Kuningan, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus secara resmi membuka Retret Pejabat Administrator Kabupaten Kuningan di Ballroom Arya Kemuning, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (6/2/2026). Dalam acara tersebut, Wiyagus menekankan pentingnya seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan untuk bersinergi dalam mewujudkan visi misi kepala daerah setempat.
“Retret juga bagian dari membentuk superteam ya, untuk mencapai visi dan misi Bapak Bupati tentunya. Sebagai bagian dari visi-misi Bapak Presiden Prabowo tentunya,” ujar Wiyagus.
Ia menambahkan, pelaksanaan retret sangat penting dalam membangun keselarasan visi misi pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, kegiatan tersebut berperan dalam memperkuat harmonisasi pusat dan daerah, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.
Dalam kesempatan itu, Wiyagus mengungkapkan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Pengembangan SDM, kata dia, menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Melalui berbagai program dan kebijakan, Indonesia bertekad menciptakan SDM berdaya saing global, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Lebih lanjut, Wiyagus menjelaskan bahwa dalam mengimplementasikan kebijakan terdapat sejumlah tantangan yang menjadi kendala, termasuk bagi Pemkab Kuningan. Oleh karena itu, penting bagi daerah untuk menerapkan kebijakan berbasis kondisi masing-masing daerah. Di sisi lain, dari segi pengelolaan keuangan daerah, pemerintah melakukan penyesuaian alokasi dana transfer ke daerah sebagai bagian dari konsolidasi fiskal nasional. Hal ini dapat menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, di sini pemerintah daerah dituntut untuk mampu mengelola APBD secara efektif dan berkualitas, dengan menetapkan skala prioritas belanja, mengoptimalkan pendapatan asli daerah, serta mendorong inovasi pembiayaan melalui kerja sama dengan swasta dan optimalisasi BUMD,” jelas Wiyagus.
Ia menambahkan, dalam menghadapi berbagai tantangan, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi sangat penting. Hal ini terbukti melalui kolaborasi yang optimal, pemerintah pusat dan daerah berhasil menekan angka inflasi agar lebih terkendali. Begitu pula saat terjadinya pandemi Covid-19 yang mampu diatasi melalui kerja keras pusat dan daerah. Wiyagus berharap, pemerintah daerah, termasuk Pemkab Kuningan, dapat menyambut sekaligus mendukung program prioritas Presiden yang tertuang dalam Asta Cita. Dengan begitu, program tersebut diyakini mampu mendorong kesejahteraan rakyat. 
“Kami berharap seluruh Pemda dapat menyambut dan mengimplementasikan program-program ini secara bersungguh-sungguh, terencana, kemudian juga berkelanjutan. Hal ini menjadi kunci agar kehadiran negara melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” tandas Wiyagus.
Untuk diketahui, usai membuka retret tersebut, Wiyagus menyambangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kasturi di Kabupaten Kuningan. Wiyagus mengecek langsung proses pembuatan sekaligus distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usai menyambangi SPPG, Wiyagus beranjak menuju Sekolah Rakyat yang berlokasi di SMP Negeri 6 Kuningan. Di sekolah tersebut, Wiyagus berinteraksi dengan para guru dan siswa. Ia juga menyaksikan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara antusias oleh guru dan siswa.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuningan.
Red
PATI, DN-II Putusan perkara dugaan penipuan nomor 179/Pid.B/2025/PN Pti di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Pati memicu gelombang tanya. Terdakwa Utomo bin Muhammad Lanjimin kembali divonis bebas oleh Majelis Hakim dengan alasan Ne Bis In Idem. Putusan ini memantik kecurigaan publik, terutama pihak korban, Siti Fatimah Al Zana Nur Fatimah, yang merasa keadilan sedang dipermainkan. (7/2/2026).
Perbedaan Objek yang Diabaikan?
Majelis Hakim dalam amar putusannya menyatakan bahwa perkara ini tidak dapat dituntut kembali karena subjek dan objeknya dianggap sama dengan perkara yang telah inkrah sebelumnya. Namun, argumentasi ini berbenturan keras dengan kajian penyidik kepolisian, ahli pidana, hingga kejaksaan.
