JAKARTA, DN-II Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian jajaran pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih efektif dan akuntabel.
Pengumuman pergantian pimpinan tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam konferensi pers tersebut, Mensesneg didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari.
Hasil Evaluasi 1,5 Tahun
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pergantian ini merupakan hasil dari proses monitoring dan evaluasi mendalam yang dilakukan pemerintah selama 1,5 tahun terakhir.
”Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pimpinan Baru BGN
Dalam keputusan tersebut, Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Nanik akan didampingi oleh dua Wakil Kepala, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Kepemimpinan baru ini menggantikan pejabat sebelumnya, yakni Dadan Hindayana (Kepala BGN) serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya (Wakil Kepala BGN). Atas nama pemerintah, Prasetyo menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pejabat lama dalam membangun fondasi kelembagaan Badan Gizi Nasional sejak awal dibentuk.
”Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi serta mengembangkan Badan Gizi Nasional,” imbuh Prasetyo.
Harapan Presiden untuk Kepemimpinan Baru
Presiden Prabowo menaruh harapan besar kepada jajaran pimpinan baru agar segera melakukan konsolidasi internal. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Menurut Mensesneg, sinergi yang kuat sangat krusial untuk memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan tetap memegang teguh prinsip akuntabilitas.
”Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” pungkasnya.
JAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini menjadi sorotan publik mengingat peran krusial BGN dalam mengawal program prioritas pemerintah terkait pemenuhan gizi masyarakat. (2/6/2026).
Keputusan pemberhentian tersebut tertuang dalam kebijakan terbaru pemerintah yang telah dikonfirmasi oleh pihak istana pada 2 Juni 2026.Meskipun telah resmi dilakukan pergantian, hingga saat ini belum ada keterangan rinci mengenai alasan spesifik di balik keputusan Presiden terkait perombakan posisi strategis tersebut.
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa perombakan di tubuh Badan Gizi Nasional merupakan langkah evaluasi internal yang lazim dilakukan oleh pemerintahan baru. Publik kini menanti langkah selanjutnya, terutama mengenai siapa sosok yang akan menggantikan posisi tersebut dan bagaimana keberlangsungan program makan bergizi yang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Keberadaan Badan Gizi Nasional memegang peran vital dalam menjamin kualitas asupan gizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. Oleh karena itu, pengangkatan pimpinan baru diharapkan mampu memberikan akselerasi nyata dalam implementasi program di lapangan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari instansi terkait. Transparansi dalam proses transisi kepemimpinan di BGN dinilai sangat penting agar kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah tetap terjaga.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pihak Istana Kepresidenan dijadwalkan akan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pelantikan pejabat pengganti dalam waktu dekat. Fokus utama saat ini tetap tertuju pada bagaimana pergantian pimpinan ini dapat memberikan dampak positif bagi efektivitas layanan gizi nasional bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Publisher -Red
BREBES, DN-II Nasib nahas menimpa Nurkholis (66), warga Kampung Panawuan, RT 02/RW 03, Desa Wanoja, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Rumah miliknya ludes terbakar pada Minggu malam (31/5/2026) setelah ditinggalkan pemiliknya untuk menghadiri hajatan keluarga. Kebakaran diduga dipicu oleh sisa pembakaran sampah kandang ayam yang belum padam sempurna.
Kepala Desa Wanoja, Salyo Pranoto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Minggu siang sekitar pukul 13.20 WIB. Saat itu, korban membakar sisa material kandang penetasan telur di dekat rumahnya.
“Korban menganggap api sudah padam, sehingga ia meninggalkan rumah untuk membantu kerabatnya yang sedang menggelar hajatan. Ternyata, bara api masih menyala dan perlahan membesar,” ujar Salyo melalui keterangan tertulisnya.
Api yang diduga berasal dari sisa pembakaran tersebut baru mulai membesar sekitar pukul 21.00 WIB. Kobaran api dengan cepat merambat dari area bekas kandang hingga menjalar ke dinding dan atap bagian dapur rumah korban.
