Beranda » Sosial » Halaman 13

Sosial

Mimika, DN-II Kepala Penerangan TNI Komando Operasi Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Nalince Wamang (17), remaja perempuan yang menjadi korban dalam insiden penembakan di Distrik Tembagapura, 7 Mei 2026. “Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya adik Nalince Wamang.

Beliau masih sangat muda, baru lulus SMK, dan sedang mencari nafkah bersama pamannya. Kehilangan ini pasti sangat berat bagi keluarga,” ujar Letkol Wirya saat ditemui wartawan di Mimika, Selasa (12/5/2026).

Terkait tuduhan yang beredar bahwa TNI melakukan penembakan terhadap korban, Letkol Wirya menegaskan: “Kami telah melakukan evakuasi secepat mungkin terhadap korban dan membawanya ke rumah sakit dengan niat baik untuk menyelamatkan nyawa, namun dalam perjalanan tepatnya di jalan poros MP. 69 korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian kami serahkan kepada keluarga. Kami tidak melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil.”

Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang mendalami kronologi secara menyeluruh. “Kami menghormati permintaan keluarga akan transparansi. Saat ini TNI sedang melakukan investigasi internal secara serius. Kami juga siap berkolaborasi dengan Polri untuk klarifikasi lebih lanjut, agar kebenaran dapat terungkap secara objektif,” tegasnya.

Mengenai kejadian itu sendiri, Letkol Wirya menjelaskan bahwa saat kejadian prajurit TNI sedang melaksanakan aklimatisasi (penyesuaian lingkungan) di daerah latihan. “Pada saat itu kami mendengar suara tembakan. Sesuai prosedur, prajurit langsung bergerak ke arah sumber tembakan untuk melindungi warga sipil yang sedang mendulang di sekitar lokasi. Kami sangat menyesalkan jatuhnya korban sipil dalam insiden ini,” jelasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Letkol Wirya menolak narasi bahwa TNI sengaja mendirikan pos baru atau merekayasa insiden. “Kami sudah lama berada di wilayah ini untuk mengamankan Objek Vital Nasional PT Freeport Indonesia. Tidak ada agenda tersembunyi. Kami justru hadir untuk melindungi masyarakat dan aset negara dari gangguan kelompok bersenjata,” pungkasnya. (Koops TNI Habema) Red

Meteor News** Brebes, DN-II Kepala Desa Kaliwlingi, Suratno, S.E., menyambut baik dan mengapresiasi aksi Syiar dan Edukasi Keliling yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Brebes di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes. Jum’at (15/05/2026).

Kegiatan edukasi ini menghadirkan narasumber berkompeten dari seluruh pengurus DPD Juleha Kabupaten Brebes, termasuk inti Syiar dan Edukasi hari ini terfokus pada dr. Dedy Iskandar Z, M.M., yang menjabat sebagai Bidang Pendidikan DPD Juleha Brebes sekaligus Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Dalam pemaparannya, dr. Dedy mengusung tema penting yaitu “Manajemen Kurban: Niat, Ikhtiyar, Tawakal”.

Kepala Desa Kaliwlingi, Suratno, S.E., menyatakan bahwa kehadiran DPD Juleha Brebes memberikan dampak yang sangat positif bagi warganya. Edukasi ini dinilai sangat tepat momentumnya dalam memberikan pemahaman keagamaan sekaligus pemenuhan standar kesehatan hewan kurban yang aman dan halal menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M.

Pelaksanaan Syiar Keliling ini mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari masyarakat setempat. Dipadati Jamaah, warga, pengurus takmir, dan para penyembelih kurban lokal.

