Beranda » brebes » Halaman 37

brebes

BREBES, DN-II Menjelang upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127, anggota Satgas Kodim 0713/Brebes melakukan inspeksi terakhir terhadap pengerjaan sasaran fisik rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (10/3/2026).

​Pengecekan ini dilakukan oleh Serka Sagiman, yang merupakan bagian dari personel lapangan Satgas TMMD, di kediaman Ibu Sarnewi. Rumah tersebut merupakan salah satu dari sejumlah unit rumah warga kurang mampu yang terpilih untuk mendapatkan program renovasi total agar menjadi hunian yang lebih layak dan sehat.

​Tujuan utama dari pengecekan terakhir ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh hasil pengerjaan konstruksi di lapangan telah berjalan sesuai dengan rencana pembangunan yang telah ditetapkan sejak awal. Serka Sagiman meninjau setiap sudut bangunan, mulai dari kekuatan struktur, kerapian dinding, hingga kelayakan atap.

​”Kami harus memastikan bahwa rumah Ibu Sarnewi ini benar-benar siap huni dan kualitasnya sesuai dengan standar yang kita harapkan. Semua detail dicek kembali agar saat diserahkan besok, pemilik rumah mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Serka Sagiman di sela-sela pengecekan.

​Pengecekan menyeluruh ini merupakan langkah final sebelum penyerahan hasil pengerjaan secara simbolis kepada masyarakat. Penyerahan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan bersamaan dengan upacara penutupan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang direncanakan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Program renovasi RTLH ini menjadi salah satu sasaran fisik primadona dalam TMMD di Desa Cikuya. Melalui sentuhan tangan para prajurit TNI dan bantuan material yang memadai, rumah yang dulunya memprihatinkan kini telah bertransformasi menjadi hunian permanen yang kokoh, memberikan kebahagiaan dan kenyamanan bagi para penerima manfaat.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Senyum lebar dan tawa riang menghiasi wajah siswa-siswi SD Negeri Cikuya 01 saat pulang sekolah, Selasa (10/3/2026). Bukan tanpa alasan, mereka kini tidak lagi harus melewati jalan tanah yang berdebu atau becek, melainkan jalan aspal mulus hasil karya program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes.

​Momen istimewa terjadi saat Babinsa Desa Cikuya, Serka Sagiman, bergabung bersama anak-anak tersebut untuk menjajal kualitas jalan baru di desa mereka. Dengan penuh keakraban, Serka Sagiman menemani anak-anak yang tampak asyik mengendarai sepeda listrik menyusuri ruas jalan yang baru saja rampung 100 persen tersebut.

​”Rasanya bangga sekali melihat anak-anak kita bisa pulang sekolah dengan nyaman dan aman. Dulu jalan ini menjadi kendala bagi mereka, terutama saat hujan. Sekarang, dengan jalan yang mulus, mereka lebih semangat berangkat dan pulang sekolah,” ujar Serka Sagiman di sela-sela kegiatannya mendampingi anak-anak.

​Kehadiran jalan ini memang menjadi berkah tersendiri bagi pendidikan di Desa Cikuya. Infrastruktur yang representatif tidak hanya memperlancar ekonomi warga, tetapi juga menjamin aksesibilitas yang lebih baik bagi para pelajar.

​Beberapa siswa yang sedang menaiki sepeda listrik mengaku sangat senang dengan perubahan desanya. Mereka kini bisa bersepeda dengan lancar tanpa khawatir terperosok lubang atau licinnya jalan. Kedekatan Serka Sagiman dengan anak-anak sekolah ini juga memperlihatkan sisi humanis TNI yang selalu hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Jalannya sekarang sudah bagus, Pak, seperti di kota. Pak Babinsa juga baik mau menemani kami main sepeda sambil pulang,” celetuk salah satu siswa dengan polosnya.

​Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya memang tidak hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun harapan baru bagi generasi penerus di wilayah pelosok Brebes. Dengan akses jalan yang memadai, diharapkan kualitas hidup dan mobilitas warga, termasuk anak sekolah, akan terus meningkat.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Demi meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memberikan kejelasan informasi bagi masyarakat, Kantor Pelayanan Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes resmi merilis rincian alur dan jenis layanan administratif yang dapat diakses oleh warga. (9/3/2026).

