Beranda » Kesehatan » Halaman 7

Kesehatan

Jakarta, DN-II Ketua Umum Perempuan Tangguh Nusantara, Bunda Kasihhati, melontarkan kritik keras terhadap Ketua Komnas Perempuan menyusul pernyataan mengenai kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan sadis yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap korban YTR.
Ketika ditemui awak Media di kediaman senin, (29/6/2026).

Menurut Bunda Kasihhati, pernyataan yang menyebut kasus tersebut belum memenuhi definisi “penyiksaan” berdasarkan Konvensi Anti Penyiksaan PBB telah menimbulkan kegelisahan publik dan berpotensi melukai perasaan korban beserta keluarganya.

Saat rakyat melihat seorang perempuan diduga mengalami penderitaan yang begitu berat, justru yang muncul ke ruang publik adalah penjelasan yang mudah dipahami seolah-olah korban tidak mengalami penyiksaan. Cara berkomunikasi seperti ini tidak mencerminkan empati yang seharusnya dimiliki lembaga pelindung perempuan.

Bunda Kasihhati menegaskan bahwa masyarakat tidak sedang memperdebatkan teori hukum internasional, melainkan menuntut keberpihakan kepada korban.

Komnas Perempuan dibentuk untuk menjadi benteng terakhir perempuan korban kekerasan. Ketika masyarakat berharap suara yang menguatkan korban, yang terdengar justru penjelasan yang memicu polemik. Ini bukan sekadar persoalan istilah hukum, tetapi persoalan kepekaan dan tanggung jawab moral kepada korban.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menilai seorang pemimpin lembaga negara harus mampu menyampaikan penjelasan hukum secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kalau memang yang dimaksud adalah definisi teknis dalam Konvensi PBB, sampaikan secara lengkap. Jangan berhenti pada kalimat yang berpotensi menimbulkan kesan bahwa penderitaan korban dianggap belum cukup berat. Kalimat yang tidak utuh dapat melukai hati korban dan mengikis kepercayaan publik.

Atas dasar itu, Perempuan Tangguh Nusantara mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera melakukan evaluasi terhadap Ketua Komnas Perempuan.

Kami meminta Presiden segera mengevaluasi Ketua Komnas Perempuan. Apabila dinilai tidak lagi mampu membangun kepercayaan publik, menjaga empati terhadap korban, dan mengomunikasikan sikap lembaga secara utuh, maka sudah selayaknya dilakukan pergantian kepemimpinan demi memulihkan kepercayaan masyarakat kepada Komnas Perempuan.

Bunda Kasihhati menegaskan bahwa tuntutan tersebut merupakan bentuk kepedulian agar Komnas Perempuan tetap menjadi lembaga yang berpihak kepada korban, menjaga rasa keadilan, dan tidak kehilangan kepercayaan publik.

Korban membutuhkan pembela, bukan polemik. Komnas Perempuan harus kembali menjadi rumah yang menghadirkan harapan bagi perempuan korban kekerasan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh karena komunikasi yang dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan, Sudah sepantasnya ketua Komnas Perempuan Di Pecat. Pungkas kasihhati.

DEMAK, DN-II Lembaga Sosial Nurbani Humanity Foundation, di bawah naungan Yayasan Nurul Burhan Arrabani, kembali gelar aksi sosial dengan menyantuni lebih dari 500 anak yatim dan dhuafa.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Joglo Ponpes (Pondok Pesantren) Nurul Burhan Arrabani, Jalan Sultan Hadiwijaya, Mangunjiwan, Kab. Demak, Jawa Tengah. (28/6/2026).

​Acara yang dimulai selepas salat Magrib ini dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai kecamatan di Kab. Demak. Sejak awal acara, suasana ceria menyelimuti para peserta lewat hadirnya hiburan edukatif dan permainan interaktif yang dipandu oleh Kawanan Badut dan Robot.

​Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Burhan Arrabani, Dr. KH. Ahmad Salim, bersama Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat Krasak Guntur, Gus Syarifudin Hidayatullah Misbah (Gus Dayat).

