Beranda » Keamanan » Halaman 87

Keamanan

BREBES, DN-II Setelah seharian bekerja membangun desa seolah sirna berganti tawa. Pemandangan menarik terlihat di sebuah Pos Kamling desa sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, Rabu (18/02/2026) malam.

Bukan sedang membahas strategi militer, sejumlah anggota Satgas TMMD justru tampak asyik mengasah otak dengan bermain catur bersama warga setempat. Kegiatan ini menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin melepas penat sekaligus mempererat silaturahmi dengan para prajurit.

Papan catur sederhana di atas meja kayu Pos Kamling menjadi saksi bisu kedekatan antara TNI dan rakyat. Gelak tawa pecah setiap kali ada pemain yang terjebak langkah “skakmat”, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu kental.

“Bermain catur ini bukan sekadar hiburan, tapi cara kami menyatu dengan masyarakat. Di sini tidak ada sekat antara tentara dan warga, semua sama-sama hobi ‘mikir’ di atas papan catur,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi.

Bagi warga desa, kehadiran anggota Satgas di Pos Kamling memberikan rasa aman sekaligus kegembiraan. Interaksi spontan seperti ini dinilai sangat efektif untuk membangun komunikasi dua arah dan mendengarkan aspirasi warga secara santai.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pihak Kodim 0713/Brebes menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pengerasan jalan atau renovasi bangunan, tetapi juga dari seberapa kuat ikatan emosional yang terbangun antara prajurit dengan masyarakat desa.

Momen-momen sederhana di Pos Kamling inilah yang membuktikan bahwa TNI benar-benar berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Meskipun esok pagi mereka harus kembali berpeluh keringat di lokasi pembangunan, semangat kebersamaan ini menjadi energi tambahan bagi para personel Satgas TMMD 127.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga pembuktian kemahiran para prajurit dalam berbagai bidang. Di lokasi pengerjaan sasaran fisik, banyak personel TNI yang mendadak menunjukkan kebolehannya menjadi tukang bangunan profesional, Rabu (18/02/2026).

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Pratu Rohman, anggota dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya (TK). Meski sehari-hari akrab dengan tugas-tugas tempur dan teknis zeni, Pratu Rohman tampak sangat lihai dalam menyusun batu bata dan mengolah adukan semen layaknya tukang bangunan berpengalaman.

Kehadiran para “tukang bangunan dadakan” dari kalangan TNI ini memberikan warna tersendiri dalam percepatan pembangunan infrastruktur di desa sasaran. Meski dilakukan secara swadaya bersama masyarakat, hasil kerja para prajurit ini dinilai cukup rapi dan memenuhi standar konstruksi yang baik.

“Kami memang dibekali kemampuan teknis di kesatuan, namun di lapangan bersama warga, skill ini benar-benar diuji. Bagi kami, yang terpenting adalah hasil bangunan ini kuat dan bisa digunakan warga dalam waktu lama,” ujar Pratu Rohman di sela pengerjaan dinding bangunan.

Kompetensi yang ditunjukkan Pratu Rohman dan rekan-rekannya mendapat apresiasi dari warga sekitar. Masyarakat merasa terbantu tidak hanya secara tenaga, tetapi juga dari transfer ilmu pertukangan yang dilakukan para prajurit selama proses pembangunan berlangsung.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dansatgas TMMD 127 melalui keterangan persnya menyatakan bahwa keterlibatan personel dengan keahlian khusus seperti dari Yonzipur sangat krusial. Keahlian mereka memastikan bahwa setiap sasaran fisik, baik itu jalan maupun bangunan, memiliki kualitas yang mumpuni meski dikerjakan dalam waktu yang terbatas.

Sinergi antara “tukang dadakan” dari TNI dan warga lokal ini menjadi kunci suksesnya TMMD Reguler 127 Kodim 0713/Brebes dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah pelosok.(Red/Pradista)

BREBES, DN-II Di tengah padatnya jadwal pengerjaan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, para personel Satgas tetap menunjukkan sisi religiusitas yang kuat. Hal ini terlihat pada Rabu (18/02/2026), di mana para anggota TNI menyempatkan diri untuk beribadah berjamaah bersama warga di mushola setempat.

