Beranda » Kesehatan » Halaman 82

Kesehatan

Semarang, DN-II Muhammadiyah terus mengintensifkan kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini tidak sekadar menyediakan makanan bergizi dengan kandungan nutrisi terukur untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, tetapi juga menjadi program strategis nasional yang memiliki nilai tambah serta efek berganda bagi pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, saat menghadiri peluncuran layanan MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah Wonolopo, Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/1/2026).

Yamin menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG Muhammadiyah menyasar lingkungan sekolah dan pesantren Muhammadiyah, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Program ini merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Badan Gizi Nasional. Saat ini, layanan MBG Muhammadiyah telah berjalan di 20 provinsi dan 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tercatat sebanyak 225 SPPG Muhammadiyah, baik yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan, siap memberikan layanan dan akan terus diperluas agar manfaat serta dampak sosial ekonominya semakin besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan civil society untuk kebaikan bangsa,” tegas Yamin.

Dalam pelaksanaannya, Yamin menekankan pentingnya pembangunan ekosistem MBG yang berkelanjutan. Muhammadiyah, kata dia, terus meningkatkan profesionalitas tata kelola dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama, yaitu keamanan pangan, tata kelola yang amanah dan profesional, serta ekosistem program yang berkelanjutan.

Namun demikian, Yamin juga mengingatkan agar Badan Gizi Nasional lebih selektif dalam menentukan mitra program MBG. Seleksi tersebut perlu mempertimbangkan portofolio, pengalaman, kapasitas, serta rekam jejak yayasan, termasuk masa berdirinya.

“BGN perlu membedakan antara yayasan yang telah terbukti berkontribusi nyata bagi bangsa dengan yayasan yang bersifat dadakan dan hanya dibentuk untuk mengakses program ini,” ujarnya.

Ke depan, Yamin berharap kerja sama Muhammadiyah dengan Badan Gizi Nasional dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam perluasan jangkauan layanan, tetapi juga pada penguatan literasi dan edukasi gizi, serta pengembangan riset dan inovasi di bidang gizi.

“Dengan jaringan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, kami selalu terbuka untuk berkolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan bangsa,” pungkasnya.Hadi

Red

BREBES, DN-II Wakil Bupati Brebes, Wurja, secara simbolis menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa traktor pengolah tanah dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian, Kamis (29/1/2026). Bantuan ini diproyeksikan menjadi katalisator utama dalam mempercepat produksi pangan sekaligus memacu modernisasi pertanian di lumbung pangan Jawa Tengah tersebut.

Akselerasi Modernisasi Pertanian

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wurja mengapresiasi atensi Pemerintah Pusat terhadap kebutuhan mendasar petani lokal. Traktor pengolah tanah ini akan segera didistribusikan kepada kelompok tani (poktan) yang telah melalui proses verifikasi ketat.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan amanah bantuan dari Bapak Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian. Kehadiran traktor ini sangat krusial agar pengolahan lahan jauh lebih praktis, efektif, dan efisien secara waktu,” ujar Wurja di lokasi penyerahan.

Ia menegaskan agar bantuan tersebut dikelola secara kolektif oleh kelompok tani. Harapannya, tidak ada alat yang mangkrak sehingga target swasembada pangan daerah dapat tercapai lebih cepat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Stabilitas Harga dan Optimisme Petani

Di sela penyerahan bantuan, Wurja juga memaparkan kondisi stabilitas harga pangan di pasar lokal. Ia menyebut komoditas unggulan seperti bawang merah saat ini relatif stabil. Kabar menggembirakan juga datang dari sektor tanaman pangan, khususnya padi.

“Harga padi di tingkat petani saat ini menyentuh Rp 6.500 per kilogram. Ini angka yang sangat kompetitif dan membuat petani optimis karena memberikan margin keuntungan yang layak bagi pendapatan mereka,” jelasnya.

