BREBES, DN-II Kondisi kebersihan dan tata ruang Kabupaten Brebes kini berada di bawah sorotan tajam. Berdasarkan penilaian kebersihan di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Brebes dilaporkan menempati posisi paling bawah dari 35 kabupaten/kota, yang memicu kritik pedas dari berbagai elemen masyarakat.
Kritik Pedas Penasehat LMP
Penasehat Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Brebes, H.M. Silaban, menyatakan keprihatinan mendalam atas predikat “paling bontot” tersebut. Menurutnya, kondisi sanitasi dan tata lingkungan di Brebes saat ini sudah sangat memprihatinkan.
Saking buruknya kondisi lapangan, LMP bahkan memberikan julukan sarkastik bagi Kota Brebes, yakni Kota diduga Kumuh dan Banyak Nyamuk.
“Kota Brebes ini sudah layak disebut kota Kumuh dan Banyak Nyamuk. Ini adalah cerminan dari pengelolaan kebersihan yang gagal,” tegas H.M. Silaban saat ditemui di sela kegiatan di Alun-alun Brebes, Senin (9/2/2026).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa permasalahan ini merata, mulai dari jalanan yang kotor, drainase yang buruk, hingga populasi nyamuk yang meledak dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga.
Respons Pemerintah dan Aksi Bersih-Bersih
Menanggapi kritik dan kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes menggelar operasi pembersihan massal. Aksi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri (Polres Brebes), Satpol PP, perwakilan pedagang pasar, hingga organisasi kepemudaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Brebes, Ahmad Sodiq, mengakui tantangan besar yang dihadapi instansinya. Ia menyebutkan bahwa langkah konkret sedang diupayakan untuk melepas predikat kota terjorok tersebut.
“Hari ini kami bersama TNI dan Polri menerjunkan personel untuk pembersihan sampah. Dari dinas sendiri, setidaknya 15 orang dikerahkan khusus untuk menyisir area publik,” ujar Ahmad Sodiq di Alun-alun Brebes.
Kendala Armada dan Logistik
Dalam operasi tersebut, DLH menyiagakan dua unit truk pengangkut sampah untuk menyisir limbah di sekitar Alun-alun Brebes hingga ke area pemukiman warga di wilayah Kecamatan Brebes.
Persoalan “Kota Kunyuk” ini kini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten Brebes. Masyarakat mendesak agar langkah-langkah yang diambil tidak hanya bersifat seremonial atau insidentil, melainkan sebuah sistem pengelolaan sampah jangka panjang agar kebersihan daerah dapat meningkat secara signifikan.
Reporter: Teguh
BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada hari ini, Senin (9/2/2026), Ketua DPC Lindu Aji Kabupaten Brebes, Khamdani, menyampaikan refleksi mendalam mengenai peran krusial media massa. Ia menegaskan bahwa pers merupakan pilar demokrasi sekaligus mitra strategis organisasi dalam mengawal pembangunan daerah.
Pers Sebagai Jangkar Kebenaran
Dalam pernyataannya, Khamdani memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para jurnalis, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten Brebes. Menurutnya, di era disrupsi informasi, keberadaan pers yang kredibel sangat dibutuhkan.
“Saya pribadi dan atas nama keluarga besar DPC Lindu Aji Kabupaten Brebes mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional. Dedikasi rekan-rekan jurnalis dalam menyajikan informasi akurat dan edukatif adalah mesin penggerak kemajuan bangsa,” ujar Khamdani.
Ia menambahkan bahwa di tengah gempuran hoax di media sosial, pers harus tetap menjadi jangkar kebenaran bagi publik. Ia juga mengingatkan jajarannya untuk tetap tegak lurus pada aturan organisasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Untuk jajaran Lindu Aji Brebes, saya tegaskan untuk memegang teguh AD/ART yang telah ditentukan oleh DPP Lindu Aji Pusat dalam menjalankan roda organisasi,” tandasnya.
Instruksi Khusus untuk Pengurus dan PAC
Tak sekadar ucapan selamat, Khamdani juga mengeluarkan instruksi khusus bagi seluruh jajaran pengurus DPC hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan agar membangun hubungan harmonis dengan awak media:
Harmonisasi Wilayah: Seluruh anggota PAC diinstruksikan untuk menjaga hubungan baik dan bersikap terbuka terhadap insan pers di wilayah masing-masing.
