Beranda » brebes » Halaman 38

brebes

BREBES, DN-II  Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, resmi ditutup. Penutupan ini menandai tuntasnya serangkaian pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut. (11/3/2026).

Keberhasilan program ini menuai apresiasi luas, salah satunya datang dari Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Banjarharjo, Dadang Karywanto, S.H., M.Hum.

Dadang memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta kerja keras seluruh elemen yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi solid antara TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat telah membuahkan hasil nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, serta antusiasme luar biasa warga Desa Cikuya membuat seluruh target, baik pembangunan fisik maupun non-fisik, tercapai dengan maksimal,” ujar Dadang saat ditemui, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, ia berharap hasil dari program TMMD ini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi dan aksesibilitas warga. Dadang juga menegaskan komitmen organisasinya untuk turut menjaga aset-aset pembangunan yang telah dihasilkan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan ini bersama masyarakat, agar manfaatnya tetap terjaga dan dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” tambahnya.

Sebagai informasi, TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui semangat gotong royong, program ini terbukti efektif dalam memangkas kesenjangan pembangunan serta mempercepat laju ekonomi di wilayah perdesaan yang sulit dijangkau.

Reporter: Rio

BREBES, DN-II Sebagai salah satu satuan pendidikan dengan basis massa siswa yang besar, SMPN 3 Tanjung terus memperkokoh komitmennya dalam menjaga mutu lulusan. Saat ini, fokus utama sekolah diarahkan pada penyelenggaraan Penilaian Proyek Kurikulum (PPK) bagi ratusan siswa kelas 9 sebagai tahapan krusial menuju kelulusan. (11/3/2026).

Berdasarkan data terbaru dari bagian Tata Usaha (TU), SMPN 3 Tanjung saat ini mendidik sebanyak 1.016 siswa. Jumlah tersebut terdistribusi ke dalam tiga tingkatan: 323 siswa di kelas 7, 349 siswa di kelas 8, serta 344 siswa di kelas 9.

Kepala SMPN 3 Tanjung, Basuki, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa mengelola ribuan siswa membutuhkan sinergi yang kuat di seluruh lini organisasi sekolah.

“Dengan total 1.016 siswa, fokus utama kami adalah memastikan seluruh aspek, baik pelayanan administrasi maupun proses akademik, dapat berjalan beriringan tanpa kendala. Manajemen yang solid menjadi kunci agar layanan pendidikan tetap optimal bagi seluruh siswa,” ujar staf TU mewakili pihak sekolah.

Fokus pada Kualitas Lulusan Melalui PPK

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan PPK yang tengah berlangsung bagi 344 siswa kelas 9 menjadi sorotan utama. Penilaian ini merupakan evaluasi komprehensif untuk mengukur kedalaman pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang telah ditempuh selama tiga tahun.

Mata pelajaran inti seperti Matematika dan Bahasa Indonesia menjadi fokus utama dalam ujian kali ini. Pelaksanaan PPK diawasi secara ketat di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Koli Korliana. Langkah ini diambil untuk menjaga objektivitas, standarisasi penilaian, sekaligus menanamkan kedisiplinan kepada para siswa.

Pihak sekolah berharap melalui rangkaian penilaian ini, siswa kelas 9 tidak hanya mencapai standar nilai akademik yang memuaskan, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan karakter yang matang sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, resmi berakhir. Penutupan program ini menandai rampungnya rangkaian kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan di wilayah perdesaan tersebut.

Kepala Desa Cikuya, Sekod, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi serta kerja keras seluruh personel TNI dan pihak terkait yang telah menyukseskan program ini. Ia menilai, kolaborasi solid antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat setempat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tingginya antusiasme masyarakat Desa Cikuya membuat seluruh target pembangunan dapat tercapai dengan sangat baik,” ujar Sekod saat diwawancarai awak media www.detik-nasional.com, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, Sekod berharap hasil pembangunan, baik fisik maupun non-fisik yang telah dikerjakan selama program TMMD berlangsung, dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan warga.