Proyek Strategis: Sekolah Unggulan Senilai Rp 200 Miliar

Selain sektor agraria, Wabup Wurja turut memaparkan progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Unggulan yang berlokasi di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan. Proyek prestisius senilai Rp 200 miliar dari dana APBN ini diharapkan menjadi episentrum baru dalam peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Brebes.

Detail Proyek Sekolah Unggulan:

Luas Lahan: 8 Hektar.

Kapasitas: 1.000 Pelajar.

Target Konstruksi: Dimulai tahun 2026 dengan estimasi pengerjaan cepat (akselerasi) selama 6 bulan.

“Meskipun ini merupakan kewenangan pusat, pemerintah daerah berkomitmen penuh mengawal prosesnya agar pembangunan berjalan lancar dan masyarakat segera merasakan manfaatnya,” tambah Wurja.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Gema “Brebes Beres”

Suasana penyerahan bantuan ditutup dengan penuh haru dan semangat. Perwakilan kelompok tani menyampaikan bahwa mekanisasi lahan adalah solusi nyata atas kendala tenaga kerja dan biaya produksi yang selama ini mereka hadapi.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Wamentan Sudaryono. Bantuan ini adalah bukti nyata kehadiran negara untuk petani di pelosok,” ungkap salah satu petani.

Acara diakhiri dengan yel-yel penuh semangat, “Brebes Beres!”, sebagai simbol sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan petani dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes terus mempercepat transformasi sektor pertanian melalui adopsi teknologi pesawat tanpa awak (drone). Langkah strategis ini diambil untuk memastikan petani lokal memiliki daya saing global sekaligus meningkatkan efisiensi produksi, khususnya pada komoditas unggulan bawang merah.

Ketua Komisi II DPRD Brebes, Tobidin Sarjum, S.H., menegaskan dukungannya terhadap program modernisasi ini dalam jumpa pers yang digelar di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Brebes, Kamis (29/1/2026).

Modernisasi Pertanian Menuju Petani 4.0

Dalam kesempatan tersebut, Tobidin menyampaikan bahwa sosialisasi masif mengenai Alat Mesin Pertanian (Alsintan) modern merupakan instruksi yang selaras dengan visi Bupati Brebes, Paramita Widya Kusuma. Teknologi drone diproyeksikan menjadi solusi pertanian presisi, mulai dari pemetaan lahan hingga efisiensi pemupukan dan penyemprotan pestisida.

“Kita tidak boleh membiarkan petani kita kalah saing dengan bangsa lain. Jika penggunaan drone ini terbukti signifikan meningkatkan produktivitas, maka program ini akan terus diperluas sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Tobidin di hadapan kelompok tani.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Skema Kelola Kolektif Melalui Gapoktan

Menjawab kekhawatiran petani mengenai biaya teknologi yang tinggi, pemerintah memastikan bahwa bantuan teknologi ini tidak akan membebani individu. Pengelolaan drone akan dipusatkan pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan sistem bagi pakai.

Adapun mekanisme pengelolaannya meliputi:

Pemanfaatan Kolektif: Alat digunakan secara bergantian berdasarkan jadwal dan usulan anggota kelompok.

Pemberdayaan Kelembagaan: Memperkuat peran Gapoktan sebagai pusat modernisasi pertanian di tingkat desa.

Pendampingan Teknis: Program dijalankan berbasis kebutuhan riil lapangan dengan pengawasan berkala agar berkelanjutan.

Kabar Baik: Harga Bawang Merah Stabil

Selain fokus pada teknologi, Tobidin juga membawa kabar baik mengenai stabilitas harga bawang merah di Brebes. Sebagai lumbung nasional, kestabilan harga di Brebes sangat krusial dalam mengendalikan angka inflasi nasional.

Berdasarkan laporan terkini, fluktuasi harga saat ini relatif stabil tanpa adanya penurunan tajam yang berisiko merugikan petani. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani di awal tahun 2026.

