Beranda » TNI-Polri » Halaman 13

TNI-Polri

Nagekeo, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menugaskan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk turut membantu warga yang dokumen kependudukannya hilang atau rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penerbitan dokumen seperti KTP-el, akta kelahiran, serta Kartu Keluarga (KK).

“Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil yang menangani urusan data kependudukan ini untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi,” kata Mendagri usai mengunjungi posko pengungsian Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (18/8/2026).

Bukan hanya itu, Mendagri menegaskan tim Dukcapil akan turun ke lokasi untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pencetakan ulang dokumen kependudukan bukan sesuatu yang sulit mengingat semua datanya sudah terekam di server Dukcapil pusat dan terdigitalisasi.

Terlebih, saat ini Ditjen Dukcapil juga telah menerapkan teknologi face recognition atau pengenalan wajah sehingga pencetakan ulang dokumen kependudukan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen Penting, Gratis

“[Pencetakan ulang] itu sangat mudah sekali dilakukan. Kenapa? Karena semua data yang ada, 290 juta [penduduk] Indonesia, hampir 98 persen datanya ada di server Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil Kemendagri,” terangnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain dokumen kependudukan, Mendagri mengaku akan berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pencetakan ulang surat tanah maupun berkas penting lainnya. Ia juga akan berkomunikasi dengan kepolisian untuk pencetakan ulang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus bagi korban gempa di NTT.

“Informasinya akan saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN dan juga kepada Kepolisian. Karena apa, waktu seperti di Aceh, di Sumatera Utara, [Sumatera] Barat, kita semua tiga ini turun. Ini dokumen-dokumen penting,” jelasnya.

Mendagri memastikan pencetakan ulang dokumen-dokumen penting tersebut dilakukan secara gratis sebagai bukti hadirnya negara kepada para penyintas gempa. “Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi, kita bantu. Dan juga dari saya akan sampaikan juga kepada Bapak Kapolri,” tutupnya. Red

PURWOKERTO, DN-II Korem 071/Wijayakusuma bersama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat sinergi dalam pemanfaatan teknologi informasi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Manajemen Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kesehatan dan Konstruksi.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk membangun sistem penyajian data kewilayahan yang akurat, cepat dan terintegrasi guna mendukung pelaksanaan tugas satuan. Berlangsung di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja Banyumas, (18/7/2026).

Bimtek tersebut diikuti para prajurit dari Mabrigif TP dan Yon TP satuan di wilayah Korem 071/Wijayakusuma. Materi utama diarahkan pada pengenalan dan pemanfaatan sistem aplikasi berbasis web Satuan TP, yang digunakan untuk menyampaikan informasi serta data secara akurat mengenai potensi dan kegiatan pertanian, perikanan dan peternakan di satuan Brigif TP.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr (Han)., menegaskan bahwa penguasaan sistem informasi menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas satuan, terutama dalam mengelola potensi pertanian, perikanan dan peternakan yang membutuhkan data faktual dan terukur.

“Bimtek ini bukan hanya mengenalkan sebuah aplikasi, tetapi membangun kemampuan prajurit untuk menyajikan data yang benar, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang baik akan menghasilkan informasi yang baik, dan informasi yang akurat menjadi dasar bagi pimpinan dalam mengambil keputusan yang tepat,” ujar Danrem 071/Wijayakusuma.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan aplikasi berbasis web tersebut diharapkan mampu mempermudah satuan dalam melakukan pendataan, pemantauan dan penyampaian perkembangan kegiatan secara lebih cepat dan sistematis.

“Kita ingin setiap potensi yang ada di satuan, khususnya bidang pertanian, perikanan dan peternakan, dapat terdata dengan baik. Jangan sampai kita memiliki potensi yang besar, tetapi tidak memiliki data yang akurat.
Karena itu, manfaatkan aplikasi ini secara optimal dan pastikan setiap data yang dimasukkan benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Danrem juga menekankan pentingnya konsistensi dan ketelitian prajurit dalam memperbarui data. Menurutnya, sistem informasi akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung kedisiplinan personel dalam menginput dan memperbarui informasi secara berkala.