Berdasarkan fakta persidangan, terdapat perbedaan fundamental pada objek perkara:
Kasus 2023: Terkait cek kosong dalam sengketa perbekalan kapal (Utomo sempat bebas di PN Pati, namun divonis 8 bulan penjara di tingkat Kasasi MA).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kasus 2026: Terkait dugaan penggelapan saham kapal dan surat kesepakatan palsu dengan kerugian mencapai Rp1,75 miliar.
Muncul pertanyaan besar: Mengapa hakim mengategorikan dua objek hukum yang berbeda ini sebagai satu kesatuan (Ne Bis In Idem)?
Kejanggalan di Ruang Sidang
Penulis mencatat sejumlah anomali selama proses persidangan berlangsung:
Restriksi Peliputan: Meski sidang dinyatakan terbuka untuk umum, terdapat larangan ketat bagi awak media untuk merekam suara maupun video. Hal ini dinilai bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi dan UU Pers No. 40 Tahun 1999.
Misteri Masker Ketua Majelis: Di saat pandemi telah usai, Ketua Majelis Hakim secara konsisten menutup wajahnya dengan masker, sementara anggota hakim dan panitera lainnya tidak. Secara non-verbal, mimik wajah adalah bagian dari transparansi dan kewibawaan seorang hakim dalam berkomunikasi di ruang sidang.
Akselerasi Sidang: Menjelang putusan, intensitas sidang meningkat drastis dari satu kali seminggu menjadi tiga kali seminggu. Kesan “terburu-buru” ini membuat pihak keluarga korban seringkali tertinggal dalam mengikuti proses pembuktian.
Prediksi “Bebas” yang Terbukti
Kejanggalan paling mencolok adalah munculnya desas-desus di lingkungan Lapas dan pihak keluarga terdakwa yang jauh-jauh hari mengklaim bahwa Utomo akan segera bebas kembali. Jika informasi ini sudah bocor sebelum ketok palu, maka integritas kerahasiaan putusan patut dipertanyakan.
“Hukum seolah menjadi barang mainan. Jika benar Ne Bis In Idem, mengapa berkas ini sejak awal lolos di tahap P-21 kejaksaan hingga diterima oleh PN Pati? Apakah berkas baru dipelajari saat ‘angin’ tertentu mulai masuk?” pungkas sumber di lapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penutup
Kini, harapan terakhir korban bersandar pada langkah hukum Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan upaya hukum yang lebih tinggi (Kasasi). Publik menanti, apakah hukum di Pati akan benar-benar tegak, atau justru menjadi panggung bagi mereka yang pandai mencari celah di balik masker dan jubah hitam.
Opini Oleh:
Muryanto, CPP
Komisaris PT Suara Persada Mediatama
BREBES, DN-II Alun-Alun Brebes tampak berwarna cokelat tua dan muda. Ratusan anggota Pramuka Siaga berkumpul dengan semangat tinggi dalam gelaran Pesta Siaga Tingkat Bina Wilayah (Binwil) Pekalongan. Acara ini menjadi ajang pembuktian kreativitas dan kedisiplinan bagi para tunas muda dari berbagai daerah di eks-Karesidenan Pekalongan. (7/2/2026).
Abdul Qodir, salah satu pendamping dari kontingen Brebes, Sabtu 7 Pebruari 2026 menyatakan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah silaturahmi antarwilayah. Peserta yang hadir merupakan perwakilan terbaik dari:
Kabupaten Brebes (Tuan Rumah)
Kabupaten Tegal & Kota Tegal
Kabupaten Pekalongan & Kota Pekalongan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kabupaten Batang
Perjalanan Menuju Binwil
Kabupaten Brebes sendiri mengirimkan tiga perwakilan terbaiknya yang telah lolos seleksi ketat di tingkat kwartir cabang (Kwarcab). Ketiga sekolah tersebut adalah:
Juara 1: Utusan dari Kecamatan Salem.
Juara 2: MIN Wanasari.
Juara 3: SD Negeri Tengki 01 Brebes.
“Alhamdulillah, SD Negeri Tengki 01 sebagai Juara 3 di tingkat kabupaten diberikan kepercayaan untuk ikut memeriahkan Pesta Siaga tingkat Binwil ini. Kami sudah melalui proses panjang, mulai dari seleksi di Kwarran hingga kompetisi di SMP Negeri 4 Larangan sebelumnya,” ujar Abdul Qodir saat ditemui di lokasi acara.
