Beranda » TNI-Polri » Halaman 110

TNI-Polri

Cilacap, DN-II Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pengawalan ini dilakukan agar koperasi tumbuh sehat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Menurut Danrem, Koperasi Merah Putih merupakan bagian penting dari penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara tertib, transparan, dan berkelanjutan.

“Koperasi ini harus dikelola dengan baik dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Korem 071/Wijayakusuma akan terus hadir mengawal agar program ini berjalan tepat sasaran,” tutur Danrem saat meninjau pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara, serta Desa Widarapayung, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Rabu (7/1/2026).

Danrem berharap keberadaan koperasi ini mampu menjadi penggerak ekonomi warga, mendukung pelaku UMKM, serta memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat desa dan kelurahan, pengurus koperasi, serta masyarakat agar koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi aktif dan produktif.

Kepala Desa Widara Payung menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang dilakukan oleh Korem 071/Wijayakusuma. “Dengan adanya pengawalan dari TNI, kami semakin yakin koperasi ini dapat berkembang dan memberi manfaat bagi warga,” ungkapnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Harapan serupa disampaikan Waluyo, salah satu warga setempat. Ia berharap Koperasi Merah Putih ini selanjutnya dapat berjalan lancar dan menjadi wadah pengembangan usaha masyarakat. “Saya berterima kasih kepada bapak TNI yang telah membangun Koperasi Merah Putih ini dan untuk selanjutnya semoga berjalan lancar,” katanya.

Danrem memastikan Korem 071/Wijayakusuma akan terus memantau dan mendukung perkembangan Koperasi Merah Putih sebagai bentuk kontribusi TNI dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Reporter: Dani

Jakarta, DN-II Mumentum Berbagai HUT di NKRI adalah pertanda Demokrasi Kemanusian Keamanan Berbangsa Bernegara sangat elok di RI ini “, ujar Prof Dr KH Sutan Nasomal Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional menjawab materi pertanyaan para pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri di kantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta Via Telpon Selulernya 8/1/2026

Prof Sutan Nasomal Yakin Presiden RI Prabowo Subiyanto tidak akan melupakan sejarah dan mampu menyelamatkan NKRI dari ancaman baik dari dalam negri dan dari Negara Manapun.

Dunia terpecah menjadi dua kubu. Terkuat ekonomi di uji selama 20 tahun ini. Perang dagang Ekonomi dan perang dagang Tekhnologi serta peralatan Militer berlomba terus yang kini terjawab dengan gamblang siapakah yang menjadi terkuat dan pemenangnya di dunia ini.

Ternyata Negara yang bukan mengikuti faham demokrasi bisa lebih maju, tenang, damai, sejahtera dan tidak bisa di ganggu oleh negara yang mengikuti paham demokrasi.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada tim media. Waktu menjawab dengan sejujur jujurnya Negara yang tidak mengikuti cara Negara Paman SAM mengutamakan selogan Demokrasi ternyata menjadi Negara yang maju serta pesat berkembang kemajuan di banyak hal. Negara Demokrasi malah menjadi Negara Miskin dan tenggelam dengan hutang. Ada pula yang hancur dengan perang saudara. Sangat terbuka informasi dalam evaluasi selama 25 tahun ini. Negara Paman SAM terjebak dalam propaganda demokrasi palsu. Bahkan warga negara Paman SAM tidak bisa bebas berkunjung ke negara manapun karena ada luka besar di Masyarakat dunia akibat cara cara di waktu lalu Negara Paman SAM membuktikan cara cara penjajahan di mana mana menjadi alat poltiknya. Bahkan Negara Paman SAM membuat pangkalan militer di 750 tempat agar mengamankan kepentingannya ikut serta dalam menciptakan perang baik di TIMTENG dan ASIA.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Negara yang tidak bisa di ganggu dan ditekan oleh Negara Paman SAM hanya Negara China.
China tidak perlu paham demokrasi selama ribuan tahun. Karena sejarah menjawab yang tidak bisa dipungkiri bahwa Kerajaan atau Negara Komunis yang bisa bertahan dengan baik serta tidak bisa di jajah.

Prof Dr Sutan Nasomal : 1000 tahun yang lalu TIMTENG sangat maju dengan kerajaan di bawah paham ISLAM. Sangat kuat ekonomi dan makmur. Terjadi melemah dan terpecah akibat propaganda moderenisasi dan demokrasi. Yang terbawa arus menjadi negara demokrasi malah menjadi Negara lemah dan miskin serta tenggelam dengan hutang. Akhirnya di jajah dan perang saudara. Terjebak dengan sistem rumit dan dendam akibat menang demokrasi melalui jalan licik. Demokrasi jurdil tidak pernah ada di dunia ini. Semua angka pemenang demokrasi adalah angka halunisasi yang di bayar atas kepentingan politik.

