Beranda » brebes » Halaman 35

brebes

BREBES, DN-II Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, Polres Brebes menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi 2026”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati pada Kamis (12/03/2026) ini menjadi langkah untuk menyamakan persepsi personel dalam mengamankan arus mudik dan balik di wilayah hukum Polres Brebes.

Acara dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah, didampingi Wakapolres Kompol Purbo Adjar Waskito, Kabag Ops Kompol Suraedi, serta diikuti oleh jajaran PJU, Kapolsek, dan perwira terkait.

Dalam arahannya, Kapolres Brebes menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi dalam pelayanan publik. Dua program unggulan Polda Jateng, yaitu Valet Ride dan aplikasi Sipolan, menjadi sorotan utama.

“Kita harus mendukung program Valet Ride dan Sipolan secara masif. Jangan sampai petugas di lapangan justru bingung saat ditanya masyarakat. Pastikan informasi yang disampaikan valid dan sosialisasikan melalui media sosial hingga pemasangan spanduk di titik strategis,” tegas AKBP Lilik Ardiansyah.

Kapolres juga menginstruksikan perubahan narasi publik dengan mengganti istilah “kemacetan” menjadi “kepadatan lalu lintas” untuk menjaga psikologi masyarakat, serta menekankan kedisiplinan anggota saat bertugas dilapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kabag Ops Polres Brebes, Kompol Suraedi, memaparkan bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 1.084 personel gabungan (Polri, TNI, Dishub, Dinkes, hingga Pramuka) dikerahkan untuk mengisi: 3 Pos Pelayanan, 1 Pos Terpadu, 1 Pos Obyek Wisata. Kemudian 1 Pos Valet Ride (berlokasi di Nasmoko Brebes, Klampok) dan 10 Pospam Jalur mudik.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi jatuh pada 14-15 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret 2026.

Sementara, Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozaq, menambahkan rincian teknis terkait rekayasa lalu lintas nasional. Sistem One Way Nasional arus mudik dijadwalkan pada 17-20 Maret 2026 (KM 70 Jakarta-Cikampek s/d KM 421 Semarang-Solo). Sebaliknya, One Way arus balik akan dilaksanakan pada 23-29 Maret 2026.

Disebutkan juga persiapan sarana prasarana Valet Ride sudah mencapai 100%. Pihaknya juga membuka diri terhadap awak media sebagai mitra untuk menyampaikan informasi kegiatan kepolisian kepada masyarakat luas.

Melalui persiapan matang dan sinergi lintas sektoral ini, Polres Brebes optimis dapat mewujudkan perayaan Idul Fitri 1447 H yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Ditambahkan Ps Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan Latpraops ini sebagai sarana konsolidasi internal sebelum personel diterjunkan ke titik-titik pengamanan.

“Kegiatan Latpraops ini merupakan bagian dari kesiapan Polres Brebes untuk menyamakan persepsi dan cara bertindak (CB) seluruh personel yang dilibatkan. Kita ingin setiap anggota, baik dari Polri maupun instansi samping, memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas pokoknya di Satgas Ops, Pospam, maupun Posyan. Target kita adalah pelayanan yang prima agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 H dengan aman dan nyaman,” terangnya. (Casroni/Hms).

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) mengambil langkah strategis dalam mengawal pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang mempertemukan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes dengan jajaran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Brebes, Rabu (11/3/2026).

Pertemuan yang digelar secara daring tersebut menjadi titik awal sinergi dalam memantapkan rantai pasok pangan yang akan disalurkan kepada sasaran program di wilayah Brebes.

Mengoptimalkan Peran Koperasi dalam Rantai Pasok

Agenda utama dalam koordinasi ini adalah memetakan teknis kerja sama antara Koperasi Merah Putih dengan BGN. Koperasi desa didorong untuk tidak sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam, melainkan bertransformasi menjadi pilar utama dalam rantai pasok (supply chain) penyediaan bahan pangan bergizi.

