Beranda » Kesehatan » Halaman 76

Kesehatan

Jayawijaya, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk memastikan kesiapan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Papua Pegunungan. Pembangunan tersebut mencakup sejumlah fasilitas utama, di antaranya Kantor Gubernur, Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP). Saat ini, proses pembangunan KIPP telah memasuki tahap detail engineering design (DED) atau rancang bangun rinci.

Ribka menyampaikan hal tersebut kepada awak media usai meninjau lokasi KIPP Papua Pegunungan di Gunung Susu, Distrik Hubikosi, Jayawijaya. Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan peninjauan persiapan groundbreaking Aula Sekolah Tinggi Alkitab (STA)/Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Tom Bozeman, Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (6/2/2026).

“Kami terus dorong di pusat, kemungkinan tahun inilah, kita sudah bisa mulai pembangunan. Jadi dari semua daerah DOB hanya Papua Pegunungan. Jadi Puji Tuhan, Pak Gubernur dengan Pak Sekda, dan semua jajaran sudah clear kriterianya, semua sudah memenuhi syarat, DED-nya sudah,” katanya.

Ribka menjelaskan, tahapan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh kementerian teknis, yakni Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Setelah DED, proses akan berlanjut ke tahap lelang hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan. Ia menegaskan, sesuai hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI, seluruh kantor Daerah Otonomi Baru (DOB) ditargetkan sudah operasional pada 2027.

“Nanti pembagian tugasnya ada, pemerintah pusat kerja apa, pemerintah daerah kerja apa. Nanti Pak Kadis PU, Pak Sekda, pemerintah pusat bangun fisik biasanya, tetapi perabot isi di dalam itu adalah tugas dari pemerintah daerah. Termasuk kantor-kantor lainnya, isinya, itu yang nanti dilakukan oleh teman-teman di daerah,” jelasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain meninjau KIPP, kunjungan Ribka juga terkait rencana pembangunan Aula STA Tom Bozeman. Pihaknya menyebutkan, permintaan pembangunan aula tersebut disampaikan pihak sekolah saat kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Menteri Dalam Negeri beberapa waktu lalu.

“Nanti soal namanya kita masih tetap, masih pakai, Aula STA Tom Bozeman Wamena. Waktu itu secara spontanitas Pak Menteri Perumahan minta kepada pihak sekolah bagaimana bisa berikan nama Aula Prabowo. Tetapi kita timbang ini harus [izin] karena nama Presiden, jadi kita harus izin dulu kepada Pak Presiden,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ribka didampingi Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Papua Pegunungan Wasuok D. Siep, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Papua Pegunungan Tunggul Wijaya Panggabean, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.

Red

Kuningan, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus secara resmi membuka Retret Pejabat Administrator Kabupaten Kuningan di Ballroom Arya Kemuning, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026). Dalam acara tersebut, Wiyagus menekankan pentingnya seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan untuk bersinergi dalam mewujudkan visi misi kepala daerah setempat.

“Retret juga bagian dari membentuk superteam ya, untuk mencapai visi dan misi Bapak Bupati tentunya. Sebagai bagian dari visi-misi Bapak Presiden Prabowo tentunya,” ujar Wiyagus.

Ia menambahkan, pelaksanaan retret sangat penting dalam membangun keselarasan visi misi pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, kegiatan tersebut berperan dalam memperkuat harmonisasi pusat dan daerah, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.

Dalam kesempatan itu, Wiyagus mengungkapkan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Pengembangan SDM, kata dia, menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Melalui berbagai program dan kebijakan, Indonesia bertekad menciptakan SDM berdaya saing global, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Lebih lanjut, Wiyagus menjelaskan bahwa dalam mengimplementasikan kebijakan terdapat sejumlah tantangan yang menjadi kendala, termasuk bagi Pemkab Kuningan. Oleh karena itu, penting bagi daerah untuk menerapkan kebijakan berbasis kondisi masing-masing daerah. Di sisi lain, dari segi pengelolaan keuangan daerah, pemerintah melakukan penyesuaian alokasi dana transfer ke daerah sebagai bagian dari konsolidasi fiskal nasional. Hal ini dapat menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, di sini pemerintah daerah dituntut untuk mampu mengelola APBD secara efektif dan berkualitas, dengan menetapkan skala prioritas belanja, mengoptimalkan pendapatan asli daerah, serta mendorong inovasi pembiayaan melalui kerja sama dengan swasta dan optimalisasi BUMD,” jelas Wiyagus.

