Beranda » Politik » Halaman 13

Politik

SEMARANG, DN-II Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menghadiri Opening Ceremony Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan dibuka Gubernur Jawa Tengah, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno dan seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah, jajaran Forkopimda Jawa Tengah, serta Ketua Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.

Mengusung semangat “Jawa Tengah Wolong Puluh Siji Gumregut Nyawiji”, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kolaborasi, dan sinergi seluruh elemen dalam membangun Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, pembangunan Jawa Tengah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Seluruh elemen harus menyatukan kekuatan dan bergerak bersama sebagai sebuah superteam.

“Jawa Tengah tidak bisa sendiri dan harus jadi satu menjadi superteam. Jawa Tengah wolong puluh siji gumregut nyawiji, artinya kita berkolaborasi, tetapi dengan gumregut jadi lebih semangat lagi. Dengan momentum ulang tahun Jawa Tengah, mari kita membangun bersama Jawa Tengah,” ujar Sumarno.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Jawa Tengah merupakan keberhasilan seluruh pihak yang turut berkontribusi.

“Keberhasilan Provinsi Jawa Tengah adalah keberhasilan kita bersama. Output pembangunan Jawa Tengah adalah menyejahterakan masyarakat,” kata Ahmad Luthfi.

Menurutnya, salah satu fokus utama pembangunan Jawa Tengah adalah menurunkan angka kemiskinan. Angka kemiskinan Jawa Tengah disebut mengalami penurunan dari 9,58 persen menjadi 9,29 persen, dengan capaian penurunan hingga 9,21 persen atau sekitar 3,39 juta masyarakat dari desil 1 sampai 4.

Capaian tersebut, lanjut Ahmad Luthfi, merupakan hasil kolaborasi seluruh sektor di Jawa Tengah. Kontribusi investasi dari dalam maupun luar negeri mencapai 85 persen dengan serapan tenaga kerja sekitar 257 ribu orang.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah berada di angka 5,8 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jawa Tengah juga telah menerima 53 penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Ahmad Luthfi menegaskan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sektor yang terus nyengkuyung dan nyawiji dalam pembangunan Jawa Tengah.

“53 penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat adalah usaha dari semua sektor yang nyengkuyung, nyawiji dalam rangka membangun Jawa Tengah,” ujarnya.

Memasuki usia ke-81, Ahmad Luthfi mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat persatuan dan menyatukan langkah dalam pembangunan.

“Dengan HUT Jawa Tengah ke-81 ini, mari kita satukan langkah dan jangan terpecah belah,” tegasnya.

Kehadiran Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah, Forkopimda Jawa Tengah, dan Ketua LAN RI menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melalui semangat “Gumregut Nyawiji”, seluruh elemen di Jawa Tengah diharapkan terus bergerak bersama, memperkuat kolaborasi, dan menyatukan langkah untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.(* S. Bimantoro )

BREBES, DN-II Polres Brebes bersama TNI dan unsur Trantibum melaksanakan pengamanan kegiatan audiensi Forum Masyarakat Peduli Karangsembung (FMPK) yang berlangsung di Balai Desa Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Kamis (20/8/2026).

Pengamanan tersebut merupakan bentuk komitmen aparat dalam memastikan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebanyak 50 personel Polri, 7 personel TNI, dan 5 personel Trantibum Kecamatan Songgom diterjunkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan serta memastikan situasi di sekitar lokasi tetap terkendali.

Sebelum pelaksanaan pengamanan, personel terlebih dahulu mengikuti apel yang dipimpin Kapolsek Songgom Kompol Susanto Agus Priyono, S.A.P. Dalam arahannya, ia menekankan agar seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

“Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Tugas kita adalah memastikan penyampaian aspirasi tersebut berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu keamanan maupun kepentingan masyarakat lainnya,” tegasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain menjaga keamanan dan kelancaran jalannya audiensi, personel juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya pihak yang tidak berkepentingan atau penyusup yang berpotensi memperkeruh situasi. Pengamanan juga diarahkan untuk mencegah terjadinya tindakan yang dapat mengganggu ketertiban maupun merusak fasilitas dan aset pemerintah desa.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polri bersama TNI dan unsur Trantibum melakukan pengamanan secara persuasif serta mengedepankan komunikasi yang baik dengan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang kondusif tanpa mengurangi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Usai audiensi, dilaksanakan apel konsolidasi yang dipimpin Kabag Ops Polres Brebes Kompol Suraedi, S.H., M.M. Dalam arahannya, Kabag Ops kembali mengingatkan seluruh personel agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dan kekeluargaan dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Sebagai aparatur negara, kita kedepankan pendekatan humanis dan kekeluargaan kepada masyarakat. Jangan sampai ada tindakan yang membuat masyarakat merasa tersakiti atau dirugikan,” tegas Kompol Suraedi.

