Beranda » brebes » Halaman 33

brebes

BREBES, DN-II Memasuki puncak arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Resor (Polres) Brebes mengambil langkah strategis untuk mengurai antran kendaraan di wilayah Tengah dan Selatan.

Pada Kamis (19/3/2026), petugas mulai memberlakukan sistem one way (satu arah) dan buka tutup di sejumlah titik krusial.

Pemberlakuan sistem one way di jalur Selatan Brebes mencakup ruas dari Underpass Karangsawah hingga Pasar Linggapura. Langkah ini terbukti efektif mencairkan antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi dari wilayah Karanganyar, Tegal hingga Pasar Linggapura, Tonjong, Brebes.

Kondisi serupa terpantau di jalur Tengah, tepatnya pada ruas Larangan – Songgom. Di titik ini, personel di lapangan menerapkan sistem buka tutup secara bertahap.

Kasatgas Humas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, menjelaskan bahwa meski terjadi antrean kendaraan dari arah Pejagan menuju Purwokerto, arus lalu lintas secara umum masih bergerak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Petugas di lapangan terus melakukan upaya penarikan arus dengan memberikan prioritas utama bagi kendaraan pemudik,” ujar Iptu Indra Prasetyo dalam keterangan resminya hari ini.

Sampai saat ini, personel Polres Brebes tetap siaga di berbagai titik rawan macet untuk menjamin kelancaran serta keselamatan para pengguna jalan.

Masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.
Menjaga kondisi fisik dan kelayakan kendaraan.Dan sabar dalam antrean demi mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif.

“Polres Brebes berkomitmen untuk terus memantau titik-titik rawan kemacetan selama 24 jam penuh. Kepada pemudik jangan memaksakan diri jika lelah, manfaatkan posko-posko mudik yang telah disediakan di sepanjang jalur Brebes. Mari bersama-sama kita wujudkan mudik Lebaran 2026 yang aman, nyaman,” pungkasnya. (Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur mudik wilayah hukum Kabupaten Brebes, tepatnya di Pos Rancakalong pada Kamis (19/03/2026) pagi. Insiden yang melibatkan dua kendaraan roda dua ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Peristiwa bermula ketika sebuah sepeda motor ditabrak dari arah belakang oleh kendaraan roda dua lainnya. Benturan keras tersebut menyebabkan kedua pengendara terjatuh dan mengalami cedera.

Data Korban

Petugas PMI Kabupaten Brebes segera melakukan evakuasi di tempat kejadian perkara (TKP). Adapun identitas korban adalah sebagai berikut:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Saefullah (53), warga Kemrajen, Banyumas.

Saminah (49), warga Kemrajen, Banyumas.

Kondisi Pasien (Saminah):

Luka lecet pada pipi bagian kanan.

Luka lecet pada punggung bagian kiri.

Mengalami dislokasi (pergeseran sendi) di bagian punggung kanan.

Setelah mendapatkan pertolongan pertama di lokasi oleh tim medis, kedua korban langsung dirujuk ke RSUD Bumiayu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Data Kumulatif Pelayanan PMI Brebes (Mudik Idul Fitri 2026)

Hingga update terbaru pada tanggal 19 Maret 2026 pukul 10.31 WIB, Pos Pelayanan Ambulans dan Pertolongan Pertama (PP) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Brebes mencatat total korban kecelakaan selama masa mudik sebagai berikut:

Kategori Kondisi Jumlah Jiwa

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Luka Ringan 8 Orang

Luka Berat 40 Orang

Meninggal Dunia 1 Orang

Petugas menghimbau bagi para pemudik untuk selalu waspada dan menjaga jarak aman kendaraan, terutama di titik-titik rawan kecelakaan sepanjang jalur Brebes.

Laporan Oleh: Pos Pelayanan PMI Kabupaten Brebes
Waktu Update: 10.31 WIB.

Red

BREBES, DN-II Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di persimpangan Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Wanasari, Kabupaten Brebes, pada Kamis (19/03/2026) pagi. Insiden ini dipicu oleh pengereman mendadak saat pergantian lampu lalu lintas.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan dari Pos Pelayanan Jalingkut Brebes sekira pukul 09.25 WIB, kecelakaan bermula ketika sebuah sepeda motor berhenti mendadak saat lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) berubah warna menjadi merah.

Karena jarak yang terlalu dekat, pengendara di belakangnya tidak sempat melakukan pengereman maksimal. Akibatnya, benturan keras dari arah belakang tidak dapat terhindarkan.