Langkah ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, serta diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Brebes Nomor 500.3/3/II/2026 mengenai pemberdayaan ekonomi lokal dalam menyukseskan program gizi nasional.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

undangan 11 maret.file pdf

Dua Fokus Utama Sinergi

Dalam rapat tersebut, Kepala Bidang Koperasi Dinkopumdag Brebes, Sapto Aji Pamungkas, bersama perwakilan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Ir. Masrukhi Bahro, menggarisbawahi dua fokus utama:

Sinergi Operasional: Memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menyuplai kebutuhan pangan yang sehat, aman, dan berkualitas bagi BGN.

Transparansi dan Akuntabilitas: Sosialisasi mengenai Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2026 sebagai bentuk kesiapan administrasi koperasi sebelum terjun dalam proyek strategis pemerintah.

“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui kerja sama dengan BGN, kita memastikan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis berasal dari hasil petani dan peternak lokal yang dikoordinasikan secara kolektif oleh koperasi,” tegas Sapto Aji Pamungkas.

Mendorong Ekonomi Lokal

Melalui kolaborasi ini, Pemkab Brebes berharap perputaran ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis tetap berada di wilayah lokal. Hal ini tidak hanya menjamin kualitas nutrisi bagi masyarakat, tetapi juga secara langsung meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi melalui kemitraan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Kabar membanggakan datang dari lingkup pemerintahan desa di Kabupaten Brebes. Idi Fitriyadi, sosok yang dikenal luas berkat dedikasinya di dunia pendidikan, kini resmi memulai babak baru pengabdiannya sebagai Kepala Desa (Kades) Cisalam, Kecamatan Wanasari.

Peralihan karier dari kursi Kepala SMP Negeri 2 Brebes menuju kepemimpinan tingkat desa ini menjadi sorotan positif masyarakat. Transisi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membawa angin segar bagi tata kelola pemerintahan desa.

Rekam Jejak Berprestasi

Sebelum melangkah ke ranah eksekutif desa, Idi Fitriyadi memiliki rekam jejak yang mentereng di dunia pendidikan. Ia dikenal sebagai sosok inovatif dan pernah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi di tingkat Kabupaten Brebes. Pengalaman panjang dalam memimpin lembaga pendidikan diharapkan menjadi modal kuat bagi beliau dalam mengelola administrasi dan pelayanan masyarakat di Desa Cisalam.

Sinergi dan Harapan Baru

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Proses pelantikan ini merupakan bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan di tingkat desa yang didorong langsung oleh Pemerintah Kabupaten Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Paramitha Widya Kusuma. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan desa menjadi poin utama yang ditekankan dalam estafet kepemimpinan ini.

Kehadiran sosok dengan latar belakang akademisi seperti Idi Fitriyadi di Desa Cisalam telah memantik optimisme warga. Masyarakat menaruh harapan besar agar manajemen desa ke depannya menjadi lebih transparan, akuntabel, dan penuh inovasi demi meningkatkan kesejahteraan warga.

Dukungan Rekan Sejawat

Ucapan selamat dan harapan terus mengalir bagi sang Kades baru. Rekan sejawat beliau, Kepala Sekolah SMPN 3 Larangan, Endaryadi, serta Budi Anjar Pranoto, menyampaikan doa agar Idi Fitriyadi dapat menjalankan mandat yang diberikan dengan penuh integritas.

“Semoga amanah yang dititipkan masyarakat dapat dijalankan dengan dedikasi tinggi demi kemajuan warga Cisalam ke arah yang lebih baik,” ujar mereka dalam sebuah kesempatan.

Dengan latar belakang kepemimpinan yang mumpuni, warga Desa Cisalam kini menanti gebrakan nyata dari Idi Fitriyadi dalam memajukan desa mereka.

Pewarta: Teguh

BREBES, DN-II Ketua Lembaga Pemantau Peduli Pendidikan (LMPP) Kabupaten Brebes, Wahidin, secara resmi mengajukan permohonan bantuan kursi roda kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes pada Selasa (10/3/2026).

