Beranda » brebes » Halaman 74

brebes

BREBES, DN-II Kabar gembira bagi warga Kabupaten Brebes yang berencana mengakhiri masa lanjangnya. Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes menyelenggarakan program Nikah Gratis dengan fasilitas yang melimpah.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar memfasilitasi administrasi pernikahan, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi pasangan baru untuk memulai hidup mandiri. Acara puncak rencananya akan dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Brebes pada Kamis, 15 Januari 2026 mendatang.

Fasilitas Lengkap bagi Pengantin

Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Tahroni, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas menarik untuk memanjakan para calon pengantin, di antaranya:

Layanan Antar-Jemput: Calon pengantin akan dijemput dari rumah menuju lokasi acara di MPP Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Rias Pengantin (MUA): Disediakan tenaga ahli rias agar pengantin tampil maksimal di hari bahagia.

Bantuan Modal Usaha: Setiap pasangan akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 2.000.000 dari Baznas.

Legalitas Usaha & Kependudukan: Bagi pengantin yang memiliki usaha akan langsung mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha). Selain itu, pasangan langsung menerima KTP dan KK dengan status terbaru, serta bingkisan menarik lainnya.

Ketentuan Wilayah Selatan

Khusus bagi calon pengantin yang berdomisili di wilayah selatan (Kecamatan Tonjong, Sirampog, Bumiayu, Paguyangan, Bantarkawung, dan Salem), fasilitas antar-jemput akan dikoordinasikan oleh pihak Kecamatan atau Desa setempat.

Jadwal dan Pendaftaran

Masyarakat yang berminat diharapkan segera mendaftarkan diri melalui KUA setempat dengan memenuhi persyaratan administrasi pernikahan yang berlaku. Berikut adalah detail kegiatannya:

Hari/Tanggal: Kamis, 15 Januari 2026

Waktu: 09.00 WIB s.d. Selesai

Lokasi: MPP Kabupaten Brebes

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kontak Informasi: Didah Mardiatin S. SE (082135388650)

“Program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menjalankan ibadah pernikahan sekaligus meringankan beban ekonomi mereka di hari spesial tersebut,” tulis pernyataan resmi Sekretariat Daerah.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Suasana jalan sehat di Komplek Islamic Center Brebes mendadak riuh oleh gelak tawa. Bukan karena insiden, melainkan aksi teatrikal jenaka antara seorang perawat bernama Purnomo dan “pasien”-nya, Jono, yang sukses mengocok perut warga hingga pejabat Forkopimda yang hadir. (11/1/2026).

Meskipun tampil dengan gestur layaknya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), aksi Jono dan Purnomo ini bukan sekadar hiburan kosong. Di balik banyolan segar mereka, terselip pesan edukasi yang mendalam tentang bahaya narkoba dan kesehatan mental.

Edukasi Dibalut Komedi

Dialog dimulai saat Purnomo, yang bertindak sebagai MC, menyapa warga Brebes yang antusias mengikuti jalan sehat. Ia kemudian membandingkan kesehatan warga dengan kondisi Jono yang tampak “nyeleneh.”

“Harusnya yang mengisi acara ini orang-orang sehat kayak masyarakat Brebes!” seloroh Purnomo.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tak mau kalah, Jono langsung menimpali dengan percaya diri, “Lho, aku ya sehat!” yang seketika memicu tawa penonton.

Kekocakan berlanjut saat Jono mengaku memiliki menu sarapan yang tidak lazim, mulai dari telur semut (kroto) hingga cairan pembasmi serangga. Meski memancing tawa, dialog ini menjadi pintu masuk bagi pesan utama mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan menjauhi zat berbahaya.

Sentilan Bahaya Narkoba

Di tengah keriuhan, suasana sempat berubah serius saat Jono meneriakkan slogan antinarkoba. Ketika ditanya rahasia agar tetap sehat seperti warga lainnya, Jono menjawab dengan lantang.

“Jauhi Narkoba!” seru Jono disambut tepuk tangan riuh, termasuk dari Kapolres Brebes yang turut menyaksikan aksi tersebut.

Purnomo kemudian menambahkan informasi layanan publik bagi masyarakat. “Bagi panjenengan (anda) semua yang membutuhkan Surat Keterangan Bebas Narkoba, bisa langsung mengurusnya dengan mudah di Satuan Reserse Narkoba Polres Brebes,” ujarnya mengedukasi warga.

