DETIK-NASIONAL.COM – Di era digital yang serba terbuka, batas antara ruang privasi dan opini publik kian kabur. Banyak individu kini terjebak dalam “penjara tak kasat mata” bernama ekspektasi orang lain. Namun, di balik bisingnya notifikasi dan riuhnya kolom komentar, satu kebenaran psikologis tetap tegak: Masa depan Anda adalah tanggung jawab personal yang mutlak.
Keberhasilan sejati tidak lagi diukur dari metrik likes atau validasi semu di media sosial. Sebaliknya, ia tumbuh dari keteguhan hati untuk tidak membiarkan arah hidup didikte oleh “jempol” orang asing yang tidak memahami proses di balik layar.
Memahami Internal Locus of Control
Dalam diskursus psikologi modern, kemampuan untuk merasa berdaulat atas nasib sendiri dikenal sebagai Internal Locus of Control. Individu dengan mentalitas ini percaya bahwa kesuksesan maupun kegagalan adalah murni hasil dari keputusan dan tindakan mereka sendiri, bukan faktor keberuntungan atau apalagi sekadar opini lingkungan.
Individu yang terlalu “setia” mendengarkan suara luar cenderung mengalami kecemasan kronis dan kehilangan kompas diri. Menjadikan netizen sebagai navigasi hidup hanya akan membawa Anda pada destinasi yang sebenarnya bukan milik Anda.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tiga Pilar Kedaulatan Diri di Era Digital
Untuk tetap produktif dan menjaga kesehatan mental di tengah arus informasi, berikut adalah tiga prinsip kemandirian hidup yang harus diadopsi:
Self-Reliance (Kemandirian Radikal): Kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat fundamental untuk bertahan. Kesuksesan yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika fondasinya dibangun oleh tangan sendiri, bukan dari hasil “pinjaman” validasi orang lain.
Filter Kognitif terhadap Kritik: Di dunia yang semua orang bisa bicara, tidak semua masukan adalah ilmu. Anda wajib membedakan mana kritik konstruktif yang membangun dan mana “kebisingan” yang hanya bertujuan menjatuhkan mental. Memiliki filter sosial yang ketat adalah keterampilan wajib di abad ke-21.
Radical Responsibility (Tanggung Jawab Radikal): Berhenti mencari kambing hitam atau menyalahkan algoritma atas stagnasi hidup. Kesuksesan dimulai di detik Anda berhenti mengeluh dan mulai mengambil tanggung jawab penuh atas setiap konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Kesimpulan: Hidup Bukanlah Konsumsi Publik
Pada akhirnya, hidup adalah perjalanan privat yang tidak membutuhkan persetujuan publik untuk dianggap berhasil. Keberhasilan yang autentik tidak memerlukan tepuk tangan dari mereka yang tidak tahu seberapa besar keringat yang Anda kucurkan.
Pesan utamanya jelas: Ini adalah hidup Anda, dan nasibnya ada sepenuhnya di tangan Anda. Jangan biarkan orang asing yang tidak berkontribusi pada proses Anda, justru menjadi pihak yang paling vokal mendikte hasil akhir Anda.
Oleh: Casroni
Selasa, 17 Februari 2026
BREBES, DN-II Semangat kolaborasi untuk memajukan Kabupaten Brebes kian mengkristal. Bertempat di RM Kebon Lumpang, Paguyangan, Selasa (17/2/2026), tokoh masyarakat Azmi Asmuni Majid menyampaikan dalam silaturahmi dan diskusi strategis bersama koalisi aktivis lintas sektoral guna menyatukan visi pembangunan daerah.
Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi para penggerak perubahan, mulai dari aktivis sosial, akademisi, pegiat lingkungan, tokoh agama, pelaku UMKM, hingga mahasiswa. Nampak hadir tokoh-tokoh berpengaruh seperti Abdul Aris Assaad, Slamet Riyadi Bento, Slamet Faka, Dedi Anjar, Imam Santoso, Syamsul, Mardiyanto, Rien Handayani, Purwanto, Gus Akom, Malawi, Jefry Arsa R, Makmur, serta sejumlah aktivis lainnya.
