Beranda » brebes » Halaman 37

brebes

BREBES , DN-II Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Ketupat Candi (OKC) 2026” resmi diberlakukan di seluruh wilayah hukum Polres Brebes. Terhitung mulai Jumat (13/03/2026) dini hari pukul 00.00 WIB, ratusan personel telah digeser (insert) untuk menempati titik-titik pengamanan guna mengawal kelancaran mudik Idul Fitri 1447 H.

Pengerahan kekuatan ini bertujuan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) serta memberikan rasa aman bagi masyarakat selama masa libur lebaran.

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, melalui Ps. Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas dalam OKC 2026 menyampaikan bahwa kekuatan internal Polri yang diterjunkan mencapai 460 personel.

“Sebanyak 460 personel Polri dilibatkan secara langsung. Sejak semalam atau Jumat dini hari, mereka sudah insert dan menempati pos masing-masing sesuai dengan ploting Satgasnya,” terang Iptu Indra.

Ia menambahkan bahwa Polri tidak bekerja sendiri. Operasi ini didukung penuh oleh personel gabungan dari berbagai instansi terkait, mulai dari TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, Satpol PP, Damkar, PMI, Senkom, RAPI, hingga Pramuka.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Jika diakumulasikan, total ada 1.084 personel gabungan yang disiagakan untuk mengamankan OKC tahun 2026 di wilayah Brebes ini,” imbuhnya.

Untuk memastikan pelayanan yang maksimal bagi pemudik, Polres Brebes telah mendirikan 16 titik pos strategis yang tersebar di jalur utama maupun titik keramaian

Ditambahkan, memasuki hari pertama pelaksanaan operasi, kondisi lalu lintas berdasarkan data traffic counting (TC). Pantauan di Gerbang Tol (GT) Pejagan menunjukkan pergerakan kendaraan yang mulai dinamis.

“Data dari Gerbang Tol Pejagan pagi ini menunjukkan kendaraan yang keluar (exit) sudah mulai menunjukkan situasi ramai, sementara kendaraan yang masuk melalui gerbang tersebut terpantau masih normal,” jelas Iptu Indra.

Secara umum, situasi arus lalu lintas baik di ruas tol maupun jalan arteri Pantura wilayah Brebes masih berada dalam kategori normal. Hingga berita ini diturunkan, belum terjadi lonjakan arus yang signifikan (kemacetan).

Polres Brebes mengimbau kepada para pemudik untuk selalu mengecek kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, serta memanfaatkan Pos Pelayanan yang tersedia apabila merasa lelah di perjalanan. Operasi Ketupat Candi 2026 dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 25 Maret 2026 mendatang. (Casroni/Hms)

Brebes, DN-II Proyek pembangunan infrastruktur berskala besar di wilayah Brebes kini memasuki babak final. Pihak pengembang memastikan pengerjaan berjalan sesuai target dengan standar keamanan ketat, dan diprediksi siap diluncurkan sepenuhnya pada akhir April 2026 mendatang.

Tegar, selaku Penanggung Jawab Lapangan dari PT Pembangunan Perumahan (PTPP), mengungkapkan bahwa progres fisik saat ini telah menyentuh tahap penyelesaian akhir (finishing). Meski tampilan interior dan eksterior sudah terlihat rapi, tim masih menyisakan beberapa detail minor sebelum proses serah terima dilakukan.

Target Pasca-Lebaran dan Estetika Bangunan

Menurut Tegar, fokus utama saat ini adalah pembersihan area kerja dan pembongkaran struktur pendukung. Namun, operasional proyek akan dihentikan sementara guna menghormati masa libur Hari Raya Idulfitri.

“Saat ini tinggal tahap finishing dan pembersihan area. Aktivitas akan berlanjut kembali setelah libur Lebaran. Estimasi kami, akhir April sudah bisa selesai 100 persen,” ujar Tegar saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (13/3/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Salah satu elemen yang masih terlihat di lokasi adalah perancah (scaffolding) yang menyelimuti sisi bangunan. Tegar menjelaskan bahwa pembongkaran struktur ini akan menjadi langkah penutup yang akan mengungkap kemegahan desain proyek tersebut.

“Jika scaffolding sudah dibongkar, estetika bangunannya akan terlihat utuh dan lebih maksimal,” tambahnya dengan optimis.

Keamanan Standar Internasional & Aset Negara

Menanggapi isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Tegar menegaskan bahwa seluruh prosedur di lapangan mengikuti standar tinggi PTPP yang telah diakui secara internasional. Area kerja telah dilengkapi dengan pengaman berlapis, termasuk penggunaan jaring pelindung di setiap sisi bangunan untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja.

