BREBES, DN-II Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Brebes terus berkomitmen menciptakan iklim ketenagakerjaan yang harmonis dan kondusif. Langkah ini dilakukan melalui penguatan hubungan industrial serta pengawasan ketat terhadap penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) agar tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku. (13/3/2026).
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja Disperinaker Brebes, Irfan Junaedi, SE., M.Si., menyatakan bahwa fokus utama instansinya adalah meminimalisir potensi perselisihan melalui pendekatan komunikatif dan preventif.
”Hubungan industrial bukan sekadar pemenuhan hak dan kewajiban di atas kertas, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi yang transparan antara perusahaan dan pekerja. Kami mengedepankan musyawarah mufakat sebagai langkah utama sebelum perselisihan berlanjut ke tahap litigasi,” ujar Irfan dalam keterangannya, didampingi Kepala Disperinaker Brebes, Abdul Madjid, ST, MT.
Sinergi dan Kepatuhan Regulasi
Irfan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Menurutnya, kepatuhan perusahaan terhadap aturan ketenagakerjaan adalah kunci utama untuk menjaga produktivitas sekaligus melindungi hak-hak pekerja.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Tugas kami adalah memastikan terciptanya harmonisasi kepentingan, sehingga produktivitas perusahaan tetap terjaga dan hak-hak pekerja terpenuhi secara adil,” tambahnya.
Kontribusi TKA bagi PAD Brebes
Terkait penggunaan TKA di wilayah Brebes, Disperinaker memastikan seluruh proses telah mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Aturan ini merupakan turunan dari UU Cipta Kerja yang mengatur kewajiban pemberi kerja terkait Rencana Penggunaan TKA (RPTKA), Dana Kompensasi (DKPTKA), hingga kewajiban penunjukan tenaga pendamping.
Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 120 TKA yang bekerja di Kabupaten Brebes dan telah terdaftar secara resmi di Disperinaker. Para pekerja asing ini memberikan kontribusi nyata bagi daerah melalui pembayaran Dana Kompensasi TKA yang masuk ke kas negara, yang kemudian berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”Untuk setiap TKA, terdapat kewajiban pembayaran Dana Kompensasi sebesar 1.200 dolar AS per tahun. Jika dikonversikan, setiap pekerja asing berkontribusi lebih dari Rp20 juta per tahun bagi daerah,” jelas Irfan.
Dengan pengawasan yang ketat dan pendekatan yang solutif, Disperinaker Brebes optimistis dapat terus menjaga iklim investasi yang sehat sekaligus menjamin kesejahteraan tenaga kerja, baik lokal maupun asing, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Reporter: Teguh
BREBES , DN-II Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat Candi (OKC) 2026” resmi diberlakukan di seluruh wilayah hukum Polres Brebes. Terhitung mulai Jumat (13/03/2026) dini hari pukul 00.00 WIB, ratusan personel telah digeser (insert) untuk menempati titik-titik pengamanan guna mengawal kelancaran mudik Idul Fitri 1447 H.
Pengerahan kekuatan ini bertujuan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta memberikan rasa aman bagi masyarakat selama masa libur lebaran.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, melalui Ps. Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas dalam OKC 2026 menyampaikan bahwa kekuatan internal Polri yang diterjunkan mencapai 460 personel.
“Sebanyak 460 personel Polri dilibatkan secara langsung. Sejak semalam atau Jumat dini hari, mereka sudah insert dan menempati pos masing-masing sesuai dengan ploting Satgasnya,” terang Iptu Indra.
Ia menambahkan bahwa Polri tidak bekerja sendiri. Operasi ini didukung penuh oleh personel gabungan dari berbagai instansi terkait, mulai dari TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Satpol PP, Damkar, PMI, Senkom, RAPI, hingga Pramuka.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Jika diakumulasikan, total ada 1.084 personel gabungan yang disiagakan untuk mengamankan OKC tahun 2026 di wilayah Brebes ini,” imbuhnya.
Untuk memastikan pelayanan yang maksimal bagi pemudik, Polres Brebes telah mendirikan 16 titik pos strategis yang tersebar di jalur utama maupun titik keramaian
Ditambahkan, memasuki hari pertama pelaksanaan operasi, kondisi lalu lintas berdasarkan data traffic counting (TC). Pantauan di Gerbang Tol (GT) Pejagan menunjukkan pergerakan kendaraan yang mulai dinamis.
