BREBES, DN-II Sebanyak 100.000 warga Kabupaten Brebes tercatat mengalami penonaktifan status kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada awal tahun 2026. Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Brebes memberikan penjelasan resmi terkait tata kelola data dan prosedur aktivasi ulang bagi warga yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Brebes, Imam Baehaqi, S.H., melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Warudin, menjelaskan bahwa perubahan data ini merupakan kebijakan langsung dari pemerintah pusat.
“Tahun 2026 ini, Dinsos Brebes hanya menerima data hasil verifikasi pusat. Yang menghapus atau menonaktifkan data pasien BPJS PBI adalah Biro Pusat Statistik (BPS) Pusat. Untuk wilayah Brebes, jumlahnya mencapai 100.000 orang,” ujar Warudin pada Rabu (18/02/2026).
Untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjadi simpang siur, berikut adalah empat poin penting yang dirilis oleh Dinas Sosial Brebes:
1. Kewenangan Data Sepenuhnya Ada di Pusat
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Masyarakat perlu memahami bahwa Dinsos daerah maupun pendamping PKH tidak memiliki wewenang untuk menentukan siapa yang layak masuk atau keluar dari daftar bantuan. Penetapan tingkat kesejahteraan (Data Desil) adalah domain sepenuhnya dari BPS Pusat.
Dinsos di tingkat kabupaten hanya bertugas mengolah dan menyalurkan bantuan berdasarkan instruksi data yang turun dari pusat.
2. Penyebab Non-Aktifnya Kartu BPJS
Penonaktifan dilakukan berdasarkan evaluasi berkala setiap tiga bulan. Jika hasil pemutakhiran data menunjukkan peningkatan kondisi ekonomi suatu rumah tangga, sistem akan secara otomatis menonaktifkan kepesertaan PBI.
Bagi warga dengan penyakit kronis yang tiba-tiba mendapati kartunya tidak aktif, disarankan segera melakukan pengecekan ke Dinsos untuk mengetahui detail penyebab diskoneksi data tersebut.
3. Alur Aktivasi Darurat (Kategori Desil 1–6)
Pemerintah masih memberikan celah bagi warga miskin (kategori Desil 1 hingga 6) yang mengalami kondisi darurat medis untuk melakukan aktivasi cepat.
Syarat Dokumen:
Surat Keterangan Rawat Inap atau Surat Kontrol dari Rumah Sakit.
Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Fotokopi KTP.
Prosedur:
Dokumen tersebut dibawa ke kantor Dinas Sosial setempat. Jika berkas dinyatakan lengkap dan valid, proses aktivasi hanya memerlukan waktu 1 hingga 2 hari kerja.
4. Peran Vital Pemerintah Desa dalam Verifikasi
Akurasi data sangat bergantung pada laporan dari tingkat bawah. Dinsos mendorong warga untuk proaktif melakukan verifikasi faktual melalui Pemerintah Desa. Desa memiliki peran kunci untuk memvalidasi apakah seorang warga benar-benar layak masuk kategori prasejahtera atau tidak.
Langkah verifikasi di tingkat desa ini krusial agar data yang dikirim ke pusat lebih akurat, sehingga bantuan sosial dan kepesertaan BPJS dapat tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
SITUBONDO, DN-II Dugaan kriminalisasi terhadap insan pers kembali mencuat di Kabupaten Situbondo. Seorang wartawan sekaligus pemilik akun TikTok “No Viral No Justice” dilaporkan ke Polres Situbondo setelah mengangkat isu terkait dugaan penggunaan mobil dinas oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo.
Laporan tersebut dilayangkan oleh Viskanto Adi Prabowo pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan nomor laporan: STTLP/B/35/II/2026/SPKT/Polres Situbondo/Polda Jawa Timur. Publik kini menyoroti langkah hukum tersebut yang dinilai sebagai upaya pembungkaman setelah munculnya pemberitaan mengenai dugaan kendaraan dinas yang digunakan tanpa Surat Tugas.