Selain faktor keamanan, ia juga memberikan klarifikasi terkait material konstruksi di lapangan. Tegar menegaskan bahwa seluruh material, khususnya besi konstruksi, merupakan aset negara yang pengelolaannya diawasi ketat.

“Semua material ini adalah aset negara. Setelah proyek rampung, seluruh sisa material akan dikembalikan dan diinventarisasi sebagai aset resmi,” tegasnya.

Sisi Lain di Lapangan

Ada momen menarik saat sesi wawancara, ketika Tegar sempat berseloroh mengenai seragam yang ia kenakan. Meski atribut yang dipakainya berasal dari proyek sebelumnya, ia menjamin hal tersebut tidak mendegradasi profesionalisme tim di lapangan. Baginya, kenyamanan dalam bekerja tetap menjadi pendukung utama dalam menjaga ritme pengerjaan agar tetap sesuai lini masa (timeline).

Proyek ini diharapkan dapat segera beroperasi tepat waktu untuk memberikan manfaat nyata bagi mobilitas dan ekonomi masyarakat di wilayah Brebes dan sekitarnya.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Brebes, DN-II Guna menjamin kekhusyukan ibadah bulan suci Ramadhan dan menciptakan situasi kondusif menjelang arus mudik, Polres Brebes menggelar pemusnahan massal ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merek. Pemusnahan ini merupakan hasil dari Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) yang dilaksanakan jajaran Polres dan Polsek selama beberapa pekan terakhir di seluruh wilayah Kabupaten Brebes.

Kegiatan pemusnahan yang berlangsung di halaman Mapolres Brebes, Kamis (12/03/2026) sore ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, serta dihadiri Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma dan disaksikan oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Kapolres Brebes menyampaikan bahwa barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penyitaan dari berbagai warung remang-remang, toko ilegal, serta distributor tak berizin.

AKBP Lilik menyebutkan Operasi Pekat merupakan langkah Polres Brebes untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dalam beribadah selama bulan Ramadhan serta sebagai upaya cipta kondisi sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Candi (OKC).

“Sebanyak 3.072 botol miras pabrikan dan Miras Tradisional serta759 botol tuak (brangkal) kita musnahkan dalam kegiatan ini,” terang Kapolres Brebes usai kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selama pelaksanaan OKC ini, Kapolres beserta jajaranya juga akan melaksanakan berbagai upaya untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya berbagai gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Brebes dengan peningkatan patroli kewilayahan (Patroli beat) dibeberapa titik lokasi spesifik.

“Terkait dinamika adanya kenakalan remaja maupun gangguan Kamtibmas lainya, kami akan melaksanakan peningkatan patroli kewilayahan di beberapa wilayah spesifik. Patroli kita maksimalkan dan kita tingkatkan dengan area yang lebih luas” terang Kapolres Brebes

Selain itu, pihaknya juga berkoordiasi dengan stakholder terkait (Pemda) guna memberikan kegiatan yang positif kepada anak remaja sebagai upaya untuk menyalurkan kegiatan kegiatan yang positif selama liburan sekolah.

“Jika ditemukan adanya terjadi pelanggaran maupun kejadian yang melibatkan remaja tentunya akan ditindak dengan tegas dan terukur sesuai dengan perundang-undangan dan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara, metode pemusnahan dilakukan dengan cara seluruh botol miras ditata di area terbuka dan dihancurkan menggunakan alat berat (stumpers/tandem roller) hingga pecah dan cairannya mengalir ke saluran pembuangan yang telah disiapkan. (Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Sebagai bentuk kesiapan final mengamankan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H, Polres Brebes menyelenggarakan Apel Gelar Pasukan Operasi Terpusat “Ketupat Candi 2026” dilapangan Tribrata Mapolres Brebes, Kamis (12/03/2026) sore. Apel yang diikuti oleh personel gabungan ini menjadi penanda dimulainya pengamanan intensif di seluruh wilayah hukum Polres Brebes selama 13 hari ke depan, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, di antaranya Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah, perwakilan Kodim 0713/Brebes, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta instansi terkait seperti Dishub, Satpol PP, dan Jasa Raharja.

