Tegal, DN-II pengrajin kayu kawakan berusia 71 tahun, masih tampak lihai mengolah balok-balok kayu menjadi perabotan rumah tangga bernilai seni tinggi.
Pengalaman memang tidak bisa berbohong. Pak Robi telah menggeluti dunia pertukangan kayu selama kurang lebih 47 tahun. Memulai profesinya sejak usia 17 tahun, ia telah melewati berbagai tren furnitur, namun kualitas buatannya tetap menjadi primadona bagi pelanggan setianya. (1/3/2026).
Dedikasi dan Ketelitian Manual
Berbeda dengan pabrikan besar yang menggunakan mesin otomatis serba digital, Pak Robi masih setia menggunakan Gergaji Belah Manual. Menurutnya, sentuhan tangan manual memberikan detail yang lebih presisi, terutama saat ia mengerjakan pesanan yang tengah digarapnya saat ini: pintu-pintu lemari pesanan warga sekitar.
“Kualitas itu ada di ketelitian,” ungkapnya singkat sembari menghaluskan permukaan kayu.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Daftar Harga dan Material
Pak Robi sangat transparan mengenai biaya. Ia menekankan bahwa harga sangat bergantung pada jenis bahan yang diinginkan pembeli. Kayu jati tetap menjadi kasta tertinggi karena ketahanannya, namun ia juga menyediakan opsi ekonomis bagi pelanggan.
Berikut adalah estimasi harga di bengkel Pak Robi:
Produk Jenis Bahan Estimasi Harga
Pintu Rumah Kayu Jati ± Rp2.000.000
Pintu Rumah Triplek / Kayu Mahoni Rp700.000 – Rp800.000
Lemari Anak (2 Pintu) Standar Menyesuaikan bahan
Catatan: Penggunaan kayu jati akan memberikan hasil yang jauh lebih kokoh dan artistik, meski harganya lebih tinggi dibandingkan material mahoni atau triplek.
Panduan Menuju Lokasi
Bagi Anda yang ingin memesan kusen, pintu, atau lemari kustom langsung ke tangan ahlinya, bengkel Pak Robi cukup mudah ditemukan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Terletak di RT 02 RW 01 Desa Pangabean, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal , mempunyai langganan sampai ke Brebes ,arah sebelah timur Limbangan. Ambil arah ke Kantor Kejaksaan menuju utara. Sebelum mencapai masjid besar, ujarnya.
GROBOGAN, JATENG, DN-II Praktik penambangan Galian C yang diduga ilegal di Desa Dokoro, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, kian meresahkan. Tak hanya merusak lingkungan, aktivitas ini kini disinyalir telah merambah pada upaya pembungkaman pers melalui intimidasi dan intervensi redaksional.
Fenomena “Take Down” Berita: Pelanggaran Kode Etik?
Berdasarkan pantauan lapangan, sejumlah media siber yang sebelumnya vokal menyuarakan aktivitas tambang di Dokoro tiba-tiba menghapus konten berita mereka. Dua di antaranya adalah media wartadinamika.news dan cakawalamerdeka.com yang terpantau menghasilkan tautan kosong (404 Not Found) pada tanggal 28 Februari.
Penghapusan berita tanpa alasan yang jelas ini menjadi sorotan serius. Secara hukum dan etika, pencabutan berita telah diatur secara ketat:
Pedoman Media Siber (Peraturan Dewan Pers No. 1/2012): Pada poin 5 ditegaskan bahwa berita yang telah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan intervensi pihak luar, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, atau terbukti berita bohong.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pasal 10 Kode Etik Jurnalistik (KEJ): Mewajibkan wartawan segera meralat atau mencabut berita yang keliru disertai permintaan maaf kepada pembaca. Penghapusan sepihak tanpa penjelasan transparan mencederai fungsi kontrol sosial pers.
Intimidasi dan Ancaman Kekerasan
Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya dugaan pengancaman fisik terhadap awak media luar daerah yang mencoba meliput di lokasi. Oknum pemilik tambang berinisial F diduga melakukan provokasi terhadap warga dan kelompok tertentu untuk melakukan penganiayaan terhadap wartawan yang tidak “sejalan”.