Ia menambahkan, dalam menghadapi berbagai tantangan, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi sangat penting. Hal ini terbukti melalui kolaborasi yang optimal, pemerintah pusat dan daerah berhasil menekan angka inflasi agar lebih terkendali. Begitu pula saat terjadinya pandemi Covid-19 yang mampu diatasi melalui kerja keras pusat dan daerah. Wiyagus berharap, pemerintah daerah, termasuk Pemkab Kuningan, dapat menyambut sekaligus mendukung program prioritas Presiden yang tertuang dalam Asta Cita. Dengan begitu, program tersebut diyakini mampu mendorong kesejahteraan rakyat.

“Kami berharap seluruh Pemda dapat menyambut dan mengimplementasikan program-program ini secara bersungguh-sungguh, terencana, kemudian juga berkelanjutan. Hal ini menjadi kunci agar kehadiran negara melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” tandas Wiyagus.

Untuk diketahui, usai membuka retret tersebut, Wiyagus menyambangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kasturi di Kabupaten Kuningan. Wiyagus mengecek langsung proses pembuatan sekaligus distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Usai menyambangi SPPG, Wiyagus beranjak menuju Sekolah Rakyat yang berlokasi di SMP Negeri 6 Kuningan. Di sekolah tersebut, Wiyagus berinteraksi dengan para guru dan siswa. Ia juga menyaksikan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara antusias oleh guru dan siswa.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuningan.

Red

BREBES, DN-II Alun-Alun Brebes tampak berwarna cokelat tua dan muda. Ratusan anggota Pramuka Siaga berkumpul dengan semangat tinggi dalam gelaran Pesta Siaga Tingkat Bina Wilayah (Binwil) Pekalongan. Acara ini menjadi ajang pembuktian kreativitas dan kedisiplinan bagi para tunas muda dari berbagai daerah di eks-Karesidenan Pekalongan. (7/2/2026).

Abdul Qodir, salah satu pendamping dari kontingen Brebes, Sabtu 7 Pebruari 2026 menyatakan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah silaturahmi antarwilayah. Peserta yang hadir merupakan perwakilan terbaik dari:

Kabupaten Brebes (Tuan Rumah)

Kabupaten Tegal & Kota Tegal

Kabupaten Pekalongan & Kota Pekalongan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kabupaten Batang

Perjalanan Menuju Binwil

Kabupaten Brebes sendiri mengirimkan tiga perwakilan terbaiknya yang telah lolos seleksi ketat di tingkat kwartir cabang (Kwarcab). Ketiga sekolah tersebut adalah:

Juara 1: Utusan dari Kecamatan Salem.

Juara 2: MIN Wanasari.

Juara 3: SD Negeri Tengki 01 Brebes.

“Alhamdulillah, SD Negeri Tengki 01 sebagai Juara 3 di tingkat kabupaten diberikan kepercayaan untuk ikut memeriahkan Pesta Siaga tingkat Binwil ini. Kami sudah melalui proses panjang, mulai dari seleksi di Kwarran hingga kompetisi di SMP Negeri 4 Larangan sebelumnya,” ujar Abdul Qodir saat ditemui di lokasi acara.

Lebih dari Sekadar Ekstrakurikuler

Dalam kompetisi ini, para peserta wajib menuntaskan delapan komponen lomba yang dirancang untuk menguji ketangkasan, spiritualitas, hingga kerja sama tim. Abdul Qodir menekankan bahwa persiapan timnya telah dilakukan secara maksimal demi memberikan penampilan terbaik.

