Beranda » brebes » Halaman 39

brebes

BREBES, DN-II Menjelang penutupan program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, personel Satgas terus melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh sasaran fisik yang telah rampung. Pada Selasa (10/3/2026), Serka Sagiman melaksanakan pengecekan terakhir ke sejumlah rumah warga penerima bantuan instalasi KWH listrik di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.

​Salah satu titik peninjauan adalah kediaman Ibu Castem. Dalam kunjungannya, Serka Sagiman memastikan secara teknis bahwa aliran listrik yang telah terpasang tidak mengalami kendala dan dapat digunakan dengan aman untuk kebutuhan sehari-hari.

​”Kami ingin memastikan bahwa seluruh bantuan, termasuk ketersediaan energi listrik, benar-benar berfungsi dengan baik sebelum Satgas ditarik dari desa ini. Listrik adalah kebutuhan dasar yang sangat dinantikan warga, terutama untuk mendukung aktivitas di malam hari,” ujar Serka Sagiman.

​Tak hanya melakukan pengecekan teknis, momen haru terlihat saat Serka Sagiman menyambangi kediaman Ibu Rastip. Beliau tampak menemani cucu Ibu Rastip yang sedang asyik belajar di bawah terangnya lampu listrik. Kini, anak-anak di lingkungan tersebut tidak perlu lagi menggunakan lilin atau lampu minyak yang redup untuk menuntut ilmu di malam hari.

​Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, menyatakan rasa syukur yang mendalam atas perhatian TNI terhadap detail kebutuhan warganya. Menurutnya, masuknya listrik secara merata ke rumah-rumah warga kurang mampu adalah lompatan besar bagi kualitas pendidikan dan kesejahteraan di desanya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Dulu, saat malam hari atau ketika sedang belajar, warga kami masih ada yang mengandalkan penerangan seadanya. Sekarang, berkat bantuan KWH listrik dari program TMMD ini, suasana desa menjadi terang benderang. Anak-anak kini bisa belajar dengan lebih nyaman dan fokus tanpa harus khawatir lagi soal kegelapan,” ungkap Bapak Sekod.

​Kehadiran listrik ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Cikuya serta membuka peluang bagi berkembangnya usaha kecil rumahan di masa mendatang. Upacara penutupan TMMD Reguler ke-127 sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada esok hari, Rabu (11/3/2026), sebagai tanda tuntasnya seluruh misi pengabdian TNI di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Kebahagiaan membuncah di wajah anak-anak Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, saat mereka bermain air bersama Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, Selasa (10/3/2026). Momen ini menjadi simbol keberhasilan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yakni TNI Manunggal Air, yang kini manfaatnya telah mengalir deras dan dapat dinikmati oleh warga setempat.

​Di tengah cuaca yang cukup terik, Serka Sagiman tampak berbaur dan berbagi tawa dengan anak-anak di salah satu titik fasilitas air bersih. Program ini hadir sebagai solusi konkret bagi wilayah yang sebelumnya kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun sanitasi.

​Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menyatakan bahwa TNI Manunggal Air merupakan bagian integral dari upaya TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.

​”Penyediaan akses air bersih ini adalah komitmen kami untuk menjawab kebutuhan dasar warga. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran TNI melalui TMMD benar-benar membawa perubahan nyata bagi kualitas hidup masyarakat di Desa Cikuya,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya program ini di desanya. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan air bersih yang stabil adalah anugerah besar bagi warganya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kasad dan Kodim 0713/Brebes. Dulu air sering kali menjadi kendala, namun sekarang berkat TNI Manunggal Air, warga kami tidak lagi kesulitan. Melihat anak-anak bisa tertawa ceria saat bermain air adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ungkap Bapak Sekod.

​Keberhasilan program air ini menambah deretan pencapaian positif dalam rangkaian TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes. Dengan tercukupinya kebutuhan air bersih, diharapkan taraf kesehatan dan produktivitas warga Desa Cikuya akan terus meningkat secara berkelanjutan.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Kabar gembira datang dari lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Memasuki H-1 penutupan, progres pengerjaan pengaspalan jalan dan rabat beton di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, dinyatakan telah selesai sepenuhnya, Selasa (10/3/2026).