Dalam amanatnya, Bupati Paramitha menekankan bahwa apel ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana. Disebutkan, data survei Kementerian Perhubungan yang memprediksi pergerakan masyarakat secara nasional mencapai 143,9 juta orang

“Meskipun angka ini turun tipis sekitar 1,75% dibanding tahun lalu, kita tetap harus waspada. Kebijakan pemerintah seperti diskon tarif tol dan fleksibilitas kerja (Work From Anywhere) tetap berpotensi memicu lonjakan realisasi pergerakan di lapangan,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, Bupati juga menginstruksikan jajaran pengamanan untuk memetakan kerawanan Kamtibmas. Beberapa poin yang menjadi sorotan antara laim, antisipasi premanisme, balap liar, dan tawuran antar-kelompok.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kemudian pengamanan pemukiman. Bupati menginstruksikan untuk patroli rutin di rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta penyediaan layanan penitipan kendaraan di kantor polisi.

Mengingat prediksi BMKG terkait potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi, tim tanggap bencana diminta siaga penuh.

“Optimalkan layanan Kepolisian 110 agar responsif dan solutif. Kita ingin mewujudkan slogan ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Dalam pelaksanaanya, prosesi apel ini ditandai dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel. Usai kegiatan, Kapolres Brebes bersama jajaran Forkopimda melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor (Ranmor) dinas untuk memastikan kelaikan jalan selama operasi berlangsung.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kekhusyukan bulan suci Ramadan, Polres Brebes juga melaksanakan pemusnahan ribuan botol minuman keras (Miras). Barang bukti tersebut merupakan hasil Operasi Pekat 2026 yang dilakukan secara intensif di seluruh wilayah hukum Polres Brebes selama bulan Ramadan.

Ditambahkan, Ps Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo dalam keterangannya menegaskan bahwa rangkaian persiapan, mulai dari Latihan Pra Operasi (Latpraops) hingga Apel Gelar Pasukan hari ini, adalah langkah sistematis Polri untuk menjamin keamanan masyarakat.

“Apel gelar pasukan ini adalah wujud nyata kesiapan Polres Brebes. Sebagaimana penekanan dalam Latpraops sebelumnya, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan cara bertindak seluruh personel yang dilibatkan. Kita ingin memastikan 1.084 personel yang terdiri dari Polri, TNI, dan instansi terkait benar-benar memahami peran mereka di Satgas Ops, Pospam, maupun Posyan,” ujar Kasi Humas.

Untuk menjamin kenyamanan pemudik, Polres Brebes telah mendirikan total 16 pos yang tersebar di titik-titik rawan kepadatan dan gangguan kamtibmas, meliputi, 1 Pos Terpadu dan 3 Pos Pelayanan, 10 Pos Pengamanan Jalur (Pantura dan Jalur Tengah) serta 1 Pos Obyek Wisata dan 1 Pos Valet Ride.

“Melalui persiapan matang dan sinergi lintas sektoral ini, Polres Brebes optimis dapat mewujudkan perayaan Idul Fitri 1447 H yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, Polres Brebes menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi 2026”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati pada Kamis (12/03/2026) ini menjadi langkah untuk menyamakan persepsi personel dalam mengamankan arus mudik dan balik di wilayah hukum Polres Brebes.

Acara dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah, didampingi Wakapolres Kompol Purbo Adjar Waskito, Kabag Ops Kompol Suraedi, serta diikuti oleh jajaran PJU, Kapolsek, dan perwira terkait.

Dalam arahannya, Kapolres Brebes menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi dalam pelayanan publik. Dua program unggulan Polda Jateng, yaitu Valet Ride dan aplikasi Sipolan, menjadi sorotan utama.

“Kita harus mendukung program Valet Ride dan Sipolan secara masif. Jangan sampai petugas di lapangan justru bingung saat ditanya masyarakat. Pastikan informasi yang disampaikan valid dan sosialisasikan melalui media sosial hingga pemasangan spanduk di titik strategis,” tegas AKBP Lilik Ardiansyah.

Kapolres juga menginstruksikan perubahan narasi publik dengan mengganti istilah “kemacetan” menjadi “kepadatan lalu lintas” untuk menjaga psikologi masyarakat, serta menekankan kedisiplinan anggota saat bertugas dilapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kabag Ops Polres Brebes, Kompol Suraedi, memaparkan bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 1.084 personel gabungan (Polri, TNI, Dishub, Dinkes, hingga Pramuka) dikerahkan untuk mengisi: 3 Pos Pelayanan, 1 Pos Terpadu, 1 Pos Obyek Wisata. Kemudian 1 Pos Valet Ride (berlokasi di Nasmoko Brebes, Klampok) dan 10 Pospam Jalur mudik.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi jatuh pada 14-15 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 Maret 2026.

