BREBES, DN-II Wajah lapangan Desa Cikuya kini tampak lebih rapi dan bersih. Hal ini menyusul aksi kerja bakti pembersihan lahan yang dilakukan oleh anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes bersama warga setempat dalam rangka menyambut upacara penutupan program pembangunan tersebut, Selasa (10/3/2026).
Terlihat di lokasi, Serka Bangun Hidayat, salah satu anggota Satgas TMMD, bahu-membahu bersama warga mengoperasikan mesin potong rumput dan membersihkan sisa-sisa ilalang di area pusat upacara. Langkah ini dilakukan guna memastikan kenyamanan para tamu undangan dan kelancaran prosesi baris-berbaris pada acara puncak esok hari.
”Kami ingin memastikan lapangan benar-benar dalam kondisi steril, bersih, dan rapi. Karena besok adalah momen penting bagi warga Desa Cikuya dan TNI, maka persiapannya harus maksimal, termasuk hal-hal kecil seperti kerapian rumput lapangan ini,” ujar Serka Bangun Hidayat di sela-sela kegiatannya. 
Kegiatan potong rumput ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan akhir yang dilakukan secara menyeluruh di Desa Cikuya. Kehadiran personel TNI di tengah warga hingga H-1 penutupan ini semakin mempererat ikatan emosional yang telah terbangun selama sebulan masa penugasan.
Warga yang terlibat dalam pembersihan ini pun tampak bersemangat. Mereka ingin lapangan desa mereka memberikan kesan terbaik bagi para pejabat daerah dan pimpinan TNI yang dijadwalkan hadir untuk menutup secara resmi TMMD Reguler ke-127.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Meskipun hari ini cukup panas, kami senang bisa membantu bapak-bapak TNI. Ini lapangan kebanggaan kami, jadi harus terlihat cantik untuk acara penutupan besok pagi,” ujar salah satu warga yang ikut menyapu sisa potongan rumput.
Dengan kondisi lapangan yang kini sudah terpangkas rapi dan tertata, Desa Cikuya telah siap sepenuhnya untuk menyelenggarakan upacara penutupan yang akan menjadi tanda selesainya seluruh program pengabdian TNI di wilayah tersebut. (Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Menjelang berakhirnya masa penugasan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127, jajaran Kodim 0713/Brebes menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan penutupan yang bertempat di Balai Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (10/3/2026).
Rapat ini menjadi momentum krusial untuk memastikan seluruh sasaran fisik maupun non-fisik telah mencapai target 100 persen sebelum diserahterimakan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Brebes.
Hadir memimpin jalannya rapat, Pasiter Kodim 0713/Brebes Kapten Arh Suryadi, yang mewakili Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo. Dalam pengarahannya, Kapten Arh Suryadi menekankan bahwa sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan untuk penyempurnaan detail di lapangan, mulai dari pembersihan lokasi hingga penyiapan administrasi pelaporan.
”Rakor ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan evaluasi akhir agar saat hari penutupan nanti, seluruh hasil jerih payah TNI dan masyarakat selama satu bulan ini dapat diserahkan dalam kondisi terbaik. Sinergi antara Satgas, Pemerintah Desa, dan instansi terkait adalah kunci suksesnya acara ini,” tegas Kapten Arh Suryadi.
Dari pihak Pemerintah Daerah, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes, Ibu Asri Novianti, S.T., M.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian pengerjaan infrastruktur di Desa Cikuya. Menurutnya, pola gotong royong yang tercipta selama TMMD merupakan model pembangunan yang sangat efektif.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Kami dari Dinpermades melihat progres yang sangat signifikan. Infrastruktur yang dibangun, baik jalan maupun fasilitas umum lainnya, memiliki kualitas yang sangat baik. Kami berharap kemanunggalan ini terus terjaga, dan masyarakat Desa Cikuya dapat merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Ibu Asri Novianti.
Di sisi lain, Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, mengungkapkan rasa haru sekaligus bangganya atas perubahan wajah desanya berkat kehadiran program TMMD. Ia memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga pemuda, siap memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan upacara penutupan.
