BREBES, DN-II Semangat kebersamaan terpancar nyata di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Pada Kamis (05/03/2026), puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes bersama masyarakat setempat terpantau bahu-membahu mempercepat progres pengaspalan jalan desa.
Pemandangan di lapangan menunjukkan soliditas yang luar biasa. Tidak hanya dari unsur TNI AD, tampak pula personel TNI AL dan aparat kepolisian (Polri) yang melebur menjadi satu bersama warga. Mereka berbagi tugas, mulai dari menyiapkan material hingga meratakan aspal panas di sepanjang jalur penghubung yang menjadi sasaran fisik utama TMMD kali ini.
Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., yang memantau langsung jalannya pekerjaan, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat.
“Akselerasi pembangunan ini bukan hanya soal target waktu, tapi soal bagaimana kita menjaga napas gotong royong. Kehadiran rekan-rekan dari TNI AL dan Polri di sini menunjukkan bahwa sinergitas kita solid demi kepentingan masyarakat,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Kehadiran program TMMD ini membawa angin segar bagi mobilitas ekonomi warga Cikuya. Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, mengungkapkan rasa terima kasih dan harunya melihat antusiasme para prajurit.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kodim 0713/Brebes. Tanpa bantuan Bapak-bapak TNI dan Polisi, mustahil pembangunan jalan ini bisa berjalan secepat ini. Warga sangat senang dan dengan sukarela ikut turun ke lapangan setiap hari,” tutur Sekod.
Pengaspalan jalan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu sebelum penutupan program TMMD, sehingga akses transportasi bagi petani dan anak sekolah di Desa Cikuya dapat segera dinikmati dengan nyaman.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II SMP Negeri 2 Songgom menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kesehatan siswanya selama bulan suci Ramadan. Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah ini memastikan sebanyak 800 siswa serta 61 guru dan karyawan tetap mendapatkan asupan nutrisi yang optimal meski tengah menjalankan ibadah puasa. (4/3/2026).
Penyesuaian Jadwal Selama Ramadan
Berbeda dengan hari-hari biasa, manajemen sekolah melakukan penyesuaian strategi distribusi agar tetap relevan dengan kondisi siswa yang berpuasa. Program MBG dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat, dengan waktu pembagian mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. 
Untuk mengefektifkan logistik dan waktu, pihak sekolah menerapkan kebijakan khusus di akhir pekan.
Senin – Kamis: Distribusi harian sesuai jadwal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jumat & Sabtu: Pelaksanaan untuk hari Sabtu digabungkan atau ‘dirapel’ pada hari Jumat.
Langkah ini diambil agar seluruh warga sekolah tetap menerima hak nutrisi mereka secara merata, mengingat jam operasional sekolah pada akhir pekan cenderung lebih fleksibel.
Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Kepala SMP Negeri 2 Songgom, Santosa, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembagian makanan biasa, melainkan bentuk perhatian serius sekolah terhadap kebugaran fisik dan konsentrasi belajar siswa.
“Kami ingin memastikan bahwa meskipun sedang berpuasa, aktivitas belajar mengajar tidak terganggu karena faktor stamina. Nutrisi yang baik adalah investasi agar siswa tetap fokus dan ceria di kelas,” ujar Santosa.
Program ini pun mendapat apresiasi positif dari para orang tua siswa, yang merasa terbantu dalam memastikan anak-anak mereka mendapatkan asupan tambahan yang bergizi di sela-sela aktivitas sekolah.
Reporter: Teguh
Kota Semarang, DN-II Puncak arus mudik Lebaran 1447 H tahun 2026 diprediksi terjadi dua kali, demikian pula arus baliknya. Menghadapi potensi lonjakan pergerakan masyarakat yang diperkirakan meningkat 1,4 hingga 2,1 persen dibanding tahun 2025, Polda Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk menyiapkan rencana perjalanan dengan matang agar terhindar dari kepadatan pada waktu-waktu puncak.
Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto pada Rabu (4/3/2026) siang di Mapolda Jateng berdasarkan hasil koordinasi lintas sektoral operasi ketupat 2026 yang dipimpin Kapolri pada Senin, (2/3) lalu.