Mereka berhimpun dalam semangat Sengkuyung (gotong royong) untuk memastikan arah kebijakan pemerintah tetap berada di jalur yang benar (on the track).
Mengawal Visi ‘Brebes Beres’ sebagai Kontrak Sosial
Azmi Asmuni Majid menegaskan bahwa visi “Brebes Beres” bukanlah sekadar slogan politik, melainkan sebuah kontrak sosial yang pemenuhannya harus dikawal ketat oleh elemen masyarakat sipil.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang hari ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian terhadap masa depan Brebes masih sangat tinggi. Kita berkumpul untuk menyatukan frekuensi dan memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh akar rumput,” ujar Azmi di sela-sela diskusi.
Empat Pilar Prioritas: Dari Infrastruktur hingga Kedaulatan Pangan
Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut mengerucut pada empat poin krusial yang menjadi prioritas utama untuk menjawab kegelisahan warga Brebes:
Transformasi Infrastruktur: Percepatan perbaikan dan pemerataan kualitas jalan di seluruh pelosok kabupaten guna memacu pertumbuhan ekonomi lokal.
Kesehatan Pro-Rakyat (Nakes Door to Door): Mendorong inovasi layanan kesehatan jemput bola, di mana tenaga medis hadir langsung ke kediaman warga yang membutuhkan.
Investasi SDM (Satu Keluarga Satu Sarjana): Program strategis untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui pemberian akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu.
Ketahanan Pangan (Wareg Sedoyo): Gerakan untuk memastikan kedaulatan pangan dan menjamin tidak ada warga Brebes yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
Memperkuat Kontrol Sosial dari Akar Rumput
Keterlibatan aktif mahasiswa dan akademisi dalam pertemuan ini memberikan bobot ilmiah pada rekomendasi yang dihasilkan. Para aktivis sepakat bahwa fungsi kontrol sosial harus diperkuat agar visi pembangunan tidak melenceng dari kepentingan publik.
Pertemuan di wilayah selatan Brebes ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk melakukan pemantauan berkala terhadap program-program strategis pemerintah. Langkah ini diambil demi satu tujuan besar: mewujudkan Brebes yang lebih tertata, sejahtera, dan bermartabat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
JAKARTA, DN-II Ombudsman Republik Indonesia (RI) mengungkapkan adanya potensi maladministrasi dan konflik kepentingan terkait keterlibatan yayasan yang terafiliasi politik dalam program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan ini memicu desakan agar pemerintah segera memperketat tata kelola dan transparansi proses verifikasi di lapangan.
Anggota Ombudsman RI, Kusharyanto Kusumaharsa Kepala Pencegahan Maladministrasi dalam sebuah wawancara dengan wakil ketua Golkar Ahmad Doli Oktober 2025 lalu mengungkapkan bahwa berdasarkan Rapid Assessment (Kajian Cepat), ditemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pendaftaran Satuan Pelayanan Gizi Pangan (SPGP) atau SPBG. Salah satu poin krusial yang disoroti adalah adanya “penundaan berlarut” dalam verifikasi pendaftar umum, sementara ada indikasi kemudahan bagi pihak-pihak tertentu.
Titik Rawan: Dari Pendaftaran hingga Afiliasi
Indraza menjelaskan bahwa skema penyaluran anggaran bantuan pemerintah ini mewajibkan adanya badan hukum berbentuk yayasan yang menaungi mitra teknis (SPBG). Di sinilah celah konflik kepentingan muncul.
“Kami melihat ada SPBG yang terafiliasi dengan kepentingan politik. Persoalannya bukan pada kebebasan berbisnis, tetapi apakah mereka memenuhi persyaratan teknis? Jangan sampai karena ada afiliasi, standar yang seharusnya ketat malah diperingan. Itulah maladministrasi,” tegas Indraza dalam sebuah diskusi publik.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ombudsman mengategorikan SPGP dalam tiga golongan:
Kelompok Bermasalah: Mengalami insiden (seperti keracunan atau kendala operasional).