“Teknologi hanyalah alat. Yang paling menentukan adalah kedisiplinan dan tanggung jawab personel dalam mengelola data. Saya berharap setelah Bimtek ini, para peserta mampu mengoperasikan aplikasi dengan baik dan menjadi penggerak bagi satuannya dalam membangun budaya kerja berbasis data,” lanjutnya.

Kolaborasi dengan Unsoed dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan kemampuan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Perguruan tinggi memiliki kapasitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan satuan TP memiliki data serta kondisi faktual di wilayah yang menjadi objek pengelolaan.

Melalui sistem aplikasi web Satuan TP, informasi mengenai pertanian, perikanan dan peternakan diharapkan dapat tersaji secara lebih terstruktur, sehingga memudahkan proses pemantauan, evaluasi dan penyusunan langkah tindak lanjut.

Selain mendukung tertib administrasi dan penyajian data, sistem tersebut diharapkan mampu menjadi instrumen untuk melihat perkembangan potensi satuan secara lebih objektif. Data yang terkumpul dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan program pengembangan ke depan.

Kegiatan Bimtek ini sekaligus menunjukkan komitmen Korem 071/Wijayakusuma untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dalam mendukung tugas pembinaan teritorial dan pengelolaan potensi wilayah.

Dengan sinergi antara Korem 071/Wijayakusuma dan Unsoed, pengelolaan data diharapkan tidak berhenti pada sekadar angka dan laporan, tetapi mampu menjadi informasi strategis yang akurat, aktual dan bermanfaat untuk mendukung keberhasilan tugas satuan serta pengembangan potensi pertanian, perikanan dan peternakan di wilayah. Red/Casroni

Slawi, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, dilaksanakan kegiatan pemberian remisi kepada narapidana di Lapas Kelas IIB Slawi, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., bersama unsur Forkopimda Kabupaten Tegal dan stakeholder terkait.

Pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan pemasyarakatan yang telah memenuhi persyaratan serta menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pidana. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan agar warga binaan memiliki motivasi untuk memperbaiki diri dan kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Kehadiran Kapolres Tegal dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam memperkuat sinergitas dengan jajaran pemasyarakatan dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung proses pembinaan serta reintegrasi sosial warga binaan.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan lebih baik.

“Remisi bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri, menjalani pembinaan dengan baik, dan ketika kembali ke masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta memberikan kontribusi positif.”

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pemberian remisi dalam momentum HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus mengikuti program pembinaan, menaati ketentuan yang berlaku, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Polres Tegal terus berkomitmen memperkuat sinergitas bersama pemerintah daerah, jajaran pemasyarakatan, TNI, dan seluruh stakeholder dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif sekaligus mendukung terwujudnya pembinaan masyarakat yang berkelanjutan. ( S. Bimantoro )

Brebes, DN-II Pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, memasuki tahap akhir. Setelah melalui serangkaian proses pembangunan secara bertahap dan melibatkan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat, finishing akhir jembatan telah selesai dilaksanakan. Selasa, (18/8/2026).

Dalam tahapan penyelesaian tersebut, Babinsa Desa Kedungoleng, Sertu Maryono, terus hadir mendampingi masyarakat di lokasi. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik sekaligus memberikan pendampingan kepada warga hingga pekerjaan benar-benar selesai.

Sejak awal pembangunan, Sertu Maryono secara konsisten terlibat dalam berbagai tahapan pekerjaan. Mulai dari proses pembangunan konstruksi, pendampingan warga, pengawasan pekerjaan, hingga tahap pengecatan dan finishing akhir, seluruh proses dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Tahap finishing menjadi bagian penting sebelum jembatan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Berbagai pekerjaan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan terlihat rapi, bersih, dan siap digunakan sebagai akses transportasi masyarakat.

