Beranda » Jawa Tengah » Halaman 134

Jawa Tengah

BREBES, DN-II Guna memastikan keamanan masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melakukan peninjauan langsung di Obyek Wisata Pantai Randusanga Indah (Parin), Kabupaten Brebes, Kamis (25/12/2025) sore.

Dalam pengecekan di Pos Pengamanan (Pospam) tersebut, Kapolres tidak hanya memantau personel, tetapi juga turun langsung berpatroli menyusuri bibir pantai dengan berjalan kaki. Sambil menyapa para wisatawan, AKBP Lilik memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan diri dan keluarga saat berwisata di air.

“Kami mengimbau pengunjung untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan kondisi ombak. Jangan berenang terlalu ke tengah, dan yang paling utama, awasi anak-anak dengan ketat agar tidak lepas dari jangkauan,” ujar AKBP Lilik Ardhiansyah di sela-sela patrolinya.

Selain kepada pengunjung, Kapolres juga melakukan koordinasi intensif dengan pengelola wisata dan pelaku usaha penyedia jasa perahu. AKBP Lilik menegaskan agar seluruh penyedia jasa wisata memastikan standar keselamatan, seperti ketersediaan pelampung dan sarana prasarana pendukung terpenuhi demi mencegah kecelakaan laut.

Ditambahkan, kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif Polres Brebes dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang menikmati libur panjang.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah mencegah terjadinya kecelakaan laut maupun gangguan kamtibmas. Kami ingin memastikan situasi di seluruh obyek wisata di Brebes tetap aman dan kondusif selama musim liburan ini,” pungkas Kapolres. (Red/Hms).

BREBES, DN-II Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Brebes sejak Kamis (25/12/2025) sore, menyebabkan kawasan Alun-Alun Brebes dan sekitarnya terendam banjir. Ketinggian air yang mencapai lebih dari 30 cm memaksa para pedagang menutup lapak lebih awal dan membuat sejumlah kendaraan roda dua mogok.

Pedagang Mengeluh, Drainase Diduga Tersumbat

Hujan lebat yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut dengan cepat menggenangi titik-titik vital. Selain kawasan Alun-Alun, air juga merendam area Pendopo Kabupaten dengan ketinggian semata kaki, serta sejumlah ruas jalan di Kelurahan Pasarbatang.

Bambang, salah satu pedagang makanan di Alun-Alun, mengaku terpaksa menutup warungnya karena air naik begitu cepat hingga setinggi lutut orang dewasa.

“Mending tutup saja, kalau banjir begini tidak ada pembeli yang mampir,” keluhnya pada Kamis malam.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kondisi ini sempat dikeluhkan warga yang menduga buruknya sistem drainase dan tumpukan sampah menjadi penyebab air tidak mengalir lancar. Akibatnya, lalu lintas di pusat kota sempat tersendat karena banyak pengendara motor yang mogok saat mencoba menerjang genangan.

Respons Cepat DPU Brebes

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes langsung menerjunkan tim untuk melakukan penanganan darurat. Kepala Bidang Cipta Karya DPU Brebes, Idrus, menjelaskan bahwa intensitas hujan kali ini memang sangat ekstrem sehingga melampaui kapasitas drainase yang ada.

“Hujan kali ini sangat deras, kapasitas drainase tidak mampu menampung debit air yang masuk secara mendadak. Padahal, baru saja kami lakukan pengurasan saluran beberapa waktu lalu,” ungkap Idrus.

Untuk mempercepat penyurutan air, DPU mengoperasikan enam unit pompa air berkapasitas besar. Pompa-pompa tersebut bekerja ekstra mendorong genangan air menuju Sungai Pemali.

“Semua titik banjir sebenarnya sudah kami normalisasi dan pompa dalam kondisi standby. Dengan bantuan pompa ini, air didorong langsung ke Sungai Pemali agar aktivitas warga kembali normal,” tambahnya.

Kondisi Terkini: Air Sudah Surut

Berkat upaya penyedotan intensif, genangan air di kawasan Alun-Alun dan Pendopo dilaporkan mulai surut total pada Jumat (26/12/2025) dini hari.

“Jumat pagi sekitar pukul 12.30 WIB, air sudah surut sepenuhnya. Kami tetap bersiaga memantau kondisi cuaca dan kesiapan saluran drainase,” pungkas Idrus.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Jateng, DN-II Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri acara Perayaan Natal Bersama umat Kristiani Kota Salatiga yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Gereja-gereja Salatiga (BKGS) di Lapangan Pancasila (Alun-alun Salatiga), Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (25/12/2025).