Identitas dan Kondisi Korban

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Petugas kepolisian di lapangan mengonfirmasi bahwa satu orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Berikut data korban:

Nama: Mahudin

Usia: 31 Tahun

Asal: Banjarnegara

Kondisi: Korban mengalami luka lecet pada area punggung kaki kiri dan lengan atas sebelah kiri.

Penanganan dan Imbauan

Sesaat setelah kejadian, korban langsung dievakuasi ke Pos Jalingkut untuk mendapatkan perawatan medis pertama. Beruntung, luka yang diderita tidak termasuk kategori berat.

Pihak berwenang menyatakan bahwa arus lalu lintas di Simpang Tiga Wanasari saat ini sudah kembali normal dan kondusif. Meski demikian, para pengendara yang melintas di jalur Jalingkut diimbau untuk selalu menjaga jarak aman dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat mendekati lampu rambu lalu lintas guna meminimalisir risiko kecelakaan serupa.

Red/Tim

BREBES, DN-II Memasuki puncak arus mudik, simpul kemacetan mulai menghantui jalur selatan Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis pagi pukul 06.42 WIB, (19/3/2026). arus lalu lintas yang menghubungkan Pejagan menuju Prupuk mengalami hambatan serius, tepatnya di Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes.

Aktivitas Ekonomi Bertemu Arus Mudik

Penyebab utama penumpukan kendaraan ini adalah aktivitas pasar tumpah yang meluap hingga memakan sebagian badan jalan. Padatnya warga yang berbelanja kebutuhan pokok berinteraksi langsung dengan volume kendaraan pemudik yang terus meningkat dari arah utara.

Situasi diperparah oleh:

Penyempitan Ruas Jalan: Lapak pedagang dan parkir liar yang menjorok ke aspal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Laju Kendaraan Melambat: Banyak pengemudi yang terpaksa mengerem mendadak atau mengantre karena banyaknya penyeberang jalan.

Volume Kendaraan: Peningkatan jumlah kendaraan pribadi dan bus antar-kota yang mulai memadati jalur selatan.

Kesaksian di Lapangan

“Kondisi saat ini padat merayap. Kemacetan sudah mulai mengekor cukup jauh karena aktivitas pasar di Songgom ini memang puncaknya di pagi hari,” ujar Sudarno, salah satu pengguna jalan yang terjebak di lokasi.

Imbauan untuk Pemudik

Pihak berwenang dan relawan di lokasi mengimbau para pemudik untuk tetap bersabar dan menjaga jarak aman. Bagi Anda yang baru akan memulai perjalanan, berikut beberapa tips untuk menghindari titik lelah Songgom:

Atur Waktu Keberangkatan: Hindari melintasi area pasar pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Gunakan Jalur Alternatif: Pertimbangkan menggunakan jalur alternatif via Jatibarang jika kondisi di Songgom terpantau stagnan di aplikasi navigasi.

Cek Kondisi Fisik: Kemacetan di cuaca yang mulai panas dapat menguras energi; pastikan suplai air minum mencukupi.

Reporter: Sudarno

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Brebes, DN-II Ketua Umum Insan Pers Jawa Tengah (DPP IPJT), Temui Sekda Brebes, Dr.Takoni.M.Pd diruang Kerjanya, mendesak agar pemda Brebes segera melakukan tindakan tegas penyegelan, pemberhentian pengoperasian dan pembongkaran menara telekomunikasi BTS di Desa Sarireja RT. 01 / RW.08 Kecamatan Tanjung, milik PT. Mitra Telekomunikasi (Mitratel) yang diduga melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Brebes No. 002 Tahun 2014 tentang zona bebas menara. (19/3/2026).

 

Dalam pertemuan itu sekda menyampaikan pihaknya belum tau surat aduan tersebut beliau menjelaskan akan segera pelajari surat aduan DPC IPJT Brebes dan akan segera menindak lanjut untuk penertiban, hal ini dinilai sangat bagus responsipnya “Ini membuka ruang diskusi menarik tentang bagaimana regulasi dan kebutuhan teknologi dapat bersinergi demi kepentingan masyarakat luas, ‘terang Firdaus.

 

Kita semua tahu Teknologi membawa kecanggihan yang sulit ditolak. dan kita semua menginginkan akses internet yang cepat, sinyal kuat dengan jaringan yang memudahkan komunikasi tanpa batas. Namun, bukan berarti teknologi boleh mengabaikan aturan dan nilai lingkungan sekitar. Seperti terjadi di Desa Sarireja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Sebuah menara BTS kokoh berdiri di atas sempadan sungai, yang proses pembangunan nya sedang kami kritik lantaran diduga telah melanggar Perda no 02 tahun 2014 tentang zona bebas menara, ‘tambanya

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

 

Hari ini kami menanyakan kepada Sekda Brebes, Dr. Takoni.M.Pd secara langsung agar segera melakukan tindakan tegas, untuk segera memerintahkan jajaran OPD terkait untuk melakukan evaluasi, agar segera melakukan penyegelan hingga pembongkaran, hal ini bukan kami menentang kemajuan, melainkan karena kami ingin pemerintah daerah menjaga harmoni kabupaten sesuai tupoksinya karena dinilai menara tower milik Mitratel di RT 01/RW 08 Desa Sarireja jelas menabrak aturan, “Terang Firdaus.

