Beranda » Jawa Tengah » Halaman 9

Jawa Tengah

MAKKAH, DN-II Kenyamanan jemaah haji Indonesia menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Salah satunya terlihat di Hotel Al Khulafa Al Fedy yang terletak di Sektor 1 Syisah, Makkah, tempat menginap jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) SOC 8 asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026).

Menyusul adanya aturan ketat dari Pemerintah Arab Saudi, pihak hotel kini menyediakan fasilitas pencucian dan pengeringan pakaian gratis di Lantai R (samping restoran). Fasilitas ini ditempatkan dalam ruangan khusus untuk menunjang aktivitas harian jemaah selama berada di tanah suci.

Fasilitas ini disambut positif oleh para jemaah. Supardi, salah seorang jemaah haji asal Brebes dari Kloter SOC 8, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan gratis tersebut. Meskipun ada sedikit perbedaan teknis dibanding hari-hari sebelumnya, ia menilai fasilitas ini sudah sangat memadai.

“Sangat membantu sekali dengan adanya fasilitas cuci pakaian dan jemur gratis ini. Mesin cucinya banyak, ada 10 unit, dan area jemurnya cukup luas. Walaupun karena lokasinya di dalam gedung, baju jadinya cukup lama kering, bisa seharian. Kemarin waktu masih diperbolehkan menjemur di rooftop luar, baju memang lebih cepat kering, tapi ini sudah cukup memadai,” ujar Supardi.

Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes tahun 2026, Azmi Asmuni Majid, menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas cuci-kering ini merupakan kebijakan mandatori atau kewajiban dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Pemerintah mewajibkan setiap manajemen hotel untuk menyediakan mesin cuci (top loading) gratis beserta area penjemuran khusus yang posisinya dibuat satu lantai dengan tempat pengambilan logistik makanan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Fasilitas ini sangat membantu jemaah. Walaupun pihak hotel juga menyediakan layanan laundry berbayar jika antrean sedang penuh, mayoritas jemaah lebih memilih untuk mencuci pakaian mereka sendiri,” ujar Azmi langsung dari Makkah.

Menurut Azmi, aktivitas mencuci mandiri ini justru membawa dampak positif bagi psikologis jemaah. Selain menghemat pengeluaran, area pencucian baju ini mendadak berubah menjadi ruang sosial yang hangat.

“Di sela-sela menunggu antrean mesin cuci, suasana kekeluargaan sangat terasa. Area ini menjadi ajang saling kenal, silaturahmi, bahkan tempat jemaah saling mencurahkan isi hati (curhat) dengan santai,” tambahnya.

Aturan Ketat Larangan Jemur di Balkon dan Atap Terbuka

Terkait perubahan lokasi jemuran, Azmi membenarkan adanya regulasi baru pada musim haji 2026 ini. Atas instruksi ketat dari Pemerintah Arab Saudi, jemaah dilarang keras menjemur pakaian di area terbuka rooftop luar maupun menggelantungkan pakaian secara sembarangan di jendela atau balkon kamar. Aturan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan, keamanan, serta estetika kota Makkah.

Guna menyiasati aturan tersebut, pihak Hotel Al Khulafa Al Fedy langsung mengambil langkah cepat dengan menyiapkan area khusus penjemuran tertutup namun memiliki sirkulasi udara baik, yang posisinya berdekatan langsung dengan ruang mesin cuci.

Tips Menghindari Antrean: Pilih Waktu Sepi

Mengingat jumlah jemaah dalam satu kloter sangat banyak, antrean di ruang mesin cuci kerap tidak terhindarkan. Azmi memberikan tips bagi jemaah agar pintar memilih waktu terbaik untuk mencuci guna menghindari penumpukan.

“Waktu paling padat dan ramai biasanya terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WAS (Waktu Arab Saudi) dan selepas salat Ashar. Oleh karena itu, kami menyarankan jemaah untuk mencuci di waktu-waktu sepi, seperti setelah salat Isya atau menjelang Subuh,” pungkas Azmi.

Melalui koordinasi yang baik antara petugas daerah, PPIH, dan pihak pemondokan, diharapkan fasilitas penunjang seperti ini dapat terus menjaga kebugaran dan fokus jemaah dalam menunaikan rangkaian ibadah di tanah suci.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Laporan Langsung Dari Tim Petugas Haji Brebes
Editor: Casroni

Meteor News** Brebes, DN-II Kepala Desa Kaliwlingi, Suratno, S.E., menyambut baik dan mengapresiasi aksi Syiar dan Edukasi Keliling yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Brebes di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes. Jum’at (15/05/2026).