Lebih dari Sekadar Ekstrakurikuler
Dalam kompetisi ini, para peserta wajib menuntaskan delapan komponen lomba yang dirancang untuk menguji ketangkasan, spiritualitas, hingga kerja sama tim. Abdul Qodir menekankan bahwa persiapan timnya telah dilakukan secara maksimal demi memberikan penampilan terbaik.
Menepis anggapan bahwa Pramuka hanya kegiatan “hura-hura”, ia menegaskan pentingnya nilai edukasi dalam kepanduan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Pramuka itu bagian dari pembelajaran ekstrakurikuler wajib dalam Kurikulum Merdeka. Kami mengikutsertakan anak-anak bukan untuk foya-foya, melainkan melaksanakan ketentuan kepramukaan yang berlaku. Ini adalah pengalaman berharga bagi mental dan karakter anak-anak ke depan,” tegasnya.
Meski kompetisi berlangsung sengit, semangat sportivitas tetap menjadi yang utama. Pihak kontingen Brebes berharap hasil terbaik bagi para peserta, namun yang terpenting adalah proses pembelajaran dan pengalaman yang didapatkan oleh para siswa di lapangan.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Di tengah teriknya matahari yang menyengat kawasan Alun-Alun Brebes, sosok wanita paruh baya dengan ramah melayani antrean pembeli. Ia adalah Mama Eka, seorang perantau asal Baturaja, Palembang, yang telah mendedikasikan 15 tahun hidupnya sebagai penjual es buah di pusat keramaian kota bawang tersebut.
Bagi Mama Eka, Alun-Alun Brebes bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan saksi bisu perjuangannya menghidupi keluarga sejak belasan tahun silam.
Bergantung pada Restu Alam
Menjalani profesi sebagai penjual minuman segar membuat bisnis Mama Eka sangat bergantung pada kondisi langit. Cuaca adalah penentu utama dapur tetap mengepul.
Saat Musim Panas: Menjadi berkah luar biasa. Mama Eka mengaku omzetnya bisa melonjak drastis. “Kalau panas, Alhamdulillah. Paling banyak pernah tembus Rp1 juta sehari,” ungkapnya dengan wajah berseri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Saat Musim Hujan: Menjadi tantangan tersendiri. Namun, dalam kondisi sepi pun, ia mengaku masih bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.
“Namanya kita bersyukur saja apa yang didapat. Yang penting tidak hujan, insyaAllah ada saja yang beli,” tuturnya bijak.
Adaptasi Budaya: Dari Ogan ke Tanah Jawa
Meski kini fasih melayani pembeli di Jawa Tengah, Mama Eka sebenarnya berasal dari Baturaja, Sumatera Selatan daerah yang dikenal dengan industri semennya. Ia menetap di Brebes mengikuti sang suami yang merupakan warga lokal.
Perbedaan bahasa menjadi tantangan awal yang ia rasakan. Dari keseharian menggunakan Bahasa Ogan, kini ia terbiasa dengan dialek Ngapak khas Brebesan. Meski ada perbedaan budaya yang kontras, ia mengaku merasa kerasan dan nyaman tinggal di sana.
Sederhana dan Bersahaja
Rutinitas Mama Eka dimulai sejak pukul 12.00 WIB hingga waktu Magrib. Kesederhanaannya terlihat dari cara ia berdagang; ia tidak menggunakan fasilitas listrik karena selalu mengakhiri lapaknya sebelum hari gelap. Tidak ada biaya sewa tempat yang memberatkan, hanya komitmen untuk terus konsisten hadir menyegarkan dahaga warga Brebes.
Kisah Mama Eka adalah potret nyata kegigihan seorang ibu dalam menjaga asa di perantauan, setetes demi setetes, melalui segelas es buah yang ia sajikan setiap hari.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Pengelolaan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu dan honorer di tingkat Sekolah Dasar terus menjadi perhatian publik, terutama menyangkut kepastian sumber anggaran gaji. Di Kota Pekalongan, skema penggajian tenaga tersebut kini menemui titik terang dengan dialihkan sepenuhnya ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tanpa lagi membebani Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SD Kraton Kota Pekalongan, Moh. Ali Junaidi, S.Pd.SD, saat ditemui awak media di sela-sela kegiatannya di Alun-Alun Kabupaten Brebes baru-baru ini. Ia mengungkapkan bahwa di instansi yang dipimpinnya, terdapat tiga orang tenaga paruh waktu yang kesejahteraannya kini dijamin langsung oleh pemerintah kota.