Tindakan menghalang-halangi tugas jurnalistik merupakan pelanggaran pidana berat sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers:
“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00.”
Dilema Penegakan Hukum: Delik Biasa Bukan Aduan
Kapolres Grobogan melalui pesan singkat sempat mengarahkan warga untuk melapor. Namun, warga mengaku skeptis lantaran adanya trauma terhadap teror yang menimpa pelapor di masa lalu. Warga menganggap penutupan tambang selama ini hanyalah formalitas belaka.
Perlu ditegaskan bahwa penambangan tanpa izin (IUP) adalah Delik Biasa, bukan delik aduan. Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), aparat penegak hukum memiliki kewenangan penuh untuk menindak tanpa menunggu laporan masyarakat karena berdampak langsung pada kerugian negara dan kerusakan ekologi.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di lokasi diduga masih berlangsung. Publik menanti keberanian aparat penegak hukum (APH) untuk menindak tegas mafia tambang dan oknum di baliknya, guna menjamin keamanan warga serta kebebasan pers di Kabupaten Grobogan.
Tim Redaksi/Bawi, Jemu
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Komitmen TNI dalam membangun desa kembali terlihat dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0713/Brebes. Danrem 071/Wijayakusuma selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP) Kolonel Inf Lukman Hakim, S.I.P., M.I.P. Turun langsung meninjau perkembangan pelaksanaan TMMD di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Minggu (1/3/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S. Hub.Int, Kadispermades Kabupaten Brebes, Kasiter Korem 071/Wijayakusuma, Forkopimcam Banjarharjo dan Kepala Desa Cikuya.
Dengan mengenakan seragam loreng dan sepatu boots, Danrem dan rombongan menyusuri lokasi pembangunan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai target.
Peninjauan ini menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program seremonial, melainkan wujud nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam membangun daerah.
Di lokasi, terlihat pembangunan infrastruktur yang menjadi sasaran fisik TMMD terus menunjukkan progres signifikan mulai dari pengecoran jalan sepanjang 1.500 meter, pembangunan RTLH dan Program TNI Manunggal Air Bersih, Kehadiran pimpinan TNI di tengah medan pekerjaan menjadi suntikan semangat tersendiri bagi personel Satgas maupun warga yang terlibat gotong royong.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim menegaskan bahwa TMMD Ke-127 merupakan program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kepedulian. Kami ingin memastikan setiap pekerjaan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Cikuya,” ujar Kolonel Lukman Hakim.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci sukses program tersebut. Menurutnya, kemanunggalan TNI dan rakyat adalah kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan di wilayah.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Ke-127 yang juga Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan seluruh sumber daya agar pekerjaan selesai tepat waktu.
“Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik sesuai jadwal. Satgas maupun masyarakat bekerja maksimal setiap hari. Semangat gotong royong di Desa Cikuya luar biasa dan menjadi energi besar bagi kami,” ungkap Letkol Ambariyantomo.
Ia juga memastikan bahwa kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama, sehingga hasil pembangunan benar-benar kokoh dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Kehadiran Danrem 071/Wijayakusuma beserta rombongan di lapangan tidak hanya menjadi bentuk pengawasan, tetapi juga motivasi langsung bagi prajurit dan warga. Interaksi hangat yang terjalin mencerminkan hubungan erat antara TNI dan masyarakat.
Program TMMD Ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya diharapkan mampu meningkatkan akses, kesejahteraan, serta memperkuat kebersamaan warga. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD menjadi simbol bahwa negara hadir hingga ke pelosok desa.(Rio/Dika)
BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tengah intensif menggodok Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Fokus utama dalam pembahasan ini adalah penyelarasan data Lahan Sawah Dilindungi (LSD) guna menjaga ketahanan pangan nasional.
Pembahasan ini merujuk pada regulasi terbaru, termasuk SK Kemendagri No. 300/2025 mengenai luas wilayah Kabupaten Brebes, serta koordinasi lintas sektoral dengan Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Pertanian.
Perlindungan Sentra Bawang Merah Nasional
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, Kabupaten Brebes merupakan sentra utama bawang merah nasional dengan luas panen mencapai 32.509 hektare. Untuk menjaga produktivitas tersebut, kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) diintegrasikan ke dalam RTRW sebagai payung hukum perlindungan lahan.