​Tuntasnya akses jalan sepanjang 1.700 meter ini menjadi bukti nyata komitmen Satgas TMMD dalam memenuhi target waktu yang telah ditentukan. Pengerjaan yang dilakukan secara marathon bersama warga tersebut rampung tepat waktu sebelum upacara penutupan yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026 esok hari.

​Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD Reguler, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel dan warga yang telah bekerja keras. Menurutnya, selesainya jalan ini adalah hasil dari sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat Desa Cikuya.

​”Alhamdulillah, hari ini seluruh progres pengerjaan jalan aspal dan rabat beton sudah selesai 100 persen. Capaian ini sesuai dengan rencana awal kita agar infrastruktur ini bisa segera diserahterimakan dan digunakan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun sosial,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.

​Senada dengan Dansatgas, Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, mengungkapkan rasa syukur dan harunya melihat akses jalan desanya kini telah mulus. Ia menyebutkan bahwa transformasi jalan tersebut adalah impian warga yang kini menjadi kenyataan berkat program TMMD.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Kami mewakili seluruh warga Desa Cikuya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kodim 0713/Brebes. Jalan ini adalah urat nadi desa kami. Dengan selesainya pengerjaan ini tepat waktu, warga sudah tidak sabar untuk memanfaatkannya secara penuh,” ungkap Bapak Sekod.

​Kini, akses jalan yang telah selesai tersebut siap diresmikan dalam upacara penutupan esok hari. Infrastruktur baru ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Jawa Tengah tersebut.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Menjelang upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127, anggota Satgas Kodim 0713/Brebes melakukan inspeksi terakhir terhadap pengerjaan sasaran fisik rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (10/3/2026).

​Pengecekan ini dilakukan oleh Serka Sagiman, yang merupakan bagian dari personel lapangan Satgas TMMD, di kediaman Ibu Sarnewi. Rumah tersebut merupakan salah satu dari sejumlah unit rumah warga kurang mampu yang terpilih untuk mendapatkan program renovasi total agar menjadi hunian yang lebih layak dan sehat.

​Tujuan utama dari pengecekan terakhir ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh hasil pengerjaan konstruksi di lapangan telah berjalan sesuai dengan rencana pembangunan yang telah ditetapkan sejak awal. Serka Sagiman meninjau setiap sudut bangunan, mulai dari kekuatan struktur, kerapian dinding, hingga kelayakan atap.

​”Kami harus memastikan bahwa rumah Ibu Sarnewi ini benar-benar siap huni dan kualitasnya sesuai dengan standar yang kita harapkan. Semua detail dicek kembali agar saat diserahkan besok, pemilik rumah mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Serka Sagiman di sela-sela pengecekan.

​Pengecekan menyeluruh ini merupakan langkah final sebelum penyerahan hasil pengerjaan secara simbolis kepada masyarakat. Penyerahan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan bersamaan dengan upacara penutupan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Program renovasi RTLH ini menjadi salah satu sasaran fisik primadona dalam TMMD di Desa Cikuya. Melalui sentuhan tangan para prajurit TNI dan bantuan material yang memadai, rumah yang dulunya memprihatinkan kini telah bertransformasi menjadi hunian permanen yang kokoh, memberikan kebahagiaan dan kenyamanan bagi para penerima manfaat.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Senyum lebar dan tawa riang menghiasi wajah siswa-siswi SD Negeri Cikuya 01 saat pulang sekolah, Selasa (10/3/2026). Bukan tanpa alasan, mereka kini tidak lagi harus melewati jalan tanah yang berdebu atau becek, melainkan jalan aspal mulus hasil karya program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes.

​Momen istimewa terjadi saat Babinsa Desa Cikuya, Serka Sagiman, bergabung bersama anak-anak tersebut untuk menjajal kualitas jalan baru di desa mereka. Dengan penuh keakraban, Serka Sagiman menemani anak-anak yang tampak asyik mengendarai sepeda listrik menyusuri ruas jalan yang baru saja rampung 100 persen tersebut.