Kronologi dan Fakta yang Memantik Polemik
Persoalan ini bermula saat media “No Viral No Justice” melakukan klarifikasi terkait keberadaan mobil dinas pada malam hari. Saat dikonfirmasi di lapangan, pihak terkait diduga tidak dapat menunjukkan Surat Tugas resmi penggunaan fasilitas negara tersebut.
Alih-alih memberikan klarifikasi terbuka atau menggunakan hak jawab, pihak terkait justru menempuh jalur pidana. Langkah ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: Apakah ini murni penegakan hukum, atau bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi?
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
GWI: Hormati UU Pers, Bukan Pidana!
Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) bereaksi keras atas laporan tersebut. GWI menegaskan bahwa setiap sengketa yang lahir dari produk jurnalistik wajib diselesaikan melalui mekanisme Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Jika karya jurnalistik diproses pidana tanpa melalui mekanisme di Dewan Pers atau mengabaikan hak jawab, maka ini menjadi sinyal bahaya bagi demokrasi dan kebebasan pers,” tegas Advokat Donny Andretti, perwakilan Tim Hukum dari Firma Hukum Subur Jaya & Rekan serta FERADI WPI yang mendampingi terlapor.
Tim hukum menegaskan akan mengawal kasus ini sepenuhnya dan melawan segala bentuk upaya kriminalisasi yang menyasar kliennya. Mereka juga menyerukan solidaritas sesama insan pers untuk mengawal perkara ini hingga tuntas.
Tuntutan dan Seruan Nasional
Menyikapi eskalasi kasus ini, GWI secara resmi menyampaikan tiga tuntutan utama:
Polres Situbondo: Diminta bertindak objektif, profesional, dan memahami nota kesepahaman (MoU) antara Polri dan Dewan Pers terkait penanganan sengketa pemberitaan.
Polda Jawa Timur: Diharapkan mengawasi prosedur penanganan perkara agar tidak terjadi penyimpangan yang mencederai kemerdekaan pers.
Dewan Pers: Diminta segera turun tangan memberikan atensi dan perlindungan hukum terhadap karya jurnalistik yang dipersoalkan.
Pilar Demokrasi yang Terancam
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kebebasan pers bukanlah ancaman bagi pemerintah, melainkan pilar keempat demokrasi. Jika wartawan yang menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap fasilitas negara justru dipidana, muncul kekhawatiran akan terciptanya budaya takut di masyarakat.
Redaksi menegaskan komitmennya untuk selalu menyajikan fakta yang akurat dan tetap membuka ruang koordinasi serta klarifikasi bagi pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.
Tim Redaksi
Brebes, DN-II Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Brebes memerlukan kolaborasi yang solid antarinstansi. Hal ini ditegaskan oleh Penyuluh Sosial Ahli Muda sekaligus Sub-Koordinator Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Teguh Indrianto, saat memberikan keterangan terkait prosedur penanganan gangguan jiwa di wilayah tersebut. (18/2/2026).
Menurut Teguh, penanganan ODGJ tidak bisa hanya bertumpu pada satu instansi saja, melainkan harus melalui alur yang terintegrasi mulai dari sisi medis hingga rehabilitasi sosial.
Alur Medis sebagai Langkah Utama
Teguh menjelaskan bahwa langkah pertama dalam menangani ODGJ adalah melalui pendekatan medis. Mengingat ODGJ adalah individu yang sedang sakit, maka Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Puskesmas memegang peranan vital.
Peran Programer Kejiwaan: Di setiap Puskesmas kini terdapat petugas khusus yang disebut “Programer”.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tugas Utama: Melakukan pendataan, memberikan edukasi kepada keluarga, serta memberikan penanganan medis awal bagi penderita.
Rehabilitasi Pasca-Perawatan oleh Dinas Sosial
Setelah fase medis di rumah sakit selesai, peran Dinas Sosial (Dinsos) baru dimulai. Dinsos bertanggung jawab atas proses rehabilitasi jiwa agar pasien dapat kembali berfungsi secara sosial.
