Kota Tegal, DN-II Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada musim mudik, jajaran Polres Tegal Kota terus mengingatkan pentingnya keselamatan di jalan raya. Salah satunya melalui kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas yang dikemas secara humanis dengan membagikan takjil kepada pengendara di perlintasan kereta api Tirus, Jumat (13/3/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa itu menyasar pengendara motor maupun mobil yang melintas di kawasan perlintasan rel ganda tersebut. Selain berbagi takjil, petugas juga menyampaikan imbauan langsung agar pengendara lebih berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintasi perlintasan kereta api.
Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah nyata kepolisian dalam mengedukasi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan, terlebih menjelang arus mudik Lebaran.
“Momentum Ramadhan kami manfaatkan untuk berbagi sekaligus mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan di jalan, khususnya saat melintasi perlintasan kereta api yang padat seperti di Tirus ini,” kata AKBP Heru Antariksa Cahya di sela kegiatan.
Menurutnya, perlintasan Tirus menjadi salah satu titik yang cukup rawan karena merupakan simpul pertemuan kendaraan dari jalur Pantura menuju arah selatan, termasuk Purwokerto, serta akses masuk ke wilayah Kota Tegal. Di sisi lain, jalur rel ganda membuat intensitas perjalanan kereta api juga cukup tinggi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kondisi ini tentu memerlukan kewaspadaan bersama. Kami mengingatkan pengendara untuk selalu berhenti sejenak, memastikan jalur aman, dan mendahulukan perjalanan kereta api,” ujarnya.
Ia menegaskan, edukasi keselamatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026 yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran. 
Polres Tegal Kota sendiri telah menyiagakan personel di sejumlah titik strategis mulai dari pos pantau, pos pengamanan, pos pelayanan hingga pos terpadu di jalur Pantura, pusat keramaian, serta titik rawan kepadatan lalu lintas.
“Semangatnya sejalan dengan tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Kami ingin masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan aman dan selamat sampai tujuan,” jelasnya.
Melalui pendekatan yang humanis seperti pembagian takjil ini, Kapolres berharap pesan keselamatan dapat lebih mudah diterima masyarakat.
“Keselamatan adalah yang utama. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli dan mengingatkan agar semua bisa pulang ke rumah dengan selamat,” pungkasnya. ( Bim )
SMPN 1 Rambang Kuang Tutup Kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H dengan Khidmat
RAMBANG KUANG ” Www.detiknasional.com // Keluarga besar SMPN 1 Rambang Kuang resmi mengakhiri rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah pada Jumat (13/03/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga minggu penuh di bulan suci ini ditutup dengan suasana khidmat dan penuh rasa syukur. Seluruh guru, staf, serta siswa-siswi berkumpul bersama untuk merayakan keberhasilan program penguatan karakter religius yang telah dijalankan dengan antusiasme tinggi.
Selama masa pelaksanaan, kurikulum pesantren dirancang secara komprehensif untuk menyentuh berbagai aspek literasi Al-Qur’an. Siswa tidak hanya diajak untuk melakukan tadarusan bersama, tetapi juga diberikan bimbingan intensif dalam mengenal huruf Arab dan pendalaman metode Iqro’. Kehadiran guru ngaji yang kompeten memastikan setiap siswa, dari tingkat pemula hingga yang sudah lancar, mendapatkan bimbingan yang tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Salah satu aspek menarik dari kegiatan tahun ini adalah program siraman rohani yang dilakukan secara kolaboratif. Materi keagamaan tidak hanya disampaikan oleh dewan guru, tetapi juga memberikan panggung bagi siswa-siswi untuk menyampaikan kultum singkat. Inisiatif ini bertujuan untuk melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus memperdalam pemahaman agama melalui perspektif teman sebaya, sehingga pesan moral yang disampaikan terasa lebih dekat dengan keseharian siswa.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain pembekalan teori dan ceramah, aspek hafalan juga menjadi prioritas utama melalui program tahfidz surat-surat pendek. Para siswa ditantang untuk memperkuat ingatan mereka terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai bekal ibadah sehari-hari. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an, sehingga aktivitas mengaji tidak hanya berhenti saat bulan Ramadhan usai, melainkan menjadi identitas diri bagi siswa SMPN 1 Rambang Kuang.