”Masyarakat Desa Cikuya merasa memiliki (sense of belonging) terhadap proyek ini karena kami ikut bekerja di dalamnya. Untuk acara penutupan nanti, kami sudah menyiapkan segala sesuatunya secara swadaya sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kami kepada bapak-bapak TNI yang telah membangun desa kami,” kata Bapak Sekod.
Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya ini meliputi berbagai program unggulan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan yang mempermudah akses ekonomi, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga penyuluhan-penyuluhan non-fisik bagi warga. Penutupan TMMD ini rencananya akan dihadiri oleh pejabat tinggi daerah dan jajaran Korem 071/Wijayakusuma sebagai tanda berakhirnya operasi bakti TNI di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Menjelang penutupan program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, personel Satgas terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh sasaran fisik yang telah rampung. Pada Selasa (10/3/2026), Serka Sagiman melaksanakan pengecekan terakhir ke sejumlah rumah warga penerima bantuan instalasi KWH listrik di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Salah satu titik peninjauan adalah kediaman Ibu Castem. Dalam kunjungannya, Serka Sagiman memastikan secara teknis bahwa aliran listrik yang telah terpasang tidak mengalami kendala dan dapat digunakan dengan aman untuk kebutuhan sehari-hari.
”Kami ingin memastikan bahwa seluruh bantuan, termasuk ketersediaan energi listrik, benar-benar berfungsi dengan baik sebelum Satgas ditarik dari desa ini. Listrik adalah kebutuhan dasar yang sangat dinantikan warga, terutama untuk mendukung aktivitas di malam hari,” ujar Serka Sagiman.
Tak hanya melakukan pengecekan teknis, momen haru terlihat saat Serka Sagiman menyambangi kediaman Ibu Rastip. Beliau tampak menemani cucu Ibu Rastip yang sedang asyik belajar di bawah terangnya lampu listrik. Kini, anak-anak di lingkungan tersebut tidak perlu lagi menggunakan lilin atau lampu minyak yang redup untuk menuntut ilmu di malam hari. 
Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, menyatakan rasa syukur yang mendalam atas perhatian TNI terhadap detail kebutuhan warganya. Menurutnya, masuknya listrik secara merata ke rumah-rumah warga kurang mampu adalah lompatan besar bagi kualitas pendidikan dan kesejahteraan di desanya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Dulu, saat malam hari atau ketika sedang belajar, warga kami masih ada yang mengandalkan penerangan seadanya. Sekarang, berkat bantuan KWH listrik dari program TMMD ini, suasana desa menjadi terang benderang. Anak-anak kini bisa belajar dengan lebih nyaman dan fokus tanpa harus khawatir lagi soal kegelapan,” ungkap Bapak Sekod.
Kehadiran listrik ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Cikuya serta membuka peluang bagi berkembangnya usaha kecil rumahan di masa mendatang. Upacara penutupan TMMD Reguler ke-127 sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada esok hari, Rabu (11/3/2026), sebagai tanda tuntasnya seluruh misi pengabdian TNI di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Kebahagiaan membuncah di wajah anak-anak Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, saat mereka bermain air bersama Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, Selasa (10/3/2026). Momen ini menjadi simbol keberhasilan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yakni TNI Manunggal Air, yang kini manfaatnya telah mengalir deras dan dapat dinikmati oleh warga setempat.
Di tengah cuaca yang cukup terik, Serka Sagiman tampak berbaur dan berbagi tawa dengan anak-anak di salah satu titik fasilitas air bersih. Program ini hadir sebagai solusi konkret bagi wilayah yang sebelumnya kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun sanitasi.
Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menyatakan bahwa TNI Manunggal Air merupakan bagian integral dari upaya TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.
”Penyediaan akses air bersih ini adalah komitmen kami untuk menjawab kebutuhan dasar warga. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran TNI melalui TMMD benar-benar membawa perubahan nyata bagi kualitas hidup masyarakat di Desa Cikuya,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya program ini di desanya. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan air bersih yang stabil adalah anugerah besar bagi warganya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kasad dan Kodim 0713/Brebes. Dulu air sering kali menjadi kendala, namun sekarang berkat TNI Manunggal Air, warga kami tidak lagi kesulitan. Melihat anak-anak bisa tertawa ceria saat bermain air adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ungkap Bapak Sekod.