Menepis anggapan bahwa Pramuka hanya kegiatan “hura-hura”, ia menegaskan pentingnya nilai edukasi dalam kepanduan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Pramuka itu bagian dari pembelajaran ekstrakurikuler wajib dalam Kurikulum Merdeka. Kami mengikutsertakan anak-anak bukan untuk foya-foya, melainkan melaksanakan ketentuan kepramukaan yang berlaku. Ini adalah pengalaman berharga bagi mental dan karakter anak-anak ke depan,” tegasnya.

Meski kompetisi berlangsung sengit, semangat sportivitas tetap menjadi yang utama. Pihak kontingen Brebes berharap hasil terbaik bagi para peserta, namun yang terpenting adalah proses pembelajaran dan pengalaman yang didapatkan oleh para siswa di lapangan.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Pengelolaan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu dan honorer di tingkat Sekolah Dasar terus menjadi perhatian publik, terutama menyangkut kepastian sumber anggaran gaji. Di Kota Pekalongan, skema penggajian tenaga tersebut kini menemui titik terang dengan dialihkan sepenuhnya ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tanpa lagi membebani Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SD Kraton Kota Pekalongan, Moh. Ali Junaidi, S.Pd.SD, saat ditemui awak media di sela-sela kegiatannya di Alun-Alun Kabupaten Brebes baru-baru ini. Ia mengungkapkan bahwa di instansi yang dipimpinnya, terdapat tiga orang tenaga paruh waktu yang kesejahteraannya kini dijamin langsung oleh pemerintah kota.

“Setahu saya, mulai Januari ini penggajian sudah menggunakan APBD. Tidak lagi melibatkan anggaran internal sekolah atau dibebankan ke Dana BOS,” ungkap Moh. Ali Junaidi.

Kebijakan Daerah Sebagai Penentu

Menanggapi dinamika di daerah lain—seperti di Kabupaten Brebes yang masih dalam tahap penyesuaian sumber pendanaan—Ali Junaidi menjelaskan bahwa hal tersebut sangat bergantung pada kebijakan teknis masing-masing kepala daerah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Meskipun regulasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersifat nasional, eksekusi anggaran di lapangan sangat ditentukan oleh kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita harus memahami bahwa kebijakan teknis di tiap daerah bisa berbeda. Semua dikembalikan ke kebijakan daerah masing-masing sesuai kekuatan PAD-nya. Apakah daerah tersebut mampu mengalokasikan anggaran untuk tenaga paruh waktu atau tidak, itulah yang menjadi pembeda,” tambahnya.

Honorer: Tulang Punggung Administrasi Sekolah

Lebih lanjut, Ali Junaidi menekankan betapa krusialnya peran tenaga honorer dan paruh waktu dalam ekosistem pendidikan. Baginya, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar sekolah yang krusial dalam menyokong beban kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia merinci beberapa peran strategis mereka, di antaranya:

Efisiensi Administrasi: Menangani tugas administrasi kesiswaan yang kompleks sehingga wali kelas bisa fokus pada kegiatan belajar mengajar.

Optimalisasi Kinerja: Menutup celah kekurangan personel akibat terbatasnya jumlah PNS di sekolah.

Sinergi Operasional: Menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif melalui pembagian tugas yang lebih merata.

Harapan Peningkatan Kesejahteraan

Menutup perbincangan, Kepala SD Kraton ini berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, terus meningkatkan perhatian terhadap nasib tenaga non-ASN.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Harapan kami, tenaga paruh waktu maupun honorer bisa terus diperhatikan kesejahteraannya. Secara realita, tanpa bantuan mereka, kinerja PNS akan sangat berat. Mereka adalah bagian dari keluarga kami yang saling bahu-membahu menuntaskan tugas di sekolah,” pungkasnya. (7/2/2026).

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Suasana Sekretariat Komunitas Otomotif di Kecamatan Wanasari tampak berbeda pada Sabtu pagi (7/2/2026). Tidak ada deru mesin yang bising, yang terdengar justru gelak tawa dan diskusi hangat antara para pecinta otomotif dengan jajaran Satlantas Polres Brebes.

Dalam balutan suasana kekeluargaan, Kanit Kamsel Satlantas Polres Brebes yang dipimpin Aiptu Destian beserta anggota menyambangi para pegiat otomotif ini untuk mensosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026. Pertemuan ini bukan sekadar urusan kedinasan, melainkan ajang “ngopi bareng” untuk membangun kesadaran kolektif tentang keselamatan di jalan raya.