​”Rasanya bangga sekali melihat anak-anak kita bisa pulang sekolah dengan nyaman dan aman. Dulu jalan ini menjadi kendala bagi mereka, terutama saat hujan. Sekarang, dengan jalan yang mulus, mereka lebih semangat berangkat dan pulang sekolah,” ujar Serka Sagiman di sela-sela kegiatannya mendampingi anak-anak.

​Kehadiran jalan ini memang menjadi berkah tersendiri bagi pendidikan di Desa Cikuya. Infrastruktur yang representatif tidak hanya memperlancar ekonomi warga, tetapi juga menjamin aksesibilitas yang lebih baik bagi para pelajar.

​Beberapa siswa yang sedang menaiki sepeda listrik mengaku sangat senang dengan perubahan desanya. Mereka kini bisa bersepeda dengan lancar tanpa khawatir terperosok lubang atau licinnya jalan. Kedekatan Serka Sagiman dengan anak-anak sekolah ini juga memperlihatkan sisi humanis TNI yang selalu hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Jalannya sekarang sudah bagus, Pak, seperti di kota. Pak Babinsa juga baik mau menemani kami main sepeda sambil pulang,” celetuk salah satu siswa dengan polosnya.

​Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya memang tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun harapan baru bagi generasi penerus di wilayah pelosok Brebes. Dengan akses jalan yang memadai, diharapkan kualitas hidup dan mobilitas warga, termasuk anak sekolah, akan terus meningkat.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Demi meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memberikan kejelasan informasi bagi masyarakat, Kantor Pelayanan Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes resmi merilis rincian alur dan jenis layanan administratif yang dapat diakses oleh warga. (9/3/2026).

Langkah ini diambil untuk meminimalisir kebingungan warga saat mengurus dokumen. Camat Bulakamba, Setiawan Nugroho, S.S., M.Si., melalui petugas loket pelayanan, menegaskan pentingnya masyarakat memahami batasan kewenangan antara tingkat desa dan kecamatan.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami alur birokrasi, mana yang bisa diselesaikan langsung di kantor kecamatan dan mana yang memerlukan koordinasi dengan instansi vertikal atau memiliki mekanisme khusus,” ujar petugas tersebut di Kantor Kecamatan Bulakamba, Senin (9/3/2026).

Layanan yang Dapat Diproses Langsung

Untuk urusan kependudukan dan surat-menyurat yang menjadi kewenangan kecamatan, warga dapat langsung datang ke kantor layanan dengan membawa persyaratan lengkap. Adapun layanan yang dilayani langsung meliputi:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Perekaman dan pengurusan KTP (Kartu Tanda Penduduk).

Pengurusan Kartu Keluarga (KK).

Surat Keterangan Pindah.

Pengurusan Dispensasi Nikah.

Surat Pengantar Pernikahan.

Penerbitan Izin Keramaian.

Layanan dengan Ketentuan Khusus

Di sisi lain, terdapat beberapa permohonan yang memerlukan verifikasi pihak ketiga atau prosedur operasional standar (SOP) tersendiri sehingga tidak dapat diproses secara instan di loket kecamatan. Berikut adalah daftar layanan tersebut:

Jenis Layanan Keterangan/Prosedur

SKTM & SKCK Dikelola oleh instansi terkait/Kepolisian.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pengaduan Listrik Wajib menghubungi pihak PLN secara langsung.

Reaktivasi BPJS PBI Memerlukan koordinasi dengan perangkat desa dan validasi rumah sakit/Dinas Sosial.

Surat Domisili Alur penerbitan kini dialihkan ke instansi terkait (PLN).

Santunan Uang Duka Bersifat kondisional sesuai program yang sedang berjalan.

Waris & Proposal Memiliki mekanisme khusus dengan kewenangan penuh tingkat kecamatan.