Keberhasilan program air ini menambah deretan pencapaian positif dalam rangkaian TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes. Dengan tercukupinya kebutuhan air bersih, diharapkan taraf kesehatan dan produktivitas warga Desa Cikuya akan terus meningkat secara berkelanjutan.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Kabar gembira datang dari lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Memasuki H-1 penutupan, progres pengerjaan pengaspalan jalan dan rabat beton di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, dinyatakan telah selesai sepenuhnya, Selasa (10/3/2026).
Tuntasnya akses jalan sepanjang 1.700 meter ini menjadi bukti nyata komitmen Satgas TMMD dalam memenuhi target waktu yang telah ditentukan. Pengerjaan yang dilakukan secara marathon bersama warga tersebut rampung tepat waktu sebelum upacara penutupan yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026 esok hari.
Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD Reguler, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel dan warga yang telah bekerja keras. Menurutnya, selesainya jalan ini adalah hasil dari sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat Desa Cikuya.
”Alhamdulillah, hari ini seluruh progres pengerjaan jalan aspal dan rabat beton sudah selesai 100 persen. Capaian ini sesuai dengan rencana awal kita agar infrastruktur ini bisa segera diserahterimakan dan digunakan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun sosial,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Senada dengan Dansatgas, Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, mengungkapkan rasa syukur dan harunya melihat akses jalan desanya kini telah mulus. Ia menyebutkan bahwa transformasi jalan tersebut adalah impian warga yang kini menjadi kenyataan berkat program TMMD. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Kami mewakili seluruh warga Desa Cikuya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kodim 0713/Brebes. Jalan ini adalah urat nadi desa kami. Dengan selesainya pengerjaan ini tepat waktu, warga sudah tidak sabar untuk memanfaatkannya secara penuh,” ungkap Bapak Sekod.
Kini, akses jalan yang telah selesai tersebut siap diresmikan dalam upacara penutupan esok hari. Infrastruktur baru ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Jawa Tengah tersebut.(Rio/Pradista)
KABUPATEN TEGAL, DN-II Sejumlah warga Desa Berkat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, secara resmi melayangkan Hak Jawab atas pemberitaan yang memuat dugaan penganiayaan terhadap Kepala Desa (Kades) Berkat. Langkah ini merupakan respons atas artikel yang terbit di Radar Tegal pada 4 Maret 2026 silam. (9/3/2026).
Warga menegaskan bahwa narasi mengenai pengeroyokan maupun penghadangan yang beredar luas tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Klarifikasi ini diambil untuk memulihkan nama baik masyarakat Desa Berkat yang merasa disudutkan oleh opini publik.
Dialog Terbuka, Bukan Aksi Anarkis
Perwakilan warga, Kasmudi, menjelaskan bahwa peristiwa yang terjadi pada awal Maret tersebut murni merupakan inisiatif warga untuk membuka ruang dialog dengan pimpinan desa, bukan sebuah aksi anarkis.
Berdasarkan dokumen Hak Jawab resmi yang ditandatangani oleh delapan perwakilan warga (Kasmudi, Suparjo, Sakroni, Deni Purnomo, Jailani, Muhammad Jupri, Andri M.B., dan Rajat), terdapat dua poin krusial yang ditegaskan:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bantahan Kontak Fisik: Warga membantah keras adanya tuduhan penganiayaan maupun pengeroyokan terhadap Kades.
Kondisi Lapangan: Meski suasana di halaman Balai Desa sempat riuh saat Kades menemui massa, saksi mata memastikan tidak ada satu pun sentuhan fisik dari warga terhadap Kades.
Redaksi Kedepankan Asas Cover Both Sides
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak redaksi memberikan ruang klarifikasi seluas-luasnya sebagai bentuk kepatuhan terhadap UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. 
