Jakarta, DN-II Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M. yang juga sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) mengunjungi Atlet Pelatnas Taekwondo Indonesia di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Letjen TNI Richard Tampubolon meninjau pelaksanaan tes fisik para atlet di Stadion Atang Sutresna Markas Kopassus. Peninjauan ini untuk memastikan kondisi fisik para atlet berada pada level optimal serta memotivasi Atlet-Atlet Pelatnas Taekwondo Indonesia untuk menghadapi kompetisi mendatang khususnya dalam rangka mempersiapkan Asian Games.
Kasum TNI juga memastikan standar fisik atlet memenuhi target pencapaian pada ajang multi-event serta menilai tingkat kebugaran dan kondisi fisik dasar setiap atlet secara berkala.
Adapun tes kondisi fisik dalam cabang olahraga Taekwondo meliputi pengukuran antropometri, keseimbangan, lari jarak pendek untuk menunjang pola gerak cepat di arena kelincahan, dan pengukuran kelenturan otot kaki dan pinggul yang krusial untuk teknik tendangan tinggi.
Dalam kunjungan ke Markas Kopassus, Kasum TNI didampingi oleh Sekjen PBTI Bapak Rafael Siagian,Manajer Pelatnas Adhy, Pelatih Nasional Lia Karina Mansyur, Korsmin Kolonel Inf. Marlon dan Kajas Kopassus Letkol Inf. Emrizal. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Brebes, DN-II Polres Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan melalui kegiatan Penanaman Bawang Putih Serentak di 17 Provinsi dalam rangka percepatan swasembada bawang putih nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (19/8/2026) ya di Dukuh Semangkung, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dengan dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, kelompok tani, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta para petani dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Brebes yang diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara, S.Pt., M.Pt., Dandim 0713 Brebes yang diwakili Danramil Sirampog Letda Wakhyu F., Kapolres Brebes yang diwakili Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo, S.Tr.K., S.I.K., Kasat Reskrim Polres Brebes Farid Nur Aziz, S.Tr.K., S.I.K., M.H., M.I.K., Camat Sirampog Slamet Budi Raharjo, S.I.P., Kapolsek Sirampog IPTU Imam Santoso, S.H., Balai BPP Sirampog beserta tim, Kepala Desa Dawuhan dan Batursari, kelompok tani, serta tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Dawuhan, sambutan Kapolres Brebes yang disampaikan oleh Kasat Binmas, sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, penyerahan kaos secara simbolis kepada kelompok tani, penanaman bibit bawang putih secara simbolis, pelaksanaan Zoom bersama Mabes Polri, hingga penutup.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Dawuhan Iwan Budi Siswanto, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Dawuhan bersama masyarakat dan kelompok tani siap berkontribusi aktif dalam menyukseskan program swasembada bawang putih nasional.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Brebes melalui Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.
“Penanaman bawang putih hari ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan sinergitas antara pemerintah, TNI-Polri, dinas terkait, pemerintah desa, kelompok tani, serta masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Polres Brebes berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara menjelaskan bahwa kebutuhan bawang putih di Kabupaten Brebes mencapai sekitar 3.700 ton per tahun, sementara produksi lokal hingga saat ini masih belum tersedia. Oleh karena itu, kegiatan penanaman bawang putih ini menjadi langkah awal yang strategis untuk membangun sentra produksi bawang putih di Kabupaten Brebes.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes siap memberikan dukungan dan pendampingan agar Desa Dawuhan dan Desa Batursari dapat menjadi contoh pengembangan produksi bawang putih di wilayah Brebes. Target awal yang diharapkan adalah mampu membantu memenuhi sebagian kebutuhan bawang putih masyarakat Kabupaten Brebes.
Adapun sasaran program percepatan swasembada bawang putih Polres Brebes meliputi dua desa di Kecamatan Sirampog.
Di Desa Batursari, lahan tanam seluas 10 hektare berada di wilayah Dukuh Tengah, Dukuh Kasa, dan Dukuh Bera yang dikelola oleh 31 petani anggota Poktan Gading dengan penerima bantuan benih Dasir. Sedangkan di Desa Dawuhan, lahan seluas 10 hektare berada di Dukuh Semangkung, Dukuh Igir Gowok, dan Dukuh Guci yang dikelola oleh 35 petani anggota Poktan Pajerukan dengan penerima benih Ketua Poktan Suswandi Wibowo.