Jamaah sangat aktif mengajukan pertanyaan terkait tata cara penyembelihan yang syar’i dan higienis. Materi Pemaparan dr. Dedy mengenai manajemen kesehatan hewan dan higienitas daging kurban sukses menarik perhatian penuh dari seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kaliwlingi, khususnya para panitia kurban, dapat menerapkan ilmu manajemen kurban dengan lebih profesional, higienis, dan sesuai dengan syariat Islam.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain mendapatkan materi teori, jamaah Masjid Jami’ Nurul Hidayah Desa Kaliwlingi juga menyaksikan langsung praktik peragaan penyembelihan domba yang diperagakan oleh Ketua DPD Juleha Brebes, Chasan Mudofar.

Praktik langsung ini menjadi pelengkap materi utama “Manajemen Kurban: Niat, Ikhtiyar, Tawakal” yang sebelumnya disampaikan oleh dr. Dedy Iskandar Z, M.M. Kehadiran sesi simulasi ini membuat suasana edukasi keliling semakin hidup dan aplikatif bagi warga setempat.

Dalam peragaan tersebut, Ketua DPD Juleha Brebes, Chasan Mudofar, menunjukkan secara detail teknik penyembelihan yang cepat, tepat, dan sesuai syariat (syar’i). Teknik Merebahkan, Memperagakan cara merebahkan domba secara halus tanpa membuat hewan stres atau kesakitan. Aspek Kesejahteraan Hewan, Menekankan prinsip animal welfare (kesejahteraan hewan) agar proses penyembelihan berlangsung humanis. Ketajaman Bilah, Menunjukkan metode memastikan kesiapan dan ketajaman senjata tajam yang digunakan sekali sayat putus. Posisi Urat Leher, Mengedukasi posisi tiga saluran utama di leher hewan yang wajib terputus sempurna. Red

Brebes, DN-II Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Kaliwlingi, Sholichin, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi dan menyambut hangat program Syiar dan Edukasi Keliling yang digelar oleh DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Brebes di Masjid Jami’ Nurul Hidayah, Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes. Jum’at (15/05/2026)

Menurut Sholichin, kehadiran DPD Juleha Brebes di tengah masyarakat pesisir Kaliwlingi merupakan langkah konkret yang sangat dibutuhkan oleh umat, terutama dalam menjamin keabsahan ibadah kurban dari hulu hingga ke hilir.

Sholichin, S.Pd. menilai kegiatan ini sebagai edukasi yang luar biasa karena mampu mengawinkan aspek fikih Islam dengan sains modern diantaranya Penguatan Fikih Praktis, Memberikan kepastian hukum bahwa penyembelihan di tingkat desa dilakukan benar-benar sesuai syariat Islam yang sah. Sains dan Kesehatan, Kehadiran dr. Dedy Iskandar Z, M.M. selaku narasumber bidang pendidikan Juleha (yang juga Kabid Yankes Dinkes Brebes) memberikan perspektif medis mengenai higienitas daging yang aman dikonsumsi Masyarakat kemudian Edukasi Visual yang Efektif, Simulasi penyembelihan domba langsung oleh Ketua DPD Juleha Brebes, Chasan Mudofar, dinilai sangat aplikatif sehingga mudah dipahami oleh para perwakilan takmir masjid dan jagal lokal.

Melalui momentum edukasi keliling ini, Sholichin menyampaikan beberapa harapan besar untuk kemaslahatan warga Desa Kaliwlingi yaitu Standardisasi Jagal Desa atau sekarang Juleha, Berharap semua panitia kurban dan penyembelih di Desa Kaliwlingi mulai menerapkan teknik animal welfare (kesejahteraan hewan) dan mengutamakan ketajaman bilah. Keberlanjutan Program, Meminta DPD Juleha Brebes tidak berhenti pada program syiar keliling saja, melainkan bersedia memberikan bimbingan teknis lanjutan atau sertifikasi bagi jagal di tingkat ranting/desa. Daging Kurban ASUH, Menargetkan hasil pembagian daging kurban di Desa Kaliwlingi ke depan bisa memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) demi kesehatan jamaah.

