BREBES, DN-II Harga komoditas beras di Pasar Induk Brebes hingga awal Juni 2026 terpantau masih mengalami fluktuasi. Ketidakstabilan harga ini dipicu oleh belum meratanya masa panen di berbagai wilayah, yang berdampak langsung pada rantai distribusi hingga ke tingkat konsumen (3/6/2026).
Bapak Narsim, seorang pedagang beras senior yang telah berpengalaman selama lebih dari 27 tahun di Pasar Induk Brebes, mengungkapkan bahwa harga beras saat ini berada di angka Rp13.600 per kilogram. Namun, angka tersebut tidak seragam di semua wilayah.
“Harga beras saat ini memang belum stabil. Di wilayah selatan, harganya bahkan bisa menyentuh Rp14.000 per kilogram. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh masa panen yang belum merata, terutama karena di wilayah utara masa panen belum sepenuhnya selesai,” jelas Narsim saat ditemui di lapak dagangannya, Rabu (3/6/2026).
Variasi Kualitas dan Pergeseran Komoditas
Menurut Narsim, fluktuasi harga juga sangat bergantung pada kualitas dan jenis beras. Secara umum, harga gabah di tingkat petani berada di kisaran Rp8.000 per kilogram. Namun, setelah melalui proses pengeringan, penggilingan, hingga sortir kualitas, harga di tingkat konsumen mengalami penyesuaian.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Saat ini, pedagang di Pasar Induk Brebes menjajakan berbagai varietas, seperti beras jenis S4 dan SS. Narsim juga menyoroti adanya pergeseran minat dan ketersediaan komoditas di pasar. “Dulu kita sering menjual jenis C4, namun sekarang keberadaannya sudah sangat jarang ditemukan di pasaran,” ungkapnya.
Menakar Harapan pada Subsidi Pupuk
Sebagai pelaku usaha yang telah lama berkecimpung di industri pangan, Narsim menekankan pentingnya stabilitas harga dari sektor hulu, yakni di tingkat petani. Ia berharap pemerintah dapat mengoptimalkan mekanisme penyaluran subsidi pupuk agar lebih tepat sasaran.
Narsim meyakini, jika produktivitas petani terjaga dengan biaya produksi yang terkendali, maka harga beras di tingkat petani akan lebih stabil. Hal ini pada akhirnya akan memudahkan pedagang dalam menentukan harga yang lebih kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat.
“Harapan kami sederhana, subsidi pupuk harus lebih tepat sasaran. Jika petani sejahtera dan harga di tingkat bawah stabil, maka distribusi ke pasar akan lebih lancar. Ujung-ujungnya, harga bagi konsumen pun bisa lebih terjaga,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