Imbauan untuk Masyarakat

Pihak kecamatan menegaskan bahwa kebijakan alur ini diberlakukan guna memastikan tertib administrasi serta efisiensi waktu bagi masyarakat. Warga diimbau untuk selalu memastikan kelengkapan dokumen persyaratan sebelum mendatangi kantor pelayanan.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih mendetail mengenai persyaratan masing-masing layanan, dapat menghubungi kanal informasi resmi atau mendatangi loket pelayanan pada jam kerja yang telah ditentukan.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Wajah dunia pendidikan di Indonesia terus mengalami metamorfosis. Perbandingan antara sosok guru di era 70-an hingga 90-an dengan pendidik masa kini—yang didominasi generasi Milenial dan Gen Z—memantik diskusi mendalam mengenai pergeseran nilai, dedikasi, hingga tantangan profesionalisme di tengah gempuran teknologi.

Antara Dedikasi Murni dan Kecakapan Digital

Guru pada era 70-an hingga 90-an sering kali dikenang sebagai sosok dengan dedikasi yang berakar pada pengabdian tulus. Fokus utama mereka adalah transfer of knowledge. Meski dengan keterbatasan fasilitas, guru kala itu menjadi satu-satunya otoritas ilmu pengetahuan bagi murid-muridnya.

“Dulu, guru adalah pusat ilmu. Peran kami sangat dominan sebagai sumber informasi tunggal di kelas,” ujar Budi Wahyono, S.Pd., M.M., saat merefleksikan perubahan zaman.

Kini, paradigma tersebut berubah total. Guru masa kini dituntut memiliki keunggulan kompetitif dalam penguasaan teknologi. Ruang kelas bertransformasi menjadi ekosistem interaktif berbasis digital. Peran guru pun bergeser; dari sekadar pemberi ilmu menjadi fasilitator sekaligus kurator informasi di tengah banjirnya data dari internet.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Paradigma Disiplin: Dulu vs Sekarang

Perubahan paling kontras terlihat dalam metode penegakan disiplin di sekolah:

Era Klasik: Ketegasan sering kali diwujudkan melalui sanksi fisik yang dianggap sebagai bentuk “pendidikan karakter”. Saat itu, terdapat konsensus tak tertulis antara guru dan orang tua bahwa hukuman adalah bagian dari proses pendewasaan.

Era Modern: Guru kini berhadapan dengan paradigma hukum yang lebih ketat, khususnya terkait regulasi perlindungan anak. Hal ini membuat banyak pendidik memilih untuk “bermain aman”. Ketakutan akan tuntutan hukum membuat sanksi tegas mulai memudar, yang di satu sisi memberikan perlindungan bagi siswa, namun di sisi lain menciptakan tantangan baru dalam pembentukan kemandirian dan karakter siswa.

Realitas Kesejahteraan dan Kompleksitas Tantangan

Sektor kesejahteraan mencatatkan lompatan signifikan. Menilik ke belakang, banyak praktisi pendidikan memulai karier dengan penghasilan yang sangat terbatas, bahkan ada yang hanya menerima Rp100.000 per bulan di masa awal pengabdian mereka.

Saat ini, berkat kebijakan sertifikasi dan penyesuaian anggaran, posisi ekonomi guru jauh lebih stabil dengan pendapatan yang meningkat tajam. Namun, peningkatan kesejahteraan ini berbanding lurus dengan kompleksitas tuntutan administratif dan kompetensi yang harus dipenuhi.

Tantangan Menjaga Jiwa Pendidik

Di tengah disrupsi teknologi yang mengancam banyak profesi konvensional, profesi guru tetap memiliki satu elemen yang sulit digantikan oleh mesin: koneksi emosional.

Pakar pendidikan menekankan bahwa meskipun guru masa kini jauh lebih adaptif secara teknologi, ada kerinduan mendalam akan keteladanan, dedikasi spiritual, dan integritas moral yang menjadi ciri khas guru era terdahulu.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kesimpulan

Modernisasi pendidikan memang membawa kemudahan akses informasi yang tak terbatas, namun menyisakan pekerjaan rumah besar: bagaimana menjaga nilai-nilai karakter di tengah laju digitalisasi. Menyeimbangkan kecanggihan teknologi dengan ketegasan moral dan empati adalah kunci utama bagi pendidik masa depan agar tetap relevan dan berdaya guna bagi generasi penerus bangsa.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Tidak hanya konsisten menyasar ribuan siswa, program ini kini mulai memperluas jangkauan manfaatnya hingga mencakup para tenaga pendidik. (9/3/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, program ini kini tidak lagi sekadar berfokus pada kuantitas distribusi, tetapi juga mulai menitikberatkan pada pembenahan efektivitas operasional serta standarisasi mutu makanan di lapangan.