“Alhamdulillah, stabilitas harga terjaga. Kami berharap tren ini berkelanjutan karena bawang merah adalah tulang punggung ekonomi warga Brebes,” pungkasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Iskandar Agung, S.Pi, M.Si, menyampaikan laporan capaian gemilang sektor pertanian sepanjang tahun 2025 dalam forum resmi di Aula DPKP, Kamis (29/1/2026). Di bawah arahan dan visi besar Ibu Bupati, Kabupaten Brebes sukses mengukuhkan diri sebagai lumbung pangan nasional melalui lompatan produktivitas dan modernisasi teknologi.

1. Swasembada dan Rekor Historis: Bawang Merah Melambung

Kerja keras kolektif petani Brebes yang dipadukan dengan kebijakan tepat sasaran membuahkan hasil bersejarah. Komoditas Bawang Merah mencetak rekor produksi tertinggi sebesar 423.148 ton, sebuah angka yang mempertegas dominasi Brebes di pasar nasional. Di sisi lain, produksi Jagung tetap menunjukkan performa stabil di angka 189.693 ton.

“Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti sinergi antara ketekunan petani dan dukungan ekosistem yang suportif. Kita berhasil memaksimalkan potensi alam dan teknis di lapangan,” ujar Iskandar Agung.

2. Komitmen Kesejahteraan: Menjaga Kedaulatan Harga

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan bahwa melimpahnya produksi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. Intervensi pasar dilakukan secara terukur untuk menjaga stabilitas harga:

Padi & Jagung: Stabil di kisaran Rp6.500,-.

Bawang Merah: Sesuai instruksi prioritas Ibu Bupati, harga dikawal ketat dengan batas psikologis minimal Rp13.000,-.

Strategi perlindungan harga ini menjadi tameng utama agar petani tetap meraih margin keuntungan yang layak dan terhindar dari kerugian akibat permainan tengkulak.

3. Infrastruktur Modern: Inovasi “Irfom” Tenaga Surya

Melalui optimalisasi anggaran APBD dan APBN 2025, pembangunan infrastruktur fisik dipercepat untuk mempermudah mobilisasi dan produksi:

11 Unit Jalan Usaha Tani.

21 Unit Irigasi Tersier (RJI).

12 Unit Irigasi Pompanisasi.

Inovasi unggulan tahun ini adalah pengembangan Irfom (Irigasi Perpompaan) berbasis Tenaga Surya di Desa Kaliwuluh melalui program Upper. Teknologi hijau ini menjadi jawaban konkret atas tantangan biaya energi dan akses air berkelanjutan di lahan tadah hujan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

4. Digitalisasi Lahan: Efisiensi Presisi melalui Drone Spray

Menghadapi tantangan kelangkaan tenaga kerja muda, Pemkab Brebes memulai era Pertanian 4.0 dengan memperkenalkan teknologi Drone Spray. Alat ini mampu menyelesaikan penyemprotan lahan seluas 1 hektar hanya dalam waktu 15 menit.

Mengingat nilai investasi teknologi yang mencapai Rp285 juta per unit, DPKP akan segera menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bintek) khusus bagi operator muda. “Kita ingin mencetak petani milenial yang mahir teknologi. Pengoperasian alat ini harus profesional, presisi, dan aman,” tegas Iskandar.

5. Dukungan Input Pertanian: Distribusi Pestisida Gratis

Sebagai bentuk dukungan langsung di penghujung musim, stok pestisida bantuan Kementerian Pertanian telah tersedia dan mulai didistribusikan melalui BPP serta PPOK. Petani dapat mengakses bantuan ini secara cuma-cuma melalui koordinasi dengan petugas lapangan.

Namun, Iskandar Agung juga memberikan catatan penting mengenai keberlanjutan lingkungan. “Gunakan pestisida secara bijak dan proporsional. Kami ingin produksi tinggi, namun kesehatan lahan dan kualitas pangan harus tetap terjaga demi generasi masa depan,” pungkasnya.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes secara resmi menyalurkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan pestisida kepada Kelompok Tani (Poktan) serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Brebes. Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kamis (29/1/2026).

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mbak Mitha ini menegaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi komitmen sinergis antara pemerintah pusat dan daerah untuk memacu produktivitas sektor agraria di “Kota Bawang”.

