Beranda » brebes » Halaman 30

brebes

BREBES, DN-II Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti momen Lebaran 1447 H bagi keluarga besar Bani Wasan. Mengusung semangat silaturahmi dan ta’dzim kepada pendahulu, keluarga besar ini menggelar tradisi Halalbihalal sekaligus Tahlil Bersama di area makam leluhur pada Minggu, (22/3/2026).

​Menjaga Tradisi, Merawat Memori Kolektif

​Kegiatan tahunan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan magnet spiritual bagi seluruh anggota keluarga. Baik mereka yang menetap di tanah kelahiran maupun yang menempuh perjalanan jauh dari perantauan, semuanya berkumpul demi satu tujuan: merawat ikatan batin.

​Bagi generasi muda, momentum ini menjadi ruang edukasi untuk mengenal kembali silsilah dan garis keturunan agar tidak kehilangan identitas di tengah derasnya arus zaman.

​Kekhusyukan dalam Larut Doa

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Puncak acara ditandai dengan ziarah kubur dan pembacaan tahlil. Di bawah keteduhan area makam, seluruh keluarga tampak larut dalam kekhusyukan, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa yang dipanjatkan khusus untuk para leluhur yang telah berpulang.

​”Kegiatan ini bukan hanya soal berkumpul secara fisik, tapi tentang mengingat akar. Berdoa di makam leluhur menyadarkan kita bahwa kerukunan yang kita nikmati hari ini adalah warisan spiritual yang harus dijaga keberlanjutannya,” ujar salah satu perwakilan keluarga Bani Wasan.

​Memperkuat Ukhuwah dengan Ramah Tamah

​Usai prosesi doa yang sakral, suasana berganti menjadi lebih cair dalam sesi ramah tamah. Canda tawa dan nostalgia masa lalu mengalir hangat, meruntuhkan sekat usia antara para sesepuh dengan anak-cucu. Hidangan khas Lebaran yang disajikan secara sederhana namun penuh berkah, menambah keakraban di tengah semilir angin sore.

​Melalui Halalbihalal 1447 H ini, keluarga besar Bani Wasan berharap nilai-nilai luhur, adab, dan kekompakan keluarga tetap terjaga kokoh. Kebersamaan ini menjadi pengingat hakiki bahwa sejauh mana pun seseorang melangkah, keluarga dan doa adalah tempat terbaik untuk kembali.

​Redaktur: Casroni Kategori: Berita Religi / Serba-serbi Lebaran 1447 H

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar rangkaian Idul Fitri 1447 H yang diawali dengan Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Brebes pada Sabtu (21/3/2026). Usai pelaksanaan ibadah, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma membuka pintu Pendopo Kabupaten untuk acara Open House, yang langsung dipadati warga dari berbagai penjuru daerah.

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah dengan masyarakat. Para pejabat, mulai dari asisten Sekda, staf ahli Bupati, kepala dinas, camat, hingga pimpinan BUMD dan organisasi perempuan daerah, turut diundang hadir bersama keluarga.

Sejak pagi, masyarakat berdatangan silih berganti. Pendopo yang biasanya berfungsi sebagai ruang kerja pemerintahan, hari itu berubah menjadi ruang kebersamaan. Warga duduk berdampingan, saling bertegur sapa, dan menikmati hidangan khas Lebaran. Gelak tawa dan percakapan hangat terdengar di berbagai sudut, menciptakan nuansa guyub yang kental.

Selain itu, hadir pula keluarga Bupati, keluarga Wakil Bupati Wurja, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah tampak berbaur bersama masyarakat dalam suasana penuh kehangatan.

Sejak pagi hingga siang hari, masyarakat tampak berdatangan silih berganti. Mereka hadir bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga untuk bersilaturahmi langsung dengan kepala daerah dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pendopo Brebes pun berubah menjadi ruang kebersamaan. Warga dari berbagai latar belakang duduk berdampingan, saling bertegur sapa, dan menikmati momentum Lebaran yang sarat makna. Kehadiran mereka menjadi cerminan kuatnya tradisi silaturahmi yang terus terjaga di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paramita menyampaikan bahwa Open House menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Open House ini bukan sekadar tradisi, tetapi ruang silaturahmi yang menyatukan kita semua. Di hari yang fitri ini, kami ingin membuka pintu selebar-lebarnya agar masyarakat bisa hadir, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kebersamaan,” ujarnya.

Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Brebes.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali dalam keadaan suci, dipenuhi kebahagiaan, dan semakin mempererat persaudaraan,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang terbangun selama Ramadan diharapkan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir.