Langkah ini diambil untuk meminimalisir kebingungan warga saat mengurus dokumen. Camat Bulakamba, Setiawan Nugroho, S.S., M.Si., melalui petugas loket pelayanan, menegaskan pentingnya masyarakat memahami batasan kewenangan antara tingkat desa dan kecamatan.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami alur birokrasi, mana yang bisa diselesaikan langsung di kantor kecamatan dan mana yang memerlukan koordinasi dengan instansi vertikal atau memiliki mekanisme khusus,” ujar petugas tersebut di Kantor Kecamatan Bulakamba, Senin (9/3/2026).

Layanan yang Dapat Diproses Langsung

Untuk urusan kependudukan dan surat-menyurat yang menjadi kewenangan kecamatan, warga dapat langsung datang ke kantor layanan dengan membawa persyaratan lengkap. Adapun layanan yang dilayani langsung meliputi:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Perekaman dan pengurusan KTP (Kartu Tanda Penduduk).

Pengurusan Kartu Keluarga (KK).

Surat Keterangan Pindah.

Pengurusan Dispensasi Nikah.

Surat Pengantar Pernikahan.

Penerbitan Izin Keramaian.

Layanan dengan Ketentuan Khusus

Di sisi lain, terdapat beberapa permohonan yang memerlukan verifikasi pihak ketiga atau prosedur operasional standar (SOP) tersendiri sehingga tidak dapat diproses secara instan di loket kecamatan. Berikut adalah daftar layanan tersebut:

Jenis Layanan Keterangan/Prosedur

SKTM & SKCK Dikelola oleh instansi terkait/Kepolisian.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pengaduan Listrik Wajib menghubungi pihak PLN secara langsung.

Reaktivasi BPJS PBI Memerlukan koordinasi dengan perangkat desa dan validasi rumah sakit/Dinas Sosial.

Surat Domisili Alur penerbitan kini dialihkan ke instansi terkait (PLN).

Santunan Uang Duka Bersifat kondisional sesuai program yang sedang berjalan.

Waris & Proposal Memiliki mekanisme khusus dengan kewenangan penuh tingkat kecamatan.

Imbauan untuk Masyarakat

Pihak kecamatan menegaskan bahwa kebijakan alur ini diberlakukan guna memastikan tertib administrasi serta efisiensi waktu bagi masyarakat. Warga diimbau untuk selalu memastikan kelengkapan dokumen persyaratan sebelum mendatangi kantor pelayanan.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih mendetail mengenai persyaratan masing-masing layanan, dapat menghubungi kanal informasi resmi atau mendatangi loket pelayanan pada jam kerja yang telah ditentukan.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Wajah dunia pendidikan di Indonesia terus mengalami metamorfosis. Perbandingan antara sosok guru di era 70-an hingga 90-an dengan pendidik masa kini—yang didominasi generasi Milenial dan Gen Z—memantik diskusi mendalam mengenai pergeseran nilai, dedikasi, hingga tantangan profesionalisme di tengah gempuran teknologi.

Antara Dedikasi Murni dan Kecakapan Digital

Guru pada era 70-an hingga 90-an sering kali dikenang sebagai sosok dengan dedikasi yang berakar pada pengabdian tulus. Fokus utama mereka adalah transfer of knowledge. Meski dengan keterbatasan fasilitas, guru kala itu menjadi satu-satunya otoritas ilmu pengetahuan bagi murid-muridnya.

“Dulu, guru adalah pusat ilmu. Peran kami sangat dominan sebagai sumber informasi tunggal di kelas,” ujar Budi Wahyono, S.Pd., M.M., saat merefleksikan perubahan zaman.

Kini, paradigma tersebut berubah total. Guru masa kini dituntut memiliki keunggulan kompetitif dalam penguasaan teknologi. Ruang kelas bertransformasi menjadi ekosistem interaktif berbasis digital. Peran guru pun bergeser; dari sekadar pemberi ilmu menjadi fasilitator sekaligus kurator informasi di tengah banjirnya data dari internet.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Paradigma Disiplin: Dulu vs Sekarang

Perubahan paling kontras terlihat dalam metode penegakan disiplin di sekolah:

Era Klasik: Ketegasan sering kali diwujudkan melalui sanksi fisik yang dianggap sebagai bentuk “pendidikan karakter”. Saat itu, terdapat konsensus tak tertulis antara guru dan orang tua bahwa hukuman adalah bagian dari proses pendewasaan.