“Diprediksi puncak arus mudik tahun ini terjadi dua kali, yakni pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026,” ujar Kombes Pol Artanto.
Ia menjelaskan, pola dua gelombang ini dipengaruhi oleh kebijakan fleksibilitas waktu kerja serta kecenderungan masyarakat memilih waktu keberangkatan yang berbeda, sehingga pergerakan kendaraan tidak terpusat dalam satu waktu saja. Terkait hal tersebut, ia juga menghimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak awal dan tidak berangkat bersamaan pada waktu puncak. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan bahan bakar terisi penuh sebelum berangkat. Cek saldo E-Toll dan E-Money agar tidak terjadi antrean di gerbang tol,” tegasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain itu, Kabid Humas mengingatkan agar pengemudi menjaga kondisi fisik selama perjalanan, segera manfaatkan rest area atau pos pelayanan untuk beristirahat.
“Utamakan keselamatan berkendara, patuhi rambu-rambu lalu lintas, dan hormati hak sesama pengguna jalan,” tambahnya.
Dalam menghadapi puncak arus tersebut, Polda Jateng telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Personel akan digelar secara maksimal di jalur tol, jalur arteri, serta titik rawan kepadatan dan kecelakaan. Pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu disiagakan untuk memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.
Selain itu, skema rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan ganjil-genap telah disiapkan dan akan diterapkan secara situasional sesuai dengan kondisi arus kendaraan di lapangan.
“Harapan kami, dengan kesiapan personel dan dukungan masyarakat yang disiplin, arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan, sejalan dengan tagline Mudik 2026 yakni Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pungkasnya.
Red/Casroni
BREBES, DN Di tengah himpitan ekonomi, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui skema BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) adalah satu-satunya tumpuan bagi warga kurang mampu. Namun, bagi Pak Sadi di Brebes dan Pak Zainuddin di Nganjuk, “pelampung” tersebut mendadak kempis justru di saat mereka berada di titik nadir.
Antara Persalinan dan Ketidakpastian
Pak Sadi, seorang kuli bangunan asal Desa Kibang, Kecamatan Kersana, Brebes, kini dirundung kecemasan hebat. Seminggu lalu, ia membawa istrinya, Cumairoh, ke Puskesmas Kersana untuk pemeriksaan kehamilan dan kadar Hemoglobin (HB) menjelang persalinan anak kedua.
Bukannya ketenangan yang didapat, Sadi justru terhentak kabar pahit: kartu BPJS PBI miliknya sudah tidak aktif.
“Saya bingung kenapa bisa nonaktif. Tahunya pas di Puskesmas seminggu lalu,” ujar Sadi, Rabu (4/3/2026). Saat mengadu ke pihak desa, ia justru disarankan beralih ke jalur Mandiri. “Penghasilan buruh bangunan tidak tentu. Harapan saya PBI bisa diaktifkan lagi agar istri bisa melahirkan dengan tenang,” keluhnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Nasib Pedagang Es di Kala Ramadan
Kisah serupa dialami Zainuddin (56), warga Desa Tritik, Nganjuk. Pedagang es keliling ini harus menerima kenyataan bahwa kepesertaan BPJS untuk satu keluarganya (5 orang) nonaktif sekaligus. Kondisi ini kian menjepit karena saat ini ia sedang kehilangan penghasilan akibat sekolah tempatnya berdagang libur selama bulan Ramadan.
“Tadi diarahkan pihak desa langsung ke Dinsos untuk aktivasi. Sekarang masih proses verifikasi,” tutur Zainuddin lesu saat mengantre di kantor dinas terkait.
Skrining Data: 100 Ribu Warga Brebes Kehilangan Hak Gratis
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 100.552 warga di Kabupaten Brebes telah dinonaktifkan dari kepesertaan BPJS PBI. Langkah masif ini diambil setelah hasil skrining menunjukkan data mereka masuk dalam kategori Desil 6 hingga 10 (dianggap mampu) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Meski terjadi pengurangan besar, kuota total 1,04 juta jiwa di Brebes tetap terpenuhi karena posisi yang kosong langsung digantikan oleh warga lain yang masuk dalam kategori desil rendah (lebih membutuhkan).
