Ugumba, DN-II Di balik bentangan Pegunungan Papua yang menjulang tinggi, Distrik Ugimba, provinsi Papua Tengah, menjadi salah satu wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses yang terbatas, medan terjal, hutan lebat, serta kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan memastikan kehadiran negara di wilayah tersebut, Senin (17/8/2026).
Selama kurang lebih 15 tahun, wilayah Ugimba disebut mengalami keterbatasan kehadiran unsur pemerintahan maupun aparat keamanan. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, minimnya akses transportasi, serta dinamika keamanan di wilayah Pegunungan Papua menjadi sejumlah faktor yang menyebabkan interaksi dengan unsur pemerintah dan aparat keamanan berlangsung sangat terbatas. Dalam situasi tersebut, masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari dengan keterbatasan akses terhadap pelayanan pemerintahan, keamanan, maupun berbagai bentuk dukungan dari negara.
Kondisi tersebut semakin kompleks dengan adanya aktivitas kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Pegunungan Papua yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan membatasi mobilitas masyarakat maupun aparat. Situasi keamanan yang demikian membuat kehadiran unsur negara di wilayah terpencil seperti Ugimba tidak hanya menghadapi persoalan medan dan cuaca, tetapi juga membutuhkan kesiapan dalam menghadapi dinamika keamanan yang sewaktu-waktu dapat berubah.
Dalam rangka melaksanakan tugas operasi pengamanan wilayah, Koops TNI Habema mengerahkan prajurit untuk melaksanakan patroli dan pengamanan di wilayah Ugimba. Dengan semangat pengabdian, prajurit bergerak menembus medan sulit, melewati jalur pegunungan, lembah, dan hutan dengan kondisi alam yang tidak mudah ditaklukkan.
Perjalanan panjang tersebut bukan hanya sebuah pergerakan pasukan, tetapi merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa wilayah Pegunungan Papua tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali. Setiap langkah patroli menjadi bentuk nyata komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan, melindungi masyarakat, serta menghadirkan rasa aman hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bagi masyarakat Ugimba, kehadiran prajurit setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi keterisolasian memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar kehadiran aparat keamanan. Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk membuka kembali ruang interaksi antara masyarakat dengan unsur negara, membangun komunikasi, mendengar kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan kondisi yang lebih memungkinkan bagi aktivitas sosial kemasyarakatan berlangsung secara aman.
Dengan menghadapi suhu dingin pegunungan yang dapat mencapai 5 derajat Celsius, cuaca yang berubah cepat, serta keterbatasan dukungan medan, prajurit Koops TNI Habema tetap melaksanakan tugas pengamanan dengan disiplin dan ketangguhan. Selama perjalanan menuju Distrik Ugimba, prajurit terus melakukan pemantauan situasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.
Keberhasilan operasi pengamanan wilayah Ugimba mencapai momentum bersejarah ketika prajurit Koops TNI Habema berhasil menghadirkan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Sang Merah Putih dikibarkan di Distrik Ugimba, menjadi simbol hadirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Pengibaran Merah Putih di Ugimba bukan hanya sebuah seremoni. Di tengah kondisi geografis yang sulit dan sejarah panjang keterisolasian wilayah, berkibarnya bendera Merah Putih menjadi simbol kehadiran negara sekaligus pesan bahwa masyarakat di wilayah terpencil tetap merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Momentum tersebut juga menunjukkan bahwa stabilitas keamanan memiliki hubungan erat dengan terbukanya akses kehidupan masyarakat. Ketika kondisi wilayah memungkinkan, ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, berkomunikasi dengan unsur pemerintahan, memperoleh pelayanan, menjalankan adat, serta mengembangkan kehidupan sosial dan ekonomi dapat kembali terbuka.
Dalam kerangka Papua Jalan Damai, operasi pengamanan bukan semata-mata bertujuan menciptakan kondisi keamanan, tetapi menjadi dasar untuk memungkinkan kehidupan masyarakat berjalan normal. Keamanan yang terwujud menjadi pintu bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas, membangun kepercayaan, menjalankan adat, memperoleh pelayanan, dan mengembangkan kehidupan sosial ekonomi.