 

Peraturan Daerah Kabupaten Brebes No. 002 Tahun 2014 tentang zona bebas menara adalah upaya pemerintah daerah melindungi lingkungan, estetika, dan kenyamanan warga dari dampak negatif menara telekomunikasi jangka panjang.

 

Alhamdulillah sikap responsif sekda Brebes yang menyampaikan niatnya untuk mengkaji aduan dari IPJT Brebes adalah bentuk peran pemerintah daerah itu ada, beliau juga meminta salinan isi surat yang telah dilayangkan sejak tahun sebelumnya. Ini adalah langkah positif pemerintah daerah tidak diam dan membiarkan potensi pelanggaran bermasalah berjalan terus.

 

Ini adalah penghormatan terhadap suara masyarakat dan kepastian hukum. Dengan menertibkan menara ilegal atau yang melanggar aturan menjadi sinyal positif bahwa kedepan regulasi aturan di Brebes tetap hidup dan relevan, Tutup Firdaus.

Tim

Brebes, DN-II Pasca tragedi kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 259.300 A, wilayah Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, jajaran Polres Brebes tidak hanya bergerak cepat saat kejadian, namun juga memastikan penanganan lanjutan terhadap korban berjalan maksimal serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

Sebanyak 33 korban terdampak dalam peristiwa tersebut dengan rincian 1 orang meninggal dunia dan 33 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Yakni RS Bhakti Asih sebanyak 28 korban dan selebihnya dirawat di RSUD Brebes.

Dari korban yang dirawat di RS Bhakti Asih Brebes, 3 orang telah menjalani tindakan operasi akibat patah tulang, sementara 4 pasien lainnya dijadwalkan menjalani operasi lanjutan. Seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal sesuai kondisi masing-masing.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama sejak awal kejadian hingga saat ini.

“Sejak tadi malam korban langsung kami evakuasi dan mendapatkan penanganan di rumah sakit. Saat ini kami pastikan seluruh korban mendapatkan perawatan secara maksimal,” ungkapnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian, AKBP Lilik Ardhiansyah juga turun langsung menjenguk korban di RS Bhakti Asih Brebes pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 12.30 WIB, didampingi Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasi Humas, serta anggota, guna memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga.

Selain itu, Kapolres Brebes juga telah memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia serta memastikan proses pengawalan jenazah hingga ke kampung halaman berjalan dengan baik.

Pihak keluarga korban melalui Prio Hermawan (35) menyampaikan apresiasi atas respon cepat dan kepedulian jajaran Polres Brebes.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Polres Brebes atas evakuasi sejak di lokasi hingga di rumah sakit. Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Di sisi lain, proses penyelidikan tetap berjalan. Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes telah melakukan olah TKP dan memeriksa 4 orang saksi, sementara saksi lainnya akan dimintai keterangan setelah kondisi kesehatannya membaik.

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa pihaknya akan mengkaji seluruh faktor penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

“Selain fokus pada pemulihan korban, kami juga terus mendalami penyebab kecelakaan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang,” tegasnya.

Polres Brebes mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama dalam perjalanan jarak jauh. (Red/Hms/FN)

BREBES, DN-II Menjelang puncak arus mudik Idul Fitri 1447 H, situasi lalu lintas di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terpantau ramai namun tetap kondusif. Hingga memasuki dini hari pada Rabu (19/03/2026), arus kendaraan yang melintas masih didominasi oleh pemudik roda dua yang melintasi jalan pantura Brebes.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada pukul 23.55 WIB, volume kendaraan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Meski terjadi lonjakan, mobilitas pemudik yang datang dari arah Jakarta dan Jawa Barat menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur terpantau mengalir lancar tanpa hambatan berarti,” papar Azmi Asmuni Majid dari Palang Merah Indonesi PMI Brebes.

Sinergi Lintas Sektoral di Posko Terpadu

Kelancaran arus mudik tahun ini tidak lepas dari bersinergi dengan Posko Kesehatan dan Posko Keamanan Lebaran yang diisi oleh personel dari:
RSUD Brebes dan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.
Polres Brebes , Kodim 0713/Brebes.
Dinas Sosial (Dinsos) serta relawan lintas organisasi.

