KOTA TEGAL, DN-II Suasana peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kota Tegal semakin bermakna dengan hadirnya seorang bayi bernama Aleesha Jetta Namora, yang lahir tepat pada pukul 09:45 WIB, Senin (17/8/206) di RSUD Kardinah Kota Tegal.
Bayi mungil ini lahir dengan berat badan 3 kilogram dan panjang tubuh 49 sentimeter, membawa kebahagiaan besar bagi keluarga serta menjadi simbol harapan baru di hari bersejarah bangsa.
Aleesha adalah putri dari pasangan Yilmas Arisandry Gaza (30) dan Melia Nurulhidayah (30), warga Jl. Kamboja No. 25, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Kehadiran bayi di hari kemerdekaan ini menjadi catatan istimewa, seolah menghadirkan “hadiah kemerdekaan” bagi bangsa sekaligus kebanggaan bagi keluarga.
Momen kelahiran ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Tegal. Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., hadir langsung menyerahkan dokumen kependudukan berupa Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada orang tua bayi.
Penyerahan dilakukan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, didampingi Wakil Wali Kota Tegal, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Tegal, serta jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tegal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan adanya momen berharga ini, Wali Kota Tegal menyatakan bahwa Pemerintah Kota Tegal menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan, khususnya bagi anak-anak yang baru lahir.
“Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum, perlindungan, serta akses layanan publik yang lebih baik bagi seluruh warga. Kehadiran Aleesha Jetta Namora di hari kemerdekaan menjadi simbol lahirnya generasi penerus bangsa yang diharapkan tumbuh sehat, cerdas, berkarakter, dan berjiwa merah putih,” harap Wali Kota Tegal.( S. Bimantoro )
Korem 071/Wijayakusuma dan Unsoed Perkuat Pengelolaan Data melalui Bimtek Sistem Informasi Satuan TP
PURWOKERTO, DN-II Korem 071/Wijayakusuma bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat sinergi dalam pemanfaatan teknologi informasi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Manajemen Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kesehatan dan Konstruksi.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk membangun sistem penyajian data kewilayahan yang akurat, cepat dan terintegrasi guna mendukung pelaksanaan tugas satuan. Berlangsung di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja Banyumas, (18/7/2026).
Bimtek tersebut diikuti para prajurit dari Mabrigif TP dan Yon TP satuan di wilayah Korem 071/Wijayakusuma. Materi utama diarahkan pada pengenalan dan pemanfaatan sistem aplikasi berbasis web Satuan TP, yang digunakan untuk menyampaikan informasi serta data secara akurat mengenai potensi dan kegiatan pertanian, perikanan dan peternakan di satuan Brigif TP.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr (Han)., menegaskan bahwa penguasaan sistem informasi menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas satuan, terutama dalam mengelola potensi pertanian, perikanan dan peternakan yang membutuhkan data faktual dan terukur.
“Bimtek ini bukan hanya mengenalkan sebuah aplikasi, tetapi membangun kemampuan prajurit untuk menyajikan data yang benar, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang baik akan menghasilkan informasi yang baik, dan informasi yang akurat menjadi dasar bagi pimpinan dalam mengambil keputusan yang tepat,” ujar Danrem 071/Wijayakusuma.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan aplikasi berbasis web tersebut diharapkan mampu mempermudah satuan dalam melakukan pendataan, pemantauan dan penyampaian perkembangan kegiatan secara lebih cepat dan sistematis.
“Kita ingin setiap potensi yang ada di satuan, khususnya bidang pertanian, perikanan dan peternakan, dapat terdata dengan baik. Jangan sampai kita memiliki potensi yang besar, tetapi tidak memiliki data yang akurat.
Karena itu, manfaatkan aplikasi ini secara optimal dan pastikan setiap data yang dimasukkan benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan,” tegasnya.
Danrem juga menekankan pentingnya konsistensi dan ketelitian prajurit dalam memperbarui data. Menurutnya, sistem informasi akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung kedisiplinan personel dalam menginput dan memperbarui informasi secara berkala.