Pangkoops TNI Habema menyampaikan bahwa keberhasilan prajurit menembus wilayah Ugimba merupakan wujud komitmen TNI dalam menjaga keutuhan NKRI dan menghadirkan negara di seluruh wilayah Indonesia.
“Medan berat, keterbatasan akses, dan kondisi alam yang ekstrem bukan menjadi penghalang bagi prajurit TNI dalam melaksanakan tugas. Setiap langkah yang dilakukan merupakan bagian dari pengabdian untuk menjaga keamanan wilayah dan memastikan Merah Putih tetap berkibar di seluruh penjuru negeri.”
Keberhasilan operasi di Ugimba menjadi bukti bahwa prajurit Koops TNI Habema mampu melaksanakan tugas dalam berbagai kondisi medan, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Lebih dari sekadar keberhasilan menembus medan pegunungan, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka kembali ruang kehadiran negara di wilayah yang selama bertahun-tahun berada dalam kondisi keterisolasian.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dari kaki Gunung Cartenz, berkibarnya Merah Putih menjadi penanda bahwa jarak dan beratnya medan bukan alasan untuk membiarkan masyarakat berjalan sendiri. Di tempat yang selama bertahun-tahun sulit disentuh oleh kehadiran negara, sebuah bendera kembali berdiri sebagai simbol persatuan, keamanan, dan pengabdian.
Red
Jakarta, DN-II Mabes TNI menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Waasrenum Panglima TNI Mayjen TNI Harvin Kidingallo, S.H., S.T., M.Han., selaku Inspektur Upacara (Irup), serta diikuti oleh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI di Mabes TNI, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanatnya yang dibacakan Waasrenum Panglima TNI menegaskan pentingnya kesiapan TNI dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “TNI harus mampu mendeteksi dan mencegah setiap ancaman, serta menjaga setiap jengkal daratan, perairan, dan ruang udara Indonesia,” tegas Panglima TNI.
Lebih lanjut, Panglima TNI menekankan bahwa kekuatan TNI tidak hanya diukur dari modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam), tetapi juga dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajurit. “Untuk menjaga bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur, TNI harus terlebih dahulu kuat dan bersih dari dalam. Kehebatan TNI tidak hanya diukur dari Alpalhankam modern yang kita miliki, tetapi dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajuritnya,” ujarnya.

Panglima TNI juga mengingatkan seluruh prajurit dan PNS TNI untuk menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum dan disiplin yang dapat merusak nama baik institusi. “Jangan biarkan kesalahan individu merusak nama baik satuan dan institusi TNI,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI untuk terus melaksanakan TNI PRIMA, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta menjaga kepercayaan rakyat sebagai kehormatan yang harus dipertahankan. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama para Kepala Staf Angkatan menghadiri Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Upacara ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Prosesi penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih menandai berakhirnya rangkaian seremoni kenegaraan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Sebelum meninggalkan mimbar kehormatan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian peringatan sejak pagi hingga sore dengan tertib dan penuh semangat. “Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat,” ucap Presiden.
Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap Sang Merah Putih yang menjadi simbol perjuangan, persatuan, dan kedaulatan bangsa, sekaligus menegaskan semangat kebersamaan dalam memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Red
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Karnaval Bersatu meriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Karnaval Bersatu diselenggarakan untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan keberagaman budaya, kreativitas, inovasi, serta berbagai prestasi bangsa. Kegiatan ini menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang penuh semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.
Karnaval Bersatu melibatkan berbagai kementerian dan lembaga negara, TNI dan Polri, serta masyarakat.

Kehadiran seluruh elemen bangsa dalam Karnaval Bersatu menjadi wujud semangat persatuan dan kebersamaan dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI menuju Indonesia Emas 2045. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima #tnirakyat #indonesiaemas2045
BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes menggelar pengecekan sarana komunikasi berupa Handy Talky (HT), Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan sarana komunikasi yang digunakan personel dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam hal koordinasi dan penyampaian informasi secara cepat di lapangan.
