Brebes, DN-II Satlantas Polres Brebes terus mengintensifkan upaya preventif dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas). Salah satunya diwujudkan dengan memberikan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pada Senin (13/7), Kanit Kamsel Satlantas Polres Brebes melaksanakan sosialisasi di dua sekolah, yakni SMA Negeri 2 Brebes, kemudian dilanjutkan di SMA Negeri 1 Losari, Kabupaten Brebes.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik baru diberikan edukasi mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI, etika berlalu lintas, serta keselamatan berkendara bagi pelajar. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi tanya jawab sehingga para siswa dapat memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Kasatlantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozaq, mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi pada masa MPLS menjadi momentum yang tepat untuk membangun kesadaran hukum dan budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda.
AKP Ahmad Zainurrozaq menyampaikan bahwa pelajar merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan edukasi secara berkelanjutan agar memiliki pemahaman yang baik tentang keselamatan berlalu lintas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“MPLS merupakan momentum yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, termasuk disiplin dalam berlalu lintas. Kami berharap para pelajar memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama,” terangnya Selasa (24/7/2026).
Lebih lanjut, Kasatlantas menegaskan bahwa Satlantas Polres Brebes akan terus memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah melalui kegiatan Dikmas Lantas sebagai langkah preventif dalam menciptakan generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan berbudaya tertib berlalu lintas. 
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mendukung terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Brebes.
“Dengan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm SNI saat berkendara, serta mengutamakan keselamatan daripada kecepatan, mereka dapat melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Kami juga mengajak seluruh pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” tutupnya. Red/Hms
Boyolali, DN-II Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Inf Gunawan Nurbathin, memimpin Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Primer Koperasi Kartika D-04 Boyolali yang digelar di Aula Makodim 0724/Boyolali, Jalan Pandanaran, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Senin (13/7/2026).
RALB diselenggarakan sebagai tindak lanjut perpindahan tugas Ketua Primer Koperasi Kartika D-04 Boyolali sebelumnya, Kapten Arh Iswadi Yusuf ke Yon TP 454/SPD. Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi, pergantian kepengurusan dilakukan melalui mekanisme rapat anggota guna menjamin keberlangsungan organisasi yang demokratis dan profesional.
Dalam sambutannya, Dandim 0724/Boyolali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan dukungan, bimbingan, dan kontribusi terhadap kemajuan Primer Koperasi Kartika D-04 Boyolali.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah membantu perkembangan Primer Koperasi Kartika D-04 Boyolali. Saya berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga koperasi ini mampu menjadi badan usaha yang semakin profesional dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” ujar Letkol Inf Gunawan Nurbathin.
Dandim juga menegaskan bahwa kepengurusan yang baru diharapkan mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan anggota, serta menjalankan fungsi pengelolaan dan pengawasan koperasi secara transparan dan akuntabel.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain itu, pengurus baru diharapkan lebih inovatif dan aktif dalam mengembangkan usaha koperasi guna meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota. Ia juga mengajak seluruh anggota koperasi untuk berpartisipasi aktif memberikan saran, masukan, serta menjalin sinergi yang baik dengan pengurus demi kemajuan Primer Koperasi Kartika D-04 Boyolali.
Rangkaian Rapat Anggota Luar Biasa berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Melalui proses pemilihan yang demokratis, Letda Inf Tri Atmoko, yang sehari-hari menjabat sebagai Pa Sandi Kodim 0724/Boyolali, resmi terpilih sebagai Ketua Primer Koperasi Kartika D-04 Boyolali yang baru.
Dengan kepengurusan baru tersebut, diharapkan Primer Koperasi Kartika D-04 Boyolali semakin maju, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya. Red
Sat Samapta Polres Brebes Intensifkan Patroli Antisipasi Kebakaran Lahan di Kawasan Toll Road Brebes
Brebes, DN-II Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sat Samapta Polres Brebes melaksanakan patroli preventif di kawasan lahan kosong dan area persawahan sepanjang Toll Road Brebes Barat, Senin (13/7/2026) sore.