Melihat kobaran api, seorang warga setempat bernama Kurniawan segera menginformasikan kejadian tersebut melalui pengeras suara. Warga sekitar dengan sigap bergotong royong melakukan upaya pemadaman manual menggunakan selang air dan memanfaatkan jaringan pipa air Pamsimas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Camat Salem, Rudy Antoro, S.STP, M.M., melalui Kasi Trantibum, Tasikun Pilu Triyana, A.Md., membenarkan adanya laporan kebakaran tersebut. Pihaknya segera mengerahkan tim menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan pada pukul 20.30 WIB.
“Berkat kerja sama dan gotong royong warga setempat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.50 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 35 juta,” jelas Tasikun.
Pihak pemerintah desa dan kecamatan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan tidak ceroboh saat melakukan aktivitas pembakaran sampah atau sisa material di sekitar pemukiman.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua. Jika membakar sesuatu di dekat rumah, pastikan bara api benar-benar telah padam sebelum ditinggalkan, guna mengantisipasi musibah serupa,” tegasnya. Red/AL
Boyolali, DN-II Semangat dan optimisme terus ditunjukkan keluarga besar Kodim 0724/Boyolali dalam memberikan dukungan kepada Kontingen Kodam IV/Diponegoro yang tengah berlaga pada Lomba Pencak Silat Militer (PSM) Virtual tingkat TNI Angkatan Darat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui doa bersama yang dilaksanakan setiap hari usai apel pagi di Makodim 0724/Boyolali, Selasa (02/06/2026).
Kegiatan doa bersama ini menjadi bentuk ikhtiar batin yang melengkapi berbagai persiapan matang yang telah dilakukan para atlet dan peserta kontingen. Dengan penuh khidmat, seluruh anggota Kodim memanjatkan doa agar para peserta diberikan kelancaran, keselamatan, dan hasil terbaik selama mengikuti ajang bergengsi tersebut.
Pasiops Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Muslih, menyampaikan bahwa doa bersama akan terus dilaksanakan hingga seluruh rangkaian lomba selesai. Menurutnya, selain kemampuan dan latihan yang maksimal, dukungan spiritual juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan diri dan mental juang para peserta.
“Setiap hari usai apel pagi kita akan melaksanakan doa bersama seperti ini sampai selesainya kejuaraan nanti. Semoga kontingen PSM Kodam IV/Diponegoro senantiasa diberikan keselamatan, kesuksesan, dan keberhasilan dalam setiap tahapan perlombaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapten Inf Muslih menegaskan bahwa doa merupakan kekuatan yang mampu menghadirkan harapan dan perubahan ke arah yang lebih baik. “Nasib tidak bisa dirubah, takdir tidak bisa diganti, namun dengan kekuatan doa semua bisa berubah,” tandasnya penuh keyakinan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kebersamaan dan doa yang terus dipanjatkan, seluruh prajurit Kodim 0724/Boyolali berharap Kontingen Kodam IV/Diponegoro mampu tampil maksimal, mengharumkan nama satuan, serta meraih prestasi terbaik dalam Lomba PSM Virtual jajaran TNI AD tahun 2026. Dukungan moril ini menjadi bukti kuatnya solidaritas dan semangat juang yang senantiasa menyertai setiap langkah para prajurit dalam meraih kemenangan. Red
PUNCAK JAYA, DN-II Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme, Senin (1/6/2026).
Sebanyak 800 warga dari berbagai elemen masyarakat terlibat dalam aksi kolosal kirab dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter.
Kegiatan bertajuk “Kirab Merah Putih” yang diinisiasi oleh DPC Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Puncak Jaya ini dipusatkan di depan Makodim 1714/Puncak Jaya.
Aksi ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Ketua DPC BMP RI Yadius Tabuni, Asisten I Sekda Yahya Wonorengga, Dandim 1714/PJ Letkol Inf Bagus, Kapolres Puncak Jaya AKBP Yuda Wicaksono, serta para Dansatgas TNI yang bertugas di wilayah tersebut.
Sebelum kirab dimulai, antusiasme warga tampak meningkat saat tim kesehatan Satgas Yonif 743/PSY dan Yonif 136/TS menyelenggarakan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian bendera Merah Putih untuk masyarakat sekitar.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Simbol Persatuan di Puncak Zaitun
Dengan penuh semangat, massa mengarak bendera raksasa berukuran 50 x 6 meter sejauh dua kilometer menuju Puncak Zaitun. Sepanjang perjalanan, iring-iringan warga mencerminkan soliditas dan semangat persatuan bangsa.
