BREBES, DN-II Menyatukan berbagai elemen kekuatan masyarakat menjadi kunci utama kemajuan daerah. Semangat itulah yang melandasi pertemuan strategis sekaligus diskusi kolektif para tokoh berpengaruh, aktivis, hingga praktisi hukum Kabupaten Brebes yang digelar dalam suasana hangat di Brebes, Minggu (22/3/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Azmi Asmuni Majid, Ketua Sepakat Brebes Bermartabat SBB, ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi gagasan, mulai dari isu lingkungan melalui gerakan Jaga Kali, penguatan literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Kita butuh kesamaan visi dari seluruh elemen masyarakat. Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang hari ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Brebes tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya,” tegas Azmi dalam sambutannya sebagai tuan rumah.
Ekonomi Rakyat: Fokus pada Koperasi dan Pertanian
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan sektor ekonomi hilir. Haji Masrukhi Bachro, Ketua Dekopin sekaligus Ketua HKTI Brebes yang akan segera dilantik, memaparkan strategi masa depan ekonomi rakyat. Beliau menekankan bahwa sinergi antara ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan revitalisasi peran koperasi adalah fondasi stabilitas daerah yang tidak bisa ditawar.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Stabilitas Wilayah, Hukum, dan Infrastruktur
Dari sisi stabilitas sosial, hadir Haji AKBP Purn Mujiarto, Ketua SKI Brebes. Selain menekankan pentingnya kondusivitas wilayah, ia memberikan apresiasi atas kinerja kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur.
“Kita harus akui ada progres nyata, terutama dalam perbaikan jalan-jalan di wilayah Brebes yang kini kondisinya jauh lebih baik dan mantap,” ujar Mujiarto.
Di sisi lain, penguatan aspek legalitas juga menjadi sorotan. Slamet Sutanto, praktisi hukum sekaligus Direktur Hukum SBB, menyoroti fenomena sosial terkait pernikahan siri yang masih marak. Ia menegaskan pentingnya pendampingan hukum agar hak-hak masyarakat, terutama perempuan dan anak, tetap terlindungi secara konstitusional.
Literasi Digital di Tengah Arus Informasi
Menghadapi era disrupsi, Dedy Agustyan Ketua Serikat Media Siber Indonesia/SMSI Brebes bersama jurnalis senior Kang Dede Wijaya Ketua INSPI dan Mas Gusti, menyoroti pentingnya literasi siber. Mereka bersepakat bahwa arus informasi di Brebes harus dikawal secara profesional agar publik tidak terjebak dalam pusaran disinformasi atau berita bohong hoax.
Aktivisme dan Kepedulian Sosial
Diskusi semakin hidup dengan hadirnya para pegiat lapangan yang membawa isu-isu sektoral.
Gus Hada Abdul Aris Assaad. Memberikan dukungan moral bagi penguatan pergerakan masyarakat berbasis nilai.
Deden Sulaeman: Aktivis kesehatan yang menyoroti aksesibilitas dan mutu pelayanan publik.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mahfudin Masjaka: Secara konsisten menyuarakan urgensi gerakan lingkungan melalui aksi Jaga Kali.
Hendri Yetus: Budayawan/seniman yang mengingatkan pentingnya pembangunan karakter bangsa berbasis kearifan lokal.
Energi muda juga tampak dari keterlibatan tokoh pemuda seperti Rio Raga Pangestu Ketua PAC Pemuda Pancasila Larangan dan Mas Andriyanto Badan Buruh Pekerja Pemuda Pancasila, yang membuktikan regenerasi pergerakan di Brebes tetap dinamis. Tak ketinggalan, tokoh wilayah selatan, Haji Masduki Tonjong, turut memberikan pandangan kritis mengenai implementasi Makan Bergizi Gratis MBG agar dikelola secara profesional dan tepat sasaran.
