KOTA TEGAL, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tegal untuk segera menyesuaikan diri, kembali fokus dan bekerja dengan penuh semangat.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ajak Dedy Yon dalam amanatnya saat Apel Bersama dan Halalbihalal Hari Pertama masuk kerja setelah Libur Idulfitri 1447 Hijriah di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2026) pagi.
Apel bersama turut dihadiri Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulityantono dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana beserta jajaran Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala OPD serta ASN di lingkungan Balai Kota Tegal.
Dalam amanatnya Wali Kota Tegal menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia berharap momentum Idulfitri ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu Wali Kota juga mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja maksimal, professional dan penuh dedikasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Ingatlah bahwa keberhasilan pembangunan Kota Tegal sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras kita bersama,” tegas Dedy Yon.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-446 Kota Tegal, Dedy Yon juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tegal untuk ngayuhbagyo, menyemarakan dan berpartisipasi aktif dalam menyongsong HUT ke-446 Kota Tegal yang akan jatuh pada tanggal 12 April 2026.
“Dengan mengusung tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”, mari kita wujudkan semangat kebersamaan, kerja keras dan optimisme dalam setiap langkah pengabdian kita,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono secara terpisah menambahkan bahwa di hari pertama masuk kerja ini tidak ada ASN yang alpa atau tidak hadir tanpa keterangan.
“Alhamdulillah hari ini tidak ada yang tanpa keterangan. Tadi sudah dilaporkan dari 5.398 ASN ada yang tidak masuk hari ini tapi ada alasan tersendiri karena dinas luar, cuti tahunan dan cuti besar,” tambahnya.
Usai Apel Bersama kegiatan dilanjutkan dengan Halalbihalal bersama seluruh ASN Pemkot Tegal yang berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Wali Kota Tegal.(* Bim )
KOTA TEGAL, DN-II Memasuki arus balik pasca Lebaran, para perantau mulai memadati titik-titik keberangkatan untuk kembali mengadu nasib ke ibu kota dan sekitarnya. Namun, lonjakan harga tiket dan terbatasnya armada pada jam-jam tertentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pejuang nafkah.
Pada Rabu (25/3/2026), suasana di Terminal Tegal menunjukkan dinamika harga yang cukup signifikan. Harga tiket menuju Karawang, Jawa Barat, yang pada hari biasa dibanderol Rp125.000, kini meroket hingga Rp250.000 per kursi.
Siasat Menghadapi Lonjakan Harga
Salah satu pemudik, Pak Raswadi (60), pedagang nasi goreng asal Dukuhturi, Kabupaten Tegal, membagikan pengalamannya. Ia mengaku harus memutar otak agar tetap bisa berangkat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
“Di terminal tadi ditawarkan Rp250.000, dua kali lipat dari harga biasa. Akhirnya saya geser cari di pangkalan (agen) luar terminal. Alhamdulillah dapat di Kaligangsa Kulon seharga Rp170.000,” ujar Pak Raswadi saat ditemui di sela keberangkatannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain faktor harga, ia juga mengeluhkan ketersediaan armada pagi yang minim di terminal. Banyak bus yang baru tersedia untuk keberangkatan sore hari, sementara dirinya mengejar waktu agar bisa segera beraktivitas kembali di perantauan.
Berjuang Demi Pendidikan Anak dan Yatim
Di balik kegigihannya menawar harga tiket, pria berusia kepala enam ini menyimpan misi mulia. Pak Raswadi bekerja keras di Karawang untuk menghidupi empat orang anak yang masih menempuh pendidikan di bangku SMP dan SMA.
Menariknya, dari keempat anak tersebut, salah satunya adalah anak yatim piatu yang ia asuh dan anggap sebagai darah daging sendiri.
“Anak kandung ada tiga, ditambah satu anak yatim piatu jadi empat. Semuanya masih sekolah, ada yang SMP dan yang paling besar sudah SMA. Saya harus semangat supaya pendidikan mereka lancar,” ungkapnya dengan nada bangga.