Ia juga meminta seluruh personel tetap menjaga kewaspadaan hingga seluruh rangkaian kegiatan benar-benar selesai serta memastikan situasi di lokasi dalam keadaan aman sebelum meninggalkan tempat dan kembali ke kesatuan masing-masing.

Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, unsur Trantibum, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya penyampaian aspirasi.

Seluruh rangkaian pengamanan audiensi FMPK di Balai Desa Karangsembung berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang menonjol.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Brebes Iptu Syaiful Hidayat menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan audiensi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam mengawal penyampaian aspirasi secara aman, tertib, dan kondusif.

Menurutnya, kehadiran personel Polri di lapangan tidak semata-mata untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan, perlindungan, serta memastikan seluruh peserta kegiatan dapat menyampaikan aspirasinya dengan nyaman dan tetap menghormati hak-hak masyarakat lainnya.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Dalam pengamanan kegiatan audiensi ini, personel kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan dialogis, sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib tanpa menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum,” ujar Iptu Syaiful Hidayat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menambahkan, pengamanan dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan sikap profesional dan menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Di sisi lain, personel juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya kegiatan maupun merugikan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh peserta audiensi dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Sampaikan aspirasi dengan damai, tertib, dan bertanggung jawab. Polri akan terus hadir untuk memberikan pelayanan serta memastikan kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” pungkasnya. Casroni/Hms

NTT, DN-II TNI terus memperkuat dukungan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima, Rabu (19/8/2026), sebanyak 4.477 personel telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.

Dukungan TNI juga diperkuat dengan 27 unit alutsista, terdiri dari 21 pesawat, 5 KRI, dan 1 Kapal ADRI. Alutsista tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan, serta penanganan masyarakat terdampak.

Pada hari kelima, sebanyak 63,073 ton bantuan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak. Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah disalurkan TNI hingga saat ini mencapai 251,317 ton.

Totalitas,  TNI Kerahkan 4.477 Personel dan 27 Alutsista Bantu Korban Terdampak Gempa NTT

 

Pengerahan personel, alutsista, dan bantuan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. TNI akan terus berkoordinasi dan memperkuat penanganan bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, serta instansi terkait.Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

#tniprima #tnirakyat #indonesiaemas2045

Semarang, DN-II Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., meninjau langsung kondisi personel dan lingkungan Yonif TP 455/Satria Pandanaran di Marshalling Area (MA) Kolat Rindam IV/Diponegoro, Bantir, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Rabu (19/8/2026).

Setibanya di lokasi, Pangdam menerima hormat jajar dan paparan dari Pasipers Yonif TP 455/SP yang mewakili Danyonif, terkait gambaran mengenai kondisi personel, kesiapan satuan serta berbagai kebutuhan yang mendukung pelaksanaan tugas.

Usai menerima paparan, Pangdam kemudian melihat langsung kondisi di lapangan. Area barak latihan di Kolat Rindam IV/Diponegoro menjadi salah satu sasaran peninjauan, termasuk kawasan perkebunan di seputaran Kolat yang menjadi bagian dari lingkungan pembinaan dan kegiatan personel.

Usai di Sumowono, peninjauan berlanjut menuju lokasi pembangunan Mako Yonif TP 455/SP di Bancak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Di lokasi tersebut, Pangdam melihat secara langsung kondisi area yang dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan satuan.

Rangkaian peninjauan tersebut menggambarkan bagaimana pembinaan satuan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari melihat kesiapan personel hingga kondisi sarana dan lingkungan tempat satuan akan menjalankan tugas. Kesiapan itu mencakup kekuatan personel, kondisi fisik, moril, disiplin, kemampuan dasar prajurit serta kesiapan menghadapi tugas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dari kesiapan personel hingga kesiapan satuan, semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni untuk memastikan seluruh prajurit selalu siap ketika tugas memanggil. Melalui peninjauan langsung tersebut, Kodam IV/Diponegoro berkomitmen untuk membangun Yonif TP 455/SP menjadi satuan yang solid, tangguh dan siap memberikan pengabdian terbaik.