Era Modern: Guru kini berhadapan dengan paradigma hukum yang lebih ketat, khususnya terkait regulasi perlindungan anak. Hal ini membuat banyak pendidik memilih untuk “bermain aman”. Ketakutan akan tuntutan hukum membuat sanksi tegas mulai memudar, yang di satu sisi memberikan perlindungan bagi siswa, namun di sisi lain menciptakan tantangan baru dalam pembentukan kemandirian dan karakter siswa.

Realitas Kesejahteraan dan Kompleksitas Tantangan

Sektor kesejahteraan mencatatkan lompatan signifikan. Menilik ke belakang, banyak praktisi pendidikan memulai karier dengan penghasilan yang sangat terbatas, bahkan ada yang hanya menerima Rp100.000 per bulan di masa awal pengabdian mereka.

Saat ini, berkat kebijakan sertifikasi dan penyesuaian anggaran, posisi ekonomi guru jauh lebih stabil dengan pendapatan yang meningkat tajam. Namun, peningkatan kesejahteraan ini berbanding lurus dengan kompleksitas tuntutan administratif dan kompetensi yang harus dipenuhi.

Tantangan Menjaga Jiwa Pendidik

Di tengah disrupsi teknologi yang mengancam banyak profesi konvensional, profesi guru tetap memiliki satu elemen yang sulit digantikan oleh mesin: koneksi emosional.

Pakar pendidikan menekankan bahwa meskipun guru masa kini jauh lebih adaptif secara teknologi, ada kerinduan mendalam akan keteladanan, dedikasi spiritual, dan integritas moral yang menjadi ciri khas guru era terdahulu.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kesimpulan

Modernisasi pendidikan memang membawa kemudahan akses informasi yang tak terbatas, namun menyisakan pekerjaan rumah besar: bagaimana menjaga nilai-nilai karakter di tengah laju digitalisasi. Menyeimbangkan kecanggihan teknologi dengan ketegasan moral dan empati adalah kunci utama bagi pendidik masa depan agar tetap relevan dan berdaya guna bagi generasi penerus bangsa.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Tidak hanya konsisten menyasar ribuan siswa, program ini kini mulai memperluas jangkauan manfaatnya hingga mencakup para tenaga pendidik. (9/3/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, program ini kini tidak lagi sekadar berfokus pada kuantitas distribusi, tetapi juga mulai menitikberatkan pada pembenahan efektivitas operasional serta standarisasi mutu makanan di lapangan.

Guru Resmi Masuk Daftar Penerima

Tahun ini menjadi tonggak baru bagi kesejahteraan warga sekolah. Sebanyak 1.000 siswa dan 51 guru kini tercatat sebagai penerima manfaat program. Meski demikian, pihak pelaksana mengakui bahwa distribusi bagi tenaga pendidik masih dalam tahap penyesuaian.

“Ini momen spesial karena guru juga mendapatkan jatah. Namun, kami mengakui belum seluruh guru terdaftar mendapatkan distribusi secara merata di tahap awal ini. Sinkronisasi data terus kami perbaiki agar ke depan seluruh tenaga pendidik dapat terakomodasi,” ujar Kepala SMPN 1 Losari, Brebes, Budi Wahyono, S.Pd., M.M.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Standarisasi Mutu dan Sinergi Dapur

Secara teknis, pihak sekolah berperan sebagai penerima manfaat, sementara operasional dapur berada di bawah kendali pengelola khusus. Untuk menjaga standar kualitas yang seragam, sekolah berperan aktif sebagai pengawas kualitas.

Pihak sekolah menegaskan, setiap masukan mengenai aspek teknis masakan—seperti cita rasa atau tingkat kematangan—langsung dikomunikasikan kepada pengelola dapur. Hal ini menjadi bahan evaluasi harian guna memastikan standar gizi tetap terjaga.

Menu Seimbang dan Apresiasi Siswa

Aspek gizi menjadi prioritas utama dalam program ini. Menu harian disusun dengan komposisi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein hewani (ayam, ikan, dan telur asin), serta pelengkap berupa buah segar dan kudapan.

Respons siswa terhadap kualitas menu sejauh ini cukup positif. Salah satu menu yang menjadi favorit adalah telur asin, yang dinilai memiliki tekstur “masir” dengan kadar garam yang pas. Mayoritas siswa melaporkan kepuasan atas cita rasa makanan yang disajikan secara rutin.