Pihak redaksi menjelaskan bahwa berita awal bersumber dari keterangan kepolisian saat Kades melakukan koordinasi. Redaksi mengakui adanya kendala teknis dan deadline yang menyebabkan informasi dari sisi warga belum terakomodasi pada tayangan pertama.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa klarifikasi yang seimbang adalah keharusan. Karena kendala teknis dan kesulitan menemui perwakilan warga di waktu yang bersamaan, kami sebelumnya baru mengutip dari satu pihak,” ujar perwakilan redaksi saat menerima audiensi warga.
Menjamin Hak Sanggah Warga
Redaksi mengapresiasi kehadiran warga untuk meluruskan peristiwa 2 Maret tersebut. Sesuai regulasi pers, masyarakat memiliki hak penuh untuk menyanggah atau memberikan penjelasan tambahan terhadap pemberitaan yang dirasa belum utuh.
“Prinsip kerja kami adalah memberikan informasi objektif, bukan menghakimi. Kami tidak dalam posisi menentukan siapa yang benar atau salah secara hukum. Kehadiran warga sangat kami apresiasi agar informasi ke publik menjadi lengkap dan berimbang,” tambahnya.
Dorong Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain memberikan ruang hak jawab, redaksi berharap polemik antara perangkat desa dan masyarakat dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Redaksi mendorong agar jalur komunikasi kekeluargaan lebih diutamakan demi menjaga kondusivitas desa, dibandingkan menempuh proses hukum yang panjang.
Reporter: Teguh
Tegal, DN-II Menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H, jajaran Polri melaksanakan patroli serta monitoring ke sejumlah SPBU guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman bagi masyarakat, Senin (09/03/2026). Kegiatan ini juga diikuti dengan koordinasi bersama pihak *Pertamina Patra Niaga* di wilayah *Fuel Terminal Pertamina Larangan Tegal*.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan *Sdr. Azri selaku SBM FT Pertamina Depo Larangan Tegal*, secara umum stok BBM di Fuel Terminal tersebut dalam *kondisi aman dan mencukupi untuk penyaluran kepada masyarakat*. Stok tersebut juga akan terus dilakukan top up setiap hari, sehingga dalam menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tidak terdapat kendala terkait ketersediaan BBM.
Pertamina melalui unit SPBU juga telah mengaktifkan Satgas RAFI tahun 2026 guna mengamankan pasokan energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, Pertamina memanfaatkan Pertamina Digital Hub untuk membantu pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berbagai layanan tambahan turut disiagakan seperti SPBU modular dan motorist di sejumlah titik strategis, terutama di jalur tol, guna memberikan pelayanan cepat apabila terdapat kendaraan pemudik yang membutuhkan pasokan BBM.

Terkait adanya isu geopolitik di Timur Tengah yang sempat memicu panic buying di beberapa wilayah di Indonesia, pihak Pertamina menegaskan bahwa operasional distribusi BBM ke SPBU di seluruh wilayah tetap stabil dan tidak terjadi kekosongan stok. *Cadangan stok BBM nasional yang mencapai sekitar 20 hari merupakan standar operasional yang menunjukkan sistem ketahanan energi berjalan dengan baik, di mana stok terus dijaga sembari pasokan baru tetap masuk secara berkelanjutan*.
Pertamina juga memastikan harga BBM di SPBU tetap stabil, meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan akibat penutupan Selat Hormuz.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa jajaran Polri akan terus melakukan patroli serta monitoring di SPBU guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Polres Tegal bersama pihak Pertamina terus melakukan koordinasi dan pemantauan langsung di lapangan. Kami memastikan distribusi BBM berjalan lancar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H.
Dengan adanya patroli dan koordinasi lintas instansi tersebut, diharapkan kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik serta situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Tegal tetap aman dan kondusif. ( Bim )
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sinergi BPP Muara Kuang dan TMI: Gelar Panen Ubinan Sekaligus Tanam Perdana Jagung Pakan
MUARA KUANG, WWW.DETIKNASIONAL.COM // Kelompok Tani Harapan Baru di Kelurahan Muara Kuang, Kecamatan Muara Kuang, sukses menggelar kegiatan panen ubinan sekaligus tanam perdana jagung pakan pada Senin (09/03/2026). Agenda ini dihadiri langsung oleh Koordinator Penyuluh (KORLU) BPP Kecamatan Muara Kuang beserta jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah setempat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produktivitas pangan daerah.