“Harapan kami, fasilitas yang telah dibangun ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Sebagai pemerintah desa, kami berkomitmen untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan ini agar usia pakainya lebih lama dan dapat terus dirasakan manfaatnya oleh warga ke depannya,” tambahnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Program TMMD sendiri merupakan wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui pendekatan gotong royong, program ini terbukti efektif dalam memangkas kesenjangan pembangunan dan mempercepat aksesibilitas di wilayah pelosok, sekaligus memperkokoh ketahanan nasional dari tingkat desa.

Reporter: Rio

​BREBES, DN-II Sebuah babak baru bagi akselerasi pembangunan di wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan resmi dimulai. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun anggaran 2026 yang dipusatkan di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, dinyatakan selesai dengan capaian sempurna 100 persen. Penutupan program kolosal ini ditandai dengan upacara khidmat yang dipimpin oleh Kapok Sahli Pangdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Abdul Hanis, S.I.P., M.Si., CGRA, mewakili Pangdam IV/Diponegoro, Rabu (11/3/2026).

​Membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Abdul Hanis menekankan bahwa TMMD edisi kali ini mengusung visi besar: “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen TNI dalam memperkuat desa sebagai fondasi utama pertahanan dan ekonomi nasional.

Fokus utama yang menjadi “bintang” dalam TMMD di wilayah Kodim 0713/Brebes adalah pembukaan dan pembangunan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 2,5 meter. Infrastruktur ini menjadi sangat vital karena menjadi penyambung asa bagi warga di dua kecamatan, yakni Desa Cikuya (Banjarharjo) dan Desa Pamedaran (Ketanggungan).

​Selama puluhan tahun, warga Pamedaran harus rela menempuh perjalanan memutar melalui Kecamatan Bumiayu selama lebih dari 3 jam hanya untuk mencapai pusat Kota Brebes. Kini, berkat tangan dingin Satgas TMMD di bawah komando Dansatgas Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, jarak tersebut terpangkas drastis. Akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pasar kini berada dalam jangkauan yang jauh lebih singkat dan efisien.

Keberhasilan TMMD ke-127 di Brebes juga menjadi panggung bagi implementasi program unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Tidak hanya soal jalan, TNI juga menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan dasar masyarakat melalui:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​TNI AD Manunggal Air: Pembangunan instalasi air bersih yang kini mengalir ke rumah-rumah warga yang sebelumnya kesulitan air saat kemarau.

​Rehabilitasi RTLH: Pembenahan Rumah Tidak Layak Huni milik warga prasejahtera.

​Ketahanan Pangan: Perluasan lahan tanam dan reboisasi bibit tanaman keras untuk menjaga ekosistem desa.

​”Membangun dari desa adalah strategi pemerataan ekonomi. Desa diharapkan menjadi pusat pertumbuhan yang berdaya saing di masa depan,” tegas Brigjen TNI Abdul Hanis dalam pidatonya.

TMMD tidak melulu soal alat berat dan semen. Sisi kemanusiaan begitu kental terasa melalui sasaran non-fisik. Selama satu bulan penuh, desa Cikuya dibanjiri berbagai layanan sosial, mulai dari operasi bibir sumbing, pemberian kaki palsu bagi kelompok disabilitas, hingga donor darah dan pengobatan gratis.

​Tak ketinggalan, edukasi strategis seperti penyuluhan Wawasan Kebangsaan, pencegahan stunting, hingga kesadaran hukum terkait UU ITE dan bahaya narkoba turut diberikan. Kehadiran narasumber lintas instansi menjadikan TMMD sebagai laboratorium sosial yang memperkaya pengetahuan masyarakat desa.

Pangdam IV/Diponegoro melalui Brigjen TNI Abdul Hanis memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Brebes, jajaran Forkopimda, Polri, serta organisasi kemasyarakatan. Sinergi ini membuktikan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi.

​”Kepada seluruh Dansatgas, segera lakukan evaluasi menyeluruh. Dan kepada masyarakat, saya titipkan hasil pembangunan ini. Pelihara dan rawatlah jalan serta fasilitas yang ada agar memiliki masa pakai yang panjang untuk anak cucu kita,” pesannya sebelum menutup upacara secara resmi.