Negara Kerajaan masih ada di beberapa tempat. Tidak mengambil paham demokrasi tetapi sangat maju, kaya dan makmur negaranya. Itulah fakta yang terekam jejaknya selama 100 tahun ini sampai tahun 2026. Tidak bisa di jajah oleh negara Paman SAM dan tidak bergantung dengan negara manapun. Tidak pernah menjajah negara manapun. Tidak tenggelam berhutang dengan negara manapun. Warga negaranya tenang dan aman bila berkunjung ke negara manapun. Negara kerajaan dengan konsep ISLAM di TIMTENG tetap stabil menjadi negara kaya. Kemungkinan di TIMTENG pada 100 tahun ke depan demokrasi tidak akan di gunakan lagi. Tidak menjadi Negara Boneka Paman SAM.

Prof Dr Sutan Nasomal : informasi kemudian menjawab dengan jelas. Kemudian Tampil China menjadi Negara Raksasa Industri dengan ekonomi terkuat atau teknologinya sangat maju serta peralatan militernya berkembang sangat hebat. China menjadi Negara Nomer 1 tampa menjajah siapapun. China tidak menjadi negara boneka manapun. Berdiri dan belajar dari segala hal. Negara China tidak bergantung dari politik negara Paman SAM.
Partai Komunis berhasil dalam revolusi ekonomi sosial dan memajukan Masyarakat.

Amerika sangat takut Dunia mengakui China dengan partai komunisnya tampa demokrasi dan kebebasan moderenisasi bisa maju dan kuat. Tampa alasan yang jelas Amerika membenci China.

China tidak perlu menghabiskan uang rakyat ratusan trilyun untuk pesta demokrasi yang namanya pemilu. Kemudian muncul nama Presiden baru dengan hasil kesepakatan politik. Bukan hasil pilihan rakyat. Memang tidak akan ada jurdil dalam pemilu. Karena presiden di pilih atas kepentingan politik. Bukan atas pilihan bebas dari rakyat. Maka china berani mengajak seluruh rakyatnya. KALAU MAU TIDAK JADI BUDAK DUNIA MAKA BELAJAR UNTUK BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI. Hal ini terwujud.

China tidak menjadi negara boneka manapun dan tidak merugikan atau menjajah negara manapun.
China membuka pintu untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan untuk semua ratusan negara di dunia ini. China menjawab bahwa dunia tidak butuh satu warna. Maka china hadir dengan warna berbeda.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan. Semoga para pemimpin di dunia ini punya rasa malu dan mau belajar dari sejarah perkembangan kehidupan tatanan dunia.

Prof Dr Sutan Nasomal menyampaikan kepada tim media. “Sebelum era penjajahan. Kerajaan Sunda Nusantara telah menjawab bahwa nenek moyang Indonesia pernah menjadi negara kuat atau kerajaan besar yang menguasai dunia. Kemudian di susul oleh kerajaan sunda lainnya. Tidak ditundukkan dengan paradokma moderenisasi dan tidak terpengaruh dengan cara politik barat. Kerajaan Sunda Nusantara malah menjadi peradaban termaju di masanya.
Maka hal ini bisa menjawab dengan kondisi saat ini. Kita lebih maju atau mundur jauh.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sejarah Jangan Di Lupakan

Cilacap, detiknasional.com – Pemerintah Desa Panulisan Barat, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Pembinaan Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang berlangsung di Balai Desa setempat pada Rabu, 7 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Panulisan Barat, perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta anggota Linmas Desa Panulisan Barat sebagai peserta. Kehadiran unsur TNI dan Polri bertujuan untuk memberikan pembinaan dan meningkatkan kapasitas Linmas dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban di lingkungan desa.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Panulisan Barat, Aipda Tri Setya, menyampaikan materi mengenai Pengamanan Swakarsa melalui Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling), kesiapsiagaan bencana, serta pemahaman dasar di bidang hukum. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesiapan anggota Linmas dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan situasi darurat.