Kegiatan patroli dilaksanakan mulai pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan melibatkan empat personel Sat Samapta yang dipimpin Kanit Turjawali.
Sebelum pelaksanaan patroli, seluruh personel menerima arahan (AAP) serta dilakukan pengecekan kendaraan dan perlengkapan pendukung.
Patroli difokuskan pada lahan kosong dan area persawahan pascapanen yang berpotensi terjadi pembakaran jerami maupun kebakaran lahan. Selain melakukan pemantauan, personel juga berdialog dengan para petani serta menyampaikan imbauan agar tidak melakukan pembakaran jerami secara sembarangan karena dapat memicu kebakaran dan menimbulkan asap yang mengganggu keselamatan pengguna jalan tol.
Dari hasil patroli, petugas tidak menemukan adanya aktivitas pembakaran lahan di sepanjang jalur patroli. Namun demikian, petugas mendapati sisa pembakaran jerami pascapanen yang menjadi perhatian untuk terus dilakukan pemantauan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Sat Samapta Polres Brebes berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli preventif sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif serta mencegah terjadinya kebakaran lahan yang dapat membahayakan masyarakat maupun pengguna jalan Tol Brebes Barat.
Polres Brebes juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para petani, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat segera dilakukan penanganan.
Kasat Samapta Polres Brebes, AKP Nur Mahmud yang memwakili Kapolres Brebes mengatakan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan persawahan pascapanen yang rawan terjadi pembakaran jerami.
“Patroli ini kami laksanakan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kebakaran lahan yang dapat membahayakan masyarakat maupun mengganggu keselamatan pengguna jalan, terutama di sepanjang Toll Road Brebes Barat. Selain melakukan pemantauan, personel juga memberikan imbauan kepada para petani agar tidak membakar jerami secara terbuka karena berpotensi menimbulkan kebakaran dan asap yang mengurangi jarak pandang pengendara,” ujar AKP Nur Mahmud.
Ditambahkan bahwa Sat Samapta Polres Brebes akan terus meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang memiliki potensi kerawanan kebakaran serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila ditemukan titik api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditangani,” tutupnya. Red/Hms
SRAGEN, DN-II Percepatan tanam menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama agar target produksi padi tidak meleset. Menyikapi hal itu, Pelda Surasno menggelar komunikasi sosial (komsos) dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Ngrampal guna menyusun strategi percepatan Musim Tanam (MT) III Tahun 2026, Senin (13/7/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekedar menjadi ajang koordinasi, tetapi juga forum evaluasi kesiapan lahan, ketersediaan air irigasi, benih, pupuk, hingga pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami keterlambatan tanam. Seluruh kendala dibahas untuk menghasilkan langkah cepat di lapangan.
Pelda Surasno menegaskan, percepatan tanam merupakan instruksi yang harus dikawal bersama demi menjaga produktivitas pertanian dan mendukung program swasembada pangan.
“Keberhasilan MT III tidak ditentukan saat panen, tetapi dimulai dari kecepatan petani turun ke sawah. Karena itu, Babinsa bersama PPL harus hadir mendampingi, memotivasi, sekaligus menyelesaikan setiap kendala yang dihadapi petani. Jangan sampai ada lahan yang terlambat tanam karena lemahnya koordinasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, Babinsa akan terus melakukan pendampingan di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta kelompok tani agar target luas tambah tanam (LTT) dapat tercapai sesuai jadwal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Koordinator PPL Kecamatan Ngrampal Bpk. Irawan, menyebut sinergi yang terbangun selama ini menjadi modal penting dalam mempercepat realisasi tanam. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor membuat berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga petani bisa segera memulai musim tanam.