Momentum Lebaran tahun ini di Kabupaten Brebes terasa istimewa. Agenda silaturahmi yang diinisiasi oleh tokoh pergerakan, Azmi Asmuni Majid, dinilai sukses menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis hingga insan pers dalam satu wadah kebersamaan.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes, Abdul Aris Assa’ad. Tokoh yang akrab disapa Hada ini menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol persatuan.
”Gus Azmi memiliki kapasitas luar biasa dalam membangun jejaring dan memberikan pengaruh positif bagi daerah. Pertemuan Lebaran kali ini terasa sangat istimewa karena sosoknya yang konsisten memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Brebes,” ujar Aris.
Menurut Aris, Gus Azmi selama ini dikenal vokal dan aktif memberikan masukan konstruktif kepada Pemerintah Kabupaten Brebes, mulai dari jajaran Bupati, Kepala OPD, hingga Forkopimda.
Tokoh Brebes yang Menembus Batas
Dalam kesempatan tersebut, Aris juga merefleksikan pentingnya sosok inspiratif bagi putra daerah. Ia menyebutkan tiga tokoh besar asal Brebes yang dinilai telah menembus batas dalam berkontribusi bagi bangsa:
Prof. Yahya Muhaimin: Mantan Menteri Pendidikan Nasional sekaligus pendiri Universitas Peradaban yang meletakkan fondasi intelektual di Brebes.
Sudirman Said: Mantan Menteri ESDM dan tokoh nasional yang dikenal tegas serta berintegritas. Saat ini ia menjabat sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) yang memiliki kampus di Tegal dan Slatri, Larangan.
H. Muhadi Setiabudi: Pengusaha sukses yang bersahaja dan pendiri Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), yang berperan besar dalam sektor ekonomi dan pendidikan lokal.
Aris berharap, melalui semangat silaturahmi yang dibangun oleh tokoh-tokoh seperti Gus Azmi, sinergi antar-elemen di Brebes dapat terus terjaga demi percepatan pembangunan daerah ke depan.
Dan Seharusnya Ketiga tokoh ini patut diberikan penghargaan semacam award oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Brebes.Tambahnya
Komitmen Kolektif untuk Brebes
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi lintas lembaga non-pemerintah secara berkelanjutan. Sinergi antara sektor hukum, media, ekonomi, hingga kepemudaan ini diharapkan menjadi pemantik gerakan kolektif yang lebih besar demi mewujudkan Kabupaten Brebes yang lebih maju, adil, dan bermartabat.
(Red)
BREBES, DN-II Suasana hangat menyelimuti kediaman Azmi Asmuni Majid di Perumahan D’Oasis, Desa Pulosari, Brebes. Forum yang sejatinya adalah Halal Bihalal tersebut bertransformasi menjadi ruang refleksi kritis yang menghadirkan tokoh lintas sektor, mulai dari aktivis, praktisi hukum, hingga pegiat media, pada Minggu (22/3/2026).
Ketua Sepakat Brebes Bermartabat (SBB) selaku tuan rumah, Azmi Asmuni Majid, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ritual saling memaafkan. “Halal bihalal harus menjadi ruang refleksi. Silaturahmi adalah momentum untuk menyatukan gagasan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Brebes,” ujarnya.
Aktivisme yang Menyentuh Akar Rumput
Dedy Agustyan, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Brebes, yang didapuk merangkum poin-poin diskusi, menyampaikan bahwa para aktivis sepakat untuk melakukan reorientasi gerakan. Menurutnya, gerakan sipil di Brebes harus kembali ke akar.
“Aktivisme bukan sekadar simbol perlawanan di ruang rapat. Aktivis harus mendem njero masuk ke jantung kehidupan masyarakat, merasakan denyut nadi mereka, dan hadir membawa solusi nyata. Disiplin dan konsistensi adalah kunci agar perjuangan tidak menjadi wacana sesaat,” tegas Dedy.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menjaga Marwah Pers dan Kritik Mutaber
Persoalan integritas profesi juga menjadi sorotan tajam. Dedy mengungkapkan keresahan peserta terhadap fenomena “Mutaber” (Muter-muter Tanpa Berita). Fenomena ini merujuk pada oknum yang mengaku wartawan namun mengabaikan kerja jurnalistik, hanya hadir di acara seremonial demi dokumentasi dan mengharap amplop. 