Sementara itu, Babinsa Panulisan Barat, Serda Aji Wibowo, memfokuskan pembinaan pada pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta penjelasan mengenai tugas pokok dan fungsi Linmas dalam menjaga kondusivitas keamanan wilayah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Desa Panulisan Barat, Sarwat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang telah direncanakan dan dianggarkan melalui APBDes. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan jadwal dan terlaksana dengan baik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan anggota Linmas sehingga penanganan berbagai permasalahan di Desa Panulisan Barat dapat dilakukan secara optimal, lancar, dan tanpa kendala,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan rasa tanggung jawab dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Selain itu, Kepala Desa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa atas pendampingan serta peran aktif dalam menjaga situasi keamanan desa.

“Berkat pendampingan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa, kondisi keamanan dan ketertiban di Desa Panulisan Barat dapat terjaga dengan baik sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, acara diisi dengan pemaparan materi serta sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Anggota Linmas tampak antusias berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait tugas, peran, serta penanganan berbagai situasi keamanan dan ketertiban di wilayah desa. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif hingga selesai.

 

Reporter: Dani

KARAWANG, DN-II Presiden Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung terhadap inovasi hilirisasi dan implementasi teknologi pertanian modern dalam agenda Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (07/01/2026). Langkah ini mempertegas komitmen pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan berbasis teknologi.

Transformasi Digital di Sektor Pertanian

Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyaksikan langsung demonstrasi alat mesin pertanian (alsintan) mutakhir. Teknologi yang dipamerkan meliputi:

Alsintan Otonom: Traktor tanpa awak untuk efisiensi pengolahan lahan.

Drone Sprayer: Pengaplikasian pupuk dan pestisida presisi dari udara.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pompa Otomatis: Sistem irigasi pintar guna memastikan ketersediaan air sepanjang musim.

Fokus Hilirisasi: Nilai Tambah Komoditas Lokal

Selain meninjau mekanisasi, Kepala Negara mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian. Fokus utama tertuju pada pengolahan produk hasil bumi, salah satunya tanaman endemik gambir. Presiden menekankan bahwa komoditas strategis ini harus memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri sebelum merambah pasar ekspor.

Akademisi dari Universitas Andalas, Muhammad Makky, yang turut hadir dalam pameran tersebut, memberikan catatan kritis terkait tata kelola ekspor. “Selama ini Indonesia cenderung mengekspor gambir dalam bentuk mentah atau bongkahan. Akibatnya, nilai tambah ekonomi justru dinikmati negara pengolah,” jelasnya. Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi pemerintah untuk memperkuat industri pengolahan gambir domestik.

Komitmen Pemerintah

Kunjungan ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk mengintegrasikan teknologi hulu ke hilir. Dengan teknologi otonom, biaya produksi diharapkan turun, sementara melalui hilirisasi, pendapatan petani dan devisa negara diproyeksikan akan meningkat signifikan.

Sumber: BPMI Setpres

Red

#KemensetnegRI
#RilisPresiden
#SwasembadaPangan
#HilirisasiPertanian
#PrabowoSubianto

Jabar, DN-II Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025 dalam acara Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Rabu (07/01/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petani dan seluruh elemen pertanian yang telah bekerja keras sehingga target swasembada yang semula diproyeksikan empat tahun, dapat terwujud hanya dalam waktu satu tahun. Presiden menegaskan bahwa ketersediaan pangan yang mandiri adalah kunci utama agar bangsa Indonesia tidak bergantung pada negara lain.

Sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa dan pengabdian dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah tokoh dan pelaku di bidang pertanian. Penghargaan tersebut diberikan antara lain kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta para petani, penyuluh, hingga jajaran TNI dan Polri yang dinilai berjasa besar dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan pangan.

Red

Sumber: BPMI Setpres

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

#KemensetnegRI
#RilisPresiden

TEGAL, DN-II Polres Tegal kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Tegal. Kali ini, jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Tegal berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di wilayah Kecamatan Adiwerna, Sabtu (3/1/2026) malam.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam rilis resmi yang dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Tegal AKP Indra Irnawan Liarafa, S.H., M.H., didampingi Kasi Humas Polres Tegal IPDA Komarudin, S.H., bertempat di Mapolres Tegal, Rabu 07 Januari 2026.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial RK (45) di pinggir Jalan Raya Ikut Desa Kalimati, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Tersangka diketahui merupakan warga Kabupaten Tulungagung dengan pekerjaan sebagai buruh harian lepas.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa empat paket narkotika jenis sabu dengan total berat bruto lebih dari 4,54 gram, serta empat butir pil ekstasi (inex) warna merah muda. Seluruh barang bukti tersebut dibungkus dalam plastik klip bening dan siap untuk diedarkan.

