Slawi, DN-II Polres Tegal melaksanakan prosesi penyerahan jabatan Kapolsek Bojong dari Kompol Khaerun, S.H., kepada Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., menjelang masa purna tugas yang akan berlaku terhitung mulai 1 Maret 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Aula Mapolres Tegal dengan diikuti pejabat utama serta personel jajaran, Jumat (28/2/2026).
Penyerahan jabatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme organisasi sebelum pejabat memasuki masa pensiun. Dalam kegiatan tersebut, Kompol Khaerun, S.H., secara resmi menyerahkan tanggung jawab jabatan Kapolsek Bojong kepada Kapolres Tegal yang selanjutnya menunjuk IPTU Setiadi Mujahidin, S.H., sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kapolsek Bojong.
Kapolres Tegal dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Kompol Khaerun, S.H., selama bertugas di institusi Polri, khususnya dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Bojong. Ia berharap pengalaman dan pengabdian tersebut menjadi teladan bagi seluruh personel. 
“Terima kasih atas pengabdian dan kinerja yang telah diberikan selama ini. Semoga memasuki masa purna tugas tetap sehat dan terus berkontribusi bagi masyarakat. Kepada pejabat yang ditunjuk sebagai Plt., diharapkan dapat melanjutkan program kerja serta menjaga sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujarnya.
Prosesi ditandai dengan penandatanganan berita acara penyerahan jabatan, penyematan tanda jabatan, serta pemberian ucapan selamat dari seluruh peserta kegiatan. Momentum ini juga menjadi bentuk penghormatan institusi kepada anggota yang telah menyelesaikan masa dinas dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan sebagai wujud soliditas internal Polri serta komitmen dalam menjaga profesionalitas dan kesinambungan pelayanan kepada masyarakat. ( Bim )
Brebes, DN-II Di tengah gempuran game online dan mainan plastik modern, sosok Pak Ramlan (atau yang akrab disapa Sukra) tetap kokoh berdiri di depan gerbang sekolah. Dengan senyum ramahnya, warga Kelurahan Limbangan Wetan , Kecamatan Brebes ditemui hari Senin 2 Februari 2026 di depan SDN 2 Brebes ini konsisten menjajakan potongan memori masa lalu berupa mainan tradisional yang kian langka. (2/3/2026).
Pak Ramlan bukan sekadar pedagang; ia adalah pengrajin. Semua dagangannya, mulai dari pistol-pistolan kayu hingga “kesimbangan”, ia rakit sendiri dengan tangan terampilnya.
Mainan yang Dianggap “Sulap”
Salah satu mainan yang paling mencuri perhatian adalah Kesimbangan. Bagi anak-anak generasi Z atau Alpha, mainan yang terbuat dari bambu, selotip, dan karet ini tampak seperti keajaiban.
“Anak-anak sekarang lihatnya aneh, dibilangnya kayak sulap. Padahal ini ilmu kuno,” ujar Pak Ramlan saat ditemui di sela-sela kegiatannya berjualan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Prinsip keseimbangan fisika yang diterapkan Pak Ramlan memang mampu membuat mainan tersebut berdiri tegak hanya dengan satu titik tumpu, sebuah keterampilan yang ia sebut sebagai warisan masa lalu.
Meski memiliki nilai seni dan edukasi, harga yang dipatok Pak Ramlan sangat merakyat. Sebuah pistol kayu dijual seharga Rp5.000, sementara mainan kesimbangan hanya dibanderol Rp 2.000.
Dengan modal sekitar Rp 100.000, Pak Ramlan berkeliling dari SD 2 hingga SD 6. Penghasilannya pun tidak menentu.
Pendapatan harian: Berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000.
Prinsip: “Enggak tentu, namanya juga jualan untuk anak-anak,” ucapnya rendah hati.
Pesan untuk Generasi Muda
Bagi Pak Ramlan, bertahan berjualan mainan jadul bukan sekadar mencari nafkah, tapi juga menjaga agar tradisi tidak sepenuhnya lenyap. Ia berharap anak muda sekarang bisa kembali tertarik pada hal-hal manual yang mengasah kreativitas dan logika, seperti mainan buatannya.
Di balik kesederhanaan bambu dan karet, Pak Ramlan mengajarkan kita bahwa kegembiraan tidak harus selalu mahal, dan “ilmu kuno” tetap memiliki daya pikatnya tersendiri di era digital.
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Brebes kembali memicu kritik tajam. Meski pemerintah daerah gencar mengampanyekan program pengentasan, temuan di lapangan menunjukkan realitas yang kontras, bahkan di wilayah perkotaan yang notabene dekat dengan akses pendidikan. (2/3/2026).
