Cilacap, Detik Nasional — Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Dayeuhluhur menggelar Parenting Inspiratif bertema “Anak Hebat Berasal dari Orang Tua yang Terlibat” yang bertempat di Gedung Dakwah Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat konsep “Tiga Pilar Sukses Mendidik Anak”, dengan pembagian peran orang tua sebesar 60 persen, lembaga pendidikan 20 persen, serta lingkungan sosial dan pemerintah sebesar 20 persen. Konsep tersebut menekankan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan.
Sebanyak 30 lembaga PAUD se-Kecamatan Dayeuhluhur mengikuti kegiatan tersebut bersama peserta didik, orang tua, dan wali murid. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni sesi pertama pada pagi hingga menjelang Zuhur yang diikuti lebih dari 300 peserta, kemudian dilanjutkan sesi kedua pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya Camat Dayeuhluhur, Bunda PAUD Kecamatan Dayeuhluhur, Penilik, serta Ketua Himpaudi Kecamatan Dayeuhluhur.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kegiatan parenting ini kami selenggarakan sebagai sarana pendampingan bagi orang tua dan murid. Kegiatan ini diikuti oleh 30 lembaga sekolah,” ujarnya.
Menurut Siti, kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan dan pengalaman baru kepada orang tua serta wali murid agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal, penuh kasih sayang, dan dengan pemahaman yang baik.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta didik juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diberikan orang tua, antara lain dengan mendengarkan nasihat serta membiasakan diri menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang dianut, ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Nafik Palil, M.Pd., selaku motivator, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak membutuhkan sinergi antara orang tua, lembaga pendidikan, serta lingkungan sosial dan pemerintah.
Menurutnya, orang tua memiliki porsi terbesar, yakni 60 persen, karena menjadi pihak yang paling dekat dengan anak dan memiliki tanggung jawab utama dalam mendampingi tumbuh kembangnya secara langsung.
Lembaga pendidikan memiliki peran 20 persen melalui proses pembelajaran yang mentransformasikan ilmu, akidah, dan akhlak. Sementara itu, lingkungan sosial dan pemerintah memiliki porsi 20 persen dalam membangun ekosistem yang mendukung perkembangan anak.
“Kita terus memperjuangkan agar guru-guru di bawah naungan Himpaudi segera diakui secara resmi sebagai guru formal yang membimbing anak-anak luar biasa ini,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan anak-anak PAUD agar memiliki bekal untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas.
Dalam penerapannya, dukungan pemerintah dapat diwujudkan melalui pembinaan terhadap lingkungan sekitar satuan pendidikan. Salah satunya dengan memberikan pembinaan kepada para pedagang di sekitar sekolah agar makanan dan minuman yang dikonsumsi anak terjamin kebersihan dan gizinya.
“Melalui kolaborasi 24 jam yang melibatkan doa, ilmu, dan praktik nyata, kita optimistis dapat mencetak generasi yang unggul dalam akidah, akhlak, ilmu, dan keterampilan,” pungkasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Dani
Cilacap, Detik Nasional — Sejumlah warga Desa Panulisan Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, menyusuri sejumlah makam dan petilasan yang memiliki kaitan dengan sejarah desa dalam tradisi Mieling Desa Panulisan, Sabtu (22/8/2026).
Napak tilas tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Komunitas Adat Mbah Mayasinga dan dipusatkan di Lapangan Cempaka Buniseuri, Desa Panulisan. Selain mengenang para leluhur, kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenalkan kembali sejarah dan nilai budaya lokal kepada generasi penerus.
Dalam rangkaian napak tilas, peserta mengunjungi Makam Keramat Petilasan Sarongge, Mbah Mayasinga, Makam Ambu Sekar Melati, hingga Makam Raden Sungging Purbangkara atau Raden Juru Tulis di Gunung Panulisan.
Sejumlah lokasi tersebut diyakini memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah dan terbentuknya Desa Panulisan. Warga dari Dusun Buniseuri dan sebagian wilayah Panulisan Timur turut mengikuti perjalanan napak tilas hingga ke sejumlah makam dan petilasan leluhur.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fatoni, mengapresiasi masyarakat yang masih mempertahankan tradisi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Mieling memiliki nilai penting dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya lokal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala desa, serta masyarakat luas yang telah bekerja sama melestarikan kebudayaan,” ujar Ahmad Fatoni.
Ia menilai kegiatan ziarah dan napak tilas juga dapat menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah serta menghargai jasa para pendahulu.