Melalui komsos tersebut, Koramil dan PPL berkomitmen mengawal percepatan tanam MT III 2026 hingga tingkat kelompok tani. Kolaborasi itu diharapkan mampu meningkatkan capaian luas tambah tanam, menjaga produktivitas padi, dan memperkuat posisi Kecamatan Ngrampal sebagai salah satu lumbung pangan di Kabupaten Sragen. Red/Ak
SEMARANG, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono bersama Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pemantauan Lapangan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah serta Pengelolaan Sampah di Provinsi Jawa Tengah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Rakor yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah Semarang, Senin (13/7/2026) dihadiri oleh Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, Bupati dan Wali Kota beserta Wakil Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jawa Tengah serta OPD terkait.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa rakor ini membahas tentang revitalisasi lahan yang ada di Provinsi Jawa Tengah menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). 
Gubernur Jawa Tengah menyebut hampir 26 kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang sudah memenuhi LP2B yaitu sebesar 87%.
“Sisanya ada sembilan Kabupaten / Kota masih berproses tetapi dalam bulan ini Insya Allah kita sanggup,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lanjut Gubernur Jawa Tengah, terkait pengelolaan sampah, pihaknya menggunakan Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar turunan sampah untuk empat kabupaten kota dan disiapkan oleh empat pabrik semen.
Selain itu pihaknya juga menggunakan rayonisasi melalui Danantara dalam hal mengubah sampah menjadi tenaga listrik seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa kabupaten / kota di Jawa Tengah diantaranya Kota Semarang dan Kendal, Eks Karesidenan Pekalongan, Eks Karesidenan Magelang, dan Tegal Raya yang meliputi Kab Tegal, Kota Tegal dan Kab Brebes.
“Jadi ini semua kita gunakan, mereka yang diatas 1.000 ton menggunakan rayonisasi yang Danantara menjadi listrik dan yang lainnya menggunakan RDF,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan dari KPK dalam hal ini Stranas PK menyampaikan pihaknya dalam rakor ini lebih banyak mendengar masalah-masalah yang disampaikan oleh bupati / wali kota yang selanjutnya akan dijadikan bahan untuk koordinasi lebih lanjut di tingkat pusat.(* S. Bimantoro )
Brebes, DN-II Terik matahari yang menyengat tidak mampu memadamkan semangat masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ganggawang dengan Desa Ciputuh, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Senin, (13/7/2026).
Di balik kerasnya pekerjaan mengangkat batu, pasir, dan material bangunan, terdengar tawa canda para ibu yang ikut bekerja bakti. Suasana penuh keakraban itu membuat pekerjaan yang berat terasa lebih ringan dan menjadi penyemangat bagi seluruh warga.
Sejak pagi hari, masyarakat dari kedua desa telah berkumpul di lokasi pembangunan. Kaum laki-laki melaksanakan pekerjaan konstruksi, sementara para ibu turut membantu sesuai kemampuan, mulai dari mengangkut material ringan, menyiapkan kebutuhan para pekerja, membersihkan area kerja, hingga memberikan dukungan moral kepada seluruh warga yang terlibat.
Di sela-sela kesibukan tersebut, canda tawa para ibu kerap memecah suasana. Senyum yang terpancar dari wajah mereka menjadi penghapus rasa lelah setelah berjam-jam bekerja di bawah terik matahari. Kebersamaan yang terjalin menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan memperlihatkan bahwa gotong royong bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga tentang mempererat tali persaudaraan.
Seluruh kegiatan mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Usman M, yang sejak awal pembangunan terus hadir di tengah masyarakat. Selain memberikan arahan dan memastikan pekerjaan berjalan dengan aman, Babinsa juga membangun komunikasi yang akrab dengan warga sehingga suasana kerja tetap penuh semangat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurut Serda Usman M, kekompakan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
“Melihat masyarakat tetap bersemangat meskipun cuaca sangat panas merupakan kebanggaan tersendiri. Kehadiran para ibu yang ikut bekerja sambil menghadirkan suasana penuh keakraban menjadi energi positif bagi semua. Semangat seperti inilah yang mencerminkan budaya gotong royong masyarakat Indonesia,” ungkap Serda Usman M.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan harapan besar masyarakat Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh. Selama bertahun-tahun, warga menginginkan akses yang lebih baik untuk memperlancar aktivitas sehari-hari, mulai dari mengangkut hasil pertanian, menuju sekolah, hingga memperoleh pelayanan kesehatan. Karena itulah, setiap perkembangan pembangunan selalu disambut dengan penuh optimisme.