Turut mendampingi Pangdam pada peninjauan tersebut, Irdam Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., Asrendam Kolonel Arm Edy Susanto, S. Sos., M.M., M.Han., Asops Kolonel Inf Mahmud, S.I.P., Aslog Kolonel Kav Sungudi, S.H., M.Si., Kabalakdam, Kasrem 073/MKT, Dandim 0714/Salatiga, Danden Inteldam dan Dandenpom lV/3 Salatiga. (Pendam IV/Diponegoro) Red

Jakarta, DN-II Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M. yang juga sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) mengunjungi Atlet Pelatnas Taekwondo Indonesia di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Letjen TNI Richard Tampubolon meninjau pelaksanaan tes fisik para atlet di Stadion Atang Sutresna Markas Kopassus. Peninjauan ini untuk memastikan kondisi fisik para atlet berada pada level optimal serta memotivasi Atlet-Atlet Pelatnas Taekwondo Indonesia untuk menghadapi kompetisi mendatang khususnya dalam rangka mempersiapkan Asian Games.

Kasum TNI juga memastikan standar fisik atlet memenuhi target pencapaian pada ajang multi-event serta menilai tingkat kebugaran dan kondisi fisik dasar setiap atlet secara berkala.

Adapun tes kondisi fisik dalam cabang olahraga Taekwondo meliputi pengukuran antropometri, keseimbangan, lari jarak pendek untuk menunjang pola gerak cepat di arena kelincahan, dan pengukuran kelenturan otot kaki dan pinggul yang krusial untuk teknik tendangan tinggi.

Dalam kunjungan ke Markas Kopassus, Kasum TNI didampingi oleh Sekjen PBTI Bapak Rafael Siagian,Manajer Pelatnas Adhy, Pelatih Nasional Lia Karina Mansyur, Korsmin Kolonel Inf. Marlon dan Kajas Kopassus Letkol Inf. Emrizal. Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Brebes, DN-II Polres Brebes terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan melalui kegiatan Penanaman Bawang Putih Serentak di 17 Provinsi dalam rangka percepatan swasembada bawang putih nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (19/8/2026) ya di Dukuh Semangkung, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dengan dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah, TNI-Polri, kelompok tani, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta para petani dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Brebes yang diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara, S.Pt., M.Pt., Dandim 0713 Brebes yang diwakili Danramil Sirampog Letda Wakhyu F., Kapolres Brebes yang diwakili Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo, S.Tr.K., S.I.K., Kasat Reskrim Polres Brebes Farid Nur Aziz, S.Tr.K., S.I.K., M.H., M.I.K., Camat Sirampog Slamet Budi Raharjo, S.I.P., Kapolsek Sirampog IPTU Imam Santoso, S.H., Balai BPP Sirampog beserta tim, Kepala Desa Dawuhan dan Batursari, kelompok tani, serta tokoh masyarakat setempat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Dawuhan, sambutan Kapolres Brebes yang disampaikan oleh Kasat Binmas, sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, penyerahan kaos secara simbolis kepada kelompok tani, penanaman bibit bawang putih secara simbolis, pelaksanaan Zoom bersama Mabes Polri, hingga penutup.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Dawuhan Iwan Budi Siswanto, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Dawuhan bersama masyarakat dan kelompok tani siap berkontribusi aktif dalam menyukseskan program swasembada bawang putih nasional.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Brebes melalui Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas serta kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

“Penanaman bawang putih hari ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan sinergitas antara pemerintah, TNI-Polri, dinas terkait, pemerintah desa, kelompok tani, serta masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polres Brebes berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program strategis pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Hendri Adi Komara menjelaskan bahwa kebutuhan bawang putih di Kabupaten Brebes mencapai sekitar 3.700 ton per tahun, sementara produksi lokal hingga saat ini masih belum tersedia. Oleh karena itu, kegiatan penanaman bawang putih ini menjadi langkah awal yang strategis untuk membangun sentra produksi bawang putih di Kabupaten Brebes.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes siap memberikan dukungan dan pendampingan agar Desa Dawuhan dan Desa Batursari dapat menjadi contoh pengembangan produksi bawang putih di wilayah Brebes. Target awal yang diharapkan adalah mampu membantu memenuhi sebagian kebutuhan bawang putih masyarakat Kabupaten Brebes.

Adapun sasaran program percepatan swasembada bawang putih Polres Brebes meliputi dua desa di Kecamatan Sirampog.