Pemandangan menyejukkan terlihat saat azan berkumandang. Para prajurit yang tadinya bergelut dengan semen, batu, dan aspal, segera meletakkan alat kerja mereka untuk menuju rumah ibadah. Momen shalat berjamaah ini tidak hanya menjadi kewajiban spiritual, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial (Komsos) yang efektif antara TNI dan masyarakat.

Anggota Satgas TMMD ditekankan untuk menjaga keseimbangan antara performa kerja di lapangan dengan ketakwaan kepada Tuhan YME. Ibadah bersama menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat antara prajurit dan warga desa sasaran.Kedisiplinan waktu dalam beribadah diharapkan mampu menjaga moril dan semangat kerja personel selama masa penugasan TMMD yang cukup berat.

“Kerja keras di lapangan adalah bentuk pengabdian kepada negara, namun beribadah adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta. Keduanya harus berjalan beriringan agar apa yang kita bangun di desa ini membawa berkah bagi semua pihak,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi.

Program TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes ini direncanakan akan terus berlangsung dengan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, renovasi fasilitas umum, serta berbagai penyuluhan non-fisik bagi warga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga kesan positif akan profil prajurit yang religius dan bersahaja.(Rio/Pradista)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Progres pembangunan jalan rabat beton dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes kedatangan “tenaga bantuan” tak terduga. Pada Rabu (18/02/2026) siang, sejumlah anak-anak sekolah dasar yang baru saja pulang sekolah tampak antusias membantu anggota Satgas yang sedang bekerja.

Masih mengenakan seragam sekolah, anak-anak ini menghampiri lokasi pengerjaan dengan wajah ceria. Tanpa rasa canggung, mereka turut serta membantu tugas-tugas ringan seperti memindahkan material hingga meratakan adukan semen, didampingi oleh para prajurit TNI.

Kehadiran anak-anak ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Satgas TMMD diterima dengan sangat baik oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

Secara tidak langsung, interaksi ini menanamkan nilai-nilai kerja sama dan cinta tanah air kepada generasi muda sejak dini.

Keceriaan dan tawa anak-anak di lokasi proyek menjadi penyemangat tersendiri bagi para personel Satgas yang sedang mengejar target penyelesaian jalan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Melihat semangat adik-adik ini, rasa lelah kami seolah hilang. Mereka adalah pemilik masa depan desa ini, dan jalan yang kami bangun ini nantinya akan mereka gunakan untuk berangkat sekolah dengan lebih nyaman,” ujar salah satu anggota Satgas TMMD di lokasi.

Aksi spontan anak-anak ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang bukan sekadar slogan, melainkan realitas di lapangan. Pembangunan jalan rabat beton ini merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-127 Kodim 0713/Brebes yang bertujuan untuk memperlancar akses transportasi dan meningkatkan ekonomi warga desa setempat.(Rio/Pradista)

PURWOKERTO, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) seringkali diidentikkan dengan pembangunan jalan dan jembatan. Namun, di balik fisik bangunan yang kokoh, terdapat misi besar mengenai kemanunggalan TNI dan pemberdayaan masyarakat yang jauh lebih mendalam.

Topik krusial inilah yang dibedah dalam program unggulan “Purwokerto Menyapa” di RRI PRO 1 Purwokerto, Rabu (18/02/2026). Mengusung tema “TMMD Brebes Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur”, diskusi ini mengupas tuntas bagaimana sinergi lintas sektoral mampu mengubah wajah desa di Kabupaten Brebes.

Sinergi Tiga Pilar Pembangunan

Dipandu oleh host Citra Aditya, diskusi interaktif ini menghadirkan tiga perspektif utama dari pemangku kebijakan yang menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah Brebes:

Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.Hub.Int. (Dandim 0713 Brebes): Menekankan peran strategis TNI dalam membelah isolasi wilayah serta memperkuat ketahanan nasional melalui kedekatan dengan rakyat di garda terdepan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dra. Tety Yuliana, M.Pd. (Kepala Bapperida Brebes): Menguraikan bagaimana TMMD diintegrasikan secara presisi ke dalam peta jalan pembangunan daerah guna memastikan keberlanjutan ekonomi pasca-proyek fisik selesai.

