Slawi, DN–II Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiapkan program layanan mudik gratis bertajuk Valet n’ Ride bagi para pemudik pengguna sepeda motor (R2) yang menempuh perjalanan jarak jauh menuju wilayah Semarang. Program ini disiapkan untuk memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran.
Melalui program tersebut, pemudik sepeda motor yang mengalami kelelahan selama perjalanan dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Para pemudik akan diangkut menggunakan bus yang nyaman dan berpendingin udara, sementara sepeda motor mereka diangkut menggunakan kendaraan towing atau truk pengangkut motor menuju kota tujuan.
Titik keberangkatan layanan ini berada di NasmoCo Brebes dengan rute menuju Polrestabes Semarang. Dengan sistem tersebut, pemudik dan kendaraan mereka dapat tiba secara bersamaan di Semarang sehingga dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman menuju kampung halaman.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan bahwa program Valet n’ Ride merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya pemudik sepeda motor yang menempuh perjalanan jauh saat momentum Lebaran.
“Program Valet n’ Ride ini kami siapkan untuk membantu para pemudik sepeda motor yang menempuh perjalanan jarak jauh agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman. Pemudik dapat naik bus yang telah disediakan, sementara sepeda motor diangkut menggunakan kendaraan towing hingga tujuan,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa program tersebut juga merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung kelancaran arus mudik serta meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi pada pemudik sepeda motor.
“Melalui layanan ini kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” tambahnya.
Program Valet n’ Ride merupakan salah satu langkah Polri dalam mendukung pengamanan arus mudik dan balik Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026 dengan mengedepankan pelayanan humanis kepada masyarakat. ( Bim )
Kota Tegal, DN-II Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Polres Tegal Kota untuk mempererat sinergi dengan masyarakat. Bersama Bhayangkari, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan, Polres Tegal Kota menggelar bakti sosial di Panti Pelayanan Sosial (PPS) “Suko Mulyo” Kota Tegal, Rabu (11/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada anak-anak yang tinggal di panti pelayanan sosial tersebut. Suasana hangat terlihat saat anggota Polri, Bhayangkari, dan mahasiswa berbaur langsung dengan para penghuni panti.
Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud kebersamaan antara Polri dan elemen masyarakat dalam membantu sesama, khususnya di bulan Ramadan.
“Momentum Ramadan kami manfaatkan untuk berbagi dan mempererat kebersamaan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa memberi semangat bagi anak-anak di PPSA Suko Mulyo,” ujar Kapolres.
Ia menambahkan, sinergitas antara Polri, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan akan terus dijaga melalui berbagai kegiatan positif yang menyentuh langsung masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala PPS Suko Mulyo, Shinta Dimyati, mengapresiasi kepedulian Polres Tegal Kota bersama Bhayangkari dan mahasiswa. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat berarti bagi anak-anak di panti.
“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu dan membuat anak-anak merasa diperhatikan,” katanya.
Selain kegiatan bakti sosial di panti, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada masyarakat di depan Terminal Bus Tipe A Kota Tegal. Para pengendara dan penumpang yang melintas tampak antusias menerima takjil menjelang waktu berbuka puasa. ( Bim )
BREBES, DN-II Sebagai bentuk kesiapan final mengamankan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H, Polres Brebes menyelenggarakan Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat Candi 2026” dilapangan Tribrata Mapolres Brebes, Kamis (12/03/2026) sore. Apel yang diikuti oleh personel gabungan ini menjadi penanda dimulainya pengamanan intensif di seluruh wilayah hukum Polres Brebes selama 13 hari ke depan, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, di antaranya Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah, perwakilan Kodim 0713/Brebes, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta instansi terkait seperti Dishub, Satpol PP, dan Jasa Raharja.
Dalam amanatnya, Bupati Paramitha menekankan bahwa apel ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana. Disebutkan, data survei Kementerian Perhubungan yang memprediksi pergerakan masyarakat secara nasional mencapai 143,9 juta orang
“Meskipun angka ini turun tipis sekitar 1,75% dibanding tahun lalu, kita tetap harus waspada. Kebijakan pemerintah seperti diskon tarif tol dan fleksibilitas kerja (Work From Anywhere) tetap berpotensi memicu lonjakan realisasi pergerakan di lapangan,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, Bupati juga menginstruksikan jajaran pengamanan untuk memetakan kerawanan Kamtibmas. Beberapa poin yang menjadi sorotan antara laim, antisipasi premanisme, balap liar, dan tawuran antar-kelompok.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kemudian pengamanan pemukiman. Bupati menginstruksikan untuk patroli rutin di rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta penyediaan layanan penitipan kendaraan di kantor polisi.