Keterbukaan Informasi: Organisasi harus menjadi mitra yang kooperatif. Setiap kegiatan sosial dan kemasyarakatan diharapkan dapat dipublikasikan agar dampak positifnya terasa lebih luas.
Etika dan Satu Komando: Anggota diminta menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan etika berkomunikasi, baik kepada publik maupun media massa.
“Lindu Aji harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Untuk menyampaikan pesan kebaikan itu, kita butuh sinergi yang sehat dengan pers. Saya minta seluruh PAC satu visi dalam hal ini,” tegas Khamdani dengan nada instruktif.
Komitmen Kolaborasi ke Depan
Menutup refleksinya, Khamdani berharap kolaborasi antara Lindu Aji Brebes dan insan pers semakin solid ke depannya. Ia berkomitmen mendukung kemerdekaan pers demi terciptanya transparansi dan kontrol sosial yang konstruktif di Kabupaten Brebes.
Penulis: Humas DPC Lindu Aji Brebes
Editor: Casroni
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes mempertegas komitmennya dalam mengawal program unggulan Bupati guna memajukan sektor agraris. Fokus utama kini diarahkan pada stabilitas harga komoditas, kemudahan akses sarana produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
Kepala DPKP Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, S.Pt., M.Pt., menyatakan bahwa dinasnya berperan sebagai pelaksana teknis yang memastikan visi pembangunan daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
“Poin utamanya adalah bagaimana program Bupati ini menonjol dan terlaksana dengan baik di lapangan. Kami ingin memastikan setiap kebijakan tepat sasaran,” ungkap Hendri dalam koordinasi internal, Senin (9/2/2026).
Tiga Pilar Utama Sektor Pertanian
Sebagai tulang punggung ekonomi daerah, sektor pertanian di Brebes kini bertumpu pada tiga mandat krusial:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Stabilitas Harga Bawang Merah: Menjaga harga tetap kompetitif dan mencegah anjloknya nilai tukar petani saat memasuki musim panen raya.
Pembenahan Distribusi Pupuk: Menjamin ketersediaan stok serta keterjangkauan harga pupuk bagi seluruh petani.
Kesejahteraan Sektor Primer: Penguatan program bantuan dan pendampingan berkelanjutan bagi petani dan nelayan untuk meningkatkan taraf hidup.
Menerjemahkan Visi “Brebes Beres”
Hendri menjelaskan, DPKP menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi “Brebes Beres” (Beradab, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat, dan Sejahtera).
Pertanian tidak hanya dilihat dari sisi produksi untuk Ekonomi Tangguh, tetapi juga aspek Responsif dalam pelayanan publik dan Edukatif melalui penyuluhan intensif. “Muara dari semua ini adalah terciptanya masyarakat tani yang sehat dan sejahtera,” tambahnya.
Edukasi Pupuk Bersubsidi: KTP Saja Tidak Cukup
Menanggapi dinamika di lapangan terkait pupuk bersubsidi, pihak dinas mengonfirmasi bahwa harga saat ini masih stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni di kisaran Rp90.000 hingga Rp92.000 per sak.
Namun, Hendri memberikan catatan penting bagi para petani. Akses terhadap pupuk subsidi tidak bisa didapatkan hanya dengan menunjukkan KTP. Petani wajib terverifikasi dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
“Banyak keluhan mengenai sulitnya mendapat pupuk. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata petani yang bersangkutan belum terdaftar di e-RDKK. Akibatnya, kuota mereka tidak muncul di sistem. Pemerintah hanya menyalurkan subsidi bagi mereka yang datanya sudah tervalidasi,” tegas Hendri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui pendataan yang lebih akurat dan edukasi berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Brebes optimis sektor pertanian akan semakin solid dalam menopang perekonomian daerah di masa depan.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Semarang, DN-II 9 Februari 2026 – Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh insan pers, terutama mereka yang tergabung dalam Insan Pers Jawa Tengah (IPJT). Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPJT, Firdaus Andika, memberikan penegasan yang sangat penting bagi seluruh pengurus maupun anggota IPJT di tingkat provinsi hingga kabupaten. Ia menekankan konsistensi dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas kewartawanan dengan mengedepankan prinsip-prinsip jurnalisme yang beretika serta tunduk pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Mengingat Indonesia adalah negara yang secara geografis rawan bencana alam, peran wartawan tidak sekadar sebagai penyampai informasi, melainkan sebagai penghubung yang kritis dalam proses penyampaian aspirasi, kebutuhan, serta situasi yang dialami masyarakat. Dalam situasi bencana, informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya adalah kunci agar penanganan bencana bisa dilakukan secara efektif.
