BATANG, DN-II Praktek penggelembungan atau pemalsuan identitas kependudukan kembali memicu sorotan tajam di Kabupaten Batang. Kali ini, dugaan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda yang melibatkan seorang direktur perusahaan swasta tak sekadar menjadi urusan kejahatan administrasi biasa, melainkan merembet hingga ke jajaran pejabat teras Pemerintah Kabupaten Batang. (14/8/2026).
Kasus yang menyeret nama Shoraya Lolyta Octaviana, Direktur PT Indoraya Multi Internasional (PT IMI), kini resmi memasuki babak baru. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Batang mengonfirmasi bahwa proses pemeriksaan terhadap pejabat publik yang terseret dalam pusaran data ini telah berjalan.
Sengketa Bisnis yang Membuka “Kotak Pandora”
Terbongkarnya kasus ini bukan berawal dari sidak pemerintah, melainkan dari sengketa hukum yang ditangani Kantor Hukum ADVOKASI.ID. Saat mendampingi kliennya, Dani Purwanti dan Retno Setyowati, terkait persoalan hukum dengan PT IMI, tim advokat justru menemukan kejanggalan fatal pada dokumen kependudukan sang direktur, Shoraya Lolyta Octaviana.
Shoraya terindikasi kuat memiliki dua NIK aktif. Namun, yang paling menohok dan memicu tanda tanya besar publik adalah temuan pada salah satu data NIK tersebut: mencantumkan Budhi Santoso dan Puji Utami sebagai orang tua kandung Shoraya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Budhi Santoso bukanlah orang biasa ia merupakan pejabat eselon II yang kini aktif menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang. Sementara Puji Utami adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di SMP Negeri 8 Batang.
Tak berhenti di situ, penelusuran pelapor juga mendapati fakta bahwa Shoraya memang pernah tinggal di kediaman Budhi dan Puji semasa sekolah. Temuan ini langsung memicu spekulasi mendalam mengenai keabsahan dokumen negara dan dugaan manipulasi data kependudukan yang melibatkan aparatur sipil negara.
BKPSDM Janji Periksa: Uji Nyali Pemkab Usut Pejabat Sendiri
Menanggapi laporan resmi yang dilayangkan sejak 24 Juni 2026, BKPSDM Kabupaten Batang akhirnya memberikan kepastian. Pada Jumat (14/8/2026), Kabid Penilaian dan Evaluasi Kinerja BKPSDM Kabupaten Batang, Tati Gondo Wartono, menegaskan bahwa laporan tersebut tidak diendapkan dan telah masuk ke tahap pemeriksaan teknis.
Mengingat Budhi Santoso menduduki jabatan struktural eselon II, mekanisme pemeriksaan disiplin ASN merujuk pada PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS dan Peraturan BKN No. 6 Tahun 2022. Dengan demikian, pemeriksaan dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang selaku atasan langsung.
Pemeriksaan ini menjadi ujian krusial bagi transparansi Pemkab Batang. Pasalnya, sesuai aturan kepegawaian, dugaan pelanggaran disiplin PNS bersifat non-delik aduan artinya, begitu fakta manipulasi atau kejanggalan menyeruak, atasan wajib mengusutnya secara tuntas tanpa dalih menunggu laporan masyarakat.
Pelapor: Bukti Sudah Diserah, Jangan Main-Main!
Pihak pelapor menekankan bahwa langkah membawa persoalan ini ke ranah hukum dan disiplin kepegawaian adalah untuk menuntut akuntabilitas negara, bukan mendahului proses hukum.