Panduan Reaktivasi: Jalur Darurat bagi Warga Salah Sasaran
Bagi warga yang mengalami inclusion error (tergolong tidak mampu namun justru dinonaktifkan), pemerintah menyediakan jalur reaktivasi khusus, terutama untuk kondisi darurat medis berikut:
Penyakit Katastropik: Gagal ginjal (cuci darah), penyakit jantung, dan kanker.
Penyakit Kronis: Hipertensi berat atau kondisi yang memerlukan rawat inap (opname).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Catatan: Reaktivasi ini bersifat individual, hanya berlaku untuk anggota keluarga yang sedang sakit, bukan untuk seluruh anggota dalam satu Kartu Keluarga (KK).
Alur dan Syarat Administrasi
Warga kini diimbau untuk tidak langsung menyerbu Dinas Sosial jika kondisi tidak mendesak. Proses aktivasi dapat dimulai melalui Operator SIKS-NG di Kantor Desa dengan membawa:
Surat Keterangan Sakit/Rujukan resmi dari Faskes (Puskesmas/RS/Klinik).
Fotokopi KTP.
Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
Fanni, petugas pelayanan Dinsos, mengingatkan pentingnya peran aktif pemerintah desa. Jika operator desa tidak melakukan pemutakhiran data bagi warga yang benar-benar layak namun masuk Desil 6-10, maka dalam enam bulan kartu tersebut akan otomatis nonaktif kembali.
Estimasi Waktu Aktivasi:
Kategori Urgen: Aktif dalam 1×24 jam (H+1).
Kategori Normal: Mengikuti prosedur verifikasi reguler sesuai antrean sistem.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Bidang Pendidikan Non-Formal dan Informal (PNFI) merupakan salah satu pilar krusial dalam mencerdaskan bangsa, terutama dalam menjangkau masyarakat yang tidak tersentuh jalur formal. Di Kabupaten Brebes, amanah besar ini kini berada di bawah kepemimpinan Herkusnadi, S.Pd., selaku Kepala Bidang PNFI pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes. (4/3/2026).
Fokus pada Pemerataan Akses Pendidikan
Sejak mengemban tugas sebagai Kabid PNFI, Herkusnadi dikenal sebagai sosok yang progresif dalam mengawal berbagai program unggulan. Fokus utamanya adalah menekan angka anak tidak sekolah (ATS) melalui optimalisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
“Pendidikan bukan hanya milik mereka yang berada di bangku sekolah formal. Masyarakat yang terkendala ekonomi atau usia tetap memiliki hak yang sama untuk berkembang melalui jalur non-formal,” ujar Herkusnadi dalam sebuah kesempatan.
Transformasi Literasi dan Keterampilan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di bawah arahannya, PNFI Dindikpora Brebes terus berupaya meningkatkan kualitas program Kesetaraan (Paket A, B, dan C). Tidak hanya sekadar mengejar ijazah, Herkusnadi mendorong agar lulusan PNFI memiliki soft skill dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Beberapa capaian yang menjadi sorotan meliputi:
Penguatan PKBM: Mendorong akreditasi lembaga untuk menjamin mutu lulusan.
Sinergi LKP: Memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan industri agar peserta kursus dapat langsung terserap lapangan kerja.
Digitalisasi Data: Memastikan sinkronisasi data Dapodik agar penyaluran bantuan pendidikan tepat sasaran.
Pemimpin yang Turun ke Lapangan
Dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, Herkusnadi seringkali melakukan monitoring langsung ke berbagai desa untuk memastikan program literasi dan kesetaraan berjalan optimal. Dedikasinya terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Brebes menjadi bukti nyata komitmennya sebagai abdi negara.
Melalui kepemimpinan yang humanis namun tegas, Herkusnadi, S.Pd. optimis bahwa sektor pendidikan non-formal akan terus menjadi solusi efektif dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing di Kabupaten Brebes.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Semangat gotong royong dan kedisiplinan prajurit kembali mewarnai pagi di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Sebelum memulai pengerjaan berbagai sasaran fisik, seluruh anggota Satgas mengikuti apel pagi yang digelar di titik sentral pengerjaan, Selasa (03/03/2026).