​Usai penyerahan santunan, acara dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan, meliputi istighasah yang dipimpin oleh KH. Umar, pembacaan Manaqib oleh KH. Supriyadi, serta tausiyah keagamaan oleh Gus Dayat, sebelum akhirnya ditutup dengan doa bersama.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Burhan Arrabani, Dr. KH. Ahmad Salim, menegaskan, menyantuni anak yatim merupakan amanah agama yang sangat ditekankan dalam Islam. Ia memandang santunan ini bukan sekadar bantuan material, melainkan bentuk dukungan moral agar anak-anak tersebut menatap masa depan dengan percaya diri.

​”Anak yatim adalah amanah yang harus dijaga bersama. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur dan relawan. Kami berharap anak-anak yang hari ini menerima santunan kelak menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mandiri,” ujar KH. Ahmad Salim dalam sambutannya.

​Apresiasi senada disampaikan oleh Sekretaris Yayasan, Gus Saidun. Ia mengucapkan terima kasih atas sinergi para donatur dan mitra yang memercayakan donasinya melalui Nurbani Humanity Foundation.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan mitra yang telah mempercayakan amanahnya melalui Nurbani Humanity Foundation. Semoga sinergi kebaikan ini terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Gus Saidun.

Sementara itu, Ketua Yayasan, Gus Farrel, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen konkret yayasan dalam merawat budaya gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

​Tidak berhenti pada kegiatan seremonial, Nurbani Humanity Foundation berkomitmen untuk memperluas dampak kemanusiaannya. Sekretaris Nurbani Humanity Foundation, Nur Fatoni, menjelaskan bahwa ke depan lembaga ini akan merambah ke program pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.

​”Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan menyentuh lebih dari 500 penerima manfaat. Ke depan, kami tidak hanya fokus pada santunan, tetapi juga mengembangkan program di bidang pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat,” jelas Nur Fatoni.

​Melalui gerakan ini, Nurbani Humanity Foundation berharap aksi kepedulian sosial ini dapat bertransformasi menjadi gerakan masif yang konsisten membawa harapan baru bagi anak yatim dan kaum dhuafa di Kabupaten Demak. Red/Casroni

Kefamenanu, DN-II Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menegaskan bahwa keluarga memegang peran utama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan terbaik tidak hanya diperoleh di sekolah, tetapi juga melalui pola asuh dan keteladanan yang diberikan orang tua di rumah. (28/6/2026).

Hal tersebut disampaikan Tri saat mengunjungi TK Dharma Wanita Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pokja II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Pusat sebagai bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap pendidikan anak usia dini dan pembentukan karakter keluarga.

Dalam kesempatan itu, Tri mengapresiasi para guru dan orang tua yang telah mendukung pendidikan anak sejak usia dini. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian perlu ditanamkan secara konsisten di lingkungan keluarga.

“Pendidikan yang terbaik itu ada di rumah. Kita harus mendidik mereka, menciptakan suasana disiplin, karakter, bertanggung jawab, jujur, dan lain-lain itu ada di rumah,” ujarnya.

Kunjungi TK Dharma Wanita Kefamenanu, Ketum TP PKK Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Sebagai bagian dari pengasuhan, Tri juga mengingatkan orang tua agar bijak dalam mengenalkan telepon genggam kepada anak usia dini. Menurutnya, anak-anak pada usia tersebut belum perlu menggunakan gawai karena berisiko terpapar berbagai informasi dan konten yang belum sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia mengaku menerapkan prinsip serupa dalam keluarganya dengan tidak memberikan telepon genggam kepada anak-anaknya hingga memasuki usia remaja. Karena itu, ia mengimbau orang tua untuk tidak mudah mengikuti tren yang menampilkan anak-anak sebagai influencer atau pembuat konten di media sosial.

“[Jangan] menjadi trendsetter itu untuk anak-anak kita. Itu sebetulnya tidak mendidik,” katanya.

Lebih lanjut, Tri menekankan bahwa anak-anak saat ini merupakan calon generasi penerus bangsa yang akan menghadapi dunia yang semakin kompetitif dan penuh tantangan. Karena itu, mereka perlu dipersiapkan sejak dini melalui penguatan mental, karakter, dan kemampuan bersosialisasi.

Ia juga berpesan agar anak-anak rajin belajar, berdoa, mendengarkan nasihat guru dan orang tua, serta aktif bermain bersama teman-temannya. Menurutnya, aktivitas bermain merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak.

