*Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi*
Kendari, www.detik-nasional.com // Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kompas.com tersebut memberikan penghargaan dalam empat kategori, yakni penurunan tingkat pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi, serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah (Pemda) yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Daerah yang berhasil meraih penghargaan memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp3 miliar untuk Terbaik I, Rp2 miliar untuk Terbaik II, dan Rp1 miliar untuk Terbaik III.
Menurut Mendagri, pemberian penghargaan berbasis regional dilakukan agar proses penilaian lebih adil dan proporsional, mengingat karakteristik dan tantangan tiap wilayah di Indonesia berbeda-beda.
“Oleh karena itulah kemudian kita membuatnya menjadi regional, region. Region Sumatera sudah kita lakukan beberapa waktu yang lalu di Palembang, kemudian di Kalimantan dilaksanakan di Balikpapan dan beberapa waktu yang lalu [juga digelar] di Mataram,” ujar Mendagri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menegaskan, hasil penilaian dilakukan secara objektif dengan mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) serta Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Mendagri menambahkan, kegiatan serupa juga akan digelar untuk regional Jawa-Bali dan Papua. Ia berharap, ajang tersebut mampu memacu semangat kompetisi antardaerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Acara ini adalah salah satu upaya kita untuk memberikan award, untuk memotivasi rekan-rekan kepala daerah. Yang kedua juga untuk membuktikan … bahwa banyak kepala daerah juga baik,” tandas Mendagri.
Pada kategori penurunan tingkat pengangguran, untuk tingkat kabupaten penghargaan diberikan kepada Kabupaten Kolaka sebagai Terbaik I, Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai Terbaik II, dan Kabupaten Kolaka Utara sebagai Terbaik III. Adapun pada tingkat kota, penghargaan diraih Kota Baubau sebagai Terbaik I, Kota Kendari sebagai Terbaik II, dan Kota Parepare sebagai Terbaik III. Sementara itu, untuk tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Provinsi Sulawesi Barat.
Di kategori creative financing, untuk tingkat kabupaten penghargaan diberikan kepada Kabupaten Wajo sebagai Terbaik I, Kabupaten Kolaka sebagai Terbaik II, dan Kabupaten Mamasa sebagai Terbaik III. Pada tingkat kota, Kota Makassar meraih penghargaan Terbaik I, disusul Kota Palu sebagai Terbaik II dan Kota Manado sebagai Terbaik III. Sedangkan pada tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Terbaik I dan Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Terbaik II.
Selanjutnya, pada kategori pengendalian inflasi, untuk tingkat kabupaten penghargaan diraih Kabupaten Sigi sebagai Terbaik I, Kabupaten Polewali Mandar sebagai Terbaik II, dan Kabupaten Takalar sebagai Terbaik III. Untuk tingkat kota, Kota Bitung memperoleh penghargaan Terbaik I, Kota Palopo sebagai Terbaik II, dan Kota Palu sebagai Terbaik III. Adapun pada tingkat provinsi, penghargaan diberikan kepada Provinsi Gorontalo sebagai Terbaik I dan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Terbaik II.
Sementara itu, pada kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, untuk tingkat kabupaten penghargaan diberikan kepada Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai Terbaik I, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebagai Terbaik II, dan Kabupaten Gowa sebagai Terbaik III. Pada tingkat kota, Kota Tomohon berhasil meraih penghargaan Terbaik I, diikuti Kota Manado sebagai Terbaik II dan Kota Makassar sebagai Terbaik III. Sedangkan untuk tingkat provinsi, penghargaan diraih Provinsi Sulawesi Utara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta para kepala daerah se-Regional Sulawesi.
Puspen Kemendagri
REDAKSI
Kendari, DN-II Ungkapan “negara hadir untuk rakyat” perlu diwujudkan melalui langkah yang konkret. Karena itu, pemerintah sebagai representasi negara harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami kebutuhan mereka secara nyata. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat dan peran negara dalam kehidupan sehari-hari.
“Di sinilah kita ingin merubah cara berpikir kita agar masyarakat yang betul-betul mengharapkan tangan dari pemerintah itu betul-betul mereka menemukan tangan itu,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat meninjau lokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Mendagri menjelaskan, kunjungannya bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang perumahan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 alokasi bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2025 bantuan hanya menyasar 1.129 unit rumah, maka pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 8.973 unit rumah. Setiap unit mendapatkan bantuan peningkatan kualitas rumah sebesar Rp20 juta.