“Sebagai generasi penerus, kita berkewajiban menanamkan nilai-nilai adiluhung kepada generasi muda demi menjaga kelestarian warisan tersebut,” katanya.
Ahmad Fatoni menambahkan, pelestarian adat istiadat dan ritus masyarakat sejalan dengan upaya pemajuan kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Sementara itu, Kepala Desa Panulisan, Koko Waskono, mengatakan Mieling menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur yang memiliki kaitan dengan sejarah berdirinya Desa Panulisan.
“Alhamdulillah, kegiatan Mieling Desa Panulisan dilaksanakan untuk mengenang jasa para leluhur pendiri desa. Melalui kegiatan ini, kami berharap tradisi dan nilai-nilai luhur dapat terus dilestarikan,” kata Koko.
Koko berharap tradisi tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Alhamdulillah, pada hari ini telah dilaksanakan kegiatan Mieling Desa Panulisan, sebuah tradisi napak tilas untuk menghormati para leluhur dan pendiri Desa Panulisan,” ujarnya.
Beni menjelaskan, perjalanan sejarah awal Desa Panulisan tidak terlepas dari kawasan yang kini dikenal sebagai Panulisan Timur, tepatnya Panulisan Kolot, Dusun Cirungkun. Wilayah tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah awal permukiman para pendiri Desa Panulisan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga ikut menjaga adat dan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Usai napak tilas dan ziarah, kegiatan berlanjut dengan pagelaran seni tradisional. Masyarakat disuguhi pertunjukan ibing ronggeng, singa depok, dan wayang golek. Acara semakin semarak dengan penampilan tari jaipong yang dibawakan anak-anak berprestasi dari Kecamatan Dayeuhluhur.
Beni juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, panitia, pemerintah daerah, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap atas dukungan terhadap pelaksanaan Mieling Desa Panulisan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mengenang para pendahulu, tetapi juga merawat jejak sejarah dan membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal seni, adat, serta budaya yang tumbuh di Desa Panulisan. (Dani)
SAROLANGUN, 8 Agustus 2026 – Kebijakan di sektor Badan Usaha Milik Daerah kembali menuai sorotan tajam dari kalangan penggiat hukum dan lembaga swadaya masyarakat. Langkah hukum berupa memori banding resmi dilayangkan menyusul Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi Nomor 10/G/2025/PTUN.JBI yang dinilai keliru dalam menerapkan hukum serta mengabaikan prinsip-prinsip keterbukaan informasi publik.
Sengketa ini bermula dari terbitnya Surat Keputusan Bupati Sarolangun Nomor 148/PSDA/2025 tertanggal 6 Mei 2025 tentang Penetapan Pengangkatan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Sako Batuah Kabupaten Sarolangun atas nama Mulyadi, SE.
Berdasarkan memori banding yang diajukan oleh lembaga Investigation Crime Corruption – Republik Indonesia, proses pengangkatan jabatan strategis pengelola air bersih tersebut disinyalir cacat sejak dalam penentuan awal. Penunjukan Mulyadi, SE dinilai mengabaikan mekanisme seleksi yang transparan, akuntabel, serta kredibel.
Padahal, merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah jo. Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, kepala daerah diwajibkan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan melalui panitia seleksi independen secara terbuka. Ketertutupan informasi dalam proses ini tidak hanya mencederai asas-asas umum pemerintahan yang baik, tetapi juga menutup hak masyarakat untuk mengetahui serta mengawasi pengelolaan sumber daya publik.
Kritik pedas diarahkan kepada Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi yang sebelumnya menolak gugatan dengan dalih tidak adanya kedudukan hukum atau kerugian langsung bagi pembanding.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam argumentasi yuridisnya, pembanding menegaskan bahwa putusan tersebut merupakan bentuk kemunduran berpikir hukum di tengah era peradilan modern. Sejumlah yurisprudensi Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi seperti Putusan Mahkamah Agung Nomor 31 K/TUN/2013 serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 82/PUU-XII/2014 secara tegas telah memperluas hak gugat organisasi masyarakat untuk melindungi kepentingan publik.
Pembatasan makna kerugian yang hanya diartikan sebatas material atau ekonomi, dinilai sebagai bentuk kegagalan memahami doktrin hukum administrasi modern. Kerugian institusional akibat terhalangnya fungsi kontrol sosial masyarakat jauh lebih berbahaya karena merusak pilar tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabilitas publik.