Mengingat prediksi BMKG terkait potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi, tim tanggap bencana diminta siaga penuh.
“Optimalkan layanan Kepolisian 110 agar responsif dan solutif. Kita ingin mewujudkan slogan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaanya, prosesi apel ini ditandai dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel. Usai kegiatan, Kapolres Brebes bersama jajaran Forkopimda melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor (Ranmor) dinas untuk memastikan kelaikan jalan selama operasi berlangsung.
Sebagai bentuk komitmen menjaga kekhusyukan bulan suci Ramadan, Polres Brebes juga melaksanakan pemusnahan ribuan botol minuman keras (Miras). Barang bukti tersebut merupakan hasil Operasi Pekat 2026 yang dilakukan secara intensif di seluruh wilayah hukum Polres Brebes selama bulan Ramadan.
Ditambahkan, Ps Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo dalam keterangannya menegaskan bahwa rangkaian persiapan, mulai dari Latihan Pra Operasi (Latpraops) hingga Apel Gelar Pasukan hari ini, adalah langkah sistematis Polri untuk menjamin keamanan masyarakat.
“Apel gelar pasukan ini adalah wujud nyata kesiapan Polres Brebes. Sebagaimana penekanan dalam Latpraops sebelumnya, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan cara bertindak seluruh personel yang dilibatkan. Kita ingin memastikan 1.084 personel yang terdiri dari Polri, TNI, dan instansi terkait benar-benar memahami peran mereka di Satgas Ops, Pospam, maupun Posyan,” ujar Kasi Humas.
Untuk menjamin kenyamanan pemudik, Polres Brebes telah mendirikan total 16 pos yang tersebar di titik-titik rawan kepadatan dan gangguan kamtibmas, meliputi, 1 Pos Terpadu dan 3 Pos Pelayanan, 10 Pos Pengamanan Jalur (Pantura dan Jalur Tengah) serta 1 Pos Obyek Wisata dan 1 Pos Valet Ride.
“Melalui persiapan matang dan sinergi lintas sektoral ini, Polres Brebes optimis dapat mewujudkan perayaan Idul Fitri 1447 H yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Casroni/Hms)
KUDUS, DN-II Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Baru Kudus, Kamis (12/3/2026). Pemerintah memastikan harga tetap terkendali dan pasokan pangan aman menjelang Hari Raya Idulfitri.
Suasana pasar tampak ramai ketika rombongan Menteri Perdagangan bersama Gubernur Jawa Tengah menyusuri lorong-lorong pasar. Mendag dan Gubernur berdialog langsung dengan pedagang, serta menanyakan harga berbagai komoditas pokok seperti daging sapi, ayam, beras, minyak goreng, hingga telur.
Kunjungan tersebut juga didampingi Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Saat berdialog dengan pedagang daging, Mendag menanyakan perkembangan harga di pasar.
“Harga dagingnya berapa, Bu?” tanya Budi kepada salah satu pedagang.
Rina, pedagang daging di pasar tersebut, mengatakan, harga daging sapi dan kerbau saat ini masih berada di kisaran Rp 140 ribu per kilogram, meskipun pasokan daging sapi mulai terasa lebih terbatas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah masih standar Rp 140 ribu untuk daging kerbau dan sapi. Tapi saat ini sapi agak susah,” ujarnya.
Ia menyebut harga daging mulai mengalami kenaikan sejak awal tahun. Kendati demikian, pedagang berharap pasokan tetap terjaga menjelang Lebaran agar tidak semakin menekan daya beli masyarakat.
“Sebenarnya berpengaruh ke pembeli, tapi ya dijelaskan kalau sudah mahal dari sananya. Harapan kami yang penting stoknya aman,” katanya.
Di lapak sayur, pedagang menyebut harga cabai rawit merah saat ini sekitar Rp 30.000 per kilogram. Sementara cabai rawit setan sekitar Rp 40.000 per kilogram.
Harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tercantum dalam papan informasi stabilisasi harga di pasar. Dalam daftar tersebut, harga acuan cabai rawit merah berada pada kisaran Rp 40.000 hingga Rp 57.000 per kilogram.
Sejumlah komoditas lain juga tercantum dalam daftar harga acuan pemerintah, antara lain beras premium Rp 14.900 per kilogram, beras medium Rp 13.500 per kilogram, beras SPHP Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp 15.700 per liter, gula pasir Rp 17.500 per kilogram, serta telur ayam ras Rp 30.000 per kilogram.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pemantauan pasar dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta kecukupan pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Pemantauan ini kami lakukan terutama menjelang Lebaran untuk memastikan harga tetap terkendali dan pasokan mencukupi, sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan tenang,” kata Budi.
Ia menjelaskan, pemerintah memantau perkembangan harga bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang memantau harga di ratusan pasar di seluruh Indonesia.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau pergerakan harga di sekitar 550 titik pasar yang tersebar di lebih dari 500 kabupaten/kota.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Melalui aplikasi itu kita bisa melihat perkembangan harga setiap hari. Ketika ada kenaikan harga, ada levelnya dan kita bisa langsung menentukan langkah intervensi,” ujarnya.
Meski demikian, menurut dia, pengecekan langsung ke pasar tetap penting dilakukan untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan barang secara nyata di lapangan.
“Kita tetap turun langsung ke pasar supaya tahu kondisi sebenarnya, baik ketersediaan barang maupun perkembangan harganya,” kata Budi.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga di pasar tradisional agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Ia menegaskan pemerintah daerah siap melakukan intervensi apabila terjadi lonjakan harga komoditas.
“Kita pakai JTAB, BI, termasuk Bulog untuk melakukan operasi pasar dan intervensi apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan,” ujar Ahmad Luthfi.
Reporter: Rio
BREBES, DN-II Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, Polres Brebes menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi 2026”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati pada Kamis (12/03/2026) ini menjadi langkah untuk menyamakan persepsi personel dalam mengamankan arus mudik dan balik di wilayah hukum Polres Brebes.
Acara dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah, didampingi Wakapolres Kompol Purbo Adjar Waskito, Kabag Ops Kompol Suraedi, serta diikuti oleh jajaran PJU, Kapolsek, dan perwira terkait.
Dalam arahannya, Kapolres Brebes menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi dalam pelayanan publik. Dua program unggulan Polda Jateng, yaitu Valet Ride dan aplikasi Sipolan, menjadi sorotan utama.
“Kita harus mendukung program Valet Ride dan Sipolan secara masif. Jangan sampai petugas di lapangan justru bingung saat ditanya masyarakat. Pastikan informasi yang disampaikan valid dan sosialisasikan melalui media sosial hingga pemasangan spanduk di titik strategis,” tegas AKBP Lilik Ardiansyah.
Kapolres juga menginstruksikan perubahan narasi publik dengan mengganti istilah “kemacetan” menjadi “kepadatan lalu lintas” untuk menjaga psikologi masyarakat, serta menekankan kedisiplinan anggota saat bertugas dilapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kabag Ops Polres Brebes, Kompol Suraedi, memaparkan bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 1.084 personel gabungan (Polri, TNI, Dishub, Dinkes, hingga Pramuka) dikerahkan untuk mengisi: 3 Pos Pelayanan, 1 Pos Terpadu, 1 Pos Obyek Wisata. Kemudian 1 Pos Valet Ride (berlokasi di Nasmoko Brebes, Klampok) dan 10 Pospam Jalur mudik.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi jatuh pada 14-15 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret 2026.
Sementara, Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozaq, menambahkan rincian teknis terkait rekayasa lalu lintas nasional. Sistem One Way Nasional arus mudik dijadwalkan pada 17-20 Maret 2026 (KM 70 Jakarta-Cikampek s/d KM 421 Semarang-Solo). Sebaliknya, One Way arus balik akan dilaksanakan pada 23-29 Maret 2026.
Disebutkan juga persiapan sarana prasarana Valet Ride sudah mencapai 100%. Pihaknya juga membuka diri terhadap awak media sebagai mitra untuk menyampaikan informasi kegiatan kepolisian kepada masyarakat luas.
