Prof DR Sutan Nasomal : Jangan Tidak Peka Presiden RI Dengan Air Mata Rakyat Akibat Di Bakarnya Hutan
JAKARTA, DN-II Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir dinilai sudah sangat mengancam kedaulatan serta keamanan nasional. Persoalan ini tidak hanya merugikan kesehatan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga berdampak hingga ke negara-negara tetangga.
Pakar Hukum Internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dan Kapolri atas perhatian serta kerja keras dalam menangani bencana ini. Berdasarkan laporan rapat paripurna, terungkap bahwa banyak korporasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Indonesia (PMI), serta oknum-oknum tertentu yang diduga terlibat sebagai pelaku pembakaran hutan.
Kendati demikian, Prof. Sutan menilai situasi ini sudah masuk dalam kategori darurat yang mengganggu keamanan nasional. Ia bahkan memandang tindakan perusakan lingkungan ini sebagai bentuk serangan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab di balik kepentingan politik asing.
”Penduduk menderita sakit akibat asap, sementara harta benda seperti rumah, ladang, kebun pertanian, hingga peternakan hancur terbakar,” ujar Prof. Sutan dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Mengingat luasnya wilayah hutan yang terbakar di berbagai daerah hingga menyebabkan banyak satwa ditemukan mati, Prof. Sutan menegaskan bahwa masalah ini sangat serius dan tidak boleh diabaikan oleh kepala negara. Langkah konkret dan tegas sangat diperlukan untuk melawan pihak-pihak yang merusak keamanan Indonesia melalui pembakaran hutan.
Selain itu, upaya penyelamatan penduduk di wilayah terdampak harus dilakukan secara gerak cepat (gercep) dengan menerjunkan tim evakuasi dan tim kesehatan. Hal ini penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, mengingat sebagian masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa bencana ini turut diperparah oleh unsur kesengajaan perusakan lingkungan.
Prof. Sutan juga meminta seluruh kepala daerah agar lebih tanggap menghadapi ancaman gangguan keamanan nasional akibat Karhutla yang mulai merambah ke wilayah permukiman penduduk. Kapolda di setiap daerah diminta untuk bertanggung jawab penuh jika terjadi kelengahan yang merugikan masyarakat dan negara. Mengingat potensi musim kemarau dan dampak El Nino yang masih mengancam di seluruh wilayah Indonesia, seluruh kementerian terkait diimbau untuk terus disiagakan.
Melalui momentum ini, Prof. Sutan menghimbau Presiden RI agar lebih peka terhadap penderitaan dan air mata masyarakat Indonesia yang dirundung duka akibat tanah kelahirannya dikepung api dan asap.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen penuh untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berdasarkan aduan masyarakat yang diterimanya, kobaran api bahkan telah mencapai dan menghancurkan rumah-rumah warga. Oleh karena itu, ketersediaan air bersih, layanan kesehatan, obat-obatan, oksigen, bahan makanan, serta perlengkapan balita menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dijamin ketersediaannya di lokasi bencana.
Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
(Pakar Hukum Internasional, Ekonom Pendidikan, dan Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia / PAMID Association of Young Indonesian)
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.