Minta Jadi Adik Angkat Pj Bupati

Puncak kemeriahan terjadi saat Jono ditantang menyebutkan nama pemimpin daerah Brebes. Dengan gaya khasnya yang lugu, Jono mengaku sangat mengenal Pj Bupati Brebes, Iwanuddin Iskandar (atau dalam konteks ini disebut Ibu Yumita sebagai tokoh yang hadir).

“Siapa nama Bupati Brebes?” tanya Purnomo.

“Ibu Yumita namanya. Izin, Bu… mau punya adik Jono nggak, Bu?” tanya Jono dengan muka polos, yang langsung disambut tawa lepas oleh para tamu undangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Aksi kreatif ini membuktikan bahwa penyampaian pesan kamtibmas dan sosialisasi program pemerintah tidak harus kaku. Melalui pendekatan seni teatrikal dan komedi, pesan moral jauh lebih mudah diterima dan membekas di ingatan masyarakat.

Reporter: Teguh

BREBES DN-II Puncak peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes berlangsung meriah dengan digelarnya Jalan Sehat dan Senam Massal di Alun-alun Brebes, Minggu (11/1/2026). Momentum ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional 2026.

Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, hadir langsung membuka acara didampingi jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Brebes dan Kepala BNN Kota Tegal. Di hadapan ribuan warga, Bupati yang akrab disapa Mitha ini menekankan pentingnya sinergi kolektif antara pemerintah dan masyarakat.

Filosofi “Brebes Beres”

Mengangkat tema “Satukan Langkah untuk Brebes Beres”, Bupati menjelaskan bahwa visi tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan sebuah seruan untuk bertindak nyata (call to action).

“Jalan sehat dan senam massal ini adalah simbolisme pembangunan. Brebes hanya bisa ‘Beres’ jika kita melangkah dalam ritme yang sama, saling mendukung, dan menjaga harmoni satu sama lain,” ujar Mitha di sela-sela kegiatan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Memperkuat Fondasi dari Desa

Sejalan dengan spirit Hari Desa Nasional yang mengusung semboyan “Desa Mandiri, Indonesia Maju”, Paramitha menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi pembangunan dari level akar rumput.

Menurutnya, desa merupakan pilar utama kemajuan daerah. “Kami berkomitmen penuh pada penguatan SDM dan ekonomi kreatif di desa. Jika desanya mandiri dan produktif, maka Kabupaten Brebes secara otomatis akan jauh lebih kuat,” tegasnya.

Perang Melawan Narkoba

Tak hanya fokus pada kesehatan fisik, Bupati juga menyoroti aspek kesehatan sosial, khususnya ancaman narkoba. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sosialisasi program “Kampung Tangguh Bersinar” (Bersih Narkoba) yang digagas bersama Polres Brebes.

Suasana sempat mencair saat Bupati melakukan interaksi spontan dengan peserta melalui kuis edukatif mengenai bahaya narkotika. Hal ini dilakukan untuk menguji sejauh mana pemahaman warga terhadap ancaman barang haram tersebut.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan keterlibatan Duta Anti Narkoba, kita ingin memastikan generasi muda Brebes tumbuh sehat, berprestasi, dan bersih dari narkoba,” imbuhnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh peserta.

Geliat Ekonomi Rakyat

Kemeriahan acara ditutup dengan pelepasan peserta jalan sehat yang memperebutkan berbagai hadiah menarik. Selain aspek olahraga, gelaran ini juga menjadi ajang promosi bagi pelaku UMKM lokal. Puluhan stan UMKM berjajar di sekitar Alun-alun, menciptakan perputaran ekonomi langsung di tengah perayaan Hari Jadi.

Hadirnya ribuan warga ini diharapkan tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi pemantik semangat baru dalam membangun Kabupaten Brebes yang lebih sejahtera dan tertata.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Kemeriahan peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes mencapai puncaknya dengan semangat pola hidup sehat dan komitmen pemberantasan narkotika. Ribuan warga memadati area Islamic Center Brebes untuk mengikuti jalan sehat dan senam massal, sekaligus menjadi saksi pengukuhan garda terdepan penyelamat generasi muda, Minggu (11/1/2026).

Acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini mengusung tema “Satukan Langkah untuk Brebes Beres”. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah, S.H., S.I.K., M.I.R., M.I.P., Ketua Bhayangkari Cabang Brebes, Kepala BNN Kota Tegal, serta jajaran Forkopimda.