Rutin Pulang Demi Keluarga
Meski usia tak lagi muda, Pak Raswadi dikenal sebagai sosok yang tangguh. Ia rutin pulang ke kampung halaman sebulan sekali untuk melepas rindu dengan keluarga sebelum kembali berjibaku dengan bisingnya kota Karawang demi piring-piring nasi goreng yang ia sajikan.
Kisah Pak Raswadi menjadi potret nyata perjuangan para perantau lokal. Di tengah melambungnya biaya transportasi saat musim Lebaran, semangat untuk menghidupi keluarga dan berbagi kasih kepada sesama tetap menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk terus melangkah.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen (FKGD) Putera-Puteri Brebes menggelar acara Halal Bi Halal bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT), Rabu (25/03/2026).
Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Membangun Brebes dengan Cinta”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konektivitas dan kolaborasi akademisi dalam membangun tanah kelahiran.
Ketua Panitia sekaligus Presiden Shafa Community Brebes, Muhammad Abdul Fery, menyampaikan bahwa forum yang bernaung di bawah Yayasan Rumah Cinta Brebes ini telah eksis selama delapan tahun sejak September 2018.
”Kami ingin memperkuat connectivity, synergy, and collaboration. Profesor dan dosen bukan sekadar insan akademik, tapi penggerak perubahan sosial yang membawa integritas dan pengabdian bagi kemajuan Brebes,” ujar Fery.
Kolaborasi Strategis Pemda dan Akademisi
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bupati Brebes periode 2025-2030, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd., menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mewujudkan visi “Brebes Beres”.
”Brebes akan lebih hebat jika kita menanamkan rasa saling menolong. Kolaborasi nyata dapat menghidupkan ekonomi di sekeliling kita. Ke depan, para profesor kelahiran Brebes harus terus dilibatkan dalam agenda brainstorming untuk memberikan sumbangsih pemikiran strategis bagi kemajuan daerah,” tutur Dr. Tahroni.
Kritik Membangun: Benahi Hulu Hingga Hilir
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh besar, di antaranya Prof. Anton Satria Prabuwono (King Abdul Aziz University & UTP Malaysia), Prof. Dr. H. Jamali (Rektor UIN Siber Syekh Nurjati), Prof. Dr. Mukhamad Murdiono (UNY), Prof. Dr. Rustono (Unnes), Prof. Dr. Masduki (Rektor UIA), dan Prof. Dr. Mashari (Untag Semarang).
Salah satu sorotan tajam datang dari Pembina FKGD sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah di Brebes harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir.
”Problem di daerah sering kali berakar pada kebijakan politik yang kurang tepat, termasuk dalam penanganan bencana. Dibutuhkan keseriusan bupati dan jajaran untuk menghadirkan stakeholder terkait. Kami, para profesor putera daerah, siap memberikan kajian mendalam untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Brebes,” tegas Prof. Ma’mun.
Dihadiri Ratusan Intelektual
Kegiatan ini dihadiri oleh sedikitnya 60 Profesor dan 339 Dosen kelahiran Brebes yang berkarier di berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional. Selain para akademisi, hadir pula 21 Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Brebes guna mendengarkan langsung aspirasi serta ide-ide segar bagi pembangunan daerah.
Red/Casroni
Semarang, DN-II Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka rekayasa lalu lintas one way nasional guna mengurai kepadatan pada puncak arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil seiring tingginya volume kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta melalui jalur tol, tercatat mencapai sekitar 2.380.401 kendaraan hingga 24 Maret 2026.
Peresmian One Way Nasional yang ditandai dengan flag off tersebut dilaksanakan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026) pukul 14.25 WIB.
Dalam sesi conference Press Kapolri menyampaikan bahwa Rekayasa lalu lintas one way nasional diberlakukan dari KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek.
“Sebelumnya telah diberlakukan one way secara bertahap, dan sore ini kita terapkan one way nasional untuk mengurai kepadatan di puncak arus balik,” ujar Kapolri kepada awak media.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menko PMK, Menhub, Menkes, Kepala BUJT, Dirut PT Jasa Marga, serta Dirut PT. Turut hadir Gubernur Jawa Tengah serta Kapolda Jawa Tengah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sebelum pelepasan dimulai, Kapolri menyempatkan diri menyapa para pemudik yang tengah mengantre di gerbang tol, dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga membagikan ratusan paket bingkisan berupa makanan ringan, perlengkapan kesehatan, serta mainan untuk anak-anak guna membantu mengurangi kejenuhan selama perjalanan.