Pengecekan dilaksanakan terhadap perangkat radio komunikasi yang digunakan oleh personel jajaran Polres Brebes. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik perangkat, fungsi tombol, kondisi baterai, serta kualitas penerimaan dan pengiriman komunikasi melalui jaringan radio.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Kasi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Polres Brebes bersama anggota. Selain memastikan kondisi perangkat, petugas juga melakukan pendataan terhadap personel yang memegang dan menggunakan sarana komunikasi HT.
Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kabag Ops Kompol Suraedi menyampaikan bahwa pengecekan sarana komunikasi tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh perangkat dalam kondisi siap pakai dan dapat mendukung kecepatan koordinasi antarpersonel.
“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh perangkat komunikasi, khususnya HT, dalam kondisi baik dan siap digunakan oleh personel. Sarana komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kecepatan koordinasi, penyampaian informasi, maupun pelaksanaan perintah pimpinan di lapangan,” ujar Kompol Suraedi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan sarana komunikasi yang berfungsi dengan baik sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. HT dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif ketika personel berada di lapangan dan membutuhkan koordinasi secara cepat, baik dalam kegiatan pengamanan, patroli, pelayanan masyarakat maupun penanganan berbagai situasi yang membutuhkan respons kepolisian.
“HT ini menjadi salah satu sarana komunikasi yang efektif dan efisien, terutama untuk menyampaikan informasi yang perlu segera ditindaklanjuti oleh jajaran. Termasuk dalam penyampaian perintah maupun petunjuk pimpinan dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Brebes,” jelasnya. 
Kabag Ops menambahkan, pendataan pemegang HT juga diperlukan untuk memastikan penggunaan perangkat dapat dipertanggungjawabkan serta memudahkan pengawasan dan pemeliharaan sarana komunikasi yang dimiliki Polres Brebes.
Pengecekan secara berkala juga diharapkan dapat mendeteksi sejak dini apabila terdapat kerusakan atau kendala teknis pada perangkat. Dengan demikian, perbaikan maupun penggantian perangkat dapat segera dilakukan dan tidak menghambat komunikasi ketika personel melaksanakan tugas.
Selain aspek teknis, personel juga diingatkan agar menggunakan sarana komunikasi sesuai dengan ketentuan dan kepentingan kedinasan. Komunikasi yang dilakukan melalui jaringan radio diharapkan tetap efektif, singkat, jelas, dan dapat dipahami oleh personel lain yang menerima informasi.
“Kami berharap seluruh personel dapat menjaga dan menggunakan sarana komunikasi ini dengan baik. Dengan perangkat yang siap dan komunikasi yang lancar, koordinasi di lapangan akan lebih cepat dan efektif sehingga pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan secara optimal,” pungkas Kompol Suraedi.
Pengecekan tersebut menjadi bagian dari kesiapan Polres Brebes dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus memastikan setiap personel memiliki sarana komunikasi yang dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.Red
*Mendagri Salurkan Tali Asih untuk Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Gempa NTT*
Manggarai Timur, www.detik-nasional.com // Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyalurkan tali asih kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Santunan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii serta Bupati Manggarai Timur Agas Andreas di wilayah terdampak paling parah.
“Kemendagri memberikan tali asih sebanyak Rp15 juta per jiwa, per jiwa yang wafat pada keluarganya,” kata Mendagri.
Selain santunan tersebut, Mendagri memastikan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan santunan sebesar Rp15 juta untuk korban meninggal dunia. Dalam kesempatan ini, ia juga mengapresiasi inisiatif warga yang mendirikan posko sesaat usai gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia pun memberikan dua unit genset, 10 unit velbed atau tempat tidur lapangan untuk memperkuat posko tersebut, serta Rp200 juta untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara. “Kita juga mengapresiasi ada posko yang dibangun warga. Tapi kita tambahi sekalian aja, namanya genset 2, sekaligus velbed ada 10 untuk operasionalnya,” ujarnya.