Kegiatan yang juga dihadiri dan didukung penuh oleh Kepala Desa Kaliwlingi, Suratno, S.E. ini, sukses menyedot perhatian jamaah yang memadati Masjid Jami’ Nurul Hidayah sejak awal hingga akhir acara. Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

KOTA TEGAL, DN-II Ratusan kapal perikanan di Kota Tegal kini terpaksa bersandar dan tidak beroperasi akibat melambungnya biaya operasional. Di tengah situasi sulit tersebut, para pengusaha kapal dan nelayan setempat justru dikejutkan dengan rencana pemerintah yang akan menambah armada kapal baru.

Salah satu pengusaha kapal asal Kota Tegal, Tambari Gustam, mengungkapkan kegelisahannya pada Jumat (15/5/2026). Ia mempertanyakan urgensi kebijakan pemerintah yang berencana menambah sekitar 1.582 unit kapal baru di Indonesia.

“Kapal-kapal yang menganggur di Tegal ini jumlahnya sudah sangat banyak. Mengapa pemerintah justru mau menambah sekitar 1.582 kapal lagi? Seandainya proyek itu diwujudkan, bagaimana proses lelangnya? Bagaimana ukuran GT (Gross Tonnage)-nya, apakah di bawah 30 GT atau di atas 30 GT? Lalu bagaimana nasib pengusaha kapal lokal yang sudah ada?” keluh Tambari.

Terpaksa Gunakan ‘Solar Cong’ Demi Bertahan

Masalah utama yang dihadapi nelayan saat ini adalah harga Solar Industri yang melambung tinggi hingga menembus angka Rp 30.550 per liter. Tingginya harga bahan bakar ini membuat para nelayan tidak mampu menutup biaya perbekalan sebelum melaut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Demi bisa menyambung hidup, sebagian nelayan terpaksa beralih menggunakan “solar cong”—yakni bahan bakar minyak olahan mandiri oleh masyarakat setempat yang menyerupai solar. Padahal, para nelayan tahu persis bahwa penggunaan bahan bakar oplosan tersebut lambat laun dapat merusak mesin kapal mereka.

Selain masalah bahan bakar, Tambari menyebutkan bahwa banyaknya kapal yang sengaja dibiarkan mangkrak juga dipicu oleh rumitnya pengurusan surat perizinan serta adanya batasan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang diatur ketat oleh regulasi baru.

Tagih Janji dan Berharap Didengar Presiden

Mewakili suara nelayan Tegal, Tambari berharap besar agar Presiden Joko Widodo maupun Presiden Terpilih Prabowo Subianto mau mendengar langsung jeritan hati masyarakat pesisir.

Ia mengingatkan bahwa pada pemilu lalu, masyarakat nelayan di Tegal telah memberikan dukungan penuh kepada pasangan Prabowo-Gibran serta Ahmad Luthfi untuk Pilgub Jawa Tengah. Kini, mereka menaruh harapan besar agar pemerintah berbalik memperhatikan nasib mereka.

“Kami sangat berharap kepada yang terhormat Bapak Presiden agar keluhan ini diperhatikan. Tolong dengarkan suara nelayan. Kami sudah memberikan dukungan penuh, sekarang giliran pemerintah yang membantu menyelamatkan nasib nelayan,” pungkas Tambari.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah satu nelayan yang ditemui di lapangan. Ia mengaku sudah tidak sanggup lagi melaut jika harga Solar Industri tetap bertahan di angka Rp 30.550 per liter karena hasil tangkapan tidak akan mampu menutup modal awal.

Reporter: Teguh

Manokwari Utara, DN-II Di tengah kesibukan pelaksanaan program TMMD Ke-128, personel Satgas TMMD Kodim 1801/Manokwari tetap menjaga dan meningkatkan keimanan dengan melaksanakan ibadah Sholat Jumat berjamaah bersama warga di salah satu bangunan yang berada di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, Jumat (15/5/2026).