Melalui memori banding ini, pihak pembanding mendesak Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara untuk membatalkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jambi Nomor 10/G/2025/PTUN.JBI, menyatakan pembanding memiliki kedudukan hukum yang sah, serta memeriksa pokok perkara secara objektif demi menjamin hak konstitusional masyarakat atas pelayanan dasar air bersih yang bersih dan berintegritas.
Publik kini menanti komitmen peradilan tingkat banding dalam mengoreksi kekeliruan hukum guna memastikan bahwa pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah di Kabupaten Sarolangun tidak dijalankan secara sewenang-wenang dan mengabaikan partisipasi publik.
Publisher -Red
Reporter -Darmawan
Cilacap, Detik Nasional – Musibah kebakaran melanda rumah milik Karsam, warga Dusun Ciparahu RT 004/006, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap pada Senin (20/7/2026) dini hari. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh adanya korsleting (hubungan arus pendek) listrik pada area dapur rumah korban.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh korban bersama salah seorang saksi sekira pukul 04.00 WIB. Saat itu, mereka terkejut melihat kobaran api yang sudah menyala di bagian dapur rumah. Saksi kemudian bergerak cepat membangunkan warga sekitar yang sedang menunaikan ibadah salat subuh untuk meminta pertolongan.
Mendapat laporan dari masyarakat, anggota Polsek Dayeuhluhur dan Koramil 17/Dayeuhluhur langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Bersama-sama dengan warga, aparat TNI-Polri bahu-membahu menjinakkan si jago merah menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan alat pemadam manual lainnya. Setelah berjuang keras, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.30 WIB.

“Kami juga mengetuk kepedulian lingkungan dan warga sekitar untuk sudi kiranya membantu memberikan bantuan pangan (permakanan) darurat secara swadaya kepada korban, sembari menunggu bantuan resmi dari Dinas Sosial maupun pemerintah daerah tiba,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di sela-sela penanganan pascabencana, Aipda Tri Setya Permana juga memberikan imbauan tegas kepada warga masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk rutin mengecek instalasi listrik, colokan, saklar, hingga kondisi kompor di rumah masing-masing.
Kewaspadaan ini dinilai sangat krusial, terutama dalam menghadapi musim kemarau seperti saat ini, di mana potensi terjadinya kebakaran menjadi jauh lebih tinggi, pungkas Aipda Tri Setya Permana. (Dani)
Cilacap, Detik Nasional — Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cilacap menggelar kunjungan kerja di Pendopo Kecamatan Dayeuhluhur, Kamis (26/7/2026). Pertemuan ini fokus membahas strategi optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi B DPRD Cilacap, Didi Yudi Cahyadi, S.Pd., beserta anggota komisi, perwakilan Bapenda Cilacap, Camat dan Sekcam Dayeuhluhur, serta seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Dayeuhluhur.
Realisasi PBB-P2 Masih di Bawah 40 Persen
Ketua Komisi B DPRD Cilacap, Didi Yudi Cahyadi, S.Pd., menjelaskan, salah satu agenda utama pertemuan ini adalah mengevaluasi capaian Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Pihaknya menyayangkan masih adanya desa di wilayah Kecamatan Dayeuhluhur yang serapan pajaknya tergolong sangat rendah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami mengumpulkan para Kades hari ini karena melihat masih ada beberapa desa yang realisasi PBB-P2-nya di bawah 40 persen. Kami ingin mendorong mereka agar target serapan pajak tanah dan bangunan ini bisa tercapai maksimal,” ujar Didi usai pertemuan.
Maksimalkan Potensi Wisata dan Kuliner lokal
Selain PBB-P2, Komisi B juga mendorong pemerintah kecamatan dan desa untuk jeli melihat peluang Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya.
Didi meminta Camat dan Kades aktif menumbuhkan sektor pariwisata, serta memfasilitasi menjamurnya usaha rumah makan dan kafe di wilayah Dayeuhluhur.
“Sektor-sektor ini jika dikembangkan dengan baik akan menjadi pendorong PAD yang signifikan dari sektor pajak dan retribusi daerah,” lanjutnya.
Prihatin Pajak Motor Rendah: 40% Kendaraan Menunggak
Hal lain yang menjadi sorotan tajam legislatif adalah rendahnya kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan data yang dipaparkan, dari hampir satu juta unit sepeda motor yang tersebar di Kabupaten Cilacap, baru sekitar 500 ribu unit yang melunasi kewajiban pajaknya. Artinya, ada lebih dari 40 persen kendaraan yang menunggak pajak.
