Slawi, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H, Polres Tegal melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Aspol Kalibliruk, Kabupaten Tegal, Rabu (27/05/2026).
Pada kegiatan tersebut, Polres Tegal menyerahkan sebanyak 6 ekor sapi dan 27 ekor kambing untuk dikurbankan dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hewan kurban tersebut nantinya disalurkan kepada masyarakat sekitar Polres Tegal, warga sekitar Aspol Kalibliruk, dan pondok pesantren sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan Polri dengan masyarakat.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. secara langsung menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada pengurus Masjid Aspol Kalibliruk disaksikan para pejabat utama, anggota Polres Tegal, dan masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tegal menyampaikan bahwa kegiatan kurban merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Momentum Idul Adha ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama. Semoga hewan kurban ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan suasana kekeluargaan. Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian Polres Tegal terhadap masyarakat sekitar. ( S. Bimantoro )
Mekkah, DN-II Prosesi puncak ibadah haji terus berjalan dengan lancar. Setelah menempuh perjalanan cukup panjang dari tenda maktab, jemaah haji Indonesia dilaporkan telah menyelesaikan salah satu wajib haji, yaitu melempar Jumrah Aqabah, yang kemudian langsung diikuti dengan prosesi tahalul awal.
Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang jemaah sekaligus Petugas Haji PHD Brebes, Azmi Asmuni Majid. Ia menjelaskan bahwa para jemaah harus berjalan kaki dari wilayah Mina Jadid demi menunaikan kewajiban tersebut sejak pagi hari.
“Ya, ini proses tahalul. Jadi, siang sudah melempar Jumrah Aqabah. Perjalanan dari Mina Jadid jalan kaki jam 09.00 pagi dan siang sudah selesai, dan ini adalah proses tahalul awal,” ujar Azmi Asmuni Majid langsung dari kawasan Mina.
Berjalan Kaki dari Mina Jadid
Menurut keterangan Azmi Asmuni Majid, para jemaah yang menempati maktab di wilayah Mina Jadid mulai bergerak menuju tempat pelemparan jumrah (jamarat) sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki membelah jalur yang telah ditentukan oleh otoritas Arab Saudi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Meskipun cuaca di kawasan Mina cukup terik, para jemaah berhasil menyelesaikan rangkaian lempar Jumrah Aqabah pada siang harinya dengan aman dan tertib.
Arti Penting Tahalul Awal
Selesainya lempar Jumrah Aqabah yang langsung diikuti dengan tahalul awal (mencukur atau memotong sebagian rambut) ini memiliki makna krusial bagi jemaah. Dengan selesainya tahalul awal, maka:
Bebas Larangan Ihram: Jemaah telah terbebas dari sebagian besar larangan-larangan ihram.
Pakaian Biasa: Jemaah diperbolehkan kembali mengenakan pakaian biasa (non-ihram).
Catatan: Jemaah masih dilarang melakukan hubungan suami istri hingga nanti menyelesaikan Thawaf Ifadhah dan Sa’i (Tahalul Tsani/Akhir).
Setelah prosesi tahalul awal ini, jemaah akan melanjutkan mabit (bermalam) di Mina untuk melakukan pelemparan tiga jumrah (Ula, Wusta, dan Aqabah) pada hari-hari Tasyrik berikutnya.
Laporan Langsung dari Mina: Azmi Asmuni Majid (Tim Petugas Haji PHD Brebes), Rabu (27/5/2026).
Editor: Casroni
MEKKAH, DN-II Jemaah haji asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai melaksanakan salah satu rangkaian krusial dalam ibadah haji, yaitu melempar jumrah Aqabah. Prosesi ini dimulai pada pagi hari, Rabu, 27 Mei 2026, yang bertepatan dengan 10 Zulhijah 1447 Hijriah.
Melansir laporan langsung dari Anggota Tim Tugas Haji Daerah (TTHD) Kabupaten Brebes, Azmi, para jemaah mulai bergerak berjalan kaki menuju lokasi pelontaran sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Meski masih pagi, cuaca di kawasan Mina dilaporkan sudah sangat terik menyengat.
“Perkiraan cuaca saat ini mencapai 43 derajat Celsius. Jarak yang harus ditempuh jemaah dari Mina Jadid menuju lokasi diperkirakan sekitar 4 kilometer,” ujar Azmi langsung melalui rekaman suara dari lapangan.
Estimasi Perjalanan dan Kepadatan Jalur
Mengingat padatnya arus jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia yang bergerak bersamaan, perjalanan menuju tempat pelontaran jumrah (Jamarat) membutuhkan fisik yang prima. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, berikut adalah rincian situasi perjalanannya:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jarak Tempuh: Kurang lebih 4 kilometer dari wilayah Mina Jadid.