“Data dari Gerbang Tol Pejagan pagi ini menunjukkan kendaraan yang keluar (exit) sudah mulai menunjukkan situasi ramai, sementara kendaraan yang masuk melalui gerbang tersebut terpantau masih normal,” jelas Iptu Indra.
Secara umum, situasi arus lalu lintas baik di ruas tol maupun jalan arteri Pantura wilayah Brebes masih berada dalam kategori normal. Hingga berita ini diturunkan, belum terjadi lonjakan arus yang signifikan (kemacetan).
Polres Brebes mengimbau kepada para pemudik untuk selalu mengecek kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, serta memanfaatkan Pos Pelayanan yang tersedia apabila merasa lelah di perjalanan. Operasi Ketupat Candi 2026 dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 25 Maret 2026 mendatang. (Casroni/Hms)
TEGAL, DN-II Layanan distribusi air bersih Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Bahari Kota Tegal dipastikan akan kembali normal dalam waktu dekat. Hingga Jumat (13/3/2026), progres perbaikan pipa pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Bregas telah mencapai 98 persen.
Meski demikian, pihak PDAM mengakui bahwa saat ini aliran air ke sejumlah pelanggan masih belum maksimal. Hal ini menjadi imbas dari proyek pemeliharaan yang telah berlangsung sejak 21 Januari lalu.
Debit Air Baru Mencapai Separuh Kapasitas
Staf Humas PDAM Kota Tegal, Ayu, mewakili Direktur Utama Hasan Suhandi, S.E., menjelaskan bahwa kendala distribusi terjadi karena debit air yang diterima belum mencapai kapasitas optimal.
”Dari kapasitas normal sebesar 200 liter per detik, saat ini kami baru bisa mengalirkan sekitar 100 liter per detik,” ujar Ayu saat memberikan keterangan, Jumat (13/3/2026).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, sisa debit sebesar 100 liter per detik masih tertahan lantaran proses penyambungan pipa di wilayah Sirampog, Kabupaten Brebes, belum sepenuhnya tuntas. Dampak ketidakmerataan distribusi ini paling dirasakan oleh pelanggan di wilayah:
Tegal Selatan: Sebagian besar wilayah.
Tegal Timur: Sebagian wilayah.
Tegal Barat & Margadana: Wilayah terdampak berskala kecil.
Fokus Penuntasan 4 Titik Sambungan
Berdasarkan data per 12 Maret 2026, pengerjaan yang dikelola oleh PT Tirta Utama Jawa Tengah kini memasuki tahap akhir. Tersisa empat titik sambungan (join) yang tengah dikebut pengerjaannya agar layanan dapat kembali normal sepenuhnya pada minggu ini.
”Kami terus memantau progres di lapangan. Harapannya, seluruh proses penyambungan selesai minggu ini sehingga pasokan air ke pelanggan kembali lancar,” tambah Ayu.
Penjelasan Terkait Tagihan Pelanggan
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai kewajiban pembayaran di tengah gangguan layanan, pihak PDAM memberikan penjelasan terkait kebijakan tarif. Sesuai ketentuan, tarif minimal tetap diberlakukan bagi penggunaan air di bawah 10 kubik.
Besaran tarif minimal ini bervariasi tergantung golongan pelanggan, yakni berkisar antara Rp56.000 hingga Rp65.000. Pihak PDAM menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini dan mengimbau pelanggan untuk bersabar karena proses perbaikan sudah hampir mencapai titik akhir.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Brebes, DN-II Proyek pembangunan infrastruktur berskala besar di wilayah Brebes kini memasuki babak final. Pihak pengembang memastikan pengerjaan berjalan sesuai target dengan standar keamanan ketat, dan diprediksi siap diluncurkan sepenuhnya pada akhir April 2026 mendatang.
Tegar, selaku Penanggung Jawab Lapangan dari PT Pembangunan Perumahan (PTPP), mengungkapkan bahwa progres fisik saat ini telah menyentuh tahap penyelesaian akhir (finishing). Meski tampilan interior dan eksterior sudah terlihat rapi, tim masih menyisakan beberapa detail minor sebelum proses serah terima dilakukan.
Target Pasca-Lebaran dan Estetika Bangunan
Menurut Tegar, fokus utama saat ini adalah pembersihan area kerja dan pembongkaran struktur pendukung. Namun, operasional proyek akan dihentikan sementara guna menghormati masa libur Hari Raya Idulfitri.