Pada kesempatan tersebut, Tri disambut dengan pertunjukan drumband dan pengalungan kain adat. Ia juga berinteraksi dengan para siswa serta menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah, paket buku bacaan, sembako untuk guru, dan petugas kebersihan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Ketua TP PKK Kabupaten TTU Andina Winantuningtyas, serta Wakil Ketua TP PKK Kabupaten TTU Elisabeth Endang Sri Susilowati. Red

Kefamenanu, DN-II Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mendorong para pelajar untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, serta pemanfaatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik. (28/6/2026).

Pesan tersebut disampaikan Tri saat membuka Sosialisasi Masalah Tuberkulosis (TBC), Kesehatan Reproduksi Remaja, dan Cek Kesehatan Gratis bagi Pelajar di Lapangan Gedung Balai Biinmafo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (25/6/26).

Dalam sambutannya, Tri menegaskan bahwa kesehatan merupakan modal utama yang harus dijaga oleh setiap orang, termasuk para pelajar. Menurutnya, kesehatan sering kali baru disadari penting ketika seseorang mengalami sakit.

“Seberapa pun banyak uang, seberapa pun kaya orang, orang yang kaya banyak hartanya, tapi kalau tidak sehat, tidak ada gunanya,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ketum TP PKK Tri Tito Dorong Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai risiko penyakit. Melalui Program CKG, masyarakat dapat memantau kondisi kesehatannya tanpa dipungut biaya.

“Semua manusia pasti pernah sakit. Nah, inilah tindakan kita agar kita tidak cepat terserang penyakit… Salah satunya ini tadi untuk kita melaksanakan cek kesehatan gratis,” katanya.

Selain itu, Tri juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai pencegahan TBC, HIV/AIDS, dan kesehatan reproduksi remaja. Menurutnya, pemahaman yang baik sejak usia sekolah akan membantu generasi muda menjaga kesehatan sekaligus menghindari berbagai risiko yang dapat memengaruhi masa depan mereka.

Ia juga meminta para pelajar untuk menyampaikan informasi mengenai Program CKG kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut.

“Tolong dimanfaatkan. Jangan disia-siakan. Karena kalau mau cek kesehatan yang benar-benar berbayar, mahal. Jadi, manfaatkan cek kesehatan ini untuk keluarga kalian,” pesannya.

Dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Pokja IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat tersebut, dilakukan penyematan selempang Duta TBC dan Kesehatan Reproduksi kepada sejumlah siswa terpilih sebagai bentuk dukungan terhadap upaya edukasi kesehatan di kalangan pelajar. Selain itu, turut diserahkan bantuan alat kesehatan untuk mendukung pelaksanaan Program CKG.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Ketua TP PKK Kabupaten TTU Andina Winantuningtyas, serta ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan pihak terkait lainnya. Red

Kefamenanu, DN-II Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian mendorong para perajin tenun di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk terus berinovasi melalui penggunaan pewarna alami.

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk tenun sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (28/6/2026).

Hal tersebut disampaikan Tri saat membuka Pelatihan Pewarnaan Alam dan Pencelupan Benang untuk Kain Tenun di Gedung Dekranasda Kabupaten TTU, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Dekranas bersama Pokja II Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat dalam memperkuat kapasitas perajin dan mengembangkan kerajinan khas daerah.

Tri mengatakan, tenun merupakan salah satu identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, para perajin perlu terus mengembangkan kreativitas agar produk yang dihasilkan mampu mengikuti kebutuhan pasar tanpa meninggalkan ciri khas daerah.

“Kita harapkan pasar yang lebih luas, nasional, bahkan internasional. Kita bisa jangkau melalui peningkatan-peningkatan kreasi dan juga daya saing yang antara lain adalah membuat pewarna alami ini,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas produk, penggunaan pewarna alami juga dinilai sejalan dengan tren global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

“Dengan pewarnaan alami ini kita salah satu mendukung pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan organik, bahan-bahan yang ramah lingkungan,” katanya.

Ketua Harian Dekranas: Pewarna Alam Bisa Tingkatkan Nilai Jual Tenun TTU

 

Tri menambahkan, sejumlah daerah di NTT telah berhasil mengembangkan tenun berbasis pewarna alami hingga dikenal di pasar internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para perajin TTU untuk terus meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat identitas tenun daerah.