‎Kegiatan ibadah tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan sederhana. Kebersamaan antara anggota Satgas TMMD dan masyarakat terlihat erat dalam suasana kekeluargaan, sekaligus menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara TNI dan warga setempat.

‎Serka Wahyudi Anggota Satgas TMMD menyampaikan bahwa selain menjalankan tugas pembangunan fisik dan nonfisik, pembinaan mental dan spiritual juga sangat penting untuk menjaga semangat serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.



‎“Melalui Sholat Jumat berjamaah ini, kami berharap hubungan kebersamaan dengan masyarakat semakin baik serta menjadi sarana meningkatkan iman dan takwa selama pelaksanaan TMMD berlangsung,” ujar Wahyudi.

‎Warga Kampung Tanah Rubuh pun merasa senang dan mengapresiasi kehadiran anggota Satgas TMMD yang tidak hanya bekerja membangun kampung, tetapi juga aktif membaur bersama masyarakat dalam kegiatan keagamaan.

‎Program TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari sendiri terus berjalan dengan berbagai sasaran pembangunan demi membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Distrik Manokwari Utara. Red

PAPUA BARAT, DN-II Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 410/ALG Pos Yamor melaksanakan kegiatan peletakan batu Di Kampung Ururu Distrik Yamor Kab. Kaimana, Prov Papua Barat. Pada Hari Jum’at (15/05/2026).

Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 410/Alugoro kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di wilayah Papua Barat Khususnya Di Distrik Yamor dengan melaksanakan Kegiatan peletakan batu. Kegiatan ini dilaksanakan tepat pada hari kebangkitan isa al masih dan memberikan ketenangan dan kenyamanan sepenuhnya untuk warga yang menghadiri di acara tersebut.

Kegiatan peletakan batu ( Bakti sosial) yang dilakukan personel Pos Yamor ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat, sekaligus membantu masyarakat untuk kenyamanan dan ketenangan dalam bekerja ehingga menciptakan suasana yang aman Damai bagi masyarakat kampung Ururu.

Dalam kegiatan tersebut, tim dari pos Yamor Satgas Yonif 410/Alugoro memberikan apresiasi dengan datang langsung ke acara tersebut, Itu adalah bentuk langsung kepedulian dari Anggota Pos Yamor khususnya kampung Ururu Distrik yamor.

Masyarakat pun menyambut antusias kegiatan ini, karena merasa terbantu dan lebih mudah mendapatkan rasa percaya diri dan aman. Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Jakarta, DN-II Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tanto Widi Purwoko bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Sesmenko Pangan, Dirjen Pemdes Kemendagri, dan Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, meninjau sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Nganjuk, Bojonegoro, Banyumas, dan Boyolali pada 12 dan 13 Mei 2026.

Kunjungan kerja bersama ini dilakukan dalam rangka mengakselerasi cita-cita besar pemerintah: mewujudkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus pilar kesejahteraan nasional.

Sinergi dan Gotong Royong Jadi Kunci

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa persatuan, kekompakan, dan semangat gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama untuk mewujudkan visi Presiden dalam membangun ekonomi berbasis pedesaan.

“Persatuan, kekompakan, dan gotong royong seluruh pihak menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita Bapak Presiden dalam membangun ekonomi desa melalui koperasi,” ujar Menkop Ferry.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Operasionalisasi 1.061 KDKMP Segera Dimulai

Setelah merampungkan sejumlah tahapan krusial mulai dari legalitas badan hukum, pembangunan fisik gedung, penyediaan gerai, hingga fasilitas pergudangan, pemerintah bersiap melangkah ke tahap berikutnya.

Pemerintah akan segera meluncurkan operasionalisasi KDKMP secara bertahap. Sebagai langkah awal, program ini akan menyasar 1.061 KDKMP yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, memperkuat ekosistem ekonomi lokal, serta menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Penuh TNI untuk Ketahanan Pangan

Di sisi lain, TNI menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal dan mendukung program KDKMP yang dicanangkan oleh pemerintah. Dukungan ini merupakan bagian dari garis perjuangan TNI dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa melalui sektor pangan dan ekonomi.