Sertu Maryono menyampaikan bahwa selesainya pekerjaan finishing merupakan hasil dari kerja keras dan kebersamaan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan pembangunan hingga finishing akhir sudah selesai. Ini merupakan hasil kerja bersama antara TNI dan masyarakat. Kami berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan bersama-sama kita jaga agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujar Sertu Maryono.

Pembangunan Jembatan Beton Garuda tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Kedungoleng. Infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan kemudahan akses bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah.

Dengan selesainya jembatan, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah melakukan mobilitas, termasuk mengangkut hasil pertanian dan memenuhi berbagai kebutuhan ekonomi. Akses yang lebih baik juga diharapkan mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial masyarakat.

Selesainya pembangunan jembatan juga menjadi buah dari semangat gotong royong yang terus dipelihara selama proses pengerjaan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut mengambil bagian dalam mewujudkan pembangunan melalui tenaga, waktu, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kehadiran Babinsa selama proses pembangunan menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tugas pembinaan teritorial. Sertu Maryono tidak hanya mendampingi warga, tetapi juga menjadi penghubung komunikasi antara masyarakat dengan unsur terkait dalam mendukung kelancaran pembangunan.

Dari tahap awal hingga finishing akhir, kebersamaan menjadi kekuatan utama. Panas, lelah, dan berbagai tantangan selama proses pembangunan dapat dilalui melalui semangat gotong royong. Kini, hasil kerja tersebut telah terwujud dalam bentuk jembatan beton yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Kodim 0713/Brebes melalui para Babinsa terus mendorong masyarakat untuk menjaga serta merawat hasil pembangunan. Setelah jembatan selesai, tanggung jawab bersama tidak berhenti, tetapi berlanjut pada upaya menjaga kebersihan, keamanan, dan kondisi infrastruktur agar tetap berfungsi dengan baik.

Sertu Maryono juga mengajak masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama terhadap jembatan yang telah dibangun. Dengan perawatan dan penggunaan yang baik, diharapkan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang serta menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan Desa Kedungoleng.

Selesainya finishing akhir Jembatan Beton Garuda Desa Kedungoleng menjadi penanda berakhirnya rangkaian pekerjaan pembangunan yang telah dilaksanakan secara bertahap. Jembatan tersebut kini diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan memperlancar akses transportasi di wilayah Kecamatan Paguyangan.

Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu dalam semangat gotong royong, sebuah harapan dapat diwujudkan menjadi kenyataan. Dari proses pembangunan hingga penyelesaian akhir, Babinsa Sertu Maryono bersama masyarakat Desa Kedungoleng telah menunjukkan bahwa kebersamaan, kepedulian, dan kerja keras merupakan kekuatan penting dalam membangun negeri dari desa.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan selesainya seluruh tahapan pembangunan, Jembatan Beton Garuda di Desa Kedungoleng diharapkan menjadi infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperlancar konektivitas wilayah, mendukung aktivitas perekonomian, serta menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Red/Casroni

Ugumba, DN-II Di balik bentangan Pegunungan Papua yang menjulang tinggi, Distrik Ugimba, provinsi Papua Tengah, menjadi salah satu wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses yang terbatas, medan terjal, hutan lebat, serta kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan memastikan kehadiran negara di wilayah tersebut, Senin (17/8/2026).

Selama kurang lebih 15 tahun, wilayah Ugimba disebut mengalami keterbatasan kehadiran unsur pemerintahan maupun aparat keamanan. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, minimnya akses transportasi, serta dinamika keamanan di wilayah Pegunungan Papua menjadi sejumlah faktor yang menyebabkan interaksi dengan unsur pemerintah dan aparat keamanan berlangsung sangat terbatas. Dalam situasi tersebut, masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari dengan keterbatasan akses terhadap pelayanan pemerintahan, keamanan, maupun berbagai bentuk dukungan dari negara.

Kondisi tersebut semakin kompleks dengan adanya aktivitas kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Pegunungan Papua yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan membatasi mobilitas masyarakat maupun aparat. Situasi keamanan yang demikian membuat kehadiran unsur negara di wilayah terpencil seperti Ugimba tidak hanya menghadapi persoalan medan dan cuaca, tetapi juga membutuhkan kesiapan dalam menghadapi dinamika keamanan yang sewaktu-waktu dapat berubah.