”Yang kami persoalkan adalah fakta dan dokumen keberadaan dua NIK atas nama Shoraya, di mana salah satunya mencantumkan nama pejabat publik sebagai orang tua kandung. Kami tidak mengambil kesimpulan sendiri, makanya fakta ini kami serahkan ke instansi berwenang. Publik berhak tahu bagaimana data itu bisa muncul, siapa yang mengajukan, dan atas dasar dokumen apa pencatatan itu dilakukan,” tegas Donni Taufiq dari Kantor Hukum ADVOKASI.ID.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kini, bola panas ada di tangan Pj. Sekda dan Pemkab Batang. Publik menunggu, apakah pemeriksaan ini akan membongkar benang kusut dugaan pencatatan data sipil secara transparan, atau sekadar menjadi formalitas peredam kegaduhan di atas kertas.
(Redaksi/Tim)
BANJARNEGARA, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Banjarnegara resmi ditutup. Penutupan menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr.(Han)., selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro pada upacara penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026) di Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kab. Banjarnegara.
Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para kepala daerah, personel TNI-Polri, jajaran pemerintah, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan, kerja keras, dan kebersamaan selama pelaksanaan TMMD.
“Terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wali Kota, personel TNI-Polri, dan segenap masyarakat atas sinergi, kerja keras dan kebersamaan yang terjalin erat selama satu bulan penuh sehingga seluruh rangkaian kegiatan TMMD ini dapat diselesaikan dengan sukses,” demikian amanat Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakan Danrem 071/Wijayakusuma.
Pangdam menegaskan, pelaksanaan TMMD sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.”
Tema tersebut, lanjutnya, menegaskan pentingnya membangun desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Desa dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi, merawat kehidupan sosial, sekaligus menjaga budaya masyarakat.
“Karena itu, pembangunan yang merata di desa akan memperkokoh kedaulatan NKRI,” tegasnya.
_Bangun Infrastruktur, Hadirkan Manfaat Nyata_
TMMD merupakan program kerja sama terpadu dan berkelanjutan antara TNI, Polri, kementerian/lembaga pemerintah, nonkementerian, serta pemerintah daerah. Program tersebut memadukan langkah masing-masing instansi untuk mempercepat pembangunan di daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung aspek pertahanan.
Sasaran TMMD difokuskan terutama pada daerah pedesaan, kawasan tertinggal atau miskin, wilayah terisolasi atau terpencil, perbatasan, kawasan kumuh perkotaan, hingga lokasi yang terdampak bencana.
Dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-129, Kodam IV/Diponegoro menggelar kegiatan di empat wilayah, yakni Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Semarang. Secara serentak, seluruh Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro juga melaksanakan TMMD Sengkuyung Tahap III di wilayah masing-masing.
Pangdam memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelesaian 100 persen berbagai sasaran fisik yang penting bagi masyarakat. Di antaranya pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta jembatan, pembangunan Pos Kamling, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga penyediaan fasilitas air bersih melalui sumur bor dan sanitasi.
Berbagai pembangunan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai infrastruktur semata, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan taraf hidup, kesehatan, mobilitas, dan kesejahteraan masyarakat desa.
Tak Hanya Bangun Fisik, TMMD Sentuh Kehidupan Warga
TMMD juga menyasar pembangunan nonfisik. Penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, pencegahan stunting, pasar murah dan pembagian sembako, hingga pelayanan kesehatan gratis menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Seluruh program tersebut dirancang untuk membentuk masyarakat desa yang cerdas, tangguh, mandiri, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.
Program TMMD turut diperkuat melalui implementasi nyata Program Unggulan Kasad, meliputi pembangunan TNI AD Manunggal Air Bersih sebanyak lima unit, pengembangan ketahanan pangan seluas satu hektare, rehabilitasi RTLH sebanyak 13 unit, pembangunan MCK sebanyak lima unit, percepatan penurunan angka stunting, serta aksi nyata penanaman pohon dan pembersihan lingkungan fasilitas umum maupun sosial.
Pangdam berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dicapai dapat memberikan manfaat nyata dan dirawat bersama oleh masyarakat.
“Saya menitipkan pesan agar apa yang telah kita bangun bersama ini dapat dipelihara dan dirawat sehingga memiliki masa pakai yang panjang,” pesannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penutupan TMMD Reguler ke-129 bukan sekadar berakhirnya satu rangkaian kegiatan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan desa membutuhkan kebersamaan dan kepedulian semua pihak.