Modernisasi Pertanian Jadi Prioritas

Bantuan yang bersumber dari anggaran Kementerian Pertanian TA 2025 ini mencakup berbagai perangkat teknologi pertanian modern. Meski sempat mengalami kendala administratif karena logistik baru diterima pada akhir Desember lalu, Mbak Mitha memastikan distribusi dilakukan secara akseleratif agar petani dapat segera memanfaatkannya di musim tanam ini.

“Keterlambatan ini murni teknis administrasi terkait waktu penerimaan. Namun yang fundamental adalah hari ini seluruh bantuan sudah di tangan Bapak dan Ibu sekalian. Ini bukti atensi besar Bapak Presiden dan Kementerian Pertanian untuk kesejahteraan petani Brebes,” ujar Mitha di hadapan ratusan petani yang hadir.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Strategi Brebes Tengah: Proyek Strategis Rp200 Miliar

Selain penguatan sektor pangan, Bupati Mitha meluncurkan gebrakan untuk pemerataan ekonomi wilayah melalui rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Wlahar. Proyek ini tidak main-main, dengan nilai investasi mencapai Rp200 Miliar.

Penempatan proyek di Desa Wlahar merupakan langkah strategis untuk menciptakan episentrum ekonomi baru di wilayah Brebes bagian Tengah. Mbak Mitha ingin memastikan pembangunan tidak lagi tersentralisasi di wilayah Utara, Timur, atau Selatan saja.

“Kami ingin Brebes Tengah bangkit dan mandiri secara ekonomi. Meski akses infrastruktur jalan saat ini masih menjadi tantangan, saya optimis proyek ini berjalan lancar. Ini program prioritas Presiden yang didukung penuh lintas sektoral, termasuk Kementerian PUPR,” tegasnya dengan optimis.

Dukungan Legislatif dan Forkopimda

Momentum ini juga menjadi ajang penguatan koordinasi antar-lini. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, antara lain:

Bapak Wurja, S.E. beserta jajaran Forkopimda.

Bapak Tobidin, Ketua Komisi 2 DPRD Brebes.

Jajaran legislator Fraksi Gerindra: Bapak Gufron, Bapak M. Huhaimin Sadirun, Bapak Romli, dan Bapak H. Fahmi.

Staf Ahli Bupati, Bapak Untung, beserta jajaran kepala OPD terkait.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menutup arahannya, Bupati berpesan agar bantuan Alsintan dikelola dengan manajemen yang baik oleh kelompok tani. Ia berharap bantuan ini tidak hanya menjadi aset fisik, tapi menjadi instrumen peningkatan taraf hidup masyarakat Brebes secara berkelanjutan.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II – Memperingati Hari Jadi ke-346 Kabupaten Brebes, RSUD Brebes mempertegas komitmen kemanusiaannya melalui aksi sosial sunat massal. Bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Brebes, agenda ini menjadi bukti bahwa perayaan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum berbagi manfaat langsung bagi masyarakat, Kamis (29/1/2026).

Sentuhan Inklusif di Hari Jadi

Kegiatan yang digelar di lingkungan RSUD Brebes ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memupuk solidaritas antarwarga. Program ini menyasar anak-anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Brebes, membawa keceriaan bagi generasi penerus daerah di tengah semarak perayaan HUT kabupaten.

Dewan Pengawas RSUD Brebes, Azmi Asmuni Majid, menegaskan bahwa khitanan massal ini merupakan pengejawantahan nyata dari tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) instansi terhadap warga.

“Kami ingin keberadaan RSUD Brebes tidak hanya dipandang sebagai fasilitas medis formal, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Azmi di sela-sela peninjauan kegiatan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sinergi Meringankan Beban Ekonomi

Selain aspek kesehatan dan pemenuhan syariat, program ini menjadi solusi nyata bagi para orang tua di tengah tantangan ekonomi saat ini. Melalui kolaborasi sinergis dengan Baznas Brebes, seluruh rangkaian prosedur medis dilakukan secara profesional oleh tim ahli tanpa dipungut biaya sedikitpun.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, para peserta tidak hanya mendapatkan layanan medis, tetapi juga menerima:

Santunan tunai untuk membantu kebutuhan anak.