Anggota Pansus RTRW DPRD Brebes, Tobidin, menjelaskan bahwa saat ini proses pembahasan masih berada pada tahap substansi global mengenai pola ruang kabupaten.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami masih membahas substansi secara global untuk wilayah Kabupaten Brebes. Pembahasan belum masuk ke detail per item kegiatan ruang, baik itu LP2B, LSD, maupun Lahan Baku Sawah (LBS),” ujar Tobidin melalui pesan singkat, Minggu (1/3/2026).
Ia menegaskan bahwa RTRW bukan sekadar dokumen administratif, melainkan komitmen jangka panjang. “RTRW adalah pedoman arah pembangunan. Lahan pertanian yang telah ditetapkan harus benar-benar terlindungi agar tercipta keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan,” tambahnya.
Menunggu Pemutakhiran Data
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, S.Pt., M.Pt., menyatakan bahwa angka pasti luasan lahan masih dalam tahap finalisasi.
“Saat ini masih proses penyusunan RTRW yang baru. Kami belum bisa menyampaikan luasan secara detail karena data RTRW yang up-to-date masih dalam proses pemutakhiran,” jelas Hendri.
Sorotan Masyarakat Terhadap Alih Fungsi Lahan
Di sisi lain, proses revisi RTRW ini juga mendapat kawalan ketat dari masyarakat. Joe Hardian (atau yang akrab disapa Satria Pinayungan), telah menyampaikan aduan kepada Pemda Brebes terkait adanya dugaan pelanggaran tata ruang pada sejumlah objek wisata (OW).
Beberapa poin yang disoroti antara lain:
OW Walicug Park: Diduga berdiri di atas murni lahan sawah dilindungi.
OW Teras Padi: Sebagian wilayahnya disinyalir masuk dalam zona lahan hijau.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
OW Pasir Gibuk: Sebagian menempati lahan LSD dan sebagian lainnya lahan pertanian kering.
Aduan masyarakat ini menjadi tantangan bagi tim penyusun RTRW untuk memastikan bahwa implementasi di lapangan selaras dengan regulasi yang sedang digarap, guna menghindari alih fungsi lahan produktif yang kian masif.
Reporter: Teguh
Cilacap, Detik Nasional – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan Tarawih dan Silaturahim Ramadhan (Tarhim) di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dayeuhluhur. Kegiatan berlangsung di SMP Muhammadiyah 1 Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Sabtu (28/2/2026).
Agenda tersebut dihadiri jajaran PDM Kabupaten Cilacap, Pemuda Muhammadiyah Cilacap, pimpinan cabang setempat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta para pengurus dan tamu undangan.
Sebagai bagian dari kepedulian sosial, panitia menyerahkan santunan kepada 35 anak yatim dan dhuafa. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah di Masjid Al-Hikmah Dayeuhluhur.

“Pada hari ini PDM Kabupaten Cilacap melaksanakan tiga kegiatan Tarhim di sejumlah cabang, salah satunya di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dayeuhluhur dengan agenda yang sama, yakni Tarhim bersama cabang dan ‘Aisyiyah,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, dalam kesempatan tersebut pihaknya juga memaparkan berbagai program PDM serta mengevaluasi program yang belum terlaksana di tingkat cabang, termasuk Program SatuMu. Evaluasi itu dilakukan agar pelaksanaan program lebih terkoordinasi dan efektif, baik dalam bidang sosial maupun ekonomi.
Sementara itu, Camat Dayeuhluhur, Eman Suherman, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tarhim tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan dorongan moral dan spiritual bagi masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah di Dayeuhluhur.
“Alhamdulillah, masyarakat Kecamatan Dayeuhluhur dapat dikunjungi melalui kegiatan Tarhim dari PDM Kabupaten Cilacap. Ini sangat kami harapkan, adanya dorongan, motivasi, bahkan bantuan nyata,” katanya.