Kegiatan edukasi ini menghadirkan narasumber berkompeten dari seluruh pengurus DPD Juleha Kabupaten Brebes, termasuk inti Syiar dan Edukasi hari ini terfokus pada dr. Dedy Iskandar Z, M.M., yang menjabat sebagai Bidang Pendidikan DPD Juleha Brebes sekaligus Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Dalam pemaparannya, dr. Dedy mengusung tema penting yaitu “Manajemen Kurban: Niat, Ikhtiyar, Tawakal”.

Kepala Desa Kaliwlingi, Suratno, S.E., menyatakan bahwa kehadiran DPD Juleha Brebes memberikan dampak yang sangat positif bagi warganya. Edukasi ini dinilai sangat tepat momentumnya dalam memberikan pemahaman keagamaan sekaligus pemenuhan standar kesehatan hewan kurban yang aman dan halal menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M.

Pelaksanaan Syiar Keliling ini mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari masyarakat setempat. Dipadati Jamaah, warga, pengurus takmir, dan para penyembelih kurban lokal.

Jamaah sangat aktif mengajukan pertanyaan terkait tata cara penyembelihan yang syar’i dan higienis. Materi Pemaparan dr. Dedy mengenai manajemen kesehatan hewan dan higienitas daging kurban sukses menarik perhatian penuh dari seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kaliwlingi, khususnya para panitia kurban, dapat menerapkan ilmu manajemen kurban dengan lebih profesional, higienis, dan sesuai dengan syariat Islam.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain mendapatkan materi teori, jamaah Masjid Jami’ Nurul Hidayah Desa Kaliwlingi juga menyaksikan langsung praktik peragaan penyembelihan domba yang diperagakan oleh Ketua DPD Juleha Brebes, Chasan Mudofar.

Praktik langsung ini menjadi pelengkap materi utama “Manajemen Kurban: Niat, Ikhtiyar, Tawakal” yang sebelumnya disampaikan oleh dr. Dedy Iskandar Z, M.M. Kehadiran sesi simulasi ini membuat suasana edukasi keliling semakin hidup dan aplikatif bagi warga setempat.

Dalam peragaan tersebut, Ketua DPD Juleha Brebes, Chasan Mudofar, menunjukkan secara detail teknik penyembelihan yang cepat, tepat, dan sesuai syariat (syar’i). Teknik Merebahkan, Memperagakan cara merebahkan domba secara halus tanpa membuat hewan stres atau kesakitan. Aspek Kesejahteraan Hewan, Menekankan prinsip animal welfare (kesejahteraan hewan) agar proses penyembelihan berlangsung humanis. Ketajaman Bilah, Menunjukkan metode memastikan kesiapan dan ketajaman senjata tajam yang digunakan sekali sayat putus. Posisi Urat Leher, Mengedukasi posisi tiga saluran utama di leher hewan yang wajib terputus sempurna. Red

KOTA TEGAL, DN-II Ratusan kapal perikanan di Kota Tegal kini terpaksa bersandar dan tidak beroperasi akibat melambungnya biaya operasional. Di tengah situasi sulit tersebut, para pengusaha kapal dan nelayan setempat justru dikejutkan dengan rencana pemerintah yang akan menambah armada kapal baru.

Salah satu pengusaha kapal asal Kota Tegal, Tambari Gustam, mengungkapkan kegelisahannya pada Jumat (15/5/2026). Ia mempertanyakan urgensi kebijakan pemerintah yang berencana menambah sekitar 1.582 unit kapal baru di Indonesia.

“Kapal-kapal yang menganggur di Tegal ini jumlahnya sudah sangat banyak. Mengapa pemerintah justru mau menambah sekitar 1.582 kapal lagi? Seandainya proyek itu diwujudkan, bagaimana proses lelangnya? Bagaimana ukuran GT (Gross Tonnage)-nya, apakah di bawah 30 GT atau di atas 30 GT? Lalu bagaimana nasib pengusaha kapal lokal yang sudah ada?” keluh Tambari.

Terpaksa Gunakan ‘Solar Cong’ Demi Bertahan

Masalah utama yang dihadapi nelayan saat ini adalah harga Solar Industri yang melambung tinggi hingga menembus angka Rp 30.550 per liter. Tingginya harga bahan bakar ini membuat para nelayan tidak mampu menutup biaya perbekalan sebelum melaut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Demi bisa menyambung hidup, sebagian nelayan terpaksa beralih menggunakan “solar cong”—yakni bahan bakar minyak olahan mandiri oleh masyarakat setempat yang menyerupai solar. Padahal, para nelayan tahu persis bahwa penggunaan bahan bakar oplosan tersebut lambat laun dapat merusak mesin kapal mereka.