“Kondisi ini mengikis kepercayaan publik. Pers harus menjaga marwahnya dengan karya jurnalistik yang berkualitas, bukan sekadar menyalin siaran pers atau unggahan media sosial,” tambahnya.
Hukum, Ekonomi, dan Literasi
Diskusi berkembang dinamis dengan masukan dari berbagai tokoh yang hadir, di antaranya:
Slamet Sutanto Direktur Hukum (SBB), Menyoroti fenomena pernikahan siri. Meski sah secara agama, ia mengingatkan dampak lemahnya perlindungan hukum dan kerumitan administratif yang sering merugikan kaum perempuan dan anak.
Masrukhi Bachro (Ketua Dekopin & HKTI Brebes): Menekankan peran Koperasi Merah Putih sebagai benteng ekonomi rakyat. Koperasi harus dikelola profesional agar menjadi sarana kemandirian ekonomi, bukan sekadar urusan simpan pinjam.
Deden Sulaeman Aktivis Kesehatan, Menitikberatkan pada perlindungan konsumen dan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis bagi masyarakat.
Hendri (Seniman): Mengajak generasi muda meramu tradisi dengan inovasi agar seni lokal menjadi identitas sekaligus peluang ekonomi kreatif.
Pegiat Literasi: Mengusulkan gerakan Brebes Membaca untuk memperkuat daya kritis masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sejumlah tokoh lain seperti Mahfudin Masjaka, Abdul Aris Assa’ad, Dade Wijaya Ketua INSPI. dan AKBP Purn Mujiarto (Ketua SKI Brebes, turut memberikan pandangan serupa mengenai pentingnya ruang dialog yang jujur dan terbuka.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman bersama bahwa kemajuan Brebes hanya bisa dicapai melalui kolaborasi yang berorientasi pada karya nyata. “Semua berpadu dalam satu kesadaran: Brebes membutuhkan aksi, bukan sekadar narasi, demi mewujudkan masyarakat yang bermartabat,” pungkas Dedy.
Red
BEKASI, DN-II Bobroknya mentalitas sejumlah oknum Kepala Desa di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, kini tengah menjadi sorotan tajam. Praktik bagi-bagi amplop berisi uang Rp150.000 kepada pihak yang mengaku wartawan bukan sekadar masalah etika, melainkan indikasi kuat terjadinya tindak pidana korupsi berjamaah dan penggelapan dana pajak negara.
Isu ini mencuat menyusul pengakuan oknum wartawan yang memamerkan uang “jatah” dari sejumlah desa, meliputi Desa Cibarusah Kota, Sirnajati, Wibawamulya, Ridomanah, hingga Ridogalih.
Pimpinan Redaksi Rajawali News Group, Ali Sofyan, memberikan pernyataan keras terkait fenomena ini. Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis sekaligus pengkhianatan terhadap amanah rakyat.
“Ini adalah penghinaan luar biasa terhadap profesi jurnalis sekaligus pengkhianatan keji terhadap rakyat! Dana PPh Pasal 21 dan anggaran desa itu milik negara yang harus dipertanggungjawabkan, bukan harta pribadi kepala desa yang bisa dibagikan semena-mena untuk membungkam kontrol sosial,” tegas Ali Sofyan.
Dugaan Skema Kejahatan Terstruktur
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, tabir gelap operasional desa mulai terkuak. Pengakuan seorang oknum perangkat desa berinisial K menyebutkan adanya perintah langsung dari pimpinan desa untuk membagikan uang tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik pemberian uang tersebut merupakan kebijakan yang terstruktur dan sistematis.