Konsistensi Menjunjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik
Firdaus menegaskan, menjaga independensi adalah fondasi utama bagi wartawan. Dalam era informasi sekarang, di mana berita palsu (hoaks) mudah tersebar luas, kehadiran wartawan yang bertanggung jawab dapat menahan arus disinformasi yang meresahkan masyarakat. Wartawan dituntut untuk selalu melakukan verifikasi fakta dan sumber berita yang mereka gunakan. Hal ini sesuai dengan kode etik jurnalistik yang menuntut kejujuran, keberimbangan, serta menghindari pemberitaan yang menyudutkan tanpa alasan yang jelas.
“Setiap berita yang kita sampaikan harus berlandaskan fakta yang bisa dipertanggung jawabkan. Ini penting agar kita benar-benar bisa menjadi lidah yang menyambung suara masyarakat kepada pihak yang berwenang,” ujar Firdaus.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pentingnya Peran Wartawan dalam Menangani Situasi Bencana
Indonesia sering mengalami bencana alam mulai dari banjir, longsor, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem seperti angin puting beliung. Kejadian ini menyebabkan dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat terdampak. Oleh karena itu, seorang wartawan harus memahami betul perannya saat bencana terjadi, yaitu sebagai penyampai informasi yang objektif dan benar-benar membantu masyarakat serta pemerintah dalam mengambil langkah penanganan bencana.
Selain menyampaikan kabar terbaru tentang keadaan terkini, wartawan juga memegang peran penting dalam mengawasi penyaluran bantuan serta penanganan oleh aparat dan pemerintah daerah. Mereka menjadi pengawas publik agar proses bantuan tidak tersendat, serta memberikan tekanan positif bagi pihak yang berwenang untuk bertindak cepat dan tepat.
Teknologi dan Media Sosial sebagai Pendukung Kewartawanan Bencana
Di era digital saat ini, penyebaran informasi melalui media sosial menjadi salah satu kekuatan paling besar dalam kewartawanan. Firdaus menekankan agar para wartawan IPJT juga memanfaatkan teknologi informasi dengan maksimal namun tidak terjebak pada informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.
“Media sosial bisa menjadi alat yang efektif untuk cepat memberikan informasi, menggalang solidaritas, maupun mempercepat koordinasi bantuan bagi korban bencana. Tapi kita harus tetap berjaga-jaga agar tidak menyebarkan informasi yang salah yang justru bisa memperkeruh situasi,” tandasnya.
Selain itu, pengembangan platform digital dan website resmi media menjadi sangat penting untuk menyajikan berita yang berkualitas dan akurat. Penggunaan multimedia seperti video, foto, serta grafik interaktif juga dapat membantu masyarakat memahami fakta situasi bencana secara lebih komprehensif.
Peningkatan Kapasitas Wartawan untuk Menghadapi Tantangan Baru
Firdaus juga menyerukan perlunya peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan, terutama dalam menangani berita-berita penting terkait bencana, wartawan harus siap secara mental dan teknis ketika harus meliput kejadian di lokasi yang terkadang berbahaya.
Kemampuan berbahasa yang baik juga sangat pentting karena wartawan yang baik harus menguasai tata berbahasa dan penguasaan teknologi informasi sebagai modal utama wartawan di era sekarang agar bisa menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan mudah diterima masyarakat luas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Firdaus berharap agar hubungan koordinasi antara insan pers dan pemerintah semakin erat. Media bukan hanya berperan sebagai pengawas atau penyampai informasi, melainkan juga menjadi mitra penting pemerintah dalam menyiarkan program edukasi mitigasi bencana, sosialisasi keselamatan, serta update terkait perkembangan penanganan bencana.
Melalui kolaborasi yang baik, masyarakat akan mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat mulai dari peringatan dini hingga setelah proses evakuasi selesai. Hal ini juga memperkuat rasa percaya masyarakat terhadap media dan pemerintah sebagai sumber informasi terpercaya.
