu waktu Magrib di sepanjang Jalan Proklamasi. Lokasi ini memang kerap menjadi titik kumpul anak muda setiap sore hari.
Ketegangan muncul saat petugas parkir mulai menarik biaya parkir kepada para remaja tersebut. Banyak dari mereka merasa kaget karena biasanya area pinggir jalan tersebut bebas biaya parkir.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Juru parkir dilaporkan sempat menunjukkan karcis resmi berlogo Pemerintah Kabupaten Brebes dengan tarif Rp1.000 sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2023. Namun, hal ini justru memicu cekcok hingga berujung pada tindakan pengeroyokan.
Tanggapan Dinas Perhubungan
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Brebes, Nur Ari Haris Yuswanto, mengonfirmasi adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebijakan penarikan parkir di lokasi itu memang baru berjalan sekitar satu pekan.
“Penarikan parkir hanya diterapkan di area depan sebuah warung makan di Jalan Proklamasi, tepat di samping Gedung KPT. Namun, karena baru berjalan satu minggu, retribusi tersebut memang belum masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Ari, Jumat (19/12/2025) malam.
Ari menduga pengeroyokan terjadi karena adanya kesalahpahaman di lapangan. Menurutnya, jukir seharusnya hanya menarik biaya parkir dari kendaraan pengunjung yang terparkir di depan warung makan tersebut, bukan seluruh kendaraan yang ada di bahu jalan.
Pihak berwenang kini tengah menelusuri lebih lanjut kasus ini untuk menghindari kejadian serupa kembali terulang di area publik.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes resmi memulai Operasi Lilin Candi (OLC) 2025 dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 310 personel Polri telah bergeser dan menempati pos-pos pengamanan di seluruh wilayah Kabupaten Brebes sejak Sabtu (20/12/2025) pukul 00.00 WIB dini hari.
Pengerahan personel ini merupakan langkah awal dimulainya operasi kepolisian terpusat yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa libur akhir tahun.
Seluruh personel yang terlibat telah terbagi ke dalam berbagai Satuan Tugas (Satgas) untuk memastikan setiap aspek pengamanan terpenuhi. Adapun Satgas yang dibentuk meliputi: Satgas Preemtif dan Preventif (Pencegahan), Satgas Kamseltibcarlantas (Kelancaran lalu lintas), Satgas Gakkum (Penegakan hukum). Kemudian Satgas Humas dan Satgas Bantuan Operasi (Ban Ops)
Kasatgas Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, menyatakan bahwa seluruh personel, baik yang bertugas di Satgas maupun yang terploting di Pos Pengamanan (Pospam), sudah berada di posisi masing-masing (insert).
“Mulai dini hari tadi, Operasi Lilin Candi 2025 resmi diberlakukan serentak. Seluruh personel telah kami geser ke lapangan untuk melaksanakan tugas sesuai fungsinya, terutama di titik-titik Pospam yang telah ditentukan,” ujar Iptu Indra Prasetyo dalam keterangan resminya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Iptu Indra menambahkan bahwa operasi ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan. Dalam pelaksanaannya, Polres Brebes tidak bekerja sendiri. Kekuatan 310 personel Polri didukung penuh oleh jajaran TNI (Kodim 0713/Brebes), Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan, serta mitra Kamtibmas seperti Banser, Senkom, dan Kokam.
Untuk melayani masyarakat secara maksimal, petugas disiagakan di 16 titik pos strategis, yang terdiri dari ; 1 Pos Terpadu sebagai pusat kendali dan koordinasi, 6 Pos Pengamanan (Pospam) Jalur fokus pada kelancaran arus lalu lintas. Kemudian 3 Pos Pelayanan (Posyan) untuk pemberian layanan bantuan bagi pemudik/wisatawan. Selanjutnya 5 Pospam Gereja yang fokus pada keamanan ibadah Natal serta 1 Pospam Objek Wisata sebagai antisipasi lonjakan pengunjung.
Fokus utama Operasi Lilin Candi 2025 di wilayah hukum Polres Brebes adalah memberikan jaminan rasa aman bagi umat Kristiani yang menjalankan ibadah Natal, serta memastikan situasi kondusif bagi masyarakat umum yang merayakan pergantian tahun.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tertib dan bekerja sama dengan petugas di lapangan demi kelancaran bersama,” tutup Iptu Indra. (Red/Hms)
You cannot copy content of this page