Kelompok Stabil: Sudah berjalan sesuai Petunjuk Teknis (Juknis).
Kelompok Baru: Sudah memiliki izin namun belum beroperasi.
Respons Pemerintah dan Langkah Antisipasi
Menanggapi temuan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengakui bahwa sebagai program masif yang baru berjalan, kendala teknis di lapangan memang tidak terhindarkan. Namun, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan total.
“Presiden akan segera menerbitkan Perpres tentang tata kelola Makan Bergizi Gratis. Harapannya, dengan aturan yang lebih ketat, tidak ada lagi ruang untuk ‘error’ atau kesan kepentingan politik dalam penunjukan yayasan,” ujar Doli.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah membentuk tim lintas kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan, untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga pasca adanya laporan kasus keracunan di beberapa daerah.
Transparansi Jadi Harga Mati
Ombudsman mendesak Badan Gizi Nasional (BKN) untuk membuka kanal pendaftaran yang transparan dan akuntabel. Tanpa sistem verifikasi berbasis data yang jelas, kekhawatiran masyarakat mengenai “bagi-bagi jatah” proyek melalui yayasan politik akan terus bergulir.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Publik berhak tahu mengapa sebuah yayasan terpilih dan yang lainnya mengantre tanpa kejelasan waktu. Standar layanan tidak boleh dikompromikan oleh kedekatan politik,” tutup Kusharyanto Kusumaharsa Kepala Pencegahan Maladministrasi .
Sementara Februari 2026 presiden Prabowo petergetkan semua siswa di seluruh desa di Indonesia harus merasakan program MBG ini, tidak itu saja Bahkan lansia , ibu hamil dan anak-anak.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Di tengah kesibukan pengerjaan infrastruktur program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127, Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menunjukkan sisi humanisnya. Beliau menyempatkan diri bercengkerama dan mengobrol santai bersama anak-anak di lokasi pembangunan bak penampungan air, Senin (16/02/2026).
Momen hangat ini terjadi saat Dandim tengah meninjau progres fisik penyediaan sarana air bersih yang menjadi salah satu sasaran pokok TMMD tahun ini. Anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi tampak antusias dan tidak canggung menyapa orang nomor satu di Kodim 0713/Brebes tersebut.
Sambil duduk santai di dekat material bangunan, Letkol Inf Ambariyantomo terlihat tertawa bersama anak-anak tersebut. Beliau melontarkan pertanyaan-pertanyaan ringan seputar sekolah hingga cita-cita mereka.
“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk membangun beton dan jalan, tapi juga untuk membangun kedekatan emosional dengan generasi penerus. Kita ingin mereka merasa bahwa TNI adalah sahabat dan pelindung mereka,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Pemilihan lokasi obrolan di area bak penampungan air ini juga memiliki makna simbolis. Dandim menjelaskan kepada anak-anak bahwa fasilitas yang sedang dibangun tersebut nantinya akan menjamin ketersediaan air bersih bagi mereka, sehingga mereka bisa tumbuh lebih sehat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dandim menyisipkan pesan agar anak-anak rajin belajar dan menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui interaksi sederhana ini, TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes membuktikan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari persentase fisik bangunan, tetapi juga dari senyum dan kedekatan yang terjalin dengan warga, bahkan sejak usia dini.(Rio/Pradista)
TEGAL, DN-II Menjaga konsistensi selama lebih dari 36 tahun di industri travel umroh dan haji bukanlah perkara mudah. Sejak berdiri pada 9 Februari 1990, PT Arminareka Perdana telah mengukuhkan posisinya sebagai pelopor yang tidak hanya mengutamakan kuantitas, tetapi juga kematangan spiritual dan kenyamanan jamaah.
Bekali Mental Jamaah Lewat “The Miracle of Baitullah”
Menjelang keberangkatan besar pada 28 Maret 2026 mendatang, Arminareka Perdana menggelar Manasik Umroh eksklusif bertajuk “The Miracle of Baitullah”. Bertempat di Gedung Adhiyasta Grand Dian Hotel, Kabupaten Tegal, puluhan jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian pembekalan.