Personel dilapangan menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 15 Februari 2026 ini memiliki misi kemanusiaan yang mendalam.

“Kami hadir di sini karena sayang. Kami ingin setiap anggota komunitas bisa pulang ke rumah menemui keluarga dengan selamat,” ujar Kanit Kamsel di sela-sela obrolan.

Dalam dialog tersebut, petugas mengajak para anggota komunitas untuk menjadi role model bagi masyarakat Brebes. Poin-poin pelanggaran seperti penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, hingga knalpot yang tidak sesuai standar didiskusikan dengan cara yang persuasif.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Beberapa poin utama yang menjadi fokus edukasi meliputi: Pentingnya helm SNI dan safety belt sebagai pelindung nyawa. Bahaya berkendara di bawah pengaruh alkohol dan aksi balap liar. Serta komitmen bersama untuk tidak melawan arus demi keselamatan bersama.

Lebih dari sekadar mematuhi aturan, Satlantas Polres Brebes mengajak para pecinta otomotif untuk menjadi “duta keselamatan”.

Harapannya, semangat tertib lalu lintas ini bisa ditularkan mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, teman, hingga saudara.

“Jika komunitas otomotif sudah tertib, masyarakat luas akan sungkan untuk melanggar. Mari kita ubah mindset bersama demi mewujudkan Zero Accident di wilayah Brebes,” tambahnya.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif di Kota Bawang.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolres Brebes melalui Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq memberikan penegasan mengenai target besar yang ingin dicapai dalam operasi tahun ini.

“Tujuan utama kami dalam operasi keselamatan candi 2026 yaitu dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas”, ujar Kasat Lantas.

Ditambahkan bahwa pelibatan komunitas otomotif merupakan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Brebes.

“Dengan merangkul komunitas di Wanasari, kami berharap muncul pionir-pionir keselamatan yang mampu memengaruhi masyarakat luas. Jika angka pelanggaran menurun, secara otomatis angka fatalitas kecelakaan juga akan berkurang. Itulah esensi dari Zero Accident yang kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Red/Hms

Brebes, DN-II Dalam rangka mempersiapkan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0713/Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes. Rabu(4/2/2026)

Rapat Koordinasi yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Beoto, S.E., M.Si., Perwakilan Forkopimda Kabupaten Brebes, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Tim Upacara, Tim Kesehatan, Tim Fisik, Tim Non Fisik, Forkopimca Banjarharjo, serta Pemerintah Desa Cikuya.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Broto, menyampaikan Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis dan teknis dalam mendukung kelancaran upacara pembukaan maupun seluruh rangkaian kegiatan fisik dan nonfisik TMMD Reguler Ke 127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.

“Sinergi dan komitmen seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program TMMD, sebagai upaya mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.” Ucap Dandim.

Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai aspek penting mulai dari kesiapan infrastruktur, pelibatan masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga program-program pemberdayaan masyarakat yang akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan fisik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan TMMD Reguler Ke 127 Tahun 2026 dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cikuya. (Red/Pen0713)

Jateng, DN-II Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung kondisi pengungsi dan lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (06/02/2026).

​Dalam kunjungannya, Wapres meminta warga untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah masing-masing karena kondisi tanah yang masih labil dan sangat berbahaya. Wapres secara khusus meminta agar kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta kaum difabel terpenuhi dengan layak, termasuk ketersediaan tim medis dan obat-obatan selama 24 jam.

​Selain itu, Wapres juga memberikan jaminan kepada warga yang kehilangan dokumen penting seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, maupun Kartu Keluarga (KK). Wapres menginstruksikan jajaran terkait untuk memproses dokumen pengganti dengan cepat.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan bahwa pemerintah daerah memastikan warga yang saat ini mengungsi akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dengan hunian yang telah disiapkan pemerintah.