“Dinas Sosial menjembatani pasien pasca-perawatan untuk mendapatkan tempat di panti rehabilitasi yang tersebar di Jawa Tengah. Tentu dengan syarat administrasi yang lengkap, seperti rekam medis dan surat rekomendasi dari kami,” ujar Teguh.
Penanganan Gangguan Ketertiban Umum
Terkait fenomena ODGJ yang meresahkan warga atau mengganggu ketertiban di jalanan, Teguh menyebutkan adanya keterlibatan Dinas Kesehatan, Puskesmas , Satpol PP, Polres ,Kodim , Dinpermades, Masyarakat dihimbau untuk melapor ke Satpol PP guna proses evakuasi yang aman.
Saat ini, Kabupaten Brebes juga telah mengoptimalkan Rumah Singgah di Desa Janegara , Kecamatan Jatibarang, sebagai tempat penampungan sementara sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit jika kondisi kesehatannya memburuk.
Tantangan 2026: Revitalisasi Tim Terpadu
Memasuki tahun 2026, Teguh menyoroti perlunya penguatan kembali tim terpadu lintas sektoral. Meski Surat Keputusan (SK) Bupati terkait tim ini sudah ada, efektivitasnya dinilai menurun akibat pergantian pejabat dan masa pensiun anggota tim.
Unsur Penting dalam Tim Terpadu:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dinas Kesehatan & Dinas Sosial (Medis dan Rehabilitasi)
Satpol PP (Keamanan dan Ketertiban)
Dispermasdes (Penanganan tingkat desa)
TNI & POLRI (Pendampingan lapangan)
“Kami berharap ada inisiasi kembali, khususnya dari rekan-rekan di Dinas Kesehatan, untuk menghidupkan dan memperbarui koordinasi tim ini. Sinergi yang kuat adalah kunci agar penanganan ODGJ di Brebes lebih manusiawi dan tuntas,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
PURWOKERTO, DN-II Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, menjadi potret nyata kolaborasi solid antara TNI dan Pemerintah Daerah. Program yang berlangsung selama satu bulan ini mengintegrasikan pembangunan fisik dengan program strategis Pemkab Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramita Widya Kusuma.
Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyatomo, S.Hub.Int., melalui Perwira Teritorial Kapten Arm Sukirno, menyampaikan bahwa TMMD kali ini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia dan ketahanan pangan.
“Kami membangun kolaborasi luar biasa dengan Pemkab Brebes. Program strategis Ibu Bupati menjadi fokus utama yang kami angkat, baik sejak upacara pembukaan hingga pelaksanaan di lapangan,” ujar Kapten Arm Sukirno saat berbincang dengan RRI Purwokerto, Rabu (18/02/2026).
Akselerasi Program Unggulan dan Ketahanan Pangan
Dalam pelaksanaannya, sejumlah program unggulan daerah turut diakselerasi di lokasi TMMD, di antaranya:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Program Wardoyo (Wareg Sedoyo): Penyaluran 1.000 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu.
Program Gerimis Telur: Gerakan minum susu dan makan telur dengan membagikan 2 ton telur ayam hasil kolaborasi bersama PT Pokphand.
Lingkungan & Pangan: Penanaman 150 bibit buah dari Dinas Lingkungan Hidup serta pelatihan budidaya maggot dan pembuatan kompos sebagai upaya kemandirian ekonomi desa.
Fokus Kesehatan dan Pencegahan Stunting
Sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, TMMD Cikuya juga menggencarkan sektor kesehatan:
Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting): Kolaborasi dengan Dinkes Brebes untuk pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil.
Layanan Jemput Bola: Pemeriksaan kesehatan door-to-door, skrining kesehatan jiwa, serta penyuluhan KB non-MKJP.