“Semoga kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin Brebes tetap guyub, rukun, dan saling peduli,” tambahnya.

Dalam acara tersebut, para tamu disuguhi beragam hidangan khas Lebaran yang tersaji rapi. Warga terlihat menikmati sajian yang disiapkan, mulai dari makanan berat hingga kudapan ringan, sembari berbincang santai dengan keluarga, kerabat, maupun sesama tamu.

Tak hanya itu, suasana semakin semarak dengan hiburan yang turut dihadirkan. Gelak tawa dan percakapan hangat terdengar di berbagai sudut pendopo, menciptakan nuansa kebersamaan yang kental.

Open House ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Setelah sebulan penuh menjalani Ramadan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, momentum Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan secara lebih luas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Red

BREBES, DN-II Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam puncak perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah, Polres Brebes menggelar Apel Gabungan Kesiapan Pengamanan Malam Takbiran di halaman Mapolres setempat, Jumat (20/3/2026) malam.

Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah. Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam mengawal malam kemenangan agar wilayah Kabupaten Brebes tetap dalam situasi aman dan kondusif.

Dalam instruksi teknisnya, Kapolres menegaskan bahwa personel patroli telah dibagi secara spesifik guna memastikan seluruh wilayah terjangkau.

“Malam ini kita siaga penuh untuk melaksanakan patroli dan pengamanan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H. Personel telah dibagi untuk menyisir Jalur Pantura maupun Jalur Tengah. Saya instruksikan kepada setiap Perwira Pengendali (Padal) jalur untuk segera melakukan Arahan Pimpinan Pasukan (APP) kepada anggotanya sebelum bergeser ke lokasi tugas,” tegas AKBP Lilik Ardhiansyah.

Selain tim patroli bergerak, pengamanan statis juga difokuskan pada pusat keramaian masyarakat. Personel yang bertugas di kawasan Alun-alun Brebes telah disiagakan secara khusus untuk menjaga kenyamanan warga yang merayakan malam takbiran di pusat kota.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kapolres Brebes juga memberikan perhatian khusus pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan. Regu patroli diminta untuk lebih jeli dalam memantau wilayah yang rawan terjadi perkelahian antarwarga maupun tindak kriminalitas lainnya.

“Laksanakan patroli pada tempat-tempat rawan. Pantau dan monitor setiap dinamika yang terjadi, baik itu isu nasional maupun daerah, agar kita selalu waspada terhadap perkembangan situasi yang ada,” tambahnya.

Menutup arahannya, AKBP Lilik Ardhiansyah mengingatkan jajaran agar tidak mengabaikan kondisi fisik di tengah padatnya rangkaian Operasi Ketupat Candi 2026 yang masih berlangsung.

“Saya minta rekan-rekan tetap jaga kesehatan karena tugas kita masih panjang. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, dan yang terpenting, selalu utamakan keselamatan personel selama bertugas di lapangan. Semoga wilayah Kabupaten Brebes tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan armada patroli Blue Light Patrol yang bergerak serentak ke berbagai penjuru wilayah hukum Polres Brebes untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para pemudik yang masih melintas. (Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Menjelang tengah malam di tengah meningkatnya arus mudik, kesigapan personel kepolisian kembali diuji. Pada Kamis (19/3/2026) malam jajaran Pos Pengamanan (Pos Pam) Dermoleng bergerak cepat merespon aduan masyarakat terkait hambatan lalu lintas di jalur Larangan – Ketanggungan.

Sebuah truk dilaporkan mengalami kendala teknis serius tepat di wilayah Desa Kubangwungu. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapospam Dermoleng, Ipda Sugiyanto, memimpin langsung tiga anggotanya menuju lokasi untuk melakukan giat strong point.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati satu unit kendaraan bermotor (KBM) truk dalam posisi berhenti di badan jalan akibat patah as roda. Kondisi ini sempat mengancam kelancaran arus lalu lintas, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi bagi para pemudik.

Langkah-langkah taktispun segera diambil oleh personel di lapangan dengan pengamanan lokasi dan pemasangan rambu dengan meletakkan tanda peringatan di sekitar truk agar terlihat jelas oleh pengguna jalan lain dari kejauhan guna menghindari kecelakaan serta membantu dengan evakuasi dan koordinasi perbaikan pemindahan kendaraan agar jalur kembali steril.

Ipda Sugiyanto menyampaikan bahwa tindakan cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman selama masa mudik Lebaran 2026.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami langsung turun ke lapangan begitu menerima laporan. Prioritas utama kami adalah memastikan tidak ada hambatan fatal di jalur mudik, serta mencegah terjadinya kecelakaan akibat kendaraan yang mogok di titik gelap,” ujar Ipda Sugiyanto dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (20/03) pagi.