Ia berharap hasil pelatihan tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi dapat diterapkan dalam produksi sehari-hari dan dipromosikan pada berbagai ajang pameran, termasuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas yang akan digelar di Makassar.

“Mudah-mudahan ada nanti hasilnya dipasarkan di sana dan akan mendapat sambutan yang baik,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan peralatan pendukung pelatihan dan benang sebagai bahan baku bagi para penenun. Bantuan tersebut merupakan hasil dukungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dekranas, serta kerja sama dengan Bank Indonesia.

Turut hadir Ketua Dekranasda Provinsi NTT yang juga Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Ketua Dekranasda Kabupaten TTU yang juga Ketua TP PKK Kabupaten TTU Andina Winantuningtyas, Wakil Bupati TTU Kamillus Elu, jajaran TP PKK Pusat, pengurus Dekranas, pengurus Dekranasda Kabupaten TTU, serta para perajin dan penenun di Kabupaten TTU. Red

Banjarbaru, DN-II Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gantolle Seri 1 Ketepatan Mendarat (KTM) Fly Kotabaru sekaligus Pembukaan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Seri 2 Tahun 2026 yang berlangsung di Sai’jaan Landing Area, Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Rabu, (24/06/2026).

Dalam sambutan Bupati Kotabaru yang dibacakan Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata alam Kabupaten Kotabaru kepada dunia. Beliau menyambut baik semangat sportivitas, persahabatan dan keberagaman yang tercermin dalam keikutsertaan para peserta. Dengan harapan melalui event ini dapat menjadi magnet pariwisata dan memperkuat citra kotabaru sebagai destinasi unggulan di Kalsel yang telah dikenal memiliki lokasi paralayang dan gantolle bertaraf nasional maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Kapusterau) selaku Sekjen PB FASI, Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dirgantara yang bergensi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat persahabatan, memperkokoh semangat sportivitas, serta memperkenalkan potensi wisata dirgantara Kalsel ke dunia internasional, dengan harapan melalui kegiatan ini akan lahir atlet-atlet paralayang dan gantolle berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Hal senada pun turut diungkapkan Danlanud Sam selaku Ketua Fasida Kalsel, dikatakannya bahwa kejuaraan ini merupakan proses pembinaan atlet paralayang dan gantolle di daerah yang mengandung maksud positif, selain untuk menguji kemampuan para atlet, juga untuk memasyarakatkan olahraga dirgantara kepada masyarakat, serta memotivasi para atlet paralayang maupun atlet gantolle untuk dapat memanfaatkan pertandingan ini sebagai modal berharga dalam berpartisipasi pada kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi lagi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Brevet Kehormatan dari Federasi Aero Sport Indonesia serta sertifikasi venue paralayang dan gantolle oleh FASI sebagai bentuk pengakuan atas kualitas dan kelayakan venue yang dimiliki Kabupaten Kotabaru. Sebelumnya, juga telah dilaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di kawasan Bukit Mamake.

Turut hadir pada rangkaian kegiatan ini, Sespusterau, Kolonel Adm Nurul Ardiyanto, Dirbin Ordirga, Kolonel Tek Sunu Eko Prasetyo, Dirbin Sumda, Kolonel Pom Tomy, Ketua DPRD Kotabaru, Hj. Suanti, para unsur Forkopimda Kotabaru, Kadister Lanud Sjamsudin Noor, Letkol Lek Dwi Aquaristanto B.S., S.Sos., Danposau Kotabaru, Letda Sus Tri Nurmansyah, serta para atlit dan official beserta para pecinta olahraga dirgantara dari berbagai provinsi di Indonesia bahkan mancanegara.

Dengan dilaksanakannya kejuaraan ini, diharapkan menjadi kesempatan emas untuk menumbuhkan bibit-bibit baru dalam olahraga kedirgantaraan yang tidak hanya mampu mencetak prestasi tetapi juga menjadi daya tarik wisata, memperkenalkan Kotabaru sebagai destinasi sport tourism di Indonesia. Red

Sragen, DN-II KKRI adalah Kependekan dari Korps Kadet Republik Indonesia, adalah program pembinaan karakter dan bela negara bagi pelajar SMA/SMK yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Organisasi ini bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan, semangat nasionalisme, wawasan kebangsaan, dan jiwa kepemimpinan kepada generasi muda agar siap menjadi penerus bangsa.