Secara hukum, dana yang bersumber dari pajak (PPh) wajib disetorkan ke rekening kas negara. Mengalihkan dana tersebut untuk pemberian tunai (gratifikasi) kepada pihak luar berpotensi melanggar hukum, di antaranya:
Pasal 8 UU Tipikor: Terkait penggelapan uang atau surat berharga oleh pegawai negeri atau orang lain yang menjalankan jabatan umum.
Permendagri No. 20 Tahun 2018: Tentang Asas Pengelolaan Keuangan Desa yang transparan dan akuntabel.
Desakan Penegakan Hukum
Ali Sofyan juga menyoroti rusaknya ekosistem kontrol sosial akibat kolaborasi negatif antara pejabat desa yang takut akan kritik dan oknum media yang menerima “uang receh” tersebut.
“Kami mendesak Kejari Kabupaten Bekasi dan Unit Tipidkor Polres Metro Bekasi untuk segera turun tangan. Jangan diam melihat uang pajak rakyat diselewengkan! Periksa seluruh Surat Pertanggungjawaban (SPJ) desa di wilayah Cibarusah. Rakyat butuh transparansi, bukan drama bagi-bagi amplop untuk menutupi borok kebijakan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Camat Cibarusah maupun para Kepala Desa terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai sumber dana “amplop” yang kini menjadi bola panas di tengah masyarakat tersebut.
Tim Red
JAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah dengan menekankan semangat persatuan nasional. Di tengah suasana kemenangan bagi umat Muslim, Presiden mengajak seluruh rakyat untuk menjadikan momen ini sebagai fondasi memperkokoh struktur bangsa demi menghadapi tantangan global.
Rekonsiliasi dan Kekuatan Bangsa
Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa kekuatan utama Indonesia terletak pada harmoni dan silaturahmi. Ia mengajak masyarakat untuk menanggalkan perbedaan dan kembali menyatu dalam bingkai kekeluargaan.
”Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” ujar Presiden dalam keterangan resminya di Jakarta.
Optimisme Pembangunan: “Bekerja Lebih Keras”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berbeda dengan sekadar ucapan selamat biasa, Presiden juga menyisipkan pesan produktivitas. Beliau menekankan bahwa Idul Fitri harus menjadi batu loncatan untuk bekerja lebih giat demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
”Mari kita terus perkuat kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia. Mari kita bekerja lebih keras, saling membantu, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih kuat,” tegas Presiden Prabowo dengan nada optimis.
Pernyataan Lengkap Presiden
Dalam suasana yang khidmat, Presiden Prabowo Subianto menutup pesannya dengan doa dan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia: 
”Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air di mana pun berada. Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita semua dengan hari kemenangan.
Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, atas nama pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amal ibadah kita sekalian dan senantiasa melimpahkan rahmat serta berkah-Nya kepada bangsa Indonesia.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”
Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kota Tegal, DN-II Kepolisian Resor Tegal Kota memperketat pengamanan di seluruh objek wisata pantai selama libur Lebaran, menyusul meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan pada H+1 Lebaran, Minggu (22/3/2026).
Kepadatan pengunjung paling terlihat di Pantai Alam Indah (PAI), yang menjadi destinasi wisata bahari utama di Kota Tegal. Lonjakan serupa juga terjadi di Pantai Kodok, Pantai Komodo, Pantai Batamsari, Pantai Muarareja Indah, hingga Bahari Water Park.
Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, menegaskan pihaknya mengintensifkan patroli dan pengawasan di seluruh kawasan wisata.
“Kami melakukan patroli dan pengawasan secara intensif, serta mengimbau pengunjung agar selalu waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat bermain di pantai guna mencegah kecelakaan,” ujarnya.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di area pantai, tetapi juga mencakup pengawasan parkir kendaraan untuk mencegah tindak kriminalitas. Polisi juga mengingatkan pengelola wisata agar mengutamakan aspek keselamatan pengunjung.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Masyarakat kami imbau untuk segera melapor kepada petugas jika menemukan hal mencurigakan di kawasan wisata,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara petugas, pengelola, dan masyarakat terus terjaga agar situasi tetap aman dan kondusif, serta aktivitas wisata selama libur Lebaran berjalan nyaman dan lancar.