​Dengan selesainya TMMD Reguler ke-127, harapan baru kini tumbuh di sela-sela perkebunan dan persawahan Desa Cikuya. TNI telah menyelesaikan tugas fisiknya, namun kemanunggalan yang terbangun diharapkan tetap abadi di hati masyarakat Brebes.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Langkah strategis untuk memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Brebes kini semakin mantap. Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) resmi menjalin kerja sama lintas sektor guna memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal dalam rantai pasok nasional. (11/3/2026).

Sinergi ini diformalkan melalui pertemuan koordinasi virtual yang melibatkan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Brebes—diwakili oleh Kepala Bidang Koperasi, Sapto Aji Pamungkas—serta Ir. Masrukhi Bakro dan perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kersana, Sumantha.

Skema Pembiayaan B2B yang Transparan

Kerja sama ini mengusung skema pembiayaan business-to-business (B2B) murni antara KDKMP dan mitra pembiayaan. Model ini mengedepankan sistem bagi hasil yang adil dan transparan, dengan pengawasan ketat dari Dinkopdag Kabupaten Brebes untuk memastikan tata kelola yang akuntabel.

“Fokus utama kami adalah mempermudah operasional pelaku UMKM. Selain dukungan pembiayaan, Dinkopdag berkomitmen untuk terus terlibat aktif dalam pembinaan, pendampingan, hingga pengawasan di lapangan agar program ini berjalan tepat sasaran,” ujar perwakilan KDKMP dalam pertemuan tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menjadi Pilar Rantai Pasok BPGN

Di samping penguatan internal, KDKMP kini tengah dipersiapkan untuk memainkan peran vital dalam rantai pasok Badan Pengelola Gizi Nasional (BPGN). KDKMP didorong untuk menjadi penyuplai utama bahan baku pangan berkualitas bagi program nasional tersebut.

Perwakilan KSPPG Kecamatan Kersana menyambut baik inisiatif ini. Ia mencatat bahwa suplai dari KDKMP telah mulai dirasakan manfaatnya di beberapa titik, seperti di Desa Kemukten. Namun, ia menegaskan bahwa standar kualitas tetap menjadi prioritas utama.

“Kami sangat terbuka bagi seluruh pemasok, selama mampu memenuhi tiga kriteria utama: kualitas mutu yang konsisten, harga yang sesuai dengan pagu anggaran, serta standar higienitas yang ketat,” tegas perwakilan Koordinator Wilayah BP-GN Kabupaten Brebes tersebut.

Fokus pada Sertifikasi Laik Higiene

Sebagai prasyarat mutlak untuk keterlibatan dalam program gizi nasional, pihak KSPPG mengundang pengurus KDKMP di setiap desa untuk segera mengajukan profil pemasok dan produk unggulan mereka.

Tantangan utama yang dihadapi adalah kesiapan teknis UMKM terkait perizinan dan standar keamanan pangan. Oleh karena itu, KDKMP diharapkan dapat menjadi fasilitator utama dalam memberikan pelatihan intensif bagi anggotanya, terutama terkait sertifikasi laik higiene sanitasi.

“Kami berharap KDKMP dapat menjadi jembatan edukasi bagi UMKM agar mereka siap secara administratif dan teknis. Dengan demikian, produk lokal Brebes dapat mendominasi kebutuhan pangan nasional, khususnya di daerah kita sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Teguh

Brebes, DN-II Suatu kehormatan apresiasi Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, S.Pd, M.Si, PhD. (peci putih) ditemui Tim Penerangan Kodim 0713 Brebes dikediaman orang tuanya di Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes yang merupakan tanah kelahirannya. Saat berada dikediaman mengatakan bahwa “Saya tadi bincang-bincang, kemudian juga mencari informasi mengenai pembangunan di Kabupaten Brebes. Dan salah satu yang menjadi konsentrasi pemerintah saat ini, khususnya yang sedang dijalankan oleh jajaran Kodim 0713 Brebes, yakni program TMMD. Dan saat ini, TMMD Kodim Brebes sedang membangun berbagai sarana-sarana di wilayah Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Dijadwalkan besok (11/3) ditutup. Selasa (10/03/2026).

