Blog

Jawa Tengah, DN-II Dugaan praktik penarikan dana ilegal dalam proyek pembangunan dapur program SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat. Kali ini, sorotan mengarah kepada oknum Wakil Ketua Yayasan Hans Satya Dharma (HSD) berinisial L, dan oknum Sekjen berinisial IDH yang diduga menerima aliran dana hingga Ratusan juta dari sejumlah calon pemilik dapur. (26/1/2026).

Informasi tersebut terungkap berdasarkan pengaduan beberapa pihak yang mengaku telah menyetorkan dana secara bertahap dengan janji memperoleh titik dapur dan percepatan operasional program kepada rekening pribadi Wakil ketua 1 dan Pembina sekaligus Sebagai Investor termasuk keterlibatan oknum sekjen.

Ketua Umum Yayasan HSD Jawa Tengah, Turnya, S.H., M.H., membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal terkait dugaan adanya aliran dana ke rekening pribadi Wakil ketua 1.

“Kami menerima pengaduan disertai bukti awal adanya aliran dana dengan nilai satu orang saja sekitar Rp340 juta yang diduga disetorkan ke rekning oknum Wakil Ketua dan Pembina berinisial HDN sekaligus sebagai investor dari calon pemilik dapur. Saat ini sedang kami verifikasi,” ujar Turnya.

Ia menegaskan bahwa aliran dana itu hanya sebagian kecil yang di laporkan belum lagi korban-korban lainnya yang dilakukan secara terstruktur, masif oleh para oknum pengurus termasuk dugaan aliran dana besar kepada Sekjen berinisial IDH. Apabila dugaan tersebut terbukti, maka tindakan tersebut merupakan penyalahgunaan jabatan dan wewenang, serta berpotensi masuk dalam kategori perbuatan melawan hukum dan tindak pidana.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“ Saya sebagai ketua umum Yayasan tidak pernah di beritahukan terkait praktik jual beli titik dapur apalagi memberi kewenangan kepada siapa pun untuk menarik dana dari masyarakat. Jika ada oknum yang melakukan itu, maka itu adalah tanggung jawab pribadi dan harus diproses secara hukum,” tegasnya.

Turnya juga kembali mengingatkan bahwa, Yayasan HSD Jawa Tengah belum memiliki ID Mitra resmi BGN maka tidak ada dasar hukum untuk menjual atau memperdagangkan titik dapur. Segala bentuk penarikan dana dari calon mitra atau kontraktor adalah ilegal jika tidak melalui keputusan ketua umum yang sah.

Menurutnya, dugaan aliran dana ini memperkuat indikasi bahwa persoalan di tubuh yayasan bukan lagi sekadar konflik internal, melainkan telah mengarah pada dugaan praktik sistematis yang merugikan masyarakat.

“Jika ini benar, maka kerugian masyarakat sangat besar. Kami tidak akan menutup-nutupi dan tidak akan melindungi siapa pun,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, Ketua Umum Yayasan HSD Jawa Tengah akan mendatangi kantor BGN pusat kemudian pelaporan ke Mabes Polri atau ke Polda Jateng termasuk Polres Brebes.

“Kami ingin masalah ini dibuka seterang-terangnya. Yayasan tidak boleh dijadikan kedok untuk mencari keuntungan pribadi,” pungkas Turnya.

Reporter: Teguh

PALEMBANG, DN–II Tabir gelap di balik penguasaan lahan transmigrasi seluas 5.149,94 hektare di Desa Mekar Jaya, Kabupaten Lahat, akhirnya terbongkar. Kasus ini diduga bukan sekadar sengketa lahan biasa, melainkan sebuah kejahatan sistematis yang melibatkan sindikat pemalsuan surat tanah dalam skala masif.

Didampingi pengacara handal Sumatera Selatan, Iskandar Halim Munthe, bersama Nopri dan Asep, korban resmi melaporkan dugaan praktik lancung ini ke Mapolda Sumsel. Laporan tersebut membidik keterlibatan oknum Kepala Desa (Kades) beserta kroninya yang diduga menjadi otak di balik terbitnya ratusan surat jual beli bodong.

Tim kuasa hukum mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai modus operandi yang digunakan untuk mengelabui publik. Diduga kuat, oknum Kades dan jaringannya telah menerbitkan ratusan surat jual beli di atas lahan transmigrasi dengan cara memalsukan tanda tangan pihak-pihak terkait.