Usai seluruh rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit bawang putih secara simbolis oleh unsur Forkopimda dan para peserta sebagai tanda dimulainya gerakan percepatan swasembada bawang putih nasional di wilayah Kabupaten Brebes.
Sementara itu, Plt Kasi Humas Iptu Syaiful Hidayat menambahkan melalui kegiatan ini, Polres Brebes berharap sinergitas antara Polri, pemerintah, TNI, kelompok tani, dan masyarakat semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah, meningkatkan produktivitas pangan, serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya swasembada bawang putih nasional dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.
“Polres Brebes berharap sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah. Sinergitas ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pangan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan terwujudnya swasembada bawang putih nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.” pungkasnya. Red/Casroni
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
JAKARTA, DN-II Berbagai rangkaian kegiatan pertandingan dan perlombaan yang digelar di lapangan parkir kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans) serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes-PDT) disambut meriah dan disebut sebagai bentuk pesta rakyat.
”Bersama kita bersyukur dan bahagia dalam merayakan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dalam acara Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan di Kalibata, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dirinya berharap, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia semakin kuat, penuh keberkahan, dan pemerintahannya dapat terus melayani rakyat secara optimal.
”Sebagai anggota kabinet pemerintahan, kita akan terus berbuat yang terbaik sesuai dengan tugas masing-masing di kementerian dalam rangka berbakti kepada negeri, masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dua kementerian yang pernah berada di bawah satu atap tersebut senantiasa menunjukkan semangat tinggi, rasa kekeluargaan, kekompakan, serta berjalan seiring sejalan. Meskipun memiliki fokus dan aksentuasi yang berbeda, kedua instansi ini tetap saling berkorelasi dan bersinergi dalam menjalankan tugas negara.
Dalam kesempatan yang sama, Viva Yoga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara kemerdekaan tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Kita kompak, bersatu, solid, dan ini menjadi kebahagiaan buat semuanya,” ucapnya seraya berharap perayaan HUT Kemerdekaan di masa mendatang dapat diselenggarakan lebih meriah lagi. “Semoga momen ini juga menambah semangat baru dalam bekerja di kementerian masing-masing.”
Kepedulian untuk Korban Bencana di NTT
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Viva Yoga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan turut membantu meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
”Kepedulian harus ditunjukkan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan para wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) di daerah pemilihan tersebut guna menggerakkan aksi nyata dalam membantu para korban bencana alam di wilayah NTT. Red
Puncak Jaya, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Jaya bersinergi menjaga kelancaran pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat di Lapangan Alun-Alun Kota Baru, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (17/8/2026).
Semarak peringatan kemerdekaan semakin terasa dengan hadirnya jajaran pimpinan daerah, Forkopimda, Aparatur Sipil Negara, TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat. Detik-detik pengibaran Bendera Merah Putih menjadi momen yang penuh keharuan dan kebanggaan, di mana Pasukan Pengibar Bendera menjalankan tugasnya dengan penuh disiplin dan tanggung jawab di hadapan seluruh peserta upacara. Berkibarnya Sang Merah Putih menjadi simbol persatuan sekaligus penghormatan kepada jasa para pahlawan, dan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah tercinta.
Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, khususnya para petugas upacara, Paskibra, TNI-Polri, ASN, serta seluruh masyarakat yang hadir. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah ikut menyukseskan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Puncak Jaya. Semoga semangat Merah Putih terus berkobar dan menjadi kekuatan kita untuk membangun Puncak Jaya yang lebih baik,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, semangat kemerdekaan juga terpancar dari Puncak Timoti, Distrik Ilu. Koramil 1714-02/Ilu bersama unsur TNI, Polri, dan pelajar menggelar pengibaran Bendera Merah Putih sepanjang 50 meter. Sinergitas TNI, Polri, Pemda, dan pelajar tampak terjalin erat, membuktikan bahwa semangat cinta tanah air menyala di setiap penjuru tanah Puncak Jaya.
Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, M.Han, menegaskan “Kami TNI dan Polri telah menyiapkan personel sepenuhnya agar jalannya upacara berjalan aman dan lancar. Kami aparat keamanan senantiasa mendukung penuh upaya Pemerintah Daerah, demi mewujudkan Kabupaten Puncak Jaya yang aman, nyaman, dan terus maju,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berkibarnya Sang Merah Putih di Alun-Alun Kota Baru dan di Puncak Timoti menjadi bukti nyata kecintaan masyarakat Puncak Jaya terhadap tanah air, sekaligus tekad bersama untuk senantiasa menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red
NTT, DN-II Pemerintah mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta untuk mendistribusikan dukungan logistik bagi warga terdampak Gempa NTT Magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai pada Selasa (18/8/2026).
Kapal berlayar dari Pelabuhan Labuhan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat menuju Pelabuhan Reok di Kabupaten Manggarai.
Pada pelayaran ini, KRI Bung Hatta mengangkut dukungan logistik berupa paket bantuan Presiden RI, paket sembako, tenda keluarga dan tenda pengungsi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta beberapa bantuan donasi dari masyarakat. Setelah KRI Bung Hatta bersandar di Pelabuhan Reok, dukungan logistik ini selanjutnya akan dikirimkan ke wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Transportasi laut dipilih untuk mempercepat dukungan logistik tiba di wilayah terdampak.
Berdasarkan pengkinian data penanganan pascabencana gempa bumi M7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur per 18 Agustus 2026, tercatat Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi dua kabupaten terdampak dengan jumlah korban jiwa dan pengungsi tertinggi.
Di Kabupaten Manggarai, korban jiwa meninggal dunia sebanyak 27 jiwa dan pengungsi sebanyak 6.487 jiwa. Sementara itu di Kabupaten Manggarai Timur, korban meninggal dunia sebanyak 25 jiwa dan pengungsi mencapai 15.465 jiwa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain KRI Bung Hatta, dalam penanganan darurat pascagempa NTT ini, Pemerintah melalui TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI dr. Soeharso (KRI SHS) yang merupakan kapal bantu rumah sakit milik TNI AL untuk melaksanakan bantuan kesehatan di NTT.
Dalam upaya pendistribusian logistik yang merata ke seluruh wilayah terdampak gempa M7,7 BNPB membuka Pos Dukungan Logistik Nasional (Posduklognas) di tiga titik yaitu di Jakarta, Labuhan Bajo, dan Maumere.
Posduklognas Jakarta berpusat di Base Ops Halim Perdanakusuma. Pos logistik ini menampung bantuan dari instansi, organisasi, maupun masyarakat. Dari posduklognas Halim, logistik akan dibagikan ke Posduklognas Labuhan Bajo dan Posduklognas Maumere.
Posduklognas Labuan Bajo berada di Kantor UBPU Komodo. Pos ini akan mendukung distribusi logistik ke wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Sementara itu, cakupan Pos Dukungan Logistik Nasional Maumere yang terletak di Bandara Maumere meliputi wilayah terdampak di Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Posduklognas terbuka bagi masyarakat maupun organisasi yang hendak mengirimkan donasi bagi warga terdampak Gempa NTT. BNPB mengimbau masyarakat dan mitra yang ingin menyalurkan bantuan untuk berkoordinasi dengan tim di Posduklognas setempat perihal jadwal dan kebutuhan distribusi.
Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik dari sisi jenis, jumlah, waktu maupun moda transportasi, sehingga dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Red
#InfoBencanaBNPB #GempaNTT #SiapUntukSelamat
Nagekeo, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menugaskan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk turut membantu warga yang dokumen kependudukannya hilang atau rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penerbitan dokumen seperti KTP-el, akta kelahiran, serta Kartu Keluarga (KK).
“Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil yang menangani urusan data kependudukan ini untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi,” kata Mendagri usai mengunjungi posko pengungsian Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (18/8/2026).
Bukan hanya itu, Mendagri menegaskan tim Dukcapil akan turun ke lokasi untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pencetakan ulang dokumen kependudukan bukan sesuatu yang sulit mengingat semua datanya sudah terekam di server Dukcapil pusat dan terdigitalisasi.