Pelayanan Publik Terpadu
Untuk mempermudah akses masyarakat desa, berbagai instansi turut membuka layanan di lokasi, mulai dari pembuatan dan perpanjangan SIM oleh Polres Brebes, layanan kependudukan oleh Disdukcapil, hingga sosialisasi penanggulangan bencana oleh BPBD dan Satpol PP.
Selain itu, sektor ekonomi kreatif juga disentuh melalui pelatihan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung oleh Bank Jateng, serta layanan kesehatan hewan ternak berupa pemberian vitamin dan vaksinasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Masyarakat Sebagai Subjek Pembangunan
Menutup keterangannya, pihak TNI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Desa Cikuya yang menyambut program ini dengan penuh antusias.
“Kami dari TNI bangga menjadi fasilitator. Namun, keberhasilan sejati TMMD adalah ketika masyarakat mampu merawat dan menerima manfaat berkelanjutan dari seluruh program ini secara mandiri,” pungkas Kapten Arm Sukirno.
Laporan: Reporter Teguh
Jawa Tengah, DN-II Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung Yonif TP 888/Satria Sejati di Kec. Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pembangunan kekuatan pertahanan dimulai dari satuan yang disiplin, siap tempur, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Dalam peninjauan tersebut, kehadiran Wapang TNI menjadi penegasan komitmen pimpinan TNI bahwa pembangunan kekuatan pertahanan nasional harus berakar pada profesionalisme prajurit serta kesiapan satuan di lapangan. Satuan yang solid, terlatih, dan berdisiplin tinggi diyakini menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus menghadirkan rasa aman dan menjawab kebutuhan keamanan masyarakat di wilayah penugasannya.
Yonif TP 888/Satria Sejati diharapkan tumbuh sebagai kekuatan teritorial yang profesional, solid, dan dicintai masyarakat. Keberadaan Yonif TP bukan hanya simbol kesiapsiagaan pertahanan, tetapi juga wujud kehadiran negara yang memberikan rasa aman, harapan, serta masa depan yang lebih kuat bagi keutuhan dan keberlanjutan NKRI. (*)
Foto: Tim Media SS
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045
BREBES, DN-II Kolaborasi lintas sektoral antara Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes dan Pemerintah Kabupaten Brebes terus diperkuat guna mengakselerasi visi-misi pembangunan daerah. Sinergi ini ditegaskan bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mengintervensi berbagai persoalan mendasar di tengah masyarakat. (18/2/2026).
Infrastruktur: Jembatan Kesejahteraan
Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes, Tety Yuliana, mengungkapkan bahwa keterbatasan jangkauan birokrasi memerlukan dukungan TNI untuk menyentuh wilayah pelosok. Fokus utama saat ini adalah pembukaan dan perbaikan akses jalan di wilayah strategis melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
“Ketika akses jalan terwujud, hal itu secara otomatis meningkatkan kualitas pendidikan, mempermudah akses kesehatan, dan menghidupkan urat nadi perekonomian warga,” ujar Tety dalam wawancara terbaru.
Ia juga menambahkan bahwa Baperlitbangda memastikan hasil TMMD selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah maupun panjang daerah agar manfaatnya berkelanjutan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemberdayaan Ekonomi dan Legalitas UMKM
Tak hanya pembangunan fisik, kolaborasi ini menyasar sektor ekonomi mikro. Mengingat Brebes memiliki ratusan ribu pelaku UMKM, Kodim dan Pemkab sepakat memprioritaskan dua hal:
Peningkatan Kapasitas: Pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil di lokasi sasaran.
Percepatan Legalitas: Bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal untuk memfasilitasi pengurusan izin usaha bagi warga desa lokasi TMMD.
Gotong Royong Multisektoral sebagai Roh TMMD
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes, Subagyo, menegaskan bahwa TMMD adalah wadah kolaborasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program ini menjadi jembatan bagi dinas-dinas untuk masuk dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang kesehatan hingga pendidikan.