“Ini adalah kejahatan yang sangat rapi dan sadis. Mereka diduga mencetak ratusan surat jual beli palsu untuk menjerat pembeli yang mayoritas berasal dari luar Kabupaten Lahat. Modusnya jelas: memalsukan tanda tangan demi melegalkan penjarahan lahan negara,” tegas Iskandar Halim Munthe dengan nada bicara pedas.

Korban “Luar Daerah” Jadi Sasaran Empuk
Para pelaku diduga memanfaatkan ketidaktahuan warga dari luar daerah untuk mengeruk keuntungan pribadi. Dengan iming-iming surat jual beli yang seolah-olah sah, lahan transmigrasi yang seharusnya dilindungi justru diperjualbelikan secara ilegal oleh oknum pejabat desa tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Rakyat kecil dan pembeli dari luar daerah dikelabui oleh administrasi bodong. Ini bukan hanya merugikan klien kami senilai Rp117 juta secara langsung, tapi merupakan penghinaan terhadap sistem hukum agraria kita,” tambah tim hukum lainnya, Nopri dan Asep.

Selain jeratan Pasal 385 dan 391 KUHP tentang penyerobotan lahan, tim kuasa hukum mendesak penyidik Polda Sumsel untuk mendalami unsur Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Mereka meminta polisi tidak gentar menyentuh oknum Kades dan kroninya yang diduga telah lama “berpesta” di atas lahan transmigrasi tersebut.

“Negara tidak boleh kalah oleh sindikat desa. Kami membawa bukti-bukti kuat ke Polda Sumsel agar sindikat pemalsu surat ini segera berbaju oranye,” pungkas Iskandar Halim.

Hingga saat ini, pihak oknum Kades yang disebut dalam laporan belum memberikan pernyataan resmi. Namun, laporan ini telah menjadi peringatan keras bahwa praktik “mafia desa” di Desa Mekar Jaya kini berada dalam bidikan serius aparat penegak hukum. (Pajar Saragih / Tim Redaksi PRIMA).

Seni Menghargai: Mengapa Kita Tak Boleh Menilai Seseorang dari Sampulnya?

Oleh: Casroni | 25 Januari 2026

Www.Detik-Nasional.Com – Di tengah arus informasi media sosial yang serba cepat, penilaian instan terhadap sesama sering kali menjadi jebakan dalam interaksi sosial. Padahal, kerendahan hati untuk menghargai setiap individu tanpa sekat status atau penampilan fisik merupakan fondasi krusial dalam membangun relasi yang sehat dan inklusif.

Menyingkap Potensi yang Tersembunyi

Masyarakat modern sering kali terjebak dalam stigma bahwa mereka yang tidak menonjolkan diri adalah mereka yang minim kemampuan. Realitanya, setiap individu memiliki spektrum keahlian yang unik dan sering kali tidak terlihat secara kasat mata.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sikap merendahkan orang lain bukan hanya mencerminkan rendahnya empati, tetapi juga menutup akses kita untuk menyerap pengetahuan dari sudut pandang yang berbeda.

“Jangan pernah merendahkan siapa pun. Setiap orang memiliki kelebihan dan kapasitas yang mungkin belum tampak di permukaan,” pesan yang kini tengah viral di kalangan penggiat kesehatan mental ini menjadi pengingat penting bagi publik.

Kekuatan di Balik Kesunyian

Salah satu poin krusial yang kerap disalahartikan adalah karakter seseorang yang pendiam. Dalam dunia yang penuh kebisingan, sikap diam sering kali dicap sebagai bentuk ketidakmampuan atau rasa tidak percaya diri. Namun, yang terjadi justru sebaliknya; diam sering kali merupakan manifestasi dari observasi mendalam serta proses berpikir yang matang.

Menilai seseorang hanya berdasarkan atribut luar adalah sebuah kekeliruan logika. Kedalaman ilmu dan integritas karakter seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan seberapa keras mereka berbicara atau seberapa mencolok penampilan mereka.