Ia berharap santunan yang diberikan benar-benar memberi manfaat bagi penerima serta dapat memperkuat iman dan takwa masyarakat. Menurutnya, kegiatan Tarhim juga berdampak positif bagi generasi muda karena mendorong anak-anak dan remaja mengisi waktu Ramadhan dengan aktivitas yang lebih bermanfaat.
“Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak yang biasanya menunggu waktu berbuka dengan aktivitas kurang bermanfaat kini ikut mengaji dan terlibat dalam kegiatan positif,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, PDM Kabupaten Cilacap menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi organisasi, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kehidupan keagamaan masyarakat yang lebih baik di wilayah Kabupaten Cilacap, pungkas Camat Dayeuhluhur.
Reporter: Dani
Brebes, DN-II Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes menggelar acara Korps Raport Penerimaan Perwira Baru yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int. di Aula Makodim, Jl. Jenderal Sudirman No. 107, Brebes. Sabtu (28/02/2026).
Acara tradisi satuan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan bagi personel baru yang akan memperkuat jajaran perwira di lingkungan Kodim 0713/Brebes. Hadir dalam kegiatan tersebut para Perwira Staf, Danramil jajaran, perwakilan Bintara dan Tamtama, serta Ketua beserta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Brebes.
Dalam amanatnya, Dandim 0713/Brebes menyampaikan bahwa mutasi atau perpindahan jabatan di lingkungan TNI AD merupakan hal yang lumrah guna penyegaran organisasi dan pengembangan karier personel.
“Selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar Kodim 0713/Brebes. Segera pelajari situasi dan kondisi wilayah, jalin koordinasi yang baik dengan instansi terkait, serta berikan dedikasi terbaik demi mendukung tugas pokok satuan,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menekankan pentingnya peran perwira sebagai motor penggerak di satuan maupun di tengah masyarakat. Perwira baru diharapkan mampu membawa inovasi dan semangat baru dalam menjalankan program kerja Kodim, khususnya dalam program pemberdayaan wilayah dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditandai dengan laporan resmi dari perwira baru kepada Dandim, dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama.
Adapun perwira baru Kapten Inf Riswanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kaur Bingarjas Sigarjas Jasdam IV/Dip menjabat Danramil 07/Bulakamba dan Kapten Infanteri Endri Marjiono yang sebelumnya menjabat Pasipers Yonif TP 804/DBAY Kodam XVII/Cendrawasih menjadi Pasipers Kodim 0713/Brebes.
Kemudian 2 Perwira yang mutasi diantaranya Kapten Arhanud Suryadi, S.H. Pasiter Kodim 0713/Brebes menduduki jabatan baru Danramil 06/Kersana. dan Kapten Infanteri M. Tuteng Aryolona P., sebelumnya Danramil 07/Bulakamba menduduki Danramil 13/Salem.
Dengan bertambahnya personel perwira ini, diharapkan kinerja Kodim 0713/Brebes dalam mengawal kedaulatan dan membantu kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Brebes semakin maksimal. (Rio/Utsm)
Brebes, DN-II Kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditunjukkan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Kali ini, personel dari TNI AL (Lanal Tegal) yang tergabung dalam Satgas TMMD bahu-membahu melaksanakan tahap pengecatan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Caski di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Jum’at (27/02/2026).
Pengerjaan rumah Ibu Caski yang sebelumnya telah melewati tahap renovasi struktur dan pemasangan atap, kini memasuki tahap finishing berupa pengecatan dinding untuk memberikan suasana hunian yang lebih layak dan nyaman.
Lettu Laut (S) Tarwidi PgS Danposal Kluwut Brebes melalui Babinpotmar Serda Amsori, perwakilan dari Lanal Tegal Pos Kluwut, menyatakan kebanggaannya dapat berkontribusi langsung dalam membantu masyarakat Brebes melalui matra laut.
“Kami dari TNI AL berkomitmen penuh menyukseskan TMMD ke-127 ini. Pengecatan rumah Bu Caski ini adalah sentuhan akhir agar rumah ini tidak hanya kokoh secara bangunan, tetapi juga indah dipandang. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk rakyat,” ujar Serda Amsori di lokasi pengerjaan.