“Teknologi hanyalah alat. Yang paling menentukan adalah kedisiplinan dan tanggung jawab personel dalam mengelola data. Saya berharap setelah Bimtek ini, para peserta mampu mengoperasikan aplikasi dengan baik dan menjadi penggerak bagi satuannya dalam membangun budaya kerja berbasis data,” lanjutnya.
Kolaborasi dengan Unsoed dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan kemampuan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Perguruan tinggi memiliki kapasitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan satuan TP memiliki data serta kondisi faktual di wilayah yang menjadi objek pengelolaan.
Melalui sistem aplikasi web Satuan TP, informasi mengenai pertanian, perikanan dan peternakan diharapkan dapat tersaji secara lebih terstruktur, sehingga memudahkan proses pemantauan, evaluasi dan penyusunan langkah tindak lanjut.
Selain mendukung tertib administrasi dan penyajian data, sistem tersebut diharapkan mampu menjadi instrumen untuk melihat perkembangan potensi satuan secara lebih objektif. Data yang terkumpul dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan program pengembangan ke depan.
Kegiatan Bimtek ini sekaligus menunjukkan komitmen Korem 071/Wijayakusuma untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dalam mendukung tugas pembinaan teritorial dan pengelolaan potensi wilayah.
Dengan sinergi antara Korem 071/Wijayakusuma dan Unsoed, pengelolaan data diharapkan tidak berhenti pada sekadar angka dan laporan, tetapi mampu menjadi informasi strategis yang akurat, aktual dan bermanfaat untuk mendukung keberhasilan tugas satuan serta pengembangan potensi pertanian, perikanan dan peternakan di wilayah. Red/Casroni
Slawi, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, dilaksanakan kegiatan pemberian remisi kepada narapidana di Lapas Kelas IIB Slawi, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Tegal dan stakeholder terkait.
Pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan pemasyarakatan yang telah memenuhi persyaratan serta menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pidana. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan agar warga binaan memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Kehadiran Kapolres Tegal dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam memperkuat sinergitas dengan jajaran pemasyarakatan dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung proses pembinaan serta reintegrasi sosial warga binaan.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan lebih baik.
“Remisi bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri, menjalani pembinaan dengan baik, dan ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta memberikan kontribusi positif.” 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemberian remisi dalam momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus mengikuti program pembinaan, menaati ketentuan yang berlaku, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Polres Tegal terus berkomitmen memperkuat sinergitas bersama pemerintah daerah, jajaran pemasyarakatan, TNI, dan seluruh stakeholder dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sekaligus mendukung terwujudnya pembinaan masyarakat yang berkelanjutan. ( S. Bimantoro )
Brebes, DN-II Pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, memasuki tahap akhir. Setelah melalui serangkaian proses pembangunan secara bertahap dan melibatkan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, finishing akhir jembatan telah selesai dilaksanakan. Selasa, (18/8/2026).
Dalam tahapan penyelesaian tersebut, Babinsa Desa Kedungoleng, Sertu Maryono, terus hadir mendampingi masyarakat di lokasi. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik sekaligus memberikan pendampingan kepada warga hingga pekerjaan benar-benar selesai.
Sejak awal pembangunan, Sertu Maryono secara konsisten terlibat dalam berbagai tahapan pekerjaan. Mulai dari proses pembangunan konstruksi, pendampingan warga, pengawasan pekerjaan, hingga tahap pengecatan dan finishing akhir, seluruh proses dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Tahap finishing menjadi bagian penting sebelum jembatan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Berbagai pekerjaan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan terlihat rapi, bersih, dan siap digunakan sebagai akses transportasi masyarakat.
Sertu Maryono menyampaikan bahwa selesainya pekerjaan finishing merupakan hasil dari kerja keras dan kebersamaan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan pembangunan hingga finishing akhir sudah selesai. Ini merupakan hasil kerja bersama antara TNI dan masyarakat. Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan bersama-sama kita jaga agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujar Sertu Maryono.
Pembangunan Jembatan Beton Garuda tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Kedungoleng. Infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan kemudahan akses bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah.
Dengan selesainya jembatan, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah melakukan mobilitas, termasuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi berbagai kebutuhan ekonomi. Akses yang lebih baik juga diharapkan mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial masyarakat.