Selain masalah bahan bakar, Tambari menyebutkan bahwa banyaknya kapal yang sengaja dibiarkan mangkrak juga dipicu oleh rumitnya pengurusan surat perizinan serta adanya batasan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang diatur ketat oleh regulasi baru.

Tagih Janji dan Berharap Didengar Presiden

Mewakili suara nelayan Tegal, Tambari berharap besar agar Presiden Joko Widodo maupun Presiden Terpilih Prabowo Subianto mau mendengar langsung jeritan hati masyarakat pesisir.

Ia mengingatkan bahwa pada pemilu lalu, masyarakat nelayan di Tegal telah memberikan dukungan penuh kepada pasangan Prabowo-Gibran serta Ahmad Luthfi untuk Pilgub Jawa Tengah. Kini, mereka menaruh harapan besar agar pemerintah berbalik memperhatikan nasib mereka.

“Kami sangat berharap kepada yang terhormat Bapak Presiden agar keluhan ini diperhatikan. Tolong dengarkan suara nelayan. Kami sudah memberikan dukungan penuh, sekarang giliran pemerintah yang membantu menyelamatkan nasib nelayan,” pungkas Tambari.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah satu nelayan yang ditemui di lapangan. Ia mengaku sudah tidak sanggup lagi melaut jika harga Solar Industri tetap bertahan di angka Rp 30.550 per liter karena hasil tangkapan tidak akan mampu menutup modal awal.

Reporter: Teguh

Jakarta, DN-II Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tanto Widi Purwoko bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Sesmenko Pangan, Dirjen Pemdes Kemendagri, dan Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, meninjau sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Nganjuk, Bojonegoro, Banyumas, dan Boyolali pada 12 dan 13 Mei 2026.

Kunjungan kerja bersama ini dilakukan dalam rangka mengakselerasi cita-cita besar pemerintah: mewujudkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus pilar kesejahteraan nasional.

Sinergi dan Gotong Royong Jadi Kunci

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa persatuan, kekompakan, dan semangat gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama untuk mewujudkan visi Presiden dalam membangun ekonomi berbasis pedesaan.

“Persatuan, kekompakan, dan gotong royong seluruh pihak menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita Bapak Presiden dalam membangun ekonomi desa melalui koperasi,” ujar Menkop Ferry.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Operasionalisasi 1.061 KDKMP Segera Dimulai

Setelah merampungkan sejumlah tahapan krusial mulai dari legalitas badan hukum, pembangunan fisik gedung, penyediaan gerai, hingga fasilitas pergudangan, pemerintah bersiap melangkah ke tahap berikutnya.

Pemerintah akan segera meluncurkan operasionalisasi KDKMP secara bertahap. Sebagai langkah awal, program ini akan menyasar 1.061 KDKMP yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, memperkuat ekosistem ekonomi lokal, serta menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Penuh TNI untuk Ketahanan Pangan

Di sisi lain, TNI menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal dan mendukung program KDKMP yang dicanangkan oleh pemerintah. Dukungan ini merupakan bagian dari garis perjuangan TNI dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa melalui sektor pangan dan ekonomi.

Keterlibatan TNI dalam program ini difokuskan pada tiga pilar utama:

Memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu ke hilir.

Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.

Mewujudkan pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan di seluruh wilayah NKRI. Red

#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tegal, DN-II Kepolisian Resor Tegal melalui jajaran Polsek melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah dalam rangka peringatan Kenaikan Isa Almasih tahun 2026, Kamis (14/05/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Pengamanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Tegal Nomor Sprin/544/V/PAM.3.3./2026 tanggal 13 Mei 2026, dengan melibatkan personel di sejumlah gereja yang tersebar di wilayah hukum Polres Tegal.

Di wilayah Slawi, pengamanan dilaksanakan di beberapa gereja, antara lain Gereja Maria Immaculata Slawi dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Slawi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Slawi AKP Rushendro Cipto Harjono, S.H. selaku perwira pengendali lapangan. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di Gereja Bethel Mandiri (GBM) Slawi dengan perwira pengendali IPTU Ida Bagus Laksana, S.H.. Seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan hadir lengkap dan telah dilakukan pengecekan oleh fungsi Propam guna memastikan kesiapan dan kedisiplinan anggota.