Sementara, Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozaq, menambahkan rincian teknis terkait rekayasa lalu lintas nasional. Sistem One Way Nasional arus mudik dijadwalkan pada 17-20 Maret 2026 (KM 70 Jakarta-Cikampek s/d KM 421 Semarang-Solo). Sebaliknya, One Way arus balik akan dilaksanakan pada 23-29 Maret 2026.

Disebutkan juga persiapan sarana prasarana Valet Ride sudah mencapai 100%. Pihaknya juga membuka diri terhadap awak media sebagai mitra untuk menyampaikan informasi kegiatan kepolisian kepada masyarakat luas.

Melalui persiapan matang dan sinergi lintas sektoral ini, Polres Brebes optimis dapat mewujudkan perayaan Idul Fitri 1447 H yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Ditambahkan Ps Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan Latpraops ini sebagai sarana konsolidasi internal sebelum personel diterjunkan ke titik-titik pengamanan.

“Kegiatan Latpraops ini merupakan bagian dari kesiapan Polres Brebes untuk menyamakan persepsi dan cara bertindak (CB) seluruh personel yang dilibatkan. Kita ingin setiap anggota, baik dari Polri maupun instansi samping, memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas pokoknya di Satgas Ops, Pospam, maupun Posyan. Target kita adalah pelayanan yang prima agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri 1447 H dengan aman dan nyaman,” terangnya. (Casroni/Hms).

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) mengambil langkah strategis dalam mengawal pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang mempertemukan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes dengan jajaran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Brebes, Rabu (11/3/2026).

Pertemuan yang digelar secara daring tersebut menjadi titik awal sinergi dalam memantapkan rantai pasok pangan yang akan disalurkan kepada sasaran program di wilayah Brebes.

Mengoptimalkan Peran Koperasi dalam Rantai Pasok

Agenda utama dalam koordinasi ini adalah memetakan teknis kerja sama antara Koperasi Merah Putih dengan BGN. Koperasi desa didorong untuk tidak sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam, melainkan bertransformasi menjadi pilar utama dalam rantai pasok (supply chain) penyediaan bahan pangan bergizi.

Langkah ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, serta diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Brebes Nomor 500.3/3/II/2026 mengenai pemberdayaan ekonomi lokal dalam menyukseskan program gizi nasional.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

undangan 11 maret.file pdf

Dua Fokus Utama Sinergi

Dalam rapat tersebut, Kepala Bidang Koperasi Dinkopumdag Brebes, Sapto Aji Pamungkas, bersama perwakilan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Ir. Masrukhi Bahro, menggarisbawahi dua fokus utama:

Sinergi Operasional: Memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menyuplai kebutuhan pangan yang sehat, aman, dan berkualitas bagi BGN.

Transparansi dan Akuntabilitas: Sosialisasi mengenai Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2026 sebagai bentuk kesiapan administrasi koperasi sebelum terjun dalam proyek strategis pemerintah.

“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui kerja sama dengan BGN, kita memastikan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis berasal dari hasil petani dan peternak lokal yang dikoordinasikan secara kolektif oleh koperasi,” tegas Sapto Aji Pamungkas.

Mendorong Ekonomi Lokal

Melalui kolaborasi ini, Pemkab Brebes berharap perputaran ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis tetap berada di wilayah lokal. Hal ini tidak hanya menjamin kualitas nutrisi bagi masyarakat, tetapi juga secara langsung meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi melalui kemitraan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Kabar membanggakan datang dari lingkup pemerintahan desa di Kabupaten Brebes. Idi Fitriyadi, sosok yang dikenal luas berkat dedikasinya di dunia pendidikan, kini resmi memulai babak baru pengabdiannya sebagai Kepala Desa (Kades) Cisalam, Kecamatan Wanasari.

Peralihan karier dari kursi Kepala SMP Negeri 2 Brebes menuju kepemimpinan tingkat desa ini menjadi sorotan positif masyarakat. Transisi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membawa angin segar bagi tata kelola pemerintahan desa.

Rekam Jejak Berprestasi

Sebelum melangkah ke ranah eksekutif desa, Idi Fitriyadi memiliki rekam jejak yang mentereng di dunia pendidikan. Ia dikenal sebagai sosok inovatif dan pernah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Kepala Sekolah Berprestasi di tingkat Kabupaten Brebes. Pengalaman panjang dalam memimpin lembaga pendidikan diharapkan menjadi modal kuat bagi beliau dalam mengelola administrasi dan pelayanan masyarakat di Desa Cisalam.