Mitigasi Keterlambatan Distribusi

Meski secara umum berjalan mulus, pihak manajemen menyoroti adanya insiden keterlambatan pengiriman makanan yang sempat terjadi satu kali, di mana makanan tiba setelah jam pulang sekolah.

Menanggapi hal tersebut, pengelola menegaskan bahwa insiden itu merupakan kasus tunggal yang telah dievaluasi secara ketat. Sebagai langkah antisipasi, jadwal memasak dan rute pengiriman kini diperketat agar distribusi selalu selaras dengan waktu istirahat sekolah.

Harapan ke Depan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Konsistensi program selama ini dinilai berhasil membentuk kebiasaan makan sehat di lingkungan sekolah. Kunci keberhasilan ke depan terletak pada komunikasi intensif antara pihak sekolah dan penyedia jasa boga. Sinergi ini diharapkan mampu menjamin kesegaran dan kualitas setiap porsi makanan yang dikonsumsi, baik oleh siswa maupun guru.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Suasana bulan suci Ramadhan di wilayah Kecamatan Banjarharjo tahun ini terasa berbeda dan penuh keberkahan. Hal ini seiring dengan progres signifikan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya yang membawa dampak positif langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di Pasar Banjarharjo.

Penyelesaian infrastruktur jalan rabat beton sepanjang 1,5 kilometer menjadi “napas baru” bagi warga Desa Cikuya. Berkat jalan yang kini mulus, akses transportasi hasil bumi dari Cikuya menuju Pasar Banjarharjo menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Para pedagang sayur dan petani kini dapat mendistribusikan dagangannya untuk kebutuhan sahur dan berbuka warga dengan biaya angkut yang lebih murah.

Dukungan dan Pendapat Camat Banjarharjo, Nanang Raharjo, S.P, SIP, M.H., memberikan dukungan penuh dan apresiasi tinggi terhadap gelaran TMMD ini. Menurutnya, TMMD bukan sekadar membangun fisik, tetapi membangun kehidupan dan masa depan warga.

“TMMD di Desa Cikuya adalah kolaborasi nyata yang menjawab doa dan harapan masyarakat. Kehadiran infrastruktur ini sangat membantu akselerasi potensi lokal dan meningkatkan indeks pembangunan di wilayah kami,” ujar Nanang Raharjo dalam keterangannya saat ditemui media jelang berbuka puasa. Minggu (8/3/2026).

Pengaruh Positif bagi Masyarakat Cikuya, Keberadaan TMMD membawa perubahan nyata dalam berbagai aspek kehidupan warga Cikuya diantaranya Geliat UMKM, Selama Ramadhan, para penjual takjil dan pelaku usaha kecil di Desa Cikuya mengalami peningkatan pendapatan karena kehadiran personel Satgas yang membaur dengan warga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kemudahan Ibadah juga merupakan Keberhasilan program TNI Manunggal Air (penyediaan air bersih) melalui pembangunan bak penampungan memastikan ketersediaan air bersih untuk keperluan wudhu dan ibadah di masjid/mushola selama bulan puasa.

Keamanan dan Kenyamanan Jalan desa yang sebelumnya rusak kini nyaman dilalui, memberikan rasa aman bagi warga yang hendak beraktivitas ke pasar maupun saat melaksanakan salat tarawih.

Kemandirian Ekonomi, salah satunya Ibu rumah tangga kini lebih mandiri menuju sawah atau pasar karena akses jalan yang sudah laik, sehingga membantu roda ekonomi keluarga.

Melalui sinergi antara TNI, Pemerintah Kecamatan, dan masyarakat, TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya benar-benar menjadi kado indah di bulan Ramadhan yang mampu membangkitkan semangat gotong royong dan kesejahteraan rakyat. (Rio/Utsm)

BREBES, DN-II Dalam rangka menyukseskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Sertu Sodikin, melaksanakan patroli Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta Komunikasi Sosial (Komsos) di wilayah Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Minggu (08/03/2026).

Kegiatan ini difokuskan di sekitar lingkungan Markas Koramil 14/Banjarharjo dan menyisir area pembangunan infrastruktur TMMD di Desa Cikuya. Sertu Sodikin menyambangi warga guna memastikan situasi keamanan tetap terjaga selama proses pembangunan berlangsung.