Partisipasi Masyarakat Sebagai Tolok Ukur
Subagyo menjelaskan bahwa peran Dinpermades sangat krusial dalam tahap perencanaan. Salah satu indikator utama diterimanya pengajuan TMMD di sebuah desa adalah kesiapan partisipasi swadaya warganya.
“Peran kami memastikan bagaimana tingkat partisipasi masyarakat. Filosofi dasar TMMD adalah membangun kemanunggalan antara TNI dengan rakyat,” jelas Subagyo. Ia mengaku bangga karena selama ini antusiasme warga Brebes sangat tinggi dalam menyambut program ini.
Kesimpulan: Manunggal untuk Sejahtera
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui integrasi antara pembangunan fisik oleh TNI dan pemberdayaan sosial-ekonomi oleh Pemerintah Daerah, TMMD diharapkan terus menjadi motor penggerak bagi desa-desa di wilayah Kabupaten Brebes. Prinsip support system antarinstansi ini bermuara pada satu tujuan: meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 resmi bergulir di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Program lintas sektoral ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di kawasan pelosok.
Mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes, Letkol Inf. Ambariyanto SHub Inf, Kapten Arm Sukirno menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur, melainkan sebuah investasi sosial jangka panjang.
“Esensi dari TMMD adalah gotong . Kita ingin membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera, sekaligus memperkokoh ketahanan nasional yang dimulai dari level paling dasar,” ujar Kapten Arhanud Sugiyono.
Fokus Sasaran: Fisik dan Non-Fisik
Kegiatan yang melibatkan personel Satgas dari Batalyon 406/Candra Kusuma ini menyasar dua aspek krusial guna meningkatkan kualitas hidup warga Desa Cikuya:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
1. Transformasi Infrastruktur (Sasaran Fisik)
Aksesibilitas: Pembukaan dan pengerasan jalan baru untuk memperlancar arus ekonomi.
Stabilitas Lahan: Pembangunan talud dan jembatan guna memperkuat struktur tanah dan konektivitas antar wilayah.
Hunian Layak: Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.
2. Penguatan Sumber Daya Manusia (Sasaran Non-Fisik)
Pemberian wawasan kebangsaan dan bela negara.
Sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta penyuluhan kesehatan.
Edukasi strategis terkait sektor pertanian dan program percepatan pencegahan stunting.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 ini. Mewakili jajaran pemda, Ibu Teti Yuliana menyampaikan bahwa program ini sangat selaras dengan visi misi kabupaten dalam memeratakan pembangunan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“TMMD memiliki peran strategis dalam kerangka perencanaan daerah. Program ini menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat yang mungkin sulit dijangkau melalui skema pembangunan reguler,” ungkap Teti.
Membangun Semangat Gotong Royong
Kehadiran prajurit di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai pudar. Dengan bahu-membahu antara Satgas TMMD dan warga, diharapkan pembangunan fisik dapat selesai tepat waktu, sementara dampak non-fisiknya dapat tertanam kuat dalam karakter masyarakat Desa Cikuya.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya tidak hanya membawa perubahan pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh hati generasi muda. Pada Rabu (18/02/2026), di sela-sela kesibukan pembangunan, Babinsa Desa Cikuya, Serka Bangun Hidayat, tampak asyik membagikan tawa dan ilmu dengan mengajari anak-anak setempat membuat mainan sederhana.
Pemandangan penuh keakraban ini terjadi di pelataran rumah warga. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar, Serka Bangun dengan sabar membimbing jari-jemari mungil anak-anak Desa Cikuya untuk merakit mainan kreatif.
Kegiatan ini menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus mengalihkan perhatian mereka sejenak dari ketergantungan pada gawai (gadget).
Serka Bangun Hidayat menunjukkan bahwa prajurit TNI bukan hanya sosok yang tegas dalam bekerja, tetapi juga bisa menjadi kakak, guru, sekaligus sahabat bagi anak-anak.