Sementara itu, khusus di Kota Kendari, pemerintah menargetkan rehabilitasi sebanyak 548 unit rumah bagi masyarakat dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurut Mendagri, program bedah rumah dan pembangunan perumahan tersebut merupakan salah satu langkah berskala besar yang belum pernah ditemuinya selama menjabat sebagai Mendagri.
“Sepertinya selama saya jadi Mendagri, baru kali ini ada program yang betul-betul besar untuk membantu rakyat yang rumahnya tidak layak, termasuk juga membangun perumahan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mendagri mengapresiasi arahan Presiden Prabowo Subianto serta langkah Menteri PKP yang kerap turun langsung meninjau kawasan permukiman masyarakat kurang mampu. Ia berharap program bantuan perumahan tersebut dapat terus berlanjut dan diperluas pada tahun-tahun mendatang guna mengurangi backlog perumahan di Indonesia.
“Kita doakan saja tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya program ini berlanjut dan bertambah terus supaya masalah yang ada, yang kita sebut dengan backlog, masalah yang ada baik orang yang tidak punya rumah maupun tidak layak huni ini makin lama makin berkurang,” pungkasnya. Red
KAMPAR, DN-II Gelombang protes melanda ribuan petani kelapa sawit swadaya di Kabupaten Kampar, Riau. Mereka mengeluhkan penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dilakukan secara sepihak oleh sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan pengepul. Harga di tingkat petani saat ini dilaporkan terjun bebas, jauh di bawah harga acuan resmi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Riau.
Per Jumat (29/05/2026), harga jual TBS di tingkat petani di berbagai kecamatan dilaporkan menyentuh angka Rp 800 hingga Rp 1.050 per kilogram. Kondisi ini sangat kontras dengan harga acuan yang berada di kisaran Rp 3.340 hingga Rp 3.400 per kilogram di tingkat peron.
Anjloknya harga ini membuat petani menjerit, mengingat biaya operasional perkebunan—seperti harga pupuk, obat-obatan, hingga upah panen—justru terus mengalami kenaikan.
Kedok Kebijakan Pusat
Para pelaku usaha PKS dan pengepul berdalih bahwa penurunan harga tersebut merupakan dampak dari kebijakan baru terkait tata kelola sumber daya alam yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026 lalu. Kebijakan tersebut mewajibkan ekspor komoditas strategis, termasuk minyak sawit, dilakukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pengekspor tunggal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Namun, petani menilai alasan tersebut hanyalah akal-akalan oknum pengusaha untuk menekan harga. Menurut perhitungan petani, dampak kebijakan tersebut terhadap harga CPO global seharusnya hanya memicu penurunan sekitar Rp 300 hingga Rp 400 per kilogram, bukan penurunan drastis hingga lebih dari Rp 2.000 per kilogram seperti yang terjadi saat ini.
“Kami sangat dirugikan. Ini jelas permainan harga. Biaya produksi tinggi, sementara harga jual dipotong semaunya. Kami tidak sanggup menanggung kerugian terus-menerus,” ungkap Mulyono, perwakilan petani dari Kecamatan Tapung Hulu, Rabu (28/05/26). 
Desakan Sidak dan Penegakan Aturan
Ketidakadilan ini dirasakan kian nyata karena mengabaikan mekanisme penetapan harga oleh Tim Penetapan Harga Provinsi Riau yang bersifat mengikat bagi seluruh PKS. Para petani swadaya yang tergabung dari wilayah Tapung Hulu, Tapung, Tapung Hilir, hingga Kampar Kiri kini mendesak pemerintah daerah untuk hadir.
“Kami meminta Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, bersama Dinas Perkebunan segera turun tangan. Lakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PKS-PKS. Tindak tegas siapa pun yang terbukti memanipulasi harga di bawah ketentuan pemerintah,” tegas Mulyono.