Selesainya pembangunan jembatan juga menjadi buah dari semangat gotong royong yang terus dipelihara selama proses pengerjaan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut mengambil bagian dalam mewujudkan pembangunan melalui tenaga, waktu, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kehadiran Babinsa selama proses pembangunan menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tugas pembinaan teritorial. Sertu Maryono tidak hanya mendampingi warga, tetapi juga menjadi penghubung komunikasi antara masyarakat dengan unsur terkait dalam mendukung kelancaran pembangunan.
Dari tahap awal hingga finishing akhir, kebersamaan menjadi kekuatan utama. Panas, lelah, dan berbagai tantangan selama proses pembangunan dapat dilalui melalui semangat gotong royong. Kini, hasil kerja tersebut telah terwujud dalam bentuk jembatan beton yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Kodim 0713/Brebes melalui para Babinsa terus mendorong masyarakat untuk menjaga serta merawat hasil pembangunan. Setelah jembatan selesai, tanggung jawab bersama tidak berhenti, tetapi berlanjut pada upaya menjaga kebersihan, keamanan, dan kondisi infrastruktur agar tetap berfungsi dengan baik.
Sertu Maryono juga mengajak masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama terhadap jembatan yang telah dibangun. Dengan perawatan dan penggunaan yang baik, diharapkan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang serta menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan Desa Kedungoleng.

Selesainya finishing akhir Jembatan Beton Garuda Desa Kedungoleng menjadi penanda berakhirnya rangkaian pekerjaan pembangunan yang telah dilaksanakan secara bertahap. Jembatan tersebut kini diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan memperlancar akses transportasi di wilayah Kecamatan Paguyangan.
Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu dalam semangat gotong royong, sebuah harapan dapat diwujudkan menjadi kenyataan. Dari proses pembangunan hingga penyelesaian akhir, Babinsa Sertu Maryono bersama masyarakat Desa Kedungoleng telah menunjukkan bahwa kebersamaan, kepedulian, dan kerja keras merupakan kekuatan penting dalam membangun negeri dari desa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan selesainya seluruh tahapan pembangunan, Jembatan Beton Garuda di Desa Kedungoleng diharapkan menjadi infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperlancar konektivitas wilayah, mendukung aktivitas perekonomian, serta menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Red/Casroni
BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes menggelar pengecekan sarana komunikasi berupa Handy Talky (HT), Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan sarana komunikasi yang digunakan personel dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam hal koordinasi dan penyampaian informasi secara cepat di lapangan.
Pengecekan dilaksanakan terhadap perangkat radio komunikasi yang digunakan oleh personel jajaran Polres Brebes. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik perangkat, fungsi tombol, kondisi baterai, serta kualitas penerimaan dan pengiriman komunikasi melalui jaringan radio.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Kasi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Polres Brebes bersama anggota. Selain memastikan kondisi perangkat, petugas juga melakukan pendataan terhadap personel yang memegang dan menggunakan sarana komunikasi HT.
Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kabag Ops Kompol Suraedi menyampaikan bahwa pengecekan sarana komunikasi tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh perangkat dalam kondisi siap pakai dan dapat mendukung kecepatan koordinasi antarpersonel.
“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh perangkat komunikasi, khususnya HT, dalam kondisi baik dan siap digunakan oleh personel. Sarana komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kecepatan koordinasi, penyampaian informasi, maupun pelaksanaan perintah pimpinan di lapangan,” ujar Kompol Suraedi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan sarana komunikasi yang berfungsi dengan baik sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. HT dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif ketika personel berada di lapangan dan membutuhkan koordinasi secara cepat, baik dalam kegiatan pengamanan, patroli, pelayanan masyarakat maupun penanganan berbagai situasi yang membutuhkan respons kepolisian.
“HT ini menjadi salah satu sarana komunikasi yang efektif dan efisien, terutama untuk menyampaikan informasi yang perlu segera ditindaklanjuti oleh jajaran. Termasuk dalam penyampaian perintah maupun petunjuk pimpinan dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Brebes,” jelasnya. 
Kabag Ops menambahkan, pendataan pemegang HT juga diperlukan untuk memastikan penggunaan perangkat dapat dipertanggungjawabkan serta memudahkan pengawasan dan pemeliharaan sarana komunikasi yang dimiliki Polres Brebes.