Menjaga Integritas dalam Peliputan Politik dan Isu Sosial
Selain peran wartawan dalam peliputan bencana, Firdaus juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam peliputan isu-isu politik, sosial, dan ekonomi. Di tengah dinamika politik nasional maupun daerah, wartawan harus tetap netral dan proporsional dalam penyajian berita. Tidak boleh ada intervensi atau kepentingan tertentu yang mengganggu objektivitas berita.
Dalam konteks ini, IPJT menegaskan kembali kepada seluruh anggotanya untuk menjadikan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 sebagai landasan hukum utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dengan begitu, wartawan bisa menjalankan profesinya secara profesional, legal, dan beretika tanpa tekanan maupun intimidasi.
Wartawan Pilar Demokrasi dan Pendorong Perubahan
Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional 2026, pernyataan dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPJT menjadi penegasan penting akan peran wartawan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Wartawan diharapkan menjadi pilar demokrasi yang objektif, mengedepankan kebenaran dan fakta, serta menjadi agen perubahan sosial yang mampu menyuarakan aspirasi rakyat.
Terutama dalam situasi sulit seperti bencana alam yang kerap melanda negeri ini, keberadaan wartawan sangat krusial untuk memastikan suara masyarakat terdengar dan bantuan bisa tersalurkan dengan efektif. Dengan memperkuat kapasitas, menjaga profesionalisme, dan memanfaatkan teknologi secara tepat, wartawan akan terus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang benar dan mencerahkan.
Mari kita dukung para insan pers agar terus konsisten memegang teguh kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers sebagai landasan utama dalam tugas mulia mereka. Sebab, melalui wartawan yang independen dan profesional, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jujur dan tepat waktu, serta pemerintah dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. (*)
Detik-Nasional.Com — Banyak di antara kita merasa telah mencapai puncak spiritualitas melalui rutinitas ibadah yang padat. Namun, sebuah fenomena spiritual mengungkap realitas yang menggetarkan: banyak amalan ternyata “ditunggangi” oleh tipu daya ego dan gangguan non-fisik, sehingga gagal membuahkan perubahan akhlak yang nyata.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut adalah bedah mendalam mengenai pentingnya memurnikan tauhid dari intervensi jin dan tipu daya hati.
1. Paradoks Dzikir: Saat Lisan Berucap, Namun Hati Menolak
Dalam praktik penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs), sering ditemukan fenomena unik: seseorang mampu berdzikir mandiri selama berjam-jam, namun bereaksi keras—seperti mual, sesak, atau gelisah—saat diperdengarkan ayat Al-Qur’an oleh orang lain.
Hal ini mengindikasikan adanya “dualisme spiritual”. Dzikir tersebut mungkin baru sebatas hiasan lisan, sementara di relung hati terdalam masih ada “penghuni” lain yang merasa nyaman karena tidak terusik oleh esensi tauhid yang murni. Al-Qur’an menegaskan:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Jika dzikir justru memicu gejolak negatif saat kebenaran datang, itu adalah alarm nyata bahwa ada intervensi jin yang sedang “berlindung” di balik rutinitas ibadah Anda.
2. Tipu Daya ‘Jalur Kanan’: Iblis di Balik Topeng Kesalehan
Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan manusia tidak hanya melalui lembah maksiat, tetapi juga melalui puncak ketaatan. Inilah yang disebut dengan Godaan Jalur Kanan. Allah SWT berfirman mengenai janji Iblis:
“…saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka…” (QS. Al-A’raf: 16-17)
Godaan dari “kanan” adalah menyusupkan penyakit hati secara halus, seperti:
Ujub: Bangga berlebihan atas amal sendiri.
Riya: Haus akan pujian manusia.
Sum’ah: Senang jika kehebatannya didengar orang lain.
Jika ibadah meningkat namun rasa sombong dan dengki tetap kokoh, maka pahala Anda sedang mengalami “pencurian” secara sistematis.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mengapa Ibadah Gagal Menjadi Transformasi Akhlak?
Sering kita jumpai seseorang yang ahli ibadah namun tetap temperamental, kikir, atau gemar mencela. Hal ini terjadi karena ibadah kehilangan ruh utamanya: Ikhlas.