Sementara itu, di wilayah Adiwerna, pengamanan ibadah dilaksanakan di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Banjaran mulai pukul 07.30 WIB hingga 09.00 WIB. Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Hany Sumangkut diikuti sekitar 15 jemaat dengan tema “Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus”. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Adiwerna AKP S. Ibnu Akbar, S.H., M.H. bersama personel yang terlibat, dan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman serta kondusif.

Di wilayah Kramat, pengamanan dilaksanakan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Mejasem mulai pukul 07.00 WIB hingga 08.30 WIB. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Kristianto Himawan dengan jumlah jemaat sekitar 70 orang mengusung tema “Kristus Naik Namanya Kita Beritakan”. Pengamanan melibatkan personel gabungan Polsek Kramat dan Polres Tegal yang dipimpin oleh Kapolsek Kramat IPTU Deni Triyatno, S.Psi. selaku perwira pengendali.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjamin keamanan dan kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Kristiani dalam peringatan Kenaikan Isa Almasih dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan khidmat. Ini juga sebagai wujud nyata komitmen kami dalam menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama di wilayah Kabupaten Tegal,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa seluruh personel telah disiagakan dan dilakukan pengawasan secara berjenjang guna memastikan pengamanan berjalan optimal.

“Pengamanan ini kami laksanakan secara maksimal dengan melibatkan seluruh jajaran, didukung pengawasan internal agar pelaksanaan tugas di lapangan berjalan sesuai prosedur serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. ( S. Bimantoro )

Brebes, DN-II Di tengah melonjaknya harga bawang merah lokal yang kini menembus Rp38.000 per kilogram, para petani di Kabupaten Brebes justru diresahkan oleh maraknya peredaran bawang bombai mini impor asal India. Bawang impor tersebut dijual dengan harga jauh lebih murah, yakni hanya Rp10.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan di lapangan, komoditas impor ini telah merambah ke berbagai pasar tradisional di wilayah Brebes. Salah satunya ditemukan di pasar tingkat bakul di samping Pegadaian Brebes. Tak hanya di pasar fisik, komoditas ini bahkan sudah mulai marak diperjualbelikan secara online.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, S.Pt., M.P., menegaskan bahwa temuan ini memerlukan tindak lanjut dan investigasi mendalam.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Dinkopumdag selaku instansi yang berwenang dalam tata niaga, distribusi, stabilisasi harga, dan pengawasan stok di pasar. Jika terbukti ada bawang impor ilegal yang membanjiri pasar dan merusak harga, hal ini jelas berpotensi besar merugikan petani bawang merah lokal,” ujar Hendri, Jumat (15/5/2026).

Langkah Strategis dan Regulasi yang Dilanggar

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sebagai langkah konkret, penanganan kasus ini akan dikawal langsung oleh Tim Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan Pangan, dan Keamanan Mutu Pangan. Tim gabungan ini dipimpin oleh pihak Kepolisian dan beranggotakan lintas instansi, mulai dari Dinkopumdag, DPKP, DPMPTSP, hingga Bulog.

Secara regulasi, peredaran bawang bombai mini asal India ini telah melanggar hukum. Berikut adalah poin pelanggarannya:

Komoditas Ilegal: Bawang yang beredar merupakan jenis bawang bombai mini impor dengan ukuran diameter kurang dari 5 cm.

Pelanggaran Kepmentan: Peredaran ini melanggar Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No. 105/2017, yang secara tegas melarang impor bawang bombai berukuran di bawah 5 cm karena bentuk fisik dan warnanya yang sangat menyerupai bawang merah lokal, sehingga rentan mengelabui konsumen dan merusak pasar domestik.

Komitmen Melindungi Petani Lokal

Hendri menambahkan bahwa DPKP Kabupaten Brebes berkomitmen penuh untuk melindungi keberlangsungan hidup para petani bawang merah lokal dari gempuran produk ilegal ini.

Sebelumnya, saat informasi mengenai peredaran bawang bombai mini ilegal ini mulai mencuat, tim gabungan dari Dinkopumdag, DPKP, dan Tim Satgas sebenarnya telah bergerak cepat melakukan penyisiran di sejumlah pasar.