Dalam rangka melaksanakan tugas operasi pengamanan wilayah, Koops TNI Habema mengerahkan prajurit untuk melaksanakan patroli dan pengamanan di wilayah Ugimba. Dengan semangat pengabdian, prajurit bergerak menembus medan sulit, melewati jalur pegunungan, lembah, dan hutan dengan kondisi alam yang tidak mudah ditaklukkan.

Perjalanan panjang tersebut bukan hanya sebuah pergerakan pasukan, tetapi merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa wilayah Pegunungan Papua tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali. Setiap langkah patroli menjadi bentuk nyata komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan, melindungi masyarakat, serta menghadirkan rasa aman hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Bagi masyarakat Ugimba, kehadiran prajurit setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi keterisolasian memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar kehadiran aparat keamanan. Kehadiran tersebut menjadi momentum untuk membuka kembali ruang interaksi antara masyarakat dengan unsur negara, membangun komunikasi, mendengar kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan kondisi yang lebih memungkinkan bagi aktivitas sosial kemasyarakatan berlangsung secara aman.

Dengan menghadapi suhu dingin pegunungan yang dapat mencapai 5 derajat Celsius, cuaca yang berubah cepat, serta keterbatasan dukungan medan, prajurit Koops TNI Habema tetap melaksanakan tugas pengamanan dengan disiplin dan ketangguhan. Selama perjalanan menuju Distrik Ugimba, prajurit terus melakukan pemantauan situasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.

Keberhasilan operasi pengamanan wilayah Ugimba mencapai momentum bersejarah ketika prajurit Koops TNI Habema berhasil menghadirkan pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Sang Merah Putih dikibarkan di Distrik Ugimba, menjadi simbol hadirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Pengibaran Merah Putih di Ugimba bukan hanya sebuah seremoni. Di tengah kondisi geografis yang sulit dan sejarah panjang keterisolasian wilayah, berkibarnya bendera Merah Putih menjadi simbol kehadiran negara sekaligus pesan bahwa masyarakat di wilayah terpencil tetap merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Momentum tersebut juga menunjukkan bahwa stabilitas keamanan memiliki hubungan erat dengan terbukanya akses kehidupan masyarakat. Ketika kondisi wilayah memungkinkan, ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, berkomunikasi dengan unsur pemerintahan, memperoleh pelayanan, menjalankan adat, serta mengembangkan kehidupan sosial dan ekonomi dapat kembali terbuka.

Dalam kerangka Papua Jalan Damai, operasi pengamanan bukan semata-mata bertujuan menciptakan kondisi keamanan, tetapi menjadi dasar untuk memungkinkan kehidupan masyarakat berjalan normal. Keamanan yang terwujud menjadi pintu bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas, membangun kepercayaan, menjalankan adat, memperoleh pelayanan, dan mengembangkan kehidupan sosial ekonomi.

Pangkoops TNI Habema menyampaikan bahwa keberhasilan prajurit menembus wilayah Ugimba merupakan wujud komitmen TNI dalam menjaga keutuhan NKRI dan menghadirkan negara di seluruh wilayah Indonesia.

“Medan berat, keterbatasan akses, dan kondisi alam yang ekstrem bukan menjadi penghalang bagi prajurit TNI dalam melaksanakan tugas. Setiap langkah yang dilakukan merupakan bagian dari pengabdian untuk menjaga keamanan wilayah dan memastikan Merah Putih tetap berkibar di seluruh penjuru negeri.”