Estimasi Waktu: 1,5 hingga 2 jam perjalanan dengan berjalan kaki.
Kondisi Jalur: Terpantau sangat padat oleh lautan jemaah, dengan kontur jalan yang mulai menanjak mendekati lokasi.
Melalui rekaman suaranya, Asmi menggambarkan langsung atmosfer perjuangan fisik para jemaah di lokasi.
“Ini suasananya makin dekat, jalan makin menanjak, dan makin padat. Jadi, memang yang berjalan tadi adalah orang-orang yang sehat dan kuat untuk perjalanan sepanjang 4 kilometer ini. Nampak dari kejauhan, ada rombongan dari arah balik yang sudah selesai melempar jumrah Aqabah, dan ada juga yang baru mau menuju ke Jamarat,” lapor Azmi Asmuni Majid TPHD Kabupaten Brebes di tengah riuhnya suasana.
Ia pun menyisipkan doa agar para jemaah diberikan kekuatan fisik dan spiritual. “Semoga jemaah haji Indonesia, khususnya asal Kabupaten Brebes, diberikan kekuatan agar bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji ini dengan khusyuk, ikhlas, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” harapnya.
Jemaah Lansia dan Risti Tetap di Tenda (Sistem Badal)
Mengantisipasi rute perjalanan yang panjang dan cuaca ekstrem yang menyentuh 43 derajat Celsius, petugas mengambil langkah tegas demi keselamatan jemaah. Jemaah yang masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti) dan Lanjut Usia (Lansia) diimbau keras untuk tidak memaksakan diri ke lokasi.
Tetap di Maktab: Jemaah Lansia & Risti diminta tetap tinggal di dalam tenda maktab demi menjaga kesehatan dan menghindari heatstroke.
Sistem Badal: Pelaksanaan lempar jumrah Aqabah bagi mereka akan dibadalkan (diwakilkan) oleh jemaah lain yang sehat atau oleh petugas yang bersiap di lokasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Skema Tanazul: Langsung Kembali ke Hotel
Setelah menyelesaikan lempar jumrah Aqabah, rangkaian ibadah jemaah akan dilanjutkan dengan prosesi tahalul awal (mencukur rambut).
Menariknya, pada musim haji kali ini, sebagian jemaah asal Kabupaten Brebes menggunakan skema tanazul. Artinya, setelah selesai bertahalul, jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan langsung diarahkan kembali ke hotel mereka di Makkah untuk beristirahat demi menjaga stamina.
Selanjutnya, pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah, jemaah yang mengambil Nafar Awal akan dijadwalkan kembali untuk melaksanakan pelontaran jumrah berikutnya, yaitu jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
Laporan Langsung dari Mina, Arab Saudi: Azmi Asmuni Majid (Tim Tugas Haji Daerah Brebes)
Editor: Casroni
MEDAN, DN-II Pangdam I/Bukit Barisan, Hendy Antariksa menghadiri kegiatan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus ibadah kurban di Lapangan Hitam Makodam I/BB, Medan, Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung khidmat dengan khutbah yang disampaikan Letkol Inf H. Jalaluddin Dalimunthe M.HI. Dalam khutbahnya, ia mengangkat kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai makna utama Hari Raya Kurban yang diperingati umat Islam setiap tahun.
Khatib menyampaikan, ibadah kurban mengandung pesan moral tentang totalitas kepatuhan kepada Allah SWT, kemuliaan manusia, serta hakikat pengorbanan dalam kehidupan. Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa kecintaan terhadap harta maupun keluarga tidak boleh melalaikan manusia dari nilai-nilai ketuhanan dan kepatuhan kepada Sang Pencipta.
Selain itu, khutbah juga menegaskan bahwa Nabi Ismail digantikan dengan seekor domba sebagai simbol larangan mengorbankan nyawa manusia dengan alasan apa pun. 
Sementara penyembelihan hewan kurban dimaknai sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengorbanan dalam berbagai aspek kehidupan, baik harta, tenaga, pikiran maupun waktu.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Usai pelaksanaan Sholat dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis dari Pangdam I/BB kepada panitia kurban. Pada Idul Adha tahun ini, Kodam I/BB menyalurkan sebanyak delapan ekor lembu dan empat ekor kambing.