“Kami sudah turun ke pasar-pasar untuk melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi secara langsung kepada para pedagang agar mereka tidak lagi menjual bawang merah impor ilegal tersebut,” pungkas Hendri.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Semangat kebersamaan terus menjadi pondasi utama dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Pada Kamis (14/5/2026)S

Suasana gotong royong antara masyarakat dan aparat TNI kembali terlihat kuat dalam setiap proses pengerjaan pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kadumanis dan Desa Citimbang tersebut.

Jembatan Garuda yang tengah dibangun ini merupakan salah satu harapan besar masyarakat untuk membuka akses transportasi yang lebih aman dan mudah. Selama ini, sungai yang memisahkan kedua desa sering menjadi hambatan bagi aktivitas warga, terutama ketika debit air meningkat saat musim hujan.

Namun di balik proses pembangunan yang penuh tantangan, kebersamaan antara warga dan TNI menjadi kekuatan utama yang terus menjaga semangat di lapangan. Mulai dari pengangkutan material, penataan lokasi pekerjaan, hingga pengerjaan konstruksi dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kekompakan.

Babinsa Desa Kadumanis, Serda Hasanudin, yang selalu hadir mendampingi masyarakat, mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini tidak akan berjalan baik tanpa adanya kebersamaan dari seluruh pihak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kebersamaan menjadi landasan utama dalam pembangunan ini. Dengan saling membantu dan saling mendukung, pekerjaan yang berat bisa diselesaikan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi cerminan kuatnya rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap kemajuan desa. Kehadiran TNI di tengah masyarakat juga menjadi bentuk nyata pengabdian untuk membantu warga dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat.

Di lokasi pembangunan, suasana kekeluargaan begitu terasa. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat, semua menyatu dalam satu tujuan, yakni mempercepat pembangunan Jembatan Garuda agar segera dapat digunakan oleh warga.

Selain menjadi sarana penghubung antar desa, jembatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, mempermudah akses pendidikan, serta memperkuat hubungan sosial antar wilayah.

Masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap semangat kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan hingga pembangunan selesai.

Dengan landasan kebersamaan dan semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Salem diharapkan berjalan lancar hingga tuntas. Jembatan ini nantinya tidak hanya menjadi penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kepedulian, dan kekuatan kebersamaan masyarakat dalam membangun masa depan desa yang lebih baik. Red/Casroni

BREBES, DN-II Masalah sampah di wilayah Brebes, Tegal, dan Slawi (Bregas) kini telah memasuki fase krusial. Guna mengatasinya, pemerintah merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Regional yang berlokasi di Desa Margahayu, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Proyek strategis ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes, Mochamad Shodiq, S.STP, M.Si, menegaskan bahwa kondisi sampah di wilayahnya sudah masuk dalam kategori darurat. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangannya pada Rabu (13/5/2026).

Landasan Hukum dan Teknologi Ramah Lingkungan

Proyek ambisius ini tidak sekadar rencana. Shodiq menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025. Regulasi terbaru tersebut memberikan mandat bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pengolahan sampah domestik menjadi energi terbarukan.

“Perpres Nomor 109 Tahun 2025 memberikan payung hukum bagi pemerintah daerah untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan yang memiliki teknologi pengolahan sampah menjadi tenaga listrik atau Waste to Energy (WTE),” ujar Shodiq.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Teknologi yang akan diterapkan diklaim berbasis ramah lingkungan, sehingga selain mengurangi volume sampah di hilir secara signifikan, proyek ini juga berkontribusi pada penyediaan energi bersih bagi masyarakat.

Kondisi Darurat di Kabupaten Brebes

Status “Darurat Sampah” yang disematkan DLH Brebes bukan tanpa alasan. Volume sampah harian yang terus meningkat memerlukan penanganan yang luar biasa dari hulu hingga hilir.

Sebagai langkah konkret sambil menunggu beroperasinya PLTSa Regional, Shodiq telah menginstruksikan gerakan internal di lingkungan DLH Brebes sebagai percontohan bagi masyarakat:

Wajib Pemilahan: Seluruh staf DLH diwajibkan memilah sampah organik dan anorganik.

Aktivasi Bank Sampah: DLH telah memiliki bank sampah internal untuk memastikan sampah yang dihasilkan kantor tidak langsung terbuang ke TPA.

Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Penegakan disiplin bagi seluruh jajaran agar menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami sudah memiliki bank sampah di kantor ini. Saya sudah instruksikan jajaran agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan. Semua harus dipilah dari sumbernya,” tegasnya.