Tiga Pelajar Resmi Jadi Duta Anti Narkoba

Momen krusial dalam acara ini adalah pengumuman hasil seleksi ketat Duta Anti Narkoba Polres Brebes. Setelah menyisihkan 19 finalis pada malam pemilihan, Sabtu (10/1), tiga pelajar terpilih resmi diperkenalkan kepada publik:

Nasya (SMKN Muhammadiyah Paguyangan)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Rafi (SMA Negeri 1 Salem)

Nisha (SMKN 1 Brebes)

Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa para duta ini bukan sekadar gelar seremonial. “Tugas mereka adalah menjadi garda terdepan untuk mengedukasi rekan sebaya dan masyarakat. Mereka harus berani bersuara dan mengajak lingkungan melawan peredaran gelap narkoba,” tegas Kapolres di hadapan peserta.

Komitmen Kampung Tangguh Bersinar

Selain pengukuhan duta, kegiatan ini meresmikan pencanangan Kampung Tangguh Bersinar (Bersih Narkoba). Kapolres mengingatkan bahwa narkoba adalah ancaman nyata yang dapat menghancurkan masa depan dalam sekejap.

“Sekali terjebak, dampaknya sangat sulit dipulihkan. Jangan pernah mencoba karena masa depan adalah taruhannya. Jauhi narkoba, sayangi keluarga dan diri kalian sendiri,” tambahnya.

Pesan ini terasa kian mendesak menyusul adanya laporan dari masyarakat, termasuk keberanian seorang siswa SMP, Sua Garcia, yang mengungkap indikasi peredaran obat terlarang di kawasan Pasar Induk. Hal ini menjadi pengingat bagi pihak berwenang dan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan di titik-titik keramaian.

Sinergi Desa dan Kabupaten

Peringatan HUT Brebes tahun ini juga menekankan visi “Desa Mandiri, Indonesia Maju”. Pemerintah Kabupaten Brebes berkomitmen memperkuat sumber daya manusia dan ekonomi desa agar menjadi fondasi pembangunan yang kuat, aman, dan produktif.

Kemeriahan ditutup dengan pembagian berbagai doorprize menarik dan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Brebes. Gemuruh yel-yel khas warga menutup rangkaian acara dengan penuh optimisme.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Brebes Berhias? Beres!” seru ribuan warga serempak.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Atmosfer kompetisi Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes 2026 mencapai puncaknya. Aula Islamic Center Brebes menjadi saksi bisu ketatnya sesi tanya jawab krusial, di mana ketangkasan berpikir dan kedalaman visi para finalis diuji langsung oleh panelis berkompeten, Sabtu (10/01/2026) malam.

Salah satu momen paling ikonik terjadi saat Azmi Majid, Ketua Sepakat Brebes Bermartabat sekaligus tokoh pegiat sosial, melontarkan pertanyaan strategis kepada Fajar, finalis unggulan dari Universitas Harkat Negeri (UHN) yang tampil menonjol di atas panggung.

Aturan Ketat: Satu Menit Penentu Nasib

Ketegangan menyelimuti panggung saat panitia memberlakukan regulasi ketat: setiap finalis hanya diberikan durasi 60 detik untuk menjawab. Tantangan semakin berat karena panelis tidak akan mengulang pertanyaan, menuntut konsentrasi penuh dan kecakapan komunikasi dari setiap peserta.

Azmi Majid dan ketua kadin Brebes Indra Kusuma, hadir  sebagai panelis.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Visi Kebijakan: Program wajib apa yang akan diinisiasi di institusi pendidikan jika finalis memiliki otoritas sebagai pengambil kebijakan?

Edukasi Karier: Bagaimana strategi konkret menjelaskan korelasi negatif penyalahgunaan narkoba terhadap prospek karier generasi muda di masa depan?

Jawaban Lugas Berbasis Digital

Meski berada di bawah tekanan waktu, Fajar berhasil memukau hadirin dengan jawaban yang taktis dan visioner. Ia mengusulkan integrasi kurikulum anti-narkoba berbasis ekosistem digital di sekolah-sekolah, serta pendekatan persuasif mengenai “catatan hitam” kriminalitas yang dapat memutus mata rantai impian karier seseorang.