Ditambahkan, saat proses evakuasi petugas juga memberikan pesan edukatif bagi para pemudik yang melintas. Mengingat insiden teknis dapat terjadi sewaktu-waktu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mempersiapkan perjalanan dengan matang.

“Kami meminta para pemudik untuk selalu mengecek kondisi fisik kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” lanjutnya.

Selain itu, petugas juga menekankan pentingnya menjaga fokus selama berkendara. “Jika merasa lelah atau mengantuk, segera cari tempat istirahat terdekat. Jangan memaksakan diri demi mengejar waktu, karena keselamatan adalah yang utama,” terangnya. (Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Memasuki puncak arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Resor (Polres) Brebes mengambil langkah strategis untuk mengurai antran kendaraan di wilayah Tengah dan Selatan.

Pada Kamis (19/3/2026), petugas mulai memberlakukan sistem one way (satu arah) dan buka tutup di sejumlah titik krusial.

Pemberlakuan sistem one way di jalur Selatan Brebes mencakup ruas dari Underpass Karangsawah hingga Pasar Linggapura. Langkah ini terbukti efektif mencairkan antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi dari wilayah Karanganyar, Tegal hingga Pasar Linggapura, Tonjong, Brebes.

Kondisi serupa terpantau di jalur Tengah, tepatnya pada ruas Larangan – Songgom. Di titik ini, personel di lapangan menerapkan sistem buka tutup secara bertahap.

Kasatgas Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, menjelaskan bahwa meski terjadi antrean kendaraan dari arah Pejagan menuju Purwokerto, arus lalu lintas secara umum masih bergerak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Petugas di lapangan terus melakukan upaya penarikan arus dengan memberikan prioritas utama bagi kendaraan pemudik,” ujar Iptu Indra Prasetyo dalam keterangan resminya hari ini.

Sampai saat ini, personel Polres Brebes tetap siaga di berbagai titik rawan macet untuk menjamin kelancaran serta keselamatan para pengguna jalan.

Masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.
Menjaga kondisi fisik dan kelayakan kendaraan.Dan sabar dalam antrean demi mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif.

“Polres Brebes berkomitmen untuk terus memantau titik-titik rawan kemacetan selama 24 jam penuh. Kepada pemudik jangan memaksakan diri jika lelah, manfaatkan posko-posko mudik yang telah disediakan di sepanjang jalur Brebes. Mari bersama-sama kita wujudkan mudik Lebaran 2026 yang aman, nyaman,” pungkasnya. (Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur mudik wilayah hukum Kabupaten Brebes, tepatnya di Pos Rancakalong pada Kamis (19/03/2026) pagi. Insiden yang melibatkan dua kendaraan roda dua ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Peristiwa bermula ketika sebuah sepeda motor ditabrak dari arah belakang oleh kendaraan roda dua lainnya. Benturan keras tersebut menyebabkan kedua pengendara terjatuh dan mengalami cedera.

Data Korban

Petugas PMI Kabupaten Brebes segera melakukan evakuasi di tempat kejadian perkara (TKP). Adapun identitas korban adalah sebagai berikut:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Saefullah (53), warga Kemrajen, Banyumas.

Saminah (49), warga Kemrajen, Banyumas.

Kondisi Pasien (Saminah):

Luka lecet pada pipi bagian kanan.

Luka lecet pada punggung bagian kiri.

Mengalami dislokasi (pergeseran sendi) di bagian punggung kanan.

Setelah mendapatkan pertolongan pertama di lokasi oleh tim medis, kedua korban langsung dirujuk ke RSUD Bumiayu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Data Kumulatif Pelayanan PMI Brebes (Mudik Idul Fitri 2026)

Hingga update terbaru pada tanggal 19 Maret 2026 pukul 10.31 WIB, Pos Pelayanan Ambulans dan Pertolongan Pertama (PP) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes mencatat total korban kecelakaan selama masa mudik sebagai berikut:

Kategori Kondisi Jumlah Jiwa

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Luka Ringan 8 Orang

Luka Berat 40 Orang

Meninggal Dunia 1 Orang

Petugas menghimbau bagi para pemudik untuk selalu waspada dan menjaga jarak aman kendaraan, terutama di titik-titik rawan kecelakaan sepanjang jalur Brebes.

Laporan Oleh: Pos Pelayanan PMI Kabupaten Brebes
Waktu Update: 10.31 WIB.