Dalam sambutan penutupnya, Kepala SMPN 1 Rambang Kuang, Darmansyah, M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan bukti sinergi yang kuat antara guru dan siswa dalam menjemput keberkahan di bulan suci. Kehadiran seluruh warga sekolah dalam acara penutupan ini menandai solidnya komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Menutup arahannya, Darmansyah, M.Pd. menyampaikan pesan mendalam bagi para anak didiknya. Beliau berpesan, “Kegiatan yang kita laksanakan selama tiga minggu ini bukanlah sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah laboratorium karakter. Saya berharap cahaya Al-Qur’an dan kedisiplinan beribadah yang telah kita asah bersama dapat terus menyinari langkah kalian di luar bulan Ramadhan, menjadikan kalian pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama.”
REPORT : JULIYAN
TEGAL, DN-II Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan PT. Samudra Ina Pertiwi (PT. SIP) untuk mempererat tali silaturahmi dengan awak media sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama. Perusahaan tersebut menggelar acara buka puasa bersama puluhan insan pers dari Kabupaten dan Kota Tegal, yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim di Rumah Makan Bebakaran, Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, baru-baru ini. (13/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mari Berbagi Rizki dan Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan 1447 H” ini berlangsung khidmat. Hadir dalam acara tersebut Direktur PT. SIP, Firdaus Andika, beserta jajaran staf dan puluhan wartawan dari berbagai platform media, baik cetak, elektronik, maupun daring.
Dalam sambutannya, Firdaus Andika mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadhan. Ia juga memberikan pesan khusus kepada insan pers mengenai pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme jurnalistik.
”Mari kita manfaatkan bulan penuh berkah ini untuk berbagi kebahagiaan. Saya juga mengajak rekan-rekan wartawan untuk terus berkarya menghasilkan berita yang faktual, jujur, dan berimbang. Media adalah pilar keempat demokrasi yang memiliki peran krusial dalam mencerdaskan masyarakat,” ujar Firdaus.
Lebih lanjut, Firdaus menekankan peran strategis pers sebagai fungsi kontrol sosial. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar dalam mengawal jalannya pemerintahan, memantau penggunaan alokasi anggaran negara, serta memastikan pelayanan publik berjalan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Media massa harus menjadi penyambung lidah masyarakat. Kita harus bersama-sama mengawasi jalannya pemerintahan dan dunia usaha agar manfaatnya dirasakan nyata oleh rakyat,” tegasnya.
Selain itu, Firdaus mengingatkan pentingnya memegang teguh Kode Etik Jurnalistik di tengah maraknya arus informasi hoaks dan disinformasi. Ia berharap wartawan tetap menjaga marwah profesinya dengan tidak terjebak pada praktik-praktik yang mencederai integritas jurnalistik.
”Jaga nama baik profesi. Jangan sampai kredibilitas wartawan turun karena hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Mari terus produksi karya tulis yang bermutu untuk membangun kepercayaan publik,” imbaunya.
Sebagai puncak acara, PT. SIP menyerahkan santunan berupa uang tunai, paket sembako, dan bingkisan kepada puluhan anak yatim yang hadir. Kegiatan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
”Berbagi dengan anak yatim mendatangkan keberkahan tersendiri. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Firdaus.
Acara ini mendapatkan apresiasi positif dari rekan-rekan media yang hadir. Sinergi antara dunia usaha dan pers ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat, objektif, dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat di wilayah Tegal dan sekitarnya.
Red/Casroni
Semarang, DN-II Dalam rangka menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan arus mudik serta balik Lebaran 2026/1447 H, Polda Jawa Tengah menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pembatasan operasional angkutan barang.
Ketentuan tersebut merujuk pada SKB yang diterbitkan oleh Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Bina Marga, dan Kakorlantas Polri (Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026, HK.201/1/21/DJPL/2026, Kep/43/II/2026, serta 20/KPTS/Db/2026). Kebijakan ini diberlakukan untuk mengoptimalkan penggunaan ruas jalan nasional serta menekan potensi kemacetan selama periode mudik.
Ketentuan Pembatasan
Pembatasan operasional berlaku bagi mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan/gandengan, serta kendaraan pengangkut bahan bangunan, hasil galian, dan hasil tambang. Aturan ini berlaku pada ruas jalan tol maupun non-tol, mulai Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026, Kombes Pol. Artanto, menegaskan bahwa disiplin pengusaha angkutan menjadi kunci sukses kelancaran lalu lintas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Kami mengimbau seluruh pengusaha jasa angkutan dan pengemudi untuk taat pada aturan ini. Kepatuhan Anda adalah bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol. Artanto di Mapolda Jateng, Sabtu (14/3/2026).