Kapolri menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan arus balik. Ia mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan.
” Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan balik agar tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Manfaatkan fasilitas yang telah disediakan, baik rest area, Pos Pengamanan, maupun Pos Terpadu. Jika lelah, silakan beristirahat dan jangan memaksakan diri,” tegas Kapolri.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan moda transportasi lain, seperti kereta api, guna mengurangi kepadatan di jalur darat.
Polri memastikan seluruh personel di sepanjang jalur tol maupun arteri tetap bersiaga penuh untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen dalam mewujudkan tagline mudik tahun ini, yaitu “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
Red
BREBES, DN-II Kabupaten Brebes mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung devisa terbesar di Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru, kontribusi ekonomi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Brebes kini hampir setara dengan total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten tersebut.
Penyumbang Devisa Fantastis
Fenomena “pahlawan devisa” ini bukan sekadar julukan. PMI asal Kabupaten Brebes dilaporkan menyumbangkan devisa negara hingga Rp 3,4 triliun per tahun. Angka ini sangat signifikan mengingat APBD Kabupaten Brebes tahun 2024 berada di angka kurang lebih Rp 3,5 triliun.
Setiap bulannya, rata-rata kiriman uang atau remitansi yang masuk ke wilayah Brebes mencapai Rp 279 miliar. Arus modal ini menjadi motor penggerak utama ekonomi di tingkat desa, mulai dari pemenuhan kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, hingga modal usaha mikro bagi keluarga yang ditinggalkan.
Data Penempatan dan Sebaran Negara
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Brebes, Abdul Majid, melalui Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja, Irfan Junaedi, memaparkan rincian data penempatan tenaga kerja tersebut.
Hingga tahun 2024, diperkirakan terdapat 27.859 warga Brebes yang bekerja di luar negeri, mencakup jalur prosedural maupun non-prosedural. Secara statistik, Brebes konsisten berada di posisi tiga besar daerah pengirim PMI terbanyak di Jawa Tengah (9,8%), membayangi Kabupaten Kendal dan Cilacap.
“Untuk tahun 2025, tercatat sebanyak 6.189 PMI resmi yang terdaftar melalui berbagai skema, mulai dari Government to Government (G to G), Private to Private (P to P), UKS, hingga Mandiri Perseorangan,” ujar Irfan Junaedi.
Para pekerja ini tersebar di sejumlah negara tujuan strategis, antara lain:
Hong Kong dan Taiwan
Korea Selatan
Malaysia
Jepang
Singapura
Komitmen Pelindungan Tenaga Kerja
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melihat besarnya kontribusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Brebes terus berkomitmen meningkatkan standar pelindungan bagi para pekerja. Fokus utama saat ini adalah penguatan sistem penempatan dan edukasi berkelanjutan agar para PMI berangkat melalui jalur resmi (prosedural).
Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko kerja di luar negeri sekaligus memastikan bahwa remitansi yang dihasilkan dapat dikelola secara produktif demi kesejahteraan jangka panjang keluarga PMI di kampung halaman.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Lebaran, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melakukan peninjauan langsung ke objek wisata pantai di wilayah hukum Polres Brebes, Selasa (24/03/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026 guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di titik keramaian.
Dalam pantauannya, Kapolres tak segan turun langsung menyapa para wisatawan yang tengah menikmati liburan bersama keluarga. Dengan pendekatan yang humanis, AKBP Lilik mengingatkan para orang tua untuk memberikan pengawasan ekstra kepada anak-anak, terutama saat bermain di bibir pantai.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat berwisata dengan aman. Namun, kami minta pengunjung tetap waspada, perhatikan batas aman berenang, dan jangan sampai lepas pengawasan terhadap putra-putrinya,” ujar Kapolres di sela-sela pengecekan.