Bingkisan/Perlengkapan ibadah (sarung dan baju koko).

Paket perawatan pasca-khitan untuk menjamin proses pemulihan yang optimal.

Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban finansial keluarga sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan aman.

Red/Casroni

BREBES, DN-II Menandai hari jadi Kabupaten Brebes yang ke-348, Pemerintah Kabupaten Brebes dalam sebutan bupati Brebes hari ini 29 Januari 2026 Paramita Widya Kusuma dalam sambutannya menggelar aksi kemanusiaan berupa khitanan massal gratis bagi warga. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat luas.

Sinergi di Tiga Titik Lokasi

Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan secara serentak kamis 29 Januari 2026 di tiga fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, yakni RSUD Brebes, RSUD Bumiayu, dan RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan. Program ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemerintah Kabupaten, RSUD, Baznas, serta Panitia Hari Jadi Kabupaten Brebes.

Sebelumnya, semarak HUT Brebes telah dimeriahkan dengan berbagai agenda hiburan mulai dari konser musik, pengajian akbar, hingga kirab budaya. Namun, bakti sosial ini dipilih sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah dalam meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu.

Harapan untuk Ekonomi dan Kesejahteraan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menyampaikan bahwa usia ke-348 merupakan momentum untuk mempercepat pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat. Beberapa poin krusial yang ditekankan antara lain:

Sektor Pertanian: Mengingat Brebes adalah lumbung bawang merah nasional, pemerintah berharap stabilitas harga bawang, padi, dan jagung terus terjaga demi kemakmuran petani.

Stabilitas Harga: Komitmen untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kenaikan UMK 2026: Disampaikan pula kabar baik mengenai kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Brebes menjadi Rp2,4 juta, yang diharapkan menjadi stimulus daya beli masyarakat.

“Di usia yang semakin matang ini, fokus kita adalah memastikan masyarakat merasakan dampak nyata dari pembangunan, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” ujar perwakilan penyelenggara.

Apresiasi Tenaga Medis: “Khitan Tanpa Rasa Sakit”

Penyelenggara memberikan instruksi khusus kepada para dokter dan tim medis agar mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP) terbaik. Tujuannya agar anak-anak peserta khitan merasa nyaman dan tidak trauma.

Suasana sempat mencair ketika penyelenggara berkelakar mengenai latar belakang pendidikannya yang sempat mencicipi bangku kedokteran meskipun tidak sampai lulus. Seloroh ini dilontarkan sebagai bentuk apresiasi dan rasa hormat terhadap dedikasi para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam aksi sosial ini.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar anak-anak yang telah dikhitan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berbakti kepada nusa dan bangsa.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Wajah pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput kini tengah bersalin rupa. Puskesmas Brebes melalui Kelurahan Brebes resmi mengintegrasikan pendekatan Siklus Hidup dalam layanan Posyandu. Transformasi ini bertujuan memastikan tidak ada satu pun kelompok usia yang terlewatkan dalam pemantauan kesehatan.

Dalam sesi wawancara kamis 29 Januari 2026 mendalam, tim medis Puskesmas Brebes, Bidan Indah , Eli dan Bidan Solikhati, memaparkan empat pilar utama yang menjadi motor penggerak perubahan ini:

1. Inklusivitas Layanan: Melintasi Batas Usia

Posyandu kini bukan lagi sekadar tempat “timbang bayi”. Di wilayah Kelurahan Brebes yang mencakup 11 RW (RW 6 hingga RW 22 ), layanan kini menyasar seluruh kelompok usia:

Bayi & Balita: Fokus pada deteksi dini stunting melalui pemantauan tumbuh kembang yang presisi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ibu Hamil & Menyusui: Pendampingan rutin, edukasi gizi, serta pemenuhan suplemen kesehatan.

Usia Produktif & Lansia: Skrining penyakit tidak menular, pemeriksaan tekanan darah, hingga pengobatan keluhan ringan secara responsif.