“Saat ini tinggal tahap finishing dan pembersihan area. Aktivitas akan berlanjut kembali setelah libur Lebaran. Estimasi kami, akhir April sudah bisa selesai 100 persen,” ujar Tegar saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (13/3/2026).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Salah satu elemen yang masih terlihat di lokasi adalah perancah (scaffolding) yang menyelimuti sisi bangunan. Tegar menjelaskan bahwa pembongkaran struktur ini akan menjadi langkah penutup yang akan mengungkap kemegahan desain proyek tersebut.
“Jika scaffolding sudah dibongkar, estetika bangunannya akan terlihat utuh dan lebih maksimal,” tambahnya dengan optimis.
Keamanan Standar Internasional & Aset Negara
Menanggapi isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Tegar menegaskan bahwa seluruh prosedur di lapangan mengikuti standar tinggi PTPP yang telah diakui secara internasional. Area kerja telah dilengkapi dengan pengaman berlapis, termasuk penggunaan jaring pelindung di setiap sisi bangunan untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja. 
Selain faktor keamanan, ia juga memberikan klarifikasi terkait material konstruksi di lapangan. Tegar menegaskan bahwa seluruh material, khususnya besi konstruksi, merupakan aset negara yang pengelolaannya diawasi ketat.
“Semua material ini adalah aset negara. Setelah proyek rampung, seluruh sisa material akan dikembalikan dan diinventarisasi sebagai aset resmi,” tegasnya.
Sisi Lain di Lapangan
Ada momen menarik saat sesi wawancara, ketika Tegar sempat berseloroh mengenai seragam yang ia kenakan. Meski atribut yang dipakainya berasal dari proyek sebelumnya, ia menjamin hal tersebut tidak mendegradasi profesionalisme tim di lapangan. Baginya, kenyamanan dalam bekerja tetap menjadi pendukung utama dalam menjaga ritme pengerjaan agar tetap sesuai lini masa (timeline).
Proyek ini diharapkan dapat segera beroperasi tepat waktu untuk memberikan manfaat nyata bagi mobilitas dan ekonomi masyarakat di wilayah Brebes dan sekitarnya.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kota Tegal, DN-II Upaya pemberantasan narkoba terus dilakukan Polres Tegal Kota. Selama Februari hingga awal Maret 2026, Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap delapan kasus peredaran narkotika, psikotropika, dan obat berbahaya.
Dari pengungkapan ini polisi mengamankan sembilan orang tersangka yang diduga terlibat sebagai pengedar. Hal itu disampaikan Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya di Mapolres Tegal Kota, Kamis (12/3/2026).
Kapolres menegaskan, keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Tegal Kota dalam memberantas peredaran narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.
“Peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang sangat membahayakan, terutama bagi generasi muda. Kami tegaskan, tidak ada ruang bagi pelaku peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Tegal Kota,” ujarnya di hadapan awak media.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan upaya penyelidikan dan penindakan, termasuk menelusuri jaringan peredaran obat keras yang dijual secara ilegal di lingkungan masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami tegaskan, pemberantasan narkoba akan terus kami lakukan secara konsisten demi menjaga kamtibmas tetap kondusif dan melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Tegal Kota AKP Ade Priyatna mengatakan, dari delapan kasus yang berhasil diungkap, petugas mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 58,15 gram, obat berbahaya sebanyak 998 butir, serta psikotropika sebanyak 110,5 butir.
Selain narkotika, petugas juga menindak peredaran obat keras golongan G yang kerap disalahgunakan dan diperjualbelikan tanpa izin. Obat-obatan tersebut diedarkan melalui jaringan yang dikenal masyarakat dengan sebutan “warung Aceh”.
Menurut Ade, para tersangka yang diamankan berperan sebagai pengedar dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Undang-Undang Narkotika, Psikotropika, dan Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun,” ujar Ade. ( Bim )
Slawi, DN-II Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, sebanyak 60 personel Brimob Polda Jawa Tengah diperbantukan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Tegal, Jumat (13/3/2026). Apel kesiapan dilaksanakan di halaman Mapolres Tegal sebelum personel diberangkatkan menuju titik pelayanan yang telah ditentukan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan Polri dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri, sejalan dengan penguatan tagline komunikasi nasional “Mudik Aman Keluarga Bahagia” .
