Semarang, DN-II Bagi warga yang mengalami bencana, gempa mungkin telah berhenti. Namun rasa takut, cemas dan bayang-bayang kejadian masih bisa tertinggal.
Karena itu, bantuan kepada masyarakat terdampak bencana tidak selalu berbentuk logistik. Ada kalanya yang dibutuhkan adalah seseorang yang mau duduk bersama, mendengarkan cerita, dan membantu warga menemukan kembali rasa tenangnya.
Hal itulah yang dilakukan Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah selama dua hari di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Pada Rabu dan Kamis (19–20/8/2026), tim yang terdiri dari personel Psikolog Kepolisian dan Biro SDM Polda Jateng tersebut mendatangi sejumlah lokasi terdampak gempa di Kecamatan Komodo. Sedikitnya 243 warga mendapatkan pendampingan psikologis.
Hari pertama, Rabu (19/8), tim menyambangi warga di Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, tepatnya di Pulau Seraya Besar. Sebanyak 157 warga mengikuti kegiatan pendampingan yang dikemas secara interaktif dan humanis.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tidak ada suasana formal. Warga diajak berinteraksi, berbagi pengalaman, dan menyampaikan apa yang mereka rasakan setelah menghadapi gempa.
Keesokan harinya, Kamis (20/8), pendampingan dilanjutkan di dua titik, yakni Pos Bencana Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas dan Kampung Gorontalo, Desa Gorontalo. Sebanyak 10 warga mengikuti kegiatan di lokasi pertama dan 76 warga di lokasi kedua.
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan sederhana namun bermakna. Tim membuka ruang komunikasi, mendengarkan cerita warga, memberikan dukungan emosional, serta mengenalkan teknik relaksasi sederhana yang dapat dilakukan ketika rasa cemas atau tekanan muncul.
Di tengah situasi pascabencana, kehadiran personel kepolisian tidak ditempatkan sebagai sosok yang datang untuk memberikan instruksi. Tim justru berusaha menjadi teman berbicara bagi warga.
Sejumlah kegiatan juga dikemas melalui sharing session dan interaksi bersama masyarakat. Sarana kontak diberikan agar komunikasi dan dukungan dapat tetap terhubung ketika masyarakat membutuhkan.
Tim yang diterjunkan terdiri dari Ipda Putri Agustina, S.Psi., M.M., Psikolog Kepolisian Tk. I Bagpsi Ro SDM Polda Jateng, bersama Briptu Bagoes Hendra K., S.Psi. dan Briptu Narulita Dian H., S.Psi. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan jajaran Polres Manggarai Barat, khususnya Polsek Komodo.
Bagi Polda Jateng, pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara mengenai rumah, kebutuhan pokok atau fasilitas yang rusak. Kondisi psikologis masyarakat juga menjadi bagian penting dari proses untuk kembali menjalani kehidupan.
Dalam keterangannya Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan, Tim Trauma Healing hadir untuk membantu masyarakat melewati masa sulit setelah bencana, terutama dalam menghadapi tekanan psikologis yang mungkin masih dirasakan.
“Gempa memang sudah berlalu, tetapi rasa takut dan kecemasan yang ditinggalkan tidak selalu hilang begitu saja. Karena itu, kami hadir untuk mendampingi masyarakat agar mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi dan melewati masa sulit ini,” ujar Kombes Pol. Yuliyanto saat ditemui di Mapolda Jateng, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana harus diberikan secara utuh. Bantuan kebutuhan dasar tetap penting, namun dukungan psikologis juga diperlukan agar masyarakat dapat kembali membangun rasa aman dan kepercayaan dirinya.
Kombes Pol. Yuliyanto berharap pendampingan tersebut dapat menjadi bagian kecil dari proses panjang masyarakat Manggarai Barat untuk bangkit.