Keterlibatan TNI dalam program ini difokuskan pada tiga pilar utama:

Memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu ke hilir.

Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.

Mewujudkan pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan di seluruh wilayah NKRI. Red

#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tegal, DN-II Kepolisian Resor Tegal melalui jajaran Polsek melaksanakan pengamanan kegiatan ibadah dalam rangka peringatan Kenaikan Isa Almasih tahun 2026, Kamis (14/05/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Pengamanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Tegal Nomor Sprin/544/V/PAM.3.3./2026 tanggal 13 Mei 2026, dengan melibatkan personel di sejumlah gereja yang tersebar di wilayah hukum Polres Tegal.

Di wilayah Slawi, pengamanan dilaksanakan di beberapa gereja, antara lain Gereja Maria Immaculata Slawi dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Slawi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Slawi AKP Rushendro Cipto Harjono, S.H. selaku perwira pengendali lapangan. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di Gereja Bethel Mandiri (GBM) Slawi dengan perwira pengendali IPTU Ida Bagus Laksana, S.H.. Seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan hadir lengkap dan telah dilakukan pengecekan oleh fungsi Propam guna memastikan kesiapan dan kedisiplinan anggota.

Sementara itu, di wilayah Adiwerna, pengamanan ibadah dilaksanakan di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Banjaran mulai pukul 07.30 WIB hingga 09.00 WIB. Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Hany Sumangkut diikuti sekitar 15 jemaat dengan tema “Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus”. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Adiwerna AKP S. Ibnu Akbar, S.H., M.H. bersama personel yang terlibat, dan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman serta kondusif.

Di wilayah Kramat, pengamanan dilaksanakan di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Mejasem mulai pukul 07.00 WIB hingga 08.30 WIB. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Kristianto Himawan dengan jumlah jemaat sekitar 70 orang mengusung tema “Kristus Naik Namanya Kita Beritakan”. Pengamanan melibatkan personel gabungan Polsek Kramat dan Polres Tegal yang dipimpin oleh Kapolsek Kramat IPTU Deni Triyatno, S.Psi. selaku perwira pengendali.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjamin keamanan dan kebebasan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Kristiani dalam peringatan Kenaikan Isa Almasih dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan khidmat. Ini juga sebagai wujud nyata komitmen kami dalam menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama di wilayah Kabupaten Tegal,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa seluruh personel telah disiagakan dan dilakukan pengawasan secara berjenjang guna memastikan pengamanan berjalan optimal.

“Pengamanan ini kami laksanakan secara maksimal dengan melibatkan seluruh jajaran, didukung pengawasan internal agar pelaksanaan tugas di lapangan berjalan sesuai prosedur serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, menjaga stabilitas keamanan, serta menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. ( S. Bimantoro )

BREBES, DN-II Semangat kebersamaan terus menjadi pondasi utama dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Pada Kamis (14/5/2026)S

Suasana gotong royong antara masyarakat dan aparat TNI kembali terlihat kuat dalam setiap proses pengerjaan pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kadumanis dan Desa Citimbang tersebut.

Jembatan Garuda yang tengah dibangun ini merupakan salah satu harapan besar masyarakat untuk membuka akses transportasi yang lebih aman dan mudah. Selama ini, sungai yang memisahkan kedua desa sering menjadi hambatan bagi aktivitas warga, terutama ketika debit air meningkat saat musim hujan.

Namun di balik proses pembangunan yang penuh tantangan, kebersamaan antara warga dan TNI menjadi kekuatan utama yang terus menjaga semangat di lapangan. Mulai dari pengangkutan material, penataan lokasi pekerjaan, hingga pengerjaan konstruksi dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kekompakan.