Ditambahkannya bahwa masyarakat Cikuya khususnya memberikan respon positif, menyambut baik, bahkan berharap program-program TMMD di Brebes ini semakin banyak diperluas, karena memang manfaatnya dirasakan oleh Masyarakat Brebes
TMMD Ke-127 Kodim 0713 Brebes disamping Program TNI AD dan Mabes TNI yang dilaksanakan sesuai perintah Komando atas, Di Desa Cikuya juga melaksanakan Program Unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Diantaranya TNI Manunggal Air dengan membuat Bak Penampung dan Pompanisasi untuk kebutuhan Air Bersih untuk warga, Pengairan sawah, Perkebunan hingga untuk kebutuhan peternakan, selain itu juga ada Jambanisasi (MCK), Penanganan Stunting, Dukungan Makanan Bergizi dan Penghijauan melalui penanaman pohon.

Diakhir pertemuan dengan Tim Penerangan Kodim 0713/Brebes yang dipimpin oleh Kepala Staf Kodim Mayor Arm Aris Khaerudin, S.Ag mengucapkan selamat bekerja untuk teman-teman TNI Kodim 0713/Brebes, TNI AL, Polri, Pemda dan masyarakatagar jangan lelah untuk membangun desa melalui TMMD.

Perlu diketahui Bersama bahwa Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, telah mencapai puncaknya. Selama 30 hari, sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat telah berhasil menuntaskan berbagai sasaran fisik dan non-fisik yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan serta ekonomi warga setempat.

Keberhasilan Sasaran Fisik Fokus utama TMMD kali ini adalah pembukaan akses yang selama ini menjadi kendala bagi warga, akses jalan utama Pembangunan jalan aspal sepanjang 1,5 kilometer telah rampung 100%. Jalan ini kini menghubungkan area pertanian ke pasar, memudahkan mobilitas hasil panen, serta menjadi sarana olahraga bagi warga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Program Unggulan TNI Manunggal Air untuk mengatasi kesulitan air bersih, Satgas TMMD membangun fasilitas sumur bor dan jaringan pipanisasi di Dukuh Kopi. Program ini memastikan distribusi air bersih langsung ke pemukiman dan lahan tani untuk mendukung ketahanan pangan.

Pembangunan Infrastruktur Pendukung, Selain jalan dan air, proyek fisik mencakup pembangunan talud penahan jalan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu sejumlah 11 rumah.

Penguatan Sasaran Non-Fisik juga memberikan dampak sosial yang signifikan seperti memberikan Kesehatan dan Edukasi, dengan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Brebes, telah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi hidup bersih, serta pencegahan karies pada anak.

Kemudian kemandirian ekonomi, melaksanakan pendampingan dari BPP Banjarharjo diberikan untuk memperkuat ketahanan pangan desa.

Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Akses yang kini terbuka lebar diharapkan mampu menggeliatkan ekonomi di Pasar Banjarharjo dan sekitarnya.

Program TMMD ke-127 di Desa Cikuya bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi masa depan untuk membangun kehidupan masyarakat desa yang lebih layak dan mandiri. (Casroni Utsm)

BREBES, DN-II Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern dan terintegrasi, Polres Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes resmi mensosialisasikan aplikasi inovasi terbaru bernama “Beres Apik”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Command Center Lantai 5, Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes, Selasa (10/3/2026)

Acara yang dihadiri sekitar 150 tamu undangan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, serta perwakilan Forkopimda, jajaran OPD Pemkab Brebes, dan pejabat utama di lingkungan Polres Brebes.

Aplikasi Beres Apik merupakan buah kolaborasi strategis antara program “Brebes Beres” milik Pemerintah Daerah dengan semangat pelayanan prima “Apik” dari Polres Brebes.

Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas dinamika kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat, transparan, dan dapat diakses dari mana saja.