Daging kurban tersebut nantinya dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Makodam I/BB, insan media, serta masyarakat lain yang membutuhkan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam I/BB, para pejabat utama Kodam I/BB, masyarakat sekitar, serta Ketua Persit KCK Daerah I/BB beserta pengurus. Red
JAKARTA, DN-II Menyambut Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, jajaran jurnalis senior yang tergabung dalam Perkumpulan Pimpinan Redaksi PRIMA menggelar forum refleksi bersama. Forum ini diadakan guna membedah sejarah besar di balik ibadah kurban serta esensi sosial pembagian dagingnya bagi kemaslahatan umat. (27/5/2026).
Pertemuan strategis yang dihadiri oleh para tokoh pers tersebut memfokuskan diskusi pada penelusuran historis ketauhidan, sekaligus dampak nyata solidaritas sosial di tengah tantangan zaman modern.
Menelusuri Akar Sejarah Kurban
Dalam diskusi tersebut, jurnalis senior Eric Vr membuka pemaparan dengan menegaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan tanpa makna.
“Sejarah kurban adalah manifestasi dari kepatuhan mutlak Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan luar biasa Nabi Ismail AS atas perintah Sang Pencipta. Ini adalah simbol edukasi moral tertinggi tentang bagaimana ego manusia harus ditundukkan demi nilai-nilai yang lebih mulia,” ujar Eric.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Hemanius Burunaung dan Kusmiadi (Jhon). Mereka sepakat bahwa rekam jejak sejarah ini harus terus digaungkan oleh media massa agar masyarakat tidak kehilangan substansi spiritualnya. Sementara itu, Pajar Saragih dan Edi Supriadi menambahkan bahwa nilai filosofis dari sejarah kurban adalah tentang kerelaan berkorban demi kepentingan sosial yang lebih luas.
Solidaritas Sosial di Garis Depan
Dari perspektif penerapan di lapangan, Cas Roni, Ali Sopyan, dan Fitri menyoroti peran penting media dalam mengawal distribusi kurban agar tepat sasaran. Menurut mereka, jurnalisme harus mampu mengedukasi publik bahwa ibadah kurban memiliki dua dimensi utama: dimensi vertikal (kepada Tuhan) dan dimensi horizontal (sesama manusia).
Tiga Hakikat Kurban: Bukan Sekadar Konsumsi
Sebagai konklusi dari bedah interaktif tersebut, Perkumpulan Pimpinan Redaksi PRIMA merumuskan tiga poin tajam mengenai hakikat pendistribusian daging kurban: 
Meruntuhkan Sekat Sosial: Daging kurban yang dibagikan secara merata adalah simbol penghapusan kasta sosial. Pada hari raya ini, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin; semua menikmati hidangan yang sama.
Instrumen Ketahanan Pangan dan Keadilan: Distribusi daging kurban wajib mengedepankan asas keadilan, menjangkau lapisan masyarakat yang paling membutuhkan sebagai bentuk nyata dari jaminan sosial berbasis keagamaan.
Pembersih Jiwa dari Sifat Kikir: Secara substansial, membagikan daging kurban adalah simbol pembersihan diri dari sifat serakah, menguatkan empati, serta merajut kembali tali silaturahmi kebangsaan.
“Keluarga Besar Perkumpulan Pimpinan Redaksi PRIMA mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H. Mari kita jadikan momentum ini untuk menyembelih sifat-sifat egois dalam diri dan menegakkan solidaritas tanpa batas,” tutup jajaran pimpinan redaksi dalam pernyataan resminya.
Tim Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
BANDUNG, DN-II Realisasi anggaran Belanja Perjalanan Dinas Luar Negeri (Perjadin LN) pada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran (TA) 2023 menuai sorotan tajam. Program yang ditujukan untuk kedinasan luar negeri tersebut diduga dilaksanakan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (28/5/2026).
Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) Audited, poin 5.1.02.04.02 mengungkapkan anggaran Belanja Perjadin LN Pemprov Jabar dialokasikan sebesar Rp21.224.908.444,00 dan telah terealisasi sebesar Rp17.488.044.175,00 atau mencapai 82,39%. Sebagian besar dari realisasi anggaran tersebut digunakan untuk membiayai program English for Ulama (EFU).
Desakan Pengusutan oleh Kejaksaan Tinggi
Ali Sopyan, perwakilan dari Relawan Rakyat Membela Prabowo, mengungkapkan adanya indikasi kerugian keuangan negara dalam pelaksanaan program tersebut. Ia mendesak Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk segera turun tangan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat terkait yang terlibat dalam perjalanan dinas tersebut.
“Kami meminta pihak kejaksaan untuk segera melakukan pengusutan tuntas atas realisasi anggaran ini, karena disinyalir ada ketidaksesuaian aturan yang berpotensi merugikan keuangan daerah,” ujar Ali Sopyan kepada media.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sengkarut Perubahan Anggaran dan Negara Tujuan
Program EFU sejatinya merupakan bagian dari program Pendidikan Agama dan Tempat Ibadah Juara, yang masuk dalam sembilan prioritas pembangunan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2018–2023. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris para ulama di Jawa Barat agar dapat berdakwah di kancah internasional.