Permohonan tersebut diajukan untuk mendukung mobilitas dan kebutuhan penunjang medis bagi anaknya yang saat ini sedang memerlukan alat bantu khusus. Sebagai sosok yang aktif dalam mengawal isu-isu sosial dan pendidikan di wilayah Brebes, Wahidin menyampaikan harapannya agar proses pengajuan ini dapat berjalan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku di BAZNAS.

Sinergi Lembaga dalam Layanan Sosial

Langkah yang diambil Wahidin ini menyoroti peran strategis BAZNAS dalam menghimpun serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu warga yang membutuhkan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan.

Wahidin mengapresiasi respons BAZNAS yang dinilai sigap dalam melayani kebutuhan masyarakat. Ia berharap kursi roda tersebut dapat segera terealisasi guna menunjang aktivitas keseharian putranya agar lebih mandiri.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga bantuan tersebut bisa segera bermanfaat bagi putra saya untuk mendukung mobilitasnya,” ujar Wahidin.

Respons BAZNAS Kabupaten Brebes

Menanggapi permohonan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Brebes, Mahali, melalui anggotanya, Asep Aunilah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima berkas pengajuan tersebut.

Asep menegaskan bahwa BAZNAS akan menindaklanjuti permohonan tersebut sesuai dengan alur birokrasi internal. “Pengajuan ini akan kami bahas terlebih dahulu dalam rapat internal, dan keputusan akhirnya nanti akan ditetapkan melalui rapat pleno,” jelas Asep.

Kasus ini menjadi cerminan bahwa akses terhadap alat bantu kesehatan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas maupun warga yang sedang dalam masa pemulihan medis. Diharapkan, kolaborasi antara elemen masyarakat dan lembaga zakat seperti BAZNAS dapat terus terjaga demi memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi warga Kabupaten Brebes.

Reporter: Teguh

​BREBES, DN-II Demi menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik strategis pengamanan di wilayah hukum Polres Brebes, Selasa malam (10/03/2026).

​Pengecekan yang berlangsung hingga tengah malam tersebut difokuskan pada kesiapan operasional Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu, sebagai langkah persiapan final menjelang dimulainya Operasi Ketupat Candi 2026.

​Dalam lawatannya, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Brebes, di antaranya Kabag Ops Kompol Suraedi, Kasat Samapta AKP Nur Mahmud, Kasat Intelkam AKP Suhermanto, serta Kasubsi PIDM Sihumas Iptu Indra Prasetyo.

​Inspeksi dilakukan secara menyeluruh di sejumlah titik krusial, di antaranya Pospam Exit Tol Brebes Timur (Brexit), Posyan Rest Area Heritage KM 260 B Banjaratma, Pos Terpadu Pejagan, serta Posyan di Rest Area KM 252 A.

​Usai melakukan peninjauan, AKBP Lilik Ardhiansyah menyatakan kepuasannya terhadap progres kesiapan sarana dan prasarana di seluruh pos yang disiapkan. Menurutnya, seluruh infrastruktur pendukung telah berada dalam kondisi siap operasional.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

x​”Dari hasil pengecekan malam ini, progres kesiapan sarana maupun prasarana di masing-masing pos telah lengkap dan optimal. Secara keseluruhan, Polres Brebes sudah sangat siap memberikan pengamanan maksimal demi kelancaran Operasi Ketupat Candi 2026,” tegas Kapolres di sela-sela kegiatannya.

​Dengan kesiapan tersebut, Polres Brebes optimistis dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik, sekaligus mampu mengantisipasi potensi kemacetan serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalur Pantura maupun jalur tol wilayah Brebes.

​Sementara itu, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo menambahkan, pengecekan ini tidak hanya menyasar aspek fisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan sumber daya manusia (personel) dan fasilitas pendukung lainnya.