Kesimpulan: Investasi Sosial Masa Depan

Menghargai sesama adalah investasi sosial yang paling berharga. Dengan berhenti menghakimi, kita membuka ruang bagi kolaborasi dan rasa saling menghormati yang lebih tulus. Perlu diingat bahwa setiap orang yang kita temui sedang memperjuangkan sesuatu yang mungkin tidak pernah kita ketahui.

Panduan Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari:

Langkah Deskripsi

Active Listening Memberikan ruang penuh bagi lawan bicara untuk berekspresi sebelum membentuk opini.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dekonstruksi Stereotip Tidak membiarkan penampilan fisik atau gaya bicara menjadi tolok ukur utama kompetensi.

Kultivasi Empati Menyadari bahwa kelebihan seseorang hanya akan terlihat jika kita memberikan mereka panggung dan kesempatan. (**)

 

SEMPOR, KEBUMEN, DN-II Publik dikejutkan oleh temuan menjijikkan dalam distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 3 Sempor, Kabupaten Kebumen. Pada periode 21-22 Januari lalu, sejumlah paket makanan yang berisi buah naga dan olahan ayam ditemukan terkontaminasi belatung. Insiden ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Daerah (Pemda) yang dianggap gagal menjamin standar keamanan pangan paling mendasar bagi siswa. (25/1/2026).

Kronologi dan Keresahan Wali Murid

Meskipun kejadian telah berlangsung beberapa hari, keresahan wali murid memuncak hari ini akibat minimnya tindakan tegas dan evaluasi transparan dari otoritas terkait. Temuan larva hidup pada makanan siswa bukan sekadar masalah teknis dapur, melainkan indikasi adanya kelalaian sistematis dalam rantai pasok dan kontrol kualitas.

@netiknasionalPenyedia Bahan Pangan Berkomitmen Ganti Buah Rusak, Tekankan Keamanan Konsumsi Anak Kebumen, Menanggapi temuan adanya buah dengan kualitas kurang baik dalam distribusi logistik baru-baru ini, pihak penyedia bahan pangan memberikan klarifikasi resmi. Dalam pertemuan koordinasi yang dilakukan, pihak penyedia menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh dan mengevaluasi standar pengecekan kualitas produk. (25/1/2026). Komitmen Ganti Rugi “One-for-One” Pihak penyedia menegaskan bahwa setiap butir buah yang ditemukan dalam kondisi busuk atau tidak layak konsumsi akan segera diganti. Langkah ini diambil guna memastikan hak konsumen terpenuhi tanpa kerugian materiil. “Jika ada satu yang rusak, akan kami ganti satu. Itu tidak masalah bagi kami,” ujar perwakilan pihak penyedia dalam pertemuan tersebut. Fokus Utama: Keselamatan Anak-Anak Selain masalah administratif penggantian, poin utama yang ditekankan adalah aspek kesehatan. Pihak penyedia mengimbau dengan tegas agar buah yang terindikasi rusak segera dipisahkan dan tidak diberikan kepada anak-anak. Kekhawatiran muncul mengingat beberapa jenis buah, seperti melon dan buah naga, seringkali menunjukkan tampilan luar yang segar namun ternyata mengalami pembusukan di bagian dalam (internal rot). Hal ini diakui menjadi tantangan tersendiri dalam proses sortir manual. “Prioritas kami adalah keamanan. Kami mohon bantuan agar buah yang kurang baik benar-benar jangan sampai dikonsumsi oleh anak-anak,” tambahnya. Langkah Evaluasi Internal Di sisi lain, pihak pengelola distribusi mengakui adanya celah dalam pengawasan sebelumnya. Pihak manajemen telah memberikan instruksi keras kepada staf lapangan untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam proses kurasi bahan pangan. “Kami sudah memberikan penekanan kepada staf agar lebih teliti. Kedepannya, pengecekan akan dilakukan lebih mendalam untuk meminimalisir adanya buah busuk yang lolos sensor,” ungkap perwakilan tim distribusi. Hingga saat ini, koordinasi antara penyedia, pengelola, dan penerima manfaat terus diperketat guna memastikan insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

♬ suara asli – Detik Nasional

https://vt.tiktok.com/ZSafARy2r/

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar masalah teknis, ini soal nyawa dan kesehatan anak-anak. Jika di tingkat sekolah dasar saja pengawasannya bocor, bagaimana jaminan keamanan pangan di tingkat yang lebih luas?” ujar salah satu perwakilan wali murid dengan nada kecewa.