Pengecualian Kendaraan
Kombes Pol. Artanto menambahkan, kebijakan ini tidak berlaku bagi kendaraan angkutan logistik esensial, yakni:
Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG).
Hewan ternak dan pupuk.
Bantuan kemanusiaan (korban bencana alam).
Barang kebutuhan pokok.
Meskipun mendapat pengecualian, setiap kendaraan tersebut wajib dilengkapi dengan surat muatan yang menerangkan jenis barang, tujuan, serta identitas pemilik. Pihaknya juga menegaskan bahwa kendaraan yang dikecualikan tetap dilarang melakukan pelanggaran dimensi dan muatan berlebih (Over Dimension Over Loading atau ODOL).
”Polda Jawa Tengah bersama instansi terkait akan melakukan pengawasan ketat dan penegakan hukum di lapangan. Kami pastikan aturan ini berjalan efektif demi kenyamanan bersama di jalur mudik,” pungkasnya.
Red/Casroni
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Menanggapi beredarnya kekhawatiran mengenai pemotongan pajak Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 34%, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) memastikan bahwa situasi di lapangan tetap kondusif. Hingga saat ini, tidak ada aksi protes maupun gejolak dari kalangan buruh atau serikat pekerja di wilayah tersebut.
Kepala Disperinaker Kabupaten Brebes, Abdul Madjid, S.T., M.T., melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Hubungan Industrial, Irfan Djunaidi, menjelaskan bahwa berdasarkan data per Januari 2026, terdapat 66 perusahaan di Brebes yang menyerap 77.571 tenaga kerja.
”Hingga hari ini, Jumat (13/3/2026), kami mencatat situasi hubungan industrial di Brebes sangat kondusif. Tidak ada laporan keberatan atau protes dari serikat buruh terkait isu pemotongan pajak THR sebesar 34%,” ujar Irfan.
Meluruskan Miskonsepsi Angka 34%
Irfan menegaskan bahwa angka 34% yang ramai diperbincangkan bukanlah tarif pajak yang dikenakan kepada seluruh pekerja. Skema pajak di Indonesia bersifat progresif, di mana beban pajak disesuaikan dengan tingkat penghasilan seseorang.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berikut poin penting untuk meluruskan kekhawatiran publik:
Bukan untuk Buruh: Tarif 34% merupakan tarif maksimal dalam skema pajak terbaru (TER), yang hanya berlaku bagi individu dengan penghasilan bruto di atas Rp1,4 miliar per bulan.
Ketentuan PTKP: Pekerja dengan penghasilan di bawah ambang batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) atau yang gajinya setara UMK, tetap akan mendapatkan potongan pajak yang sangat kecil, bahkan bisa mencapai 0%.
Mekanisme TER: Skema Tarif Efektif Rata-Rata (TER) memang membuat potongan pajak di bulan penerimaan THR terlihat lebih besar akibat akumulasi bonus, namun nantinya akan dilakukan penyesuaian perhitungan kembali pada akhir tahun (masa pajak Desember).
Respons Tokoh Serikat dan Legislatif
Senada dengan pemerintah, Ketua B2P3 Brebes, Azmi Asmuni Majid, menegaskan bahwa nihilnya protes dari buruh di Brebes adalah hal yang wajar. Menurutnya, buruh di Brebes sangat vokal jika ada kebijakan yang mencederai hak mereka. Namun, karena aturan pajak tinggi tersebut menyasar penghasilan di atas Rp75 juta per bulan, para buruh di Brebes merasa kebijakan tersebut tidak berdampak pada mereka.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Brebes, Tobidin Sarjum, S.H., menyatakan dukungannya untuk menjaga stabilitas industrial. Pihaknya siap memfasilitasi dialog publik melalui forum tripartit yang melibatkan unsur pengusaha, serikat buruh, eksekutif, dan legislatif.
”Kami terbuka untuk duduk bersama. Dialog tripartit sangat penting untuk memastikan seluruh pihak memahami mekanisme pajak ini sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman yang menimbulkan keresahan di kalangan pekerja,” pungkas Tobidin.