Subagiyo, S.H., M.Si. (Kepala Dinpermades Brebes): Menjelaskan aspek penguatan tata kelola desa dan bagaimana gotong royong dalam TMMD menjadi stimulus bagi kemandirian masyarakat desa secara jangka panjang.

Akses Siaran dan Partisipasi Publik

Bagi masyarakat Jawa Tengah bagian barat yang ingin mendalami bagaimana TMMD berdampak langsung pada kesejahteraan warga, siaran ini dapat diakses melalui berbagai platform:

Waktu Siaran: Rabu, 18 Februari 2026 | Pukul 08.00 – 09.00 WIB

Frekuensi Radio Terestrial:

93,1 FM (Purwokerto)

98,6 FM (Banyumas Raya)

100,2 FM (Brebes & Tegal)

102,8 FM (Kebumen)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Platform Digital & Visual:

Aplikasi RRI DIGITAL & Website rri.co.id

Siaran Visual via YouTube Channel RRI PURWOKERTO

Ruang Interaksi Rakyat

RRI Purwokerto berkomitmen menyediakan ruang bagi warga untuk menyuarakan aspirasi, memberikan apresiasi, maupun melontarkan pertanyaan langsung kepada para narasumber melalui:

Telepon Interaktif: (0281) 632336

WhatsApp: 0811-2540-911

“Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten, dan partisipasi aktif warga, TMMD tahun ini diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak infrastruktur, tetapi juga mewariskan semangat kebangkitan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Brebes.”

Informasi Lebih Lanjut:

Dapatkan update terkini melalui website resmi di rri.co.id/purwokerto atau ikuti media sosial kami di Facebook, Instagram, dan TikTok @RRIPurwokerto.

(Red/Rio Putra)

Eksistensi dan Ekosistem — Mengapa Lokasi Adalah Takdir

DETIK-NASIONAL.COM — Dalam diskursus mengenai harga diri dan pencapaian, sering kali kita terjebak pada premis tunggal bahwa kegagalan adalah murni refleksi dari kompetensi. Namun, sebuah narasi filosofis baru muncul ke permukaan: Bukan bakat Anda yang cacat, melainkan ekosistem Anda yang tidak memadai.

Paradoks Air Mineral: Dialektika Nilai dan Ruang

Mari kita membedah realitas melalui analogi yang paling sederhana namun fundamental: sebotol air mineral.

Secara substansi, molekul air di dalamnya tidak pernah berubah. Namun, secara valuasi, ia mengalami metamorfosis harga yang radikal:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Di Toko Kelontong: Ia dihargai Rp3.000 sebagai komoditas dasar.

Di Hotel Berbintang: Ia bertransformasi menjadi aset premium seharga Rp25.000.

Secara filosofis, fenomena ini membuktikan bahwa objek yang sama akan mengalami redefinisi nilai ketika ruang dan waktunya berubah. Air tersebut tidak menjadi lebih jernih di hotel; ia hanya berada di tempat di mana orang-orang memiliki kapasitas untuk menghargai keberadaannya.

Pergeseran Ontologis: Dari “Apa” Menjadi “Di Mana”

Dalam kehidupan profesional dan personal, banyak individu mengalami apa yang disebut dengan “Erosi Identitas”. Mereka merasa rendah diri karena lingkungan mereka memperlakukan bakat sebagai beban, bukan solusi.

“Berada di tempat yang salah adalah bentuk pengasingan terhadap diri sendiri. Anda adalah produk premium yang dipaksakan terjual di pasar loak.”

Ada dua skenario eksistensial yang terjadi:

Lingkungan Dekaden: Di mana bakat dianggap sebagai ancaman atau sekadar komoditas murah yang bisa diganti kapan saja.

Lingkungan Visioner: Di mana keunikan Anda dipandang sebagai aset strategis yang tak ternilai.

Konklusi: Keberanian Mengubah Alamat

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Risiko terbesar dalam hidup bukanlah kegagalan, melainkan ketahanan yang sia-sia di tempat yang salah. Memaksa bertahan di lingkungan yang tidak menghargai Anda hanya akan menguras energi mental untuk membuktikan nilai diri kepada audiens yang “buta warna”.