​”Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh personel yang bertugas telah siap di pos masing-masing, serta mengecek langsung kelayakan fasilitas layanan bagi pemudik. Kami ingin memastikan masyarakat yang singgah merasa aman, nyaman, dan terbantu selama perjalanan mudik mereka,” pungkas Indra.

Red/Casroni

BREBES, DN-II Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, sukses menggelar Musyawarah Desa dalam rangka Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) pada Rabu (11/3/2026). Proses demokrasi tingkat desa ini menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan tata kelola pemerintahan desa hingga pemilihan reguler mendatang.

H. Akhmad Ghufron Haryanto, anggota DPRD Kabupaten Brebes periode 2024-2029 dari Fraksi Gerindra, turut hadir memantau jalannya proses tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kontestasi ini diikuti oleh dua kandidat potensial, yakni Isa Ashori dan Faqih Usman.

“Siapapun yang terpilih nanti, saya berharap bisa membawa Desa Kluwut jauh lebih baik lagi,” ujar Ghufron saat ditemui di lokasi, Rabu (11/3/2026).

Mekanisme Perwakilan dengan 141 Hak Pilih

Berbeda dengan Pilkades reguler, Pilkades PAW menggunakan sistem musyawarah perwakilan. Ghufron menjelaskan bahwa pemilik hak suara merupakan representasi dari berbagai elemen masyarakat dengan total 141 pemilih.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Pemilih terdiri dari unsur pengurus RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh petani, hingga tokoh nelayan. Jadi, ini bukan mencoblos secara massal, melainkan melalui perwakilan unsur yang telah diatur sesuai regulasi,” jelasnya.

Tantangan Masa Jabatan Singkat

Mengingat statusnya sebagai pemilihan antar waktu, Kepala Desa terpilih nantinya akan mengemban jabatan hingga Maret 2027. Ghufron menekankan bahwa meski masa jabatan tergolong singkat, tugas yang diemban tetap berat karena harus mempersiapkan transisi menuju Pilkades reguler.

Fokus pada Administrasi dan Kesejahteraan Nelayan

Sebagai wilayah yang didominasi oleh nelayan dan petani, Ghufron menitipkan pesan khusus kepada calon terpilih. Di tengah tantangan cuaca ekstrem yang kerap menghambat aktivitas melaut, ia berharap pemerintah desa mampu hadir sebagai fasilitator yang memudahkan urusan warga.

“Saya berharap Kepala Desa yang baru bisa memfasilitasi kebutuhan warga, terutama urusan administrasi nelayan seperti surat-surat kapal dan asuransi. Kehadiran negara di tingkat desa harus dirasakan agar beban warga bisa teringankan,” pungkas legislator dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Proses Pasca Pemilihan

Camat Bulakamba, Setiawan Nugroho, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa meski hasil musyawarah menunjukkan keunggulan suara pada kandidat tertentu, proses tetap harus berjalan secara administratif.

“Hasil musyawarah desa ini akan dilaporkan kepada BPD. Selanjutnya, BPD akan mengajukan permohonan pelantikan kepada Bupati,” ujar Setiawan.

Lebih lanjut, Camat Bulakamba menjelaskan bahwa Kepala Desa terpilih akan menerima penghasilan tetap sebesar Rp 3.800.000 per bulan, ditambah dengan tanah bengkok. Adapun masa jabatan akan dimulai secara resmi setelah pelantikan serentak oleh Bupati Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II  Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, resmi ditutup. Penutupan ini menandai tuntasnya serangkaian pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut. (11/3/2026).

Keberhasilan program ini menuai apresiasi luas, salah satunya datang dari Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Banjarharjo, Dadang Karywanto, S.H., M.Hum.