Kegiatan strategis ini juga dihadiri oleh Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI) wilayah Kecamatan Muara Kuang, Hasan, yang didampingi oleh Denika selaku Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Muara Kuang. Kehadiran para pemangku kepentingan ini bertujuan untuk memastikan proses pengambilan sampel ubinan berjalan akurat guna memetakan potensi hasil panen riil di lapangan.
Setelah prosesi panen ubinan selesai, agenda utama dilanjutkan dengan aksi simbolis tanam perdana jagung pakan di lahan milik Kelompok Tani Harapan Baru. Langkah ini diambil sebagai upaya diversifikasi komoditas pertanian di Muara Kuang, mengingat potensi pasar jagung pakan yang sangat menjanjikan bagi peningkatan ekonomi masyarakat perdesaan di masa mendatang.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mulyanto, selaku Ketua KORLU BPP Muara Kuang, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian petani saat ini karena hasil yang didapat tergolong sangat baik. “Berdasarkan pengukuran di lapangan, hasil ubinan kering kali ini mencapai 7,6 ton per hektar. Kami dari pihak BPP berkomitmen akan terus memberikan pendampingan teknis agar angka produktivitas ini bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujar Mulyanto.
Senada dengan hal tersebut, Hasan selaku Ketua umum TMI Kecamatan Muara Kuang menegaskan bahwa sinergi antarlembaga sangat krusial dalam mengawal kesejahteraan petani di akar rumput. “Tani Merdeka Indonesia hadir sebagai mitra strategis untuk memastikan setiap kendala petani dapat teratasi dengan cepat. Kami sangat mendukung inisiatif tanam jagung pakan ini dan berharap semangat kelompok tani ini dapat menular ke wilayah lain,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi diskusi lapangan antara petugas POPT, penyuluh, dan pengurus kelompok tani mengenai langkah antisipasi hama serta ketersediaan sarana produksi pertanian (saprodi). Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan sektor pertanian di Kecamatan Muara Kuang semakin mandiri dan mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan di Ogan Ilir.
REPORT : JULIYAN
BREBES, DN-II Wajah dunia pendidikan di Indonesia terus mengalami metamorfosis. Perbandingan antara sosok guru di era 70-an hingga 90-an dengan pendidik masa kini—yang didominasi generasi Milenial dan Gen Z—memantik diskusi mendalam mengenai pergeseran nilai, dedikasi, hingga tantangan profesionalisme di tengah gempuran teknologi.
Antara Dedikasi Murni dan Kecakapan Digital
Guru pada era 70-an hingga 90-an sering kali dikenang sebagai sosok dengan dedikasi yang berakar pada pengabdian tulus. Fokus utama mereka adalah transfer of knowledge. Meski dengan keterbatasan fasilitas, guru kala itu menjadi satu-satunya otoritas ilmu pengetahuan bagi murid-muridnya.
“Dulu, guru adalah pusat ilmu. Peran kami sangat dominan sebagai sumber informasi tunggal di kelas,” ujar Budi Wahyono, S.Pd., M.M., saat merefleksikan perubahan zaman.
Kini, paradigma tersebut berubah total. Guru masa kini dituntut memiliki keunggulan kompetitif dalam penguasaan teknologi. Ruang kelas bertransformasi menjadi ekosistem interaktif berbasis digital. Peran guru pun bergeser; dari sekadar pemberi ilmu menjadi fasilitator sekaligus kurator informasi di tengah banjirnya data dari internet.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Paradigma Disiplin: Dulu vs Sekarang
Perubahan paling kontras terlihat dalam metode penegakan disiplin di sekolah:
Era Klasik: Ketegasan sering kali diwujudkan melalui sanksi fisik yang dianggap sebagai bentuk “pendidikan karakter”. Saat itu, terdapat konsensus tak tertulis antara guru dan orang tua bahwa hukuman adalah bagian dari proses pendewasaan.