Mantan Ketua RT 05/RW 01 Kelurahan Pasar Batang, Imron Adami Adji, mengungkapkan bahwa di lingkungannya saja terdapat sedikitnya 11 anak yang putus sekolah. Mirisnya, fenomena ini terjadi tepat di jantung kota, di mana lokasi tempat tinggal mereka bertetangga langsung dengan institusi pendidikan ternama.
Ironi di Balik Tembok Sekolah
Data tersebut mencakup anak-anak dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Beberapa kasus dialami oleh siswa yang sebelumnya menempuh pendidikan di SMK Pusponogoro—yang lokasinya bersebelahan dengan rumah mereka—serta SMP Negeri 1 Brebes.
“Masalah ekonomi memang faktor mendasar, namun ketidakharmonisan keluarga dan kurangnya motivasi dari lingkungan sekitar membuat anak-anak ini akhirnya memilih berhenti di tengah jalan,” ujar Imron saat memberikan keterangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
GKS Dinilai Kurang Menyentuh Akar Rumput
Kondisi ini memicu pertanyaan besar terkait efektivitas Gerakan Kembali Sekolah (GKS). Program yang disebut-sebut menyerap anggaran APBD hingga miliaran rupiah tersebut dinilai belum mampu memberikan solusi jangka panjang bagi anak-anak yang rentan putus sekolah.
Imron mengkritik implementasi program yang terkesan seremonial. Ia mengaku sempat merekomendasikan anak-anak tersebut ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sigambir agar bisa sekolah gratis, namun banyak dari mereka yang kembali putus sekolah karena kurangnya pendampingan berkelanjutan.
“Perlu langkah konkret, bukan sekadar seremonial. Masalah ATS ini adalah persoalan serius yang berdampak langsung pada rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Brebes,” tegas Imron.
Tuntutan Evaluasi Total
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Brebes tidak hanya terpaku pada angka serapan anggaran, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pendampingan anak-anak ATS. Tanpa intervensi sosial yang kuat dan pengawasan ketat, program miliaran rupiah dikhawatirkan hanya akan menjadi serapan anggaran tanpa dampak nyata bagi masa depan generasi muda di Brebes.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Isu kesejahteraan dan profesionalisme guru di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam. Drs. Budi Anjar Pranoto, S.Pd., M.Pd., anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes yang membidangi Analisis Anggaran, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap tata kelola guru yang dinilai belum memanusiakan tenaga pendidik. (2/3/2026).
Ia menekankan bahwa dunia pendidikan nasional sedang menghadapi tantangan sistemik, mulai dari ketidakpastian sumber pendanaan gaji hingga penurunan marwah lembaga pencetak calon guru.
Simalakama Pembiayaan Guru Honorer
Hingga saat ini, sumber pendanaan gaji guru honorer masih menjadi “bola panas” antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Budi menyoroti dilema klasik antara penggunaan APBD dan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak kunjung menemui solusi konkret.
Keterbatasan APBD: Pemerintah daerah kerap berdalih anggaran tidak mencukupi untuk menanggung seluruh beban gaji guru honorer secara layak.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Minimnya Dana BOS: Jika beban gaji dialihkan ke dana BOS, nominal yang diterima guru menjadi sangat tidak manusiawi karena terbatasnya pagu anggaran sekolah.
“Jika anggaran 15 juta rupiah harus dibagi untuk sembilan orang, setiap guru hanya mendapat sekitar 1,6 juta rupiah. Bahkan, fakta di lapangan menunjukkan banyak guru yang masih menerima honor di kisaran 300 ribu hingga 400 ribu rupiah per bulan,” ungkap Drs. Budi Anjar Pranoto.
Kesejahteraan: Syarat Mutlak Profesionalisme
Sebagai pakar analisis anggaran, Budi menegaskan bahwa guru adalah jabatan profesional yang menuntut keahlian khusus. Sangat ironis ketika sosok yang memikul tanggung jawab mencerdaskan bangsa justru menerima upah yang jauh lebih rendah dibandingkan pekerja sektor informal atau buruh swasta.
“Bagaimana kita bisa menuntut guru bekerja profesional jika kebutuhan dasarnya saja tidak terpenuhi? Jika sistem ini dibiarkan, kualitas pendidikan anak cucu kita yang menjadi taruhannya,” tegasnya.
Ia mendesak adanya sinkronisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah agar tidak ada lagi pihak yang saling lempar tanggung jawab terkait standarisasi gaji guru. 