“Semoga kehadiran kami dapat membantu mengurangi kecemasan, memulihkan rasa aman dan menumbuhkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit. Setelah bencana, kehidupan harus terus berjalan dan kami ingin masyarakat memiliki kekuatan untuk menata kembali kehidupan mereka,” pungkasnya. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah perairan, Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar bersama Wakapolres dan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Brebes melaksanakan pengecekan kesiapsiagaan personel, sarana prasarana, serta aspek keselamatan masyarakat di sejumlah wilayah perairan Kabupaten Brebes.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis (19 dan 20 Agustus 2026) sebagai bentuk kesiapan jajaran Polres Brebes dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah perairan.
Pada Rabu (19/8), Kapolres Brebes bersama rombongan melakukan pengecekan Pos Satuan Polisi Perairan Polres Brebes di wilayah Kluwut, Kecamatan Bulakamba. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta kondisi sarana dan prasarana pendukung dalam pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah perairan.
Selanjutnya pada Kamis (20/8), pengecekan dilanjutkan ke kawasan Objek Wisata Hutan Mangrove Pandansari, Desa Kaliwlingi. Di lokasi tersebut, perhatian diarahkan tidak hanya pada kesiapan personel, tetapi juga aspek keamanan dan keselamatan transportasi air yang digunakan oleh masyarakat maupun wisatawan.
Keselamatan penumpang dan juru mudi menjadi salah satu perhatian utama. Kapal yang digunakan untuk mengangkut masyarakat maupun wisatawan harus memperhatikan kondisi kapal, kapasitas angkut, serta dilengkapi perlengkapan keselamatan, seperti pelampung dan life jacket.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Plt. Kasi Humas Polres Brebes, Iptu Syaiful Hidayat, saat memberikan keterangan pada Jumat (21/8), mengatakan bahwa pengecekan yang dilakukan Kapolres Brebes merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan kesiapan jajaran kepolisian sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kegiatan pengecekan yang dilakukan Bapak Kapolres bersama Wakapolres dan jajaran PJU ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi Kamtibmas, khususnya di wilayah perairan. Kami ingin memastikan personel, sarana prasarana, maupun perlengkapan keselamatan benar-benar siap dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat,” ujar Iptu Syaiful Hidayat.
Menurutnya, aspek keselamatan masyarakat menjadi perhatian penting mengingat aktivitas di wilayah perairan memiliki potensi risiko yang harus diantisipasi sejak dini.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Untuk itu, kapal yang digunakan masyarakat maupun wisatawan harus memperhatikan kelayakan dan kapasitasnya serta dilengkapi perlengkapan keselamatan. Kami juga mengimbau kepada juru mudi agar selalu mengutamakan keselamatan penumpang dalam setiap perjalanan,” jelasnya.
Iptu Syaiful menambahkan, kehadiran personel Polres Brebes di wilayah perairan diharapkan dapat meningkatkan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas maupun kejadian yang dapat membahayakan masyarakat.
“Kesiapsiagaan ini bukan hanya sebagai bentuk persiapan, tetapi merupakan wujud tanggung jawab Polri untuk hadir di tengah masyarakat. Polres Brebes siap hadir dan siap merespons setiap situasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian di wilayah perairan,” pungkasnya.
Dengan dilaksanakannya pengecekan secara langsung tersebut, Polres Brebes menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat langkah-langkah preventif dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah perairan Kabupaten Brebes. Casroni/Hms
BREBES, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, berbagai unit di lingkungan RSUD Brebes menunjukkan antusiasme yang tinggi. Salah satunya datang dari Ruang Mawar Gedung A Lantai 2, yang turut ambil bagian dalam ajang lomba konten internal RSUD Brebes pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini terasa semakin istimewa karena melibatkan langsung Kepala Ruang Mawar, Endang Purwanti, S.Kep., Ns., bersama para staf dan jajaran perawat yang turun tangan langsung sebagai pemeran utama dalam video kreatif tersebut.
Mengusung Isu Nyata Pelayanan Kesehatan
Video kreatif ini mengangkat judul “Tilik Pasien Ning Ruang Mawar RSUD Brebes” (Menengok Pasien di Ruang Mawar RSUD Brebes). Alur cerita dan inspirasi konten diambil langsung dari realitas serta pengalaman sehari-hari (real experience) yang sering dijumpai dalam memberikan pelayanan kepada pasien di bangsal tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui karya ini, tim Ruang Mawar ingin menyampaikan pesan utama kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, nyaman, dan kondusif demi mempercepat proses penyembuhan pasien.