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa tercatat sebanyak 464 rumah terdampak dan sebanyak 2.426 jiwa mengungsi di empat posko utama. Ischak menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan rencana relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil dan aman. (*)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sumber: BPMI Setwapres

#KemensetnegRI
#RilisWakilPresiden

​SMPN 1 Rambang Kuang Resmi Melantik Pengurus OSIS Periode 2026/2027

​RAMBANG KUANG, WWW.DETIK-NASIOANAL.COM // SMPN 1 Rambang Kuang sukses melaksanakan upacara pelantikan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk masa bakti periode tahun 2026/2027. Kegiatan khidmat ini berlangsung pada hari Kamis (15/01/2026) dan dipusatkan di lapangan utama SMPN 1 Rambang Kuang dengan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf kependidikan.

​Pelantikan kepengurusan OSIS yang baru ini dihadiri dan dilantik langsung oleh Kepala SMPN 1 Rambang Kuang, Darmansyah, M.Pd. Prosesi dimulai dengan pembacaan surat keputusan kepala sekolah mengenai susunan pengurus baru, yang dilanjutkan dengan pengambilan sumpah janji jabatan di hadapan seluruh peserta upacara sebagai bentuk komitmen menjalankan amanah.

​Dalam suasana yang penuh semangat, dilakukan pula prosesi serah terima jabatan dari pengurus OSIS periode sebelumnya kepada pengurus yang baru. Penyerahan bendera pataka OSIS menjadi simbol beralihnya tongkat estafet kepemimpinan dan tanggung jawab organisasi kepada putra-putri terbaik sekolah yang telah terpilih melalui proses seleksi yang ketat.

​Darmansyah, M.Pd dalam amanatnya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus OSIS lama atas dedikasi dan kontribusi mereka selama satu tahun terakhir. Beliau berharap agar segala pengalaman organisasi yang telah didapatkan dapat menjadi bekal berharga bagi pengembangan diri mereka di masa yang akan datang.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Kepada pengurus OSIS periode 2026/2027 yang baru dilantik, Darmansyah, M.Pd berpesan agar mereka mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya dalam hal kedisiplinan dan prestasi. Beliau menekankan pentingnya kerja sama tim serta inovasi dalam menyusun program kerja yang dapat mengharumkan nama baik SMPN 1 Rambang Kuang.

​Upacara pelantikan ini ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para guru dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sejarah sekolah. Dengan resminya pelantikan ini, diharapkan pengurus OSIS yang baru dapat segera menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan dan kreativitas siswa di lingkungan sekolah.

REPORT : JULIYAN

SMPN 1 Rambang Kuang Peringati Isra Mi’raj dengan Khidmat dan Meriah

​RAMBANG KUANG, WWW.DETIK-NASIONAL.COM // SMPN 1 Rambang Kuang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada hari Kamis (30/01/2026). Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan sekolah ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk mengenang kembali perjalanan agung Rasulullah SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah perkembangan zaman.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala SMPN 1 Rambang Kuang, dewan guru, staf tata usaha, serta seluruh siswa-siswi. Kehadiran para tenaga pendidik ini memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter dan akhlak mulia bagi generasi muda di lingkungan sekolah.

​Suasana religius sangat terasa dengan rangkaian acara yang disusun secara apik. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan lantunan selawat Nabi yang dibawakan oleh grup rebana sekolah. Iringan gendang rebana yang harmonis menambah kekhusyukan dan kemeriahan, sekaligus menunjukkan bakat seni religi para siswa.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Dalam sambutannya, Darmansyah, M.Pd selaku Kepala Sekolah menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi dari peristiwa Isra Mi’raj. Beliau menekankan bahwa peristiwa ini bukan sekadar sejarah masa lalu, melainkan pengingat bagi setiap muslim tentang pentingnya perintah salat lima waktu sebagai tiang agama yang harus dijaga dengan disiplin dan penuh keikhlasan.

​Lebih lanjut, Darmansyah, M.Pd berharap agar semangat peringatan ini dapat diimplementasikan siswa dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam meningkatkan kedisiplinan belajar. Beliau berpesan agar nilai ketaatan yang diajarkan dalam ibadah salat mampu membentuk pribadi siswa yang jujur, bertanggung jawab, serta hormat kepada orang tua dan bapak-ibu guru.