“Kami harapkan kerja sama dari Pak Camat dan Pak Kades untuk terus mengedukasi warga desa agar kesadaran membayar pajak kendaraan ini tumbuh,” tegas politisi tersebut.
Pajak Terbayar, Jalan Rusak Cilacap Barat Bisa Diperbaiki
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Didi mengingatkan bahwa kelancaran pembayaran pajak dari masyarakat akan berdampak langsung pada akselerasi pembangunan infrastruktur yang saat ini sangat dinantikan warga Cilacap Barat.
Saat ini, kondisi infrastruktur jalan di lima kecamatan wilayah utara—mulai dari Karangpucung Utara, Cimanggu Utara, Majenang Utara, Wanareja Utara, hingga kawasan Kutaagung di Dayeuhluhur—masih mengalami kerusakan parah.
“Jika target pajak ini bisa terealisasi tepat waktu, kami di DPRD bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk menganggarkan perbaikan infrastruktur jalan tersebut pada tahun anggaran berikutnya,” pungkas Didi. (Dani)
Cilacap, Detik Nasional – Santri Gayeng Nusantara (SGN), organisasi sosial kemasyarakatan yang diinisiasi tokoh Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cilacap. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerap langsung berbagai usulan warga saat berkunjung ke Kecamatan Dayeuhluhur, Rabu (15/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, masyarakat mengusulkan agar ruas Jalan Mergokaraharjaan–Kuningan sepanjang sekitar 29 kilometer ditingkatkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Ruas jalan tersebut dinilai memiliki peran strategis karena menghubungkan Kabupaten Cilacap dengan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Kuningan di Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, warga juga mengusulkan dukungan Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk peningkatan akses menuju kawasan wisata Hanum D’Bonkeh Pass melalui ruas Jalan Dayeuhluhur–Hanum yang terhubung dengan Kecamatan Wanareja. Perbaikan akses tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan daya saing wilayah, serta mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas hortikultura, seperti cabai, manggis, alpukat, durian, pisang, gula aren, kelapa, pala, kapulaga, dan kopi, termasuk sektor peternakan.

“Aspirasi yang kami terima meliputi perbaikan infrastruktur jalan desa, peningkatan kapasitas UMKM, program bedah rumah, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), rehabilitasi sekolah, masjid, TPQ/Madin, hingga pelestarian budaya Sunda,” ujar Mujiburohman.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan paling mendesak yang diharapkan segera mendapat perhatian pemerintah.
“Dari sekian banyak aspirasi masyarakat, yang paling mendesak untuk direalisasikan adalah peningkatan infrastruktur jalan. Kondisinya saat ini masih banyak yang rusak sehingga perlu segera mendapat perhatian,” katanya.
Mujiburohman menegaskan, SGN akan terus mengawal berbagai usulan masyarakat agar dapat direalisasikan melalui sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Cilacap.
“Kami ingin memastikan setiap program bantuan maupun pembangunan di Kabupaten Cilacap tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Dani)
KOTA TEGAL, DN-II Pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari lingkungan terkecil: keluarga dan sekolah.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, menegaskan hal ini saat menjadi pembicara dalam acara Edukasi Antikorupsi dalam Pelayanan Pendidikan Kota Tegal bertema “Anti Korupsi Stop Gratifikasi” di Aula SMP Negeri 1 Kota Tegal, Selasa (7/7/2026).
Mba Iin, sapaan akrabnya, menekankan bahwa keluarga adalah tempat pertama anak belajar nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan menghargai hak orang lain. Penanaman nilai sejak dini akan menjadi fondasi kuat dalam membentuk pribadi berintegritas dan mampu menolak perilaku koruptif di masa depan.
Ia mengajak orang tua menjadi teladan dengan membiasakan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. “Anak belajar bukan hanya dari apa yang kita sampaikan, tetapi juga dari apa yang kita lakukan setiap hari. Karena itu, keluarga harus menjadi contoh pertama dalam menanamkan nilai kejujuran, integritas, dan sikap antikorupsi,” ujarnya.
Selain keluarga, sekolah juga berperan penting. Guru memperkuat nilai integritas melalui pembelajaran, keteladanan, dan budaya sekolah yang menolak menyontek, membiasakan disiplin, serta menanamkan tanggung jawab. Sinergi keluarga dan sekolah, menurutnya, akan membuat anak memahami bahwa kejujuran adalah nilai yang harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sekretaris Inspektorat Kota Tegal, Siti Cahyani, menambahkan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK. Inspektorat setiap tahun konsisten menyelenggarakan edukasi antikorupsi di sekolah. Pada 2025 kegiatan menyasar 10 SMP Negeri, sementara 2026 dilaksanakan di sembilan SMP Negeri dengan fokus pada guru dan orang tua siswa.