Red

BREBES, DN-II Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di persimpangan Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Wanasari, Kabupaten Brebes, pada Kamis (19/03/2026) pagi. Insiden ini dipicu oleh pengereman mendadak saat pergantian lampu lalu lintas.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan dari Pos Pelayanan Jalingkut Brebes sekira pukul 09.25 WIB, kecelakaan bermula ketika sebuah sepeda motor berhenti mendadak saat lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) berubah warna menjadi merah.

Karena jarak yang terlalu dekat, pengendara di belakangnya tidak sempat melakukan pengereman maksimal. Akibatnya, benturan keras dari arah belakang tidak dapat terhindarkan.

Identitas dan Kondisi Korban

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Petugas kepolisian di lapangan mengonfirmasi bahwa satu orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Berikut data korban:

Nama: Mahudin

Usia: 31 Tahun

Asal: Banjarnegara

Kondisi: Korban mengalami luka lecet pada area punggung kaki kiri dan lengan atas sebelah kiri.

Penanganan dan Imbauan

Sesaat setelah kejadian, korban langsung dievakuasi ke Pos Jalingkut untuk mendapatkan perawatan medis pertama. Beruntung, luka yang diderita tidak termasuk kategori berat.

Pihak berwenang menyatakan bahwa arus lalu lintas di Simpang Tiga Wanasari saat ini sudah kembali normal dan kondusif. Meski demikian, para pengendara yang melintas di jalur Jalingkut diimbau untuk selalu menjaga jarak aman dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat mendekati lampu rambu lalu lintas guna meminimalisir risiko kecelakaan serupa.

Red/Tim

BREBES, DN-II Memasuki puncak arus mudik, simpul kemacetan mulai menghantui jalur selatan Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis pagi pukul 06.42 WIB, (19/3/2026). arus lalu lintas yang menghubungkan Pejagan menuju Prupuk mengalami hambatan serius, tepatnya di Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.

Aktivitas Ekonomi Bertemu Arus Mudik

Penyebab utama penumpukan kendaraan ini adalah aktivitas pasar tumpah yang meluap hingga memakan sebagian badan jalan. Padatnya warga yang berbelanja kebutuhan pokok berinteraksi langsung dengan volume kendaraan pemudik yang terus meningkat dari arah utara.

Situasi diperparah oleh:

Penyempitan Ruas Jalan: Lapak pedagang dan parkir liar yang menjorok ke aspal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Laju Kendaraan Melambat: Banyak pengemudi yang terpaksa mengerem mendadak atau mengantre karena banyaknya penyeberang jalan.

Volume Kendaraan: Peningkatan jumlah kendaraan pribadi dan bus antar-kota yang mulai memadati jalur selatan.

Kesaksian di Lapangan

“Kondisi saat ini padat merayap. Kemacetan sudah mulai mengekor cukup jauh karena aktivitas pasar di Songgom ini memang puncaknya di pagi hari,” ujar Sudarno, salah satu pengguna jalan yang terjebak di lokasi.

Imbauan untuk Pemudik

Pihak berwenang dan relawan di lokasi mengimbau para pemudik untuk tetap bersabar dan menjaga jarak aman. Bagi Anda yang baru akan memulai perjalanan, berikut beberapa tips untuk menghindari titik lelah Songgom:

Atur Waktu Keberangkatan: Hindari melintasi area pasar pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Gunakan Jalur Alternatif: Pertimbangkan menggunakan jalur alternatif via Jatibarang jika kondisi di Songgom terpantau stagnan di aplikasi navigasi.

Cek Kondisi Fisik: Kemacetan di cuaca yang mulai panas dapat menguras energi; pastikan suplai air minum mencukupi.

Reporter: Sudarno

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Brebes, DN-II Ketua Umum Insan Pers Jawa Tengah (DPP IPJT), Temui Sekda Brebes, Dr.Takoni.M.Pd diruang Kerjanya, mendesak agar pemda Brebes segera melakukan tindakan tegas penyegelan, pemberhentian pengoperasian dan pembongkaran menara telekomunikasi BTS di Desa Sarireja RT. 01 / RW.08 Kecamatan Tanjung, milik PT. Mitra Telekomunikasi (Mitratel) yang diduga melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Brebes No. 002 Tahun 2014 tentang zona bebas menara. (19/3/2026).

 

Dalam pertemuan itu sekda menyampaikan pihaknya belum tau surat aduan tersebut beliau menjelaskan akan segera pelajari surat aduan DPC IPJT Brebes dan akan segera menindak lanjut untuk penertiban, hal ini dinilai sangat bagus responsipnya “Ini membuka ruang diskusi menarik tentang bagaimana regulasi dan kebutuhan teknologi dapat bersinergi demi kepentingan masyarakat luas, ‘terang Firdaus.