Para peserta KKRI, yang sering disebut sebagai “kadet”, mengikuti berbagai kegiatan kepemudaan terstruktur yang bekerja sama dengan instansi militer seperti TNI (AD, AL, AU) dan Kementerian Pertahanan. Kegiatan utamanya meliputi Pelatihan Kedisiplinan: Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan kemah bela negara (Persami).

Wawasan Kebangsaan & Kemaritiman : Pengenalan lingkungan, pelestarian alam (seperti penanaman mangrove), dan pengenalan dunia kemaritiman. Pembinaan Karakter & Kepemimpinan : Pembekalan langsung dari pejabat negara dan perwira TNI untuk memupuk mental yang kuat dan berintegritas.

Dandim 0725/Sragen secara resmi membuka Persami KKRI di Buper Ki Ageng Srenggi Kedawung, Sragen. Sabtu, (27/06/2026).

Dalam amanatnya Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP mengatakan bahwa Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda tingkat SMA/SMK/MAN yang diselenggarakan oleh TNI sebagai bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, berkarakter, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melalui kegiatan persami Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) diharapkan terbentuk generasi muda bangsa yang memiliki kepribadian unggul, berakhlak mulia, disiplin, mandiri, yang dilandasi semangat bela negara yang tinggi dan jiwa patriotisme sebagai fondasi dalam memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

“Kalau saya boleh mengutip dari satu semboyan dari Bapak Proklamator Negeri ini yaitu Beri Aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia, hal tersebut mencerminkan betapa besar peran pemuda, bagi suatu bangsa, untuk itu saya berharap dari Perkemahan KKRI ini akan lahir Pemimpin pemimpin Bangsa yang tangguh dan berdedikasi tinggi”

“Saya menggaris bawahi satu materi yang kalian terima yaitu kepemimpinan lapangan, itu adalah pondasi utama untuk kalian sebagai calon pemimpin di masa depan, untuk itu, saya mengharapkan, Implementasikan setiap ilmu yang kalian dapat dalam kehidupan sehari hari, Selain dibekali kepemimpinan lapangan, kalian juga dibekali Pembinaan jasmani, itu sangat penting agar kalian memiliki kesehatan fisik dan mental serta menjaga kualitas hidup secara menyeluruh”

“Akhirnya, dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Sabtu tanggal 27 Juni 2026, Pukul 07.30 Wib kegiatan Perkemahan Korps Kadet Republik Indonesia secara resmi saya buka”

Sementa Windi Wulandari salah satu dari 184 peserta dari SMK N1 Gesi mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Selain menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan dari pelatih saya banyak mendapatkan teman dari berbagai sekolah di Kabupaten Sragen, apa yang saya dapatkan dari kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan saya yang akan datang”

“Kegiatan ini melatih kemandirian, disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan hidup melalui pengalaman langsung di luar ruangan, Kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun kerja sama tim, kedisiplinan, serta mendekatkan diri dengan alam, saya suka sekali” ucap Windi. Red/Ak

JAKARTA, DN-II Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (25/06/2026). Pertemuan ini menjadi forum koordinasi untuk membahas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkini di tanah air.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri memaparkan berbagai perkembangan situasi keamanan nasional serta langkah-langkah strategis yang telah disiapkan Polri.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan resminya, menekankan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar Polri terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas nasional. Stabilitas ini dinilai krusial sebagai fondasi utama dalam mendukung kelancaran seluruh agenda pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah.

“Polri terus berkomitmen menjaga stabilitas nasional demi mendukung kelancaran agenda pembangunan nasional,” ungkap Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Terima Kapolri di Istana, Presiden Prabowo Bahas Penguatan Kamtibmas

Selain membahas aspek keamanan, Kapolri juga melaporkan kesiapan jajaran kepolisian dalam menyambut peringatan Hari Bhayangkara Tahun 2026. Salah satu fokus utama peringatan tahun ini adalah memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui berbagai aksi nyata.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Jenderal Listyo Sigit menjelaskan bahwa Polri telah merancang rangkaian kegiatan bakti sosial dan layanan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan secara menyeluruh di berbagai wilayah di Indonesia. Rangkaian agenda tersebut diharapkan tidak hanya sekadar perayaan formal, namun menjadi momentum strategis untuk mempererat ikatan harmonis serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Pertemuan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara lembaga kepresidenan dan institusi Polri dalam menjamin keamanan serta kesejahteraan masyarakat guna mencapai target pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Red/BPMI Setpres

Tag: #KemensetnegRI #RilisPresiden #PrabowoSubianto #Polri #HariBhayangkara2026

Belu, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan, hal paling mendasar yang membedakan manusia biasa dengan manusia luar biasa adalah visi. Menurutnya, visi merupakan pembeda utama antara pemimpin dan pengikut, sementara disiplin menjadi kunci untuk mewujudkan visi tersebut.