Beberapa faktor penyebab “kebocoran” spiritual ini antara lain:
Orientasi Transaksional: Beribadah hanya sebagai alat tukar agar bisnis lancar atau hajat duniawi terpenuhi, bukan karena cinta kepada Sang Khalik.
Bisikan Was-was: Setan menyusupkan keraguan atau niat mencari pengakuan manusia ke dalam dada (sebagaimana peringatan dalam QS. An-Nas).
Investasi Ego: Merasa lebih suci dibandingkan orang lain sehingga menutup pintu hidayah dan nasihat.
Solusi: Menuju Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)
Al-Qur’an menjanjikan keberuntungan bagi mereka yang berani berbenah dan membersihkan diri dari segala bentuk polusi spiritual:
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10)
Langkah praktis yang dapat ditempuh:
Taubat Nasuha: Mengakui penyimpangan niat di masa lalu secara jujur di hadapan Allah.
Tajdidun Niyah (Meluruskan Niat): Mengembalikan fokus bahwa “Lailahaillallah” berarti tidak ada tujuan dan tidak ada yang dicintai melebihi Allah.
Terapi Ruqyah & Edukasi Tauhid: Menggunakan sarana syar’i untuk membersihkan sisa-sisa energi negatif atau gangguan jin yang menghambat kekhusyukan.
Kesimpulan
Ibadah bukanlah sekadar angka statistik atau rutinitas mekanis, melainkan sarana transformasi diri. Tanpa pembersihan hati dari intervensi jin dan dominasi ego, kita hanya sedang membangun istana pasir yang akan runtuh seketika oleh badai kesombongan di akhirat kelak.
Editor: Redaksi Detik-Nasional
Tanggal: 9 Februari 2026
TASIKMALAYA, DN-II Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, kawasan wisata religi Pamijahan di Tasikmalaya Selatan mulai dipadati peziarah. Situs yang menjadi saksi bisu perjuangan dakwah Islam di Jawa Barat ini tetap menjadi magnet bagi masyarakat yang mencari keberkahan dan ketenangan batin. (8/2/2026).
Tradisi Ziarah Menjelang Ramadan
Bambang (30), salah satu pengelola atau petugas setempat yang telah mengabdi selama hampir 21 tahun, menuturkan bahwa Pamijahan memiliki siklus keramaian tersendiri. Menurutnya, puncak kunjungan biasanya terjadi antara bulan Maulid hingga bulan Rajab.
“Sekarang sudah mulai ramai lagi karena mau masuk bulan Ramadan. Orang-orang datang dari mana-mana, ada yang pakai bus pariwisata, mobil pribadi, sampai travel,” ujar Bambang saat ditemui di area masjid Pamijahan.
Situs Goa dan Karomah Syekh Abdul Muhyi
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pusat dari ziarah ini adalah makam dan jejak peninggalan Syekh Abdul Muhyi, seorang ulama besar yang dikenal sebagai salah satu wali penyebar Islam. Perjalanan spiritual beliau, yang bermuara setelah kepulangan dari Makkah, meninggalkan jejak fisik berupa goa yang hingga kini dikeramatkan.
Di dalam Goa Pamijahan, terdapat beberapa titik yang dipercaya memiliki fadhilah (keutamaan) tersendiri, di antaranya:
Air Kejayaan dan Air Kahuripan: Sumber air yang diyakini membawa barokah bagi pengunjung.
Tempat Kontemplasi: Lokasi yang sering digunakan peziarah untuk bertapa atau berzikir mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Kepopuleran situs ini bahkan telah menjangkau mancanegara. “Alhamdulillah sudah mendunia. Kadang-kadang ada pengunjung dari luar negeri juga, meski tidak sesering warga lokal,” tambah Bambang. 
Magnet Bagi Artis hingga Tokoh Politik
Daya tarik Pamijahan tidak hanya menyasar masyarakat umum. Sederet musisi papan atas Indonesia tercatat pernah menginjakkan kaki di sini, mulai dari Charly Van Houten, Doel Sumbang, Opick, hingga sang legenda Iwan Fals.
Tak hanya seniman, tokoh politik pun kerap menjadikan Pamijahan sebagai destinasi kunjungan, terutama menjelang momentum politik besar. Bambang mengonfirmasi bahwa beberapa tokoh setingkat Bupati, Gubernur, hingga calon presiden pernah hadir untuk bersilaturahmi dan berziarah.