Pengecekan secara berkala juga diharapkan dapat mendeteksi sejak dini apabila terdapat kerusakan atau kendala teknis pada perangkat. Dengan demikian, perbaikan maupun penggantian perangkat dapat segera dilakukan dan tidak menghambat komunikasi ketika personel melaksanakan tugas.
Selain aspek teknis, personel juga diingatkan agar menggunakan sarana komunikasi sesuai dengan ketentuan dan kepentingan kedinasan. Komunikasi yang dilakukan melalui jaringan radio diharapkan tetap efektif, singkat, jelas, dan dapat dipahami oleh personel lain yang menerima informasi.
“Kami berharap seluruh personel dapat menjaga dan menggunakan sarana komunikasi ini dengan baik. Dengan perangkat yang siap dan komunikasi yang lancar, koordinasi di lapangan akan lebih cepat dan efektif sehingga pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan secara optimal,” pungkas Kompol Suraedi.
Pengecekan tersebut menjadi bagian dari kesiapan Polres Brebes dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus memastikan setiap personel memiliki sarana komunikasi yang dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.Red
JAWA TENGAH, DN-II Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran RI (LSM BPPI) menyelenggarakan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan penuh khidmat di Markas Komando (Mako) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pusat, Batang, pada Senin (17/8/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat, anggota, serta perwakilan pengurus dari tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Peringatan kemerdekaan tahun ini mengusung semangat nasionalisme yang tinggi guna memperkuat komitmen lembaga dalam mengawal transparansi, integritas, dan kemajuan bangsa.
Rangkaian Kegiatan yang Khidmat
Puncak acara ditandai dengan pelaksanaan upacara peringatan detik-detik proklamasi yang dipimpin langsung oleh pimpinan DPP LSM BPPI. Suasana haru dan khidmat menyelimuti Mako DPP Pusat saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat kebersamaan. 
Dalam sambutannya, pimpinan LSM BPPI menyampaikan bahwa peringatan HUT RI ke-81 ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa, khususnya insan LSM BPPI, untuk terus berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional serta menegakkan nilai-nilai keadilan dan transparansi di Indonesia.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Semangat Kebersamaan dan Solidaritas
Selain upacara, rangkaian acara diisi dengan ramah tamah bersama seluruh kader dan anggota LSM BPPI. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat solidaritas internal demi mengoptimalkan peran lembaga dalam mengawasi jalannya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Kehadiran para pengurus daerah turut memberikan warna tersendiri dalam acara ini. Ketua DPD Kabupaten Brebes, Changato cishenri menyampaikan kehadirannya bersama jajaran DPD dan perwakilan DPC untuk mengikuti jalannya upacara secara langsung di pusat. Terangnya
Acara ditutup dengan doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang merebut kemerdekaan, sekaligus memanjatkan doa agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) senantiasa diberikan kemajuan, kedamaian, dan kesejahteraan.
Red/Surahman
KOTA TEGAL, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono memimpin upacara bendera kebesaran dan detik-detik proklamasi dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Jalan Pancasila Kota Tegal, Senin (17/8/2026) pagi.
Upacara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, Jajaran Forum Koordinasi Pimpian Daerah (Forkopimda) Kota Tegal, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal Gadis Sephi Dedy Yon, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tegal, Camat dan Lurah serta diikuti oleh peserta upacara yang terdiri dari unsur TNI/Polri, KORPRI, Organisasi masyarakat, Mahasiswa, Siswa OSIS dan Pramuka.
Dengan mengenakan Pakaian Dinas Upacara I (PDU I), Wali Kota Tegal menempati posisi sebagai inspektur upacara.
Tepat pukul 10.00 WIB, rangkaian upacara detik-detik proklamasi dimulag dengan membunyikan sirine oleh Wali Kota Tegal diikuti rapel genderang drumband, Sirine PDAM dan Bedug Masjid Agung Kota Tegal.
Suara sirine tersebut menjadi penanda dimulainya prosesi sakral untuk mengenang momentum bersejarah ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Para tamu undangan dan peserta upacara yang memadati Jalan Pancasila Kota Tegal turut mengikuti prosesi dengan penuh khidmat.