Sementara itu, sejumlah objek wisata pantai di Kota Tegal terpantau ramai sejak pagi hingga sore hari. Wisatawan lokal maupun dari daerah sekitar memanfaatkan momentum libur untuk berwisata bersama keluarga. 
Data petugas mencatat total kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di Kota Tegal mencapai sekitar 3.600 orang dalam satu hari pada H+1 Lebaran.
Angka tersebut merupakan akumulasi dari beberapa lokasi, dengan Pantai Alam Indah (PAI) menjadi penyumbang terbanyak sebanyak 1.925 pengunjung.
Sementara itu, kawasan Pantai Kodok, Pantai Komodo, dan Pantai Batamsari mencatat 579 pengunjung, disusul Pantai Muarareja Indah sebanyak 712 orang, serta Bahari Water Park dengan 468 pengunjung.
Meski terjadi lonjakan wisatawan, situasi di seluruh objek wisata tetap aman dan kondusif berkat pengamanan serta patroli rutin petugas di lapangan. ( Bim )
BREBES, DN-II Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti momentum Lebaran 1447 H bagi keluarga besar Bani Wasan bin Caswad. Bertempat di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, ratusan anggota keluarga berkumpul untuk menggelar tradisi tahunan Halalbihalal sekaligus Tahlil Akbar di area makam leluhur pada Minggu (22/3/2026).
Magnet Spiritual dan Edukasi Nasab
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan menjadi magnet spiritual bagi keluarga besar yang tersebar di berbagai daerah. Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi, baik dari anggota keluarga yang menetap di tanah kelahiran maupun para perantau yang sengaja pulang demi merawat ikatan batin dan menjaga silaturahmi.
Bagi generasi muda, momentum ini menjadi ruang edukasi penting untuk mengenal kembali silsilah dan garis keturunan (nasab). Hal ini krusial dilakukan agar generasi penerus tetap memegang teguh identitas sejarah di tengah derasnya arus modernisasi.
Larut dalam Kekhusyukan Doa
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Puncak acara ditandai dengan ziarah kubur dan pembacaan tahlil massal. Di bawah keteduhan makam leluhur, seluruh keluarga larut dalam kekhusyukan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa bagi para pendahulu.
“Kegiatan ini adalah tentang mengingat akar. Berdoa di makam leluhur menyadarkan kita bahwa kerukunan yang kita nikmati hari ini adalah warisan spiritual yang harus dijaga keberlanjutannya,” ujar salah satu perwakilan keluarga Bani Wasan di sela-sela acara. 
Memperkuat Ukhuwah Melalui Ramah Tamah
Usai prosesi sakral, suasana mencair dalam sesi ramah tamah. Canda tawa dan nostalgia masa lalu mengalir hangat, meruntuhkan sekat usia antara para sesepuh dengan anak-cucu. Hidangan khas Lebaran yang disajikan menambah keakraban di tengah semilir angin sore pedesaan.
Melalui Halalbihalal 1447 H ini, keluarga besar Bani Wasan berharap nilai-nilai luhur, adab, dan kekompakan keluarga tetap terjaga kokoh. Kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa sejauh mana pun seseorang melangkah, keluarga dan doa adalah tempat terbaik untuk kembali.
MEMBEDAH SILSILAH: Jejak Keturunan Mbah Nurrohman
Berdasarkan catatan sejarah keluarga, Bani Wasan merupakan bagian dari garis keturunan besar Mbah Nurrohman, yang diyakini sebagai salah satu tokoh awal penyebar agama Islam di wilayah Brebes Barat.