Sinergi dan Harapan Baru

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Proses pelantikan ini merupakan bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan di tingkat desa yang didorong langsung oleh Pemerintah Kabupaten Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Paramitha Widya Kusuma. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan desa menjadi poin utama yang ditekankan dalam estafet kepemimpinan ini.

Kehadiran sosok dengan latar belakang akademisi seperti Idi Fitriyadi di Desa Cisalam telah memantik optimisme warga. Masyarakat menaruh harapan besar agar manajemen desa ke depannya menjadi lebih transparan, akuntabel, dan penuh inovasi demi meningkatkan kesejahteraan warga.

Dukungan Rekan Sejawat

Ucapan selamat dan harapan terus mengalir bagi sang Kades baru. Rekan sejawat beliau, Kepala Sekolah SMPN 3 Larangan, Endaryadi, serta Budi Anjar Pranoto, menyampaikan doa agar Idi Fitriyadi dapat menjalankan mandat yang diberikan dengan penuh integritas.

“Semoga amanah yang dititipkan masyarakat dapat dijalankan dengan dedikasi tinggi demi kemajuan warga Cisalam ke arah yang lebih baik,” ujar mereka dalam sebuah kesempatan.

Dengan latar belakang kepemimpinan yang mumpuni, warga Desa Cisalam kini menanti gebrakan nyata dari Idi Fitriyadi dalam memajukan desa mereka.

Pewarta: Teguh

BREBES, DN-II Ketua Lembaga Pemantau Peduli Pendidikan (LMPP) Kabupaten Brebes, Wahidin, secara resmi mengajukan permohonan bantuan kursi roda kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes pada Selasa (10/3/2026).

Permohonan tersebut diajukan untuk mendukung mobilitas dan kebutuhan penunjang medis bagi anaknya yang saat ini sedang memerlukan alat bantu khusus. Sebagai sosok yang aktif dalam mengawal isu-isu sosial dan pendidikan di wilayah Brebes, Wahidin menyampaikan harapannya agar proses pengajuan ini dapat berjalan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku di BAZNAS.

Sinergi Lembaga dalam Layanan Sosial

Langkah yang diambil Wahidin ini menyoroti peran strategis BAZNAS dalam menghimpun serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu warga yang membutuhkan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan.

Wahidin mengapresiasi respons BAZNAS yang dinilai sigap dalam melayani kebutuhan masyarakat. Ia berharap kursi roda tersebut dapat segera terealisasi guna menunjang aktivitas keseharian putranya agar lebih mandiri.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga bantuan tersebut bisa segera bermanfaat bagi putra saya untuk mendukung mobilitasnya,” ujar Wahidin.

Respons BAZNAS Kabupaten Brebes

Menanggapi permohonan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Brebes, Mahali, melalui anggotanya, Asep Aunilah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima berkas pengajuan tersebut.

Asep menegaskan bahwa BAZNAS akan menindaklanjuti permohonan tersebut sesuai dengan alur birokrasi internal. “Pengajuan ini akan kami bahas terlebih dahulu dalam rapat internal, dan keputusan akhirnya nanti akan ditetapkan melalui rapat pleno,” jelas Asep.

Kasus ini menjadi cerminan bahwa akses terhadap alat bantu kesehatan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas maupun warga yang sedang dalam masa pemulihan medis. Diharapkan, kolaborasi antara elemen masyarakat dan lembaga zakat seperti BAZNAS dapat terus terjaga demi memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi warga Kabupaten Brebes.

Reporter: Teguh

​BREBES, DN-II Demi menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik strategis pengamanan di wilayah hukum Polres Brebes, Selasa malam (10/03/2026).

​Pengecekan yang berlangsung hingga tengah malam tersebut difokuskan pada kesiapan operasional Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu, sebagai langkah persiapan final menjelang dimulainya Operasi Ketupat Candi 2026.

​Dalam lawatannya, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Brebes, di antaranya Kabag Ops Kompol Suraedi, Kasat Samapta AKP Nur Mahmud, Kasat Intelkam AKP Suhermanto, serta Kasubsi PIDM Sihumas Iptu Indra Prasetyo.

​Inspeksi dilakukan secara menyeluruh di sejumlah titik krusial, di antaranya Pospam Exit Tol Brebes Timur (Brexit), Posyan Rest Area Heritage KM 260 B Banjaratma, Pos Terpadu Pejagan, serta Posyan di Rest Area KM 252 A.