Partisipasi para ibu dalam kegiatan kerja bakti menjadi salah satu pemandangan yang menarik perhatian. Mereka membuktikan bahwa pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab kaum laki-laki. Dengan penuh keikhlasan, mereka turut menyumbangkan tenaga, waktu, dan semangat agar pekerjaan dapat selesai lebih cepat. Kehadiran mereka juga menjadi bukti bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Semangat gotong royong yang tumbuh selama proses pembangunan semakin mempererat hubungan antarwarga. Tidak ada perbedaan usia maupun profesi. Semua saling membantu, saling menyemangati, dan saling menguatkan. Kebersamaan tersebut menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan desa.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes juga semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh. Mereka juga berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan suasana kekeluargaan yang terbangun selama proses pembangunan dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda membuktikan bahwa kerja keras akan terasa lebih ringan ketika dilakukan bersama. Di bawah terik matahari, tawa canda para ibu menjadi penyemangat, sementara kehadiran Babinsa dan semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan yang menggerakkan setiap langkah pembangunan. Dari kebersamaan itulah lahir sebuah jembatan yang tidak hanya menghubungkan dua desa, tetapi juga menghubungkan hati, harapan, dan masa depan masyarakat menuju kehidupan yang lebih maju dan sejahtera. Red
BREBES, DN-II Semangat gotong royong yang ditunjukkan anggota TNI bersama masyarakat Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak pernah surut hingga menjelang selesainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda. Pada Senin (13/07/2026)
Proses pembangunan terus berlangsung dengan penuh optimisme. Memasuki tahap akhir, seluruh pihak yang terlibat semakin bersemangat karena impian masyarakat untuk memiliki jembatan penghubung yang aman dan kokoh kini tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan.
Di lokasi pembangunan yang membentang di atas Sungai Ciraja, suasana kerja terlihat begitu hidup. Anggota Koramil 12/Bantarkawung bersama masyarakat terus menyelesaikan berbagai pekerjaan akhir dengan penuh ketelitian. Tidak terlihat raut lelah di wajah para pekerja. Sebaliknya, semangat dan optimisme justru semakin besar karena hasil dari kerja keras selama berbulan-bulan kini mulai tampak nyata.
Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, kembali hadir mendampingi jalannya pekerjaan. Sejak awal pembangunan dimulai, ia selalu berada di tengah masyarakat untuk memberikan motivasi, mengoordinasikan kegiatan gotong royong, serta memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Menurut Pelda Aris, semakin dekatnya penyelesaian pembangunan menjadi penyemangat bagi seluruh warga. Kerja keras yang telah dilakukan bersama selama ini akan segera membuahkan hasil yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Semangat kami tidak pernah kendor. Justru ketika pembangunan sudah mendekati selesai, seluruh anggota dan masyarakat semakin termotivasi untuk memberikan hasil yang terbaik. Sebentar lagi jembatan ini akan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dan itu menjadi kebahagiaan bagi kami semua,” ungkap Pelda Aris.
Jembatan Gantung Garuda merupakan infrastruktur yang sangat dinantikan masyarakat Desa Bangbayang dan wilayah sekitarnya. Selama bertahun-tahun, Sungai Ciraja menjadi hambatan bagi mobilitas warga, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat. Kehadiran jembatan ini akan menghadirkan akses yang lebih aman, lebih cepat, dan lebih nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Selama proses pembangunan, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama. Warga tanpa diminta terus datang membantu pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang mengangkat material, menyiapkan peralatan, membersihkan lokasi kerja, hingga membantu proses penyelesaian konstruksi. Kekompakan tersebut menjadi bukti bahwa budaya kebersamaan masih terpelihara dengan baik di tengah masyarakat.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa juga semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran aparat kewilayahan di lokasi pembangunan memberikan rasa aman, membangun komunikasi yang baik, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus bekerja hingga pembangunan selesai.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda tidak hanya menghasilkan sebuah bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat. Keberadaan jembatan nantinya akan memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan, serta membuka peluang berkembangnya perekonomian masyarakat di Kecamatan Bantarkawung.