Rapor Merah Kebijakan Pemerintah Daerah

Insiden di SDN 3 Sempor ini menjadi rapor merah bagi implementasi program MBG di daerah. Publik kini mempertanyakan kredibilitas mekanisme penunjukan vendor dan pengelolaan dapur umum. Terdapat tiga poin krusial yang menuntut jawaban:

Sistem Audit: Sejauh mana audit berkala dilakukan terhadap kelayakan dapur dan kualitas bahan baku sebelum distribusi?

Transparansi Anggaran: Dengan alokasi dana yang ada, mengapa kualitas pangan yang diterima siswa justru jauh dari standar higienis?

Ketegasan Sanksi: Beranikah Pemda memutus kontrak atau menempuh jalur hukum terhadap pengelola yang terbukti lalai?

Klarifikasi yang Dinilai Formalitas

Pasca temuan tersebut, pihak pengelola MBG Sempor yang diwakili oleh Kepala Kitchen dan Koordinator Lapangan (Korlap) memang telah mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi. Namun, langkah ini dinilai publik hanya sebagai upaya formalitas. Belum ada pertanggungjawaban publik yang menjelaskan bagaimana standar higienitas bisa merosot hingga ke titik yang membahayakan kesehatan anak-anak.

Desakan Tindakan Nyata

Masyarakat melalui pihak sekolah dan wali murid mendesak adanya jaminan tertulis agar kejadian serupa tidak terulang. Jika tidak ada langkah konkret, kebijakan MBG di wilayah ini layak untuk dievaluasi total atau dihentikan sementara hingga standar keamanan pangan terjamin 100%.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kami mendesak Pemerintah Daerah untuk segera:

Audit Total: Memeriksa seluruh mata rantai penyedia MBG di wilayah Sempor tanpa kecuali.

Sanksi Blacklist: Memberikan sanksi pemutusan kontrak dan daftar hitam bagi vendor yang lalai.

Transparansi Hasil: Mempublikasikan hasil investigasi secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas publik.

“Program Makan Bergizi Gratis seharusnya menjadi solusi gizi, bukan sumber penyakit. Jika pemerintah gagal menjamin keamanan sepiring makanan untuk anak sekolah, maka integritas kebijakan daerah ini patut dipertanyakan secara serius.”

Redaksi/Fit

TEGAL, DN-II Kabar miring mengenai dugaan suap yang melibatkan tiga pamong desa di Desa Kertaharja, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, resmi ditepis. Isu yang menyebutkan adanya “uang pelicin” dalam proses pengangkatan perangkat desa tersebut dinyatakan sebagai berita bohong atau hoaks.

Kepastian ini disampaikan oleh Surono, salah satu tokoh masyarakat sekaligus pengusaha asal Desa Kertaharja. Dalam klarifikasinya kepada awak media pada Minggu (25/1/2026), ia menegaskan bahwa informasi tersebut sengaja dihembuskan pihak tak bertanggung jawab untuk menyudutkan Kepala Desa (Kades) petahana.

Penegasan Prosedur Sesuai Regulasi

Surono menjelaskan bahwa Kepala Desa Kertaharja, Darisman Ariwibowo, telah menjalankan seluruh tahapan pengangkatan perangkat desa sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya sudah mengklarifikasi langsung kepada Kepala Desa. Beliau menyatakan dengan tegas bahwa berita itu tidak benar. Proses seleksi dilakukan secara transparan oleh Panitia Seleksi tanpa ada praktik suap-menyuap sedikit pun,” tegas Surono.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Aroma Politik dan “Black Campaign”

Lebih lanjut, Surono menengarai munculnya isu ini berkaitan erat dengan momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mendatang. Mengingat Darisman Ariwibowo merupakan petahana yang akan kembali mencalonkan diri, serangan informasi tersebut diduga kuat merupakan bagian dari kampanye hitam (black campaign).

“Rumor ini sengaja dihembuskan oleh oknum untuk merusak citra Kades di mata masyarakat. Tujuannya jelas, ingin mencoreng nama baik beliau menjelang kontestasi Pilkades,” tambahnya.

Surono juga membeberkan fakta lapangan mengenai dedikasi sang Kades. Menurut pengamatannya, Darisman dikenal sebagai pemimpin yang totalitas, bahkan seringkali bermalam di balai desa demi memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal tanpa hambatan.