Wujud Nyata Kepedulian dan Slogan Pelayanan
Keikutsertaan dalam perlombaan ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan sebagai bentuk kampanye pelayanan dan wujud nyata kepedulian terhadap kenyamanan pasien maupun pengunjung.
Dalam penutup video, tim Ruang Mawar menyampaikan pesan moral yang kuat:
”Mari ciptakan lingkungan rumah sakit yang aman dan nyaman demi kesembuhan pasien. Kami, Ruang Mawar, peduli pasien, peduli pengunjung.”
Aksi kreatif penuh semangat kebersamaan ini pun ditutup dengan yel-yel khas Brebes: BREBES BERES!
Red/Surahman
SEMARANG, DN-II Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menghadiri Opening Ceremony Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan dibuka Gubernur Jawa Tengah, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno dan seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah, jajaran Forkopimda Jawa Tengah, serta Ketua Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.
Mengusung semangat “Jawa Tengah Wolong Puluh Siji Gumregut Nyawiji”, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kolaborasi, dan sinergi seluruh elemen dalam membangun Jawa Tengah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, pembangunan Jawa Tengah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Seluruh elemen harus menyatukan kekuatan dan bergerak bersama sebagai sebuah superteam.
“Jawa Tengah tidak bisa sendiri dan harus jadi satu menjadi superteam. Jawa Tengah wolong puluh siji gumregut nyawiji, artinya kita berkolaborasi, tetapi dengan gumregut jadi lebih semangat lagi. Dengan momentum ulang tahun Jawa Tengah, mari kita membangun bersama Jawa Tengah,” ujar Sumarno.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Jawa Tengah merupakan keberhasilan seluruh pihak yang turut berkontribusi.
“Keberhasilan Provinsi Jawa Tengah adalah keberhasilan kita bersama. Output pembangunan Jawa Tengah adalah menyejahterakan masyarakat,” kata Ahmad Luthfi.
Menurutnya, salah satu fokus utama pembangunan Jawa Tengah adalah menurunkan angka kemiskinan. Angka kemiskinan Jawa Tengah disebut mengalami penurunan dari 9,58 persen menjadi 9,29 persen, dengan capaian penurunan hingga 9,21 persen atau sekitar 3,39 juta masyarakat dari desil 1 sampai 4.
Capaian tersebut, lanjut Ahmad Luthfi, merupakan hasil kolaborasi seluruh sektor di Jawa Tengah. Kontribusi investasi dari dalam maupun luar negeri mencapai 85 persen dengan serapan tenaga kerja sekitar 257 ribu orang.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berada di angka 5,8 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Jawa Tengah juga telah menerima 53 penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Ahmad Luthfi menegaskan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sektor yang terus nyengkuyung dan nyawiji dalam pembangunan Jawa Tengah.
“53 penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat adalah usaha dari semua sektor yang nyengkuyung, nyawiji dalam rangka membangun Jawa Tengah,” ujarnya.
Memasuki usia ke-81, Ahmad Luthfi mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat persatuan dan menyatukan langkah dalam pembangunan.
“Dengan HUT Jawa Tengah ke-81 ini, mari kita satukan langkah dan jangan terpecah belah,” tegasnya.
Kehadiran Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah, Forkopimda Jawa Tengah, dan Ketua LAN RI menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui semangat “Gumregut Nyawiji”, seluruh elemen di Jawa Tengah diharapkan terus bergerak bersama, memperkuat kolaborasi, dan menyatukan langkah untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.(* S. Bimantoro )
BREBES, DN-II Polres Brebes bersama TNI dan unsur Trantibum melaksanakan pengamanan kegiatan audiensi Forum Masyarakat Peduli Karangsembung (FMPK) yang berlangsung di Balai Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Kamis (20/8/2026).