Babinsa Desa Kadumanis, Serda Hasanudin, yang selalu hadir mendampingi masyarakat, mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini tidak akan berjalan baik tanpa adanya kebersamaan dari seluruh pihak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kebersamaan menjadi landasan utama dalam pembangunan ini. Dengan saling membantu dan saling mendukung, pekerjaan yang berat bisa diselesaikan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi cerminan kuatnya rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap kemajuan desa. Kehadiran TNI di tengah masyarakat juga menjadi bentuk nyata pengabdian untuk membantu warga dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat.

Di lokasi pembangunan, suasana kekeluargaan begitu terasa. Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat, semua menyatu dalam satu tujuan, yakni mempercepat pembangunan Jembatan Garuda agar segera dapat digunakan oleh warga.

Selain menjadi sarana penghubung antar desa, jembatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, mempermudah akses pendidikan, serta memperkuat hubungan sosial antar wilayah.

Masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap semangat kebersamaan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan hingga pembangunan selesai.

Dengan landasan kebersamaan dan semangat gotong royong yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Salem diharapkan berjalan lancar hingga tuntas. Jembatan ini nantinya tidak hanya menjadi penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kepedulian, dan kekuatan kebersamaan masyarakat dalam membangun masa depan desa yang lebih baik. Red/Casroni

BREBES, DN-II Masalah sampah di wilayah Brebes, Tegal, dan Slawi (Bregas) kini telah memasuki fase krusial. Guna mengatasinya, pemerintah merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Regional yang berlokasi di Desa Margahayu, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Proyek strategis ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2028.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes, Mochamad Shodiq, S.STP, M.Si, menegaskan bahwa kondisi sampah di wilayahnya sudah masuk dalam kategori darurat. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangannya pada Rabu (13/5/2026).

Landasan Hukum dan Teknologi Ramah Lingkungan

Proyek ambisius ini tidak sekadar rencana. Shodiq menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025. Regulasi terbaru tersebut memberikan mandat bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pengolahan sampah domestik menjadi energi terbarukan.

“Perpres Nomor 109 Tahun 2025 memberikan payung hukum bagi pemerintah daerah untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan yang memiliki teknologi pengolahan sampah menjadi tenaga listrik atau Waste to Energy (WTE),” ujar Shodiq.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Teknologi yang akan diterapkan diklaim berbasis ramah lingkungan, sehingga selain mengurangi volume sampah di hilir secara signifikan, proyek ini juga berkontribusi pada penyediaan energi bersih bagi masyarakat.

Kondisi Darurat di Kabupaten Brebes

Status “Darurat Sampah” yang disematkan DLH Brebes bukan tanpa alasan. Volume sampah harian yang terus meningkat memerlukan penanganan yang luar biasa dari hulu hingga hilir.

Sebagai langkah konkret sambil menunggu beroperasinya PLTSa Regional, Shodiq telah menginstruksikan gerakan internal di lingkungan DLH Brebes sebagai percontohan bagi masyarakat:

Wajib Pemilahan: Seluruh staf DLH diwajibkan memilah sampah organik dan anorganik.

Aktivasi Bank Sampah: DLH telah memiliki bank sampah internal untuk memastikan sampah yang dihasilkan kantor tidak langsung terbuang ke TPA.

Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Penegakan disiplin bagi seluruh jajaran agar menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami sudah memiliki bank sampah di kantor ini. Saya sudah instruksikan jajaran agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan. Semua harus dipilah dari sumbernya,” tegasnya.

Harapan Masa Depan

Sinergi antara Kabupaten Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal dalam proyek PLTSa Regional ini diharapkan menjadi solusi permanen atas carut-marut pengelolaan sampah di wilayah Jawa Tengah bagian barat. Dengan target operasional 2028, pemerintah daerah kini fokus pada persiapan teknis dan kemitraan strategis guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan mandiri energi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

You cannot copy content of this page