“Jawaban yang disampaikan Fajar sangat lugas dan menyentuh substansi. Ia memahami bahwa langkah konkret harus dimulai dari penguatan di lingkungan pendidikan dan kesadaran akan masa depan,” puji Azmi Majid saat ditemui usai sesi penjurian.

Sinergi Lintas Sektor Perangi Narkoba

Kegiatan yang dinakhodai oleh Heru Irawan, S.H, M.M. ini bukan sekadar ajang kompetisi kecantikan atau bakat, melainkan simbol sinergi tokoh masyarakat Brebes dalam memerangi narkotika.

Dukungan nyata terlihat dari kehadiran tokoh-tokoh penting. Selain Indra Kusuma dan Azmi Majid, nampak hadir perwakilan pengusaha nasional H. Muhadi Setiabudi yang diwakili oleh Mey, General Manager Grand Dian Hotel.

Kehadiran para tokoh lintas sektor ini menegaskan komitmen kolektif untuk membentengi wilayah Brebes dari peredaran gelap narkoba. Diharapkan, duta yang terpilih nantinya mampu menjadi agent of change yang membawa pesan preventif secara segar dan efektif bagi Milenial dan Gen Z.

Usai melewati fase eliminasi yang sengit ini, para finalis dijadwalkan akan melaju ke Malam Grand Final yang akan diselenggarakan di Gedung Islamic Centre Brebes sebagai penentu siapa yang layak menyandang gelar Duta Anti Narkoba 2026.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes, Polres Brebes sukses menggelar Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Tahun 2026. Acara yang berlangsung meriah ini digelar di Gedung Serbaguna Islamic Centre Brebes, Sabtu malam (10/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, bersama jajaran Forkopimda, termasuk Sekda Brebes Dr. Tahroni, yang mewakili Bupati Brebes, serta Kepala BNN Kota Tegal Kunarto.

Dalam sambutannya, Sekda Brebes Dr. Tahroni menegaskan bahwa pemilihan duta ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan langkah konkret dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di kalangan milenial.

“Para finalis adalah harapan dan teladan. Kalian bukan hanya membawa nama diri sendiri, tapi membawa pesan besar tentang hidup sehat dan produktif tanpa narkoba. Jadilah agen perubahan yang menginspirasi lingkungan dengan cara yang santun,” ujar Dr. Tahroni.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengungkapkan keprihatinannya terhadap transformasi modus peredaran narkoba saat ini. Menurutnya, sekitar 77% sasaran narkoba adalah usia produktif dan pelajar.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Pencegahan narkoba adalah tugas bersama. Duta Anti Narkoba yang terpilih nantinya memiliki tugas berat sebagai agen perubahan untuk menyuarakan bahaya narkoba kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di wilayah hukum Polres Brebes,” tegas Kapolres.

Suasana gedung semakin semarak dengan penampilan Guest Star *Richie (eks Five Minutes) yang menghibur sekitar 100 hadirin dan pendukung finalis.

Kehadiran Ipda Purnomo (Polisi Baik) dari Polres Lamongan sebagai Duta Kemanusiaan juga memberikan inspirasi tersendiri bagi para peserta.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat terhadap 19 finalis, dewan juri menetapkan pemenang Duta Anti Narkoba Polres Brebes 2026 sebagai berikut:

Juara 1: Syifa Aulia Riana (SMK Muhammadiyah Paguyangan). Juara 2 M. Rifa Robani (SMA N 1 Salem) dan
Juara 3 Nasya Najmi Tartila (SMK N 1 Brebes)

Gelaran ini berjalan aman dan kondusif. Sebanyak 40 personel gabungan dari berbagai satuan Polres Brebes dan Kodim 0713/Brebes disiagakan di lokasi hingga acara usai pada pukul 23.00 WIB.

Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto, turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Polres Brebes. “Ini langkah cerdas. Penindakan saja tidak cukup, perlu deteksi dini dan edukasi melalui rekan sebaya seperti para duta ini agar pesan pencegahan lebih mudah diterima masyarakat,” pungkasnya. (Red/Hms)

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran gelap narkotika dengan menggelar Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Islamic Centre Brebes, Sabtu (10/1/2026) malam ini, menjadi panggung bagi generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan zat terlarang.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, termasuk perwakilan Kapolres Brebes, perwakilan Kajari, perwakilan Dandim, serta tokoh masyarakat terkemuka seperti H. Ridhohukam dan H. Indra Kusuma, S.Sos. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh lintas sektor terhadap gerakan anti-narkotika di Kota Bawang.