Dalam acara tersebut, Wapres menyampaikan rasa syukur dapat hadir dan merayakan Natal Bersama di Kota Salatiga yang dikenal sebagai kota dengan tingkat toleransi tinggi. Wapres juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo dan harapan semoga Natal tahun ini membawa berkah bagi semua.

Wapres juga mengapresiasi peran Pemerintah Kota Salatiga serta seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Sebagai wujud kepedulian, Wapres pun mengajak umat Kristiani mendoakan saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana, seraya menegaskan pentingnya solidaritas lintas daerah dan keyakinan sebagai nilai kemanusiaan bersama.

Red

Sumber: BPMI Setwapres

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

#KemensetnegRI
#RilisWakilPresiden

BANYUMAS, DN-II Suasana damai dan penuh sukacita mewarnai perayaan Natal di wilayah Kabupaten Banyumas. Prajurit jajaran Korem 071/Wijayakusuma melaksanakan pengamanan di sejumlah titik ibadah dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kamis (25/12/2025).

Salah satu lokasi pengamanan berada di Gereja Katedral Raja yang beralamat di Desa Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Kehadiran TNI bersama Polri dan unsur terkait menjadi wujud nyata komitmen negara dalam menjamin kebebasan beribadah serta menjaga kerukunan antar umat beragama.

Romo Gereja Katedral Raja, Martinus Ngarlan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, TNI, Polri, serta organisasi kemasyarakatan yang telah bersinergi menjaga keamanan selama ibadah Natal.

Ia berharap kebersamaan dan toleransi antar umat beragama yang telah terjalin dengan baik dapat terus terjaga di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Terima kasih atas pengamanan yang diberikan. Semoga kerukunan umat beragama semakin kuat dan bangsa ini selalu diliputi kedamaian,” kata Romo.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ungkapan syukur datang dari Ivan, warga Desa Arca Winangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Menurutnya perayaan Natal tahun ini berlangsung penuh sukacita dan kegembiraan berkat pengamanan yang optimal dari TNI, Polri, dan instansi pemerintah lainnya.

“Kami merasa terlindungi, aman, dan nyaman saat beribadah. Suasananya sangat menenangkan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Devi, salah satu jemaat wanita, yang mengapresiasi dukungan pengamanan sehingga ibadah Natal dapat dijalani dengan penuh suka cita dan riang gembira.

Pengamanan Nataru yang dilakukan secara humanis ini tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga memperkuat pesan persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Banyumas. (Penrem071/WK)

Red

Brebes, DN-II Ketua Yayasan SMP Al-Mustofa, Muhammad Tangguh Bari, melayangkan protes keras terkait beredarnya video bermuatan asusila yang menyeret nama institusinya. Pihaknya menduga telah terjadi fitnah yang dilakukan oleh oknum siswa dari sekolah lain untuk mencoreng reputasi SMP Al-Mustofa. (25/12/2025).

Kronologi Dugaan Fitnah

Berdasarkan keterangan Muhammad Tangguh Bari, informasi ini bermula dari laporan para guru yang menemukan narasi menyesatkan terkait sebuah video “tidak pantas” yang beredar luas.

Dalam narasi yang disebarkan, pemeran perempuan dalam video tersebut dituding sebagai siswi SMP Al-Mustofa. Sementara itu, pemeran pria diduga merupakan alumni dari SMP Negeri 2 Bumiayu.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada oknum siswa yang sengaja menyebarkan konten tersebut dengan keterangan yang tidak benar. Ini adalah fitnah yang sangat keji,” ujar Tangguh dalam keterangannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Identitas Terduga Penyebar

Pihak yayasan mengidentifikasi bahwa penyebar awal konten fitnah tersebut diduga adalah dua orang siswa dari salah satu sekolah negeri berinisial A dan R. Tangguh menyayangkan sikap pihak sekolah yang bersangkutan karena dinilai tidak responsif saat diajak berkoordinasi.

“Kami sudah mencoba menghubungi kepala sekolah yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik, namun laporan kami terkesan disepelekan,” lanjutnya.

Aduan Kepada Pemerintah Daerah

Merasa tidak mendapat keadilan, Muhammad Tangguh Bari pun menyampaikan keluhannya secara terbuka kepada jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, hingga Sekretaris Daerah (Sekda).

Tangguh menegaskan bahwa sebagai sekolah swasta kecil, pihaknya merasa sering mendapat perlakuan tidak adil. Ia berkomitmen untuk membawa kasus ini ke jalur hukum jika tidak ada tindak lanjut nyata.