Pengamanan tersebut merupakan bentuk komitmen aparat dalam memastikan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebanyak 50 personel Polri, 7 personel TNI, dan 5 personel Trantibum Kecamatan Songgom diterjunkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan serta memastikan situasi di sekitar lokasi tetap terkendali.
Sebelum pelaksanaan pengamanan, personel terlebih dahulu mengikuti apel yang dipimpin Kapolsek Songgom Kompol Susanto Agus Priyono, S.A.P. Dalam arahannya, ia menekankan agar seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Tugas kita adalah memastikan penyampaian aspirasi tersebut berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu keamanan maupun kepentingan masyarakat lainnya,” tegasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain menjaga keamanan dan kelancaran jalannya audiensi, personel juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya pihak yang tidak berkepentingan atau penyusup yang berpotensi memperkeruh situasi. Pengamanan juga diarahkan untuk mencegah terjadinya tindakan yang dapat mengganggu ketertiban maupun merusak fasilitas dan aset pemerintah desa.
Selama kegiatan berlangsung, personel Polri bersama TNI dan unsur Trantibum melakukan pengamanan secara persuasif serta mengedepankan komunikasi yang baik dengan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif tanpa mengurangi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Usai audiensi, dilaksanakan apel konsolidasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Brebes Kompol Suraedi, S.H., M.M. Dalam arahannya, Kabag Ops kembali mengingatkan seluruh personel agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dan kekeluargaan dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Sebagai aparatur negara, kita kedepankan pendekatan humanis dan kekeluargaan kepada masyarakat. Jangan sampai ada tindakan yang membuat masyarakat merasa tersakiti atau dirugikan,” tegas Kompol Suraedi.
Ia juga meminta seluruh personel tetap menjaga kewaspadaan hingga seluruh rangkaian kegiatan benar-benar selesai serta memastikan situasi di lokasi dalam keadaan aman sebelum meninggalkan tempat dan kembali ke kesatuan masing-masing.
Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, unsur Trantibum, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya penyampaian aspirasi.
Seluruh rangkaian pengamanan audiensi FMPK di Balai Desa Karangsembung berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang menonjol.
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Brebes Iptu Syaiful Hidayat menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan audiensi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam mengawal penyampaian aspirasi secara aman, tertib, dan kondusif.
Menurutnya, kehadiran personel Polri di lapangan tidak semata-mata untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan, perlindungan, serta memastikan seluruh peserta kegiatan dapat menyampaikan aspirasinya dengan nyaman dan tetap menghormati hak-hak masyarakat lainnya.
“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Dalam pengamanan kegiatan audiensi ini, personel kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan dialogis, sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib tanpa menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum,” ujar Iptu Syaiful Hidayat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menambahkan, pengamanan dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan sikap profesional dan menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Di sisi lain, personel juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya kegiatan maupun merugikan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh peserta audiensi dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Sampaikan aspirasi dengan damai, tertib, dan bertanggung jawab. Polri akan terus hadir untuk memberikan pelayanan serta memastikan kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” pungkasnya. Casroni/Hms
Semarang, DN-II Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau langsung kondisi personel dan lingkungan Yonif TP 455/Satria Pandanaran di Marshalling Area (MA) Kolat Rindam IV/Diponegoro, Bantir, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Rabu (19/8/2026).
Setibanya di lokasi, Pangdam menerima hormat jajar dan paparan dari Pasipers Yonif TP 455/SP yang mewakili Danyonif, terkait gambaran mengenai kondisi personel, kesiapan satuan serta berbagai kebutuhan yang mendukung pelaksanaan tugas.
Usai menerima paparan, Pangdam kemudian melihat langsung kondisi di lapangan. Area barak latihan di Kolat Rindam IV/Diponegoro menjadi salah satu sasaran peninjauan, termasuk kawasan perkebunan di seputaran Kolat yang menjadi bagian dari lingkungan pembinaan dan kegiatan personel.