Apresiasi Kolaborasi dan Visi Visioner

Mewakili Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini, khususnya peran aktif kepolisian dan instansi terkait.

“Kegiatan ini sangat luar biasa. Sinergi yang digagas Kapolres Brebes menunjukkan visi yang tajam dan jiwa muda yang visioner. Sosok beliau menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus bersemangat menjaga daerah ini dari ancaman narkoba,” ujar Dr. Tahroni dalam sambutannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Benteng Moral bagi Pemuda Brebes

Dalam pesannya, Dr. Tahroni menekankan bahwa pemilihan duta ini bukan sekadar ajang unjuk bakat atau kontes kecantikan, melainkan sebuah gerakan moral dan kultural yang mendalam. Mengingat posisi strategis Brebes, kerentanan generasi muda terhadap pengaruh narkoba menjadi perhatian serius pemerintah.

“Narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa. Seringkali pintu masuknya dimulai dari hal kecil, seperti merokok di usia dini. Di sinilah peran orang tua dan lingkungan sangat vital untuk menjaga anak-anak kita agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran setan tersebut,” tegasnya.

Misi ‘Memviruskan’ Kebaikan

Pemerintah Kabupaten Brebes menaruh harapan besar agar para finalis dan pemenang mampu menjadi agent of change (agen perubahan). Mereka diharapkan mampu ‘memviruskan’ semangat positif dan pola hidup sehat kepada rekan sebaya (peer group) di seluruh pelosok Brebes.

“Kehancuran suatu bangsa dimulai ketika generasi mudanya kehilangan arah moral. Melalui ajang ini, kita berkomitmen mencetak ‘Insan Kamil’—manusia yang hebat, tangguh, dan berakhlak mulia demi kemajuan bangsa,” pungkas Dr. Tahroni.

Acara puncaknya dimeriahkan dengan sesi unjuk bakat dan orasi kreatif dari para finalis yang memperebutkan gelar Duta Anti Narkoba 2026. Para pemenang nantinya akan mengemban tugas sebagai edukator dan inspirator bagi kaum milenial dan Gen Z di Kabupaten Brebes selama satu tahun ke depan.

Reporter: Teguh

KERSANA, DN-II Gelaran pemilihan Duta Anti Narkoba tingkat kabupaten/provinsi semakin memanas. Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah Keysha Navila Maulana, perwakilan berbakat dari SMA Negeri 1 Kersana. (10/1/2026).

Dukungan masif pun mengalir deras dari rekan-rekan sekolahnya. Dalam sebuah kesempatan, para pendukung SMAN 1 Kersana hadir memberikan semangat langsung untuk siswi yang akrab disapa Caca tersebut. Meskipun harus bersaing ketat dengan 12 kontestan unggulan lainnya, para pendukung tetap optimis Keysha mampu membawa pulang gelar juara.

“Kami yakin Keysha bakal menang karena dia punya persiapan yang sangat matang dan dedikasi yang tinggi,” ujar salah satu perwakilan pendukung dengan penuh semangat.

Harapan dan Doa untuk “Caca”

Suasana penuh keceriaan menyelimuti barisan pendukung. Mereka tidak hanya membawa semangat, tetapi juga doa agar proses penilaian berjalan lancar. Keysha diharapkan mampu memberikan performa terbaik di hadapan dewan juri dan menyampaikan pesan edukatif mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda secara efektif.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Harapan kami, semoga Caca bisa menang, prosesnya lancar di sana, dan tentunya mendapatkan nilai yang positif dari dewan juri. Amin!” tambah mereka.

Keikutsertaan Keysha dalam ajang ini diharapkan tidak hanya sekadar mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMAN 1 Kersana lainnya untuk terus berprestasi dan menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes mengambil langkah progresif dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika dengan memperkuat ketahanan komunitas (community resilience). Melalui ajang Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes 2026, generasi muda kini diposisikan sebagai pionir sekaligus benteng pertahanan utama di lingkungan masyarakat.

Puncak acara yang digelar di Gedung Islamic Centre Brebes, Sabtu (10/1/2026) malam, menjadi simbol perlawanan kolektif terhadap ancaman narkoba yang kian mengkhawatirkan di kalangan usia produktif.

Strategi Preemtif: Menyasar Akar Masalah

Dalam sambutannya, perwakilan penyelenggara, Lilik Ardhiansyah, S.H., S.I.K., M.I.R., M.I.P., mengungkapkan data krusial mengenai sasaran peredaran barang haram tersebut.