Selain menyapa warga, Kapolres juga melakukan pengecekan kesiapan personel di Pos Pengamanan Wisata. Kapolres Brebes menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pengelola wisata, dan tim penyelamat pantai untuk mengantisipasi potensi kecelakaan air maupun tindak kriminalitas di area parkir dan kerumunan.
“Melalui Operasi Ketupat Candi 2026 ini, fokus kami bukan hanya kelancaran arus mudik di jalan tol dan arteri, tetapi juga keselamatan masyarakat di tempat-tempat wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung,” tambahnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam peninjauan, Kapolres yang didampingi Wakapolres Brebes dan sejumlah PJU juga memberikan imbauan kepada pengunjung untuk menjaga barang bawaan dan memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Kegiatan pengecekan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, sehingga perayaan Idul Fitri 1447 H di wilayah Brebes dapat berjalan dengan ceria, aman dan berkesan.
Ditambahkan Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo kegiatan tersebut dilakukan menyusul terjadinya lonjakan pengunjung di beberapa titik wisata air, seperti Pantai Randusanga Indah (Parin), yang menjadi destinasi favorit warga lokal maupun pemudik yang tengah berlibur.
Dalam kunjungannya Indra menyebut, Kapolres mengecek secara detail kesiapan personel yang bertugas di Pos Pengamanan (Pospam) Wisata.
“Fokus utama kami adalah keselamatan pengunjung. Kami pastikan personel bersiaga di titik-titik rawan, terutama di bibir pantai, untuk mengantisipasi kecelakaan air akibat tingginya antusiasme masyarakat yang bermain di laut,” pungkanya.
Hingga sore hari, situasi di kawasan wisata pantai terpantau ramai namun tetap kondusif. Polres Brebes berkomitmen untuk terus menyiagakan personel di lokasi wisata hingga berakhirnya masa libur Lebaran, guna memastikan seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 H berjalan dengan aman dan berkesan bagi masyarakat. (Casroni/Hms)
TEGAL, DN-II Sejumlah juru parkir (jukir) di Kota Tegal mulai menyuarakan keresahan terkait kebijakan kenaikan target setoran retribusi harian. Selain beban setoran yang dianggap memberatkan, para pekerja lapangan ini juga menyayangkan nihilnya perhatian kesejahteraan dari pemerintah daerah pasca-Lebaran.
Salah satunya adalah Mulyadi (41), juru parkir yang sehari-hari bertugas di depan toko buah, Jalan Sultan Agung Nomor 73, Kota Tegal. Saat ditemui pada Selasa (24/3/2026), Mulyadi mengungkapkan bahwa selama ini ia rutin menyetor retribusi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal.
Nihil THR bagi Juru Parkir
Meski rutin berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran harian sebesar Rp12.000, Mulyadi mengaku tidak mendapatkan tunjangan apa pun saat momentum hari raya.
“Tiap hari saya bayar retribusi Rp12.000 ke pemerintah kota. Tapi sampai saat ini, sehabis Lebaran, tidak ada uang Lebaran atau THR yang kami terima,” ujar Mulyadi dengan nada kecewa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Polemik Kenaikan Setoran
Keresahan jukir semakin memuncak setelah beredarnya informasi mengenai kenaikan tarif setoran retribusi. Dari pantauan di lapangan, tarif yang semula Rp12.000 dikabarkan akan naik menjadi Rp14.000 per hari. Namun, informasi di lapangan juga menunjukkan adanya tekanan target setoran yang jauh lebih tinggi di beberapa titik lain.
Status Retribusi Besaran Lama Besaran Baru (Isu)
Setoran Harian Rp12.000 Rp14.000 – Rp50.000
Mulyadi menegaskan bahwa hampir seluruh rekan sejawatnya di kawasan Jalan Sultan Agung menolak keras rencana kenaikan tersebut. Menurutnya, kenaikan setoran tidak realistis jika tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas bagi para jukir.
Tuntutan Fasilitas dan Transparansi
Isu kenaikan setoran ini sebenarnya telah memicu gelombang protes. Para jukir sempat mendatangi kantor DPRD Kota Tegal untuk menyampaikan keberatan. Ada beberapa poin utama yang menjadi dasar penolakan mereka:
Beban Ekonomi: Kenaikan target setoran dianggap mencekik pendapatan bersih jukir yang tidak menentu.