Kasat Narkoba Polres Tegal menjelaskan bahwa tersangka mengedarkan narkotika dengan cara cash on delivery (COD) atau bertemu langsung dengan para pembeli di lokasi yang telah disepakati. Modus tersebut dilakukan untuk mengelabui petugas dan menghindari pantauan aparat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Tegal dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkotika di Kabupaten Tegal. Penindakan tegas akan terus dilakukan demi melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkoba,” tegas Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP sebagaimana telah disesuaikan dalam Undang-Undang RI Nomor 01 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Polres Tegal mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. ( S. Bimantoro )

BREBES, DN-II Peredaran obat keras golongan daftar G, yang populer dengan sebutan “Warung Aceh”, kini memasuki babak baru di Kabupaten Brebes. Tak lagi sekadar transaksi konvensional, para bandar mulai memanfaatkan ranah digital untuk mengedarkan barang haram tersebut, dengan target utama generasi muda dan pelajar.

Pergeseran modus operandi ini menjadi tantangan berat bagi aparat penegak hukum. Haditopo, anggota tim pengawasan obat terlarang Kabupaten Brebes, mengungkapkan bahwa jejak digital para pelaku seringkali terputus, sehingga sulit untuk menyentuh bandar besar di atasnya.

Putusnya Mata Rantai Distribusi

Menurut Haditopo, mekanisme peredaran daring (online) sengaja dirancang untuk memutus pelacakan sumber barang. Hal ini membuat pihak kepolisian dan kejaksaan harus bekerja ekstra keras dalam melakukan pengembangan kasus.

“Ini tantangan besar bagi kami. Peredaran online memutus jejak mekanisme sumber barang dan identitas pemain utama di wilayah ini,” ujar Haditopo saat memberikan keterangan di Brebes, Rabu (7/1).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Meski sulit dilacak, ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak akan kendor. Para pengedar yang tertangkap terancam sanksi berat sesuai Undang-Undang Kesehatan. “Hukuman maksimal bisa mencapai 10 tahun penjara atau denda hingga miliaran rupiah. Di Brebes, tuntutan jaksa akan sangat tegas, menyesuaikan skala kasusnya,” imbuhnya.

Mengincar Pelajar: Orang Tua Diminta Waspada

Jenis obat seperti Tramadol, Trihexyphenidyl (Trihex), dan Diazepam kini menghantui kalangan pelajar. Efek samping obat-obat ini tidak hanya merusak kesehatan saraf, tetapi juga memicu gangguan ketertiban sosial akibat perubahan perilaku penggunanya.

Pihak berwenang meminta orang tua untuk mendeteksi dini jika terdapat anomali pada perilaku anak, seperti:

Instabilitas Emosi: Mudah marah atau meledak-ledak tanpa alasan.

Perubahan Kepribadian: Menjadi sangat tertutup (introvert) secara mendadak.

Perilaku Agresif: Cenderung kasar terhadap orang di sekitar.

Penurunan Kesadaran: Sering terlihat linglung yang berisiko memicu kecelakaan lalu lintas.

Urgensi Rumah Sakit Khusus Ketergantungan Obat

Melihat tren kasus yang terus meningkat, muncul dorongan agar Kabupaten Brebes memiliki fasilitas medis khusus seperti Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO). Saat ini, penanganan medis bagi korban ketergantungan masih menyatu dengan rumah sakit umum, yang dinilai kurang spesifik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Jika skalanya sudah masif, idealnya ada fasilitas khusus agar penanganan lebih intensif. Kita perlu menyelamatkan masyarakat yang terpapar sebelum kondisi fisik dan mental mereka rusak permanen,” tegas Haditopo.

Pemerintah Kabupaten Brebes bersama tim gabungan berkomitmen terus memperketat pengawasan, mulai dari pintu masuk distribusi hingga ke tangan konsumen, guna memutus rantai peredaran obat terlarang ini hingga ke akarnya.

Reporter: Teguh

Bogor, DN-II Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Taklimat Awal Tahun 2026 kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (06/01/2026).

Pertemuan ini menjadi forum evaluasi kinerja pemerintah sekaligus penyusunan langkah ke depan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Pada kesempatan itu, Presiden mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintahan yang dinilai telah menunjukkan inisiatif dan keberanian dalam mengambil keputusan dan bertindak demi kepentingan rakyat.

Presiden juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras lebih cepat dari target. Saat ini, cadangan beras pemerintah di gudang Bulog mencapai lebih dari 3 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Presiden pun menegaskan bahwa swasembada pangan dan energi adalah kunci utama kemakmuran dan kedaulatan bangsa.