“Alhamdulillah, perjalanan sejauh ini terpantau lancar. Memang kondisi jalan sangat ramai, didominasi oleh kendaraan sepeda motor yang jumlahnya luar biasa. Namun, hingga saat ini tidak ada kejadian fatal atau hal-hal menonjol yang tidak diinginkan,” ujar Azmi saat memantau situasi di lokasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Imbauan Keselamatan bagi Pemudik

Petugas gabungan di lapangan terus mengimbau para pemudik untuk memprioritaskan keselamatan di atas kecepatan. Mengingat waktu sudah memasuki dini hari saat di mana faktor kelelahan dan kantuk berada di titik tertinggi pemudik diminta untuk tidak memaksakan diri.

“Kami mendoakan seluruh masyarakat yang sedang mudik diberikan kelancaran dan keselamatan sampai ke tujuan. Tetap jaga kondisi fisik, jika merasa lelah, silakan manfaatkan posko-posko yang ada untuk beristirahat sejenak,” tambah Azmi.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes masih terus mengalir di bawah pengawalan ketat petugas guna mengantisipasi kepadatan di titik-titik rawan kemacetan.

Red/Casroni

BREBES, DN-II Menempuh perjalanan jauh saat arus mudik sering kali menguras stamina dan konsentrasi. Menyadari risiko tersebut, tim medis dari RS Harapan Sehat Jatibarang bersiaga penuh di Posko Kesehatan Alun-Alun Brebes guna menjamin keselamatan dan kesehatan para pejuang mudik.

Ditemui pada Rabu (18/3/2026), dua tenaga kesehatan yang bertugas, Dian dan Yuliani, menjelaskan bahwa posko ini merupakan bentuk dedikasi pelayanan publik bagi masyarakat yang mengalami penurunan kondisi fisik selama di perjalanan.

Pelayanan Medis Lengkap dan Gratis

Bukan sekadar tempat singgah biasa, posko yang beroperasi 24 jam nonstop ini dilengkapi dengan fasilitas medis dasar yang mumpuni. Pihak medis telah menyiapkan prosedur penanganan cepat untuk berbagai keluhan kesehatan.

“Kami menyediakan berbagai macam obat-obatan dasar, seperti parasetamol, hingga tindakan medis darurat seperti pemberian infus jika kondisi pasien memang membutuhkan,” ujar Yuliani.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain penanganan penyakit ringan, tim medis juga siap melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Jika ditemukan kasus darurat yang memerlukan penanganan spesialis, mereka telah menyiapkan jalur rujukan cepat.

“Jika ada pemudik yang butuh pertolongan lebih lanjut atau kondisinya kritis, akan segera kami rujuk ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans siaga,” tegas Dian.

Fasilitas Nyaman untuk Pulihkan Stamina

Untuk memastikan pemudik kembali bugar sebelum melanjutkan perjalanan, Posko Kesehatan Alun-Alun Brebes menyediakan fasilitas penunjang yang representatif:

Ruangan Ber-AC: Membantu pemudik berteduh dari cuaca panas agar suhu tubuh tetap stabil.

Bed Pasien/Tempat Tidur: Tersedia bagi mereka yang membutuhkan istirahat total akibat kelelahan ekstrem.

Logistik Ringan: Tersedia makanan dan minuman untuk membantu memulihkan energi secara instan.

Imbauan Medis: Keselamatan di Atas Kecepatan

Mengingat tingginya angka kecelakaan yang dipicu oleh faktor kelelahan (fatigue), tim medis memberikan pesan khusus kepada para pengendara. Mereka menekankan bahwa sampai di kampung halaman dengan selamat jauh lebih berharga daripada sampai dengan terburu-buru.

“Pesan kami, tolong selalu jaga kesehatan. Kalau sudah ada keluhan pusing atau mual, jangan dipaksakan. Lebih baik berhenti dan istirahat sejenak di sini,” tutur Yuliani dengan penuh empati.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dian juga menyoroti bahaya laten mengantuk saat berkendara. “Jangan lawan rasa kantuk. Mampir saja ke posko kami. Kami siaga mulai 15 Maret hingga 18 April 2026 untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus PO Zentrum MK dengan mobil Daihatsu pick up di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 259.300 A, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa malam (17/03/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.39 WIB tersebut mengakibatkan satu orang penumpang bus meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 33 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kapolres Brebes melalui Kasat Lantas AKP Ahmad Zainurrozaq menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, Bus Mercedes Benz PO Zentrum bernomor polisi K-7603-OF yang dikemudikan oleh Wahyu (32) melaju dari arah barat ke timur dan berupaya mendahului kendaraan lain melalui bahu jalan sebelah kiri.