Masyarakat Diminta Waspada

Menutup keterangannya, Surono mengimbau warga Desa Kertaharja agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia berharap masyarakat lebih selektif dan kritis dalam menyaring berita, terutama di tengah suhu politik desa yang mulai menghangat.

“Jangan sampai persaudaraan di desa rusak hanya karena fitnah yang tidak berdasar. Mari kita jaga kondusivitas desa kita,” pungkasnya.

Reporter: Teguh

Kabupaten Tegal, DN-II Wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Tegal. Dalam situasi bencana, Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga berada di garis depan membantu masyarakat.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bumijawa pada Jumat malam, 23 Januari 2026, mengakibatkan Sungai Gung meluap dan menimbulkan dampak di sejumlah titik kawasan wisata Guci, di antaranya Pancuran 13, Pancuran 5, Pemandian Barokah, hingga area Guciku. Luapan tersebut membawa material lumpur, batu, dan kayu yang menutup akses serta merusak sejumlah fasilitas wisata.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolsek Bumijawa IPTU Sugiharto, S.H., Tim Siaga Bhayangkara Polres Tegal melaksanakan kerja bakti di kawasan Objek Wisata (OW) Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Kegiatan difokuskan pada pembersihan sisa-sisa material akibat luapan Sungai Gung guna mempercepat pemulihan kawasan.

Sebanyak 60 personel Tim Siaga Bhayangkara Polres Tegal dikerahkan, didukung oleh sepertiga kekuatan personel Polsek Bumijawa. Para personel bahu-membahu membersihkan akses jalan, saluran air, serta area publik yang tertutup lumpur agar aktivitas masyarakat dan wisatawan dapat kembali normal.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam penanganan pascabencana merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Polri hadir untuk masyarakat. Tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam setiap situasi darurat dan kemanusiaan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan lingkungan serta memberikan rasa aman dan semangat kepada warga,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Bumijawa IPTU Sugiharto, S.H. menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan langkah awal untuk mengembalikan fungsi kawasan wisata agar dapat kembali beroperasi secara normal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Namun demikian, Polri bersama Forkopimcam dan relawan terus melakukan monitoring serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Kerja bakti tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar dan para pelaku wisata. Kehadiran Polri di lapangan memberikan semangat serta rasa aman bagi warga yang terdampak.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, yang selalu hadir tidak hanya dalam situasi kamtibmas, tetapi juga dalam setiap kondisi bencana dan kemanusiaan. ( Bim )

GUCI, TEGAL, DN-II PT Dedy Jaya Perkasa resmi menggelar forum silaturahmi sekaligus memaparkan rencana strategis pengembangan komunitas di Aula Wisma Guci, kawasan Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/1/2026), malam.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 30 perwakilan media massa lintas platform, baik lokal maupun nasional, serta sejumlah pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi antara korporasi dan penggerak sosial dalam membangun daerah.

Peran Vital Aktivis dan Independensi Jurnalis

Dalam sambutannya, tokoh aktivis yang dekat dengan jurnalis , Azmi Asmuni Majid, menekankan pentingnya kepekaan sosial bagi para penggerak perubahan. Menurutnya, aktivis harus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan advokasi dan pemberdayaan, khususnya bagi kelompok rentan.

“Aktivis mati sekali, aktor mati berkali-kali,” tegas Azmi, mengutip pepatah ikonik untuk menggambarkan totalitas perjuangan seorang aktivis dalam menyuarakan kebenaran.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tak hanya menyoroti peran aktivis, Azmi juga memberikan pesan mendalam bagi insan pers. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan fungsinya, jurnalis tidak boleh sekadar netral, melainkan harus menjaga independensi.

“Jurnalis harus independen, menyajikan kebenaran berdasarkan fakta dan data secara jujur serta transparan. Kita harus bebas mengekspresikan problematika yang ada di masyarakat agar tercipta solusi yang nyata,” tambahnya.

Usulan Biografi Inspiratif: Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi

Di sela-sela forum, muncul sebuah usulan menarik untuk mendokumentasikan jejak langkah tokoh inspiratif asal Brebes, Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi. Sosok beliau dinilai memiliki kontribusi luar biasa yang tidak hanya terbatas pada sektor bisnis, tetapi juga pada aksi sosial dan kemanusiaan.