Di Desa Batursari, lahan tanam seluas 10 hektare berada di wilayah Dukuh Tengah, Dukuh Kasa, dan Dukuh Bera yang dikelola oleh 31 petani anggota Poktan Gading dengan penerima bantuan benih Dasir. Sedangkan di Desa Dawuhan, lahan seluas 10 hektare berada di Dukuh Semangkung, Dukuh Igir Gowok, dan Dukuh Guci yang dikelola oleh 35 petani anggota Poktan Pajerukan dengan penerima benih Ketua Poktan Suswandi Wibowo.

Usai seluruh rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit bawang putih secara simbolis oleh unsur Forkopimda dan para peserta sebagai tanda dimulainya gerakan percepatan swasembada bawang putih nasional di wilayah Kabupaten Brebes.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Iptu Syaiful Hidayat menambahkan melalui kegiatan ini, Polres Brebes berharap sinergitas antara Polri, pemerintah, TNI, kelompok tani, dan masyarakat semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah, meningkatkan produktivitas pangan, serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya swasembada bawang putih nasional dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.

“Polres Brebes berharap sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah. Sinergitas ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pangan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan terwujudnya swasembada bawang putih nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Brebes.” pungkasnya. Red/Casroni

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Boyolali, DN-II Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, kini memasuki tahap akhir. Progres pembangunan telah mencapai sekitar 99 persen, menandakan jembatan tersebut selangkah lagi siap dimanfaatkan masyarakat. Rabu (19/8/2026).

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, Komandan Detasemen Zeni Bangunan (Dandenzibang) Surakarta Letkol Czi Agus S bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali Kopka M Khabib turut melaksanakan pendampingan sekaligus membantu kelancaran kegiatan di lapangan.

Peninjauan dilakukan dengan mengecek sejumlah bagian penting jembatan, mulai dari struktur utama, lantai cor, hingga kesiapan akses pendukung di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus kesiapan jembatan sebelum nantinya digunakan masyarakat.

Dandenzibang Surakarta Letkol Czi Agus S menyampaikan bahwa hasil peninjauan menunjukkan pembangunan berjalan dengan baik dan telah mencapai sekitar 99 persen. “Kami berharap seluruh proses pengerjaan dapat segera selesai tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas dan faktor keamanan konstruksi,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa Kopka M Khabib mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait hingga pembangunan benar-benar selesai. Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami terus melaksanakan pendampingan dan membantu kelancaran pembangunan di wilayah binaan. Harapannya, Jembatan Garuda ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas serta meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ungkapnya.

Dengan progres yang telah mencapai 99 persen, Jembatan Gantung Garuda di Desa Keyongan diharapkan segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Kodim 0724/Boyolali melalui jajaran Koramilnya akan terus mendukung berbagai program pembangunan di wilayah sebagai wujud sinergi TNI, pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Red

CIAMIS, DN-II Proyek penanggulangan banjir di aliran Sungai Citalahab, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menuai sorotan tajam. Pasalnya, bangunan penahan tebing berbasis kawat gabion (bronjong) yang baru tuntas dikerjakan sekitar empat hingga lima bulan lalu kini sudah mengalami kerusakan signifikan.

​Kondisi tersebut ditemukan langsung oleh jurnalis Cahaya Nusantara saat melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (18/8/2026).

​Berdasarkan pemantauan teknis di lokasi, mutu fisik pekerjaan diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi standar teknis (Standard Operating Procedure):

​Kualitas Kawat dan Penguncian Lemah: Ditemukan banyak ikatan kawat jaring bronjong yang putus, lepas dari simpul, serta tidak dikunci dengan sempurna. Akibatnya, ketahanan jaring melemah dan material batu pengisi melimpah keluar dari kompartemen.

​Gradasi Material Batu Tidak Sesuai Spesifikasi: Ukuran batu pengisi dalam kantong bronjong cenderung tidak seragam (un-graded) sehingga meninggalkan rongga kosong yang besar. Kondisi ini menurunkan berat isi struktur (bulk density) serta mereduksi daya tahan terhadap gerusan arus sungai (scouring).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Upaya Konfirmasi Buntu, Hak Jawab Diabaikan

​Guna menjaga keberimbangan informasi (cover both sides) sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tim redaksi telah berupaya mengonfirmasi pihak pengawas dan penanggung jawab kegiatan. Langkah konfirmasi ditujukan kepada Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy serta Pelaksana Teknis (Peltek) lapangan melalui saluran komunikasi resmi.

​Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak Satker maupun Peltek sama sekali tidak memberikan tanggapan atau klarifikasi. Sikap tertutup ini dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi publik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

​Ancaman Keselamatan Warga dan Indikasi Pelanggaran Aturan

​Proyek infrastruktur keairan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini semestinya tunduk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air serta Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang menjamin kelaikan fungsi dan umur teknis bangunan.