Berbeda dengan manasik konvensional, acara ini menghadirkan Master NLP (Neuro-Linguistic Programming) terkemuka, DR. Subhan Djubaedi Asyirbonie, M.M., PD., MP. Pendekatan NLP digunakan untuk membedah hambatan mental dan memperkuat keyakinan spiritual jamaah.
“Kami ingin jamaah tidak hanya siap secara fisik dan tata cara ibadah (teknis), tetapi juga memiliki ketangguhan mental untuk meraih kekhusyukan total selama di Tanah Suci,” ujar salah satu tim leader di sela acara.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Fasilitas Eksekutif: Standar Bintang Lima
Arminareka memahami bahwa kenyamanan fisik adalah penunjang utama ibadah. Oleh karena itu, biro ini secara konsisten menghadirkan fasilitas kelas atas bagi para tamunya:
Transportasi Udara: Menggunakan maskapai flag carrier Garuda Indonesia untuk menjamin kenyamanan selama perjalanan lintas benua.
Akomodasi: Penempatan jamaah di hotel-hotel bintang lima yang berlokasi strategis di Makkah dan Madinah, memastikan akses cepat menuju Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Pendampingan Profesional: Setiap rombongan dikawal oleh Tour Leader berpengalaman yang bertindak sebagai pemandu teknis sekaligus mentor spiritual.
Integritas dan Pengakuan Nasional
Reputasi Arminareka juga diperkuat dengan kepatuhan administrasi dan kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan prestisius, di antaranya:
Penghargaan Direktorat Jenderal Pajak: Sebagai bentuk apresiasi atas ketertiban dan transparansi perusahaan.
Penghargaan BAZNAS: Atas kontribusi aktif dalam penyaluran zakat dan kegiatan sosial keagamaan di Indonesia.
Adaptasi Digital di Era Baru
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menghadapi dinamika global, Arminareka terus bertransformasi dengan mengadopsi teknologi informasi. Mulai dari sistem pendaftaran online hingga platform pembelajaran digital untuk manasik mandiri, memastikan calon jamaah tetap mendapatkan informasi real-time dan edukasi berkualitas tanpa sekat jarak.
Dengan rekam jejak panjang sejak 1990, Arminareka Perdana membuktikan bahwa sinergi antara fasilitas premium, bimbingan spiritual yang mendalam, dan integritas perusahaan adalah kunci dalam mengantarkan umat menuju ibadah umroh yang mabrur dan berkesan.
Red
Inspirasi: Kisah Ibu Nur Hayati, Pencari Rongsok yang Berhasil Antarkan Tiga Anaknya ke Kursi Kuliah
TEGAL, DN-II Bagi sebagian orang, sepatu sekolah adalah hal lumrah. Namun bagi Nur Hayati (56), sepasang sepatu adalah simbol kemewahan yang tak pernah ia rasakan. Warga Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal ini tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Namun, kegelapan buta aksara tak menghalanginya menjadi pelita bagi masa depan ketiga anaknya.
“Saya tidak tahu rasanya pakai sepatu sekolah, tapi anak-anak saya harus punya gelar sarjana,” ungkapnya tegar saat ditemui, Selasa (17/2/2026).
Merajut Asa dari Tumpukan Rongsok
Keseharian perempuan yang akrab disapa Ibu Nur ini jauh dari kata mudah. Ia menyambung hidup dengan mengais barang rongsok di jalanan sekaligus bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Setiap hari, ia menyisir sudut kota untuk mengumpulkan kardus dan kertas bekas demi rupiah yang tak menentu.
“Terkadang hanya dapat Rp7.000, kalau lagi ramai bisa Rp10.000 sehari,” katanya lirih. Dari recehan inilah, satu demi satu mimpi anaknya dirajut hingga menembus gerbang universitas ternama.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Buah Manis Ketulusan: Tiga Anak, Tiga Sarjana
Perjuangan berat Ibu Nur membuahkan hasil yang melampaui ekspektasi. Ketiga anaknya berhasil membuktikan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk berprestasi:
Anak Sulung: Berhasil menyelesaikan studi di jurusan Biologi, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dan kini telah mandiri bekerja di Bekasi.