Pesan moralnya jelas: Jika nilai Anda tidak diakui, jangan ubah jati diri Anda. Ubahlah alamat Anda. Carilah ekosistem yang mampu menangkap frekuensi bakat Anda. Karena pada akhirnya, Anda tetaplah air yang jernih; Anda hanya perlu menemukan siapa yang cukup cerdas untuk tidak hanya sekadar haus, tapi juga tahu cara menghargai kualitas.

Oleh: Casroni | Rabu, 18 Februari 2026

​DPRD Ogan Ilir Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringati HUT Kabupaten ke-22

Indralaya, WWW.DERIK-NASIONAL.COM // Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir menggelar Rapat Paripurna XXVII dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ogan Ilir ke-22 pada Rabu, 7 Januari 2026. Bertempat di Gedung DPRD Ogan Ilir, acara ini menjadi momentum refleksi penting bagi seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan dalam merayakan perjalanan dua dekade lebih berdirinya kabupaten tersebut.

​Rapat paripurna ini dibuka secara resmi dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir, H. Edwin Cahya Putra, S.IP. Beliau didampingi oleh Wakil Ketua I Wahyudi, S.T., dan Wakil Ketua II Ahmad Syafe’i. Suasana khidmat terasa sejak dimulainya persidangan yang dihadiri oleh seluruh jajaran anggota legislatif dan tamu undangan dari berbagai sektor.

​Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, memberikan nilai tambah pada perayaan tahun ini. Ia hadir didampingi oleh Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, S.H., dan Wakil Bupati H. Ardani, S.H., M.H. Turut hadir pula unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat yang menjadi saksi sejarah perkembangan daerah yang dikenal dengan julukan “Bumi Caram Seguguk” ini.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Dalam sambutannya, Bupati Panca Wijaya Akbar memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah berhasil diraih sepanjang usia kabupaten yang ke-22. Ia menegaskan bahwa refleksi perjalanan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan akselerasi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

​Apresiasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Wakil Gubernur H. Cik Ujang. Dalam pidatonya, ia memuji kontribusi signifikan Kabupaten Ogan Ilir terhadap kemajuan ekonomi dan infrastruktur di tingkat provinsi. Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten semakin solid guna menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks.

​Sebagai puncak acara dan penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan prosesi pemotongan tumpeng oleh jajaran pimpinan daerah sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh rangkaian rapat paripurna berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna, membawa semangat kebersamaan untuk mewujudkan Kabupaten Ogan Ilir yang jauh lebih maju dan mandiri.

Report : JULIYAN

Anggota DPRD Ogan Ilir Dapil IV Serap Aspirasi Warga dalam Reses Tahap II di Muara Kuang

​MUARA KUANG, WWW.DETIK-NASIONAL.COM // Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV menggelar kegiatan Reses Tahap II Masa Sidang II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang bertujuan untuk menyerap aspirasi konstituen ini dipusatkan di Kelurahan Muara Kuang, tepatnya di Lingkungan 3, RT 06, pada Kamis (12/02/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan wakil mereka di parlemen mengenai berbagai kendala pembangunan di wilayah tersebut.

​Hadir dalam kegiatan tersebut tiga legislator dari lintas fraksi, yakni Hipni dari Fraksi PDI-Perjuangan, Hernawan dari Partai Gerindra, serta Sayuti, SH dari Fraksi PKS. Kehadiran para wakil rakyat ini disambut langsung oleh pihak Kelurahan Muara Kuang beserta staf dan puluhan warga setempat. Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai partai politik ini menunjukkan komitmen kolektif dalam mengawal pembangunan di Kecamatan Muara Kuang, Rambang Kuang, dan Lubuk Keliat.