Usai di Sumowono, peninjauan berlanjut menuju lokasi pembangunan Mako Yonif TP 455/SP di Bancak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Di lokasi tersebut, Pangdam melihat secara langsung kondisi area yang dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan satuan.
Rangkaian peninjauan tersebut menggambarkan bagaimana pembinaan satuan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari melihat kesiapan personel hingga kondisi sarana dan lingkungan tempat satuan akan menjalankan tugas. Kesiapan itu mencakup kekuatan personel, kondisi fisik, moril, disiplin, kemampuan dasar prajurit serta kesiapan menghadapi tugas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dari kesiapan personel hingga kesiapan satuan, semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni untuk memastikan seluruh prajurit selalu siap ketika tugas memanggil. Melalui peninjauan langsung tersebut, Kodam IV/Diponegoro berkomitmen untuk membangun Yonif TP 455/SP menjadi satuan yang solid, tangguh dan siap memberikan pengabdian terbaik.
Turut mendampingi Pangdam pada peninjauan tersebut, Irdam Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., Asrendam Kolonel Arm Edy Susanto, S. Sos., M.M., M.Han., Asops Kolonel Inf Mahmud, S.I.P., Aslog Kolonel Kav Sungudi, S.H., M.Si., Kabalakdam, Kasrem 073/MKT, Dandim 0714/Salatiga, Danden Inteldam dan Dandenpom lV/3 Salatiga. (Pendam IV/Diponegoro) Red
Brebes, DN-II Polres Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan melalui kegiatan Penanaman Bawang Putih Serentak di 17 Provinsi dalam rangka percepatan swasembada bawang putih nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (19/8/2026) ya di Dukuh Semangkung, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dengan dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, kelompok tani, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta para petani dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Brebes yang diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara, S.Pt., M.Pt., Dandim 0713 Brebes yang diwakili Danramil Sirampog Letda Wakhyu F., Kapolres Brebes yang diwakili Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo, S.Tr.K., S.I.K., Kasat Reskrim Polres Brebes Farid Nur Aziz, S.Tr.K., S.I.K., M.H., M.I.K., Camat Sirampog Slamet Budi Raharjo, S.I.P., Kapolsek Sirampog IPTU Imam Santoso, S.H., Balai BPP Sirampog beserta tim, Kepala Desa Dawuhan dan Batursari, kelompok tani, serta tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Dawuhan, sambutan Kapolres Brebes yang disampaikan oleh Kasat Binmas, sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, penyerahan kaos secara simbolis kepada kelompok tani, penanaman bibit bawang putih secara simbolis, pelaksanaan Zoom bersama Mabes Polri, hingga penutup.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Dawuhan Iwan Budi Siswanto, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Dawuhan bersama masyarakat dan kelompok tani siap berkontribusi aktif dalam menyukseskan program swasembada bawang putih nasional.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Brebes melalui Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.
“Penanaman bawang putih hari ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan sinergitas antara pemerintah, TNI-Polri, dinas terkait, pemerintah desa, kelompok tani, serta masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Polres Brebes berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara menjelaskan bahwa kebutuhan bawang putih di Kabupaten Brebes mencapai sekitar 3.700 ton per tahun, sementara produksi lokal hingga saat ini masih belum tersedia. Oleh karena itu, kegiatan penanaman bawang putih ini menjadi langkah awal yang strategis untuk membangun sentra produksi bawang putih di Kabupaten Brebes.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes siap memberikan dukungan dan pendampingan agar Desa Dawuhan dan Desa Batursari dapat menjadi contoh pengembangan produksi bawang putih di wilayah Brebes. Target awal yang diharapkan adalah mampu membantu memenuhi sebagian kebutuhan bawang putih masyarakat Kabupaten Brebes.
Adapun sasaran program percepatan swasembada bawang putih Polres Brebes meliputi dua desa di Kecamatan Sirampog.