Melalui persiapan matang dan sinergi lintas sektoral ini, Polres Brebes optimis dapat mewujudkan perayaan Idul Fitri 1447 H yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Ditambahkan Ps Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan Latpraops ini sebagai sarana konsolidasi internal sebelum personel diterjunkan ke titik-titik pengamanan.
“Kegiatan Latpraops ini merupakan bagian dari kesiapan Polres Brebes untuk menyamakan persepsi dan cara bertindak (CB) seluruh personel yang dilibatkan. Kita ingin setiap anggota, baik dari Polri maupun instansi samping, memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas pokoknya di Satgas Ops, Pospam, maupun Posyan. Target kita adalah pelayanan yang prima agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 H dengan aman dan nyaman,” terangnya. (Casroni/Hms).
TEGAL, DN-II Perselisihan internal di lingkungan Pemerintah Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, mencuat ke publik. Seorang perangkat desa setempat, Wahyudin (52), nyaris kehilangan jabatannya setelah menerima dua surat peringatan (SP) beruntun dari Kepala Desa Brekat, Sabar.
Konflik ini bermula ketika Wahyudin, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), mempertanyakan transparansi prosedur lelang tanah kas desa (bengkok). Ia menilai proses yang dijalankan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Seharusnya lelang didasarkan pada Peraturan Desa (Perdes), melalui pembentukan panitia, hingga melibatkan BPD dan masyarakat. Namun, mekanisme tersebut tidak pernah disosialisasikan kepada kami,” ujar Wahyudin saat ditemui, Rabu (11/3/2026).
Akibat kritis terhadap kebijakan tersebut, Wahyudin menerima SP1 pada Desember 2025. Tak berselang lama, pada 10 Januari 2026, ia kembali menerima SP2 dengan alasan kedisiplinan kerja. Wahyudin menyayangkan pemberian sanksi tersebut yang ia nilai tidak melalui mekanisme pemeriksaan yang jelas.
“Semestinya ada berita acara pemeriksaan dan bukti pelanggaran sebagai dasar penerbitan SP. Saya belum pernah diklarifikasi mengenai apa kesalahan saya sebenarnya,” tambahnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penegasan BPD
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Brekat, Edi Mulyono, membenarkan bahwa prosedur lelang memang seharusnya melalui tahapan musyawarah. Menurutnya, hingga saat ini, Perdes yang menjadi landasan hukum lelang tersebut belum pernah diterbitkan.
“Urutannya harus Perdes dulu, baru pembentukan tim pelaksana, lalu lelang terbuka. Idealnya, lelang diutamakan bagi warga sekitar agar ekonomi masyarakat lokal meningkat,” tegas Edi.
Dimediasi Pihak Kecamatan
Persoalan ini akhirnya berujung pada mediasi di Kantor Kecamatan Tarub. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Tarub, Sekretaris Kecamatan, Kepala Desa Brekat, serta staf kecamatan terkait.
Camat Tarub, Abdul Syukur, menyatakan bahwa permasalahan antara Kades dan perangkat desanya tersebut kini telah dinyatakan selesai. Pihaknya telah memfasilitasi proses tabayun agar roda pemerintahan desa tetap berjalan normal.
“Persoalan SP1 dan SP2 dianggap sudah selesai. Pak Wahyudin tetap menjalankan tugasnya sebagai perangkat desa. Kedua belah pihak telah berkomitmen untuk menjalin hubungan lebih baik demi menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketenteraman Desa Brekat,” pungkas Abdul Syukur.
Reporter: Teguh
BANJARNEGARA, DN-II Aksi demonstrasi di depan Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berakhir ricuh pada Selasa (11/3/2026). Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Welas Yuni Nugroho—yang akrab disapa Hoho Alkaf—melaporkan dirinya menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok massa usai unjuk rasa.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggelar aksi unjuk rasa menuntut pembatalan hasil seleksi penjaringan perangkat desa setempat. Aksi yang awalnya berjalan kondusif tiba-tiba memanas ketika massa mendesak pemerintah desa untuk membatalkan proses seleksi yang telah memasuki tahap pengumuman.
Hoho menuturkan, peristiwa pengeroyokan terjadi saat ia hendak meninggalkan area balai desa. Secara tiba-tiba, ia dikerumuni dan mendapatkan serangan fisik dari sejumlah oknum massa.