Harapan dan Pesan Spiritual
Menutup perbincangan, Bambang menyampaikan pesan sederhana bagi setiap peziarah yang datang. Ia berharap setiap niat baik yang dibawa dari rumah dapat dikabulkan melalui perantara karomah para wali di tanah Pamijahan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Pesannya ya supaya kita semua mendapatkan karomah dan barokah. Apa yang menjadi maksud dan tujuannya, semoga berhasil,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Pelaksanaan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, menunjukkan progres yang luar biasa. Memasuki hari ke-9, Minggu (8/2/2026), sejumlah sasaran fisik dilaporkan telah melampaui target perencanaan awal.
Kecepatan pembangunan ini merupakan buah dari sinergi yang solid antara personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Semangat gotong royong yang tinggi membuat pengerjaan infrastruktur berjalan lebih efektif dari estimasi waktu yang ditentukan.
Progres Fisik di Luar Ekspektasi
Di lokasi pembangunan, tampak personel TNI dan warga bahu-membahu menuntaskan berbagai proyek strategis. Fokus utama saat ini meliputi:
Pengerasan Jalan: Akses transportasi warga yang kini mulai terlihat bentuknya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Sejumlah unit rumah mulai memasuki tahap penyelesaian akhir.
Sarana Pendukung: Pembangunan infrastruktur tambahan lainnya yang terus dikebut secara paralel.
Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi tim di lapangan. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan.
“Hasil yang dicapai hingga hari ke-9 ini benar-benar di luar perkiraan awal. Akselerasi ini terjadi karena peran aktif masyarakat Desa Cikuya yang sangat luar biasa. Mereka bekerja bersama anggota Satgas tanpa kenal lelah,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Menghidupkan Budaya Gotong Royong
Selain manfaat fisik berupa infrastruktur, kehadiran program TMMD ini secara tidak langsung telah membangkitkan kembali semangat guyub rukun di tengah masyarakat. Suasana keakraban antara prajurit dan warga terlihat kental, baik saat bekerja maupun saat beristirahat.
Dengan progres yang melampaui target pada fase Pra TMMD ini, Kodim 0713/Brebes optimis seluruh sasaran pokok akan rampung tepat waktu—bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Harapannya, aksesibilitas dan peningkatan kesejahteraan yang menjadi tujuan utama program ini dapat segera dinikmati oleh seluruh warga Desa Cikuya.
(Red/Pen0713)
KABUPATEN TEGAL, DN-II Sebanyak 100 pelajar terpilih di Kabupaten Tegal resmi mengantongi sertifikat pelatihan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Program ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Polres Tegal dan AI Ready ASEAN, sebuah gerakan yang didukung oleh Google.org (Google Foundation).
Penyerahan sertifikat secara simbolis dilakukan pada Minggu (8/2/2026), menyusul rangkaian pelatihan intensif yang telah digelar pada Rabu (5/2) lalu di Gedung PMI Kabupaten Tegal.
Pilot Project Nasional di Jawa Tengah
Program bertajuk “AI Ready ASEAN” ini merupakan bentuk sinergi antara AI ASEAN, Google Foundation, dan Polda Jawa Tengah. Polres Tegal terpilih menjadi salah satu satuan kewilayahan yang menjalankan pilot project untuk mengedukasi generasi muda mengenai pemanfaatan teknologi masa depan.
Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penguasaan AI bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi generasi Z.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Para peserta adalah pelajar pilihan yang mendapat peluang emas untuk mendalami AI. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu memanfaatkan AI secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas belajar,” ujar AKBP Bayu Prasatyo dalam keterangannya.
Kurikulum Pelatihan: Dari Etika hingga Praktik Prompt
Pelatihan ini dipandu oleh instruktur bersertifikasi yang terdiri dari personel kepolisian dan praktisi pendidikan, di antaranya:
Bripka Winara Setyo Permadi & Brigadir Irfan Rizqi Mulyawan, S.H. (Polres Tegal)
Nani Hidayati, M.Pd. & Ashhab Aghnil Hakim, S.T. (Praktisi)
Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menekankan pada aspek keamanan digital, meliputi:
Pengenalan Dasar AI: Memahami cara kerja mesin belajar.