Apel pagi tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 14/Banjarharjo, Kapten Inf Agus Widodo. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan instrumen penting untuk melakukan koordinasi teknis, pengecekan kekuatan personel, serta memastikan kesiapan alat berat maupun material yang akan digunakan sepanjang hari.
Dalam amanatnya, Kapten Inf Agus Widodo mengajak seluruh personel untuk senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap langkah. Ia menegaskan bahwa beratnya medan pengerjaan hanya bisa diatasi dengan fisik yang prima dan mental yang bersandar pada nilai-nilai spiritual.
“Tugas kita di sini adalah menjalankan amanah masyarakat. Saya minta seluruh anggota mengawali pekerjaan dengan doa. Meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah kunci agar seluruh personel diberikan keselamatan dan kelancaran hingga target pengerjaan tercapai 100 persen,” tegas Kapten Inf Agus Widodo.
Lebih lanjut, Danramil mengingatkan agar para prajurit tetap menjaga etika dan sopan santun selama berada di lingkungan masyarakat. Mengingat para personel Satgas tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga desa, menjaga kepercayaan rakyat adalah hal yang mutlak.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“TMMD bukan hanya soal semen dan aspal. TMMD adalah soal hati. Saya instruksikan kepada seluruh anggota untuk terus menjalin komunikasi yang harmonis dengan warga. Bantu mereka, dengarkan aspirasi mereka, dan tunjukkan bahwa TNI adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat,” tambahnya.
Usai pelaksanaan apel, suasana di lokasi langsung berubah menjadi riuh dengan suara mesin dan dentuman alat pertukangan. Para prajurit Satgas TMMD bersama warga setempat langsung bahu-membahu menuju sasaran fisik, mulai dari pengerasan jalan, pembuatan drainase, hingga rehabilitasi fasilitas umum.
Sinergi yang terbangun sejak pagi hari ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan di wilayah Kabupaten Brebes, khususnya di wilayah pelosok yang menjadi sasaran program. Kehadiran TMMD Reguler ke-127 ini diproyeksikan mampu membuka aksesibilitas ekonomi warga dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, progres pengerjaan di lapangan dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan (on schedule), didukung oleh cuaca yang cukup cerah di wilayah Banjarharjo dan sekitarnya.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Gurauan ringan dan tawa pecah di bawah rimbunnya pohon di pinggir jalan yang sedang dikerjakan dalam program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Suasana akrab ini tersaji saat waktu istirahat pengerjaan pengecoran jalan di wilayah Banjarharjo, Selasa (03/03/2026).
Tanpa sekat protokoler, Danramil 14/Banjarharjo, Kapten Inf Agus Widodo, terlihat duduk bersila di atas rumput bersama anggota Satgas TMMD dan warga setempat yang baru saja berjibaku dengan material semen dan koral. Momen “ngobrol santai” ini menjadi pemandangan menarik yang menunjukkan sisi humanis di balik seragam loreng.
Kapten Inf Agus Widodo mendengarkan langsung aspirasi serta cerita dari warga terkait pembangunan jalan tersebut. Obrolan yang awalnya membahas teknis pengerjaan, perlahan mencair menjadi diskusi hangat tentang kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Istirahat sejenak bukan berarti kita berhenti bekerja, tapi ini adalah waktu terbaik untuk memupuk persaudaraan. Di sini tidak ada komandan atau bawahan, yang ada adalah kita semua bersaudara yang sedang membangun desa ini bersama-sama,” ujar Kapten Inf Agus Widodo di sela percakapan.
Kehadiran Danramil di tengah-tengah kerumunan warga dan anggota Satgas memberikan suntikan semangat tersendiri. Bagi para prajurit, kehadiran pimpinan yang mau “turun ke bawah” dan duduk bersama adalah motivasi besar. Sementara bagi warga, kedekatan ini menghapus kesan kaku terhadap aparat TNI.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Salah satu warga, Pak Sugeng (45), mengaku senang bisa bercengkerama langsung dengan Bapak Danramil. 
“Baru kali ini saya bisa ngopi bareng Pak Danramil di pinggir jalan yang kami bangun sendiri. Rasanya capek jadi hilang karena beliau orangnya asyik dan mau mendengar cerita kami orang kecil,” ungkap Sugeng dengan senyum sumringah.