Catatan: Penyampaian informasi ini sangat krusial agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh hoaks atau informasi yang kurang akurat terkait kebijakan perpajakan.Eksekutif dan legislatif .
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kota Tegal, DN-II Polres Tegal Kota melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di halaman Mapolres Tegal Kota, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapan dalam mengamankan arus mudik dan arus balik serta perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di wilayah Kota Tegal.
Apel gelar pasukan dipimpin oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya dan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurahman. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh personel Polri, unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta berbagai elemen terkait lainnya.
Rangkaian apel diawali dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol dimulainya Operasi Ketupat Candi 2026 yang akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Tegal membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Dalam amanatnya, Kapolri menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan pengamanan mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kapolri juga menyampaikan bahwa untuk menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri serta libur Lebaran, Polri bersama TNI dan para pemangku kepentingan melaksanakan operasi terpusat dengan sandi “Ketupat 2026.” Operasi tersebut digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran operasi tersebut, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 343 Pos Terpadu yang tersebar di berbagai wilayah guna memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Secara terpisah, Kepala Bagian Operasi Polres Tegal Kota Kompol Nurcholis menyampaikan bahwa Polres Tegal Kota telah menyiapkan ratusan personel untuk mendukung pengamanan selama Operasi Ketupat Candi 2026.
“Sebanyak 352 personel kami siapkan untuk melaksanakan pengamanan di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Tegal selama Operasi Ketupat Candi 2026,” ujar Kompol Nurcholis. 
Ia menambahkan bahwa Polres Tegal Kota juga menyiapkan sejumlah pos pelayanan dan pengamanan bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Kami juga menyiapkan 1 Pos Terpadu, 2 Pos Pelayanan, serta 2 Pos Pengamanan yang akan difungsikan sebagai pusat pelayanan dan pengamanan bagi masyarakat selama arus mudik maupun arus balik Lebaran,” tambahnya.
Melalui Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Tegal Kota bersama Pemerintah Kota Tegal dan instansi terkait berkomitmen memberikan pengamanan serta pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga perayaan Idul Fitri di wilayah Kota Tegal dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. ( Bim )
BREBES, DN-II Menghadapi tantangan arus mudik Idul Fitri 1447 H, Polda Jawa Tengah resmi meluncurkan layanan inovatif Valet Ride Mudik Gratis. Keberangkatan gelombang pertama dilepas langsung oleh Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Latif Usman, bertempat di Pos Pelayanan (Posyan) Nasmoco Klampok, Brebes, pada Jumat (13/03/2026).
Turut hadir mendampingi dalam peresmian tersebut Kabid Propam Polda Jateng, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Brebes.
Wakapolda Jateng, Brigjen Pol. Latif Usman, menjelaskan bahwa program Valet Ride merupakan solusi konkret Polri untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor. Mengingat wilayah Brebes dikenal sebagai “titik lelah” (fatigue point), pemaksaan berkendara menuju arah timur sangat berisiko.
“Jarak tempuh dari Brebes ke Semarang masih memerlukan waktu lebih dari dua jam. Jika dipaksakan dalam kondisi lelah, sangat membahayakan. Melalui metode ini, pengendara kita naikkan ke bus yang nyaman, sementara sepeda motornya diangkut menggunakan truk towing hingga sampai tujuan di Semarang,” jelas Brigjen Pol. Latif Usman.
Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 90 pemudik telah mendaftar melalui sistem daring (online). Meski demikian, petugas di lapangan tetap menerima dan melayani pemudik yang datang langsung (go-show) ke lokasi Pos Valet Ride.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Tercatat sudah ada 22 pemudik yang diberangkatkan pada kloter awal hari ini. Secara total, sebanyak 90 peserta telah terdaftar dalam sistem untuk mengikuti program Valet Ride menuju Semarang,” terangnya
Wakapolda juga menginstruksikan personel di lapangan untuk tetap fleksibel dalam melayani masyarakat yang belum mendaftar secara daring.