Anak Kedua (Munir): Menempuh studi Tafsir Al-Qur’an di IAIN Salatiga. Munir sempat menunjukkan baktinya dengan menunda kuliah selama dua tahun demi membiayai adiknya setelah sang ayah wafat.
Anak Bungsu: Kini sedang menempuh semester 4 di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, mengambil jurusan Ekonomi Islam melalui beasiswa bergengsi dari BSI.
Solidaritas di Tengah Keterbatasan
Ibu Nur mengakui, jalannya menuju titik ini tidak dilalui sendirian. Keajaiban demi keajaiban hadir melalui tangan-tangan dermawan. Ia menyebut nama H. Imam dan Hj. Linda (pemilik Chicken Meccah dan Cafe Alif) sebagai sosok yang konsisten membantu biaya sekolah anak-anaknya.
Ia juga mengenang kebaikan Dedy Yon Supriyono (Wali Kota Tegal periode 2019-2024). “Beliau sering membantu langsung kalau bertemu saya sedang mencari rongsok di jalanan,” kenangnya.
Pesan Untuk Negeri
Kisah Nur Hayati adalah potret nyata bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa, bukan hanya milik mereka yang berada. Dengan kerja keras, doa yang tak putus, dan dukungan sosial yang tepat, tembok kemiskinan terbukti bisa diruntuhkan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ibu Nur telah membuktikan: meski kakinya tak pernah menginjak bangku sekolah, langkahnya telah membawa anak-anaknya melampaui batas yang pernah ia bayangkan.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Guna memastikan kekhusyukan dan keamanan umat Tionghoa dalam menyambut pergantian tahun, Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, melakukan pengecekan langsung kesiapan pengamanan di Klenteng Hok Tek Bio, Senin (16/2/2026) malam.
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau situasi kondusivitas menjelang perayaan Malam Tahun Baru Imlek 2577/2026 di wilayah hukum Kabupaten Brebes.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Brebes didampingi oleh Wakapolres Kompol Purbo Andjar Waskito serta Kapolsek Brebes AKP Prapto.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pengurus Klenteng Hok Tek Bio yang berlokasi di Jalan Binaji, Kelurahan Brebes tersebut.
Dalam penyampaiannya, pengerus klenteng mengapresiasi langkah sigap Polres Brebes dalam menjaga keamanan rumah ibadah. Dijelaskan bahwa ritual sembahyang akan mencapai puncaknya pada pukul 24.00 Wib.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami akan melaksanakan sembahyang mulai tengah malam nanti dengan prosesi pembakaran dupa dan penyalaan lilin sebagai simbol penghormatan. Meskipun jumlah jamaat yang hadir sekitar 20 orang dan dilakukan secara bergantian, pengamanan dari pihak kepolisian sangat berarti bagi kenyamanan kami,” ujar pengurus Klenteng, A Coi
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan bukan hanya soal teknis keamanan, melainkan juga bentuk dukungan terhadap keberagaman dan toleransi beragama di Brebes.
“Kami dari Polres Brebes melaksanakan pengamanan dan pemantauan intensif di Klenteng Hok Tek Bio. Harapan kami, kegiatan doa bersama ini berlangsung aman dan lancar tanpa kendala apa pun,” kata AKBP Lilik. 
Kapolres juga menambahkan bahwa momen ini menjadi sarana silaturahmi untuk mempererat komunikasi antara kepolisian, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga berita ini diturunkan, secara umum situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Brebes terpantau aman dan kondusif. Tidak ada gangguan menonjol yang dilaporkan, dan aktivitas warga berjalan dengan normal di bawah pengawasan personel yang bersiaga.