Kegiatan pengecoran jalan ini merupakan salah satu sasaran fisik utama dalam TMMD Reguler ke-127. Dengan dibangunnya akses jalan yang layak, diharapkan denyut nadi ekonomi masyarakat Desa Banjarharjo dan sekitarnya akan semakin kencang.
Kapten Inf Agus Widodo menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat adalah roh dari program TMMD. Melalui momen istirahat seperti inilah, kemanunggalan itu benar-benar dirasakan secara nyata, lebih dari sekadar tumpukan material bangunan.
Usai obrolan santai dan tegukan kopi terakhir, para personel Satgas dan masyarakat kembali bangkit dengan semangat baru untuk melanjutkan pekerjaan pengecoran, mengejar target penyelesaian agar manfaat jalan segera bisa dirasakan oleh seluruh warga.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan perhatian besar pada kualitas kesehatan sumber daya manusia di lokasi sasaran. Pada Selasa (03/03/2026), Satgas TMMD melaksanakan kegiatan non-fisik berupa layanan Posyandu bagi remaja di Dukuh Cikuya, Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara TNI, tenaga medis dari Puskesmas Banjarharjo, dan perangkat kesehatan desa guna memastikan para generasi muda di wilayah tersebut tumbuh dengan kondisi fisik yang prima.
Dalam layanan Posyandu Remaja ini, para remaja di Dukuh Cikuya mendapatkan serangkaian pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:
Pengukuran Fisik: Cek berat badan, tinggi badan, dan pengukuran lingkar pinggang.
Pemeriksaan Medis: Pengecekan tekanan darah (tensi) dan pengecekan kadar gula darah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bidan Desa Cikuya, Siti Maryam, Amd.Keb., bersama perwakilan dari Puskesmas Banjarharjo, Maliha, Amd.Keb., terjun langsung memimpin jalannya pemeriksaan medis. Kehadiran tenaga profesional ini memastikan setiap remaja mendapatkan diagnosis dan saran kesehatan yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan mereka. 
Turut hadir mendampingi jalannya kegiatan, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman. Kehadiran Babinsa di lokasi tidak hanya untuk memastikan ketertiban, tetapi juga memberikan motivasi kepada para remaja agar lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.
“Kesehatan remaja adalah investasi masa depan desa. Melalui kegiatan non-fisik TMMD ini, kami ingin memastikan bahwa pemuda-pemudi di Desa Cikuya tidak hanya memiliki fasilitas jalan yang bagus, tapi juga tubuh yang sehat dan kuat,” ujar Serka Sagiman di sela-sela kegiatan pendampingan.
Antusiasme remaja Dukuh Cikuya sangat tinggi mengikuti rangkaian pemeriksaan ini. Selain mendapatkan data kesehatan pribadi, mereka juga diberikan edukasi mengenai pola hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak menular di masa mendatang.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan masyarakat desa secara berkelanjutan, sejalan dengan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam program TMMD Reguler ke-127.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Senyum sumringah terpancar dari wajah Pak Warto (57), seorang pedagang sayur yang setiap harinya setia menggelar dagangan sayuran segar di dekat Balai Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Baginya, Selasa (03/03/2026) bukan sekadar hari pasar biasa, melainkan simbol harapan baru bagi kemajuan desa yang telah ia tinggali selama puluhan tahun.
Di sela-sela melayani pembeli, Pak Warto mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas pelaksanaan program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang tengah berlangsung di desanya. Sebagai masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari sirkulasi ekonomi desa, ia merasakan betul betapa pentingnya pembangunan infrastruktur bagi kelangsungan usahanya.
Menurut Pak Warto, kehadiran TNI melalui program TMMD adalah jawaban atas penantian panjang warga Desa Cikuya akan akses yang lebih baik.
“Saya sangat bangga dan bersyukur desa kami mendapat bantuan sebesar ini. Sebagai pedagang kecil, bantuan seperti TMMD ini sangat kami butuhkan. Kalau jalan bagus dan desa maju, pembeli jadi ramai, dan saya pun lebih mudah mengambil pasokan sayur dari petani,” ujar Pak Warto dengan penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa program ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga memberikan rasa diperhatikan bagi warga pelosok seperti dirinya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mendengar aspirasi positif dari warga, Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Ambariyantono, S.Hub.Int., menegaskan bahwa esensi utama dari TMMD adalah menyentuh langsung sendi-sendi kehidupan masyarakat bawah.