Terlebih, saat ini Ditjen Dukcapil juga telah menerapkan teknologi face recognition atau pengenalan wajah sehingga pencetakan ulang dokumen kependudukan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

“[Pencetakan ulang] itu sangat mudah sekali dilakukan. Kenapa? Karena semua data yang ada, 290 juta [penduduk] Indonesia, hampir 98 persen datanya ada di server Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil Kemendagri,” terangnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain dokumen kependudukan, Mendagri mengaku akan berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pencetakan ulang surat tanah maupun berkas penting lainnya. Ia juga akan berkomunikasi dengan kepolisian untuk pencetakan ulang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus bagi korban gempa di NTT.
“Informasinya akan saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN dan juga kepada Kepolisian. Karena apa, waktu seperti di Aceh, di Sumatera Utara, [Sumatera] Barat, kita semua tiga ini turun. Ini dokumen-dokumen penting,” jelasnya.
Mendagri memastikan pencetakan ulang dokumen-dokumen penting tersebut dilakukan secara gratis sebagai bukti hadirnya negara kepada para penyintas gempa. “Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi, kita bantu. Dan juga dari saya akan sampaikan juga kepada Bapak Kapolri,” tutupnya. Red
Slawi, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, dilaksanakan kegiatan pemberian remisi kepada narapidana di Lapas Kelas IIB Slawi, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Tegal dan stakeholder terkait.
Pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan pemasyarakatan yang telah memenuhi persyaratan serta menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pidana. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan agar warga binaan memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Kehadiran Kapolres Tegal dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam memperkuat sinergitas dengan jajaran pemasyarakatan dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung proses pembinaan serta reintegrasi sosial warga binaan.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan lebih baik.
“Remisi bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri, menjalani pembinaan dengan baik, dan ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta memberikan kontribusi positif.” 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemberian remisi dalam momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus mengikuti program pembinaan, menaati ketentuan yang berlaku, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.
Polres Tegal terus berkomitmen memperkuat sinergitas bersama pemerintah daerah, jajaran pemasyarakatan, TNI, dan seluruh stakeholder dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sekaligus mendukung terwujudnya pembinaan masyarakat yang berkelanjutan. ( S. Bimantoro )
Ugumba, DN-II Di balik bentangan Pegunungan Papua yang menjulang tinggi, Distrik Ugimba, provinsi Papua Tengah, menjadi salah satu wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses yang terbatas, medan terjal, hutan lebat, serta kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan memastikan kehadiran negara di wilayah tersebut, Senin (17/8/2026).
Selama kurang lebih 15 tahun, wilayah Ugimba disebut mengalami keterbatasan kehadiran unsur pemerintahan maupun aparat keamanan. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, minimnya akses transportasi, serta dinamika keamanan di wilayah Pegunungan Papua menjadi sejumlah faktor yang menyebabkan interaksi dengan unsur pemerintah dan aparat keamanan berlangsung sangat terbatas. Dalam situasi tersebut, masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari dengan keterbatasan akses terhadap pelayanan pemerintahan, keamanan, maupun berbagai bentuk dukungan dari negara.
Kondisi tersebut semakin kompleks dengan adanya aktivitas kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Pegunungan Papua yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan membatasi mobilitas masyarakat maupun aparat. Situasi keamanan yang demikian membuat kehadiran unsur negara di wilayah terpencil seperti Ugimba tidak hanya menghadapi persoalan medan dan cuaca, tetapi juga membutuhkan kesiapan dalam menghadapi dinamika keamanan yang sewaktu-waktu dapat berubah.
Dalam rangka melaksanakan tugas operasi pengamanan wilayah, Koops TNI Habema mengerahkan prajurit untuk melaksanakan patroli dan pengamanan di wilayah Ugimba. Dengan semangat pengabdian, prajurit bergerak menembus medan sulit, melewati jalur pegunungan, lembah, dan hutan dengan kondisi alam yang tidak mudah ditaklukkan.
Perjalanan panjang tersebut bukan hanya sebuah pergerakan pasukan, tetapi merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa wilayah Pegunungan Papua tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali. Setiap langkah patroli menjadi bentuk nyata komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan, melindungi masyarakat, serta menghadirkan rasa aman hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bagi masyarakat Ugimba, kehadiran prajurit setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi keterisolasian memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar kehadiran aparat keamanan. Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk membuka kembali ruang interaksi antara masyarakat dengan unsur negara, membangun komunikasi, mendengar kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan kondisi yang lebih memungkinkan bagi aktivitas sosial kemasyarakatan berlangsung secara aman.