Etika & Keterbatasan: Diskusi mendalam mengenai batasan moral dan bias dalam AI.
Prompt Engineering: Praktik langsung membuat instruksi efektif agar hasil AI lebih akurat dan produktif.
Antusiasme Tinggi Melampaui Jadwal
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Semangat para pelajar dari 10 SMA/SMK di Kabupaten Tegal ini terlihat dari dinamika forum yang sangat hidup. Sesi diskusi dan tanya jawab yang semula dijadwalkan berakhir pukul 12.00 WIB, terpaksa diperpanjang hingga pukul 14.00 WIB demi mengakomodasi rasa ingin tahu peserta yang besar.
Melalui langkah ini, Polres Tegal berharap dapat mencetak generasi yang adaptif dan siap bersaing di era transformasi digital, sekaligus meminimalisir penyalahgunaan teknologi di kalangan remaja.
Reporter: Bim
JAKARTA, DETIK-NASIONAL.COM – Menyongsong peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026, redaksi Detik-Nasional.Com menyatakan komitmennya untuk tetap tegak lurus sebagai pilar keempat demokrasi. Di tengah derasnya arus disrupsi informasi, momentum HPN tahun ini dimaknai sebagai penguatan kembali marwah profesi jurnalis yang berbasis pada supremasi hukum dan etika.
Pers Sebagai Instrumen Kontrol Sosial
Merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 3 ayat (1) menegaskan bahwa pers nasional memiliki fungsi krusial sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
Pimpinan Redaksi Detik-Nasional.Com, Firdaus Andika, menekankan bahwa transparansi dan akurasi adalah napas utama redaksi dalam melayani publik.
“Kami tidak hanya sekadar menyampaikan berita, tetapi memastikan setiap informasi melalui proses verifikasi yang ketat. Hal ini sejalan dengan Pasal 6 UU Pers, di mana pers nasional berperan mengembangkan opini publik berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar,” tegas Firdaus dalam keterangan resminya di Jakarta.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Implementasi Regulasi dalam Kerja Jurnalistik
Dalam menjalankan tugas profesinya, Detik-Nasional.Com memastikan seluruh awak media tunduk pada regulasi guna melindungi hak-hak publik melalui penerapan prinsip-prinsip krusial:
Kemerdekaan Pers & Perlindungan Hukum (Pasal 4): Menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara. Wartawan dalam melaksanakan profesinya mendapatkan perlindungan hukum secara penuh.
Kode Etik Jurnalistik (Pasal 7 ayat 2): Mewajibkan wartawan menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ), yang mencakup prinsip independensi, keberimbangan (cover both sides), dan menjunjung tinggi kejujuran tanpa iktikad buruk.
Akuntabilitas Publik: Melalui mekanisme Hak Jawab dan Hak Koreksi (Pasal 1 angka 11 dan 12), redaksi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengoreksi informasi, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional.
Misi Strategis 2026: Literasi dan Profesionalisme
Menghadapi tantangan tahun 2026, Detik-Nasional.Com mengusung tiga misi utama untuk memperkuat ekosistem media nasional:
Garda Literasi Digital: Menjadi barisan terdepan dalam melawan hoaks sesuai koridor hukum yang selaras dengan nilai jurnalisme universal.
Kedaulatan Informasi: Mendorong masyarakat untuk kembali merujuk pada sumber berita terverifikasi demi menjaga stabilitas sosial dan rasionalitas publik.
Penguatan Kompetensi: Mewajibkan sertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi seluruh jajaran redaksi agar standar kualitas pemberitaan tetap berada di level tertinggi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Komitmen untuk Negeri
Sebagai penutup, Firdaus Andika mengingatkan bahwa esensi jurnalisme adalah pengabdian. “Kebebasan pers bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab kepada publik dan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, Casroni yang mewakili jajaran redaksi media siber Detik-Nasional.Com menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pers di tanah air.
“Selamat Hari Pers Nasional, 9 Februari 2026. Jayalah Pers Indonesia, Pengawal Kebenaran, Membangun Negeri dengan Etika dan Integritas.” (*)
Jakarta, DN-II Bertambahnya usia bagi HPN membuat dunia pers semangkin piawai dalam kiprahnya sebagai pembawa berita kabar bagi dunia baik dalam negeri maupun luar negeri dalam arti seluas luasnya “, ujar Prof Dr Sutan Nasomal SH MH Tokoh Pers Internasional, Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional memberikan stegmennya menjawab materi pertanyaan para pemimpin Redaksi cetak onken dalam luar negeri (8/2/2026) melalui telpon selulernya.