Letkol Inf Ambariyantono menyampaikan bahwa setiap tetes keringat prajurit di lapangan didedikasikan untuk orang-orang seperti Pak Warto—para pejuang ekonomi keluarga yang membutuhkan dukungan infrastruktur.
“Tujuan kami berada di sini adalah untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Pernyataan Pak Warto adalah bukti bahwa TMMD tepat sasaran. Kami ingin dengan akses jalan yang lebih baik, perputaran ekonomi pedagang kecil dan petani di Desa Cikuya bisa meningkat drastis,” tegas Letkol Inf Ambariyantono.
Program TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes ini terus fokus pada sasaran fisik seperti pengerasan jalan dan renovasi infrastruktur umum. Diharapkan, setelah seluruh proyek rampung, Desa Cikuya tidak lagi terisolasi secara ekonomi, sehingga pedagang sayur seperti Pak Warto dapat menikmati hasil pembangunan dalam jangka panjang.
Kemanunggalan antara TNI dan rakyat di lokasi TMMD ini membuktikan bahwa pembangunan yang paling berhasil adalah pembangunan yang mampu menerbitkan senyum dan rasa syukur di hati masyarakatnya.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Isu profesionalisme birokrasi di tingkat desa kembali menjadi sorotan. Dua oknum perangkat desa di Desa Keradenan, Kecamatan Kersana, diduga kuat membagi fokus kerja mereka dengan menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta, MBG Keradenan. (3/3/2026).
Kedua oknum tersebut adalah Muksin yang menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan, dan Ropi yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus). Keterlibatan mereka di sektor swasta ini memicu kekhawatiran warga terkait optimalisasi pelayanan publik di balai desa.
Pengakuan Rekan Kerja: “Habis Istirahat, Langsung Pulang”
Kabar mengenai aktivitas ganda ini dikonfirmasi oleh Kaur Perencanaan Desa Keradenan, Zahirin. Saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Zahirin membenarkan bahwa kedua rekannya tersebut memang lebih banyak menghabiskan waktu di lokasi perusahaan MBG.
“Kalau masalah status karyawan resmi atau tidak, saya kurang tahu karena itu urusan SK. Tapi yang saya tahu, mereka memang fokus mengurusi di sana (MBG Keradenan),” ungkap Zahirin.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Zahirin membeberkan pola kerja kedua oknum tersebut yang dinilai tidak lazim bagi pelayan publik. Menurutnya, Muksin dan Ropi kerap meninggalkan kantor desa saat matahari baru mencapai puncaknya.
“Biasanya masuk hanya sampai jam 12.00 siang. Habis istirahat langsung pulang atau pergi ke sana. Kecuali ada pelayanan yang sangat mendesak, baru bisa sampai sore. Tapi itu pun tidak tentu,” tambahnya.
Lokasi Perusahaan dan “Misi” Rahasia
Zahirin menjelaskan bahwa lokasi MBG Keradenan memang cukup strategis dan dekat dengan kantor desa, tepatnya di area perempatan ke arah kiri, di depan kediaman Pak Lode. Saat ditanya mengenai peran spesifik keduanya, Zahirin hanya menyebut mereka terlibat aktif dalam upaya “mensukseskan” program perusahaan tersebut tanpa merinci detail teknisnya.
Menabrak Etika dan Aturan Pelayanan Publik
Keterlibatan perangkat desa dalam entitas bisnis swasta di tengah jam kerja aktif berpotensi melanggar regulasi mengenai disiplin perangkat desa. Secara aturan, Pamong Desa diwajibkan memberikan pelayanan penuh sesuai jam kerja yang telah diatur oleh pemerintah daerah.
Hingga berita ini dipublikasikan, baik Muksin maupun Ropi belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi resmi terkait status ganda mereka dan bagaimana pertanggungjawaban mereka terhadap gaji serta tunjangan yang bersumber dari uang negara.
Reporter: Teguh