Pada saat bersamaan, terdapat mobil Daihatsu pick up bernomor polisi B-9108-BBI yang sedang berhenti di bahu jalan karena mengalami kendala teknis.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari hingga bus menabrak bagian belakang pick up dan terguling ke sisi utara jalan tol. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk evakuasi korban dan pengamanan arus lalu lintas.

1 orang korban meninggal dunia atas nama STM (60), sementara korban luka-luka segera dievakuasi ke RS Bhakti Asih Brebes dan RSUD Brebes untuk mendapatkan perawatan medis.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Data saat ini tercatat 1 (satu) korban meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala dan patah tulang. Selain itu, 33 korban lainnya mengalami luka ringan, termasuk pengemudi pick up dan sejumlah penumpang bus. Kerugian materiil akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 50.000.000,-.

Saat ini, Satlantas Polres Brebes masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan.

AKP Ahmad Zainurrozaq kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar tidak menggunakan bahu jalan untuk mendahului kendaraan.

“Bahu jalan hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting untuk menjamin keselamatan bersama di jalan,” tegasnya.

BREBES – Menjelang puncak arus mudik Lebaran tahun ini, Pemerintah Kabupaten Brebes bersama jajaran legislatif menekankan tiga pilar utama demi menyukseskan tradisi tahunan masyarakat: Keselamatan, Kelancaran, dan Kenyamanan.

​Pesan tersebut mengemuka dalam diskusi interaktif di Singosari FM yang menghadirkan narasumber anggota DPRD Brebes dari Fraksi Demokrat, Heri Fitriansyah, dan Muhaimin dari Fraksi Gerindra. Diskusi ini dipandu langsung oleh Kepala Diskominfo Brebes, Warsito Eko Putro (akrab disapa Warkop).

​1. Keselamatan: Belajar dari Insiden Alun-Alun

​Keselamatan ditempatkan sebagai prioritas mutlak di atas segalanya. Heri Fitriansyah menyoroti insiden kecelakaan yang baru saja terjadi di area Alun-Alun Brebes yang melibatkan pemudik usai beribadah di masjid. Peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat keras bagi para pelaku perjalanan.

​”Hal terpenting dari perjalanan mudik adalah sampai di tujuan dengan selamat. Kejadian di Alun-Alun baru-baru ini menjadi alarm bahwa keselamatan harus menjadi prioritas nomor satu,” tegas Heri Fitriansyah dalam keterangannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​2. Kelancaran: Strategi Minimalkan Titik Potong (Crossing)

​Sebagai wilayah perlintasan utama dengan volume kendaraan yang sangat tinggi, strategi penguraian kemacetan menjadi fokus Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub). Salah satu kebijakan utamanya adalah meminimalisir adanya crossing atau titik potong jalan.

​Meski kebijakan ini mengharuskan pengendara memutar sedikit lebih jauh karena adanya pembatas jalan (median), hal ini dinilai jauh lebih efektif untuk mencegah kemacetan total yang dapat merugikan semua pengguna jalan.

​3. Kenyamanan: Fasilitas Posko yang Humanis

​Untuk menjamin kenyamanan pemudik, berbagai fasilitas telah disiagakan di sepanjang jalur mudik dan rest area. Posko mudik tahun ini dirancang lebih representatif dengan menyediakan:

​Layanan kesehatan dan obat-obatan gratis.

​Area istirahat yang nyaman untuk melepas lelah.

​Layanan tambahan unik seperti pijat relaksasi hingga pangkas rambut gratis.

​Himbauan bagi Pemudik: Cek Fisik dan Kendaraan

​Keberhasilan mudik bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan juga kesadaran dari para pemudik sendiri. Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan beberapa poin krusial:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Kondisi Fisik: Pastikan tubuh bugar dan tidak memaksakan diri jika mengantuk.

​Kelaikan Kendaraan: Cek rutin kondisi mesin, rem, dan ban sebelum berangkat.

​Edukasi Mudik Motor: Pemerintah sangat menyarankan pemudik beralih ke angkutan umum. Program tiket gratis dan pengangkutan motor gratis telah disediakan untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

​”Meskipun mudik dengan motor terasa lebih praktis saat di kampung halaman, risikonya di jalan raya sangat besar. Mari kita buat mudik tahun ini berkesan. Sing pada sabar, demi kebaikan kita bersama,” pungkasnya.

​Sumber Informasi: Diskusi Publik Singosari FM (Diskominfo Brebes)

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page