Ia mengungkapkan, hasil SPI KPK 2024 menunjukkan masih ada 86,11 persen responden yang menganggap pemberian hadiah kepada guru saat hari raya atau kenaikan kelas sebagai hal wajar. “Budaya ini perlu kita ubah agar tercipta lingkungan pendidikan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari korupsi,” tegasnya.
Melalui edukasi ini diharapkan terbangun kesadaran bersama antara pemerintah, tenaga pendidik, dan orang tua mengenai pentingnya menanamkan nilai antikorupsi sejak dini. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, budaya integritas di lingkungan pendidikan akan semakin kuat, sehingga mampu mencetak generasi yang jujur, berkarakter, dan berintegritas.(* S. Bimantoro )
OKU SELATAN –detiknadional.com Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) III melaksanakan kegiatan reses masa persidangan terbaru tahun 2026. Kegiatan ini digelar secara maraton selama empat hari berturut-turut guna menjaring langsung aspirasi, keluhan, dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Rangkaian kegiatan reses ini menyasar beberapa titik krusial di empat titik Reses angota DPRD Oku selatan untuk dapil III yang di laksanakan di empat kecamatan
Jadwal pelaksanaan dan titik lokasi pertemuan reses tersebut berlangsung sebagai berikut:

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hari Sabtu Desa bedeng tiga kecamatan WARKUK RANAU SELATAN
Hari Minggu Desa HANGKUSA kecamatan Buay pematang Ribu Ranau tengah
Hari Senin Desa Perean kecamatan Mekakau Ilir
Hari Selasa Desa Air Rupik kecamatan Banding Agung

Dalam setiap pertemuan, kehadiran para wakil rakyat ini disambut antusias oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga setempat.
Masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan berbagai usulan prioritas, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan penghubung antar-kecamatan, peningkatan fasilitas kesehatan, hingga bantuan sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian warga Ranau Raya dan Mekakau Ilir.

Perwakilan Anggota DPRD OKU Selatan Dapil III menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang telah ditampung selama empat hari ini akan dicatat secara resmi. Usulan-usulan tersebut nantinya akan dikompilasi menjadi pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD untuk diperjuangkan dalam rapat paripurna bersama pihak eksekutif (Pemerintah Kabupaten), agar dapat diakomodasi pada program pembangunan daerah mendatang.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak hari Minggu hingga Selasa tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh dengan ruang diskusi interaktif antara masyarakat dan para wakilnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Udin
OKU SELATAN –detiknasional.com Kepolisian Resor (Polres) OKU Selatan terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan religius dan kemanusiaan. Pada Rabu (22/04/2026), Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., melaksanakan kegiatan unggulan Program SAJADAH (Sambang Jamaah Ibadah) sekaligus penyaluran bantuan kursi roda di Desa Tanjung Baru Ranau, Kecamatan BPR Ranau Tengah.

Kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WIB ini dipusatkan di Masjid Al-Muhajirin. Selain melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah, agenda ini menjadi wadah dialog langsung antara jajaran kepolisian dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Kehadiran Pejabat Utama dan Tokoh Masyarakat Turut mendampingi Kapolres dalam kegiatan tersebut Pejabat Utama (PJU) Polres OKU Selatan.Camat BPR Ranau Tengah, Sarnubi, S.T.Kapolsek Banding Agung, Iptu Wilson Hutahaean, S.H.Ketua Masjid Al-Muhajirin, Aipda Ghozali.Personel Polres OKU Selatan dan Polsek Banding Agung.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, AKBP I Made Redi Hartana menekankan bahwa Program SAJADAH adalah upaya Polri untuk meruntuhkan sekat dengan masyarakat. Ia mengajak warga untuk proaktif menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif dan tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan kepada pihak berwajib.
”Penting bagi kita semua untuk menjaga kerukunan antarumat beragama dan menghindari sikap intoleransi demi keharmonisan lingkungan,” tegas Kapolres.