Apresiasi senada juga datang dari Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod. Beliau mengaku sangat terkesan dengan kerja cepat dan kerapian yang ditunjukkan oleh para prajurit, termasuk dari unsur TNI AL.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Saya mewakili warga, khususnya Ibu Caski, sangat berterima kasih. Melihat Bapak-bapak dari TNI AL begitu telaten mengecat dan merapikan rumah warga kami adalah pemandangan yang luar biasa. Sinergi ini benar-benar mengubah wajah desa kami menjadi lebih baik,” ungkap Kades Sekod.
Program bedah rumah milik Ibu Caski merupakan satu dari sekian banyak sasaran fisik TMMD ke-127 yang bertujuan meningkatkan standar hidup masyarakat di wilayah terpencil agar memiliki hunian yang sehat dan layak. (Rio/Utsm).
Brebes, DN-II Terik matahari di bulan Ramadan tidak menyurutkan semangat baja para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Di lokasi pembangunan jalan rabat beton Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, sosok Serda Cakra Buana, anggota Satgas dari Yonif 406/Chandra Kusuma, menjadi pusat perhatian karena totalitasnya meski tengah menjalankan ibadah puasa. Jum’at (27/02/2026).
Di tengah deru mesin molen dan debu material, Serda Cakra nampak cekatan meratakan adukan semen untuk jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut. Sesekali ia berhenti sejenak hanya untuk mengusap keringat yang bercucuran deras di wajahnya dengan lengan baju lorengnya yang sudah basah, lalu segera kembali memegang sekop tanpa menunjukkan rasa lelah.
“Puasa adalah kewajiban, tapi membangun akses jalan untuk warga juga tugas suci. Keringat ini tidak sebanding dengan kebahagiaan warga jika nanti jalan ini sudah halus,” ungkap Serda Cakra singkat di sela pekerjaannya.
Kegigihan Serda Cakra dan rekan-rekan dari Yonif 406/CK ini mendapat apresiasi luar biasa dari Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod. Ia mengaku kagum sekaligus terharu melihat para prajurit yang tetap bekerja berat di bawah sengatan matahari tanpa membatalkan puasanya.
“Saya benar-benar kagum dengan disiplin dan ketangguhan Serda Cakra serta seluruh anggota Satgas. Bayangkan saja, dalam keadaan haus dan lapar karena berpuasa, mereka masih sanggup melakukan pekerjaan kasar seperti ini. Semangat mereka menjadi motivasi bagi warga kami untuk ikut gotong royong,” ujar Kades Sekod dengan nada bangga.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Desa menambahkan bahwa kehadiran TNI di desanya tidak hanya membawa perubahan fisik melalui jalan yang kini mulai mulus, tetapi juga memberikan teladan moral tentang arti pengabdian dan keteguhan iman.
Sinergi antara ketangguhan fisik prajurit Yonif 406/CK dan dukungan spiritual di bulan Ramadan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian target TMMD ke-127 Kodim 0713/Brebes sebelum hari raya tiba.(Rio/Utsm)
Brebes, DN-II Keberhasilan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak lepas dari dedikasi para prajurit yang terjun langsung di lapangan. Salah satu sosok yang menjadi motor penggerak di sektor pembangunan infrastruktur adalah Serda Dian Rilo Pambudi. Jum’at (27/02/2026).
Prajurit yang menjabat sebagai Danru 1 Pleton 3 Yonif 406/Chandra Kusuma ini menunjukkan profesionalisme dan semangat luar biasa dalam memimpin anggotanya. Bersama rakyat Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, ia fokus mengawal pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,5 kilometer yang menjadi sasaran utama fisik TMMD kali ini.
Sebagai komandan regu, Serda Dian tidak hanya memberikan instruksi, tetapi turun langsung memegang sekop dan mengatur distribusi material di medan yang terjal. Baginya, tugas di lokasi TMMD adalah bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Sebagai bagian dari Yonif 406/Chandra Kusuma, kami merasa bangga bisa membantu warga Desa Cikuya. Meski medan di sini cukup menantang dengan tanjakan dan kondisi tanah yang labil, itu tidak menyurutkan semangat kami untuk menyelesaikan target jalan tepat waktu,” ujar Serda Dian di sela-sela pengerjaan talud jalan.