“Saat saya akan keluar dari balai desa, massa langsung menyerang dan mengeroyok saya. Akibat kejadian ini, kacamata saya pecah dan pakaian saya robek,” ujar Hoho melalui pernyataan resminya di media sosial, yang kini telah beredar luas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tudingan Kelalaian Pengamanan
Dalam pernyataannya, Hoho turut menyoroti respons aparat keamanan yang berada di lokasi kejadian. Ia menilai pengamanan kurang maksimal dalam mengantisipasi kericuhan, sehingga dirinya tidak mendapatkan perlindungan yang cukup saat serangan terjadi.
Menanggapi hal tersebut, Hoho menyatakan rencana untuk melaporkan dugaan ketidaksiapan aparat di lapangan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.
Duduk Perkara Seleksi Perangkat Desa
Berdasarkan keterangan Kades, unjuk rasa ini dipicu oleh ketidakpuasan pihak tertentu yang gagal dalam proses seleksi perangkat desa. Massa menuntut agar tahapan seleksi dibatalkan dan dilakukan pengulangan.
Namun, Hoho menegaskan bahwa pihak pemerintah desa tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Ia memastikan bahwa seluruh proses penjaringan perangkat desa telah dilakukan secara prosedural sesuai regulasi yang berlaku.
“Proses penjaringan sudah sesuai mekanisme dan aturan. Kami tidak mungkin membatalkan hasil seleksi hanya karena tekanan dari pihak tertentu,” tegasnya.
Langkah Lanjutan
Hingga saat ini, Hoho menyatakan akan menempuh jalur hukum terkait insiden kekerasan yang menimpanya. Ia menegaskan akan tetap meminta perlindungan hukum agar proses di desa tetap berjalan kondusif tanpa adanya intimidasi dari pihak mana pun.
Red/Pa
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) mengambil langkah strategis dalam mengawal pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang mempertemukan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes dengan jajaran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Brebes, Rabu (11/3/2026).
Pertemuan yang digelar secara daring tersebut menjadi titik awal sinergi dalam memantapkan rantai pasok pangan yang akan disalurkan kepada sasaran program di wilayah Brebes.
Mengoptimalkan Peran Koperasi dalam Rantai Pasok
Agenda utama dalam koordinasi ini adalah memetakan teknis kerja sama antara Koperasi Merah Putih dengan BGN. Koperasi desa didorong untuk tidak sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam, melainkan bertransformasi menjadi pilar utama dalam rantai pasok (supply chain) penyediaan bahan pangan bergizi.
Langkah ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, serta diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Brebes Nomor 500.3/3/II/2026 mengenai pemberdayaan ekonomi lokal dalam menyukseskan program gizi nasional.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
undangan 11 maret.file pdf
Dua Fokus Utama Sinergi
Dalam rapat tersebut, Kepala Bidang Koperasi Dinkopumdag Brebes, Sapto Aji Pamungkas, bersama perwakilan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Ir. Masrukhi Bahro, menggarisbawahi dua fokus utama:
Sinergi Operasional: Memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menyuplai kebutuhan pangan yang sehat, aman, dan berkualitas bagi BGN.
Transparansi dan Akuntabilitas: Sosialisasi mengenai Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2026 sebagai bentuk kesiapan administrasi koperasi sebelum terjun dalam proyek strategis pemerintah.
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui kerja sama dengan BGN, kita memastikan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis berasal dari hasil petani dan peternak lokal yang dikoordinasikan secara kolektif oleh koperasi,” tegas Sapto Aji Pamungkas.
Mendorong Ekonomi Lokal
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Brebes berharap perputaran ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis tetap berada di wilayah lokal. Hal ini tidak hanya menjamin kualitas nutrisi bagi masyarakat, tetapi juga secara langsung meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi melalui kemitraan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Kabar membanggakan datang dari lingkup pemerintahan desa di Kabupaten Brebes. Idi Fitriyadi, sosok yang dikenal luas berkat dedikasinya di dunia pendidikan, kini resmi memulai babak baru pengabdiannya sebagai Kepala Desa (Kades) Cisalam, Kecamatan Wanasari.