Revolusi LPTK: Usul Kembali ke Sistem Kedinasan
Di sisi hulu, Budi mengusulkan reformasi total pada Lembaga Penghasil Tenaga Kependidikan (LPTK). Ia merujuk pada keberhasilan model Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di masa lalu yang menerapkan sistem asrama.
Menurutnya, untuk menghasilkan pendidik berkarakter, pendidikan guru sebaiknya dikembalikan ke model Sekolah Kedinasan (seperti STAN, IPDN, atau Akpol) dengan poin utama:
Seleksi Ketat: Hanya lulusan terbaik yang diperbolehkan masuk ke profesi guru.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pendidikan Karakter: Menerapkan sistem asrama 24 jam untuk membentuk jiwa pendidik yang tangguh.
Spesialisasi Lembaga: Guru harus dicetak oleh lembaga khusus seperti IKIP atau FKIP, bukan sekadar lulusan universitas umum tanpa penempaan karakter pedagogis yang mendalam.
Kesimpulan: Evaluasi Total dari Hulu ke Hilir
Masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas sarjana yang dihasilkan, dan hal itu mustahil tercapai tanpa guru yang kompeten dan sejahtera. Budi menyimpulkan bahwa evaluasi total harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses perekrutan calon guru hingga kepastian status dan kesejahteraan mereka di lapangan.
Tanpa langkah konkret, visi Indonesia Emas untuk bersaing di kancah global akan terus terganjal oleh rapuhnya fondasi kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Semangat gotong royong warga Desa Siasem, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, terpancar jelas dalam acara peresmian Pos Patrol Tingkat di wilayah RT 12 RW 01, Minggu malam (1/3/2026). Fasilitas keamanan ini diresmikan langsung oleh Kepala Desa Siasem sebagai simbol kekompakan warga dalam menjaga lingkungan.
Momen Peresmian yang Meriah
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh penting desa. Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Kepala Dusun (Kadus) Sugiarto, didampingi oleh Kepala Desa Siasem, Bapak Wahyudi, beserta jajaran perangkat desa.
Kehadiran tokoh masyarakat seperti Bapak RT Abdul Rosid dan Haji Rapingi menambah kehangatan suasana. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Asnawi, sebagai harapan agar fasilitas ini membawa berkah bagi seluruh warga.
Sinergi dan Swadaya Masyarakat
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di balik megahnya bangunan Pos Patrol Tingkat ini, terdapat sosok Bapak Haji Rahmat yang bertindak sebagai donatur utama sekaligus penggagas pembangunan. Langkah beliau mendapat apresiasi tinggi dari warga karena telah memfasilitasi kebutuhan sarana keamanan yang representatif.
“Hadirnya warga dari RT 08 hingga RT 16 Ciasem Pulo dalam acara ini menunjukkan solidaritas yang luar biasa. Ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol kerukunan kita,” ujar salah satu warga yang hadir.
Lebih dari Sekadar Pos Keamanan
Selain berfungsi sebagai pusat pengamanan lingkungan, acara peresmian ini juga diisi dengan sarasehan warga. Forum ini menjadi wadah silaturahmi untuk mempererat hubungan antar tetangga di lingkungan Ciasem Pulo.
Kepala Desa Siasem, Bapak Wahyudi, berharap agar keberadaan Pos Patrol Tingkat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain menjaga keamanan (Kamtibmas), diharapkan tempat ini menjadi ruang diskusi positif yang membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Siasem ke depannya.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Kodim 0713/Brebes terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program air bersih.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, S.I.P., M.Han, didampingi Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int dan Kepala Desa Cikuya Sekod turun langsung untuk melaksanakan pengecekan serta peninjauan lokasi pembangunan bak penampungan air dan pipanisasi di Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Minggu (1/3/2026)
Pembangunan sarana air bersih tersebut merupakan bagian dari program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat bertajuk “TNI Manunggal Air,” yang bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan akses air. Melalui pembangunan bak penampungan dan jaringan pipanisasi ini, warga diharapkan dapat memperoleh air bersih secara lebih mudah, sehat, dan berkelanjutan.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim menjelaskan bahwa peninjauan lokasi dilakukan untuk memastikan progres pengerjaan bangunan yang sudah berjalan 19 hari dan memastikan titik strategis bagi warga penerima manfaat.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar pembangunan bak penampungan air dan pipanisasi ini berjalan optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Desa Cikuya,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Desa Cikuya Sekod menyampaikan apresiasi atas kepedulian TNI dalam membantu penyediaan air bersih bagi warganya. Menurutnya, selama ini masyarakat kerap mengalami kesulitan air, terutama saat musim kemarau.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga dengan adanya bak penampungan dan pipanisasi, kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi,” tuturnya.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int menegaskan bahwa pembangunan sarana air bersih ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Adapun tema TMMD Ke-127 Tahun 2026 adalah “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Program ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI dalam membantu percepatan pembangunan serta peningkatan taraf hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. (Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, S.I.P., M.Han, meninjau langsung hasil program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0713/Brebes berupa pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Minggu (01/03/2026).