Keaktifan Serda Dian Rilo Pambudi di lokasi pengerjaan seringkali menjadi penyemangat bagi warga setempat. Kedekatannya dengan masyarakat mencerminkan kemanunggalan TNI yang kuat, di mana prajurit Yonif 406/CK ini kerap terlihat bercengkerama dengan warga saat jam istirahat, mendengarkan aspirasi mereka sambil memantau progres fisik di lapangan.
Kehadiran personel dari Yonif 406/Chandra Kusuma di bawah kendali Kodim 0713/Brebes ini memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan, mulai dari pengecoran jalan hingga pembangunan fasilitas sanitasi, berjalan sesuai standar kualitas yang diharapkan demi kesejahteraan jangka panjang warga Desa Cikuya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.Hub.Int., memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan profesionalisme personel Yonif 406/Candra Kusuma (CK) yang diperbantukan (BKO) di Desa Cikuya.
“Kehadiran pasukan dari Yonif 406/CK dinilai sangat krusial dalam memastikan seluruh program sasaran fisik dan non-fisik di Desa Cikuya dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang maksimal”. Tutur Dansatgas. (Rio/Utsm)
BREBES, DN-II Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mulai mematangkan kesiapan program pelayanan mudik unggulan bertajuk “Valet and Ride”. Rapat koordinasi teknis ini digelar di Aula Rupatama Tantya Sudhirajati Polres Brebes, Jumat (27/02/2026) siang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda, didampingi Dir Samapta Polda Jateng Kombes Pol Dr. Risto Samodra, serta Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah. Turut hadir para Kapolres, Kabag Ops, dan Kasat Lantas sejajaran Eks-Wilayah Pekalongan.
Dalam sambutannya, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah titik pusat (check point) program ini. KapolresBrebes menegaskan bahwa Valet and Ride merupakan program prioritas dan unggulan Polda Jateng yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pemudik sekaligus meningkatkan citra Polri.
“Kami mohon dukungan dari seluruh jajaran di Eks-Wilayah Pekalongan untuk bersama-sama mensukseskan program ini agar pelaksanaannya lebih maksimal dibanding tahun sebelumnya,” ujar AKBP Lilik.
Kasat Lantas Polres Brebes dalam paparannya menjelaskan bahwa program ini direncanakan berlangsung pada 13 hingga 19 Maret 2026. Lokasi pusat kegiatan diputuskan tetap berada di Nasmoco Brebes karena fasilitasnya yang sangat memadai, termasuk ketersediaan helly pad dan area parkir yang luas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tahun ini, Polri menargetkan kuota sebanyak 1.447 pemudik dan 1.078 sepeda motor. Skema keberangkatan dibagi menjadi tiga gelombang setiap harinya, yakni pukul 10.00 WIB, 13.00 WIB, dan 16.00 WIB, dengan mengerahkan armada bus dan truk towing (pengangkut motor) dari masing-masing Polres jajaran.
Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda memberikan arahan tegas agar kekurangan pada tahun lalu, terutama dalam hal penjaringan pemudik di titik-titik krusial seperti Simpang Jalingkut Wanasari, segera diperbaiki.
“Sosialisasi harus digencarkan, baik melalui pemasangan spanduk di jalur mudik maupun media sosial. Kita ingin tahun ini lebih optimal. Program ini adalah ‘daya ungkit’ kita untuk meraih kepercayaan publik,” tegas Kombes Pol Basya.
Karo Ops juga berencana melakukan pengecekan langsung di lapangan pada H-3 sebelum pelaksanaan.
Senada dengan hal tersebut, Dir Samapta Polda Jateng Kombes Pol Dr. Risto Samodra menambahkan pentingnya keseragaman atribut dan visualisasi kendaraan. “Desain spanduk, backdrop, hingga branding pada truk towing harus seragam dan menonjolkan identitas Polri agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran polisi,” tambahnya.
Kegiatan rapat koordinasi yang berlangsung selama satu jam tersebut menandai dimulainya kesiapan intensif Polri dalam mengawal arus mudik Idul Fitri 1447 H di wilayah Jawa Tengah. (Red/Hms)