Setibanya di titik finis, Asisten I Pemkab Puncak Jaya, Yahya Wonorengga, membacakan sambutan tertulis Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda. Dalam amanatnya, Bupati menekankan peran vital Pancasila sebagai pemersatu bangsa di tengah keberagaman. 
“Pancasila adalah alat pemersatu bangsa di tengah keberagaman. Nilai-nilai luhur Pancasila harus tetap tegak sebagai pedoman hidup serta menjadi fondasi utama bagi kita semua dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Yahya.
Ikrar Kesetiaan kepada NKRI
Puncak acara ditutup dengan pembacaan Ikrar Pancasila oleh seluruh peserta di area Puncak Zaitun. Ikrar tersebut menjadi penegasan komitmen warga Puncak Jaya untuk tetap setia kepada NKRI, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta menolak tegas segala bentuk paham yang bertentangan dengan UUD 1945.
Seluruh rangkaian aksi yang sarat akan pesan persatuan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga akhir acara. Red
TEGAL, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, saat Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 tingkat Kota Tegal di depan Pendopo Ki Gede Ssbayu, Senin (1/6/2026) pagi.
Dalam sambutan Kepal Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI menyampaikan bahwa tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 adalah ”Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” paparnya
Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. 
“Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” paparnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepal Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI dalam sambutannya juga berpesan untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” paparnya.
Dalam upacara tersebut hadir juga Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro, Perwakilan Forkopimda, Assiten, Kepala OPD, Camat, Lurah, TNI, POLRI, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan pelajar Kota Tegal. (* S. Bimantoro )
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara kenegaraan dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa sekaligus landasan Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara Indonesia, “Hari ini kita peringati 81 tahun hari lahirnya Pancasila. Delapan puluh satu tahun yang lalu, Bung Karno berdiri di hadapan Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah negara Republik Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden juga menekankan pentingnya Pancasila sebagai pegangan bangsa di tengah berbagai tantangan global. “Di tengah dunia yang makin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh, pegangan itu adalah Pancasila,” lanjut Presiden.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sebagai komponen utama pertahanan negara, TNI berkomitmen untuk terus memegang teguh nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan nasional guna mendukung terwujudnya Indonesia yang aman, kuat, dan sejahtera. Red
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045
Timika, DN-II Di sebuah sekolah sederhana di pedalaman Papua, puluhan anak tampak tersenyum ceria mengikuti pelajaran matematika. Dengan penuh semangat mereka mengangkat tangan, menjawab pertanyaan, dan bercita-cita menjadi guru, dokter, pilot, hingga pemimpin masa depan Papua.
Pemandangan ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat Papua, tawa anak-anak yang kembali memenuhi ruang kelas merupakan tanda bahwa harapan terus tumbuh di tanah yang mereka cintai.
Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Satgas Teritorial Koops TNI Habema menggelar berbagai kegiatan edukatif bagi generasi muda Papua. Melalui program Matematika Bela Negara, anak-anak tidak hanya belajar berhitung, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja keras, kejujuran, serta semangat pantang menyerah sebagai bagian dari nilai-nilai luhur Pancasila.
Bagi mereka, Pancasila bukan sekadar hafalan di atas kertas. Pancasila hadir dalam kehidupan sehari-hari, ketika anak-anak dapat belajar dengan tenang, ketika masyarakat dapat beribadah dengan damai, dan ketika warga dari berbagai suku dan latar belakang hidup berdampingan dalam persaudaraan.