Harapan pada Pemerintah Kabupaten
Petani berharap Pemerintah Kabupaten Kampar segera mengambil langkah konkret, serupa dengan kebijakan yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi Riau serta daerah tetangga seperti Siak dan Pelalawan. Di wilayah tersebut, pemerintah telah mengeluarkan edaran tegas, bahkan ancaman pencabutan izin bagi PKS yang melanggar ketentuan harga acuan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap ada respons cepat dari Pemkab Kampar untuk menyelamatkan ekonomi ribuan keluarga petani yang terancam bangkrut akibat praktik monopoli harga ini. Red
Sumber: Laporan Petani Swadaya/Insan Pers Keadilan Tapung Hulu
MINA, DN-II Seluruh rangkaian ibadah haji bagi jemaah asal Kabupaten Brebes yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SOC 08 Solo telah dinyatakan selesai. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Azmi Asmuni Majid, yang memantau langsung pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Dalam keterangannya, Azmi menjelaskan bahwa jemaah telah menuntaskan seluruh rukun, wajib, maupun sunah haji dengan lancar. Prosesi akhir dimulai dari pelaksanaan tawaf ifadah pada Kamis sore, yang kemudian dilanjutkan dengan rangkaian sai dan tahallul tsani (tahallul akhir).
“Kami telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah. Setelah kemarin sore melaksanakan tawaf ifadah, sai, dan tahallul kedua, hari ini pukul 01.30 waktu setempat, jemaah langsung menuju ke jamarat untuk melaksanakan pelemparan jumrah ketiga sebagai prosesi pamungkas,” ujar Azmi pada Jumat (29/5/2026).
Dengan selesainya pelemparan jumrah terakhir tersebut, maka seluruh kewajiban ibadah haji bagi kloter SOC 08 Brebes telah tertunaikan sepenuhnya.
Azmi menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh jemaah, khususnya dari Kabupaten Brebes, senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan hingga kembali ke kampung halaman. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalani mendapatkan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan jemaah seluruh Indonesia, terutama jemaah Kabupaten Brebes, dapat pulang dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkasnya.
Laporan Langsung dari Mekkah Tim Petugas Haji Brebes
Editor Casroni
SURABAYA, DN-II Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menyikapi dugaan penyunatan dana reses anggota DPRD Kota Surabaya yang tengah menjadi sorotan publik.
Aksi massa tersebut rencananya tidak hanya dipusatkan di depan kantor DPRD Kota Surabaya, tetapi juga akan bergerak menuju kantor DPW PKB Jawa Timur hingga kantor DPC PKB Surabaya. Langkah ini diambil sebagai bentuk tekanan moral agar partai politik terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap kadernya yang diduga terlibat.
Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, S.E., S.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas dugaan praktik pemotongan dana reses yang seharusnya menjadi hak masyarakat.
“Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Jika benar dari alokasi Rp22 juta yang diterima masyarakat hanya sekitar Rp5,5 juta, lantas sisanya ke mana? Ini sangat keterlaluan dan melukai hati rakyat kecil,” tegas Baihaki saat memberikan keterangan, Kamis (28/5/2026).
Baihaki menilai, tindakan tersebut tidak hanya merupakan pelanggaran etika, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanah masyarakat. Oleh karena itu, AMI mendesak partai politik untuk tidak menutup mata terhadap polemik yang kian berkembang.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami akan turun dengan massa besar. Kami meminta oknum anggota dewan yang diduga terlibat segera dipecat jika terbukti bermain-main dengan hak rakyat,” ujarnya.
Selain menuntut sanksi pemecatan, AMI juga mendesak aparat penegak hukum dan Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana reses seluruh anggota DPRD. Hal ini dinilai krusial agar kasus serupa tidak berulang di masa mendatang.
“Jangan sampai dana aspirasi rakyat dijadikan bancakan. Jika dibiarkan, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif akan semakin tergerus,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak anggota DPRD yang namanya dikaitkan dengan dugaan tersebut, maupun pengurus Fraksi PKB DPRD Surabaya, belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana aksi massa dari AMI.
Kasus dugaan penyunatan dana reses ini telah menjadi perhatian publik luas karena menyangkut penggunaan anggaran negara yang seharusnya disalurkan secara utuh untuk kepentingan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing. Tim Red
TAPUNG HULU, DN-II Momen Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi ajang bagi Camat Tapung Hulu, Nuryadi, S.E., untuk menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakatnya. Tidak hanya memantau dari kejauhan, Nuryadi turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan daging kurban dari rumah ke rumah, khususnya kepada warga lanjut usia (lansia) di Desa Senama Nenek, Kamis (28/05/2026).