Mendagri memastikan pemerintah terus bergerak pada masa tanggap darurat. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya posko Basarnas yang berdampingan dengan tenda warga serta pendataan kebutuhan guna mempercepat penyaluran bantuan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat terdampak untuk bekerja sama guna memulihkan dampak bencana. “Ini harus kerja sama kita, pemerintah sama masyarakat,” tutupnya.
Sebelumnya, Mendagri Muhammad Tito Karnavian memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.
Kehadiran Mendagri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi bencana gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di NTT. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.
Puspen Kemendagri
Redaksi.
*Mendagri Ungkap Prioritas Pemerintah Dorong Pemulihan Pascagempa Berbasis Data di NTT*
Manggarai Timur, www.detik-nasional.com // Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah pusat memprioritaskan penanganan pascagempa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
Komitmen tersebut turut ditunjukkan dengan kehadiran Mendagri secara langsung di Kabupaten Manggarai Timur. Semula, Mendagri telah bersiap mengikuti Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Istana Negara. Namun, ia kemudian memutuskan untuk meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana di NTT, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta sejumlah menteri, pimpinan lembaga, dan wakil menteri turun ke lokasi bencana.
“Tadinya saya sudah siap-siap sama istri saya untuk hadir di Istana, istri saya sudah siapin pakaian juga, ada pakaian Toraja yang dia udah siapin … karena Bapak Presiden menugaskan kepada sejumlah menteri dan pimpinan lembaga untuk turun langsung ke NTT, Flores khususnya untuk membantu daerah dan pemerintah pusat harus hadir, nah jadi [kami hadir di sini],” ujar Mendagri kepada awak media usai memimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).
Dalam penanganan pascagempa, Mendagri menekankan pentingnya pendataan dan verifikasi secara menyeluruh. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan pemerintah dapat diberikan secara tepat sesuai dengan tingkat kerusakan dan kondisi masyarakat terdampak.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Mendagri menjelaskan, pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari evakuasi, penyelamatan, penanganan korban, hingga pemulihan layanan dasar dan akses mobilitas. Sementara itu, terhadap rumah yang terdampak, pemerintah akan melakukan pendataan berdasarkan tingkat kerusakannya.
“Rumah yang rusak nanti harus didatakan ringan, sedang, berat. Ada kriterianya untuk gempa nanti itu ada bantuan dari BNPB,” katanya.
Menurut Mendagri, proses pendataan tersebut akan dilakukan melalui verifikasi dengan melibatkan pemerintah daerah (Pemda), yang selanjutnya akan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pendekatan ini dinilai penting agar penanganan pascabencana dapat disesuaikan dengan karakteristik kerusakan di masing-masing wilayah.
Untuk rumah yang masih memungkinkan dibangun kembali di lokasi semula, pemerintah dapat menerapkan pendekatan pembangunan kembali di tempat atau on-site.
“Kalau di sini sepertinya tidak ada yang sampai habis. Sehingga bisa dibangunkan rumah yang ada itu dibangunkan kembali, namanya in situ, on-site,” ungkapnya.
Selain memastikan pendataan kerusakan, pemerintah juga terus memantau pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak. Salah satunya sektor kelistrikan yang menunjukkan perkembangan positif.
Mendagri menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN), pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak telah mencapai 88 persen.
“Dari Dirut PLN 88 persen sudah on. Tidak ada pembangkit listrik yang rusak, seperti dalam kasus dari beberapa daerah lain. Yang ada beberapa gardu yang rusak sudah diperbaiki, on,” tandas Mendagri.
Puspen Kemendagri
Redaksi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
TANJUNG MORAWA, DN-II PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 1 menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), di halaman Kantor Regional 1, Tanjung Morawa. Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Tema tersebut dijadikan sebagai momentum serta semangat bagi seluruh insan perusahaan untuk terus memperkuat kebersamaan, profesionalisme, dan kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan bangsa.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Region Head PTPN I (Persero) Regional 1, Wispramono Budiman, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Serda Muhammad Riski Ananda.