Dansatgaster Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, S.I.P., mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar untuk masa depan Papua. “Kami ingin anak-anak Papua tumbuh dengan mimpi yang besar. Mereka adalah masa depan bangsa. Melalui pendidikan, kami ingin menanamkan semangat cinta tanah air, kerja keras, dan nilai-nilai Pancasila agar mereka kelak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan membangun Papua yang lebih maju.”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hari ini, tanda-tanda Papua yang damai semakin terlihat. Sekolah-sekolah kembali ramai. Anak-anak bermain tanpa rasa takut. Mama-mama Papua kembali berjualan di pasar. Petani kembali mengolah kebun. Gereja dan rumah ibadah dipenuhi umat yang berdoa dengan tenang. Di berbagai sudut Papua, masyarakat terus melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan. Inilah wajah Papua yang sesungguhnya. Papua yang ingin hidup damai. Papua yang ingin anak-anaknya tumbuh sehat dan berpendidikan. Papua yang ingin maju bersama seluruh anak bangsa.
Melalui semangat Hari Lahir Pancasila, Satgas Teritorial Koops TNI Habema berkomitmen terus hadir bersama masyarakat, mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat, serta mendukung terwujudnya Papua yang aman, damai, maju, dan sejahtera. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya tentang keamanan yang terjaga. Tetapi tentang senyum anak-anak yang kembali merekah. Tentang harapan yang tumbuh di setiap kampung. Dan tentang masa depan Papua yang semakin terang di bawah naungan Merah Putih.
Dari Papua, untuk Indonesia. Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Raya. Red
BENGKULU, DN-II Isu dugaan pelanggaran etika yang menyeret oknum di lingkungan PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Kasus ini memicu reaksi publik yang menuntut transparansi serta langkah tegas dari manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut dalam menyelesaikan persoalan internalnya. (1/6/2026).
Menanggapi kabar yang beredar, pihak manajemen PDAM Tirta Hidayah angkat bicara. Kepala Bagian Umum PDAM Tirta Hidayah, Haryansyah, menyatakan pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut setelah mendapatkan informasi mengenai persoalan tersebut.
“Saat ini saya belum mengetahui detail permasalahannya. Kami perlu melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait terlebih dahulu. Berdasarkan informasi yang beredar, memang ada keterlibatan orang dari internal PDAM,” ujar Haryansyah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Meskipun belum memaparkan rincian kasus, Haryansyah menegaskan bahwa manajemen tidak akan bersikap pasif. Pihaknya menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat guna mendapatkan klarifikasi secara komprehensif.
“Besok (hari ini, red) akan segera kami panggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” tegasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menjaga Integritas dan Kepercayaan Publik
Isu ini menjadi ujian bagi komitmen PDAM Tirta Hidayah dalam menjaga integritas serta efektivitas pengawasan internal. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah serta Kode Etik Pegawai, setiap pelanggaran disiplin memiliki konsekuensi tegas, baik secara administratif maupun hukum.
Sanksi bagi pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran berat dapat berupa teguran tertulis, penurunan pangkat, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
Sebagai penyedia layanan publik vital, masyarakat sebagai pelanggan berhak mendapatkan kepastian bahwa operasional perusahaan berjalan profesional dan bebas dari perilaku yang mencederai kepercayaan publik. Lambannya penanganan atau ketidaktindakan manajemen dikhawatirkan dapat memicu spekulasi yang kontraproduktif bagi citra perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, hasil pemeriksaan maupun klarifikasi dari pihak terkait belum dipublikasikan. Sesuai dengan prinsip jurnalistik, pihak yang bersangkutan memiliki hak jawab untuk memberikan penjelasan guna melengkapi informasi yang ada.
Redaksi Investigasi News akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus ini untuk memastikan transparansi dan kejelasan bagi publik. Red
BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes menggelar konferensi pers guna menyampaikan hasil pengungkapan sejumlah kasus tindak pidana menonjol yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Brebes selama bulan Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (1/6/2026) di Aula Sanika Satyawadha Polres Brebes ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Brebes Kompol Ryke Rhimadhila dengan didampingi Kasat Reskrim, Ps. Kasi Humas, serta dihadiri oleh sejumlah awak media.
Dalam keterangannya, Wakapolres Brebes menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kriminalitas demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Dari sejumlah kasus yang ditangani, terdapat empat kasus utama yang menjadi perhatian publik, mulai dari pencurian dengan pemberatan hingga kekerasan seksual dan tawuran berdarah yang melibatkan anak di bawah umur.