Dari total 60 personel Brimob yang diterjunkan, sebanyak 40 personel ditempatkan di sejumlah rest area tol yang berada di wilayah Kabupaten Tegal. Masing-masing rest area diperkuat oleh 10 personel yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol yang melaksanakan perjalanan dan beristirahat di rest area.
Sementara itu, 20 personel lainnya disiagakan sebagai kekuatan cadangan guna mendukung pelayanan di wilayah Kabupaten Tegal apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam situasi tertentu.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan bahwa kehadiran personel Brimob ini merupakan bentuk sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama Operasi Ketupat Candi 2026.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Dengan dukungan personel Brimob Polda Jawa Tengah, kami berharap pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal, khususnya bagi para pengguna jalan tol yang melaksanakan perjalanan selama Ramadan hingga Idulfitri. Polri hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan terbantu selama perjalanan,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Ia menambahkan bahwa Polres Tegal bersama seluruh jajaran berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan Kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. ( Bim )
Brebes, DN-II Guna menjamin kekhusyukan ibadah bulan suci Ramadhan dan menciptakan situasi kondusif menjelang arus mudik, Polres Brebes menggelar pemusnahan massal ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek. Pemusnahan ini merupakan hasil dari Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) yang dilaksanakan jajaran Polres dan Polsek selama beberapa pekan terakhir di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.
Kegiatan pemusnahan yang berlangsung di halaman Mapolres Brebes, Kamis (12/03/2026) sore ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, serta dihadiri Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma dan disaksikan oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Kapolres Brebes menyampaikan bahwa barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan dari berbagai warung remang-remang, toko ilegal, serta distributor tak berizin.
AKBP Lilik menyebutkan Operasi Pekat merupakan langkah Polres Brebes untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dalam beribadah selama bulan Ramadhan serta sebagai upaya cipta kondisi sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Candi (OKC).
“Sebanyak 3.072 botol miras pabrikan dan Miras Tradisional serta759 botol tuak (brangkal) kita musnahkan dalam kegiatan ini,” terang Kapolres Brebes usai kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selama pelaksanaan OKC ini, Kapolres beserta jajaranya juga akan melaksanakan berbagai upaya untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya berbagai gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Brebes dengan peningkatan patroli kewilayahan (Patroli beat) dibeberapa titik lokasi spesifik.
“Terkait dinamika adanya kenakalan remaja maupun gangguan Kamtibmas lainya, kami akan melaksanakan peningkatan patroli kewilayahan di beberapa wilayah spesifik. Patroli kita maksimalkan dan kita tingkatkan dengan area yang lebih luas” terang Kapolres Brebes
Selain itu, pihaknya juga berkoordiasi dengan stakholder terkait (Pemda) guna memberikan kegiatan yang positif kepada anak remaja sebagai upaya untuk menyalurkan kegiatan kegiatan yang positif selama liburan sekolah.
“Jika ditemukan adanya terjadi pelanggaran maupun kejadian yang melibatkan remaja tentunya akan ditindak dengan tegas dan terukur sesuai dengan perundang-undangan dan hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Sementara, metode pemusnahan dilakukan dengan cara seluruh botol miras ditata di area terbuka dan dihancurkan menggunakan alat berat (stumpers/tandem roller) hingga pecah dan cairannya mengalir ke saluran pembuangan yang telah disiapkan. (Casroni/Hms)
Cilacap, Detik Nasional — Kedekatan antara pemimpin dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun pemerintahan desa yang responsif dan partisipatif. Hal tersebut tercermin dari kehadiran Penjabat (Pj) Kepala Desa Dayeuhluhur, Farid Masruri, yang meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan berkumpul bersama warga.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Pj Kepala Desa tampak duduk bersama masyarakat sambil berbincang mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan dan perkembangan desa. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga sekaligus membuka ruang komunikasi secara langsung.
Farid Masruri menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dari tanggung jawab seorang pemimpin desa. Menurutnya, komunikasi yang terjalin dengan baik akan membantu pemerintah desa memahami kebutuhan dan harapan masyarakat.