Di Desa Batursari, lahan tanam seluas 10 hektare berada di wilayah Dukuh Tengah, Dukuh Kasa, dan Dukuh Bera yang dikelola oleh 31 petani anggota Poktan Gading dengan penerima bantuan benih Dasir. Sedangkan di Desa Dawuhan, lahan seluas 10 hektare berada di Dukuh Semangkung, Dukuh Igir Gowok, dan Dukuh Guci yang dikelola oleh 35 petani anggota Poktan Pajerukan dengan penerima benih Ketua Poktan Suswandi Wibowo.
Usai seluruh rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit bawang putih secara simbolis oleh unsur Forkopimda dan para peserta sebagai tanda dimulainya gerakan percepatan swasembada bawang putih nasional di wilayah Kabupaten Brebes.
Sementara itu, Plt Kasi Humas Iptu Syaiful Hidayat menambahkan melalui kegiatan ini, Polres Brebes berharap sinergitas antara Polri, pemerintah, TNI, kelompok tani, dan masyarakat semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah, meningkatkan produktivitas pangan, serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya swasembada bawang putih nasional dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.
“Polres Brebes berharap sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah. Sinergitas ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pangan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan terwujudnya swasembada bawang putih nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.” pungkasnya. Red/Casroni
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Boyolali, DN-II Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, kini memasuki tahap akhir. Progres pembangunan telah mencapai sekitar 99 persen, menandakan jembatan tersebut selangkah lagi siap dimanfaatkan masyarakat. Rabu (19/8/2026).
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, Komandan Detasemen Zeni Bangunan (Dandenzibang) Surakarta Letkol Czi Agus S bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali Kopka M Khabib turut melaksanakan pendampingan sekaligus membantu kelancaran kegiatan di lapangan.
Peninjauan dilakukan dengan mengecek sejumlah bagian penting jembatan, mulai dari struktur utama, lantai cor, hingga kesiapan akses pendukung di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus kesiapan jembatan sebelum nantinya digunakan masyarakat.
Dandenzibang Surakarta Letkol Czi Agus S menyampaikan bahwa hasil peninjauan menunjukkan pembangunan berjalan dengan baik dan telah mencapai sekitar 99 persen. “Kami berharap seluruh proses pengerjaan dapat segera selesai tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas dan faktor keamanan konstruksi,” ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Kopka M Khabib mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait hingga pembangunan benar-benar selesai. Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Sebagai aparat kewilayahan, kami terus melaksanakan pendampingan dan membantu kelancaran pembangunan di wilayah binaan. Harapannya, Jembatan Garuda ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas serta meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ungkapnya.
Dengan progres yang telah mencapai 99 persen, Jembatan Gantung Garuda di Desa Keyongan diharapkan segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Kodim 0724/Boyolali melalui jajaran Koramilnya akan terus mendukung berbagai program pembangunan di wilayah sebagai wujud sinergi TNI, pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Red
KEBUMEN, CN 19 Agustus 2026 – Aksi penggalangan dana mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga perlindungan konsumen dan pengawasan pendidikan kini berujung pada proses hukum. Seorang warga didampingi kuasa hukum Kartiko dan Istianto dari LBH Bulan Bintang resmi melaporkan pemilik akun media sosial Semar Mbangun Kayangan berinisial S ke Polres Kebumen pada Rabu (19/8/2026), atas dugaan tindak pidana penipuan dan penyebaran informasi menyesatkan.
Laporan ini tertuang dalam surat tanda terima bernomor: Rekom / 391 / VIII / 2026 / SPKT. Pelapor menduga S telah menyalahgunakan nama lembaga untuk meraup keuntungan pribadi sejak Oktober 2023.
Dalam laporannya, S diduga menggunakan kedok aktivisme melalui organisasi yang menamakan diri Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat – Masyarakat Peduli Pengawasan Pendidikan. Praktik ini dinilai meresahkan karena S secara aktif melakukan Open Donasi melalui media sosial Facebook, namun mencantumkan nomor rekening pribadi (BRI 672501053689536) untuk menampung dana masyarakat.
Ini bukan sekadar penggalangan dana biasa. Ada indikasi kuat pencatutan nama lembaga yang terkesan resmi untuk melegitimasi aksi pengumpulan uang secara pribadi tanpa adanya transparansi tata kelola keuangan, ungkap sumber yang memahami pelaporan tersebut.