Kasus pertama yang dirilis adalah tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Peristiwa tragis ini bermula dari aksi saling tantang antar-kelompok remaja melalui media sosial Instagram. Kelompok “kidul18society” dan aliansinya bersepakat melakukan tawuran dengan format *five-on-five* (lima lawan lima) melawan kelompok “bledos19boys”.
Aksi duel bersenjata tajam tersebut pecah pada Sabtu, 2 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB di jalan masuk Desa Wanacala, Kecamatan Songgom. Dalam bentrokan itu, seorang remaja berinisial AF (17) mengalami luka sabetan senjata tajam jenis corbek pada pangkal paha selangkangan kiri. Korban kemudian ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di saluran irigasi pada pagi harinya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berkat penyelidikan intensif Satreskrim Polres Brebes, polisi berhasil mengamankan seorang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berusia 16 tahun yang diduga kuat sebagai pelaku utama. Pelaku kini dijerat Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76C UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.
Keberhasilan lain ditunjukkan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Brebes yang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di salah satu toko modern di Kecamatan Brebes. Pembobolan ini diketahui pada Rabu, 27 Mei 2026 pagi, saat kepala toko mendapati etalase kasir berantakan dan atap plafon berlubang akibat dijebol. Sebanyak 406 bungkus rokok raib dengan kerugian mencapai Rp11.817.781,-
Berdasarkan hasil olah TKP, petugas mendapatkan petunjuk mengenai kendaraan operasional pelaku berupa satu unit angkutan kota (angkot) berwarna biru. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke wilayah Jawa Barat dan berhasil menangkap tersangka berinisial NH (44), warga Kabupaten Cirebon, di kediamannya.
Dari tangan tersangka, petugas menyita kunci pas ukuran 8 yang digunakan untuk membuka atap seng, angkot biru, serta 129 bungkus rokok sisa curian. Tersangka NH dibidik dengan Pasal 477 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Polres Brebes juga mengungkap kasus memilukan terkait kekerasan seksual terhadap anak. Seorang pria berinisial IMD (40) ditangkap lantaran diduga tega menyetubuhi adik iparnya yang masih berusia 17 tahun secara berulang kali. Aksi bejat ini dilakukan tersangka dalam kurun waktu Februari hingga Oktober 2025 di sebuah rumah di wilayah Brebes.
Kasus ini terungkap setelah korban mengalami trauma psikologis berat dan sempat mengutarakan niat mengakhiri hidup kepada ibunya pada April 2026. Setelah didampingi pihak keluarga secara persuasif, korban akhirnya mengaku telah menjadi korban kebiadaban kakak iparnya. Modus tersangka adalah memanfaatkan kedekatan keluarga serta mengancam korban menggunakan rekaman video pribadi korban yang diambil tanpa hak.
Kini IMD telah ditahan dan dijerat Pasal 473 Ayat (2) Huruf b UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Kasus terakhir yang dipaparkan adalah tawuran remaja yang terjadi di wilayah Kecamatan Wanasari pada Senin, 30 Maret 2026 silam. Hampir mirip dengan kasus di Songgom, peristiwa ini dipicu oleh aksi saling tantang di Instagram antara akun “KARBAK73” dan “DOSQ30” yang sepakat menggelar duel maut format dua lawan dua memakai senjata tajam.
Dalam perkelahian tersebut, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dari kelompok DOSQ30 menderita luka bacok serius di tubuhnya. Meski sempat dilarikan dan dirujuk ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.
Melalui serangkaian penyelidikan, mengumpulkan alat bukti, dan memeriksa saksi-saksi, Satreskrim Polres Brebes menetapkan seorang remaja berusia 15 tahun sebagai Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH). Polisi juga menyita sebilah senjata tajam jenis corbek sepanjang satu meter. ABH tersebut kini menghadapi jeratan Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Polres Brebes juga memberikan atensi khusus kepada maraknya fenomena tawuran dan kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur. Kepolisian mengimbau kepada para orang tua, pihak sekolah, serta tokoh masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama dalam bijak menggunakan media sosial.
Polres Brebes memastikan akan terus mengoptimalkan patroli siber serta tindakan preventif di lapangan guna mencegah kejahatan serupa kembali terulang demi menjamin rasa aman bagi masyarakat Brebes. Red/Casroni