Keberhasilan operasi di Ugimba menjadi bukti bahwa prajurit Koops TNI Habema mampu melaksanakan tugas dalam berbagai kondisi medan, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Lebih dari sekadar keberhasilan menembus medan pegunungan, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka kembali ruang kehadiran negara di wilayah yang selama bertahun-tahun berada dalam kondisi keterisolasian.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dari kaki Gunung Cartenz, berkibarnya Merah Putih menjadi penanda bahwa jarak dan beratnya medan bukan alasan untuk membiarkan masyarakat berjalan sendiri. Di tempat yang selama bertahun-tahun sulit disentuh oleh kehadiran negara, sebuah bendera kembali berdiri sebagai simbol persatuan, keamanan, dan pengabdian.

Red

Jakarta, DN-II Mabes TNI menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Waasrenum Panglima TNI Mayjen TNI Harvin Kidingallo, S.H., S.T., M.Han., selaku Inspektur Upacara (Irup), serta diikuti oleh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI di Mabes TNI, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanatnya yang dibacakan Waasrenum Panglima TNI menegaskan pentingnya kesiapan TNI dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “TNI harus mampu mendeteksi dan mencegah setiap ancaman, serta menjaga setiap jengkal daratan, perairan, dan ruang udara Indonesia,” tegas Panglima TNI.

Lebih lanjut, Panglima TNI menekankan bahwa kekuatan TNI tidak hanya diukur dari modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam), tetapi juga dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajurit. “Untuk menjaga bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur, TNI harus terlebih dahulu kuat dan bersih dari dalam. Kehebatan TNI tidak hanya diukur dari Alpalhankam modern yang kita miliki, tetapi dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajuritnya,” ujarnya.

Panglima TNI Tekankan Kesiapan Jaga Kedaulatan dan Integritas Prajurit

Panglima TNI juga mengingatkan seluruh prajurit dan PNS TNI untuk menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum dan disiplin yang dapat merusak nama baik institusi. “Jangan biarkan kesalahan individu merusak nama baik satuan dan institusi TNI,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI untuk terus melaksanakan TNI PRIMA, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta menjaga kepercayaan rakyat sebagai kehormatan yang harus dipertahankan. Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045

Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama para Kepala Staf Angkatan menghadiri Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Upacara ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”  Prosesi penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih menandai berakhirnya rangkaian seremoni kenegaraan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Panglima TNI Hadiri Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Istana Merdeka

Sebelum meninggalkan mimbar kehormatan, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian peringatan sejak pagi hingga sore dengan tertib dan penuh semangat. “Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat,” ucap Presiden.

Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap Sang Merah Putih yang menjadi simbol perjuangan, persatuan, dan kedaulatan bangsa, sekaligus menegaskan semangat kebersamaan dalam memperingati 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Red

#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Karnaval Bersatu meriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Karnaval Bersatu diselenggarakan untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus menjadi ruang untuk menampilkan keberagaman budaya, kreativitas, inovasi, serta berbagai prestasi bangsa. Kegiatan ini menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang penuh semangat kebersamaan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Karnaval Bersatu melibatkan berbagai kementerian dan lembaga negara, TNI dan Polri, serta masyarakat.

Kemeriahan acara ditampilkan melalui parade kendaraan dan mobil hias yang membawa beragam tema, menggambarkan kekayaan budaya serta semangat pembangunan Indonesia.

Kehadiran seluruh elemen bangsa dalam Karnaval Bersatu menjadi wujud semangat persatuan dan kebersamaan dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI menuju Indonesia Emas 2045. Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

#tniprima #tnirakyat #indonesiaemas2045

BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes menggelar pengecekan sarana komunikasi berupa Handy Talky (HT), Selasa (18/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan sarana komunikasi yang digunakan personel dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam hal koordinasi dan penyampaian informasi secara cepat di lapangan.

Pengecekan dilaksanakan terhadap perangkat radio komunikasi yang digunakan oleh personel jajaran Polres Brebes. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik perangkat, fungsi tombol, kondisi baterai, serta kualitas penerimaan dan pengiriman komunikasi melalui jaringan radio.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Kasi TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Polres Brebes bersama anggota. Selain memastikan kondisi perangkat, petugas juga melakukan pendataan terhadap personel yang memegang dan menggunakan sarana komunikasi HT.

Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kabag Ops Kompol Suraedi menyampaikan bahwa pengecekan sarana komunikasi tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh perangkat dalam kondisi siap pakai dan dapat mendukung kecepatan koordinasi antarpersonel.

“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh perangkat komunikasi, khususnya HT, dalam kondisi baik dan siap digunakan oleh personel. Sarana komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kecepatan koordinasi, penyampaian informasi, maupun pelaksanaan perintah pimpinan di lapangan,” ujar Kompol Suraedi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan sarana komunikasi yang berfungsi dengan baik sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. HT dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif ketika personel berada di lapangan dan membutuhkan koordinasi secara cepat, baik dalam kegiatan pengamanan, patroli, pelayanan masyarakat maupun penanganan berbagai situasi yang membutuhkan respons kepolisian.

“HT ini menjadi salah satu sarana komunikasi yang efektif dan efisien, terutama untuk menyampaikan informasi yang perlu segera ditindaklanjuti oleh jajaran. Termasuk dalam penyampaian perintah maupun petunjuk pimpinan dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Brebes,” jelasnya.

Kabag Ops menambahkan, pendataan pemegang HT juga diperlukan untuk memastikan penggunaan perangkat dapat dipertanggungjawabkan serta memudahkan pengawasan dan pemeliharaan sarana komunikasi yang dimiliki Polres Brebes.

Pengecekan secara berkala juga diharapkan dapat mendeteksi sejak dini apabila terdapat kerusakan atau kendala teknis pada perangkat. Dengan demikian, perbaikan maupun penggantian perangkat dapat segera dilakukan dan tidak menghambat komunikasi ketika personel melaksanakan tugas.

Selain aspek teknis, personel juga diingatkan agar menggunakan sarana komunikasi sesuai dengan ketentuan dan kepentingan kedinasan. Komunikasi yang dilakukan melalui jaringan radio diharapkan tetap efektif, singkat, jelas, dan dapat dipahami oleh personel lain yang menerima informasi.

“Kami berharap seluruh personel dapat menjaga dan menggunakan sarana komunikasi ini dengan baik. Dengan perangkat yang siap dan komunikasi yang lancar, koordinasi di lapangan akan lebih cepat dan efektif sehingga pelaksanaan tugas kepolisian dapat berjalan secara optimal,” pungkas Kompol Suraedi.

Pengecekan tersebut menjadi bagian dari kesiapan Polres Brebes dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus memastikan setiap personel memiliki sarana komunikasi yang dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.Red

*Mendagri Salurkan Tali Asih untuk Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Gempa NTT*

 

Manggarai Timur, www.detik-nasional.com // Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyalurkan tali asih kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Santunan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii serta Bupati Manggarai Timur Agas Andreas di wilayah terdampak paling parah.

“Kemendagri memberikan tali asih sebanyak Rp15 juta per jiwa, per jiwa yang wafat pada keluarganya,” kata Mendagri.

Selain santunan tersebut, Mendagri memastikan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan santunan sebesar Rp15 juta untuk korban meninggal dunia. Dalam kesempatan ini, ia juga mengapresiasi inisiatif warga yang mendirikan posko sesaat usai gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia pun memberikan dua unit genset, 10 unit velbed atau tempat tidur lapangan untuk memperkuat posko tersebut, serta Rp200 juta untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara. “Kita juga mengapresiasi ada posko yang dibangun warga. Tapi kita tambahi sekalian aja, namanya genset 2, sekaligus velbed ada 10 untuk operasionalnya,” ujarnya.

Mendagri memastikan pemerintah terus bergerak pada masa tanggap darurat. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya posko Basarnas yang berdampingan dengan tenda warga serta pendataan kebutuhan guna mempercepat penyaluran bantuan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat terdampak untuk bekerja sama guna memulihkan dampak bencana. “Ini harus kerja sama kita, pemerintah sama masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya, Mendagri Muhammad Tito Karnavian memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.

Kehadiran Mendagri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi bencana gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di NTT. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

Puspen Kemendagri

Redaksi.

You cannot copy content of this page