Sinergi Lintas Sektoral dan Kehadiran Tamu Undangan
Upacara khidmat ini turut dihadiri oleh Operation Head Regional 1 Ganda Wiatmaja, seluruh Kepala Bagian, pengurus Serikat Pekerja, Pengurus P3RI Cabang Regional 1, Pengurus IKBI, Direktur PT Nusa Dua Bekala, serta jajaran karyawan Regional 1.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Keistimewaan peringatan tahun ini terlihat dari kehadiran Chief Region Officer (CRO) Sumut–Aceh beserta pimpinan dan karyawan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) yang turut bergabung dalam barisan upacara. Kehadiran bersama ini memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mempererat sinergi antarkorporasi.
Penghargaan Masa Dinas: Apresiasi atas Loyalitas Puluhan Tahun
Rangkaian acara berlanjut dengan penyerahan Penghargaan Masa Dinas kepada para karyawan PTPN I Regional 1. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian jangka panjang dalam menjalankan tugas perusahaan.
Penghargaan diserahkan kepada karyawan yang telah mencapai masa pengabdian selama:
20 Tahun
25 Tahun
30 Tahun
35 Tahun
Manajemen berharap dedikasi dan integritas yang ditunjukkan oleh para penerima penghargaan selama puluhan tahun ini dapat menjadi teladan serta inspirasi bagi seluruh insan perusahaan untuk terus memberikan kontribusi terbaik.
Semarak Kemerdekaan dan Pelibatan UMKM
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kemeriahan HUT ke-81 RI di lingkungan PTPN I Regional 1 tidak hanya berhenti pada prosesi upacara. Manajemen Regional 1 juga menyelenggarakan berbagai perlombaan menarik yang melibatkan karyawan, pengurus IKBI, serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Regional 1.
Berbagai perlombaan dan kegiatan pendukung ini dirancang sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kekompakan, serta mendongkrak semangat kebersamaan di lingkungan perusahaan maupun masyarakat sekitar.
Melalui perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, PTPN I Regional 1 menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan semangat kebangsaan, memperkuat kolaborasi strategis, serta mendorong seluruh insan perusahaan agar senantiasa memberikan dampak positif bagi kemajuan perusahaan, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
(Tim)
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wapang TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R dan para Kepala Staf Angkatan menghadiri Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Upacara digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Upacara berlangsung khidmat dengan Presiden Prabowo bertindak selaku Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, Presiden membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan mengajak seluruh peserta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
“Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya. Mengheningkan Cipta, mulai,” ucap Presiden Prabowo.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Istana Kepresidenan juga dimeriahkan aksi terjun payung “Victory Jump” oleh 17 penerjun Kopassus TNI. Para penerjun menampilkan sejumlah manuver, termasuk penerjunan bertingkat serta pengibaran Bendera Merah Putih berukuran besar dan simbol angka 81 sebagai bagian dari atraksi peringatan kemerdekaan.
Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi udara yang menampilkan formasi berbagai alutsista udara, di antaranya F-16, Hawk, T-50i, Rafale, Sukhoi Su-27/30, A-400M, CN-295, B-737, KT-1B, EC-120B, EC-725, dan NAS-332. Rangkaian atraksi meliputi Free Fall Victory Jump, Giant Flight, Nusantara Flight, flypast formasi angka 81, OMU dan Escort A-400M serta Rafale, Hi-G Turn, Jupiter Aerobatic Team, Bomb Burst, High Speed Pass, hingga Dynamic Pegasus Show.
Rangkaian peringatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat. Aksi terjun payung dan demonstrasi udara tersebut menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menampilkan profesionalisme, kesiapan, dan kemampuan TNI dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
SULAWESI SELATAN, DN-II Kelangkaan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Soppeng kembali menjadi sorotan. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap energi bersubsidi, distribusi elpiji dari agen, pangkalan hingga pengecer dipertanyakan. (17/8/2026).