Dengan menghadapi suhu dingin pegunungan yang dapat mencapai 5 derajat Celsius, cuaca yang berubah cepat, serta keterbatasan dukungan medan, prajurit Koops TNI Habema tetap melaksanakan tugas pengamanan dengan disiplin dan ketangguhan. Selama perjalanan menuju Distrik Ugimba, prajurit terus melakukan pemantauan situasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.
Keberhasilan operasi pengamanan wilayah Ugimba mencapai momentum bersejarah ketika prajurit Koops TNI Habema berhasil menghadirkan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Sang Merah Putih dikibarkan di Distrik Ugimba, menjadi simbol hadirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Pengibaran Merah Putih di Ugimba bukan hanya sebuah seremoni. Di tengah kondisi geografis yang sulit dan sejarah panjang keterisolasian wilayah, berkibarnya bendera Merah Putih menjadi simbol kehadiran negara sekaligus pesan bahwa masyarakat di wilayah terpencil tetap merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Momentum tersebut juga menunjukkan bahwa stabilitas keamanan memiliki hubungan erat dengan terbukanya akses kehidupan masyarakat. Ketika kondisi wilayah memungkinkan, ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, berkomunikasi dengan unsur pemerintahan, memperoleh pelayanan, menjalankan adat, serta mengembangkan kehidupan sosial dan ekonomi dapat kembali terbuka.
Dalam kerangka Papua Jalan Damai, operasi pengamanan bukan semata-mata bertujuan menciptakan kondisi keamanan, tetapi menjadi dasar untuk memungkinkan kehidupan masyarakat berjalan normal. Keamanan yang terwujud menjadi pintu bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas, membangun kepercayaan, menjalankan adat, memperoleh pelayanan, dan mengembangkan kehidupan sosial ekonomi.
Pangkoops TNI Habema menyampaikan bahwa keberhasilan prajurit menembus wilayah Ugimba merupakan wujud komitmen TNI dalam menjaga keutuhan NKRI dan menghadirkan negara di seluruh wilayah Indonesia.
“Medan berat, keterbatasan akses, dan kondisi alam yang ekstrem bukan menjadi penghalang bagi prajurit TNI dalam melaksanakan tugas. Setiap langkah yang dilakukan merupakan bagian dari pengabdian untuk menjaga keamanan wilayah dan memastikan Merah Putih tetap berkibar di seluruh penjuru negeri.”
Keberhasilan operasi di Ugimba menjadi bukti bahwa prajurit Koops TNI Habema mampu melaksanakan tugas dalam berbagai kondisi medan, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Lebih dari sekadar keberhasilan menembus medan pegunungan, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka kembali ruang kehadiran negara di wilayah yang selama bertahun-tahun berada dalam kondisi keterisolasian.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dari kaki Gunung Cartenz, berkibarnya Merah Putih menjadi penanda bahwa jarak dan beratnya medan bukan alasan untuk membiarkan masyarakat berjalan sendiri. Di tempat yang selama bertahun-tahun sulit disentuh oleh kehadiran negara, sebuah bendera kembali berdiri sebagai simbol persatuan, keamanan, dan pengabdian.
Red
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama para Kepala Staf Angkatan menghadiri Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Upacara ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Prosesi penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih menandai berakhirnya rangkaian seremoni kenegaraan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Sebelum meninggalkan mimbar kehormatan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian peringatan sejak pagi hingga sore dengan tertib dan penuh semangat. “Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat,” ucap Presiden.
Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap Sang Merah Putih yang menjadi simbol perjuangan, persatuan, dan kedaulatan bangsa, sekaligus menegaskan semangat kebersamaan dalam memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Red
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Karnaval Bersatu meriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Karnaval Bersatu diselenggarakan untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan keberagaman budaya, kreativitas, inovasi, serta berbagai prestasi bangsa. Kegiatan ini menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang penuh semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
Karnaval Bersatu melibatkan berbagai kementerian dan lembaga negara, TNI dan Polri, serta masyarakat.

Kehadiran seluruh elemen bangsa dalam Karnaval Bersatu menjadi wujud semangat persatuan dan kebersamaan dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI menuju Indonesia Emas 2045. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima #tnirakyat #indonesiaemas2045
You cannot copy content of this page