“Patroli ini bertujuan memberikan rasa aman bagi warga serta para personel Satgas yang sedang bekerja di lokasi TMMD. Melalui Komsos, kami juga menyerap aspirasi warga serta memotivasi mereka untuk terus bergotong-royong menyelesaikan target fisik TMMD,” ujar Sertu Sodikin.

Hingga saat ini, program TMMD ke-127 di Desa Cikuya telah menunjukkan progres signifikan, termasuk penyelesaian jalan rabat beton sepanjang 1,5 KM yang kini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh petani setempat.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat Desa Cikuya sangat krusial untuk menjaga hubungan harmonis antara TNI dan rakyat. Selain memantau keamanan, Sertu Sodikin juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, melalui Danramil 14/Banjarharjo, menekankan bahwa stabilitas keamanan di lokasi TMMD adalah prioritas utama agar seluruh agenda, baik fisik maupun non-fisik, dapat rampung tepat waktu dan tepat sasaran.

Dengan patroli dan Komsos yang intensif, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Banjarharjo semakin kokoh, sejalan dengan semangat TMMD untuk mempercepat pembangunan di daerah pelosok.

Perlu diketahui bahwa di TMMD Desa Cikuya ada program unggulan Kasad diantaranya TNI Manunggal Air (Penyediaan Air Bersih) yang menjadi prioritas utama untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami warga Dukuh Cikuya. Satgas TMMD membangun fasilitas bak penampungan air yang kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing) dan mendapatkan apresiasi tinggi dari Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI karena keberhasilannya mencapai target 100 persen. (Rio/Utsm)

BREBES, DN-II Pelaksanaan program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, kini telah memasuki fase akhir. Menjelang upacara penutupan yang direncanakan pada tanggal 11 Maret 2026, kemajuan signifikan terlihat jelas pada sektor infrastruktur fisik yang telah tuntas dikerjakan oleh Satgas bersama warga, Senin (8/3/2026).

Penampakan jalan rabat beton yang menjadi sasaran utama dalam program ini kini telah membentang kokoh membelah pemukiman dan area pertanian. Meski acara serah terima secara resmi tinggal menghitung hari, manfaat dari pembangunan akses jalan tersebut sudah dirasakan langsung dan digunakan secara aktif oleh warga setempat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Pantauan di lokasi menunjukkan perubahan drastis pada mobilitas warga. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, kini telah bertransformasi menjadi jalur mulus yang mempermudah sirkulasi ekonomi dan sosial.

Warga mulai menggunakan jalan rabat beton untuk berbagai keperluan, mulai dari mengantar anak sekolah hingga akses menuju pusat desa.

Para pedagang keliling dan penyedia jasa angkut barang kini dapat menjangkau titik-titik pemukiman dengan lebih cepat dan aman.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Jalan tersebut juga menjadi jalur utama bagi petani untuk memantau lahan pertanian mereka dengan kendaraan bermotor, menggantikan cara lama yang harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati medan rusak.

Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., selaku Dansatgas TMMD, menegaskan bahwa pengerjaan jalan rabat beton ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mengakselerasi pembangunan di wilayah pelosok. Pembangunan infrastruktur ini dirancang untuk memiliki daya tahan jangka panjang guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Cikuya.

Upacara penutupan pada 11 Maret mendatang tidak hanya akan menandai selesainya proyek fisik, tetapi juga dimulainya babak baru bagi masyarakat Cikuya dengan infrastruktur yang lebih representatif. Sinergi antara TNI dan rakyat selama pelaksanaan TMMD diharapkan tetap terjaga melalui pemeliharaan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai secara gotong royong tersebut.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Desa Kedungoleng terus memacu inovasi ekonomi kerakyatan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedung Arta Loka. Terbaru, BUMDes tersebut resmi meluncurkan proyek strategis sektor peternakan dengan sistem penggemukan (fattening) kambing yang berlokasi strategis di depan objek wisata Tirta Husada.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata optimalisasi Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Berbeda dengan sistem pembiakan konvensional, sistem penggemukan dipilih karena siklus perputaran modalnya yang dinilai lebih cepat dan efektif.