Pakar Hukum Internasional,Ekonom Naskonal Profesor Doktor Sutan Nasomal SH MH, mendesak Pemerintah Kabupaten Soppeng dan aparat penegak hukum (APH) turun langsung mengevaluasi rantai distribusi elpiji 3 kilogram.
Menurut Prof Sutan Nasomal SH MH, persoalan tersebut tidak cukup dilihat dari ada atau tidaknya pasokan. Yang perlu dipastikan adalah bagaimana pasokan bergerak dari hulu hingga sampai kepada masyarakat sebagai konsumen.
“Kalau elpiji 3 kilogram sulit diperoleh masyarakat, Pemda dan APH harus turun langsung. Periksa alur distribusinya dari agen, pangkalan sampai pengecer. Jangan biarkan masyarakat terus kesulitan mendapatkan barang bersubsidi,” kata Prof Sutan Nasomal SH MH
pasokan masuk, mengapa masyarakat masih kesulitan?
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pertanyaan mengenai distribusi menjadi penting ketika masyarakat mengeluhkan sulitnya memperoleh elpiji bersubsidi.
Prof Sutan Nasomal SH MH,meminta pemerintah mencocokkan data pasokan dengan kondisi faktual di lapangan. Menurut dia, data distribusi harus dapat menjawab berapa jumlah pasokan yang masuk dan ke mana saja barang tersebut disalurkan.
“Kalau pasokan masuk tetapi di lapangan langka, pertanyaannya: elpiji itu ke mana? Ini yang harus ditelusuri. Jangan hanya berhenti pada alasan stok terbatas,” tegasnya.
Ia meminta penelusuran dilakukan berbasis data, bukan asumsi. Pemerintah dapat memeriksa jumlah pasokan yang diterima agen, volume yang disalurkan kepada pangkalan, jadwal distribusi, kondisi stok, hingga penjualan kepada konsumen.
Dari pemeriksaan tersebut, pemerintah dapat memetakan penyebab persoalan secara lebih objektif: apakah terjadi karena pasokan memang terbatas, hambatan distribusi, peningkatan kebutuhan masyarakat, atau faktor lain.
Prof Sutan Nasomal SH MH, menegaskan, setiap dugaan mengenai distribusi harus diverifikasi melalui dokumen, data penyaluran dan pemeriksaan lapangan sebelum ditarik menjadi kesimpulan.
pangkalan dan pengecer diminta dievaluasi
Rantai distribusi di tingkat pangkalan dan pengecer menjadi salah satu titik yang diminta untuk dievaluasi.
Evaluasi, kata Prof Sutan Nasomal SH MH, diperlukan untuk memastikan elpiji bersubsidi disalurkan sesuai ketentuan dan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Namun, ia mengingatkan agar pemeriksaan tidak berubah menjadi tuduhan terhadap seluruh pelaku usaha.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Yang menjalankan aturan jangan diganggu. Tetapi kalau ditemukan pelanggaran, tindak sesuai hukum. Subsidi negara harus sampai kepada masyarakat yang memang berhak,” ujarnya.

Menurut dia, terdapat perbedaan antara persoalan teknis distribusi dengan dugaan pelanggaran. Karena itu, keduanya harus dibedakan melalui pemeriksaan yang objektif.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak berwenang diminta menindaklanjutinya berdasarkan bukti dan ketentuan hukum. Sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil evaluasi juga perlu disampaikan agar tidak muncul prasangka terhadap pihak yang menjalankan aturan.
masyarakat berhak mendapat kepastian
Kelangkaan barang bersubsidi pada akhirnya paling dirasakan masyarakat. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi pasokan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Soppeng.
“Masyarakat berhak mendapatkan kepastian. Kalau stok memang terbatas, jelaskan penyebabnya. Kalau stok tersedia tetapi masyarakat sulit mendapatkan, itu juga harus dijelaskan,” kata Prof Sutan Nasomal SH MH Pakar Ekonom
Menurut dia, transparansi diperlukan untuk mencegah berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.
Pemerintah diharapkan menjelaskan kondisi pasokan, mekanisme distribusi, serta langkah yang dilakukan apabila terjadi kekurangan di tingkat konsumen.