Pesan tersebut disampaikan Bima saat memberikan pengarahan kepada mahasiswa Politeknik “Ben Mboi” Universitas Pertahanan (Unhan) di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/6/2026).

Dalam kesempatan itu, ia mengajak para mahasiswa membayangkan diri mereka 20 tahun mendatang sebagai bekal untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

“Kalau kalian sudah tahu di depan kalian mau ke mana, di depan kalian mengerjakan apa, di depan kalian mengembangkan tanggung jawab apa, kalian sudah selesai dengan diri kalian, kalian memiliki visi. Itu yang paling utama,” katanya.

Selain visi, Bima menekankan pentingnya menjaga jiwa dan raga. Ia mengaku, dalam perjalanan hidupnya, baru menyadari pentingnya menjaga stamina dan kebugaran secara konsisten. Menurutnya, mereka yang disiplin merawat jiwa dan raga akan tetap prima ketika yang lain mulai kehilangan daya juang.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menilai, mahasiswa Unhan telah memperoleh keunggulan karena dibina agar memiliki kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi tantangan masa depan, sebagaimana sekolah-sekolah kedinasan lainnya.

Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Poltek Unhan NTT Miliki Visi dan Disiplin sebagai Bekal Masa Depan

“Karena pada saatnya nanti yang akan menentukan siapa menang, siapa kalah, bukan saja visi, tapi jiwa dan raga tadi. Saya katakan jiwa dan raga, bukan hanya raga, tapi juga jiwa. Pikiran Anda menentukan lisan Anda. Lisan Anda menentukan perbuatan Anda. Perbuatan Anda menentukan karakter Anda,” terangnya.

Lebih lanjut, Bima mengajak mahasiswa belajar dari orang-orang yang konsisten menjaga disiplin. Menurutnya, mustahil seseorang mampu memimpin, bekerja keras, dan berjuang apabila jiwa dan raganya tidak berada dalam kondisi prima. Karena itu, ia meminta para mahasiswa menjaga stamina dan kesehatan secara disiplin.

Terakhir, Bima berpesan agar para mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan di Unhan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga disiplin hingga akhir pendidikan, membangun lingkungan pergaulan yang positif, serta mempertahankan lingkaran pertemanan yang saling mendukung dalam kebaikan.

“Tetap dalam orbit para pemimpin. Rawatlah, ini kalian semua saling merawat. Lihat kanan kalian, lihat kiri kalian, dan selalu ingat, sahabat-sahabatnya. Ini harus di lingkaran yang saling menolong-menolong dalam kebaikan,” pungkasnya. Red

Puncak Jaya, DN-II Dalam rangka mempererat silaturahmi dan kebersamaan, Kodim 1714/Puncak Jaya menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bersama masyarakat Kabupaten Puncak Jaya berlangsung secara meriah dan penuh antusiasme, pada Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran prajurit Kodim 1714/Puncak Jaya, perwakilan instansi terkait, serta masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat. Suasana terasa hangat dan akrab saat seluruh peserta menyaksikan siaran langsung pertandingan Belanda lawan lawan tandingnya dengan penuh semangat dan kekompakan.

Letda Czi Toding Gayang Pasiter Kodim 1714/Puncak Jaya, menyampaikan bahwa kegiatan nobar ini merupakan salah satu cara nyata mendekatkan diri TNI dengan masyarakat. “Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat hubungan baik antara TNI dan warga, menjaga kerukunan, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Puncak Jaya,” ujarnya.

Masyarakat menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi perhatian Kodim 1714/Puncak Jaya dalam menyelenggarakan acara yang menyatukan berbagai unsur di tengah masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga pertandingan berakhir. Red

You cannot copy content of this page