Dalam sambutannya, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menekankan bahwa Polri sebagai pelindung dan pelayan masyarakat harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Masyarakat saat ini menginginkan pelayanan yang tidak hanya tersedia secara fisik, tetapi juga praktis melalui platform digital. Aplikasi Beres Apik ini diharapkan mempermudah warga dalam mengakses layanan kepolisian maupun administrasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) secara lebih efektif dan efisien,” ujar Kapolres.

Melalui paparan teknis yang disampaikan oleh Stevan, dijelaskan bahwa aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu genggaman. Beberapa manfaat utama yang ditawarkan antara lain; Akses cepat yakni memangkas birokrasi dalam memperoleh informasi pelayanan publik. Kemudian, kemudahan administrasi dengan mempercepat proses pengurusan berkas secara digital.

Selain itu, aplikasi ini memiliki panduan lengkap mengenai berbagai layanan yang tersedia di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Brebes serta meningkatkan akuntabilitas pelayanan instansi kepada masyarakat.

Bupati Brebes yang diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol, menyambut baik langkah inovatif ini. Pihaknya berharap seluruh instansi yang tergabung dalam MPP dapat segera memahami mekanisme penggunaan aplikasi ini agar implementasi di lapangan berjalan maksimal.

Dengan hadirnya aplikasi Beres Apik, Kabupaten Brebes selangkah lebih maju dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis digital yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Wajah lapangan Desa Cikuya kini tampak lebih rapi dan bersih. Hal ini menyusul aksi kerja bakti pembersihan lahan yang dilakukan oleh anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes bersama warga setempat dalam rangka menyambut upacara penutupan program pembangunan tersebut, Selasa (10/3/2026).

​Terlihat di lokasi, Serka Bangun Hidayat, salah satu anggota Satgas TMMD, bahu-membahu bersama warga mengoperasikan mesin potong rumput dan membersihkan sisa-sisa ilalang di area pusat upacara. Langkah ini dilakukan guna memastikan kenyamanan para tamu undangan dan kelancaran prosesi baris-berbaris pada acara puncak esok hari.

​”Kami ingin memastikan lapangan benar-benar dalam kondisi steril, bersih, dan rapi. Karena besok adalah momen penting bagi warga Desa Cikuya dan TNI, maka persiapannya harus maksimal, termasuk hal-hal kecil seperti kerapian rumput lapangan ini,” ujar Serka Bangun Hidayat di sela-sela kegiatannya.

​Kegiatan potong rumput ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan akhir yang dilakukan secara menyeluruh di Desa Cikuya. Kehadiran personel TNI di tengah warga hingga H-1 penutupan ini semakin mempererat ikatan emosional yang telah terbangun selama sebulan masa penugasan.

​Warga yang terlibat dalam pembersihan ini pun tampak bersemangat. Mereka ingin lapangan desa mereka memberikan kesan terbaik bagi para pejabat daerah dan pimpinan TNI yang dijadwalkan hadir untuk menutup secara resmi TMMD Reguler ke-127.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Meskipun hari ini cukup panas, kami senang bisa membantu bapak-bapak TNI. Ini lapangan kebanggaan kami, jadi harus terlihat cantik untuk acara penutupan besok pagi,” ujar salah satu warga yang ikut menyapu sisa potongan rumput.

​Dengan kondisi lapangan yang kini sudah terpangkas rapi dan tertata, Desa Cikuya telah siap sepenuhnya untuk menyelenggarakan upacara penutupan yang akan menjadi tanda selesainya seluruh program pengabdian TNI di wilayah tersebut. (Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Antusiasme warga Desa Cikuya terhadap program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya terlihat dari partisipasi tenaga, namun juga kepedulian terhadap ketahanan bangunan. Hal ini ditunjukkan oleh Anto (55), seorang tukang bangunan setempat yang secara sukarela melakukan penyempurnaan di sisi jalan yang baru saja selesai diaspal, Selasa (10/3/2026).

​Sambil memegang cangkul dan peralatan tukangnya, Anto tampak sibuk menata aliran air di bahu jalan. Ia mengaku tergerak melakukan hal tersebut karena merasa sangat bersyukur atas perubahan infrastruktur di desanya yang kini jauh lebih layak dan mulus.