Penyusunan biografi ini diharapkan dapat menjadi literatur motivasi bagi generasi muda mengenai cara menyelaraskan kesuksesan ekonomi dengan pengabdian sosial.

Red/Casroni

Kabupaten Tegal, DN-II Guratan lelah terpancar jelas di wajah Abdul Kholis (45). Pria yang sehari-harinya menggantungkan hidup di balik kemudi Sopir Mobil Bak Tuel-Guci .Ini harus menelan pil pahit setelah banjir kembali menerjang wilayah guci dan sekitarnya sampai ke Pancuran 13, yang merupakan ladang dan tujuan wisatawan lokal , yang turut meramaikan wilayah operasionalnya di Sopir Mobil Bak Tuel-Guci sabtu (24/1/2026).

Jika biasanya pada pukul 14.00 WIB kantongnya sudah terisi sisa uang setoran, kali ini realitanya berbanding terbalik. Hingga matahari mulai condong ke barat, Sopir Mobil Bak Tuel-Guci

“Ya begini kondisinya, dari pagi belum bisa narik. Jam segini baru mau mulai cari penglaris,” ujar Sopir Mobil Bak Tuel-Guci
Target Setoran yang Kian Berat

Bagi Abdul, banjir bukan sekadar genangan air, melainkan penghambat urusan dapur. Dalam kondisi normal, ia mampu mengantongi pendapatan kotor hingga Rp300.000 per hari. Setelah dipotong setoran wajib sebesar Rp50.000 dan biaya bahan bakar (BBM), ia biasanya masih bisa membawa pulang upah yang layak untuk menghidupi keluarga.

Namun, siklus banjir susulan yang merendam sejumlah ruas jalan sejak semalam merusak ritme pencariannya. Ironisnya, musibah ini terjadi di akhir pekan—momen yang seharusnya menjadi “tambang emas” bagi para penyedia jasa transportasi umum.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Biasanya kalau tidak ada musibah (banjir), penumpang ramai. Apalagi Sabtu dan Minggu, itu waktu kita buat nutup setoran dan cari lebih,” tambahnya dengan nada getir.

Kini, Abdul hanya bisa berharap genangan segera surut sepenuhnya. Ia dan rekan sejawatnya sesama pengemudi bus sangat bergantung pada keringnya aspal agar roda ekonomi para “pejuang jalanan” ini bisa kembali berputar normal.

Laporan: Teguh

TEGAL, DN-II  PT Dedy Jaya Perkasa resmi menggelar forum silaturahmi sekaligus memaparkan rencana program pengembangan komunitas strategis di kawasan Wisata Guci, Kabupaten Tegal. Acara yang berlangsung di Aula Wisma Guci ini dihadiri oleh lebih dari 30 perwakilan media massa, baik lokal maupun nasional, serta sejumlah pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). (24/1/2026).

Sinergi Membangun Daerah: Mendengar Aspirasi, Menjemput Solusi

Direktur Operasional PT Dedy Jaya Perkasa, Sutrisno, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata perusahaan untuk menjalin komunikasi dua arah yang transparan dengan pemangku kepentingan di wilayah Guci.

“Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan media dan Ormas, kami ingin memastikan program yang akan diluncurkan tepat sasaran dan mampu menjadi katalisator pembangunan lokal,” ujar

Empat Pilar Program Unggulan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam paparannya, PT Dedy Jaya Perkasa mengusulkan empat inisiatif utama yang dirancang untuk menyentuh sektor infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi:

Akselerasi Infrastruktur: Pembangunan dan perbaikan jalan desa di wilayah terpencil kawasan Guci.

Pemberdayaan SDM: Program pelatihan keterampilan kerja khusus bagi pemuda dan kaum perempuan lokal.

Akses Kesehatan: Pengadaan layanan pos kesehatan keliling untuk menjangkau masyarakat di wilayah pegunungan.

Ekowisata Berkelanjutan: Pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas yang ramah lingkungan di sekitar kawasan Guci.

Dukungan Penuh dari Elemen Masyarakat

Langkah proaktif perusahaan ini mendapat respons positif. Ketua Ormas Persatuan Warga Guci, Supriyatno, menyatakan apresiasinya atas keterbukaan pihak PT Dedy Jaya Perkasa.