Pelapor dalam membuat laporan ini didampingi oleh Kartiko selaku kuasa hukum, serta Istianto dari LBH Bulan Bintang. Tampak hadir pula Sujud Sugiarto bersama sejumlah masyarakat lainnya yang ikut memberikan dukungan moral.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Istianto selaku Ketua LBH Bulan Bintang menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung dan turut mengawal proses hukum ini agar ke depannya tidak ada lagi oknum LSM yang menyalahgunakan lembaga demi keuntungan pribadi, kelompok, maupun golongan. Ia juga berharap pihak kepolisian dapat bertindak tegas dalam penegakan hukum.
Sementara itu, pelapor usai dilakukan pemeriksaan di ruang Tipidter Polres Kebumen menyampaikan, langkah ini diambil demi memberikan efek jera serta menghentikan segala bentuk praktik pengumpulan dana ilegal yang merugikan masyarakat luas di Kebumen.
Langkah hukum ini diambil untuk mendesak aparat kepolisian mengaudit aliran dana pada rekening milik S dan membongkar legalitas organisasi yang ia diklaim. Tindakan tersebut disinyalir melanggar sejumlah aturan hukum, yakni Pasal 378 KUHP terkait tindak pidana penipuan, UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE atas penyebaran informasi elektronik yang berpotensi menyesatkan publik, serta UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terkait penggunaan nama instansi pendidikan tanpa kewenangan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman atas laporan tersebut. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus penggalangan dana di media sosial yang mencantumkan nomor rekening atas nama individu, bukan atas nama resmi lembaga yang terdaftar.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi publik agar tidak mudah terbujuk oleh narasi kepedulian yang tidak didukung oleh akuntabilitas yang jelas. Kasus ini kini sepenuhnya dalam penanganan Polres Kebumen untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Publisher -Red
BREBES, DN-II Kodim 0713/Brebes terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui berbagai program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo dalam Podcast Teras Teritorial di Studio TVRI Jawa Tengah.
Rabu (19/08/2026), Dandim menjelaskan bahwa sejumlah program teritorial yang dilaksanakan Kodim 0713/Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes meliputi pembangunan Jembatan Perintis Garuda, jembatan beton, program TNI AD Manunggal Air untuk kebutuhan air bersih dan pertanian, rehabilitasi sekolah, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pendampingan ketahanan pangan, penyaluran bantuan pangan, pendampingan pencegahan stunting, serta penghijauan dan pelestarian lingkungan.
Salah satu program yang mendapat perhatian besar masyarakat adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, dan Desa Kadumanis, Kecamatan Salem.
Menurut Letkol Inf Ambariyantomo, pembangunan kedua jembatan tersebut dilatarbelakangi kondisi masyarakat yang selama puluhan tahun mengalami keterisolasian akibat bentangan sungai. Sebelum jembatan dibangun, warga, termasuk anak-anak sekolah dan petani, harus menyeberangi sungai secara langsung yang sangat berisiko, terutama ketika debit air meningkat saat musim hujan.
“Guna memutus isolasi geografis, mengamankan keselamatan warga, dan mempercepat akses ekonomi petani, TNI bersama pemerintah membangun kedua jembatan ini,” jelasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jembatan Garuda di Desa Bangbayang memiliki bentang sekitar 60 hingga 70 meter dengan lebar jalur 1,2 meter. Sementara jembatan di Desa Kadumanis juga menggunakan tipe jembatan gantung perintis dengan lebar sekitar 1,2 meter yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Pembangunan dilaksanakan dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Peletakan batu pertama dimulai pada akhir Maret 2026, dilanjutkan pembangunan pondasi pada Mei, hingga akhirnya kedua jembatan selesai dan diresmikan secara serentak pada 23 Juli 2026 oleh Pangdam IV/Diponegoro.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata gotong royong lintas sektoral. Jajaran Kodim 0713/Brebes, Koramil 12/Bantarkawung, Babinsa, Zibang Kodam IV/Diponegoro, Polri, Pemerintah Kabupaten Brebes serta masyarakat setempat bersama-sama menyelesaikan pembangunan. 