“Kegiatan malam ini juga menjadi sarana silaturahmi untuk mempererat komunikasi antara kepolisian, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat. Semoga perayaan Imlek 2026 ini membawa keberkahan bagi seluruh warga yang merayakan,” pungkasnya. (Red/Hms)
JAKARTA, DN-II Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis regulasi terbaru mengenai pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Melalui Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, pemerintah mempertegas aturan main mengenai pembayaran honor bagi guru dan tenaga kependidikan non-ASN.
Langkah ini diambil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti,
untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran alokasi anggaran negara di sektor pendidikan dasar dan menengah. (16/2/2026).
Siapa Saja yang Berhak?
Dalam Pasal 43 aturan tersebut, pemerintah merinci syarat ketat bagi pendidik yang berhak menerima honor bulanan dari dana BOSP. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi tumpang tindih pemberian tunjangan di lapangan.
Syarat bagi Guru:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Untuk bisa menerima honor dari dana BOSP, seorang guru wajib memenuhi empat kriteria utama:
Status Non-ASN: Bukan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Terdata di Dapodik: Wajib terdaftar secara resmi dalam Aplikasi Data Pokok Pendidikan.
Memiliki NUPTK: Mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebagai bukti validasi profesi.
Tanpa Tunjangan Dobel: Belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Nasib Tenaga Kependidikan
Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tidak hanya guru, tenaga kependidikan (seperti staf administrasi, pustakawan, atau operator sekolah) juga mendapat porsi perhatian. Syaratnya cenderung lebih sederhana namun tetap administratif:
Berstatus bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Memiliki bukti penugasan resmi berupa Surat Keputusan (SK) atau Surat Penugasan dari Kepala Sekolah/Penyelenggara Satuan Pendidikan.
Mengapa Ini Penting?
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Peraturan ini menjadi payung hukum bagi kepala sekolah dalam mengalokasikan anggaran sekolah tanpa rasa takut akan pelanggaran administrasi. Pembayaran honor bulanan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pendidik ujung tombak yang belum beralih status menjadi ASN.
Catatan Penting: Pembayaran honor dilakukan secara bulanan, menyesuaikan dengan ketersediaan dana dan kebijakan satuan pendidikan masing-masing sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Reporter: Teguh
Brebes, DN-II Sinergitas Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Brebes dengan Kodim 0713/Brebes ikut mensukseskan program Non Fisik dalam rangka memperkuat pemahaman dan keterampilan terkait penyembelihan halal untuk Pengurus Masjid dan Mushola Desa Cikuya sebagai lokasi dilaksanakannya TMMD Reguler 127 TA. 2026.
Syiar dan Edukasi berada di Aula Balaidesa Cikuya dimana ada peserta dari luar desa dan kecamatan seperti desa Songgom dan Larangan. Senin (16/02/2026).
Acara ini menjadi bagian dari program Syiar Perkumpulan Juru Sembelih Halal Brebes, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya prosedur penyembelihan sesuai kaidah Islam dan standar halal yang berlaku.
Syiar dan Edukasi ini juga untuk masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang tata cara penyembelihan halal.
Peserta mendapatkan materi tentang prinsip halal dalam penyembelihan, management qurban, pengenalan pisau sembelih, materi teknik perubuhan hewan qurban, materi titik sembelih, teknik tali temali dan teknik adab menyembelih.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Para instruktur dari DPD JULEHA Brebes juga memberikan demonstrasi langsung mengenai teknik penyembelihan yang sesuai syariat Islam dan prosedur sesuai SKKNI Juru Sembelih Halal No 147 Tahun 2022.
Ketua DPD JULEHA Brebes Chasan Mudofar didampingi Kusmanto, M.Pd selaku Bidang Pendidikan serta Sekretaris Peltu Ujang TSM, SH, TNI yang masih aktif berdinas di Kodim 0713/Brebes menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas juru sembelih halal di Indonesia, khususnya di Desa Cikuya.