Peralihan karier dari kursi Kepala SMP Negeri 2 Brebes menuju kepemimpinan tingkat desa ini menjadi sorotan positif masyarakat. Transisi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membawa angin segar bagi tata kelola pemerintahan desa.
Rekam Jejak Berprestasi
Sebelum melangkah ke ranah eksekutif desa, Idi Fitriyadi memiliki rekam jejak yang mentereng di dunia pendidikan. Ia dikenal sebagai sosok inovatif dan pernah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi di tingkat Kabupaten Brebes. Pengalaman panjang dalam memimpin lembaga pendidikan diharapkan menjadi modal kuat bagi beliau dalam mengelola administrasi dan pelayanan masyarakat di Desa Cisalam.
Sinergi dan Harapan Baru
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Proses pelantikan ini merupakan bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan di tingkat desa yang didorong langsung oleh Pemerintah Kabupaten Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Paramitha Widya Kusuma. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan desa menjadi poin utama yang ditekankan dalam estafet kepemimpinan ini.
Kehadiran sosok dengan latar belakang akademisi seperti Idi Fitriyadi di Desa Cisalam telah memantik optimisme warga. Masyarakat menaruh harapan besar agar manajemen desa ke depannya menjadi lebih transparan, akuntabel, dan penuh inovasi demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Dukungan Rekan Sejawat
Ucapan selamat dan harapan terus mengalir bagi sang Kades baru. Rekan sejawat beliau, Kepala Sekolah SMPN 3 Larangan, Endaryadi, serta Budi Anjar Pranoto, menyampaikan doa agar Idi Fitriyadi dapat menjalankan mandat yang diberikan dengan penuh integritas.
“Semoga amanah yang dititipkan masyarakat dapat dijalankan dengan dedikasi tinggi demi kemajuan warga Cisalam ke arah yang lebih baik,” ujar mereka dalam sebuah kesempatan.
Dengan latar belakang kepemimpinan yang mumpuni, warga Desa Cisalam kini menanti gebrakan nyata dari Idi Fitriyadi dalam memajukan desa mereka.
Pewarta: Teguh
BREBES, DN-II Demi menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik strategis pengamanan di wilayah hukum Polres Brebes, Selasa malam (10/03/2026).
Pengecekan yang berlangsung hingga tengah malam tersebut difokuskan pada kesiapan operasional Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu, sebagai langkah persiapan final menjelang dimulainya Operasi Ketupat Candi 2026.
Dalam lawatannya, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Brebes, di antaranya Kabag Ops Kompol Suraedi, Kasat Samapta AKP Nur Mahmud, Kasat Intelkam AKP Suhermanto, serta Kasubsi PIDM Sihumas Iptu Indra Prasetyo.
Inspeksi dilakukan secara menyeluruh di sejumlah titik krusial, di antaranya Pospam Exit Tol Brebes Timur (Brexit), Posyan Rest Area Heritage KM 260 B Banjaratma, Pos Terpadu Pejagan, serta Posyan di Rest Area KM 252 A.
Usai melakukan peninjauan, AKBP Lilik Ardhiansyah menyatakan kepuasannya terhadap progres kesiapan sarana dan prasarana di seluruh pos yang disiapkan. Menurutnya, seluruh infrastruktur pendukung telah berada dalam kondisi siap operasional.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
x”Dari hasil pengecekan malam ini, progres kesiapan sarana maupun prasarana di masing-masing pos telah lengkap dan optimal. Secara keseluruhan, Polres Brebes sudah sangat siap memberikan pengamanan maksimal demi kelancaran Operasi Ketupat Candi 2026,” tegas Kapolres di sela-sela kegiatannya.
Dengan kesiapan tersebut, Polres Brebes optimistis dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik, sekaligus mampu mengantisipasi potensi kemacetan serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalur Pantura maupun jalur tol wilayah Brebes.
Sementara itu, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo menambahkan, pengecekan ini tidak hanya menyasar aspek fisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan sumber daya manusia (personel) dan fasilitas pendukung lainnya.
”Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh personel yang bertugas telah siap di pos masing-masing, serta mengecek langsung kelayakan fasilitas layanan bagi pemudik. Kami ingin memastikan masyarakat yang singgah merasa aman, nyaman, dan terbantu selama perjalanan mudik mereka,” pungkas Indra.
Red/Casroni