​”Saya benar-benar berterima kasih kepada TNI AD, khususnya Kodim 0713/Brebes, karena sudah memperbaiki jalan kami yang dulu rusak parah. Sebagai bentuk terima kasih, ini saya buatkan aliran air di sebelah jalan, Pak. Supaya air hujan tidak menggenang di tengah jalan, biar nanti jalannya awet dan tidak cepat rusak,” ujar Anto dengan penuh semangat.

​Aksi spontan dari warga ini mendapat apresiasi positif dari Dansatgas TMMD Reguler ke-127, yang juga Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk ikut merawat hasil pembangunan adalah tujuan utama dari kemanunggalan TNI dan rakyat.

​”Apa yang dilakukan Pak Anto adalah cerminan rasa memiliki yang tinggi dari masyarakat terhadap hasil pembangunan TMMD. Pembangunan fisik memang tugas kami, namun pemeliharaan adalah tanggung jawab bersama. Jika saluran airnya bagus, tentu usia pakai jalan ini akan jauh lebih lama,” tutur Letkol Inf Ambariyantomo.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Beliau menambahkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian seperti ini diharapkan terus tumbuh bahkan setelah program TMMD resmi ditutup. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat memberikan dampak positif secara mentalitas dan fisik.

​Infrastruktur jalan di Desa Cikuya kini telah bertransformasi dari akses yang sulit menjadi jalan yang representatif untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, dan pendidikan warga setempat.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Menjelang berakhirnya masa penugasan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127, jajaran Kodim 0713/Brebes menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan penutupan yang bertempat di Balai Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (10/3/2026).

​Rapat ini menjadi momentum krusial untuk memastikan seluruh sasaran fisik maupun non-fisik telah mencapai target 100 persen sebelum diserahterimakan kembali kepada Pemerintah Kabupaten Brebes.

​Hadir memimpin jalannya rapat, Pasiter Kodim 0713/Brebes Kapten Arh Suryadi, yang mewakili Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo. Dalam pengarahannya, Kapten Arh Suryadi menekankan bahwa sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan untuk penyempurnaan detail di lapangan, mulai dari pembersihan lokasi hingga penyiapan administrasi pelaporan.

​”Rakor ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan evaluasi akhir agar saat hari penutupan nanti, seluruh hasil jerih payah TNI dan masyarakat selama satu bulan ini dapat diserahkan dalam kondisi terbaik. Sinergi antara Satgas, Pemerintah Desa, dan instansi terkait adalah kunci suksesnya acara ini,” tegas Kapten Arh Suryadi.

​Dari pihak Pemerintah Daerah, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes, Ibu Asri Novianti, S.T., M.T., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian pengerjaan infrastruktur di Desa Cikuya. Menurutnya, pola gotong royong yang tercipta selama TMMD merupakan model pembangunan yang sangat efektif.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Kami dari Dinpermades melihat progres yang sangat signifikan. Infrastruktur yang dibangun, baik jalan maupun fasilitas umum lainnya, memiliki kualitas yang sangat baik. Kami berharap kemanunggalan ini terus terjaga, dan masyarakat Desa Cikuya dapat merawat hasil pembangunan ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Ibu Asri Novianti.

​Di sisi lain, Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, mengungkapkan rasa haru sekaligus bangganya atas perubahan wajah desanya berkat kehadiran program TMMD. Ia memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga pemuda, siap memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan upacara penutupan.

​”Masyarakat Desa Cikuya merasa memiliki (sense of belonging) terhadap proyek ini karena kami ikut bekerja di dalamnya. Untuk acara penutupan nanti, kami sudah menyiapkan segala sesuatunya secara swadaya sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kami kepada bapak-bapak TNI yang telah membangun desa kami,” kata Bapak Sekod.

​Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya ini meliputi berbagai program unggulan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan yang mempermudah akses ekonomi, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga penyuluhan-penyuluhan non-fisik bagi warga. Penutupan TMMD ini rencananya akan dihadiri oleh pejabat tinggi daerah dan jajaran Korem 071/Wijayakusuma sebagai tanda berakhirnya operasi bakti TNI di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)

You cannot copy content of this page