Gelak tawa anak-anak saat berhasil menyelesaikan mainan mereka menjadi warna tersendiri di tengah hiruk-pikuk pengerjaan sasaran fisik TMMD.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran TNI di Desa Cikuya ini membekas di hati mereka. Mengajari membuat mainan sederhana adalah cara kami berkomunikasi dan menanamkan nilai kreativitas serta kebersamaan kepada adik-adik kita di sini,” ungkap Serka Bangun Hidayat.
Kegiatan spontan ini mendapat respons positif dari orang tua di Desa Cikuya. Mereka mengaku senang melihat anak-anaknya bisa berinteraksi langsung dengan TNI dalam suasana yang hangat dan penuh edukasi. Melalui pendekatan humanis seperti ini, kemanunggalan TNI dan rakyat diharapkan semakin kokoh, seiring dengan tuntasnya pembangunan fisik di desa tersebut.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Senyum bahagia terpancar dari wajah Ibu Sarnewi, warga penerima manfaat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam gelaran TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Memasuki hari Rabu (18/02/2026), progres pembangunan rumah tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dengan tuntasnya tahap pemasangan bagian atap.
Sebanyak 1.800 buah genteng telah berhasil disusun rapi oleh anggota Satgas TMMD bersama warga setempat. Tahap ini merupakan tonggak penting (milestone) dalam memastikan hunian tersebut segera aman dari panas dan hujan, sehingga dapat segera ditempati dengan layak.
Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa percepatan pembangunan RTLH ini menjadi prioritas utama guna memberikan kenyamanan bagi warga kurang mampu di wilayah penugasan TMMD.
“Pemasangan 1.800 genteng di rumah Ibu Sarnewi hari ini adalah bukti kerja keras personel di lapangan yang bersinergi dengan masyarakat. Kami memastikan setiap material terpasang dengan standar kualitas yang baik agar bangunan ini kokoh dan tahan lama,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Selain pemasangan genteng, pengerjaan struktur bangunan juga telah diperkuat untuk menjamin keamanan penghuninya. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kecepatan pengerjaan ini tidak lepas dari budaya gotong royong yang kental antara prajurit TNI dan warga desa yang bahu-membahu menaikkan genteng satu demi satu.
Dengan tuntasnya bagian atap, pengerjaan kini akan beralih ke tahap finishing bagian interior dan pengecatan.
Program rehab RTLH ini merupakan bagian integral dari sasaran fisik TMMD Reguler ke-127 yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Bagi Ibu Sarnewi, bantuan ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan harapan baru untuk kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Pemandangan penuh kekeluargaan tersaji di lokasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Sarnewi pada Rabu (18/02/2026). Di tengah jeda pengerjaan fisik dalam program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, para personel Satgas tampak duduk bersila menikmati makan siang bersama sang pemilik rumah.
Momen istirahat ini menjadi ruang bagi para prajurit untuk melepas lelah sekaligus mempererat ikatan emosional dengan warga. Tanpa ada batasan, menu sederhana yang disajikan dinikmati dengan penuh syukur dan canda tawa di area pembangunan yang kini telah memasuki tahap pemasangan genteng.
Makan bersama dengan alas sederhana ini mencerminkan filosofi TNI yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Ibu Sarnewi mengaku sangat terharu dengan sikap para anggota Satgas yang tidak hanya membangun rumahnya, tetapi juga mau berbaur layaknya keluarga sendiri.
Kedekatan yang terbangun saat waktu istirahat terbukti meningkatkan semangat gotong royong saat pengerjaan fisik dilanjutkan kembali.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami tidak menganggap Ibu Sarnewi sebagai orang asing. Beliau sudah seperti orang tua kami sendiri di sini. Makan bersama ini adalah cara kami menjaga moril dan kebahagiaan di tengah tugas berat membangun desa,” ujar salah satu anggota Satgas TMMD.
Kegiatan makan bersama ini menjadi bukti bahwa kesuksesan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya diukur dari kokohnya beton atau rapinya ribuan genteng yang terpasang, tetapi juga dari kedalaman hubungan batin yang terjalin antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.(Rio/Pradista)