“Mengapa kami selalu merasa ‘diinjak-injak’? Kami ingin melakukan perlawanan karena jika dibiarkan, reputasi sekolah kami akan hancur. Seolah-olah siswa kami pelakunya, padahal itu sama sekali bukan siswa kami,” tegas Tangguh.

Pihak Yayasan SMP Al-Mustofa menuntut adanya klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka untuk membersihkan nama baik sekolah demi masa depan para siswa dan kepercayaan masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni 

BREBEB, DN-II Kebijakan sejumlah sekolah di wilayah Brebes yang kerap menggelar kegiatan outing class atau study tour ke luar kota kembali memicu polemik. Di saat momen libur sekolah, SMA 1 Brebes diketahui melaksanakan kegiatan ke Bali, sementara SDN 4 Tengki mengadakan perjalanan ke Yogyakarta dan Candi Prambanan.

Langkah ini memicu kritik tajam dari masyarakat. Selain dinilai memberatkan wali murid di tengah kondisi ekonomi yang sulit, kebijakan ini dianggap tidak sejalan dengan upaya penguatan sektor pariwisata lokal demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kurangnya Empati di Tengah Himpitan Ekonomi

Tangguh Bahari, salah seorang tokoh masyarakat Brebes, menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, sekolah seolah menutup mata terhadap daya beli masyarakat yang sedang menurun akibat lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Harga kebutuhan pokok seperti telur dan sayuran melonjak. Di tengah situasi sulit ini, sekolah justru memaksakan kegiatan ke luar kota dengan biaya tinggi. Ini jelas menunjukkan kurangnya empati terhadap kondisi wali murid,” ujar Tangguh pada Kamis (25/12/2025).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Secara regulasi, tindakan sekolah yang mewajibkan atau secara tidak langsung memaksakan biaya study tour dapat berbenturan dengan Permendikbud No. 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan. Dalam aturan tersebut, pungutan tidak boleh dilakukan kepada orang tua/wali murid yang tidak mampu secara ekonomi dan tidak boleh dikaitkan dengan persyaratan akademik.

Dugaan Maladministrasi dan Pengabaian Wisata Lokal

Tangguh juga menyoroti peran Dinas Pendidikan yang dianggap melakukan pembiaran. Ia mendesak adanya surat edaran tegas yang membatasi perjalanan keluar daerah, sebagaimana semangat Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah atau instruksi kepala daerah di berbagai wilayah yang mulai membatasi study tour ke luar provinsi demi keamanan dan efisiensi.

“Siapa lagi yang mau mengunjungi wisata Brebes kalau bukan orang Brebes sendiri? Kita punya Kompleks Bangunan Kuno Pemda, Makam Mbah Rubi, hingga Ranto Canyon. Membawa siswa ke sana jauh lebih edukatif dan membantu PAD kita sendiri,” tegasnya.

Pemanfaatan potensi lokal ini sebenarnya sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka (P5) dan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.

Kritik Terhadap Mekanisme Musyawarah

Mekanisme pengambilan keputusan dalam rapat wali murid juga tak luput dari sorotan. Tangguh menduga ada praktik fait accompli atau pengkondisian antara pihak sekolah dengan biro perjalanan tertentu.

“Rapat sering kali hanya formalitas. Perwakilan yang diundang terbatas dan sudah ‘disetting’ untuk setuju. Ini bertentangan dengan prinsip transparansi,” ungkapnya.

Jika terdapat pemaksaan atau penentuan vendor secara sepihak yang merugikan wali murid, hal ini dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap Pasal 12 huruf e UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terkait pungutan liar atau pemerasan dalam jabatan, jika ditemukan unsur keuntungan pribadi bagi aparatur sekolah.

Menuntut Esensi Pendidikan, Bukan Hura-Hura

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes segera mengevaluasi izin outing class. Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dalam UU No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas), setiap kegiatan di luar sekolah seharusnya berorientasi pada pengembangan karakter dan pengetahuan, bukan sekadar hura-hura yang membebani finansial.

“Zaman sudah canggih, sekolah harus kreatif berbasis kearifan lokal. Jangan sampai dinas bersembunyi di balik alasan ‘tidak melarang’ namun membiarkan praktik yang memberatkan rakyat kecil terus berlanjut,” pungkas Tangguh.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni 

TEGAL, DN-II Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan pengecekan langsung sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) dan titik pengamanan strategis di wilayah hukum Polres Tegal, Kamis (25/12/2025).