Dari desa, sinergi itu tumbuh. Dari kebersamaan, pembangunan bergerak. Dan dari hasil pembangunan yang dirawat bersama, kesejahteraan masyarakat diharapkan terus tumbuh menuju Indonesia yang semakin kuat dan berdaulat.
Slawi, DN-II Polres Tegal menerima kunjungan 10 Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun 2026 sekaligus menjadi lokasi pembukaan Management Training Course (MTC) Level III, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tantya Sudhirajati Polres Tegal tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan dan pengembangan kompetensi calon pemimpin Polri. Melalui kegiatan ini, para Serdik mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung dinamika kepemimpinan, manajemen organisasi serta pelaksanaan tugas kepolisian di tingkat kewilayahan.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menyambut langsung kehadiran para peserta didik bersama jajaran PJU dan Kapolsek Polres Tegal.
Dalam sambutannya, Kapolres Tegal menyampaikan bahwa Polres Tegal menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian penting dalam membentuk calon pemimpin Polri yang profesional, berintegritas dan mampu menghadapi perkembangan tantangan tugas.
“Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari proses pendidikan dan pembentukan calon pemimpin Polri yang memiliki kompetensi, integritas serta kemampuan kepemimpinan yang profesional. Kami berharap para peserta didik dapat memperoleh gambaran secara langsung mengenai dinamika pelaksanaan tugas kepolisian di kewilayahan,” ujar AKBP Bayu Prasetyo.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan pendalaman melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan unsur internal Polri maupun pihak eksternal. Para Serdik berinteraksi langsung dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk menggali berbagai pengalaman dan perspektif terkait persoalan yang dihadapi di lapangan.
Dari unsur eksternal, FGD melibatkan perwakilan Bhabinsa Koramil Slawi, Dinas Pertanian, Bulog Slawi, tokoh masyarakat, BUMDes dan Gapoktan. Sementara dari internal Polri, hadir Kapolsek Slawi, Kapolsek Dukuhwaru, Kapolsek Lebaksiu, Kapolsek Pagerbarang dan Kapolsek Pangkah.
Paping Serdik Sespimmen Polri Kombes Pol Sucahyo Hadi, S.I.K., M.H. mengapresiasi dukungan Polres Tegal dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, studi lingkungan menjadi kesempatan bagi para Serdik untuk memperkaya pengalaman dan memahami penerapan kepemimpinan secara langsung.
“Gunakan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya. Amati, analisis dan pahami setiap permasalahan yang dihadapi satuan kewilayahan. Jadikan setiap pengalaman sebagai bahan pembelajaran untuk menjadi pemimpin Polri yang mampu menjawab tantangan tugas di masa depan,” pesan Kombes Pol Sucahyo Hadi. 
Ia juga menekankan bahwa seorang pemimpin Polri tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi harus mampu menjadi teladan, membangun kepercayaan anggota, memberikan solusi serta menggerakkan organisasi secara efektif dan profesional.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Tegal tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran bagi para Serdik, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara peserta didik, personel Polri dan berbagai unsur masyarakat dalam memahami dinamika pelayanan serta pengelolaan kamtibmas di wilayah. ( S. Bimantoro )
Kota Tegal, DN-II Basah-basahan saat estafet air, berguling dalam lomba estafet sarung hingga berjibaku mengiring bola. Pemandangan tersebut mewarnai halaman Mapolres Tegal Kota, Jumat (14/8/2026).
Bukan dalam kegiatan kedinasan, suasana tersebut terjadi saat jajaran Polres Tegal Kota menggelar berbagai lomba tradisional untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Menariknya, lomba tidak hanya diikuti anggota. Para pejabat utama dan Kapolsek jajaran turut turun langsung bertanding bersama personel dari berbagai bagian, satuan fungsi, seksi dan Polsek jajaran.
Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat kebangsaan, kebersamaan dan kekompakan seluruh personel.
“Yang paling penting adalah bagaimana melalui kegiatan ini kita bisa membangun semangat kebangsaan, kekompakan dan kebersamaan seluruh anggota. Sehingga seluruh personel semakin solid dan memiliki semangat yang sama dalam melaksanakan tugas,” ujar AKBP Heru Antariksa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai permainan yang dilombakan juga dapat melatih sejumlah kemampuan yang dibutuhkan anggota Polri dalam menjalankan tugas.
“Di dalam setiap permainan ada nilai kekompakan, kedisiplinan, kejelian dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut tentunya juga sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kita sehari-hari sebagai anggota Polri,” katanya.
Sejumlah lomba digelar, di antaranya makan kerupuk, estafet air, estafet sarung serta mengiring bola menggunakan botol. Setiap permainan dilakukan secara individu maupun kelompok dengan mengandalkan kecepatan, konsentrasi, ketepatan dan kekompakan.
Pada estafet air, peserta memindahkan air secara berantai. Sementara estafet sarung dan mengiring bola menggunakan botol membutuhkan koordinasi serta ketepatan untuk mencapai titik yang telah ditentukan.
Kapolres berharap kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Harapannya, kebersamaan dan kekompakan ini terus terbawa dalam pelaksanaan tugas, sehingga kita semakin solid dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” pungkasnya. ( S. Bimantoro )
Cilacap, Detik Nasional – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, resmi ditutup, Kamis (13/8/2026).
Upacara penutupan berlangsung di lapangan Desa Bingkeng dan dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0703/Cilacap Letkol Inf. Aryudha Sakti selaku Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap III.
Dalam amanatnya, Letkol Inf. Aryudha Sakti menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III yang dimulai sejak 15 Juli 2026 telah diselesaikan secara keseluruhan dengan capaian 100 persen. Program tersebut mencakup sasaran pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program TMMD.
“Dengan semangat kebersamaan, seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan sehingga hasilnya bisa langsung dimanfaatkan masyarakat Desa Bingkeng,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.


Untuk sasaran fisik pokok, TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bingkeng meliputi pembangunan perkerasan jalan dengan volume panjang 800 meter, lebar 4 meter, dan tebal 0,30 meter. Selanjutnya, pembangunan talud sepanjang 120 meter dengan lebar 30 sentimeter dan tinggi 1,5 meter, serta pembangunan satu unit jembatan dengan panjang 7,2 meter dan lebar 4 meter.
Selain sasaran fisik pokok, terdapat sasaran fisik tambahan berupa rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui dukungan CSR Baznas serta kegiatan penanaman sebanyak 1.000 pohon.
Sementara itu, sasaran nonfisik meliputi pelayanan KB gratis dan pemberian suvenir, pengobatan gratis, pembuatan akta kelahiran dan akta kematian dengan NIK, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), perpustakaan keliling, serta pelayanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Kegiatan lainnya berupa pelatihan ketahanan dan keamanan lingkungan (Linmas), kewirausahaan bagi wirausaha baru, tata boga, inovasi pengolahan pakan ternak alternatif untuk kambing, serta pelatihan budidaya ikan yang baik dan benar.
Dandim menjelaskan, pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bingkeng didukung anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp246 juta dan APBD Kabupaten Cilacap sebesar Rp500 juta. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp746 juta.
Ia berharap berbagai hasil pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi pada jalan usaha tani dan mendukung peningkatan taraf hidup warga Desa Bingkeng.
“Diharapkan pembangunan melalui kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III ini dapat melancarkan arus transportasi jalan usaha tani serta meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Dandim.
Upacara penutupan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Cilacap Bintang Dwi Cahyono, jajaran Forkopimda Cilacap, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimcam Dayeuhluhur, perwakilan BUMD, BUMN, pihak swasta, LSM, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat setempat.