Struktur Garis Keturunan Utama:
Mbah Nurrohman (Leluhur Utama)
Keturunan Langsung:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Wilem / Asiyah (Bersuamikan Ki Mas Brandal Cilik)
Putri (Bersuamikan Mbah Kasar)
Jalur Garis Bani Wasan (Eksponen Ki Mas Brandal Cilik):
Silsilah ini menurun melalui tokoh-tokoh kunci seperti Mbah Daimen, Mbah Gentong, dan Mbah Dari garis inilah lahir sosok Caswad (Wafat 1946), yang merupakan ayahanda dari tujuh bersaudara:
Karmali
Wastam
Wasan (Fokus utama Bani Wasan)
Ruinah
Muryah
Cari
Kasriyah
Hingga saat ini, keturunan Mbah Nurrohman telah mencapai generasi cicit hingga piut yang tersebar di berbagai wilayah nusantara, namun tetap menjaga simpul silaturahmi mereka di Desa Sengon, Brebes.
Editor: Casroni
#Religi
#Budaya
#Brebes
#Hari Ini
Tegal, DN-II Layanan Call Center 110 Polres Tegal menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat. Di balik layanan tersebut, terdapat sosok-sosok petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.
Salah satunya adalah Ipda Taufik Wardhana, SH, petugas PAMAPTA Polres Tegal yang turut terlibat dalam pelayanan 110. Ia mengungkapkan bahwa setiap panggilan yang masuk memiliki dinamika tersendiri, mulai dari laporan kejadian darurat hingga aduan masyarakat dalam kondisi panik.
“Dalam pelayanan 110, kami dituntut untuk selalu sigap dan tetap tenang. Tidak jarang masyarakat yang menghubungi dalam kondisi cemas, sehingga kami harus bisa menenangkan sekaligus menggali informasi dengan cepat dan tepat,” ujar Ipda Taufik.
Ia juga menuturkan bahwa suka duka dalam menjalankan tugas sudah menjadi bagian dari pengabdian. Jadwal piket yang padat dan panggilan yang datang tanpa henti menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. 
“Kadang dalam satu waktu, laporan masuk bertubi-tubi. Itu menjadi tantangan bagi kami untuk tetap fokus dan tidak boleh lengah, karena setiap laporan menyangkut keselamatan masyarakat,” lanjutnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Meski demikian, Ipda Taufik mengaku rasa lelah terbayar ketika laporan yang diterima dapat segera ditangani oleh petugas di lapangan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Yang paling berkesan ketika kami bisa membantu masyarakat, apalagi saat mereka mengucapkan terima kasih. Itu menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.
Polres Tegal melalui jajaran Humas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Call Center 110 sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.
Dengan semangat pengabdian dan profesionalisme, para petugas seperti Ipda Taufik Wardhana, SH, terus hadir di balik layanan 110, memastikan setiap laporan masyarakat mendapat respon cepat, tepat, dan humanis.( Bim )
TEGAL, DN-II Kasus dugaan perusakan lahan pertanian yang menimpa Untung Suradi di Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, memasuki babak baru. Pihak pelapor mengungkapkan adanya bukti digital berupa rekaman video yang menunjukkan keberadaan Kepala Desa (Kades) Brekat, Sabar, di lokasi kejadian saat perusakan berlangsung.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Minggu (22/03/2026), Untung Suradi menyatakan bahwa bukti video tersebut telah diserahkan dan kini berada di tangan penyidik Unit 2 Reskrim Polres Tegal untuk didalami lebih lanjut.
Progres Penyidikan dan Pasal yang Disangkakan
Setelah penantian panjang sejak Agustus 2024, Untung resmi menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Polres Tegal pada Kamis (19/03/2026).
Berdasarkan surat nomor B/324.12/III/2026/Reskrim, penyidik mengonfirmasi bahwa perkara ini diproses merujuk pada Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan atau perusakan barang secara bersama-sama, atau Pasal 262 Jo Pasal 618 UU Nomor 1 Tahun 2023.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
15 Saksi dan Ahli Pidana Diperiksa
Dalam dokumen SP2HP tersebut, tim penyidik di bawah pimpinan Ipda Muhammad Fadli, S.Tr.K., telah melakukan serangkaian langkah signifikan untuk mengungkap konstruksi hukum kasus ini, di antaranya:
Pemeriksaan Saksi: Sebanyak 15 orang telah dimintai keterangan resmi.