 

Kita semua tahu Teknologi membawa kecanggihan yang sulit ditolak. dan kita semua menginginkan akses internet yang cepat, sinyal kuat dengan jaringan yang memudahkan komunikasi tanpa batas. Namun, bukan berarti teknologi boleh mengabaikan aturan dan nilai lingkungan sekitar. Seperti terjadi di Desa Sarireja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Sebuah menara BTS kokoh berdiri di atas sempadan sungai, yang proses pembangunan nya sedang kami kritik lantaran diduga telah melanggar Perda no 02 tahun 2014 tentang zona bebas menara, ‘tambanya

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

 

Hari ini kami menanyakan kepada Sekda Brebes, Dr. Takoni.M.Pd secara langsung agar segera melakukan tindakan tegas, untuk segera memerintahkan jajaran OPD terkait untuk melakukan evaluasi, agar segera melakukan penyegelan hingga pembongkaran, hal ini bukan kami menentang kemajuan, melainkan karena kami ingin pemerintah daerah menjaga harmoni kabupaten sesuai tupoksinya karena dinilai menara tower milik Mitratel di RT 01/RW 08 Desa Sarireja jelas menabrak aturan, “Terang Firdaus.

 

Peraturan Daerah Kabupaten Brebes No. 002 Tahun 2014 tentang zona bebas menara adalah upaya pemerintah daerah melindungi lingkungan, estetika, dan kenyamanan warga dari dampak negatif menara telekomunikasi jangka panjang.

 

Alhamdulillah sikap responsif sekda Brebes yang menyampaikan niatnya untuk mengkaji aduan dari IPJT Brebes adalah bentuk peran pemerintah daerah itu ada, beliau juga meminta salinan isi surat yang telah dilayangkan sejak tahun sebelumnya. Ini adalah langkah positif pemerintah daerah tidak diam dan membiarkan potensi pelanggaran bermasalah berjalan terus.

 

Ini adalah penghormatan terhadap suara masyarakat dan kepastian hukum. Dengan menertibkan menara ilegal atau yang melanggar aturan menjadi sinyal positif bahwa kedepan regulasi aturan di Brebes tetap hidup dan relevan, Tutup Firdaus.

Tim

Brebes, DN-II Pasca tragedi kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 259.300 A, wilayah Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, jajaran Polres Brebes tidak hanya bergerak cepat saat kejadian, namun juga memastikan penanganan lanjutan terhadap korban berjalan maksimal serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

Sebanyak 33 korban terdampak dalam peristiwa tersebut dengan rincian 1 orang meninggal dunia dan 33 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Yakni RS Bhakti Asih sebanyak 28 korban dan selebihnya dirawat di RSUD Brebes.

Dari korban yang dirawat di RS Bhakti Asih Brebes, 3 orang telah menjalani tindakan operasi akibat patah tulang, sementara 4 pasien lainnya dijadwalkan menjalani operasi lanjutan. Seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal sesuai kondisi masing-masing.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama sejak awal kejadian hingga saat ini.

“Sejak tadi malam korban langsung kami evakuasi dan mendapatkan penanganan di rumah sakit. Saat ini kami pastikan seluruh korban mendapatkan perawatan secara maksimal,” ungkapnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian, AKBP Lilik Ardhiansyah juga turun langsung menjenguk korban di RS Bhakti Asih Brebes pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 12.30 WIB, didampingi Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasi Humas, serta anggota, guna memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga.

Selain itu, Kapolres Brebes juga telah memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia serta memastikan proses pengawalan jenazah hingga ke kampung halaman berjalan dengan baik.

Pihak keluarga korban melalui Prio Hermawan (35) menyampaikan apresiasi atas respon cepat dan kepedulian jajaran Polres Brebes.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Polres Brebes atas evakuasi sejak di lokasi hingga di rumah sakit. Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Di sisi lain, proses penyelidikan tetap berjalan. Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes telah melakukan olah TKP dan memeriksa 4 orang saksi, sementara saksi lainnya akan dimintai keterangan setelah kondisi kesehatannya membaik.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa pihaknya akan mengkaji seluruh faktor penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

“Selain fokus pada pemulihan korban, kami juga terus mendalami penyebab kecelakaan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang,” tegasnya.

Polres Brebes mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama dalam perjalanan jarak jauh. (Red/Hms/FN)

You cannot copy content of this page