​Dalam sambutannya, Sayuti, SH memberikan penekanan moral yang mendalam dengan mengingatkan kembali bahwa amanah yang ia emban didasari oleh sumpah di atas Al-Qur’an. Hal ini ia sampaikan untuk meyakinkan masyarakat bahwa tanggung jawab sebagai anggota dewan bukan sekadar jabatan formal, melainkan janji suci kepada Tuhan dan rakyat yang harus ditunaikan dengan penuh integritas dan kejujuran dalam memperjuangkan kesejahteraan warga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Lebih lanjut, Sayuti memaparkan sejumlah permasalahan mendesak (urgent) yang menjadi fokus utama dalam reses kali ini, di antaranya adalah usulan pengerukan kanal, perbaikan infrastruktur jalan,penguat sinyal, PDAM serta kegiatan tebas bayang di bahu jalan. Menurutnya, pembenahan akses jalan dan normalisasi aliran air merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda lagi demi kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kelurahan Muara Kuang.

​Menanggapi harapan warga, Sayuti menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi tersebut bukan sekadar wacana atau imajinasi belaka, melainkan representasi nyata dari suara rakyat di lapangan. Ia memastikan bahwa seluruh usulan yang diterima telah dicatat dengan seksama dan sebelumnya pun sudah disampaikan secara resmi dalam forum Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir. Ia menekankan bahwa dirinya tetap mengingat dengan jelas setiap detail keluhan yang masuk sebagai dasar perjuangan anggaran ke depan.

​Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara warga dan para anggota dewan. Melalui pertemuan ini, diharapkan koordinasi antara pihak kelurahan, masyarakat, dan DPRD dapat semakin solid sehingga realisasi pembangunan infrastruktur yang telah diusulkan dapat segera dianggarkan oleh pemerintah daerah. Para anggota dewan berjanji akan terus mengawal hasil reses ini hingga masuk dalam dokumen rencana kerja pembangunan daerah tahun mendatang.

Report : JILIYAN

DETIK-NASIONAL.COM – Di era digital yang serba terbuka, batas antara ruang privasi dan opini publik kian kabur. Banyak individu kini terjebak dalam “penjara tak kasat mata” bernama ekspektasi orang lain. Namun, di balik bisingnya notifikasi dan riuhnya kolom komentar, satu kebenaran psikologis tetap tegak: Masa depan Anda adalah tanggung jawab personal yang mutlak.

Keberhasilan sejati tidak lagi diukur dari metrik likes atau validasi semu di media sosial. Sebaliknya, ia tumbuh dari keteguhan hati untuk tidak membiarkan arah hidup didikte oleh “jempol” orang asing yang tidak memahami proses di balik layar.

Memahami Internal Locus of Control

Dalam diskursus psikologi modern, kemampuan untuk merasa berdaulat atas nasib sendiri dikenal sebagai Internal Locus of Control. Individu dengan mentalitas ini percaya bahwa kesuksesan maupun kegagalan adalah murni hasil dari keputusan dan tindakan mereka sendiri, bukan faktor keberuntungan atau apalagi sekadar opini lingkungan.

Individu yang terlalu “setia” mendengarkan suara luar cenderung mengalami kecemasan kronis dan kehilangan kompas diri. Menjadikan netizen sebagai navigasi hidup hanya akan membawa Anda pada destinasi yang sebenarnya bukan milik Anda.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tiga Pilar Kedaulatan Diri di Era Digital

Untuk tetap produktif dan menjaga kesehatan mental di tengah arus informasi, berikut adalah tiga prinsip kemandirian hidup yang harus diadopsi:

Self-Reliance (Kemandirian Radikal): Kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat fundamental untuk bertahan. Kesuksesan yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika fondasinya dibangun oleh tangan sendiri, bukan dari hasil “pinjaman” validasi orang lain.

Filter Kognitif terhadap Kritik: Di dunia yang semua orang bisa bicara, tidak semua masukan adalah ilmu. Anda wajib membedakan mana kritik konstruktif yang membangun dan mana “kebisingan” yang hanya bertujuan menjatuhkan mental. Memiliki filter sosial yang ketat adalah keterampilan wajib di abad ke-21.