Keterangan Ahli: Melibatkan Ahli Pidana untuk memperkuat delik hukum yang disangkakan.
Penyitaan Barang Bukti: Sejumlah bukti fisik dari lokasi kejadian di Tanah Kas Desa (TKD) Brekat telah diamankan.
Koordinasi Yudisial: Penyidik telah melakukan koordinasi intensif dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) melalui gelar perkara.
Kesaksian Pelapor di Lokasi Kejadian
Terkait keberadaan bukti video yang mencatut nama Kades terpilih tersebut, Untung Suradi menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya memang tidak berada tepat di titik lokasi lahan timun miliknya.
“Saat itu saya dilarang oleh teman-teman untuk masuk ke lokasi lahan agar tidak terjadi benturan atau hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, bukti video yang menunjukkan keberadaan Kades di lokasi saat perusakan terjadi sudah kami serahkan ke penyidik,” ujar Untung.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Kabupaten Tegal, mengingat keterlibatan oknum pejabat desa dalam dugaan perusakan aset pertanian warga yang telah berlarut selama hampir dua tahun.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Laporan: Teguh
Editor: Casroni
Rahasia di Balik Pria Selektif: Mengapa Mereka Tidak Butuh Validasi Dunia
Oleh: Redaksi | Brebes 22 Maret 2026
WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Dalam panggung sandiwara modern yang mendewakan jumlah followers dan hiruk-pikuk validasi digital, muncul sebuah paradoks menarik, fenomena pria yang memilih menarik diri dari keramaian. Di sudut-sudut kota, dari warung kopi hingga ruang perkantoran di Brebes, kita sering melihat mereka sosok yang hanya memiliki satu atau dua kawan akrab, atau bahkan lebih sering terlihat meniti jalan sunyi sendirian.
Masyarakat kita yang cerewet sering kali terburu-buru menyematkan label negatif, antisosial, kuper, atau bahkan dianggap kalah dalam persaingan sosial. Namun, mari kita berhenti sejenak dan melihat lebih jernih. Benarkah kesendirian adalah tanda kelemahan? Atau jangan-jangan, itu adalah manifestasi tertinggi dari sebuah kedaulatan mental?
Benteng Karakter di Balik Filter Sosial
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Seorang pria yang memilih lingkaran pertemanan sempit sebenarnya tidak sedang mengisolasi diri karena takut; ia sedang membangun benteng. Ada filosofi tajam yang mendasarinya: Satu yang setia jauh lebih berharga daripada seribu yang palsu.
Ada beberapa alasan mengapa “kesunyian” ini harus dipandang sebagai standar baru kekuatan pria sejati:
Hasil Seleksi Alam dan Tempaan Hidup: Pria-pria ini biasanya adalah mereka yang sudah “kenyang” dengan drama. Mereka bukan tidak laku secara sosial, melainkan telah melalui proses filtrasi terhadap pengkhianatan dan basa-basi kosong. Ketenangan mereka adalah produk dari pengalaman, bukan ketidakmampuan.
Investasi pada Ketenangan Batin: Bagi mereka, kursi kosong jauh lebih terhormat daripada diisi oleh “teman musiman” yang hanya muncul saat butuh. Memangkas hubungan yang toksik bukan hanya soal ego, melainkan manajemen kesehatan mental.
Kematangan Validasi Internal: Di era di mana orang haus akan like dan tepuk tangan, pria selektif ini berdiri tegak tanpa butuh pengakuan. Mereka tidak mencari kelengkapan diri dari orang lain karena mereka telah menemukannya di dalam diri sendiri.
“Kesendirian bagi pria seperti ini bukanlah bentuk kesepian, melainkan cara mereka menjaga kewarasan di tengah dunia yang semakin bising.”