“HPN 2026: Dimata Prof Sutan Nasomal SH MH Mempertegas Peran Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi dan Pengawal Transparansi Publik”
Prof Dr Sutan Nasomal SE,SH,MH meminta dan menyatakan komitmen seluruh INSAN PERS untuk tetap tegak lurus pada fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi. Di tengah disrupsi informasi, momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan penguatan kembali marwah profesi jurnalis yang berlandaskan hukum.
Pers Sebagai Instrumen Pengawasan Publik
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 3 ayat (1) menegaskan bahwa pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pimpinan Redaksi Nasional harus menekankan bahwa transparansi adalah kunci. “Kami tidak hanya menyampaikan berita, tapi memastikan setiap informasi memiliki landasan verifikasi yang kuat sebagaimana diatur dalam Pasal 6 UU Pers, di mana pers nasional berperan mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar,” ujarnya.
Penerapan Pasal-Pasal Krusial dalam Jurnalisme
Dalam menjalankan tugasnya, pimpinan redaksi harus memastikan seluruh awak media tunduk pada regulasi yang berlaku demi melindungi hak-hak publik:
Kemerdekaan Pers & Perlindungan Hukum (Pasal 4):
Menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara. Dalam melaksanakan profesinya, wartawan mendapat perlindungan hukum.
Kode Etik Jurnalistik (Pasal 7 ayat 2):
Wartawan wajib menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Hal ini mencakup prinsip independensi, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
Hak Tolak, Hak Jawab, dan Hak Koreksi:
Sesuai Pasal 1 angka 11 dan 12, kami berkomitmen memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengoreksi informasi yang keliru sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Misi Edukasi dan Literasi di Tahun 2026
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menghadapi tantangan tahun 2026, HPN menjadi titik tolak bagi Detik-Nasional.Com untuk mengusung tiga misi utama:
Edukasi Literasi Digital: Melawan hoaks sesuai koridor UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang selaras dengan nilai-nilai jurnalisme, sehingga masyarakat tidak terjebak dalam disinformasi.
Kedaulatan Informasi: Mendorong masyarakat untuk kembali ke sumber berita terverifikasi (Media Mainstream) guna menjaga stabilitas sosial dan kedaulatan informasi nasional.
Profesionalisme Wartawan: Mengedepankan kompetensi jurnalis melalui sertifikasi (UKW) agar standar pemberitaan tetap terjaga sesuai kualitas yang diharapkan publik.
Pernyataan Penutup Prof Dr Sutan Nasomal SE,SH,MH sebagai Pembina Media Jejak Kasus Group
“Kebebasan pers bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab kepada publik dan Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Pimpinan Redaksi dalam keterangannya.
“Selamat Hari Pers Nasional, 9 Februari 2026. Jayalah Pers Indonesia, Pengawal Kebenaran, Membangun Negeri dengan Etika dan Integritas. Hari Pers bukan milik satu organisasi, tetapi milik semua Insan Pers.”
Catatan Redaksi (Edukasi Hukum):
Sebagai informasi bagi pembaca, Hari Pers Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5 Tahun 1985, yang bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Semoga Kebersamaan kekompakan kekeluargaan kesetiakawanan terjalin baik dalam sesama wartawan wartawati bilhusus anggota PWI maupun umummnya diberbagai organisasi kewartawanan “, imbuh Profesor Doktor KH Sutan Nasomal SH MH Tokoh Pers Internasional yang juga Ketua Umum Komite Wartawan Indonesia yang berkantor pusat di Komplek Sapta Marga Jalan Raya Selesai Psr 5,Ujung No 100 Desa Selayang Kec Selesai Kab Langkat Provinsi Sumatera Utara. Nara Sumber Prof Dr KH Sutan Nasomal SH MH Tokoh Pers Internasional yang juga Pakar Hukum Pidana Internasional.
Prof Dr Sutan Nasomal SE,SH,MH
Nomer Hp/wa +62 811-8419-260
Untuk bantuan pelayanan konsultasi Hukum bagi semua Insan Pers