Era Modern: Guru kini berhadapan dengan paradigma hukum yang lebih ketat, khususnya terkait regulasi perlindungan anak. Hal ini membuat banyak pendidik memilih untuk “bermain aman”. Ketakutan akan tuntutan hukum membuat sanksi tegas mulai memudar, yang di satu sisi memberikan perlindungan bagi siswa, namun di sisi lain menciptakan tantangan baru dalam pembentukan kemandirian dan karakter siswa.
Realitas Kesejahteraan dan Kompleksitas Tantangan
Sektor kesejahteraan mencatatkan lompatan signifikan. Menilik ke belakang, banyak praktisi pendidikan memulai karier dengan penghasilan yang sangat terbatas, bahkan ada yang hanya menerima Rp100.000 per bulan di masa awal pengabdian mereka.
Saat ini, berkat kebijakan sertifikasi dan penyesuaian anggaran, posisi ekonomi guru jauh lebih stabil dengan pendapatan yang meningkat tajam. Namun, peningkatan kesejahteraan ini berbanding lurus dengan kompleksitas tuntutan administratif dan kompetensi yang harus dipenuhi.
Tantangan Menjaga Jiwa Pendidik
Di tengah disrupsi teknologi yang mengancam banyak profesi konvensional, profesi guru tetap memiliki satu elemen yang sulit digantikan oleh mesin: koneksi emosional.
Pakar pendidikan menekankan bahwa meskipun guru masa kini jauh lebih adaptif secara teknologi, ada kerinduan mendalam akan keteladanan, dedikasi spiritual, dan integritas moral yang menjadi ciri khas guru era terdahulu.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kesimpulan
Modernisasi pendidikan memang membawa kemudahan akses informasi yang tak terbatas, namun menyisakan pekerjaan rumah besar: bagaimana menjaga nilai-nilai karakter di tengah laju digitalisasi. Menyeimbangkan kecanggihan teknologi dengan ketegasan moral dan empati adalah kunci utama bagi pendidik masa depan agar tetap relevan dan berdaya guna bagi generasi penerus bangsa.
Reporter: Teguh
TEGAL, DN-II Kondisi infrastruktur di ruas jalan tol lintas Pekalongan menuju Jakarta tengah menjadi sorotan tajam. Banyaknya titik jalan yang berlubang serta permukaan yang bergelombang dikeluhkan oleh para pengguna jalan karena dinilai membahayakan keselamatan berkendara.
Keluhan tersebut salah satunya datang dari Slamet (45), warga Kelurahan Padarbatang, Kecamatan Brebes, yang sehari-harinya melintasi jalur bebas hambatan ini. Menurutnya, kerusakan jalan terjadi hampir merata, baik di lajur lambat (kiri) maupun lajur cepat (kanan).
“Kondisinya rusak parah dan banyak lubang di mana-mana. Baik di sisi kanan maupun kiri, semuanya sulit dilewati,” ujar Slamet saat ditemui, Senin (9/3/2026).
Slamet, yang rutin menggunakan akses tol tersebut selama setahun terakhir, menambahkan bahwa kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan permanen yang menyeluruh. Hal ini memaksa para pengemudi untuk ekstra waspada, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Rawan Kecelakaan, Warga Desak Perbaikan Segera
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kerusakan jalan ini bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi jalan yang tidak prima diduga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di ruas Tol Tegal beberapa waktu lalu, tepatnya pada sore hari.
Slamet berharap pihak pengelola jalan tol segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan total sebelum kerusakan tersebut memicu insiden yang lebih fatal.
“Harapan saya sebagai pengguna jalan, segera diperbaiki. Jangan dibiarkan lama-lama karena ini taruhannya nyawa,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, para pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi titik-titik rawan lubang di sepanjang ruas Pekalongan menuju Jakarta, serta senantiasa menjaga jarak aman antar kendaraan guna menghindari kecelakaan.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