Dadang memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta kerja keras seluruh elemen yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi solid antara TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat telah membuahkan hasil nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta antusiasme luar biasa warga Desa Cikuya membuat seluruh target, baik pembangunan fisik maupun non-fisik, tercapai dengan maksimal,” ujar Dadang saat ditemui, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, ia berharap hasil dari program TMMD ini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi dan aksesibilitas warga. Dadang juga menegaskan komitmen organisasinya untuk turut menjaga aset-aset pembangunan yang telah dihasilkan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan ini bersama masyarakat, agar manfaatnya tetap terjaga dan dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” tambahnya.

Sebagai informasi, TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui semangat gotong royong, program ini terbukti efektif dalam memangkas kesenjangan pembangunan serta mempercepat laju ekonomi di wilayah perdesaan yang sulit dijangkau.

Reporter: Rio

BREBES, DN-II Sebagai salah satu satuan pendidikan dengan basis massa siswa yang besar, SMPN 3 Tanjung terus memperkokoh komitmennya dalam menjaga mutu lulusan. Saat ini, fokus utama sekolah diarahkan pada penyelenggaraan Penilaian Proyek Kurikulum (PPK) bagi ratusan siswa kelas 9 sebagai tahapan krusial menuju kelulusan. (11/3/2026).

Berdasarkan data terbaru dari bagian Tata Usaha (TU), SMPN 3 Tanjung saat ini mendidik sebanyak 1.016 siswa. Jumlah tersebut terdistribusi ke dalam tiga tingkatan: 323 siswa di kelas 7, 349 siswa di kelas 8, serta 344 siswa di kelas 9.

Kepala SMPN 3 Tanjung, Basuki, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa mengelola ribuan siswa membutuhkan sinergi yang kuat di seluruh lini organisasi sekolah.

“Dengan total 1.016 siswa, fokus utama kami adalah memastikan seluruh aspek, baik pelayanan administrasi maupun proses akademik, dapat berjalan beriringan tanpa kendala. Manajemen yang solid menjadi kunci agar layanan pendidikan tetap optimal bagi seluruh siswa,” ujar staf TU mewakili pihak sekolah.

Fokus pada Kualitas Lulusan Melalui PPK

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan PPK yang tengah berlangsung bagi 344 siswa kelas 9 menjadi sorotan utama. Penilaian ini merupakan evaluasi komprehensif untuk mengukur kedalaman pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang telah ditempuh selama tiga tahun.

Mata pelajaran inti seperti Matematika dan Bahasa Indonesia menjadi fokus utama dalam ujian kali ini. Pelaksanaan PPK diawasi secara ketat di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Koli Korliana. Langkah ini diambil untuk menjaga objektivitas, standarisasi penilaian, sekaligus menanamkan kedisiplinan kepada para siswa.

Pihak sekolah berharap melalui rangkaian penilaian ini, siswa kelas 9 tidak hanya mencapai standar nilai akademik yang memuaskan, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan karakter yang matang sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, resmi berakhir. Penutupan program ini menandai rampungnya rangkaian kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan di wilayah perdesaan tersebut.

Kepala Desa Cikuya, Sekod, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi serta kerja keras seluruh personel TNI dan pihak terkait yang telah menyukseskan program ini. Ia menilai, kolaborasi solid antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat setempat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tingginya antusiasme masyarakat Desa Cikuya membuat seluruh target pembangunan dapat tercapai dengan sangat baik,” ujar Sekod saat diwawancarai awak media www.detik-nasional.com, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, Sekod berharap hasil pembangunan, baik fisik maupun non-fisik yang telah dikerjakan selama program TMMD berlangsung, dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga.

“Harapan kami, fasilitas yang telah dibangun ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Sebagai pemerintah desa, kami berkomitmen untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan ini agar usia pakainya lebih lama dan dapat terus dirasakan manfaatnya oleh warga ke depannya,” tambahnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Program TMMD sendiri merupakan wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui pendekatan gotong royong, program ini terbukti efektif dalam memangkas kesenjangan pembangunan dan mempercepat aksesibilitas di wilayah pelosok, sekaligus memperkokoh ketahanan nasional dari tingkat desa.