Minim Fasilitas: Petugas merasa kenaikan setoran tidak sebanding dengan fasilitas yang diterima, seperti ketiadaan rompi resmi baru atau Kartu Tanda Anggota (KTA) yang valid.
Ketimpangan: Perbedaan antara tarif parkir yang dipungut dari masyarakat dengan target setoran ke Dishub seringkali memicu konflik di lapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, para juru parkir berharap Pemerintah Kota Tegal, khususnya Dinas Perhubungan, dapat mengkaji ulang kebijakan tersebut dan lebih memperhatikan kesejahteraan para jukir sebagai ujung tombak pengelola perparkiran di jalan raya.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H+2 Lebaran. Ribuan kendaraan pemudik yang hendak kembali ke arah Jakarta dan sekitarnya terpantau memadati ruas Tol Trans Jawa pada Senin (23/03/2026).
Guna mengantisipasi kepadatan yang terus meningkat, pihak kepolisian resmi menerapkan rekayasa lalu lintas One Way Nasional (sepenggal).
Skema satu arah ini dimulai dari KM 263 Gerbang Tol Brebes Barat hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama)
Kebijakan ini mulai diaktifkan pada Senin sore pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan pantauan di titik awal one way tepatnya di bawah Simpang Susun Tol Brebes Barat, petugas kepolisian sigap mengarahkan kendaraan dari arah timur untuk masuk ke Jalur A (sisi kanan). 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Penerapan rekayasa ini bersifat situasional untuk menjamin kelancaran arus balik menuju Jakarta,” ujar petugas di lokasi.
Sementara itu, bagi kendaraan dari arah Barat (Jakarta) yang hendak menuju arah Timur (Jateng/Jatim), petugas melakukan pengalihan arus
dengan dengan mengarahkan pengendara keluar melalui gerbang Tol Pejagan untuk melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri Pantura.
Para pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (Casroni/Hms).
BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi saksi bisu getaran emosional keluarga besar Bani Wasan. Mengusung semangat merawat adab dan nilai luhur, pertemuan ini bukan sekadar seremoni saling memaafkan, melainkan upaya konkret memperkokoh ukhuwah islamiyah di tengah derasnya arus zaman.
Kebersamaan ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 1.
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
Bagi Bani Wasan, keluarga dan doa adalah pelabuhan terakhir sejauh apa pun kaki melangkah.
Menelusuri Jejak Dakwah Mbah Nurrohman
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Salah satu agenda krusial dalam pertemuan ini adalah membedah silsilah (nasab). Dalam Islam, menjaga garis keturunan adalah bagian dari Maqashid Syariah (tujuan syariat). Berdasarkan catatan sejarah, Bani Wasan merupakan bagian dari garis keturunan besar Mbah Nurrohman, tokoh ulama yang diyakini sebagai pelopor penyebar Islam di wilayah Brebes Barat.
Alur sejarah mencatat garis ini bermula dari Mbah Nurrohman yang menurunkan Anak Keduanya Wilem (Asiyah). Beliau kemudian bersuamikan Ki Mas Brandal Cilik, (Mbah Kulub). yang menjadi titik awal jalur Bani Wasan. Melalui tokoh kunci seperti Mbah Daimen dan Mbah Gentong, lahirlah sosok Caswad (Wafat 1946) yang kini menjadi pilar utama pemersatu silsilah ini.
Menyatukan Dua Sungai Keturunan Buyut Caswad
Sosok Buyut Caswad meninggalkan warisan keturunan yang luas dari dua istri beliau, yakni Nyai Buyut Muri dan Nyai Buyut Wami.
Garis Nyai Buyut Muri (Istri Pertama): Melahirkan tujuh bersaudara; Karmali, Wastam, Wasan (cikal bakal Bani Wasan), Ruinah, Muryah, Cari, dan Kasriyah.
Garis Nyai Buyut Wami (Istri Kedua): Melahirkan tujuh bersaudara; Sukardi, Sartimah, Carmadi, Catra, Surtimah, Casriah, dan Sutarjo (Ki Kored).