Namun, dalam pelaksanaannya pada TA 2023, ditemukan adanya empat kali perubahan alokasi anggaran dan pergeseran dokumen yang dinilai membingungkan:
DPA Murni TA 2023: Alokasi anggaran EFU ditetapkan sebesar Rp6.265.960.000,00 dengan negara tujuan wilayah Asia Pasifik dan Eropa Timur.
Pergeseran DPA (29 Mei 2023) melalui Pergub No. 31/2023: Anggaran melonjak menjadi Rp7.192.050.000,00 (naik sebesar Rp926.090.000,00) dengan penambahan negara tujuan ke Amerika Tengah.
DPPA (8 November 2023) melalui Perda No. 8/2023: Anggaran justru dipangkas drastis menjadi Rp2.418.350.000,00 dengan mengubah tujuan ke Amerika Tengah dan Amerika Serikat.
Pergeseran DPPA (30 November 2023) melalui Pergub No. 64/2023: Anggaran tetap senilai Rp2.418.350.000,00, yang di antaranya dialokasikan untuk uang akomodasi, biaya visa 16 orang sebesar Rp80.000.000,00 (Rp5.000.000,00 per orang), serta tiket pesawat untuk 16 orang sebesar Rp640.000.000,00 (Rp40.000.000,00 per orang).
Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, konfirmasi, dan uji petik yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ditemukan kejanggalan signifikan pada komponen penganggaran program EFU. BPK mencatat adanya ketidakrelevanan yang nyata antar-komponen biaya perjalanan:
Pada DPA Murni: Anggaran tiket pesawat dialokasikan untuk tujuan Asia Selatan (seperti India, Pakistan, Bangladesh) dan Eropa Timur. Namun, anggaran uang harian dan akomodasi justru dialokasikan untuk negara Australia, Polandia, dan Selandia Baru.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pada Pergeseran DPA (29 Mei 2023): Anggaran tiket pesawat mencantumkan tujuan Amerika Tengah (Belize, El Salvador, Guatemala, dll.), Asia Pasifik, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Ironisnya, komponen uang harian dan akomodasi yang dianggarkan hanya untuk Amerika Serikat dan Polandia.
Pada DPPA dan Pergeserannya (November 2023): Komponen biaya visa dan tiket pesawat dianggarkan untuk negara-negara di wilayah Amerika Tengah dan Kepulauan Karibia, namun uang harian serta akomodasinya tidak relevan dengan tujuan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Biro Kesra Setda Jawa Barat serta Kejaksaan Tinggi Jawa Barat terkait kelanjutan dari temuan administrasi dan desakan pemeriksaan hukum ini. (Tim Red)
Manokwari, DN-II Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan Salat Iduladha 1447 H bersama keluarga besar prajurit TNI dan masyarakat sekitar Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat Rabu, (27/5/2026)
Pelaksanaan Salat Idul Adha berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh para prajurit, Persit, keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari, serta anggota masyarakat sekitar.
Momen Idul
Adha merupakan sarana untuk memperkuat persahabatan dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat sebagai bagian dari semangat persaudaraan dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh pembicara KH Baharuddin Sabollah, jamaah diajak untuk mencontohkan nilai-nilai ketulusan, pengorbanan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan sebagaimana yang dicontohkan pada acara Idul Adha.
Nilai-nilai ini dianggap penting untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan doa Idul Adha di Makodam XVIII/Kasuari juga mencerminkan kedekatan TNI dengan masyarakat dan memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, dan toleransi di tengah kehidupan sosial di Papua Barat.
Pada kesempatan ini, Menhan didampingi oleh TNI Ward, Pangkogabwilhan III, Kasdam XVIII/Ksr, Dankodaeral XIV, Panglima TNI Waasops, dan para perwira staf berpangkat rendah dari Kodam XVIII/Ksr. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tegal, DN-II Di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, jajaran Polres Tegal Kota melaksanakan penyembelihan hewan qurban di Masjid Darul Faizin, kompleks Aspol Jalan KS Tubun, Kota Tegal, Rabu (27/5/2026).
Penyerahan hewan qurban dilakukan usai pelaksanaan Sholat Idul Adha oleh Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya kepada pengurus masjid dan panitia qurban.
Hewan qurban yang disalurkan terdiri dari dua ekor sapi dan 11 ekor kambing yang kemudian disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitar serta warga yang berhak menerima.
Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menegaskan bahwa Idul Adha merupakan momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Idul Adha menjadi momentum semangat kebersamaan, kasih sayang dan solidaritas. Kita diingatkan tentang pentingnya keikhlasan dan pengorbanan sebagai hamba Allah SWT,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menekankan nilai keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai pelajaran tentang keimanan dan ketaatan kepada perintah Tuhan.
“Peristiwa Nabi Ibrahim menunjukkan kebesaran hati dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ini menginspirasi kita menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya dalam ritual, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kapolres juga menyebut makna qurban tidak sebatas penyembelihan hewan, melainkan wujud kepedulian sosial yang lebih luas. 
“Pengorbanan bukan hanya soal hewan qurban, tetapi juga waktu, tenaga, dan harta untuk kebersamaan. Membantu yang membutuhkan, memberi perhatian kepada yang terpinggirkan, dan mendukung yang lemah,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar. ( S. Bimantoro )
Jakarta DN-II Pimpinan Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pasca Bencana DPR RI bersama perwakilan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) memimpin rapat gabungan bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera dari unsur pemerintah. Rapat koordinasi tingkat tinggi ini digelar di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta. (27/5/206).
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh 28 menteri dan wakil menteri terkait, serta para Kepala Daerah yang wilayahnya terdampak bencana.
Dalam pembukaannya, Pimpinan Rapat menyampaikan apresiasi atas sinergi yang kuat antara seluruh pihak. “Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kehadiran Satgas Pemulihan Pasca-Bencana DPR RI, Satgas dari pihak Pemerintah, serta seluruh hadirin yang kami hormati dalam rapat koordinasi hari ini,” ungkapnya.
Agenda utama rapat difokuskan pada pembahasan situasi terkini pasca-bencana di Sumatera, pemetaan kebutuhan baru, serta penyusunan langkah-langkah taktis dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur serta sosial-ekonomi warga. 
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir langsung, antara lain:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mendagri Tito Karnavian (Ketua Satgas Pemerintah)
Menko PMK Pratikno
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
(Serta jajaran Menteri Agama, Mendikdasmen, Menteri UMKM, Menteri KKP, Menteri PKP, Menteri Pariwisata, dan Wamensesneg).
Dari jajaran pemerintah daerah, hadir memberikan laporan langsung di antaranya Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf beserta Wakil Gubernur.
Melalui koordinasi intensif ini, DPR RI dan Pemerintah berkomitmen untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat, tepat sasaran, dan akuntabel. Sinergi ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh elemen bangsa untuk terus bergerak dan berdampak demi Indonesia Raya. Red
JAKARTA, DN-II Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar, M.P.I.C.T., melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Kedatangan Pangkostrad yang didampingi oleh Aster Kaskostrad, Aslog Kaskostrad, dan Pabandya Wanwil Ster Kostrad tersebut disambut langsung oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Bernostalgia dan Bahas Tantangan Daerah
Pertemuan antara kedua tokoh tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Bagi Menko AHY, yang juga merupakan purnawirawan TNI AD, kunjungan ini memiliki makna tersendiri. Ia menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi birokrasi, melainkan juga menjadi pengobat rindu terhadap almamater tercinta.
Di samping bernostalgia, diskusi formal kedua belah pihak berjalan produktif dengan membahas berbagai isu strategis nasional. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sektor Pertahanan: Penguatan stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan.
Pembangunan Daerah: Tantangan pemerataan infrastruktur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Konektivitas Wilayah: Sinkronisasi program pembangunan kewilayahan dengan aspek pertahanan teritorial.
Undangan Khusus “Kostrad Run 2026”
Dalam kesempatan yang sama, Letjen TNI Mohammad Fadjar secara khusus mengundang Menko AHY untuk hadir dan menyemarakkan ajang olahraga Kostrad Run 2026 yang rencananya akan digelar pada 5 Juli 2026 mendatang.
Menutup pertemuan tersebut, Menko AHY menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan kerja Pangkostrad beserta jajaran. Ia berharap gelaran Kostrad Run 2026 dapat berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
Tak lupa, Menko AHY memberikan doa dan dukungan moral agar Kostrad di bawah kepemimpinan Letjen TNI Mohammad Fadjar dapat terus berevolusi menjadi satuan yang tangguh.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Panglima, semoga Kostrad semakin maju, besar, modern, dan terus memegang teguh nilai strategisnya di seluruh penjuru NKRI. Cakra!” tegas Menko AHY.
Red
#TNIADPrima #Kostrad #MenkoInfrastruktur #KostradRun2026 #LintasPrajurit #Penkostrad
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