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Warga turut membantu pekerjaan secara gotong royong, termasuk mengangkut adukan semen secara estafet untuk pengecoran pondasi jembatan.
Dampak pembangunan jembatan juga dirasakan langsung masyarakat. Di wilayah Bantarkawung, jembatan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 15.500 jiwa atau 2.350 kepala keluarga di Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung. Sementara di Kecamatan Salem, jembatan menjadi penghubung bagi masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang.
Dengan adanya jembatan, akses pendidikan dan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman. Begitu pula aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat. Jalur yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar sekitar dua kilometer kini dapat dipangkas menjadi kurang dari 500 meter.
“Banyak tetua desa menyampaikan bahwa ini seperti impian puluhan tahun yang akhirnya menjadi kenyataan,” ungkap Dandim.
Selain Jembatan Perintis Garuda, Kodim 0713/Brebes juga mencatat sejumlah pembangunan jembatan lainnya. Tahap V meliputi Jembatan Gantung di Desa Ganggawang, Kecamatan Salem, serta Jembatan Beton di Desa Purwadadi, Kecamatan Tonjong. Sedangkan Tahap VI meliputi Jembatan Beton di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, dan Desa Karangbandung, Kecamatan Ketanggungan.
Di bidang pemenuhan kebutuhan air, Kodim 0713/Brebes melaksanakan program TNI AD Manunggal Air Bersih di wilayah Desa Bantarkawung. Kodim juga melaksanakan pembangunan penampungan air melalui program TMMD Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Program tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan sektor pertanian. Ketersediaan air melalui pipanisasi tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung produktivitas pertanian. Lahan yang sebelumnya sulit ditanami pada musim kemarau dapat kembali dimanfaatkan sehingga petani berpotensi melakukan panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara dalam program perbaikan RTLH, sasaran pekerjaan disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah. Perbaikan antara lain meliputi atap atau genteng, dinding, serta lantai rumah.
Di bidang ketahanan pangan, Babinsa Kodim 0713/Brebes aktif melakukan pendampingan kepada petani mulai dari penyiapan lahan, masa tanam, pemeliharaan, panen hingga pascapanen. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama PPL, aparat desa dan pihak Bulog.
Kodim 0713/Brebes juga memiliki Kompi Produksi di Desa Songgom dengan luas lahan sekitar 11,6 hektare. Selain itu, para Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan aparat desa turut membantu proses penyaluran bantuan pangan program WARDOYO (Wareg Sedoyo) kepada masyarakat sesuai ketentuan pemerintah.
Dalam upaya mendukung penurunan angka stunting, Babinsa turut mendampingi kegiatan Puskesmas dan Posyandu. Babinsa membantu memantau perkembangan anak secara berkala serta mengimbau orang tua yang belum membawa anaknya ke Posyandu agar mengikuti kegiatan tersebut. Edukasi juga diberikan kepada pasangan yang akan melaksanakan pernikahan.
Di bidang penghijauan dan pelestarian alam, Kodim 0713/Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes selama tahun 2026 telah melaksanakan penanaman sebanyak 10.000 batang pohon yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Penanaman tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan agar masyarakat ikut memelihara tanaman sehingga dapat tumbuh dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Sementara dalam upaya memerangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, setiap hari Jumat jajaran Koramil bersama stakeholder di wilayah masing-masing melaksanakan pembersihan fasilitas umum, lingkungan publik maupun sekolah sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat.
Dandim menegaskan, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk terus hadir di tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Sebagaimana motto satuan Kodim 0713/Brebes adalah Setia, Disiplin, Disegani dan Dicintai Rakyat. Intinya, bersama rakyat, TNI kuat,” tegas Letkol Inf Ambariyantomo.
Melalui berbagai program tersebut, Kodim 0713/Brebes berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, sehingga keberadaan TNI benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Brebes. Red/Casroni
You cannot copy content of this page