Waktu sebagai Aset “Raja”
Hal yang paling mencolok dari pria-pria ini adalah cara mereka menghargai waktu. Mereka memandang waktu sebagai mata uang yang tak ternilai. Membuang energi untuk obrolan tidak produktif dianggap sebagai kerugian besar. Dengan membatasi interaksi, mereka sebenarnya sedang melakukan manajemen waktu layaknya seorang raja hanya membagikannya kepada orang atau misi yang benar-benar memberikan nilai tambah.
Kesimpulan: Kemenangan Melawan Ego
Kita perlu mengubah cara pandang kita terhadap pria yang memilih jalan sunyi. Jangan remehkan mereka yang memiliki lingkaran pertemanan sempit. Itu bukan tanda isolasi, melainkan simbol kedaulatan diri. Mereka adalah orang-orang yang telah memenangkan pertarungan melawan ego dan rasa haus akan pengakuan dunia.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pada akhirnya, hidup tenang tanpa gangguan drama adalah kemewahan yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang berani jujur pada diri sendiri. Mereka tidak sedang kesepian; mereka hanya sedang memastikan bahwa hidup mereka tetap berkualitas.
#Instagram
#Facebook
#Twtiter
#IdulFitri1447H
#OpiniPublik
BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar rangkaian Idul Fitri 1447 H yang diawali dengan Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Brebes pada Sabtu (21/3/2026). Usai pelaksanaan ibadah, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma membuka pintu Pendopo Kabupaten untuk acara Open House, yang langsung dipadati warga dari berbagai penjuru daerah.
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat. Para pejabat, mulai dari asisten Sekda, staf ahli Bupati, kepala dinas, camat, hingga pimpinan BUMD dan organisasi perempuan daerah, turut diundang hadir bersama keluarga.
Sejak pagi, masyarakat berdatangan silih berganti. Pendopo yang biasanya berfungsi sebagai ruang kerja pemerintahan, hari itu berubah menjadi ruang kebersamaan. Warga duduk berdampingan, saling bertegur sapa, dan menikmati hidangan khas Lebaran. Gelak tawa dan percakapan hangat terdengar di berbagai sudut, menciptakan nuansa guyub yang kental.
Selain itu, hadir pula keluarga Bupati, keluarga Wakil Bupati Wurja, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah tampak berbaur bersama masyarakat dalam suasana penuh kehangatan.
Sejak pagi hingga siang hari, masyarakat tampak berdatangan silih berganti. Mereka hadir bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga untuk bersilaturahmi langsung dengan kepala daerah dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pendopo Brebes pun berubah menjadi ruang kebersamaan. Warga dari berbagai latar belakang duduk berdampingan, saling bertegur sapa, dan menikmati momentum Lebaran yang sarat makna. Kehadiran mereka menjadi cerminan kuatnya tradisi silaturahmi yang terus terjaga di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paramita menyampaikan bahwa Open House menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Open House ini bukan sekadar tradisi, tetapi ruang silaturahmi yang menyatukan kita semua. Di hari yang fitri ini, kami ingin membuka pintu selebar-lebarnya agar masyarakat bisa hadir, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kebersamaan,” ujarnya.
Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Brebes.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali dalam keadaan suci, dipenuhi kebahagiaan, dan semakin mempererat persaudaraan,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang terbangun selama Ramadan diharapkan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.
“Semoga kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin Brebes tetap guyub, rukun, dan saling peduli,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, para tamu disuguhi beragam hidangan khas Lebaran yang tersaji rapi. Warga terlihat menikmati sajian yang disiapkan, mulai dari makanan berat hingga kudapan ringan, sembari berbincang santai dengan keluarga, kerabat, maupun sesama tamu.
Tak hanya itu, suasana semakin semarak dengan hiburan yang turut dihadirkan. Gelak tawa dan percakapan hangat terdengar di berbagai sudut pendopo, menciptakan nuansa kebersamaan yang kental.
Open House ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Setelah sebulan penuh menjalani Ramadan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, momentum Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan secara lebih luas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Red