Detail Investasi dan Operasional

Program yang dibiayai dari dana desa untuk ketahanan pangan ini menelan total investasi sebesar Rp199.500.000. Pada tahap awal, BUMDes mengelola 100 ekor kambing dengan manajemen pakan terukur dan kandang modern.

Berikut adalah rincian alokasi anggaran proyek:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pengadaan Bibit: Rp70.000.000 (untuk 100 ekor).

Biaya Pakan: Rp42.000.000 (estimasi 7 ton pakan selama 2,5 bulan dengan harga Rp6.000/kg).

Tenaga Pemeliharaan: Rp4.000.000 (insentif pemeliharaan selama masa penggemukan).

Sarana Prasarana: Alokasi sisa digunakan untuk pembangunan kandang modern dan infrastruktur pendukung di lahan depan Pemandian Air Panas Tirta Husada.

Strategi Efisiensi Pakan

Salah satu pengurus BUMDes, Wagyo, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan proyek ini terletak pada efisiensi biaya produksi. Pada tahap awal pakan memang masih membeli, namun kedepannya pihak desa berencana melakukan swadaya produksi.

“Biaya pakan merupakan komponen terbesar. Ke depannya, kami menargetkan pakan bisa ditekan dengan produksi sendiri secara mandiri,” ujar Wagyo saat ditemui di lokasi proyek, Minggu (8/3/2026).

Dampak Sosial dan Ekonomi

Selain mengejar profitabilitas, proyek ini dirancang untuk memberikan multiplier effect bagi warga Desa Kedungoleng, di antaranya:

Lapangan Kerja: Menyerap tenaga kerja lokal sebagai perawat ternak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Edukasi Peternakan: Menjadi pusat pembelajaran teknik peternakan modern bagi warga sekitar.

Pupuk Organik: Pemanfaatan limbah ternak (kohe) untuk mendukung sektor pertanian desa.

Pemerintah Desa Kedungoleng berharap hasil penggemukan ini dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal, terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan pada hari besar keagamaan. Dengan manajemen yang profesional, BUMDes Kedung Arta Loka diproyeksikan menjadi pilar ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Reporter: Teguh

#Desa Kedungoleng
#Ekonomi
#Pemberdayaan
#Masyarakat
#Brebes

BREBES, DN-II Dalam upaya nyata mendukung program swasembada pangan nasional, jajaran jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026. Kegiatan ini dipusatkan di lahan persawahan milik Pemerintah Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes, pada Sabtu (7/3/2026) sore.

Acara ini merupakan bagian dari komitmen besar Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan untuk mengelola lahan produktif di seluruh Indonesia. Langkah ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Brebes, Wurja S.E, Wakapolres Brebes Kompol Purbo Adjar Waskito, S.I.K, M.H., serta perwakilan dari Kodim 0713 Brebes dan DPRD Kabupaten Brebes. Turut mendampingi pula Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri, A.K., serta Kabulog Cimohong, Yuda Oktorisetiadi.

Kehadiran para pejabat daerah ini menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tugas satu instansi, melainkan kerja kolektif antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat petani.

Dalam sambutan Kapolres Brebes yang dibacakan oleh Wakapolres Kompol Purbo Adjar Waskito, ditekankan bahwa Polri menargetkan pemanfaatan satu juta hektar lahan jagung dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kegiatan tanam jagung kali ini merupakan simbol kekuatan kolaborasi antara Polri dengaozn pemerintah daerah, dinas terkait, serta masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus melakukan intervensi nyata agar potensi pertanian di Kabupaten Brebes dapat dimaksimalkan,” ujar Kompol Purbo saat membacakan sambutan.

Program ini juga didukung penuh oleh penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) dan bibit unggul dari Kementerian Pertanian, yang diharapkan dapat memicu semangat kelompok tani lokal untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka.

Prosesi penanaman dilakukan secara simbolis oleh para pejabat yang hadir di atas lahan Desa Wangandalem.

Setelah aksi tanam di lapangan, rombongan mengikuti sesi Zoom Meeting Penanaman Jagung Serentak Kuartal I untuk berkoordinasi langsung dengan tingkat pusat guna memastikan keselarasan program di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Desa Wangandalem, Siswondo, bersama warga masyarakat setempat menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap pendampingan dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan dukungan dari Polres Brebes dapat terus berlanjut hingga masa panen tiba. (Red/Hms)

You cannot copy content of this page