“Inisiatif ini sangat kami nantikan. Keterlibatan warga sejak tahap perencanaan adalah kunci agar program yang dijalankan benar-benar menjadi solusi atas kebutuhan nyata di lapangan,” kata Supriyatno.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan media yang hadir juga menekankan pentingnya transparansi informasi agar setiap tahapan program dapat dipantau bersama oleh publik.

Proyeksi Pelaksanaan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, PT Dedy Jaya Perkasa akan melakukan kajian mendalam berdasarkan masukan yang telah dihimpun dalam forum ini. Jika tidak ada hambatan, rangkaian program tersebut diproyeksikan mulai bergulir pada Kuartal II (Q2) tahun 2026.

Reporter: Teguh

Tegal, DN-II Kisah sukses Muhadi Setiabudi menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial bukanlah penghalang menuju puncak prestasi. Berawal dari modal Rp3 juta hasil menjual perhiasan sang istri, pria asal Brebes ini berhasil membangun imperium bisnis secara otodidak hingga diakui oleh negara di Istana Kepresidenan. (24/1/2026).

Titik Nol: Pengorbanan Sang Istri

Perjalanan Muhadi dimulai tanpa sokongan finansial maupun relasi dari orang berpengaruh. Ia murni mengandalkan insting bisnis dan kerja keras. Salah satu momen krusial yang selalu ia ingat adalah ketika sang istri merelakan perhiasannya dijual demi modal usaha.

“Uang hasil jual gelang dan kalung itu akhirnya sudah kembali. Saya bilang ke istri, ‘Dek, beli kalung lagi ya buat simpanan.’ Dulu, istri saya itu juragan becak. Begitu ada uang, saya belikan kalung lagi sebagai bentuk syukur,” kenang Muhadi penuh haru.

Perjuangan dengan Vespa Pinjaman

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Di awal usahanya, Muhadi bahkan belum memiliki kendaraan operasional. Ia terpaksa meminjam motor Vespa milik kakaknya untuk mengangkut material bangunan seperti kayu dan bambu.

Meski hanya kendaraan pinjaman, Muhadi menjalaninya dengan rasa syukur. “Orang-orang desa mulai melihat, wah Muhadi sudah bisa naik Vespa. Padahal itu motor titipan untuk operasional usaha material saya,” ujarnya sambil tersenyum mengenang masa sulit tersebut.

Melesat di Usia Muda hingga Diterpa Isu Miring

Keuletan Muhadi membuahkan hasil manis pada era 1980-an. Namun, pertumbuhan asetnya yang begitu cepat sempat memicu desas-desus miring di tengah masyarakat yang belum terbiasa melihat kesuksesan instan secara organik.

Usia 25 Tahun: Menjadi sosok paling terpandang di desanya dengan kepemilikan tambak, sawah, hingga lima unit mobil—kemewahan langka yang membuatnya sempat diisukan menggunakan “pesugihan”.

Usia 28 Tahun: Dominasi bisnisnya meluas hingga dikenal sebagai pengusaha terkaya se-Kecamatan Bulakamba.

Usia 32 Tahun (1992): Muhadi resmi dinobatkan sebagai salah satu pengusaha tersukses di Kabupaten Brebes.

Puncak Prestasi: Tangis di Hadapan Presiden Soeharto

Keberhasilan Muhadi bukan sekadar soal tumpukan materi. Dedikasinya dalam memberdayakan ekonomi lokal membawanya ke puncak pengakuan nasional. Pada tahun 1992, ia terpilih sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional.

Momen yang paling membekas adalah saat ia menginjakkan kaki di Istana Negara untuk menerima penghargaan langsung dari Presiden Soeharto.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Saya menangis di Istana Negara. Saya tidak menyangka, anak desa yang memulai semuanya sendiri secara otodidak, bisa diundang ke Istana di zaman Orde Baru. Itu momen yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” tutupnya.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

You cannot copy content of this page

Detik Nasional

Dapatkan kabar terkini dengan konten terkurasi dan berita utama terbaru yang dikirimkan langsung ke kotak masuk Anda. Langganan sekarang agar selalu terdepan dan jangan sampai ketinggalan!

Lanjut ke konten ↓