Usai upacara penutupan, rombongan melanjutkan peninjauan ke sejumlah lokasi hasil pelaksanaan TMMD, di antaranya pembangunan perkerasan jalan usaha tani, talud, jembatan, dan rehabilitasi RTLH.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan selesainya seluruh sasaran program TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bingkeng diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. (Dani)
Brebes, DN-II Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg-67 Tahun 2026 melaksanakan kegiatan *Management Training Course Level III* melalui studi lingkungan di wilayah hukum Polres Brebes. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Rabu (12/7/2026) mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan studi lingkungan tersebut dilaksanakan dalam rangka pengumpulan data dan informasi terkait pendistribusian pupuk bersubsidi, khususnya bagi kelompok tani di Desa Limbangan. Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta dan melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, perangkat desa, serta para petani.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Kersana AKP Teguh Adi W, Babinsa Koramil 06 Kersana Sertu Solikhin yang mewakili Danramil 06 Kersana, Kepala Desa Limbangan Tulab, PPL Pertanian Rokhman, perangkat Desa Limbangan, serta para petani.
Dalam pelaksanaannya, para peserta didik Sespimmen Polri Dikreg-67 memperkenalkan diri dan melakukan pengumpulan data melalui dialog bersama kelompok tani. Pembahasan difokuskan pada kondisi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Kersana, khususnya Desa Limbangan, termasuk berbagai hal yang berkaitan dengan efektivitas pendistribusian pupuk kepada petani.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain kegiatan pengumpulan data, rangkaian *Management Training Course Level III* juga dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial kepada anggota kelompok tani sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
Plt. Kasi Humas Polres Brebes Iptu Syaiful Hidayat menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana bagi peserta didik Sespimmen Polri untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai kondisi dan permasalahan yang ada di lapangan, sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait.
“Kegiatan studi lingkungan ini menjadi kesempatan bagi peserta didik Sespimmen Polri Dikreg-67 untuk melihat dan memahami secara langsung kondisi masyarakat, khususnya para petani. Pengumpulan data terkait penyaluran pupuk bersubsidi diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan distribusi pupuk di tingkat desa,” ujar Iptu Syaiful Hidayat.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendukung kelancaran program pemerintah di bidang pertanian.
“Polsek Kersana bersama jajaran melaksanakan pendampingan, monitoring, dan pengamanan selama kegiatan berlangsung. Kami juga mengapresiasi respons positif masyarakat dan para petani yang turut aktif memberikan informasi serta mengikuti kegiatan dengan baik,” tambahnya.
Dari kegiatan tersebut, diperoleh berbagai masukan dan informasi dari kelompok tani yang diharapkan dapat menjadi bahan dalam pelaksanaan *Management Training Course Level III*. Pertemuan juga menghasilkan sejumlah masukan terkait upaya mewujudkan penyaluran pupuk bersubsidi yang efektif dan tepat sasaran di wilayah Kersana, khususnya Desa Limbangan.
Para petani juga mendapatkan penyuluhan serta kesempatan menyampaikan berbagai informasi dan kondisi yang mereka hadapi secara langsung.
“Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan terjalin komunikasi dan sinergi yang semakin baik antara peserta didik Sespimmen Polri, jajaran kepolisian, TNI, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pungkasnya . Red
KOTA TEGAL, DN-II Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Debong Kidul, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, resmi ditutup pada Kamis (13/8/2026).
Seluruh sasaran fisik utama berupa pemasangan saluran U-Ditch dan cover sepanjang 123 meter berhasil diselesaikan 100 persen.
Hadir dalam giat tersebut, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kota Tegal, dan tamu undangan.
TMMD Sengkuyung Tahap III tersebut dilaksanakan sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 sebagai upaya membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perwira Pelaksana TMMD Sengkuyung Tahap III, Kapten Inf Jamaluddin Abbas, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan saluran air dilakukan karena sebelumnya terdapat saluran yang belum permanen serta keterbatasan swadaya masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pembangunan tersebut menggunakan U-Ditch dan cover dengan ukuran panjang 1,20 meter, lebar 0,40 meter, dan tinggi 0,50 meter, dengan total panjang mencapai 123 meter.