Pengawasan, kata Prof Sutan Nasomal SH MH, , juga tidak semestinya hanya dilakukan ketika keluhan masyarakat sudah mencuat. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan distribusi tetap berjalan sesuai aturan.
jangan berhenti pada pemeriksaan administratif
Prof Sutan Nasomal, SH MH, meminta Pemkab Soppeng dan APH tidak hanya mengandalkan laporan administratif.
Menurut dia, data di atas kertas harus dapat dibandingkan dengan kondisi nyata di lapangan. Pemeriksaan langsung menjadi penting untuk memastikan kesesuaian antara jumlah pasokan, penyaluran dan ketersediaan barang bagi masyarakat.
“Kita tidak boleh langsung menyimpulkan ada pelanggaran. Tetapi kita juga tidak boleh menutup mata ketika masyarakat mengeluhkan kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi. Periksa, cocokkan datanya, lalu simpulkan berdasarkan fakta,” ujarnya.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar pengawasan tidak menghasilkan tuduhan tanpa dasar, tetapi juga tidak mengabaikan keluhan masyarakat.
distribusi dari hulu hingga hilir perlu ditelusuri
Jika evaluasi dilakukan, pemeriksaan idealnya melihat rantai distribusi secara utuh.
Tidak hanya mengecek pengecer, tetapi juga menelusuri ketersediaan pasokan dan pola penyaluran sesuai kewenangan instansi terkait.
Data jumlah pasokan, jadwal penyaluran, volume yang diterima masing-masing pangkalan, serta kondisi stok di lapangan perlu dibandingkan.
Dengan demikian, titik persoalan dapat diketahui secara lebih jelas.
Apabila persoalan berada pada aspek pasokan, pemerintah dapat mengambil langkah sesuai kewenangan. Jika hambatan terjadi pada distribusi, jalurnya perlu diperbaiki. Sementara apabila pemeriksaan menemukan indikasi pelanggaran, penanganannya menjadi kewenangan aparat dan instansi terkait berdasarkan bukti.
bukan sekadar soal tabung kosong
Persoalan elpiji 3 kilogram bukan hanya mengenai tersedia atau tidaknya tabung di tingkat konsumen. Di balik itu terdapat rantai distribusi barang bersubsidi yang harus dapat dipertanggungjawabkan.
Ketika masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji, pertanyaan mengenai pasokan dan distribusi menjadi wajar untuk diajukan.
Namun, pertanyaan tersebut tidak boleh berubah menjadi tuduhan sebelum terdapat bukti.
Karena itu, evaluasi yang terbuka dan berbasis data menjadi jalan untuk menjawab persoalan: apakah kelangkaan terjadi karena pasokan terbatas, distribusi tersendat, kebutuhan meningkat, atau terdapat faktor lain.
menunggu penjelasan pihak terkait
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kesimpulan bahwa kelangkaan elpiji 3 kilogram di Soppeng disebabkan oleh pelanggaran atau penyimpangan distribusi.
Kesimpulan tersebut harus didasarkan pada pemeriksaan dan data resmi.
Karena itu, penjelasan dari Pemerintah Kabupaten Soppeng, instansi teknis, agen, pangkalan, dan pengecer menjadi penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
Pemerintah dan APH diharapkan segera memastikan akar persoalan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.
Jika ditemukan pelanggaran, tindakan harus dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum. Jika tidak ditemukan pelanggaran, hasil evaluasi juga perlu disampaikan secara terbuka.
Yang paling penting, subsidi negara harus benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran, sementara seluruh pihak dalam rantai distribusi tetap mendapatkan perlakuan yang adil berdasarkan fakta dan aturan.
Hak jawab Pemerintah Kabupaten Soppeng, instansi terkait, agen, pangkalan, maupun pengecer tetap terbuka sebagai bagian dari prinsip akurasi, independensi, dan keberimbangan pemberitaan. Nara Sumber Prof Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional Ekonom Nasional.
You cannot copy content of this page