Aksi “blusukan” ini menjadi sorotan positif warga. Mengenakan pakaian sederhana, Camat Nuryadi tampak berbaur tanpa sekat, mulai dari membantu proses pemotongan daging hingga mengemasnya ke dalam kantong plastik untuk kemudian diantarkan langsung ke kediaman warga.
Pemimpin yang Merakyat dan Apa Adanya
Sosok Nuryadi dikenal di kalangan masyarakat Tapung Hulu sebagai pemimpin yang sederhana dan memiliki akhlak mulia. Ia tidak memposisikan diri sebagai pejabat yang harus dilayani, melainkan hadir sebagai pengayom yang rendah hati. Baginya, status jabatan bukanlah penghalang untuk menyapa langsung masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, ras, maupun agama.
Salah satu momen mengharukan terjadi saat ia menyambangi kediaman Ibu Sier, seorang warga lansia di Dusun Satu, Desa Senama Nenek. Menerima bingkisan daging kurban langsung dari tangan sang Camat, Ibu Sier tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih banyak Bapak Camat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan kepada Bapak beserta keluarga,” ucap Ibu Sier dengan suara bergetar.
Apresiasi dari Berbagai Kalangan
Langkah nyata Camat Tapung Hulu ini mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Pers Keadilan Tapung Hulu, Irwansyah Panjaitan, yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut.
“Gaya kepemimpinan Pak Camat yang sederhana dan merakyat ini harus menjadi teladan. Pemimpin masa kini idealnya memang harus turun ke bawah, menyapa, dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Ini adalah contoh nyata pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan hati nurani,” ujar Irwansyah.
Makna Spiritual dan Sosial Berkurban
Di sela-sela kegiatannya, Nuryadi berbagi pandangan mengenai makna Idul Adha. Ia menekankan bahwa ibadah kurban memiliki dua dimensi yang saling berkaitan, yaitu spiritual dan sosial.
“Secara spiritual, kurban adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta bentuk syukur atas nikmat-Nya. Sementara secara sosial, kurban melatih keikhlasan, menyucikan harta, dan menumbuhkan rasa kepedulian antarsesama manusia,” jelas Nuryadi.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Irwansyah Panjaitan turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengobarkan semangat berbagi.
“Mari kita jadikan momen mulia ini untuk saling berbagi. Dengan menyisihkan sebagian rezeki bagi saudara kita yang kurang mampu, kita memastikan bahwa kebahagiaan Idul Adha dirasakan oleh semua orang secara merata,” pungkasnya. Red
BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Halaman Mapolres Brebes pada Rabu (27/05/2026).
Pada Idul Adha tahun ini, Polres Brebes menyembelih sebanyak 7 (tujuh) ekor sapi yang berasal dari kurban Kapolres Brebes beserta jajaran anggota Polres Brebes.
Untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan syariat Islam serta higienis, proses penyembelihan dilakukan oleh Tim yang telah mengantongi sertifikasi resmi.
Dalam sambutannya di hadapan para personel dan panitia, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengajak seluruh jajarannya untuk menata niat yang ikhlas.
“Niatkan ikhlas untuk kita berkurban. Kurban itu tidak harus materi. Waktu, tenaga dan juga support jenengan itu adalah kurban kita,” tutur AKBP Lilik Ardhiansyah dalam sambutannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Kapolres juga memanjatkan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh anggota serta masyarakat yang terlibat.
“Kita doakan mudah-mudahan selalu sehat semua, Allah mengganti dengan rezeki yang berlipat, berkah, selamat sampai dengan nanti akhir zaman,” tambahnya.
Kegiatan ini dipimpin langsung dan dihadiri oleh Kapolres Brebes beserta jajaran pejabat utama Polres Brebes.
Dari hasil penyembelihan 7 ekor sapi tersebut, panitia berhasil mengemas dan menyalurkan daging kurban kepada 1.074 penerima. Distribusi dilakukan secara tertib dengan sasaran yang telah ditentukan agar tepat target dan sasaran.
Sementara itu, Ps. Kasihumas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah untuk memperkuat hubungan kemitraan dengan warga.
“Melalui momentum kurban ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai keikhlasan dan sinergitas antara Polres Brebes dengan seluruh elemen masyarakat,” tutur Iptu Indra Prasetyo, Kamis (28/5) pagi.