“Bagi pemudik dari Jakarta atau Jawa Barat yang baru mengetahui informasi ini saat melintas di perbatasan Brebes, tetap akan kami terima dan layani. Justru pemudik jarak jauh inilah yang menjadi sasaran utama kami agar mereka bisa beristirahat di pos pelayanan sekaligus mendapatkan fasilitas mudik yang aman ini,” tambahnya
Sementara Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah, merinci bahwa terdapat tiga jadwal pemberangkatan setiap harinya, yaitu pada pukul 10.00 WIB, 13.00 WIB, dan 16.00 WIB. Layanan ini akan beroperasi setiap hari mulai 13 hingga 19 Maret 2026.
Sambil menunggu jadwal keberangkatan atau proses loading kendaraan ke truk towing, Polres Brebes telah menyediakan fasilitas lengkap yang bisa dinikmati pemudik secara cuma-cuma, di antaranya ruang tunggu ber-AC dan ruang laktasi bagi ibu menyusui. Kemudian layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan relaksasi serta dilengkapi area bermain anak yang aman dengan berbagai permainan game menarik serta Mushola yang bersih dan representatif.
“Semua fasilitas ini kami sediakan agar masyarakat tidak merasa jenuh dan tetap nyaman selama menunggu proses administrasi maupun pemberangkatan,” tambah AKBP Lilik.
Berdasarkan prediksi dari Korlantas Polri, puncak arus mudik diperkirakan akan mulai terjadi pada Sabtu hingga Rabu mendatang, menyesuaikan dengan jadwal libur nasional. Kapolres Brebes mengimbau para pemudik, terutama pengguna sepeda motor, untuk tidak ragu memanfaatkan layanan ini demi keselamatan bersama. (Casroni/Hms)
BREBES, DN-II Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di kawasan lampu merah Kersana Brebes Barat terlihat lebih hangat dari biasanya. Sejumlah anggota komunitas Akademi Biduan Brebes Barat (AKBID) turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan dan pemudik yang melintas, Jumat (13/3/2026).
Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian nyata dari para pelaku seni di Brebes Barat terhadap sesama, khususnya mereka yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Ketua Komunitas AKBID menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang didanai secara swadaya oleh seluruh anggota.

“Kegiatan ini murni inisiatif dari teman-teman biduan, musisi, dan penyanyi di Brebes Barat. Dana yang kami salurkan merupakan hasil dari kas komunitas serta sumbangan sukarela anggota. Harapan kami, di balik aksi berbagi ini, tali silaturahmi antarpekerja seni semakin erat dan terjaga,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Lebih dari sekadar berbagi takjil, komunitas ini memiliki komitmen jangka panjang untuk terus berkontribusi dalam berbagai aksi kemanusiaan. AKBID menegaskan bahwa wadah ini bukan sekadar tempat berkumpulnya para profesional di bidang tarik suara, melainkan juga organisasi yang aktif dalam aksi tanggap bencana dan kegiatan sosial lainnya.
Senada dengan hal tersebut, jajaran pengurus komunitas—di antaranya Kristina (Sekretaris), Mamah Yulai, dan Ibam (Bendahara)—menegaskan pentingnya peran komunitas dalam masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Setiap tahun kami selalu berusaha hadir untuk berbagi. Tidak hanya di bulan Ramadan, jika terjadi musibah atau bencana, kami pun selalu berupaya hadir untuk membantu meringankan beban sesama,” tambah mereka.
Aksi berbagi takjil ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Kehadiran para biduan di tengah jalan dengan semangat berbagi menjadi potret sisi positif pekerja seni yang ingin menebar manfaat bagi masyarakat luas di Brebes Barat.
Reporter: Rio
#Akbid #BrebesBarat
#SingerCommunity”
BREBES, DN-II Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Brebes terus berkomitmen menciptakan iklim ketenagakerjaan yang harmonis dan kondusif. Langkah ini dilakukan melalui penguatan hubungan industrial serta pengawasan ketat terhadap penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) agar tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku. (13/3/2026).
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja Disperinaker Brebes, Irfan Junaedi, SE., M.Si., menyatakan bahwa fokus utama instansinya adalah meminimalisir potensi perselisihan melalui pendekatan komunikatif dan preventif.
”Hubungan industrial bukan sekadar pemenuhan hak dan kewajiban di atas kertas, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi yang transparan antara perusahaan dan pekerja. Kami mengedepankan musyawarah mufakat sebagai langkah utama sebelum perselisihan berlanjut ke tahap litigasi,” ujar Irfan dalam keterangannya, didampingi Kepala Disperinaker Brebes, Abdul Madjid, ST, MT.