Masyarakat Desa Bangbayang menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pembangunan yang hampir selesai. Mereka meyakini bahwa jembatan tersebut akan menjadi salah satu infrastruktur penting yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat kemajuan wilayah.
Semangat yang terus terjaga hingga menjelang akhir pembangunan menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan. Setiap tetes keringat yang tercurah selama proses pembangunan merupakan wujud nyata kepedulian TNI dan masyarakat dalam membangun desa.
Dengan progres pembangunan yang semakin mendekati penyelesaian, harapan masyarakat pun semakin besar. Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang tidak hanya akan menjadi penghubung dua wilayah yang dipisahkan Sungai Ciraja, tetapi juga menjadi simbol kokohnya persatuan, semangat gotong royong, dan pengabdian tanpa pamrih dari Babinsa Pelda Aris bersama seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Brebes yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Red
BREBES, DN-II Teriknya sinar matahari tidak menyurutkan semangat personel TNI bersama masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Pada Senin (13/07/2026), proses pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Kadumanis dengan Desa Citimbang tetap berlangsung dengan penuh semangat meskipun cuaca di lokasi pembangunan cukup panas.
Pembangunan Jembatan Garuda yang menjadi salah satu akses vital bagi masyarakat terus menunjukkan perkembangan yang positif. Berbagai tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan semangat gotong royong antara aparat TNI, pemerintah desa, tim teknis, dan masyarakat setempat.
Sejak pagi hari, aktivitas di lokasi pembangunan sudah terlihat ramai. Di bawah terik matahari, para pekerja bersama warga dan anggota TNI tetap melaksanakan pekerjaan sesuai pembagian tugas masing-masing. Keringat yang membasahi tubuh tidak menjadi penghalang untuk terus bekerja demi menyelesaikan pembangunan jembatan yang telah lama menjadi harapan masyarakat.
Babinsa Desa Kadumanis Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Hasanudin, tampak terus mendampingi sekaligus ikut membantu pekerjaan di lapangan. Selain memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan tertib, Babinsa juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap menjaga semangat serta mengutamakan keselamatan kerja.
Menurut Serda Hasanudin, kondisi cuaca yang panas merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Namun semangat pengabdian dan gotong royong yang dimiliki masyarakat menjadi kekuatan utama sehingga pekerjaan tetap dapat berjalan sesuai rencana.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Cuaca yang panas bukan menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Selama kondisi memungkinkan dan tetap memperhatikan faktor keselamatan, kami bersama masyarakat akan terus melanjutkan pembangunan ini. Semangat warga menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendampingi hingga jembatan selesai dibangun,” ujar Serda Hasanudin.
Sementara itu, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int menyampaikan apresiasi atas dedikasi Babinsa serta antusiasme masyarakat yang tetap bersemangat melanjutkan pembangunan meskipun harus bekerja di bawah terik matahari.
“Saya mengapresiasi semangat Babinsa dan seluruh masyarakat yang tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab. Semangat pantang menyerah seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam mempercepat pembangunan di wilayah. Namun demikian, saya juga mengingatkan agar seluruh personel tetap menjaga kondisi kesehatan, mengatur waktu istirahat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, dan selalu mengutamakan keselamatan selama bekerja,” tegas Dandim.
Beliau menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
Jembatan Garuda nantinya akan menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Kadumanis dan Desa Citimbang. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian, mempercepat akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Salem.
Semangat gotong royong yang terus terpelihara selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa kebersamaan merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berhasil. Kehadiran Babinsa yang selalu berada di tengah masyarakat juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai salah satu pilar penting dalam pembinaan teritorial.