Secara keseluruhan, jalannya kegiatan penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban di Mapolres Brebes berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Casroni/Hms
Mekkah, DN-II Prosesi puncak ibadah haji terus berjalan dengan lancar. Setelah menempuh perjalanan cukup panjang dari tenda maktab, jemaah haji Indonesia dilaporkan telah menyelesaikan salah satu wajib haji, yaitu melempar Jumrah Aqabah, yang kemudian langsung diikuti dengan prosesi tahalul awal.
Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang jemaah sekaligus Petugas Haji PHD Brebes, Azmi Asmuni Majid. Ia menjelaskan bahwa para jemaah harus berjalan kaki dari wilayah Mina Jadid demi menunaikan kewajiban tersebut sejak pagi hari.
“Ya, ini proses tahalul. Jadi, siang sudah melempar Jumrah Aqabah. Perjalanan dari Mina Jadid jalan kaki jam 09.00 pagi dan siang sudah selesai, dan ini adalah proses tahalul awal,” ujar Azmi Asmuni Majid langsung dari kawasan Mina.
Berjalan Kaki dari Mina Jadid
Menurut keterangan Azmi Asmuni Majid, para jemaah yang menempati maktab di wilayah Mina Jadid mulai bergerak menuju tempat pelemparan jumrah (jamarat) sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki membelah jalur yang telah ditentukan oleh otoritas Arab Saudi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Meskipun cuaca di kawasan Mina cukup terik, para jemaah berhasil menyelesaikan rangkaian lempar Jumrah Aqabah pada siang harinya dengan aman dan tertib.
Arti Penting Tahalul Awal
Selesainya lempar Jumrah Aqabah yang langsung diikuti dengan tahalul awal (mencukur atau memotong sebagian rambut) ini memiliki makna krusial bagi jemaah. Dengan selesainya tahalul awal, maka:
Bebas Larangan Ihram: Jemaah telah terbebas dari sebagian besar larangan-larangan ihram.
Pakaian Biasa: Jemaah diperbolehkan kembali mengenakan pakaian biasa (non-ihram).
Catatan: Jemaah masih dilarang melakukan hubungan suami istri hingga nanti menyelesaikan Thawaf Ifadhah dan Sa’i (Tahalul Tsani/Akhir).
Setelah prosesi tahalul awal ini, jemaah akan melanjutkan mabit (bermalam) di Mina untuk melakukan pelemparan tiga jumrah (Ula, Wusta, dan Aqabah) pada hari-hari Tasyrik berikutnya.
Laporan Langsung dari Mina: Azmi Asmuni Majid (Tim Petugas Haji PHD Brebes), Rabu (27/5/2026).
Editor: Casroni
MEKKAH, DN-II Jemaah haji asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai melaksanakan salah satu rangkaian krusial dalam ibadah haji, yaitu melempar jumrah Aqabah. Prosesi ini dimulai pada pagi hari, Rabu, 27 Mei 2026, yang bertepatan dengan 10 Zulhijah 1447 Hijriah.
Melansir laporan langsung dari Anggota Tim Tugas Haji Daerah (TTHD) Kabupaten Brebes, Azmi, para jemaah mulai bergerak berjalan kaki menuju lokasi pelontaran sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Meski masih pagi, cuaca di kawasan Mina dilaporkan sudah sangat terik menyengat.
“Perkiraan cuaca saat ini mencapai 43 derajat Celsius. Jarak yang harus ditempuh jemaah dari Mina Jadid menuju lokasi diperkirakan sekitar 4 kilometer,” ujar Azmi langsung melalui rekaman suara dari lapangan.
Estimasi Perjalanan dan Kepadatan Jalur
Mengingat padatnya arus jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia yang bergerak bersamaan, perjalanan menuju tempat pelontaran jumrah (Jamarat) membutuhkan fisik yang prima. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, berikut adalah rincian situasi perjalanannya:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jarak Tempuh: Kurang lebih 4 kilometer dari wilayah Mina Jadid.
Estimasi Waktu: 1,5 hingga 2 jam perjalanan dengan berjalan kaki.
Kondisi Jalur: Terpantau sangat padat oleh lautan jemaah, dengan kontur jalan yang mulai menanjak mendekati lokasi.