Pengecekan dilakukan di antaranya pada Pos Pam jalur Tol Pejagan–Pemalang wilayah Kabupaten Tegal serta area pusat aktivitas masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola pengamanan agar pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025 berjalan optimal dan humanis.

Kapolres Tegal meninjau langsung kesiapan anggota gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait. Selain itu, dilakukan pula pengecekan kelengkapan administrasi, peralatan pendukung, serta kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan pemudik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tegal juga menyempatkan berdialog dengan anggota yang bertugas, memberikan arahan serta motivasi agar selalu mengedepankan sikap humanis, responsif, dan profesional dalam melayani masyarakat.

“Kehadiran personel di lapangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Utamakan pelayanan yang ramah, cepat, dan humanis, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” tegas Kapolres.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melalui Operasi Lilin Candi 2025, Polres Tegal berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif, serta memastikan seluruh rangkaian pengamanan Nataru berjalan lancar. Diharapkan dengan kesiapan maksimal dan sinergi lintas sektor, perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Kabupaten Tegal dapat berlangsung aman, damai, dan penuh kenyamanan bagi seluruh masyarakat. ( S. Bimantoro )

TEGAL, DN-II Menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), hiruk-pikuk arus penumpang di jalur Pantura Kota Tegal mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu titik yang menjadi saksi bisu geliat ekonomi transportasi ini adalah Agen Bus PO 168 yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono.

Lukman (47), pria asli Tegal Barat yang telah lama malang melintang di dunia transportasi, tampak sibuk melayani calon penumpang yang hendak bertolak ke Ibu Kota. Sebagai garda depan PO 168—operator bus pendatang baru yang mulai mencuri perhatian—Lukman berbagi kisah mengenai dinamika arus penumpang di penghujung tahun.

Fasilitas Premium, Harga Kompetitif

PO 168 berupaya merebut hati masyarakat Tegal dengan menawarkan standar kenyamanan ekstra di kelasnya. Untuk rute Tegal-Jakarta, penumpang cukup merogoh kocek sebesar Rp140.000 pada hari normal.

“Harga tersebut sudah mencakup fasilitas AC, konfigurasi kursi 2-2 yang lapang, dan yang menjadi nilai plus adalah sudah gratis makan satu kali,” ujar Lukman saat ditemui di sela kesibukannya, Kamis (25/12/2025).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam perjalanannya, para penumpang akan diajak beristirahat sejenak untuk menikmati layanan makan di Rumah Makan Taman Selera, Cikamurang, Subang, salah satu titik singgah favorit di jalur tengah Jawa Barat.

Lonjakan Signifikan di Musim Liburan

Lukman mengakui adanya kontras tajam antara okupansi hari biasa dengan musim libur panjang. Jika pada hari normal ia rata-rata memberangkatkan 10 penumpang dari agennya, di momentum Nataru seperti sekarang, ketersediaan kursi menjadi barang langka.

“Kalau musim ramai begini, kursi cepat sekali habis. Calon penumpang harus bergerak cepat melakukan pemesanan karena peminatnya sangat tinggi,” tambahnya.

Dedikasi Lukman bukan tanpa alasan. Dari setiap tiket yang terjual, ia mendapatkan komisi sebesar 10 persen dari kantor pusat. Pendapatan ini menjadi pelecut semangatnya untuk terus memperkenalkan layanan PO 168 sebagai alternatif transportasi yang andal bagi warga Tegal.

Lokasi Strategis di Jantung Kota

Bagi warga Tegal yang ingin mencoba layanan ini, Agen PO 168 menempati lokasi yang sangat strategis dan mudah diakses. Terletak di Jalan Kolonel Sugiono No. 24, titik koordinatnya berada di area yang akrab bagi warga lokal:

Tepat di depan Kantor Pajak Pratama Tegal.

Disebelah barat Pacific Mall.

Satu deretan dengan Apotek Podomoro.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menutup perbincangan, Lukman menyampaikan harapan sederhana namun penuh optimisme menyongsong tahun baru. Ia berharap geliat industri transportasi darat terus tumbuh positif.

“Harapannya tentu ingin ramai terus. Kalau bus ramai, ekonomi kecil seperti kami di agen juga ikut berputar,” pungkasnya optimis.

Reporter: Teguh

TEGAL, DN-II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal melakukan langkah taktis guna mengatasi persoalan genangan air yang kerap melanda kawasan strategis mulai dari depan Pacific Mall hingga Masjid Agung. Fokus utama pengerjaan adalah pembersihan sedimen tebal yang menyumbat saluran drainase di jantung kota tersebut.