Guru Resmi Masuk Daftar Penerima

Tahun ini menjadi tonggak baru bagi kesejahteraan warga sekolah. Sebanyak 1.000 siswa dan 51 guru kini tercatat sebagai penerima manfaat program. Meski demikian, pihak pelaksana mengakui bahwa distribusi bagi tenaga pendidik masih dalam tahap penyesuaian.

“Ini momen spesial karena guru juga mendapatkan jatah. Namun, kami mengakui belum seluruh guru terdaftar mendapatkan distribusi secara merata di tahap awal ini. Sinkronisasi data terus kami perbaiki agar ke depan seluruh tenaga pendidik dapat terakomodasi,” ujar Kepala SMPN 1 Losari, Brebes, Budi Wahyono, S.Pd., M.M.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Standarisasi Mutu dan Sinergi Dapur

Secara teknis, pihak sekolah berperan sebagai penerima manfaat, sementara operasional dapur berada di bawah kendali pengelola khusus. Untuk menjaga standar kualitas yang seragam, sekolah berperan aktif sebagai pengawas kualitas.

Pihak sekolah menegaskan, setiap masukan mengenai aspek teknis masakan—seperti cita rasa atau tingkat kematangan—langsung dikomunikasikan kepada pengelola dapur. Hal ini menjadi bahan evaluasi harian guna memastikan standar gizi tetap terjaga.

Menu Seimbang dan Apresiasi Siswa

Aspek gizi menjadi prioritas utama dalam program ini. Menu harian disusun dengan komposisi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein hewani (ayam, ikan, dan telur asin), serta pelengkap berupa buah segar dan kudapan.

Respons siswa terhadap kualitas menu sejauh ini cukup positif. Salah satu menu yang menjadi favorit adalah telur asin, yang dinilai memiliki tekstur “masir” dengan kadar garam yang pas. Mayoritas siswa melaporkan kepuasan atas cita rasa makanan yang disajikan secara rutin.

Mitigasi Keterlambatan Distribusi

Meski secara umum berjalan mulus, pihak manajemen menyoroti adanya insiden keterlambatan pengiriman makanan yang sempat terjadi satu kali, di mana makanan tiba setelah jam pulang sekolah.

Menanggapi hal tersebut, pengelola menegaskan bahwa insiden itu merupakan kasus tunggal yang telah dievaluasi secara ketat. Sebagai langkah antisipasi, jadwal memasak dan rute pengiriman kini diperketat agar distribusi selalu selaras dengan waktu istirahat sekolah.

Harapan ke Depan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Konsistensi program selama ini dinilai berhasil membentuk kebiasaan makan sehat di lingkungan sekolah. Kunci keberhasilan ke depan terletak pada komunikasi intensif antara pihak sekolah dan penyedia jasa boga. Sinergi ini diharapkan mampu menjamin kesegaran dan kualitas setiap porsi makanan yang dikonsumsi, baik oleh siswa maupun guru.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Suasana bulan suci Ramadhan di wilayah Kecamatan Banjarharjo tahun ini terasa berbeda dan penuh keberkahan. Hal ini seiring dengan progres signifikan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya yang membawa dampak positif langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di Pasar Banjarharjo.

Penyelesaian infrastruktur jalan rabat beton sepanjang 1,5 kilometer menjadi “napas baru” bagi warga Desa Cikuya. Berkat jalan yang kini mulus, akses transportasi hasil bumi dari Cikuya menuju Pasar Banjarharjo menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Para pedagang sayur dan petani kini dapat mendistribusikan dagangannya untuk kebutuhan sahur dan berbuka warga dengan biaya angkut yang lebih murah.