Selain sasaran fisik, TMMD juga melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik, antara lain sosialisasi TMMD, penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, pencegahan kenakalan remaja serta narkoba, penyuluhan keluarga berencana, kesehatan dan stunting, serta pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut didukung anggaran dari APBD Kota Tegal sebesar Rp231 juta dan APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp57.760.189, dengan total anggaran sekitar Rp288,76 juta.
Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin, yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Komandan Kodim 0712 Letkol INF Rachmat Ferdiantono, disampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah.
“TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa,” merupakan tema TMMD tahun ini yang menegaskan pentingnya pembangunan wilayah sebagai fondasi pembangunan nasional.
Pangdam juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak sehingga berbagai sasaran fisik maupun nonfisik dapat diselesaikan dengan baik. Hasil pembangunan yang telah diwujudkan diharapkan dapat dipelihara dan dirawat bersama agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Lurah Debong Kidul, Erni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD di wilayahnya.
“Alhamdulillah, seluruh kegiatan berjalan dengan lancar. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu masyarakat melalui kegiatan TMMD ini,” ujar Erni.
Ia berharap hasil pembangunan saluran tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi warga Kelurahan Debong Kidul serta dipelihara secara bersama-sama.
Dengan selesainya seluruh sasaran, pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Kelurahan Debong Kidul secara resmi ditutup. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.(* S. Bimantoro )
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Kodim 0713/Brebes secara resmi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan berlangsung khidmat di Desa Telaga Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes, pada Kamis (13/8/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. Dalam amanatnya, Pangdam menekankan bahwa TMMD merupakan wujud sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK), dan Pemerintah Daerah.
Program ini bertujuan mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung aspek pertahanan negara.
“Melalui pembangunan yang berfokus di desa, kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkecil kesenjangan sosial, dan mewujudkan pembangunan yang benar-benar merata,” ujar Pangdam dalam amanatnya yang dibacakan Dandim.
Pangdam juga menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan penyelesaian 100% sasaran fisik dan non-fisik pada TMMD Reguler ke-129 dan TMMD Sengkuyung Tahap III di jajaran Kodam IV/Diponegoro. Ia berpesan agar hasil pembangunan tersebut dipelihara dan dirawat oleh masyarakat agar memiliki masa pakai yang panjang.
Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo melaporkan bahwa seluruh sasaran program TMMD Sengkuyung Tahap III di wilayah Kodim 0713/Brebes telah terselesaikan sepenuhnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Untuk sasaran fisik, pencapaian meliputi perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan desa dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Sedangkan untuk sasaran non-fisik, kami telah melaksanakan berbagai penyuluhan mulai dari wawasan kebangsaan, bela negara, pencegahan stunting, kesehatan masyarakat (Posyandu, PTM), hingga pembinaan kamtibmas dan bahaya narkoba. Semua rangkaian kegiatan ini dirancang untuk membentuk masyarakat yang cerdas, tangguh, dan mandiri,” terang Dandim.
Usai upacara penutupan, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan paket sembako kepada lansia dan warga prasejahtera sebagai bentuk kepedulian sosial TNI. Dandim bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat kemudian meninjau lokasi hasil pembangunan, termasuk pengecoran jalan dan RTLH yang telah direhabilitasi.
Kehadiran TMMD di Kabupaten Brebes diharapkan tidak hanya meninggalkan infrastruktur fisik yang kokoh, tetapi juga menanamkan semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat dalam membangun desanya menuju kesejahteraan yang lebih baik. Red
BREBES, DN-II Sebuah lokasi yang diduga kuat sebagai gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar ilegal ditemukan di Negla Kecamatan Losari wilayah Kabupaten Brebes, Senin (10/8/2026). Di lokasi tersebut, ditemukan puluhan kendaraan yang diduga telah dimodifikasi secara khusus untuk menimbun dan mengangkut solar bersubsidi secara melawan hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, operasional gudang ilegal ini diduga dikendalikan oleh seseorang berinisial AL. Keberadaan tempat penimbunan ini sangat meresahkan masyarakat, terutama para sopir angkutan umum dan nelayan yang kerap kesulitan mendapatkan BBM di SPBU akibat kelangkaan.