Penyebab Genangan: Sedimen Mengeras

Haryono, salah satu petugas di lapangan, mengungkapkan bahwa tumpukan sedimen yang telah mengeras menjadi kendala utama. Hal ini menyebabkan air dari arah utara (lampu merah) tidak dapat mengalir ke saluran pemukiman warga, melainkan meluap ke badan jalan.

“Sedimen di dalam gorong-gorong sudah sangat padat. Aliran air terhambat total, sehingga memicu genangan setiap kali hujan turun,” terang Haryono di sela-sela pengerjaan, Kamis (25/12/2025).

Bertaruh Nyawa di Ruang Sempit

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Proses normalisasi ini menuntut perjuangan ekstra. Dengan dimensi gorong-gorong yang hanya berukuran sekitar 50 cm, sebanyak 10 pekerja terpaksa merangkak masuk ke ruang bawah tanah yang sempit dan minim oksigen untuk mengangkat material secara manual.

Meski bertepatan dengan hari libur nasional, tim DPUPR tetap disiagakan di lapangan demi memastikan sistem drainase kembali berfungsi optimal sebelum intensitas hujan meningkat.

Aspirasi Pekerja: Harapkan Penyesuaian Upah

Di tengah dedikasi tinggi tersebut, terselip harapan mengenai kesejahteraan para pekerja lapangan. Saat ini, mereka mengaku menerima upah di kisaran Rp 1,8 juta per bulan. Angka ini dinilai masih berada di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Tegal.

Mengingat risiko kerja yang besar—seperti bekerja di ruang bawah tanah yang pengap dan kotor—para pekerja berharap Pemerintah Kota Tegal dapat meninjau kembali standar penghasilan mereka.

“Kami berharap ada perhatian lebih terkait kesejahteraan, terutama penyesuaian upah agar setara dengan beban dan risiko yang kami hadapi di lapangan,” pungkas salah satu pekerja.

Reporter: Teguh

Brebes, DN-II Perayaan malam Natal di wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya terpantau berjalan aman, damai, dan kondusif. Kelancaran ibadah fisik di berbagai gereja didukung oleh pengamanan ketat dari ratusan personel gabungan yang disiagakan sejak sore hari.

Ratusan personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga organisasi kemasyarakatan dikerahkan untuk menjaga titik-titik krusial. Fokus utama pengamanan terletak pada gereja-gereja besar yang menyelenggarakan misa malam Natal dengan jemaat dalam jumlah banyak.

Jelang perayaan malam Natal, untuk memastikan kondusif dilapangan jajaran Forkopimda Brebes juga melakukan kunjungan kesejumlah gereja dan pos pengamanan diwilayah kota Brebes, Rabu (24/12) petang kemarin.

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melalui Kasatgas Humas Operasi Lilin Candi (OLC) Iptu Indra Prasetyo menyatakan bahwa malam puncak natal di wilayah Brebes berlangung aman dan kondusif.

Iptu Indra menyebutkan, skema pengamanan dilakukan secara berlapis, mulai dari pemeriksaan di pintu masuk hingga patroli mobile di wilayah pusat keramaian dan tempat ibadah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami memastikan setiap jemaat dapat beribadah dengan tenang. Selain menempatkan personel statis di gereja, tim gabungan juga berpatroli untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi ibadah,” ujar Iptu Indra saat memantau pengamanan disejumlah Gereja di Jalan Yos Sudarso Brebes, Kamis (25/12/2025) pagi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di jalur-jalur mudik baik jalur Tol maupun arteri tampak ramai lancar. Tidak terjadi kemacetan berarti meski terdapat peningkatan volume kendaraan yang melintas diwilayah Kabupaten Brebes.

Indra menambahkan, selain tempat ibadah, selama pelaksanaan OLC personel gabungan juga melaksanakan patroli ditempat keramaian seperti, Stasiun, pusat perbelanjaan serta pusat kota untuk menjaga keamanan wilayah.

Sementara itu, salah satu pihak pengelola Gereja menyampaikan apresiasinya terhadap kesigapan petugas dalam melaksanakan rangkaian puncak peringatan Natal 2025.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari personel gabungan. Kehadiran mereka memberikan rasa aman bagi kami untuk merayakan hari kelahiran Yesus Kristus dengan khidmat.Kedamaian malam Natal kali ini menjadi cerminan toleransi yang kuat antarwarga di Brebes,” ungkap pendeta Agus Yusak.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah Brebes dilaporkan tetap terkendali. Dan, personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Lilin Candi (OLC) pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2025 tetap disiagakan sampai dengan selesainya Operasi. (Red/Hms).

You cannot copy content of this page