Remaja: Tetap menjadi target sasaran melalui skema jemput bola atau penjadwalan khusus di luar jam sekolah.

2. Manajemen Operasional yang Efisien

Menjangkau 24 titik Posyandu di wilayah yang luas bukanlah perkara mudah. Puskesmas Brebes menerapkan sistem mobile yang taktis:

Tenaga Medis: Tiga bidan disiagakan untuk berkeliling secara bergilir.

Rasio Pelayanan: Satu bidan mampu mengawal satu hingga dua titik Posyandu setiap harinya.

Aksesibilitas: Seluruh layanan dan obat-obatan dasar diberikan secara gratis, sepenuhnya didukung oleh suplai Puskesmas.

3. Kader: Jantung dan Ujung Tombak Pelayanan

Keberhasilan program ini bertumpu pada pundak lebih dari 100 kader kesehatan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bergerak atas dasar kemanusiaan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Apresiasi Pemerintah: Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten memberikan stimulasi berupa uang transportasi sebesar kurang lebih Rp 200.000 per kader. Meski bersifat bantuan operasional, hal ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi mereka di lapangan.

4. Sisi Humanis: Menembus Lelah dengan Kekeluargaan

Dinamika di lapangan menyajikan perpaduan antara tantangan fisik dan kepuasan batin bagi tim medis:

Sisi Terang: Terjalinnya ikatan emosional dengan warga. Mengenal karakter unik setiap RW membuat edukasi kesehatan lebih mudah diterima karena kedekatan layaknya keluarga sendiri.

Tantangan: Lonjakan antusiasme warga sering kali membuat tim lapangan harus bekerja ekstra keras. Jumlah pasien yang membeludak menuntut ketahanan fisik dan manajemen waktu yang ketat agar kualitas pelayanan tidak menurun.

Kesimpulan

Transformasi Posyandu di Kelurahan Brebes membuktikan bahwa integrasi antara dukungan medis Puskesmas, kebijakan pemerintah, dan militansi kader mampu menciptakan pusat kesehatan komunitas yang inklusif. Kini, kesehatan warga terjaga sejak dalam kandungan hingga usia senja.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Teka-teki siapa yang akan menakhodai RSUD Brebes mulai menemui titik terang. Proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tahun 2026 kini telah mengerucut pada empat nama besar yang siap memperebutkan kursi Direktur definitif.

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui BKPSDMD saat ini tengah menggelar tahapan seleksi lanjutan yang berlangsung di Semarang mulai Rabu (28/1/2026) hingga Jumat (30/1). Tahapan krusial ini meliputi pendaftaran ulang, pemaparan visi-misi, hingga wawancara mendalam.

Profil Singkat 4 Kandidat Utama

Berdasarkan data yang dihimpun, keempat kandidat yang lolos seleksi administrasi ini berasal dari internal RSUD Brebes dengan latar belakang manajerial dan medis yang mumpuni:

Drs. Imam Budi Santoso – Saat ini menjabat sebagai Plt. Direktur sekaligus Wakil Direktur Keuangan RSUD Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

dr. Aries Suparmiati, Sp.A – Spesialis Anak yang menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan.

drg. Adhi Supriadi, M.Kes – Kepala Bidang Pengembangan Pegawai dan Humas.

dr. Arie Indrianto, Sp.OG, MARS, FISQua, CAPCC – Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kandungan) RSUD Brebes yang juga memiliki kualifikasi manajerial rumah sakit tingkat internasional.

Konfirmasi Kandidat dan Jadwal Seleksi

Saat dikonfirmasi pada Rabu (28/1), drg. Adhi Supriadi, M.Kes membenarkan bahwa dirinya sedang mengikuti rangkaian seleksi di Semarang.

“Iya, jadwalnya dari hari Rabu sampai Jumat. Agendanya mulai dari pendaftaran hingga pemaparan,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.