Suasana penuh khidmat juga terasa saat Wali Kota Tegal membacakan kembali Naskah Proklamasi yang pertama kali dikumandangkan oleh Proklamator Ir Soekarno delapan dekade silam.
Dalam upacara tersebut juga dilaksanakan penyerahan Penganugerahan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya (SLKS) 30 tahun, SLKS 20 tahun dan SLKS 10 tahun kepada tiga orang perwakilan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Selain itu usai upacara, juga turut diserahkan Santunan Jaminan Sosial Kematian bagi pekerja rentan miskin, Surat Keputusan (SK) Remisi Umum 17 Agustus 2026 bagi warga binaan Permasyarakatan Lapas Kelas II B Tegal, serta penyerahan KTP Elektronik kepada siswa-siswi yang berusia 17 Tahun oleh Wali Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal, Jajaran Forkopimda Kota Tegal dan Sekretaris Daerah Kota Tegal.(* S. Bimantoro )
Banyumas, DN-II Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kondisi infrastruktur jalan di wilayah pedesaan Kabupaten Banyumas masih menjadi sorotan. Berdasarkan dokumentasi Timemark yang diverifikasi pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 15.06 WIB, ruas jalan di Dusun Gandaria, Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas dalam kondisi rusak berat.
Foto dengan koordinat 7.462287°S, 109.138215°E dan link verifikasi
https://h5.timemark.com/s/BE4GH4LM1K1DK4 menunjukkan permukaan jalan aspal yang berlubang, bergelombang, dan sebagian aspalnya sudah mengelupas. Kondisi ini dikeluhkan dapat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor dan kendaraan roda empat yang melintas.
“Jalan ini akses utama warga Gandaria dan sekitarnya. Kalau musim hujan tambah parah, licin dan berlubang. Kami harap Pemkab Banyumas melalui Dinas PUPR bisa segera meninjau dan memperbaiki,” ujar salah satu warga yang melintas di lokasi.

Desa Kaliputih merupakan salah satu desa di Kecamatan Purwojati yang terletak di wilayah barat Kabupaten Banyumas. Jalan tersebut juga menjadi jalur aktivitas warga sehari-hari untuk ke sekolah, pasar, dan pusat kecamatan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Kaliputih maupun Dinas PUPR Kabupaten Banyumas terkait rencana perbaikan jalan di titik tersebut.
Warga berharap di momentum HUT Kemerdekaan ini, perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di desa-desa dapat lebih ditingkatkan, agar kemerdekaan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok.
Kontak Media:
[Suta Widhya,S.H./ Koalisi Pembela Konstitusi dan Kebenaran
[No. HP] 0817145093
Semarang, DN-II Semangat kemerdekaan dan kebersamaan masyarakat Jawa Tengah terasa kuat di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, saat Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., turut hadir bersama jajaran Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti lebih dari 1.000 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI-Polri, serta ASN Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk mengenang kembali perjuangan para pendiri bangsa sekaligus meneguhkan semangat bersama dalam menjaga hasil kemerdekaan. Bagi seluruh elemen bangsa, kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui upacara, tetapi juga diisi dengan pengabdian dan kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing.
Di tengah suasana khidmat, ribuan peserta larut dalam peringatan detik-detik Proklamasi. Momentum tersebut tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi kembali membangkitkan semangat untuk menjaga persatuan dan meneruskan perjuangan para pendahulu melalui pengabdian di masa kini.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kehadiran unsur TNI-Polri, ASN dan masyarakat dalam satu rangkaian upacara turut menggambarkan kuatnya persatuan di Jawa Tengah. Semangat tersebut menjadi modal penting untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung pembangunan daerah menuju masyarakat yang semakin maju dan sejahtera.