Tinjauan Aspek Hukum dan Perundang-Undangan
Praktik penyalahgunaan, pengangkutan, dan penimbunan BBM bersubsidi merupakan tindak pidana berat yang diatur dalam hukum positif Republik Indonesia. Sejumlah regulasi yang menjerat pelaku penimbunan solar subsidi meliputi:
Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas):
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pasal 53: Setiap orang yang melakukan Pengangkutan, Penyimpanan, atau Niaga Migas tanpa izin resmi dipidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.

Pasal 55: Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang: Memperkuat ketentuan pidana dalam sektor migas guna memberikan efek jera bagi pelaku penyelewengan energi bersubsidi yang merugikan keuangan negara dan hak masyarakat kecil.
Kerugian Negara dan Dampak Sosial
Penyalahgunaan solar bersubsidi oleh oknum berinisial AL ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan dampak sistemik di tengah masyarakat:
Kelangkaan di SPBU: Subsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat kurang mampu, petani, serta nelayan justru tersedot oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi.
Bahaya Lingkungan dan Kebakaran: Penyimpanan bahan bakar kimia mudah terbakar di dalam gudang tanpa standar keselamatan (safety) yang memadai sangat mengancam keselamatan warga sekitar.
Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran kepolisian setempat, didesak untuk segera bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam, menangkap terduga pelaku berinisial AL, serta menyita seluruh barang bukti kendaraan modifikasi dan sisa solar di lokasi kejadian demi tegaknya supremasi hukum di Kabupaten Brebes.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tim Investigasi
Brebes, DN-II Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, menggelar lomba gerak jalan tingkat SD, SMP dan SMA sederajat, baik putra maupun putri, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Agro Wisata Mbesaran Hijau PG Jatibarang tersebut berlangsung meriah dan diikuti sekitar 500 peserta. Para pelajar tampak antusias mengikuti perlombaan dengan menampilkan kekompakan, kedisiplinan serta semangat kebersamaan dalam setiap barisan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Jatibarang Rade Andriana Younansyah, S.STP., M.Si., Kapolsek Jatibarang AKP Kasam, S.H., serta personel Koramil 02/Jatibarang yang diwakili Serka Sobari dan Serka Sugiyanto. Turut hadir para peserta lomba gerak jalan dari berbagai jenjang pendidikan.
Lomba gerak jalan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kekompakan, sportivitas, tanggung jawab dan semangat nasionalisme kepada generasi muda.
Dalam pelaksanaannya, aspek keamanan dan ketertiban menjadi perhatian utama. Mengingat kegiatan menggunakan sejumlah ruas jalan yang juga dilalui masyarakat, peserta diarahkan untuk tetap berada pada jalur yang telah ditentukan serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pengamanan dan pengawalan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Peserta juga diimbau untuk selalu memperhatikan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga ketertiban selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Selain kedisiplinan, panitia juga menekankan pentingnya menjaga etika dan norma sosial. Kreativitas dalam perlombaan tetap harus ditampilkan secara wajar, sopan dan tidak mengganggu ketertiban umum. Setiap temuan di lapangan menjadi bahan evaluasi panitia guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, sekolah, peserta dan masyarakat dalam menciptakan suasana peringatan HUT Kemerdekaan yang aman, tertib dan penuh semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan dan cinta tanah air dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui sikap disiplin, bertanggung jawab, menghargai aturan dan menjaga persatuan.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian lomba gerak jalan berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Red
You cannot copy content of this page