“Setahu saya, mulai Januari ini penggajian sudah menggunakan APBD. Tidak lagi melibatkan anggaran internal sekolah atau dibebankan ke Dana BOS,” ungkap Moh. Ali Junaidi.
Kebijakan Daerah Sebagai Penentu
Menanggapi dinamika di daerah lain—seperti di Kabupaten Brebes yang masih dalam tahap penyesuaian sumber pendanaan—Ali Junaidi menjelaskan bahwa hal tersebut sangat bergantung pada kebijakan teknis masing-masing kepala daerah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Meskipun regulasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersifat nasional, eksekusi anggaran di lapangan sangat ditentukan oleh kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita harus memahami bahwa kebijakan teknis di tiap daerah bisa berbeda. Semua dikembalikan ke kebijakan daerah masing-masing sesuai kekuatan PAD-nya. Apakah daerah tersebut mampu mengalokasikan anggaran untuk tenaga paruh waktu atau tidak, itulah yang menjadi pembeda,” tambahnya.
Honorer: Tulang Punggung Administrasi Sekolah
Lebih lanjut, Ali Junaidi menekankan betapa krusialnya peran tenaga honorer dan paruh waktu dalam ekosistem pendidikan. Baginya, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar sekolah yang krusial dalam menyokong beban kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia merinci beberapa peran strategis mereka, di antaranya:
Efisiensi Administrasi: Menangani tugas administrasi kesiswaan yang kompleks sehingga wali kelas bisa fokus pada kegiatan belajar mengajar.
Optimalisasi Kinerja: Menutup celah kekurangan personel akibat terbatasnya jumlah PNS di sekolah.
Sinergi Operasional: Menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif melalui pembagian tugas yang lebih merata.
Harapan Peningkatan Kesejahteraan
Menutup perbincangan, Kepala SD Kraton ini berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, terus meningkatkan perhatian terhadap nasib tenaga non-ASN.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Harapan kami, tenaga paruh waktu maupun honorer bisa terus diperhatikan kesejahteraannya. Secara realita, tanpa bantuan mereka, kinerja PNS akan sangat berat. Mereka adalah bagian dari keluarga kami yang saling bahu-membahu menuntaskan tugas di sekolah,” pungkasnya. (7/2/2026).
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Suasana Sekretariat Komunitas Otomotif di Kecamatan Wanasari tampak berbeda pada Sabtu pagi (7/2/2026). Tidak ada deru mesin yang bising, yang terdengar justru gelak tawa dan diskusi hangat antara para pecinta otomotif dengan jajaran Satlantas Polres Brebes.
Dalam balutan suasana kekeluargaan, Kanit Kamsel Satlantas Polres Brebes yang dipimpin Aiptu Destian beserta anggota menyambangi para pegiat otomotif ini untuk mensosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026. Pertemuan ini bukan sekadar urusan kedinasan, melainkan ajang “ngopi bareng” untuk membangun kesadaran kolektif tentang keselamatan di jalan raya.
Personel dilapangan menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 15 Februari 2026 ini memiliki misi kemanusiaan yang mendalam.
“Kami hadir di sini karena sayang. Kami ingin setiap anggota komunitas bisa pulang ke rumah menemui keluarga dengan selamat,” ujar Kanit Kamsel di sela-sela obrolan.
Dalam dialog tersebut, petugas mengajak para anggota komunitas untuk menjadi role model bagi masyarakat Brebes. Poin-poin pelanggaran seperti penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, hingga knalpot yang tidak sesuai standar didiskusikan dengan cara yang persuasif.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus edukasi meliputi: Pentingnya helm SNI dan safety belt sebagai pelindung nyawa. Bahaya berkendara di bawah pengaruh alkohol dan aksi balap liar. Serta komitmen bersama untuk tidak melawan arus demi keselamatan bersama.
Lebih dari sekadar mematuhi aturan, Satlantas Polres Brebes mengajak para pecinta otomotif untuk menjadi “duta keselamatan”.
Harapannya, semangat tertib lalu lintas ini bisa ditularkan mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, teman, hingga saudara.
“Jika komunitas otomotif sudah tertib, masyarakat luas akan sungkan untuk melanggar. Mari kita ubah mindset bersama demi mewujudkan Zero Accident di wilayah Brebes,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif di Kota Bawang. 
Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolres Brebes melalui Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq memberikan penegasan mengenai target besar yang ingin dicapai dalam operasi tahun ini.