Bagi Kodam IV/Diponegoro, momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat akan tanggung jawab TNI untuk terus menjaga kedaulatan, memperkuat kemanunggalan dengan rakyat, serta memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pembangunan dan kepentingan masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Usai pelaksanaan upacara di Simpang Lima, Pangdam IV/Diponegoro menyaksikan secara live streaming Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2026 dari Istana Merdeka, Jakarta di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah bersama jajaran Forkopimda. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi energi bersama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan memberikan karya terbaik bagi Indonesia. Dengan semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, seluruh elemen bangsa diajak mengambil bagian dalam melanjutkan perjuangan membangun negeri. Red/Casroni
SEMARANG, 17 Agustus 2026 – Penegakan hukum di jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kebumen kembali tercoreng. Aliansi Kebumen Bersatu melalui perwakilannya, Sdr. Sujud Sugiarto, didampingi tim penasihat hukumnya, Kartiko, S.H., secara resmi mendatangi Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah di Semarang, Senin (17/8/2026).
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Sujud bersama kuasa hukumnya secara tegas melayangkan pengaduan tertulis bernomor 04.003/SP/AKB/VII/2026 tertanggal 16 Agustus 2026 yang ditujukan kepada Kabbagwassidik Ditreskrimsus Polda Jateng Cq. Panit Wassidik. Langkah ini diambil sebagai bentuk mosi tidak percaya sekaligus desakan hukum menyusul dugaan pelanggaran kode etik berat dan pembocoran rahasia jabatan oleh oknum penyidik Satreskrim Polres Kebumen, khususnya Unit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Dalam keterangannya, Sujud membeberkan bahwa substansi pengaduan ini berfokus pada tindakan lancung oknum penyidik yang diduga dengan sengaja membocorkan dokumen krusial berupa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi kepada pihak terlapor.
Secara normatif maupun yuridis, BAP merupakan instrumen dan dokumen internal penyidikan yang bersifat rahasia mutlak. Dokumen tersebut secara hukum hanya boleh diakses oleh aparat penegak hukum yang berwenang, yakni penyidik, penuntut umum, serta tim penyidik yang menangani perkara bersangkutan.
Tindakan membocorkan BAP kepada pihak luar atau pihak terlapor bukan sekadar pelanggaran administratif biasa, melainkan sebuah bentuk pengkhianatan terhadap marwah penegakan hukum itu sendiri. Kebocoran ini dinilai sangat merugikan pihak pelapor, membuka celah intimidasi, merusak konstruksi pembuktian, serta mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sebelum memutuskan untuk membawa persoalan ini ke tingkat Markas Daerah Polda Jawa Tengah, pihak pelapor sejatinya telah menempuh jalur prosedural internal. Sujud dan tim hukumnya terlebih dahulu melayangkan pengaduan dan berupaya meminta penanganan profesional dari Seksi Propam Polres Kebumen.
Namun, upaya tersebut bertepuk sebelah tangan. Hingga batas waktu yang semestinya, tidak ada respons konkret, transparansi, maupun tindak lanjut yang berpihak pada keadilan dari Propam Polres Kebumen.
Mandulnya pengawasan internal di tingkat polres inilah yang memaksa pelapor untuk mengambil langkah eskalasi hukum langsung ke Polda Jateng. Sikap bungkam dan lambannya penanganan internal memunculkan dugaan kuat adanya upaya perlindungan korps (esprit de corps) yang keliru di tubuh Polres Kebumen.
Sementara itu, penasihat hukum pelapor, Kartiko, S.H., menegaskan bahwa seluruh dokumen pendukung, berkas pelengkap, hingga bukti tanda terima pengaduan resmi telah diserahkan secara utuh kepada petugas piket dan bagian pengawasan penyidikan di Ditreskrimsus Polda Jateng.
Melalui langkah hukum ini, pihak pelapor mendesak agar Polda Jateng tidak tinggal diam. Kabbagwassidik dan instansi pengawasan internal Polda Jateng dituntut untuk segera melakukan audit, pengawasan ketat, serta evaluasi mendalam terhadap jalannya penyidikan yang ditangani oleh Unit III Tipikor Polres Kebumen.
Publik kini menanti ketegasan Kapolda Jawa Tengah untuk membongkar tuntas oknum-oknum “nakal” di balik dugaan kebocoran dokumen rahasia negara ini. Jika institusi kepolisian gagal membersihkan diri dari oknum yang membocorkan rahasia jabatan demi kepentingan pihak tertentu, maka impian mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, objektif, dan berkeadilan hanya akan menjadi slogan kosong belaka.”(Red)
You cannot copy content of this page