Dalam kunjungannya, Danrem 071/Wijayakusuma didampingi Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, M.Han. Kegiatan peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi hasil kerja hari Satgas TMMD Ke-127 selama 19 hari, yang telah menyelesaikan sejumlah sasaran fisik, termasuk program perbaikan RTLH.
Kolonel Inf Lukman Hakim mengungkapkan apresiasinya terhadap hasil kerja Satgas TMMD dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program ini.
“Saya sangat bangga melihat hasil RTLH ini. Program TMMD bukan hanya memperbaiki rumah warga, tapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kerja sama seperti ini harus terus dijaga,” ujar Danrem.
Sementara itu, Pak Tarsoni salah satu penerima manfaat RTLH, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Terima kasih banyak kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu memperbaiki rumah saya. Sekarang rumah saya jauh lebih layak dan nyaman,” ucapnya penuh haru.
Program TMMD ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya menyentuh pembangunan fisik seperti rabat beton, Manunggal Air Bersih, dan RTLH, tetapi juga kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pembinaan masyarakat. Semua itu bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan dan mempererat hubungan antara TNI dan warga. (Rio/Pradista)
Brebes, DN-II Komandan Korem (Danrem) 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukma Hakim, M.Han meninjau langsung progres pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.500 meter dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Minggu (1/3/2026).
Peninjauan ini menjadi bukti keseriusan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan, khususnya akses jalan yang sebelumnya berlumpur dan sulit dilalui warga.
Dalam kunjungannya, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, S.I.P., M.Han, meyampaikan melalui Program TMMD Ke -127 kita dapat melihat perubahan signifikan dari kondisi jalan tanah yang sebelumnya becek dan sulit dilalui saat musim hujan, kini telah berubah menjadi jalan rabat beton yang kokoh dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalan tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas masyarakat sehari-hari.
“Program TMMD ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Jalan yang dulunya berlumpur sekarang menjadi beton dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Danrem di sela peninjauan.
Ia juga mengapresiasi kerja keras Satgas TMMD Ke-127 bersama warga yang bahu-membahu untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu. Menurutnya, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, Bapak Sekod Kepala Desa Cikuya mengaku sangat terbantu dengan program pembangunan jalan tersebut. Selain mempermudah akses pertanian dan distribusi hasil panen, jalan baru juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi anak-anak yang berangkat sekolah.
“Saya mewakili seluruh warga Desa Cikuya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, khususnya melalui TMMD. Jalan ini sudah lama dinantikan masyarakat karena menjadi akses utama pertanian dan aktivitas sehari-hari. Sekarang warga bisa beraktivitas dengan lebih mudah dan aman,” ujar Kades.
Program TMMD Ke-127 sendiri tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat desa. (Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengakselerasi pembangunan di wilayah pelosok kembali ditegaskan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Pada Minggu (1/3/2026), Komandan Korem (Danrem) 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Lukman Hakim, S.I.P., M.Han., turun langsung ke Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.
Selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP), Kolonel Inf Lukman Hakim melakukan inspeksi mendalam untuk memastikan seluruh sasaran fisik program TMMD berjalan sesuai target dan memberikan dampak instan bagi masyarakat.
Salah satu momen paling berkesan dalam peninjauan tersebut adalah saat Danrem mengunjungi kediaman Ibu Castem, salah satu warga kurang mampu yang menjadi penerima manfaat bantuan pemasangan KWH listrik. Selama ini, akses listrik yang stabil menjadi dambaan warga di wilayah tersebut untuk menunjang aktivitas rumah tangga dan pendidikan anak-anak.
Dalam dialog hangat tersebut, Kolonel Inf Lukman Hakim menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kelancaran program ini. Beliau menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar membangun jalan atau gedung, melainkan tentang menghadirkan negara dan TNI di tengah kesulitan rakyat. “Melihat senyum warga seperti Ibu Castem saat rumahnya kini terang benderang adalah indikator keberhasilan yang sesungguhnya dari kemanunggalan TNI-Rakyat,” ujarnya.