Harapan Masa Depan

Sinergi antara Kabupaten Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal dalam proyek PLTSa Regional ini diharapkan menjadi solusi permanen atas carut-marut pengelolaan sampah di wilayah Jawa Tengah bagian barat. Dengan target operasional 2028, pemerintah daerah kini fokus pada persiapan teknis dan kemitraan strategis guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan mandiri energi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Musibah memilukan menimpa Koriah, warga RT 01 RW 02 Desa Kalimati, Kecamatan Brebes. Rumah yang selama ini ia huni ambruk total setelah kondisinya yang kian rapuh luput dari perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, Kamis (14/5/2026).

Ironisnya, meski kejadian tersebut sudah berlangsung sejak Selasa lalu, hingga Kamis siang belum ada langkah nyata maupun respons dari aparatur desa setempat.

Kronologi dan Pengabaian Aspirasi

Menurut keterangan saksi mata, kondisi bangunan tersebut sebenarnya sudah lama masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Warga mengklaim upaya permohonan renovasi telah berulang kali diajukan kepada Pemerintah Desa Kalimati, namun hanya berakhir sebagai usulan tanpa realisasi.

“Saya sebagai warga melihat keadaan rumah Ibu Koriah sangatlah miris. Dari dulu sudah minta direnovasi ke Pemdes Kalimati tapi tidak direspons, dan pada akhirnya rumah ini ambruk,” ujar salah seorang narasumber melalui keterangan suara yang diterima redaksi, Kamis (14/5/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kekecewaan warga memuncak lantaran pasca-kejadian, pihak desa terkesan abai dan tidak menunjukkan empati terhadap warganya yang kehilangan tempat tinggal.

“Dari hari Selasa sampai sekarang hari Kamis, Pemdes Desa Kalimati belum ada respons sama sekali,” lanjut sumber tersebut dengan nada kecewa.

Mendesak Intervensi Kabupaten dan Provinsi

Lantaran buntu di tingkat desa, warga kini menaruh harapan besar kepada jenjang birokrasi yang lebih tinggi. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Brebes dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk segera melakukan intervensi darurat.

Warga berharap instansi terkait, seperti Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim), segera turun ke lapangan guna memberikan bantuan stimulan pembangunan kembali rumah Koriah.

“Kami mohon agar pihak Kabupaten Brebes segera menindaklanjuti hal ini. Tolong direnovasi agar layak huni seperti rumah yang lainnya. Kami juga memohon bantuan dari pihak Provinsi,” pungkasnya.

Upaya Konfirmasi

Hingga berita ini dipublikasikan, tim redaksi masih berupaya menghubungi Kepala Desa maupun jajaran perangkat Desa Kalimati guna mendapatkan klarifikasi terkait kendala administratif atau alasan di balik lambatnya penanganan musibah yang menimpa warga tersebut.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Nasib malang menimpa Ibu Khoriah, warga RT 01 / RW 05 Desa Kalimati, Kabupaten Brebes. Rumah tinggalnya dilaporkan ambruk sejak Selasa lalu, namun hingga kini perhatian dari pemerintah setempat masih nihil.

Kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni tersebut rata dengan tanah, menyisakan duka mendalam bagi pemiliknya. Saat dikonfirmasi, Ibu Khoriah mengungkapkan kekecewaannya karena belum ada satu pun perwakilan dari Pemerintah Desa (Pemdes) yang meninjau lokasi maupun memberikan bantuan.

“Belum ada sama sekali (pihak Pemdes yang datang),” ujar Ibu Khoriah dengan nada lirih saat diwawancarai, Kamis (14/05/2026).

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan korban, insiden ambruknya rumah tersebut terjadi pada hari Selasa. Meski kejadian sudah berlalu beberapa hari, bantuan darurat maupun upaya evakuasi dari pihak berwenang di tingkat desa belum terlihat di lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ibu Khoriah membenarkan bahwa dirinya adalah warga asli Desa Kalimati yang sangat membutuhkan uluran tangan. Saat ini, ia hanya bisa berharap adanya kebijakan dari pemerintah untuk membantu membangun kembali tempat tinggalnya yang telah hancur.

Harapan Korban

Ketika ditanya mengenai harapan ke depan, Ibu Khoriah hanya menginginkan satu hal: tempat bernaung yang layak. Ia sangat berharap pemerintah atau pihak terkait dapat membantu proses renovasi atau pembangunan kembali rumahnya.

“Ya, (harapannya) dibuatkan rumah kembali,” pungkasnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Desa Kalimati terkait alasan keterlambatan penanganan warga yang tertimpa musibah ini.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page