Radical Responsibility (Tanggung Jawab Radikal): Berhenti mencari kambing hitam atau menyalahkan algoritma atas stagnasi hidup. Kesuksesan dimulai di detik Anda berhenti mengeluh dan mulai mengambil tanggung jawab penuh atas setiap konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Kesimpulan: Hidup Bukanlah Konsumsi Publik

Pada akhirnya, hidup adalah perjalanan privat yang tidak membutuhkan persetujuan publik untuk dianggap berhasil. Keberhasilan yang autentik tidak memerlukan tepuk tangan dari mereka yang tidak tahu seberapa besar keringat yang Anda kucurkan.

Pesan utamanya jelas: Ini adalah hidup Anda, dan nasibnya ada sepenuhnya di tangan Anda. Jangan biarkan orang asing yang tidak berkontribusi pada proses Anda, justru menjadi pihak yang paling vokal mendikte hasil akhir Anda.

Oleh: Casroni
Selasa, 17 Februari 2026

JAKARTA, DN-II Ombudsman Republik Indonesia (RI) mengungkapkan adanya potensi maladministrasi dan konflik kepentingan terkait keterlibatan yayasan yang terafiliasi politik dalam program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ini memicu desakan agar pemerintah segera memperketat tata kelola dan transparansi proses verifikasi di lapangan.

Anggota Ombudsman RI, Kusharyanto Kusumaharsa Kepala Pencegahan Maladministrasi dalam sebuah wawancara dengan wakil ketua Golkar Ahmad Doli Oktober 2025 lalu mengungkapkan bahwa berdasarkan Rapid Assessment (Kajian Cepat), ditemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pendaftaran Satuan Pelayanan Gizi Pangan (SPGP) atau SPBG. Salah satu poin krusial yang disoroti adalah adanya “penundaan berlarut” dalam verifikasi pendaftar umum, sementara ada indikasi kemudahan bagi pihak-pihak tertentu.

Titik Rawan: Dari Pendaftaran hingga Afiliasi

Indraza menjelaskan bahwa skema penyaluran anggaran bantuan pemerintah ini mewajibkan adanya badan hukum berbentuk yayasan yang menaungi mitra teknis (SPBG). Di sinilah celah konflik kepentingan muncul.

“Kami melihat ada SPBG yang terafiliasi dengan kepentingan politik. Persoalannya bukan pada kebebasan berbisnis, tetapi apakah mereka memenuhi persyaratan teknis? Jangan sampai karena ada afiliasi, standar yang seharusnya ketat malah diperingan. Itulah maladministrasi,” tegas Indraza dalam sebuah diskusi publik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ombudsman mengategorikan SPGP dalam tiga golongan:

Kelompok Bermasalah: Mengalami insiden (seperti keracunan atau kendala operasional).

Kelompok Stabil: Sudah berjalan sesuai Petunjuk Teknis (Juknis).

Kelompok Baru: Sudah memiliki izin namun belum beroperasi.

Respons Pemerintah dan Langkah Antisipasi

Menanggapi temuan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengakui bahwa sebagai program masif yang baru berjalan, kendala teknis di lapangan memang tidak terhindarkan. Namun, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan total.

“Presiden akan segera menerbitkan Perpres tentang tata kelola Makan Bergizi Gratis. Harapannya, dengan aturan yang lebih ketat, tidak ada lagi ruang untuk ‘error’ atau kesan kepentingan politik dalam penunjukan yayasan,” ujar Doli.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah membentuk tim lintas kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan, untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga pasca adanya laporan kasus keracunan di beberapa daerah.

Transparansi Jadi Harga Mati

Ombudsman mendesak Badan Gizi Nasional (BKN) untuk membuka kanal pendaftaran yang transparan dan akuntabel. Tanpa sistem verifikasi berbasis data yang jelas, kekhawatiran masyarakat mengenai “bagi-bagi jatah” proyek melalui yayasan politik akan terus bergulir.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Publik berhak tahu mengapa sebuah yayasan terpilih dan yang lainnya mengantre tanpa kejelasan waktu. Standar layanan tidak boleh dikompromikan oleh kedekatan politik,” tutup Kusharyanto Kusumaharsa Kepala Pencegahan Maladministrasi .

Sementara Februari 2026 presiden Prabowo petergetkan semua siswa di seluruh desa di Indonesia harus merasakan program MBG ini, tidak itu saja Bahkan lansia , ibu hamil dan anak-anak.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page