Hingga saat ini, keturunan Mbah Nurrohman telah mencapai generasi cicit hingga piut yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Meski raga terpisah jarak, Desa Sengon di Kabupaten Brebes tetap tegak berdiri sebagai “Rumah Besar” dan simpul utama pengikat batin antaranggota keluarga.
Visi Besar: Reuni Akbar Seluruh Keturunan
Harapan besar membuncah dalam pertemuan tersebut. Keluarga besar mencita-citakan di masa depan, seluruh keturunan Buyut Caswad—baik dari garis Nyai Buyut Muri maupun Nyai Buyut Wami—dapat bersatu dalam satu forum Halalbihalal yang lebih luas.
“Harapan kami, seluruh anak cucu keturunan Buyut Caswad bin Mbah Daimen dapat menggelar pertemuan serupa untuk mengencangkan ikatan persaudaraan dan mengenal kembali sosok leluhur kita,” ujar salah satu perwakilan keluarga pada Selasa (24/3/2026).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Langkah ini adalah bentuk pengamalan hadis Rasulullah SAW bahwa “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
Melalui pertemuan ini, diharapkan generasi muda tidak kehilangan jati diri (loss contact) terhadap akar sejarahnya. Mereka diharapkan tetap memegang teguh nilai keislaman dan etika kekeluargaan yang telah diwariskan sejak zaman Mbah Nurrohman hingga Buyut Caswad.
Red/Casroni
BREBES, DN-II Mengantisipasi lonjakan pengunjung pada masa libur Lebaran 1447 Hijriah, Polres Brebes menyiagakan personel di berbagai objek wisata unggulan. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat yang tengah menikmati masa liburan bersama keluarga.
Kapolres Brebes melalui Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo menyatakan bahwa fokus pengamanan selain jalur mudik juga fokus ke titik-titik keramaian, terutama kawasan wisata pantai di wilayah utara dan wisata alam di wilayah tengah dan selatan Kabupaten Brebes.
Pada libur lebaran, kepadatan mulai terlihat pada H+1. Beberapa lokasi seperti Pantai Randusanga Indah dan kawasan wisata alam di Kecamatan Paguyangan dan Banjarharjo.
Menanggapi hal tersebut, personel kepolisian tidak hanya berjaga di pos pengamanan, tetapi juga melakukan patroli jalan kaki di area wisata.
“Kami menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan akses masuk wisata serta area yang memiliki risiko kecelakaan air serta memantau sekitar lokasi,” jelas Iptu Indra Prasetyo pada Senin (23/03/2026)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain aspek keamanan dari tindak kriminalitas, petugas juga aktif mengatur arus lalu lintas di pintu masuk objek wisata guna mencegah terjadinya antrean kendaraan dan juga memberikan edukasi keselamatan.
Pihak kepolisian juga memberikan beberapa imbauan bagi masyarakat yang sedang berwisata. Diantaranya dalam hal pengawasan anak, orang tua diminta ekstra waspada mengawasi buah hati, terutama di area keramaian dan wisata air. Selain itu, mengingat beberapa jalur menuju wisata alam di Brebes Selatan memiliki tanjakan, wisatawan diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.
“Wisatawan juga bisa memantau kepadatan lokasi wisata melalui aplikasi Sipolan agar dapat mencari alternatif destinasi jika salah satu lokasi sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.
Mengingat saat ini sudah mulai nampak pergerakan arus balik yang berbarengan dengan arus wisata lokal, kepolisian menerapkan skema rekayasa lalu lintas situasional.
“Kami berupaya agar mobilitas warga yang hendak balik ke perantauan tidak terhambat oleh antrean warga yang ingin berwisata. Semua personel di lapangan telah diinstruksikan untuk bertindak persuasif dan Humanis namun tegas dalam mengatur alur kendaraan,” tambah Iptu Indra
Dengan kesiapsiagaan personel Polres Brebes selama 24 jam di titik-titik pengamanan, diharapkan masyarakat dapat menikmati momen libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan perasaan aman dan pulang dengan selamat. (Red/Hms)