Di tempat yang sama, Kasat Lantas Polres OKU Selatan, AKP Hendri Rojin, S.H., memberikan sosialisasi mengenai keselamatan berkendara. Ia menghimbau orang tua agar memastikan anak sekolah menggunakan helm dan menekankan pentingnya kelengkapan administrasi kendaraan. Beliau juga mengingatkan warga untuk taat pajak melalui layanan Samsat Simpang Sender
Usai ramah tamah dan penyerahan santunan kepada pengurus masjid, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial pada pukul 13.30 WIB. Kapolres OKU Selatan menyerahkan bantuan kursi roda kepada Bapak Usman (68), seorang petani asal Desa Tanjung Baru Ranau.
Bapak Usman mengalami cacat permanen akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap warga yang membutuhkan di wilayah hukum Polsek Banding Agung.
Program SAJADAH dan Bakti Sosial ini terbukti efektif dalam Meningkatkan kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat. Mempererat silaturahmi dengan tokoh lintas sektor.
Menjaga stabilitas kamtibmas melalui edukasi dan pendekatan persuasif.
Kegiatan di lanjutkan dengan sesi makan bersama yang penuh dengan suasana kekeluargaan, menegaskan sinergitas antara aparat dan rakyat di Kabupaten OKU Selatan.
Redaksi Udin
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BREBES, DN-II Menjelang akhir tahun ajaran 2025/2026, SMA Negeri 1 Brebes tengah bersiap menyambut pengumuman kelulusan siswa kelas XII. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Hardi, S.Pd., M.Eng., pihak sekolah berkomitmen menyelesaikan agenda akademik dengan transparan, mulai dari pelaksanaan ujian hingga seremoni perpisahan.
Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kurikulum, Bapak Aziz, menyatakan bahwa seluruh rangkaian ujian akhir bagi siswa hampir mencapai puncaknya. Berikut adalah poin-poin penting terkait kondisi akademik di SMAN 1 Brebes:
1. Transformasi Ujian: PSAJ sebagai Standar Baru
Saat ini, siswa kelas XII sedang menempuh ujian akhir yang kini resmi berganti nama menjadi Penilaian Sumatif Akhir Jenjang PSAJ. Perubahan istilah ini mengikuti kebijakan terbaru dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
”Meskipun istilahnya berubah dari Ujian Sekolah menjadi PSAJ, secara fungsi dan pelaksanaan tetap serupa dengan ujian-ujian sebelumnya,” ujar Aziz saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/4/2026).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Untuk menjaga standar kualitas, soal-soal PSAJ disusun melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), guna memastikan keseragaman materi ujian di tingkat kabupaten.
2. Jadwal Pengumuman dan Kapasitas Siswa
Jika tidak ada perubahan jadwal dari dinas terkait, SMAN 1 Brebes merencanakan pengumuman kelulusan pada 6 Mei 2026.
Terkait data kesiswaan, sekolah saat ini mengelola 11 rombongan belajar (rombel). Dengan rata-rata 36 siswa per kelas, kondisi ini dinilai sangat ideal untuk menjaga efektivitas kegiatan belajar mengajar KBM. 
3. Komitmen Anti-Pungli: Ujian Gratis 100%
Pihak sekolah menegaskan komitmennya dalam menjalankan pendidikan yang akuntabel. Seluruh operasional ujian dipastikan gratis karena sepenuhnya ditanggung oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Terkait rencana perpisahan, Aziz menekankan sikap hati-hati sekolah untuk menghindari Pungutan Liar (Pungli):
Alokasi Dana BOS: Hanya digunakan untuk kegiatan akademik dan konsumsi lomba. Dana ini dilarang keras digunakan untuk acara seremonial atau uang saku atlet.
Musyawarah Orang Tua: Konsep acara perpisahan dikembalikan sepenuhnya kepada hasil kesepakatan antara siswa dan orang tua.
Lokasi Acara: Sekolah tidak memiliki agenda maupun anggaran untuk menggelar acara di hotel. Rencana awal tetap mengedepankan kesederhanaan melalui upacara di lingkungan sekolah bersama orang tua.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
4. Adaptasi Istilah Pendidikan Baru
Selain PSAJ, Aziz juga menyoroti banyaknya perubahan nomenklatur dalam dunia pendidikan saat ini, seperti PPDB yang kini dikenal sebagai SPMP, serta istilah zonasi yang kini lebih merujuk pada domisili.
”Banyak istilah yang berganti nama namun fungsinya tetap sama. Kami terus beradaptasi agar transisi ini tidak membingungkan siswa maupun wali murid,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
You cannot copy content of this page