Dukungan dan Pendapat Camat Banjarharjo, Nanang Raharjo, S.P, SIP, M.H., memberikan dukungan penuh dan apresiasi tinggi terhadap gelaran TMMD ini. Menurutnya, TMMD bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun kehidupan dan masa depan warga.

“TMMD di Desa Cikuya adalah kolaborasi nyata yang menjawab doa dan harapan masyarakat. Kehadiran infrastruktur ini sangat membantu akselerasi potensi lokal dan meningkatkan indeks pembangunan di wilayah kami,” ujar Nanang Raharjo dalam keterangannya saat ditemui media jelang berbuka puasa. Minggu (8/3/2026).

Pengaruh Positif bagi Masyarakat Cikuya, Keberadaan TMMD membawa perubahan nyata dalam berbagai aspek kehidupan warga Cikuya diantaranya Geliat UMKM, Selama Ramadhan, para penjual takjil dan pelaku usaha kecil di Desa Cikuya mengalami peningkatan pendapatan karena kehadiran personel Satgas yang membaur dengan warga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kemudahan Ibadah juga merupakan Keberhasilan program TNI Manunggal Air (penyediaan air bersih) melalui pembangunan bak penampungan memastikan ketersediaan air bersih untuk keperluan wudhu dan ibadah di masjid/mushola selama bulan puasa.

Keamanan dan Kenyamanan Jalan desa yang sebelumnya rusak kini nyaman dilalui, memberikan rasa aman bagi warga yang hendak beraktivitas ke pasar maupun saat melaksanakan salat tarawih.

Kemandirian Ekonomi, salah satunya Ibu rumah tangga kini lebih mandiri menuju sawah atau pasar karena akses jalan yang sudah laik, sehingga membantu roda ekonomi keluarga.

Melalui sinergi antara TNI, Pemerintah Kecamatan, dan masyarakat, TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya benar-benar menjadi kado indah di bulan Ramadhan yang mampu membangkitkan semangat gotong royong dan kesejahteraan rakyat. (Rio/Utsm)

BREBES, DN-II Dalam rangka menyukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Sertu Sodikin, melaksanakan patroli Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta Komunikasi Sosial (Komsos) di wilayah Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Minggu (08/03/2026).

Kegiatan ini difokuskan di sekitar lingkungan Markas Koramil 14/Banjarharjo dan menyisir area pembangunan infrastruktur TMMD di Desa Cikuya. Sertu Sodikin menyambangi warga guna memastikan situasi keamanan tetap terjaga selama proses pembangunan berlangsung.

“Patroli ini bertujuan memberikan rasa aman bagi warga serta para personel Satgas yang sedang bekerja di lokasi TMMD. Melalui Komsos, kami juga menyerap aspirasi warga serta memotivasi mereka untuk terus bergotong-royong menyelesaikan target fisik TMMD,” ujar Sertu Sodikin.

Hingga saat ini, program TMMD ke-127 di Desa Cikuya telah menunjukkan progres signifikan, termasuk penyelesaian jalan rabat beton sepanjang 1,5 KM yang kini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh petani setempat.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat Desa Cikuya sangat krusial untuk menjaga hubungan harmonis antara TNI dan rakyat. Selain memantau keamanan, Sertu Sodikin juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, melalui Danramil 14/Banjarharjo, menekankan bahwa stabilitas keamanan di lokasi TMMD adalah prioritas utama agar seluruh agenda, baik fisik maupun non-fisik, dapat rampung tepat waktu dan tepat sasaran.

Dengan patroli dan Komsos yang intensif, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Banjarharjo semakin kokoh, sejalan dengan semangat TMMD untuk mempercepat pembangunan di daerah pelosok.

Perlu diketahui bahwa di TMMD Desa Cikuya ada program unggulan Kasad diantaranya TNI Manunggal Air (Penyediaan Air Bersih) yang menjadi prioritas utama untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami warga Dukuh Cikuya. Satgas TMMD membangun fasilitas bak penampungan air yang kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing) dan mendapatkan apresiasi tinggi dari Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI karena keberhasilannya mencapai target 100 persen. (Rio/Utsm)

You cannot copy content of this page