“Syiar dan Edukasi ini bukan sekadar teori, tetapi juga praktik langsung untuk memastikan bahwa daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar terjamin kehalalannya. Kami ingin peserta memahami bahwa penyembelihan halal bukan hanya soal proses teknis, tetapi juga berkaitan dengan etika dan kepatuhan terhadap ajaran Islam,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Paguyuban Lebe Se-Kecamatan Banjarharjo, Pengurus DKM dan masyarakat yang turut hadir, komunitas masjid, serta masyarakat sekitar. Keberhasilan acara ini menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat dan institusi dalam menjaga standar halal di sektor pangan, khususnya produk hasil sembelihan.
Selain pelatihan teknis, acara ini juga menjadi ajang diskusi bagi para peserta dan pemangku kepentingan dalam membahas berbagai tantangan di lapangan, seperti peningkatan kesadaran masyarakat, kepatuhan terhadap regulasi, dan kebutuhan akan lebih banyak tenaga juru sembelih halal yang tersertifikasi.
“Kami berharap acara ini bukan sekadar Syiar dan Edukasi saja, namun lebih ketingkat pelatihan dan menjadi langkah awal bagi peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya produk halal, khususnya dalam proses penyembelihan. Dengan adanya tenaga juru sembelih yang terlatih dan tersertifikasi, kualitas produk halal yang beredar di masyarakat semakin terjamin,” ujar Bapak Sekod Kepala Desa Cikuya saat memberikan sambutan.
Pelatihan ini juga menjadi momentum dalam mendukung gerakan Syiar Sembelih Halal Indonesia, yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem halal di Indonesia. Dengan adanya program edukasi seperti ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan terhadap standar halal terus berkembang, demi menjaga kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap produk halal di tanah air.
Ditabahkan Kepala Desa, “Kami mengungkapkan rasa terima kasih kepada DPD Juleha Brebes yang telah sukarela memberikan segudang ilmu dan pengalaman tentang fungsi dan frofesi seorang Juru Sembelih Halal yang bermanfaat bagi umat. (Rio//Utsm).
BREBES, DN-II Semangat gotong royong kembali membuncah di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 oleh Kodim 0713/Brebes resmi dimulai. Program ini tidak hanya ditargetkan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur, tetapi juga menjadi jembatan emosional guna memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-127, Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat adalah bentuk nyata pengabdian.
”Genderang TMMD telah ditabuh. Tim Satgas kini mulai berbaur dan bekerja bahu-membahu bersama warga. Kami berkomitmen untuk mencapai target pembangunan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Letkol Ambariyantomo kepada media, Senin (16/2/2026).
Sentuhan Nyata bagi Kebutuhan Dasar
Dampak instan dari program ini mulai dirasakan oleh warga setempat. Kaur Desa Cikuya, Wiwin (60), mengungkapkan apresiasinya atas pembangunan sarana sanitasi yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga.
”Kami sangat berterima kasih kepada Satgas TMMD. Pembangunan bak penampung air, MCK, dan penyediaan sumber air bersih di desa kami adalah bantuan yang sangat luar biasa. Ini memberikan dampak positif langsung bagi kesehatan dan kenyamanan warga,” tutur Wiwin.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Haru di Lokasi Bedah Rumah
Sisi humanis TMMD juga terlihat jelas pada program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Saat meninjau lokasi, rombongan Dandim disambut haru oleh Sarnewi, salah satu penerima manfaat program tersebut.
Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Sarnewi tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. “Terima kasih, Pak Dandim,” ucapnya terbata-bata saat melihat rumahnya mulai diperbaiki agar lebih layak dan sehat untuk dihuni.
Pemicu Geliat Ekonomi
Dalam paparannya saat upacara pembukaan, Dandim 0713/Brebes menekankan bahwa filosofi TMMD melampaui sekadar pembangunan fisik seperti jalan atau renovasi rumah.
”TMMD adalah stimulan. Selain infrastruktur, kami berharap program ini mampu memicu geliat ekonomi masyarakat desa. Dengan akses yang lebih baik dan fasilitas yang memadai, roda perekonomian lokal diharapkan dapat berputar lebih cepat,” pungkasnya.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Desa Cikuya diharapkan bertransformasi menjadi desa yang lebih mandiri dan memiliki ketahanan wilayah yang kuat. (Red/Utsm)