​Usai melakukan peninjauan, AKBP Lilik Ardhiansyah menyatakan kepuasannya terhadap progres kesiapan sarana dan prasarana di seluruh pos yang disiapkan. Menurutnya, seluruh infrastruktur pendukung telah berada dalam kondisi siap operasional.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

x​”Dari hasil pengecekan malam ini, progres kesiapan sarana maupun prasarana di masing-masing pos telah lengkap dan optimal. Secara keseluruhan, Polres Brebes sudah sangat siap memberikan pengamanan maksimal demi kelancaran Operasi Ketupat Candi 2026,” tegas Kapolres di sela-sela kegiatannya.

​Dengan kesiapan tersebut, Polres Brebes optimistis dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik, sekaligus mampu mengantisipasi potensi kemacetan serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalur Pantura maupun jalur tol wilayah Brebes.

​Sementara itu, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo menambahkan, pengecekan ini tidak hanya menyasar aspek fisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan sumber daya manusia (personel) dan fasilitas pendukung lainnya.

​”Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh personel yang bertugas telah siap di pos masing-masing, serta mengecek langsung kelayakan fasilitas layanan bagi pemudik. Kami ingin memastikan masyarakat yang singgah merasa aman, nyaman, dan terbantu selama perjalanan mudik mereka,” pungkas Indra.

Red/Casroni

BREBES, DN-II Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, sukses menggelar Musyawarah Desa dalam rangka Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) pada Rabu (11/3/2026). Proses demokrasi tingkat desa ini menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan tata kelola pemerintahan desa hingga pemilihan reguler mendatang.

H. Akhmad Ghufron Haryanto, anggota DPRD Kabupaten Brebes periode 2024-2029 dari Fraksi Gerindra, turut hadir memantau jalannya proses tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kontestasi ini diikuti oleh dua kandidat potensial, yakni Isa Ashori dan Faqih Usman.

“Siapapun yang terpilih nanti, saya berharap bisa membawa Desa Kluwut jauh lebih baik lagi,” ujar Ghufron saat ditemui di lokasi, Rabu (11/3/2026).

Mekanisme Perwakilan dengan 141 Hak Pilih

Berbeda dengan Pilkades reguler, Pilkades PAW menggunakan sistem musyawarah perwakilan. Ghufron menjelaskan bahwa pemilik hak suara merupakan representasi dari berbagai elemen masyarakat dengan total 141 pemilih.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Pemilih terdiri dari unsur pengurus RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh petani, hingga tokoh nelayan. Jadi, ini bukan mencoblos secara massal, melainkan melalui perwakilan unsur yang telah diatur sesuai regulasi,” jelasnya.

Tantangan Masa Jabatan Singkat

Mengingat statusnya sebagai pemilihan antar waktu, Kepala Desa terpilih nantinya akan mengemban jabatan hingga Maret 2027. Ghufron menekankan bahwa meski masa jabatan tergolong singkat, tugas yang diemban tetap berat karena harus mempersiapkan transisi menuju Pilkades reguler.

Fokus pada Administrasi dan Kesejahteraan Nelayan

Sebagai wilayah yang didominasi oleh nelayan dan petani, Ghufron menitipkan pesan khusus kepada calon terpilih. Di tengah tantangan cuaca ekstrem yang kerap menghambat aktivitas melaut, ia berharap pemerintah desa mampu hadir sebagai fasilitator yang memudahkan urusan warga.

“Saya berharap Kepala Desa yang baru bisa memfasilitasi kebutuhan warga, terutama urusan administrasi nelayan seperti surat-surat kapal dan asuransi. Kehadiran negara di tingkat desa harus dirasakan agar beban warga bisa teringankan,” pungkas legislator dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Proses Pasca Pemilihan

Camat Bulakamba, Setiawan Nugroho, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa meski hasil musyawarah menunjukkan keunggulan suara pada kandidat tertentu, proses tetap harus berjalan secara administratif.

“Hasil musyawarah desa ini akan dilaporkan kepada BPD. Selanjutnya, BPD akan mengajukan permohonan pelantikan kepada Bupati,” ujar Setiawan.

Lebih lanjut, Camat Bulakamba menjelaskan bahwa Kepala Desa terpilih akan menerima penghasilan tetap sebesar Rp 3.800.000 per bulan, ditambah dengan tanah bengkok. Adapun masa jabatan akan dimulai secara resmi setelah pelantikan serentak oleh Bupati Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

You cannot copy content of this page