​”Daya tahan struktur yang tidak mencapai setengah tahun ini sangat membahayakan. Jika tidak segera dilakukan penanganan darurat, tanggul ini berisiko runtuh total saat debit air sungai meningkat di musim hujan, yang langsung mengancam pemukiman warga Desa Sukahurip,” ungkap salah satu warga setempat di lokasi.

​Desakan Evaluasi Total dan Perbaikan

​Menyikapi temuan tersebut, media Cahaya Nusantara mendesak Kepala BBWS Citanduy untuk segera menurunkan tim teknis guna melakukan audit independen. Pihak penyedia jasa (kontraktor) juga didesak agar segera melaksanakan perbaikan menyeluruh mumpung proyek masih berada dalam masa pemeliharaan (retention period).

​Redaksi tetap membuka ruang proporsional bagi pihak BBWS Citanduy maupun pelaksana teknis untuk memberikan hak jawab, tanggapan, dan klarifikasi resmi atas temuan di lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tim Red

JAKARTA, DN-II Berbagai rangkaian kegiatan pertandingan dan perlombaan yang digelar di lapangan parkir kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans) serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes-PDT) disambut meriah dan disebut sebagai bentuk pesta rakyat.

​”Bersama kita bersyukur dan bahagia dalam merayakan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dalam acara Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan di Kalibata, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

​Dirinya berharap, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia semakin kuat, penuh keberkahan, dan pemerintahannya dapat terus melayani rakyat secara optimal.

​”Sebagai anggota kabinet pemerintahan, kita akan terus berbuat yang terbaik sesuai dengan tugas masing-masing di kementerian dalam rangka berbakti kepada negeri, masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.

​Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dua kementerian yang pernah berada di bawah satu atap tersebut senantiasa menunjukkan semangat tinggi, rasa kekeluargaan, kekompakan, serta berjalan seiring sejalan. Meskipun memiliki fokus dan aksentuasi yang berbeda, kedua instansi ini tetap saling berkorelasi dan bersinergi dalam menjalankan tugas negara.

​Dalam kesempatan yang sama, Viva Yoga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara kemerdekaan tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Kita kompak, bersatu, solid, dan ini menjadi kebahagiaan buat semuanya,” ucapnya seraya berharap perayaan HUT Kemerdekaan di masa mendatang dapat diselenggarakan lebih meriah lagi. “Semoga momen ini juga menambah semangat baru dalam bekerja di kementerian masing-masing.”

Kepedulian untuk Korban Bencana di NTT

​Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Viva Yoga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan turut membantu meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

​”Kepedulian harus ditunjukkan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” tegasnya.

​Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan para wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) di daerah pemilihan tersebut guna menggerakkan aksi nyata dalam membantu para korban bencana alam di wilayah NTT. Red

BREBES, DN-II Kodim 0713/Brebes terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui berbagai program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo dalam Podcast Teras Teritorial di Studio TVRI Jawa Tengah.

Rabu (19/08/2026), Dandim menjelaskan bahwa sejumlah program teritorial yang dilaksanakan Kodim 0713/Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes meliputi pembangunan Jembatan Perintis Garuda, jembatan beton, program TNI AD Manunggal Air untuk kebutuhan air bersih dan pertanian, rehabilitasi sekolah, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pendampingan ketahanan pangan, penyaluran bantuan pangan, pendampingan pencegahan stunting, serta penghijauan dan pelestarian lingkungan.

Salah satu program yang mendapat perhatian besar masyarakat adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, dan Desa Kadumanis, Kecamatan Salem.

Menurut Letkol Inf Ambariyantomo, pembangunan kedua jembatan tersebut dilatarbelakangi kondisi masyarakat yang selama puluhan tahun mengalami keterisolasian akibat bentangan sungai. Sebelum jembatan dibangun, warga, termasuk anak-anak sekolah dan petani, harus menyeberangi sungai secara langsung yang sangat berisiko, terutama ketika debit air meningkat saat musim hujan.