Dengan tekad yang kuat dan semangat yang tidak pernah padam meski diterpa cuaca panas, pembangunan Jembatan Garuda terus bergerak menuju tahap penyelesaian. Diharapkan, jembatan tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menjadi simbol keberhasilan gotong royong antara TNI dan rakyat dalam membangun Kabupaten Brebes yang semakin maju. Red
Adiwerna, DN-II Kepolisian Resor Tegal melalui Polsek Adiwerna melaksanakan pengamanan kegiatan Upacara Adat Wilujengan Ganti Langse Sri Susuhunan Amangkurat Agung yang berlangsung di Kompleks Makam Amangkurat, Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Minggu (12/7/2026).
Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi adat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga 13.15 WIB tersebut dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Dra. Kusmurtiah Pandansari, M.Pd., Gusti Pangeran Haryo dr. Edi Wirabumi, S.H., M.M., Gusti Kanjeng Ratu Ayu Kusindriyah, serta anggota Paguyuban Kawula Surakarta (PAKASO) Wilayah Tegal dengan jumlah peserta sekitar 100 orang. Prosesi diawali dengan pembacaan tahlil yang dilanjutkan dengan tradisi pergantian langse atau kelambu makam sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Adiwerna AKP Slamet Ibnu Akbar, S.H., M.H. dengan melibatkan 12 personel gabungan dari Polres Tegal dan Polsek Adiwerna. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengamanan area kegiatan, pengaturan arus lalu lintas, serta memberikan pelayanan kepada para tamu dan masyarakat yang hadir sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan lancar.
Kapolsek Adiwerna AKP Slamet Ibnu Akbar, S.H., M.H. mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam setiap kegiatan adat maupun keagamaan merupakan bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian upacara adat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian nilai-nilai budaya serta tradisi yang menjadi warisan leluhur, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan rasa aman dan nyaman,” ujar AKP Slamet Ibnu Akbar.
Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polri akan terus hadir mengawal berbagai kegiatan masyarakat sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.
“Polri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik pada setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan budaya. Kehadiran personel kepolisian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif di Kabupaten Tegal,” ungkap AKBP Bayu Prasetyo.
Berkat sinergi seluruh pihak dan kesiapsiagaan personel pengamanan, Upacara Adat Wilujengan Ganti Langse Sri Susuhunan Amangkurat Agung berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pelayanan yang humanis sekaligus dukungan terhadap pelestarian budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa. ( S. Bimantoro )
BOYOLALI, DN-II Semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Kebangsaan yang digelar Kodim 0724/Boyolali bersama masyarakat pada Minggu (12/07/2026).
Ratusan warga antusias menyaksikan laga seru Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss yang berlangsung dramatis hingga babak perpanjangan waktu.
Pertandingan menyajikan duel sengit sejak menit awal. Argentina membuka keunggulan melalui sundulan Alexis Mac Allister pada menit ke-10. Swiss mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol D. Dobye pada menit ke-67 sehingga skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai.
Memasuki babak tambahan waktu 2×15 menit, Argentina tampil lebih efektif. Julián Álvarez menjadi pahlawan dengan mencetak gol pada menit ke-112, sebelum Lautaro Martínez memastikan kemenangan Tim Tango melalui gol pada menit ke-120. Argentina pun menutup laga dengan kemenangan 3-1 atas Swiss.
Di balik kemeriahan pertandingan, kegiatan Nobar Kebangsaan menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Suasana penuh keakraban, semangat sportivitas, dan kebersamaan tampak begitu terasa sepanjang acara.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pasiter Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Nasoha, mengatakan bahwa Nobar Kebangsaan merupakan salah satu bentuk Komunikasi Sosial (Komsos) TNI AD dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kegiatan ini tidak sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta memperkuat kebersamaan antara prajurit TNI AD dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, olahraga internasional seperti Piala Dunia mampu menjadi media pemersatu yang menghadirkan semangat persaudaraan tanpa memandang latar belakang. Karena itu, Kodim 0724/Boyolali berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang kebersamaan yang menumbuhkan semangat persatuan dan cinta tanah air.
Melalui Nobar Kebangsaan, Kodim 0724/Boyolali terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga kedekatan dengan warga, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bersama Rakyat, TNI AD Kuat. Red/Ak