Melalui rekaman suaranya, Asmi menggambarkan langsung atmosfer perjuangan fisik para jemaah di lokasi.
“Ini suasananya makin dekat, jalan makin menanjak, dan makin padat. Jadi, memang yang berjalan tadi adalah orang-orang yang sehat dan kuat untuk perjalanan sepanjang 4 kilometer ini. Nampak dari kejauhan, ada rombongan dari arah balik yang sudah selesai melempar jumrah Aqabah, dan ada juga yang baru mau menuju ke Jamarat,” lapor Azmi Asmuni Majid TPHD Kabupaten Brebes di tengah riuhnya suasana.
Ia pun menyisipkan doa agar para jemaah diberikan kekuatan fisik dan spiritual. “Semoga jemaah haji Indonesia, khususnya asal Kabupaten Brebes, diberikan kekuatan agar bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji ini dengan khusyuk, ikhlas, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” harapnya.
Jemaah Lansia dan Risti Tetap di Tenda (Sistem Badal)
Mengantisipasi rute perjalanan yang panjang dan cuaca ekstrem yang menyentuh 43 derajat Celsius, petugas mengambil langkah tegas demi keselamatan jemaah. Jemaah yang masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti) dan Lanjut Usia (Lansia) diimbau keras untuk tidak memaksakan diri ke lokasi.
Tetap di Maktab: Jemaah Lansia & Risti diminta tetap tinggal di dalam tenda maktab demi menjaga kesehatan dan menghindari heatstroke.
Sistem Badal: Pelaksanaan lempar jumrah Aqabah bagi mereka akan dibadalkan (diwakilkan) oleh jemaah lain yang sehat atau oleh petugas yang bersiap di lokasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Skema Tanazul: Langsung Kembali ke Hotel
Setelah menyelesaikan lempar jumrah Aqabah, rangkaian ibadah jemaah akan dilanjutkan dengan prosesi tahalul awal (mencukur rambut).
Menariknya, pada musim haji kali ini, sebagian jemaah asal Kabupaten Brebes menggunakan skema tanazul. Artinya, setelah selesai bertahalul, jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan langsung diarahkan kembali ke hotel mereka di Makkah untuk beristirahat demi menjaga stamina.
Selanjutnya, pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah, jemaah yang mengambil Nafar Awal akan dijadwalkan kembali untuk melaksanakan pelontaran jumrah berikutnya, yaitu jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
Laporan Langsung dari Mina, Arab Saudi: Azmi Asmuni Majid (Tim Tugas Haji Daerah Brebes)
Editor: Casroni
MEDAN, DN-II Pangdam I/Bukit Barisan, Hendy Antariksa menghadiri kegiatan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus ibadah kurban di Lapangan Hitam Makodam I/BB, Medan, Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung khidmat dengan khutbah yang disampaikan Letkol Inf H. Jalaluddin Dalimunthe M.HI. Dalam khutbahnya, ia mengangkat kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai makna utama Hari Raya Kurban yang diperingati umat Islam setiap tahun.
Khatib menyampaikan, ibadah kurban mengandung pesan moral tentang totalitas kepatuhan kepada Allah SWT, kemuliaan manusia, serta hakikat pengorbanan dalam kehidupan. Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa kecintaan terhadap harta maupun keluarga tidak boleh melalaikan manusia dari nilai-nilai ketuhanan dan kepatuhan kepada Sang Pencipta.
Selain itu, khutbah juga menegaskan bahwa Nabi Ismail digantikan dengan seekor domba sebagai simbol larangan mengorbankan nyawa manusia dengan alasan apa pun. 
Sementara penyembelihan hewan kurban dimaknai sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengorbanan dalam berbagai aspek kehidupan, baik harta, tenaga, pikiran maupun waktu.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Usai pelaksanaan Sholat dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis dari Pangdam I/BB kepada panitia kurban. Pada Idul Adha tahun ini, Kodam I/BB menyalurkan sebanyak delapan ekor lembu dan empat ekor kambing.
Daging kurban tersebut nantinya dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Makodam I/BB, insan media, serta masyarakat lain yang membutuhkan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam I/BB, para pejabat utama Kodam I/BB, masyarakat sekitar, serta Ketua Persit KCK Daerah I/BB beserta pengurus. Red