“Sebanyak 77 persen sasaran narkoba adalah usia produktif antara 15 hingga 24 tahun. Ini artinya, anak-anak kita yang duduk di bangku sekolah adalah target utama. Kita tidak lagi hanya bicara penindakan, tapi menyembuhkan dari akarnya melalui pola preventif dan preemtif,” tegas Lilik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa mayoritas kasus penyalahgunaan bermula dari tekanan teman sebaya atau sekadar “ikut-ikutan”. Oleh karena itu, kehadiran Duta Anti Narkoba diharapkan mampu menjadi endorser dan influencer positif yang memberikan edukasi dengan bahasa yang lebih diterima oleh rekan sebaya mereka.

Ancaman ‘Genocide Slow Motion’

Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni. Pemerintah Kabupaten Brebes memperingatkan bahwa narkoba adalah bentuk Genocide Slow Motion atau pembunuhan karakter bangsa secara perlahan namun pasti. Jika tidak dicegah secara masif, kualitas sumber daya manusia Brebes di masa depan akan terancam.

Ketua Panitia Pelaksana, Heru Irawan, S.H., M.M., menjelaskan bahwa sinergi antar elemen masyarakat adalah kunci. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Sekda Brebes, Kasdim, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala BNN wilayah Tegal-Brebes, serta tokoh masyarakat seperti Ketua Sepakat Brebes Bermartabat, Azmi Asmuni Majid, S.TP.

Harapan Baru bagi Brebes

Acara yang berlangsung meriah tersebut diwarnai dengan yel-yel penuh semangat: “Brebes Beres, Brebes HP (Hati-hati Pergaulan), Bebas Narkoba!” yang menggema di seluruh ruangan.

Dengan terpilihnya Duta Anti Narkoba ini, Kabupaten Brebes optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman. Para duta terpilih nantinya akan mengemban tugas berat untuk mensosialisasikan bahaya narkoba ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda di pelosok Brebes.

“Ini adalah tanggung jawab kolektif. Orang tua, sekolah, dan pemerintah harus bersinergi demi menyelamatkan masa depan bangsa,” pungkas perwakilan penyelenggara dalam penutupan acara.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkotika di wilayah Jawa Tengah memasuki babak baru. Melalui pengukuhan Duta Anti Narkoba Tahun 2026, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal resmi memperkuat sinergi lintas daerah demi memutus rantai peredaran gelap di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Acara puncak pemilihan yang digelar di Gedung Islamic Centre Brebes, Sabtu (10/12026), menjadi momentum penting bagi penguatan advokasi pencegahan narkoba. Kepala BNN Kota Tegal, AKP Yunarto, menegaskan bahwa kehadiran para duta ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret menciptakan agen perubahan.

Kolaborasi Strategis Lintas Wilayah

Salah satu poin krusial dalam gerakan ini adalah rencana kolaborasi intensif antara Duta Anti Narkoba Kabupaten Brebes dengan mitra mereka di Kabupaten Tegal. Langkah ini bertujuan untuk mensinkronkan program kerja agar jangkauan edukasi lebih luas.

“Kami akan memfasilitasi komunikasi antara Duta Anti Narkoba dari kedua kabupaten. Tujuannya jelas: sinkronisasi program kerja. Dengan bergerak bersama, edukasi kepada pelajar dan mahasiswa akan jauh lebih efektif dan masif,” ujar AKP Yunarto dalam sambutannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia mengakui bahwa amanah yang dipikul para duta tidaklah ringan. Namun, para finalis terpilih diharapkan mampu menjadi role model yang nyata dalam mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba di lingkungan pendidikan.

Apresiasi Langkah Proaktif Pemerintah dan Polri

Selain peran pemuda, AKP Yunarto juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Brebes dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes. Secara khusus, ia menyoroti peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes yang dinilai sangat progresif.

“Kesbangpol sangat aktif melakukan pembinaan hingga ke tingkat desa. Ini adalah langkah jemput bola yang luar biasa dalam menutup celah peredaran narkoba yang kini mulai merambah wilayah pedesaan,” tambahnya.

Melalui integrasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan peran aktif generasi milenial, wilayah Brebes dan sekitarnya ditargetkan mampu bertransformasi menjadi Zona Hijau Bebas Narkoba.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page