“Sebagai pemerintah desa, kami harus selalu hadir di tengah masyarakat. Melalui silaturahmi seperti ini, kami dapat mendengar langsung aspirasi warga sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun Desa Dayeuhluhur,” ujarnya pada Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan bahwa keterbukaan dan komunikasi yang intensif antara pemerintah desa dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sejumlah warga menyambut positif kehadiran Pj Kepala Desa yang berbaur bersama masyarakat. Menurut mereka, sikap pemimpin yang terbuka dan mudah dijangkau dapat mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
Melalui pendekatan yang humanis dan komunikasi yang terbuka, Pemerintah Desa Dayeuhluhur diharapkan mampu menjaga keharmonisan dengan masyarakat serta mendorong partisipasi warga dalam mendukung berbagai program pembangunan desa. (Dani)
SEMARANG, DN-II Pemerintah dan aparat keamanan mulai bersiaga menghadapi lonjakan pergerakan pemudik Lebaran 2026. Diperkirakan sebanyak 38,71 juta orang akan bergerak menuju dan melintasi Jawa Tengah, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu pusat mobilitas terbesar selama musim mudik tahun ini. Dari jumlah sekian, 17,7 juta pemudik akan masuk ke wilayah Jawa Tengah selama Lebaran.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Markas Polda Jawa Tengah, Kamis (12/3). Apel dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bagian dari komitmen bersama lintas sektor untuk memastikan keamanan masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Keberhasilan tugas ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, terus tingkatkan solidaritas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan Gubernur.
Operasi Ketupat Candi tahun ini difokuskan pada pengamanan arus lalu lintas, tempat ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, serta objek vital lainnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kapolri juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian.
“Selama bertugas. Jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai ladang ibadah,” kata Gubernur.
Lonjakan mobilitas masyarakat diperkirakan terjadi di sejumlah jalur utama, terutama Tol Trans Jawa, jalur Pantura, jalur selatan, serta kawasan wisata.
Selain menjadi tujuan mudik, Jawa Tengah juga berperan sebagai daerah transit bagi pemudik yang melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai kerawanan, mulai dari kemacetan lalu lintas, kecelakaan, kepadatan di rest area, hingga gangguan keamanan.
Untuk mengantisipasi hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait menyiapkan berbagai langkah, antara lain pembentukan posko terpadu, patroli di titik rawan kemacetan, serta penambahan CCTV dan rambu lalu lintas portable.
Selain itu, dilakukan ramp check kendaraan di terminal guna memastikan kelayakan angkutan umum, serta penyediaan program mudik dan balik rantau gratis menggunakan kereta api dan bus bagi masyarakat.
Di sektor kesehatan, pemerintah juga menyiagakan 369 rumah sakit, 883 puskesmas, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia selama periode Lebaran.
Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo mengatakan pihaknya bersama instansi terkait menyiapkan sejumlah inovasi layanan bagi pemudik, salah satunya melalui program valet and ride.
Program tersebut ditujukan bagi pemudik sepeda motor dari wilayah Brebes menuju Semarang.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Program valet and ride ini disiapkan untuk membantu pemudik roda dua. Kendaraannya diangkut menggunakan towing sementara pemudik diangkut menggunakan bus menuju Semarang,” ujar Ribut.
Skema ini diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan, terutama pada perjalanan jarak jauh yang kerap ditempuh pemudik sepeda motor.
Selain itu, aparat juga menyiapkan puluhan posko mudik di sepanjang jalur utama di Jawa Tengah yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas hingga BPBD, guna memberikan layanan terpadu bagi masyarakat selama perjalanan mudik.
Reporter: Rio
Slawi, DN-II Polres Tegal menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Pemkab Tegal sebagai bentuk kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Apel gelar pasukan tersebut diikuti unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan. Kegiatan ini menjadi wujud sinergitas lintas sektor guna menjamin pelaksanaan mudik Lebaran berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. dalam amanatnya menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan selama 13 hari mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri serta stakeholder terkait.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib dan lancar,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, seluruh personel pengamanan diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polri juga telah menyiapkan ribuan pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di seluruh wilayah Indonesia. Khusus di wilayah Kabupaten Tegal, Polres Tegal mendirikan 10 pos pengamanan yang terdiri dari 5 pos pelayanan, 4 pos pengamanan, dan 1 pos terpadu guna memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat.
Selain pengamanan arus lalu lintas, Kapolres juga menekankan pentingnya antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, serta konflik antar kelompok masyarakat. Personel juga diminta meningkatkan patroli di titik-titik rawan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas agar kita dapat mewujudkan mudik yang aman dan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, diharapkan masyarakat dapat merasakan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran selama menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. ( Bim )