“Guna memutus isolasi geografis, mengamankan keselamatan warga, dan mempercepat akses ekonomi petani, TNI bersama pemerintah membangun kedua jembatan ini,” jelasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Jembatan Garuda di Desa Bangbayang memiliki bentang sekitar 60 hingga 70 meter dengan lebar jalur 1,2 meter. Sementara jembatan di Desa Kadumanis juga menggunakan tipe jembatan gantung perintis dengan lebar sekitar 1,2 meter yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Pembangunan dilaksanakan dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Peletakan batu pertama dimulai pada akhir Maret 2026, dilanjutkan pembangunan pondasi pada Mei, hingga akhirnya kedua jembatan selesai dan diresmikan secara serentak pada 23 Juli 2026 oleh Pangdam IV/Diponegoro.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata gotong royong lintas sektoral. Jajaran Kodim 0713/Brebes, Koramil 12/Bantarkawung, Babinsa, Zibang Kodam IV/Diponegoro, Polri, Pemerintah Kabupaten Brebes serta masyarakat setempat bersama-sama menyelesaikan pembangunan.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Warga turut membantu pekerjaan secara gotong royong, termasuk mengangkut adukan semen secara estafet untuk pengecoran pondasi jembatan.

Dampak pembangunan jembatan juga dirasakan langsung masyarakat. Di wilayah Bantarkawung, jembatan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 15.500 jiwa atau 2.350 kepala keluarga di Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung. Sementara di Kecamatan Salem, jembatan menjadi penghubung bagi masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang.

Dengan adanya jembatan, akses pendidikan dan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman. Begitu pula aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat. Jalur yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar sekitar dua kilometer kini dapat dipangkas menjadi kurang dari 500 meter.

“Banyak tetua desa menyampaikan bahwa ini seperti impian puluhan tahun yang akhirnya menjadi kenyataan,” ungkap Dandim.

Selain Jembatan Perintis Garuda, Kodim 0713/Brebes juga mencatat sejumlah pembangunan jembatan lainnya. Tahap V meliputi Jembatan Gantung di Desa Ganggawang, Kecamatan Salem, serta Jembatan Beton di Desa Purwadadi, Kecamatan Tonjong. Sedangkan Tahap VI meliputi Jembatan Beton di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, dan Desa Karangbandung, Kecamatan Ketanggungan.

Di bidang pemenuhan kebutuhan air, Kodim 0713/Brebes melaksanakan program TNI AD Manunggal Air Bersih di wilayah Desa Bantarkawung. Kodim juga melaksanakan pembangunan penampungan air melalui program TMMD Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.

Program tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan sektor pertanian. Ketersediaan air melalui pipanisasi tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung produktivitas pertanian. Lahan yang sebelumnya sulit ditanami pada musim kemarau dapat kembali dimanfaatkan sehingga petani berpotensi melakukan panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sementara dalam program perbaikan RTLH, sasaran pekerjaan disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah. Perbaikan antara lain meliputi atap atau genteng, dinding, serta lantai rumah.

Di bidang ketahanan pangan, Babinsa Kodim 0713/Brebes aktif melakukan pendampingan kepada petani mulai dari penyiapan lahan, masa tanam, pemeliharaan, panen hingga pascapanen. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama PPL, aparat desa dan pihak Bulog.

Kodim 0713/Brebes juga memiliki Kompi Produksi di Desa Songgom dengan luas lahan sekitar 11,6 hektare. Selain itu, para Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan aparat desa turut membantu proses penyaluran bantuan pangan program WARDOYO (Wareg Sedoyo) kepada masyarakat sesuai ketentuan pemerintah.

Dalam upaya mendukung penurunan angka stunting, Babinsa turut mendampingi kegiatan Puskesmas dan Posyandu. Babinsa membantu memantau perkembangan anak secara berkala serta mengimbau orang tua yang belum membawa anaknya ke Posyandu agar mengikuti kegiatan tersebut. Edukasi juga diberikan kepada pasangan yang akan melaksanakan pernikahan.

Di bidang penghijauan dan pelestarian alam, Kodim 0713/Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes selama tahun 2026 telah melaksanakan penanaman sebanyak 10.000 batang pohon yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Penanaman tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan agar masyarakat ikut memelihara tanaman sehingga dapat tumbuh dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Sementara dalam upaya memerangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, setiap hari Jumat jajaran Koramil bersama stakeholder di wilayah masing-masing melaksanakan pembersihan fasilitas umum, lingkungan publik maupun sekolah sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat.

Dandim menegaskan, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk terus hadir di tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Sebagaimana motto satuan Kodim 0713/Brebes adalah Setia, Disiplin, Disegani dan Dicintai Rakyat. Intinya, bersama rakyat, TNI kuat,” tegas Letkol Inf Ambariyantomo.

Melalui berbagai program tersebut, Kodim 0713/Brebes berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, sehingga keberadaan TNI benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Brebes. Red/Casroni

You cannot copy content of this page