​Kegiatan ditutup dengan tausiah keagamaan yang mengupas hikmah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan tertib, meninggalkan kesan mendalam serta semangat baru bagi keluarga besar SMPN 1 Rambang Kuang untuk terus memperbaiki diri.

REPORT : JULIYAN

WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Seringkali kita merasa dunia bersikap tidak adil atau menyalahkan keadaan yang menjepit. Namun, mari sejenak merenung jujur: mungkinkah dunia tidak sepenuhnya jahat, melainkan kita yang kehilangan arah? Tanpa mimpi yang presisi, manusia ibarat kapal tanpa nakhoda—hanya menunggu waktu untuk karam dihantam ombak zaman.

Mimpi: Kompas di Tengah Badai Disrupsi

Langkah pertama untuk bertahan hidup di era disrupsi bukanlah sekadar bekerja keras tanpa tujuan, melainkan memiliki visi yang konkret. Di tengah ketidakpastian global, kita harus berani menjawab tantangan eksistensial: “Akan menjadi siapa saya di masa depan?”

Jika sejak awal kita gagal menetapkan tujuan, jangan harap peluang akan datang mengetuk pintu. Pikiran manusia bekerja layaknya radar; tanpa koordinat yang jelas, ia tidak akan pernah “terprogram” untuk mengenali celah keberhasilan di tengah kesempitan. Mimpi bukan sekadar khayalan, melainkan jangkar agar kita tidak hanyut oleh arus tren yang sesaat.

Peluang Adalah Anak Kandung Keberanian

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ada korelasi organik antara keberanian bermimpi dan terciptanya kesempatan. Peluang tidak turun secara ajaib dari langit; ia adalah hasil dari pikiran yang terus bertanya, “Bagaimana cara mewujudkan ini?” Saat seseorang mematok target tinggi, otaknya secara otomatis akan aktif mencari strategi dan solusi. Singkatnya, peluang hanya akan menampakkan diri kepada mereka yang memang sedang mencarinya. Di sinilah garis tegas yang memisahkan antara mereka yang hanya menunggu nasib dan mereka yang menjemput takdir.

Bahaya Terjebak dalam ‘Zona Pasrah’

Salah satu hambatan terbesar masyarakat kita adalah salah kaprah dalam memaknai rasa syukur dan ikhlas. Menghargai apa yang dimiliki adalah kebajikan, namun menjadikannya alasan untuk berhenti berjuang adalah kekeliruan fatal.

Menerima nasib—seperti kemiskinan atau keterbatasan—tanpa upaya untuk mendobraknya bukanlah bentuk keikhlasan, melainkan kepasrahan yang melumpuhkan. Di dunia yang bergerak secara eksponensial, sikap diam berarti tertinggal. Perubahan nasib selalu dimulai dari sebuah penolakan: menolak menyerah pada keadaan, lalu menetapkan standar hidup yang lebih tinggi.

Manifesto Perubahan: Dari Mimpi Menjadi Aksi

Agar visi Anda tidak berakhir di bantal tidur, diperlukan langkah taktis untuk mengubah mimpi menjadi realitas:

Visualisasi yang Terukur: Jangan hanya ingin “sukses”. Tuliskan secara spesifik apa pencapaian Anda dalam 5 tahun ke depan. Spesifikasi adalah kunci eksekusi; tanpa detail, mimpi hanyalah halusinasi.

Redefinisi Ikhlas vs Pasrah: Kita harus ikhlas menerima hasil akhir setelah berjuang maksimal, namun harus tetap “lapar” dan ambisius dalam menjalani prosesnya.

Inkubasi Peluang Kecil: Jangan menunggu momentum besar yang langka. Ciptakan momentum Anda sendiri melalui konsistensi langkah kecil setiap harinya.

Dunia tidak berutang apa pun pada kita. Namun, kita berutang pada diri sendiri untuk tidak membiarkan potensi hebat mati terkubur oleh rasa malas yang dibungkus dengan label “nasib”.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Opini:
Penulis: Casroni
Sabtu, 7 Februari 2026

You cannot copy content of this page