Selain itu, Presiden turut menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan tepat satu tahun lalu telah berhasil menjangkau 55 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil. Pengawasan dan penyempurnaan terus dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program ini.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Mengakhiri taklimatnya, Presiden mengajak seluruh jajaran kabinet untuk tetap fokus dalam memberantas kelaparan dan kemiskinan. Presiden menegaskan bahwa dengan niat yang bersih untuk kepentingan rakyat, pemerintah tidak perlu ragu dalam melangkah demi keselamatan dan masa depan bangsa Indonesia.

Red

Sumber:
BPMI Setpres
Biro Humas Kemensetneg

#KemensetnegRI
#RilisPresiden

Banyumas, DN-II Jembatan Gantung Garuda di atas Sungai Lo pasir, Desa Karanggayam, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dibangun bukan hanya sekedar berdiri, namun sebagai nadi kehidupan Rakyat yang diberikan Presiden Prabowo, Senin (5-6/01/2026).

‎Jembatan sepanjang 50 meter dengan lebar 1,20 meter itu dicek langsung kekuatan dan fungsinya oleh jajaran pejabat Kodam IV/Dip. memastikan benar-benar aman dan bermanfaat bagi rakyat.

‎Pengecekan lapangan dilakukan oleh Aster Kasdam IV/Diponegoro Kolonel Kav Gede Setiawan, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, serta Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir.

‎Ketiganya menyusuri jembatan, mengamati konstruksi, hingga berdialog langsung dengan warga penerima manfaat.

‎Kolonel Kav Gede Setiawan menegaskan, pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat pedesaan.

‎“Kami tidak hanya meninjau, tapi memastikan jembatan ini kuat, aman, dan benar-benar mendukung aktivitas warga. Infrastruktur seperti ini adalah kunci penggerak ketahanan pangan dan ekonomi rakyat,” tegasnya.

‎Hal senada disampaikan Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim. Menurutnya, jembatan ini akan mempercepat distribusi hasil pertanian warga yang mayoritas menanam padi, jagung, cabai, pisang, kacang tanah, dan singkong.

‎“Dengan akses yang terbuka, petani tidak lagi terkendala sungai. Waktu, tenaga, dan biaya bisa ditekan. Dampaknya langsung pada kesejahteraan warga,” kata Danrem Kolonel Inf Lukman Hakim.

‎Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf Edward Samosir juga menambahkan Jembatan Gantung Garuda kini menjadi urat nadi bagi 25 kepala keluarga dengan total 160 jiwa, termasuk akses vital menuju SD Negeri 1 Karanggayam, SMP Negeri 2 Lumbir, hingga SMK Bunda Satria Wangon.



‎”Anak-anak desa kini menyeberang sungai tanpa rasa takut, bahkan saat musim hujan,” kata Dandim Letkol Inf Edward Samosir.

‎Ketua RT 01/RW 05 Desa Karanggayam, Jumanto, menyebut kunjungan dan pengecekan langsung pimpinan TNI sebagai bukti kepedulian yang jarang terjadi.

‎“Kami merasa benar-benar diperhatikan. Bukan hanya dibangunkan jembatan, tapi dicek langsung. Ini jembatan harapan bagi warga kami,” ucapnya dengan nada haru.

‎Di Karanggayam, Jembatan Gantung Garuda kini bukan sekadar penghubung dua tepi sungai. Jembatan Gantung Garuda ini adalah simbol kehadiran negara, ketegasan kepemimpinan, dan keberpihakan nyata kepada rakyat di pelosok.

Red

Kota Tegal, DN-II Pasca perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Tegal Kota meningkatkan pengamanan dengan menggelar patroli di sejumlah titik rawan di wilayah Kota Tegal.

Kasat Samapta Polres Tegal Kota, Kompol Bambang Sri. D, mengatakan kegiatan patroli ini merupakan upaya pencegahan dini pasca libur panjang.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Patroli kami gelar untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Fokus patroli Sat Samapta pada titik-titik rawan, mulai dari perbankan, pusat keramaian, hingga kawasan padat aktivitas warga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami juga menyampaikan imbauan kamtibmas, agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Kompol Bambang.

Ia juga menambahkan, pihaknya akan terus menggelar dan mengoptimalkan kegiatan patroli. Terutama pada waktu rawan seperti akhir pekan yang sering untuk aksi tawuran maupun balap liar

“Upaya ini akan terus kami lakukan, terutama pada akhir pekan, guna mencegah aksi tawuran, balap liar, dan gangguan kamtibmas lainnya,” tutupnya. ( S. Bimantoro )

You cannot copy content of this page