Keberhasilan program di Desa Cikuya ini tidak lepas dari kuatnya jalinan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Dalam peninjauannya, Danrem didampingi langsung oleh Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., yang menjelaskan secara teknis perkembangan pembangunan di lapangan, mulai dari rabat beton hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Brebes juga terlihat jelas dengan hadirnya Kepala Dinas Permades Kabupaten Brebes yang diwakili oleh Kabid Ibu Sri Harjani, serta Kasiter Korem 071/Wijayakusuma, Letkol Cba (K) Roro Sri Harjani. Kolaborasi ini semakin lengkap dengan keterlibatan aktif unsur Forkopimcam Banjarharjo di bawah pimpinan Camat Nanang Raharjo, S.P., S.I.P., M.H., serta koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa Cikuya yang dipimpin langsung oleh Bapak Sekod.
Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang terlibat. Menurutnya, kehadiran program TMMD telah mengubah wajah desa yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses menjadi lebih terbuka, baik secara transportasi maupun fasilitas dasar. Sinergi yang apik antara prajurit TNI, perangkat dinas, dan warga lokal inilah yang menjadi mesin penggerak utama dalam mengejar target penyelesaian program tepat waktu.
Peninjauan diakhiri dengan evaluasi lapangan guna memastikan kualitas bangunan fisik tetap terjaga sesuai standar teknis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Banjarharjo dalam jangka panjang.(Rio/Pradista)
Brebes, DN-II Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar tentang semen dan batu, melainkan tentang menghadirkan kebahagiaan bagi generasi masa depan. Hal ini terpancar jelas saat Komandan Korem (Danrem) 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Lukman Hakim, S.I.P., M.Han., melakukan peninjauan langsung ke lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Minggu (1/3/2026).
Selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP), Kolonel Inf Lukman Hakim memastikan seluruh progres fisik berjalan sesuai garis waktu. Namun, di tengah agenda inspeksi yang padat, sebuah momen hangat mencuri perhatian saat beliau mengunjungi salah satu rumah penerima manfaat bantuan pemasangan KWH listrik.
Pemandangan humanis tersaji ketika Danrem disambut oleh kerumunan anak-anak kecil di sekitar lokasi pembangunan. Tanpa sekat, perwira menengah dengan tiga melati di pundak ini langsung menghampiri dan bercengkerama akrab dengan mereka.
Gelak tawa pecah saat Kolonel Inf Lukman Hakim mengajak anak-anak tersebut berinteraksi secara spontan. Beliau mengaku sangat tersentuh melihat antusiasme dan keceriaan wajah-wajah polos tersebut. Bagi Danrem, senyum kecil dari bibir anak-anak Cikuya adalah suntikan semangat bagi para prajurit yang sedang bertugas di lapangan.
“Melihat mereka tersenyum adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Inilah tujuan utama TMMD; kita membangun infrastruktur agar masa depan anak-anak kita di desa ini lebih cerah. Terang dengan adanya listrik, dan lebih mudah aksesnya dengan jalan yang layak,” ungkap Kolonel Inf Lukman Hakim dengan nada haru.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Peninjauan ini juga menjadi ajang penguatan sinergi lintas sektoral di lapangan. Danrem didampingi langsung oleh Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., yang secara detail memaparkan perkembangan pembangunan fisik di Desa Cikuya. 
Harmonisme kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah juga terlihat nyata dengan kehadiran perwakilan Dinas Permades Kabupaten Brebes, unsur Forkopimcam Banjarharjo yang dipimpin Camat Nanang Raharjo, serta Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod. Seluruh elemen ini bersatu padu memastikan bahwa setiap butir bantuan, mulai dari rabat beton hingga instalasi listrik, benar-benar tepat sasaran.
Pemasangan KWH listrik bagi warga kurang mampu, termasuk di kediaman Ibu Castem, menjadi salah satu program unggulan yang ditinjau langsung. Dengan masuknya aliran listrik mandiri, diharapkan produktivitas masyarakat Desa Cikuya meningkat dan anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman di malam hari tanpa terkendala penerangan.
Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, menyampaikan bahwa kehadiran Danrem dan jajaran Kodim 0713/Brebes telah memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi warga. “Warga merasa sangat diperhatikan. Kehadiran beliau yang mau turun langsung dan bercanda dengan anak-anak menunjukkan bahwa TNI benar-benar bagian dari keluarga kami,” pungkasnya.
Peninjauan diakhiri dengan evaluasi teknis untuk memastikan seluruh pengerjaan fisik memiliki kualitas yang tahan lama, sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat Banjarharjo dalam jangka panjang.(Rio/pradista)