Di sisi lain, Imam Budi Santoso menyatakan bahwa dirinya dijadwalkan mengikuti sesi pemaparan pada Kamis (29/1). Pantauan di lapangan menunjukkan Imam masih berada di Brebes pada Rabu siang untuk menyelesaikan tugas manajerial sebelum bertolak ke Semarang.

Harapan Baru bagi Layanan Kesehatan

Seleksi kali ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling ketat dan transparan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa proses seleksi hingga pemaparan melibatkan standar yang sangat tinggi, bahkan kabarnya bekerja sama dengan unsur kepolisian untuk menjamin integritas.

Siapapun yang terpilih nantinya memikul beban berat untuk memajukan RSUD Brebes, meningkatkan mutu pelayanan pasien, serta memastikan tata kelola keuangan yang sehat. Masyarakat menantikan sosok pemimpin yang tidak hanya ahli secara medis, tetapi juga tangguh secara manajerial.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

Jakarta, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong kepala daerah untuk berperan aktif memperkuat ekosistem industri halal secara terstruktur dan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi nasional meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Dorongan tersebut disampaikan Bima saat menjadi keynote speaker pada acara Kadin Sharia Economic Outlook 2026 di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya penentuan posisi (positioning) Indonesia dalam peta industri halal dunia dengan belajar dari praktik terbaik sejumlah negara.

“[Kalau kita lihat] negara-negara tertentu yang sukses [itu karena beberapa faktor]. Satu karena dukungan pemerintah, kedua dicanangkan sebagai program nasional, ketiga ada badan khusus yang menangani, keempat fokus pada diferensiasi atau keunggulan, dan kelima ada strategi nasional yang sifatnya betul-betul terstruktur,” ujarnya.

Bima menjelaskan bahwa dari sejumlah faktor tersebut, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah, khususnya dalam merumuskan keunggulan kompetitif dan menyamakan paradigma antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah negara yang berhasil menempatkan diri secara jelas dalam industri halal global, seperti Brasil sebagai pemasok daging unggas halal terbesar ke Timur Tengah dan Thailand dengan konsep dapur halal dunia.

“[Pertanyaannya adalah] keunggulan kompetitif [kita] di mana? Di playing field-nya di mana?” katanya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Meski demikian, Bima menilai Indonesia memiliki potensi strategis yang sangat besar. Selain merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia, pertumbuhan ekonomi syariah nasional juga menunjukkan tren yang positif. Di sisi lain, pemahaman terhadap konsep halal semakin berkembang dan tidak lagi terbatas pada aspek makanan semata.

“Halal itu kan bukan hanya soal sekedar memotong saja [atau] makanan saja, tapi juga higienisnya, transparansinya, accountability, ethics dan lain-lain,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sejumlah pelaku usaha nasional sebenarnya telah memiliki kapasitas untuk berkembang menjadi pemain global di industri halal, meskipun saat ini jumlahnya masih terbatas.

Dalam konteks tersebut, Bima menegaskan peran strategis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam memastikan penguatan ekosistem industri halal berjalan hingga ke daerah. Salah satunya melalui penguatan fungsi koordinasi serta integrasi pengembangan industri halal ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

“Kita pastikan kepala daerah itu memasukkan ini di RPJMD. Jadi kalau enggak di RPJMD, enggak bisa,” tegasnya.

Selain aspek perencanaan, Kemendagri juga mendorong adanya alokasi anggaran khusus dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pelatihan dan fasilitasi pelaku usaha, penyederhanaan perizinan, serta penyelarasan layanan publik daerah agar lebih ramah terhadap pengembangan industri halal. Dukungan terhadap sertifikasi halal dan sinkronisasi dengan agenda nasional, seperti pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri kreatif, dan ekonomi syariah, juga menjadi bagian dari upaya tersebut.

“[Pada intinya], peran Kemendagri dalam hal ini adalah mendorong seluruh elemen pemerintahan, utamanya adalah para kepala daerah untuk menguatkan ekosistem halal bersama-sama dengan teman-teman pengusaha dan semua stakeholders,” pungkasnya.

Red

You cannot copy content of this page