Reporter: Rio

​BREBES, DN-II Sebuah babak baru bagi akselerasi pembangunan di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan resmi dimulai. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun anggaran 2026 yang dipusatkan di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, dinyatakan selesai dengan capaian sempurna 100 persen. Penutupan program kolosal ini ditandai dengan upacara khidmat yang dipimpin oleh Kapok Sahli Pangdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Abdul Hanis, S.I.P., M.Si., CGRA, mewakili Pangdam IV/Diponegoro, Rabu (11/3/2026).

​Membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Abdul Hanis menekankan bahwa TMMD edisi kali ini mengusung visi besar: “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen TNI dalam memperkuat desa sebagai fondasi utama pertahanan dan ekonomi nasional.

Fokus utama yang menjadi “bintang” dalam TMMD di wilayah Kodim 0713/Brebes adalah pembukaan dan pembangunan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 2,5 meter. Infrastruktur ini menjadi sangat vital karena menjadi penyambung asa bagi warga di dua kecamatan, yakni Desa Cikuya (Banjarharjo) dan Desa Pamedaran (Ketanggungan).

​Selama puluhan tahun, warga Pamedaran harus rela menempuh perjalanan memutar melalui Kecamatan Bumiayu selama lebih dari 3 jam hanya untuk mencapai pusat Kota Brebes. Kini, berkat tangan dingin Satgas TMMD di bawah komando Dansatgas Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, jarak tersebut terpangkas drastis. Akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar kini berada dalam jangkauan yang jauh lebih singkat dan efisien.

Keberhasilan TMMD ke-127 di Brebes juga menjadi panggung bagi implementasi program unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Tidak hanya soal jalan, TNI juga menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan dasar masyarakat melalui:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​TNI AD Manunggal Air: Pembangunan instalasi air bersih yang kini mengalir ke rumah-rumah warga yang sebelumnya kesulitan air saat kemarau.

​Rehabilitasi RTLH: Pembenahan Rumah Tidak Layak Huni milik warga prasejahtera.

​Ketahanan Pangan: Perluasan lahan tanam dan reboisasi bibit tanaman keras untuk menjaga ekosistem desa.

​”Membangun dari desa adalah strategi pemerataan ekonomi. Desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan yang berdaya saing di masa depan,” tegas Brigjen TNI Abdul Hanis dalam pidatonya.

TMMD tidak melulu soal alat berat dan semen. Sisi kemanusiaan begitu kental terasa melalui sasaran non-fisik. Selama satu bulan penuh, desa Cikuya dibanjiri berbagai layanan sosial, mulai dari operasi bibir sumbing, pemberian kaki palsu bagi kelompok disabilitas, hingga donor darah dan pengobatan gratis.

​Tak ketinggalan, edukasi strategis seperti penyuluhan Wawasan Kebangsaan, pencegahan stunting, hingga kesadaran hukum terkait UU ITE dan bahaya narkoba turut diberikan. Kehadiran narasumber lintas instansi menjadikan TMMD sebagai laboratorium sosial yang memperkaya pengetahuan masyarakat desa.

Pangdam IV/Diponegoro melalui Brigjen TNI Abdul Hanis memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Brebes, jajaran Forkopimda, Polri, serta organisasi kemasyarakatan. Sinergi ini membuktikan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi.

​”Kepada seluruh Dansatgas, segera lakukan evaluasi menyeluruh. Dan kepada masyarakat, saya titipkan hasil pembangunan ini. Pelihara dan rawatlah jalan serta fasilitas yang ada agar memiliki masa pakai yang panjang untuk anak cucu kita,” pesannya sebelum menutup upacara secara resmi.

​Dengan selesainya TMMD Reguler ke-127, harapan baru kini tumbuh di sela-sela perkebunan dan persawahan Desa Cikuya. TNI telah menyelesaikan tugas fisiknya, namun kemanunggalan yang terbangun diharapkan tetap abadi di hati masyarakat Brebes.(Rio/Pradista)

You cannot copy content of this page