Sinergi dan Kepatuhan Regulasi
Irfan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Menurutnya, kepatuhan perusahaan terhadap aturan ketenagakerjaan adalah kunci utama untuk menjaga produktivitas sekaligus melindungi hak-hak pekerja.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Tugas kami adalah memastikan terciptanya harmonisasi kepentingan, sehingga produktivitas perusahaan tetap terjaga dan hak-hak pekerja terpenuhi secara adil,” tambahnya.
Kontribusi TKA bagi PAD Brebes
Terkait penggunaan TKA di wilayah Brebes, Disperinaker memastikan seluruh proses telah mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2021 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Aturan ini merupakan turunan dari UU Cipta Kerja yang mengatur kewajiban pemberi kerja terkait Rencana Penggunaan TKA (RPTKA), Dana Kompensasi (DKPTKA), hingga kewajiban penunjukan tenaga pendamping.
Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 120 TKA yang bekerja di Kabupaten Brebes dan telah terdaftar secara resmi di Disperinaker. Para pekerja asing ini memberikan kontribusi nyata bagi daerah melalui pembayaran Dana Kompensasi TKA yang masuk ke kas negara, yang kemudian berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”Untuk setiap TKA, terdapat kewajiban pembayaran Dana Kompensasi sebesar 1.200 dolar AS per tahun. Jika dikonversikan, setiap pekerja asing berkontribusi lebih dari Rp20 juta per tahun bagi daerah,” jelas Irfan.
Dengan pengawasan yang ketat dan pendekatan yang solutif, Disperinaker Brebes optimistis dapat terus menjaga iklim investasi yang sehat sekaligus menjamin kesejahteraan tenaga kerja, baik lokal maupun asing, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Reporter: Teguh
BREBES , DN-II Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat Candi (OKC) 2026” resmi diberlakukan di seluruh wilayah hukum Polres Brebes. Terhitung mulai Jumat (13/03/2026) dini hari pukul 00.00 WIB, ratusan personel telah digeser (insert) untuk menempati titik-titik pengamanan guna mengawal kelancaran mudik Idul Fitri 1447 H.
Pengerahan kekuatan ini bertujuan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta memberikan rasa aman bagi masyarakat selama masa libur lebaran.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, melalui Ps. Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas dalam OKC 2026 menyampaikan bahwa kekuatan internal Polri yang diterjunkan mencapai 460 personel.
“Sebanyak 460 personel Polri dilibatkan secara langsung. Sejak semalam atau Jumat dini hari, mereka sudah insert dan menempati pos masing-masing sesuai dengan ploting Satgasnya,” terang Iptu Indra.
Ia menambahkan bahwa Polri tidak bekerja sendiri. Operasi ini didukung penuh oleh personel gabungan dari berbagai instansi terkait, mulai dari TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Satpol PP, Damkar, PMI, Senkom, RAPI, hingga Pramuka.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Jika diakumulasikan, total ada 1.084 personel gabungan yang disiagakan untuk mengamankan OKC tahun 2026 di wilayah Brebes ini,” imbuhnya.
Untuk memastikan pelayanan yang maksimal bagi pemudik, Polres Brebes telah mendirikan 16 titik pos strategis yang tersebar di jalur utama maupun titik keramaian
Ditambahkan, memasuki hari pertama pelaksanaan operasi, kondisi lalu lintas berdasarkan data traffic counting (TC). Pantauan di Gerbang Tol (GT) Pejagan menunjukkan pergerakan kendaraan yang mulai dinamis.
“Data dari Gerbang Tol Pejagan pagi ini menunjukkan kendaraan yang keluar (exit) sudah mulai menunjukkan situasi ramai, sementara kendaraan yang masuk melalui gerbang tersebut terpantau masih normal,” jelas Iptu Indra.
Secara umum, situasi arus lalu lintas baik di ruas tol maupun jalan arteri Pantura wilayah Brebes masih berada dalam kategori normal. Hingga berita ini diturunkan, belum terjadi lonjakan arus yang signifikan (kemacetan).
Polres Brebes mengimbau kepada para pemudik untuk selalu mengecek kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, serta memanfaatkan Pos Pelayanan yang tersedia apabila merasa lelah di perjalanan. Operasi Ketupat Candi 2026 dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 25 Maret 2026 mendatang. (Casroni/Hms)