“Tujuan utama kami dalam operasi keselamatan candi 2026 yaitu dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas”, ujar Kasat Lantas.
Ditambahkan bahwa pelibatan komunitas otomotif merupakan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Brebes.
“Dengan merangkul komunitas di Wanasari, kami berharap muncul pionir-pionir keselamatan yang mampu memengaruhi masyarakat luas. Jika angka pelanggaran menurun, secara otomatis angka fatalitas kecelakaan juga akan berkurang. Itulah esensi dari Zero Accident yang kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Red/Hms
Brebes, DN-II Dalam rangka mempersiapkan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0713/Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes. Rabu(4/2/2026)
Rapat Koordinasi yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Beoto, S.E., M.Si., Perwakilan Forkopimda Kabupaten Brebes, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Tim Upacara, Tim Kesehatan, Tim Fisik, Tim Non Fisik, Forkopimca Banjarharjo, serta Pemerintah Desa Cikuya. 
Dalam kesempatan tersebut Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Broto, menyampaikan Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis dan teknis dalam mendukung kelancaran upacara pembukaan maupun seluruh rangkaian kegiatan fisik dan nonfisik TMMD Reguler Ke 127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
“Sinergi dan komitmen seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program TMMD, sebagai upaya mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.” Ucap Dandim.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai aspek penting mulai dari kesiapan infrastruktur, pelibatan masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga program-program pemberdayaan masyarakat yang akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan fisik.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan TMMD Reguler Ke 127 Tahun 2026 dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cikuya. (Red/Pen0713)
Jateng, DN-II Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung kondisi pengungsi dan lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Jumat (06/02/2026).
Dalam kunjungannya, Wapres meminta warga untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah masing-masing karena kondisi tanah yang masih labil dan sangat berbahaya. Wapres secara khusus meminta agar kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta kaum difabel terpenuhi dengan layak, termasuk ketersediaan tim medis dan obat-obatan selama 24 jam.
Selain itu, Wapres juga memberikan jaminan kepada warga yang kehilangan dokumen penting seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, maupun Kartu Keluarga (KK). Wapres menginstruksikan jajaran terkait untuk memproses dokumen pengganti dengan cepat.
Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan bahwa pemerintah daerah memastikan warga yang saat ini mengungsi akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dengan hunian yang telah disiapkan pemerintah.
Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa tercatat sebanyak 464 rumah terdampak dan sebanyak 2.426 jiwa mengungsi di empat posko utama. Ischak menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan rencana relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil dan aman. (*)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sumber: BPMI Setwapres
#KemensetnegRI
#RilisWakilPresiden
SEMARANG, DN-II Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya percepatan penanganan isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur pada Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 sekaligus Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027, yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jum’at (6/2/2026).
Hadir Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tegal, M. Ismail Fahmi.
Menurut Gubernur, Musrenbang Provinsi menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota guna mewujudkan pembangunan Jawa Tengah yang berkelanjutan dan inklusif.
Oleh karena itu, Jawa Tengah harus menjadi pelopor dalam menciptakan gerakan nasional lingkungan yang aman, bersih, dan sehat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Pembersihan sampah harus dilakukan secepatnya. Kita harus menciptakan gerakan nasional aman dan bersih. Selain itu, bupati dan wali kota harus mengintegrasikan proyek strategis nasional agar pembangunan pusat linier dengan daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti target swasembada pangan tahun 2026, optimalisasi potensi pangan daerah, stabilisasi harga bahan pokok menjelang bulan puasa melalui pembentukan Satuan Tugas Pangan, serta menindaklanjuti arahan Presiden terkait penertiban spanduk dan baliho ilegal agar tidak merusak estetika lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memaparkan kondisi makro ekonomi Jawa Tengah yang menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,37 persen, berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 5,11 persen, serta menempati posisi tertinggi kedua secara nasional.
“Angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 9,39 persen, atau berkurang sekitar 21 ribu jiwa,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan masih terdapat sejumlah isu strategis yang perlu mendapat perhatian, antara lain menurunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan, belum optimalnya kualitas hidup dan daya saing sumber daya manusia, serta masih rendahnya kesejahteraan masyarakat.
Adapun prioritas pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 difokuskan pada peningkatan tata kelola pariwisata, penguatan perekonomian yang berdaya saing dan inklusif, serta pengembangan SDM yang berkarakter dan kompetitif.
Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto, S.H. menegaskan bahwa forum Musrenbang ini sangat menentukan arah pembangunan tahun 2027 yang mulai dirancang sejak tahun ini.
“Tahun 2027 merupakan tahun krusial, yaitu tahun kedua pelaksanaan RPJMD. Kita harus memperkuat kesiapsiagaan, termasuk dalam penanggulangan dan pencegahan bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan DPRD Jawa Tengah berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah provinsi dalam memastikan kebijakan yang disusun mampu menjawab permasalahan masyarakat, dengan prioritas pada sektor pariwisata dan ekonomi syariah, akselerasi ekonomi berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pemerataan wilayah, serta ketahanan lingkungan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan. Ia menegaskan arahan Presiden agar program cek kesehatan gratis terus diperkuat, meskipun capaian Jawa Tengah sudah cukup baik.
“Pendidikan juga harus menjadi perhatian serius karena masih tingginya angka putus sekolah di Jawa Tengah. Selain itu, koperasi Merah Putih perlu difasilitasi dengan digitalisasi agar lebih terintegrasi dan berdaya saing,” ujarnya.
Di tingkat nasional, Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah pada Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Iwan Kurniawan menyampaikan arahan penyusunan RKPD 2027 yang menekankan penguatan substansi dokumen perencanaan serta pengawalan program strategis nasional.
“RKPD harus mampu mengendalikan dan mengevaluasi capaian sasaran RPJMD secara efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Indonesia Barat, Direktorat Perencanaan Pembangunan Nasional (PTPN) Bappenas Bernard Jayadi menjelaskan arah kebijakan fiskal tahun 2027 yang dirancang lebih ekspansif dan terukur guna mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan industrialisasi, dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal.
Ia juga menyampaikan sejumlah upaya transformasi super prioritas pembangunan Jawa Tengah tahun 2027, di antaranya pengembangan kawasan metropolitan industri, kawasan swasembada pangan, air dan energi, pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta kawasan komoditas unggulan.(* Bim )
SMPN 1 Rambang Kuang Resmi Melantik Pengurus OSIS Periode 2026/2027
RAMBANG KUANG, WWW.DETIK-NASIOANAL.COM // SMPN 1 Rambang Kuang sukses melaksanakan upacara pelantikan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk masa bakti periode tahun 2026/2027. Kegiatan khidmat ini berlangsung pada hari Kamis (15/01/2026) dan dipusatkan di lapangan utama SMPN 1 Rambang Kuang dengan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf kependidikan.
Pelantikan kepengurusan OSIS yang baru ini dihadiri dan dilantik langsung oleh Kepala SMPN 1 Rambang Kuang, Darmansyah, M.Pd. Prosesi dimulai dengan pembacaan surat keputusan kepala sekolah mengenai susunan pengurus baru, yang dilanjutkan dengan pengambilan sumpah janji jabatan di hadapan seluruh peserta upacara sebagai bentuk komitmen menjalankan amanah.
Dalam suasana yang penuh semangat, dilakukan pula prosesi serah terima jabatan dari pengurus OSIS periode sebelumnya kepada pengurus yang baru. Penyerahan bendera pataka OSIS menjadi simbol beralihnya tongkat estafet kepemimpinan dan tanggung jawab organisasi kepada putra-putri terbaik sekolah yang telah terpilih melalui proses seleksi yang ketat.
Darmansyah, M.Pd dalam amanatnya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus OSIS lama atas dedikasi dan kontribusi mereka selama satu tahun terakhir. Beliau berharap agar segala pengalaman organisasi yang telah didapatkan dapat menjadi bekal berharga bagi pengembangan diri mereka di masa yang akan datang.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepada pengurus OSIS periode 2026/2027 yang baru dilantik, Darmansyah, M.Pd berpesan agar mereka mampu menjadi teladan bagi siswa lainnya dalam hal kedisiplinan dan prestasi. Beliau menekankan pentingnya kerja sama tim serta inovasi dalam menyusun program kerja yang dapat mengharumkan nama baik SMPN 1 Rambang Kuang.
Upacara pelantikan ini ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para guru dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sejarah sekolah. Dengan resminya pelantikan ini, diharapkan pengurus OSIS yang baru dapat segera menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan dan kreativitas siswa di lingkungan sekolah.
REPORT : JULIYAN
